cover
Contact Name
Sitti Rahmah
Contact Email
gesture@unimed.ac.id
Phone
+628126554635
Journal Mail Official
gesture@unimed.ac.id
Editorial Address
Jl. Willem Iskandar, Ps. V, Medan Estate.
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Gesture: Jurnal Seni Tari
ISSN : 23015799     EISSN : 25992864     DOI : https://doi.org/10.24114/senitari.v11i1
Jurnal Gesture Seni Tari ini memuat tentang penulisan ilmiah dan penelitian seni tari tradisi dan tari non tradisi di Nusantara, hingga menyinggung persoalan-persoalan yang terkait dengan perkembangan pendidikan seni tari pada abad ini. Sebagai Jurnal Seni yang hadir ditengah-tengah lembaga Prodi Pendidikan Seni Tari; dalam hal ini jurnal gesture akan selalu konsisten untuk berupaya menampung segala bentuk karya tulis ilmiah yang berkaitan dengan bidang (Pengajaran, Pengkajian, Penyajian, Penciptaan, dan Pengelolaan) di Pendidikan Tari FBS Unimed.
Articles 321 Documents
TORTOR MARTONUN PADA MASYARAKAT SIMALUNGUN: KAJIAN SIMBOL DAN MAKNA Mellya Friska Gurusinga; Nurwani Nurwani
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 11, No 2 (2022): Gesture: Jurnal Seni Tari
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gest.v11i2.35317

Abstract

Abstract - This study aims to determine the symbols and meanings contained in tortor martonun in the Simalungun community. The theoretical basis used is Anya Peterson Royce's theory of symbols. The research method used is a qualitative descriptive method with a population consisting of dancers of the Sultan Agung Foundation, resource persons / traditional leaders, and the Simalungun people who know about Simalungun culture and the research samples are resource persons / traditional leaders, dancers of the Sultan Angung Foundation. Data collection techniques were carried out in two ways, namely, written data collection techniques and field data collection techniques. Written data collection techniques in the form of literature study by reading books, journals and theses, field data collection techniques in the form of observations, interviews, and documentation. The musical accompaniment symbol in the martonun tortor is seen by reading the scores which consist of musical instruments in the form of gondrang sidua-dua, ogung, serunei, and mongmongan. The meaning of movement contained in tortor martonun, which means discipline and patience in doing a job from beginning to end, in order to get the desired result, the meaning in tortor martonun clothing is to show the majesty and authority of Simalungun women in doing a job, while the meaning of musical accompaniment is in tortor. Keywords: Symbol, Meaning, Tortor Martoun.      Abstrak -Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui simbol dan makna yang terdapat dalam tortor martonun pada masyarakat Simalungun.Landasan teori yang digunakan adalah teori simbol Anya Peterson Royce, dan teori makna Anya Peterson Royce yang dijadikan acuan dalam penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan ialah metode deskriptif kualitatif dengan jumlah populasi terdiri penari sanggar Yayasan Sultan Agung, narasumber/tokoh adat, dan masyarakat Simalungun yang mengetahui tentang kebudayaan Simalungun dan sampel penelitian yaitu narasumber/tokoh adat, penari Yayasan Sultan Angung. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dua cara yaitu, teknik pengumpulan data tertulis dan teknik pengumpulan data lapangan. Teknik pengumpulan data tertulis berupa studi pustaka dengan cara membaca buku-buku, jurnal-jurnal serta skripsi-skripsi, teknik pngumpulan data lapangan berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi, Hasil penelitian ini adalah tortor martonun pada masyarakat Simalungun: kajian simbol dan makna. Simbol dan makna dalam tortor martonun dilihat dari gerak, busana, dan iringan musik. Simbol gerak yang terdapat dalam tortor martonun ini menyimbolkan bagaimana proses bertenun, dimulai dari proses mengumpulkan kapas, proses membentuk kapas menjadi benang, sampai proses menenun benang menjadi ulos, Simbol busana dalam tortor martonun memakai pakaian marabit datas yang terdiri dari bulang sulapei, suri-suri, dan ulos hatirongga. Simbol iringan musik dalam tortor martonun dilihat dengan membaca partitur yang terdiri dari alat-alat musik berupa gondrang sidua-dua, ogung, serunei, dan mongmongan. Makna gerak yang terdapat dalam tortor martonun yaitu bermakna kedisplinan dan kesabaran dalam melakukan suatu pekerjaan dari awal hingga akhir, agar mendapat hasil yang diinginkan, makna dalam busana tortor martonun yaitu memperlihatkan keagungan dan kewibawaan perempuan Simalungun dalam melakukan suatu pekerjaan, sedangkan makna iringan musik dalam tortor martonun adalah menyampaikan suasana yang tenang, damai saat melakukan proses bertenun. Kata kunci: Simbol, Makna, TortorMartonun.
ANALISIS KEBUTUHAN PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN APLIKASI MAGIC CARD AUGMENTED REALITY PADA GERAK DASAR TARI SUNDA Azkia - Ismiati; Wahyu - Lestari
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 11, No 2 (2022): Gesture: Jurnal Seni Tari
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gest.v11i2.35327

Abstract

Perkembangan teknologi menuntut teknologi Pendidikan untuk terus memajukan media pembelajaran sebagai alat bantu mengajar agar tercapai tujuan dalam pembelajaran. Media Pembelajaran yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu Aplikasi Magic Card Augmented Reality Pada Gerak Dasar Tari Sunda. Aplikasi Magic Card Augmented Reality merupakan penggabungan antara kartu interaktif yang dilengkapi dengan Quick Response Code (QRC) dengan bantuan teknologi Augmented Reality sehingga menghasilkan gambar berbentuk Tiga Dimensi (3D) pada materi gerak dasar tari sunda. Tujuan penelitian untuk menganalisis kebutuhan dalam pengaruh penggunaan Aplikasi Magic Card Augmented Reality. Model pengembangan yang digunakan yaitu Model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation) dan juga menggunakan metode kuantitatif dengan bentuk Quasi Eksperimental jenis Nonequivalent Control Group Design pada tahap implementasi. Teknik pengumpulan data menggunakan pretest dan postest dengan analisis instrument menggunakan validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan juga daya pembeda. Hasil dari analisis kebutuhan Penerapan Aplikasi Magic Card Augmented Reality Sebagai Media Pembelajaran Interaktif dapat dilihat setelah melakukan postest pada kelas eksperimen dan juga kelas kontrol sampel yang dipilih menggunakan Teknik Nonprobability Sampling yaitu Sampling Sistematis, dengan harapan dalam penggunaan Aplikasi Magic Card Augmented Reality dapat meningkatkan minat serta motivasi peserta didik untuk mempelajari gerak tari tradisi.
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X MIA 4 SMA NEGERI 1 PADANG BOLAK PADA MATA PELAJARAN SENI BUDAYA MATERI SENI TARI DI MASA PANDEMI COVID 19 MELALUI METODE DRILL Nurita - Pintauli
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 11, No 2 (2022): Gesture: Jurnal Seni Tari
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gest.v11i2.35752

Abstract

Abstract- Students' motivation to learn becomes a part in improving learning outcomes, which is also the aim of this research. Through the Drill method, research is carried out using a Class Action Approach. In its delivery, the zoom application is used as a virtual learning room for teaching and learning activities for class X MIA4 students at SMA Negeri 1 P. Bolak. Based on the research, the results of learning using the Drill method in Class X MIA4 SMAN 1 Padang Bolak can increase learning motivation in the art of dance material is quite good and satisfying. This can be seen from the data in the pre-cycle. The data obtained showed that there were only 12 students (38.71%) who achieved a predetermined minimum score of learning motivation, with an average score of 70.32. In the first cycle, there was an increase in the learning motivation of students of class X MIA 4. There were 26 students (83.87%) of class X MIA 4 who achieved the KKM criteria, with an average score of 80.90. While in the second cycle there were 30 students (96.77%) who reached the KKM, with an average score of 87.27. Keywords: Drill Method, Learning Motivation, Cultural Arts, Covid 19      Abstrak – Motivasi belajar siswa menjadi bagian dalam meningkatkan hasil belajar, yang sejaligus menjadi tujuan alam penelitian ini. Melalui metode Drill penelitian dilakukan denghan menggunakan Pendekatan Tindakan Kelas.  Dalam penyampaiannya digunakan aplikasi zoom sebagai ruang belajar virtual pada kegiatan belajar mengajar pada siswa kelas X MIA4 SMA Negeri 1 P. Bolak. Berdasarkan peneletian, didapat hasil pembelajaran dengan menggunakan metode Drill di Kelas X MIA4 SMAN 1 Padang Bolak dapat meningkatkan Motivasi Belajar pada materi Seni Tari cukup baik dan memuaskan. Hal tersebut dapat diketahui dari data pada prasiklus. Data yang didapatkan menunjukan terdapat hanya 12 siswa (38,71%) yang mencapai skor minimal motivasi belajar yang telah ditentukan, dengan skor rata-rata mencapai 70,32. Pada siklus I, terjadi peningkatan pada Motivasi Belajar  siswa kelas X MIA 4. Terdapat 26 siswa (83,87%) kelas X MIA 4 yang mencapai criteria KKM, dengan skor rata-rata mencapai 80,90. Sedangkan pada siklus II terdapat 30 siswa (96,77%) yang mencapai KKM, dengan skor rata-rata mencapai 87,27. Kata Kunci: Metode Drill , Motivasi Belajar,  Seni Budaya, Covid 19
ANALISIS KEBUTUHAN PENINGKATAN MINAT PESERTA DIDIK LAKI-LAKI DALAM PEMBELAJARAN SENI TARI Harist Harjanti Catur; Sunarto - Sunarto; Wahyu - Lestari
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 11, No 2 (2022): Gesture: Jurnal Seni Tari
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v11i2.36390

Abstract

Kurangnya minat peserta didik laki-laki dalam mengikuti pembelajaran seni membuat proses belajar mengajar menjadi tidak efektif. Masalah yang diambil yaitu peningkatan minat peserta didik laki laki dalam pembelajaran seni tari. Tujuan pembelajaran adalah untuk mengetahui proses pembelajaran model inkuiri. Manfaat pembelajaran dapat diajukan untuk acuan pembelajaran model inkuiri. Metode yang digunakan adalah kualitatif dan R&D. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik validasi data menggunakan metode triangulasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian ulang, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan enam tahap proses pembelajaran inkuiri peserta didik laki-laki pada awalnya tidak tertarik dengan tarian dan hanya diam saja pada saat pembelajaran seni tari, dengan diterapkannya model inkuiri siswa menjadi lebih aktif dan terlibat berkontribusi pada pembelajaran di kelas. Saran untuk lebih memperhatikan waktu selama penyampain  karena membutuhkan waktu yang lama agar materi yang lain juga tersampaikan sesuai rencana.
Tortor Dance: Preserving Indonesian Culture Puji Lestari; Lambok Hermanto Sihombing
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 11, No 2 (2022): Gesture: Jurnal Seni Tari
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v11i2.39059

Abstract

Indonesia is a multicultural country. It has many tribes, languages, rituals, and even traditional dances. One of the traditional Indonesian dances is Tortor. Batak Toba people usually perform this dance on a special occasion like wedding ceremonies. This study aims to discuss how the Tortor dance symbolizes the identity of the Batak people. In order to help the authors doing the analysis, the qualitative method was applied. To support the observation, the authors used Cultural Identity theory from Stuart Hall. The data was taken from Official Instagram account of Cultures and Tourism Office of Samosir @disbudparsamosir, @festbudayabatak and other literary works. The result shows that some posts in the above Instagram accounts attempted to portray how Batak people preserve their culture, Tortor dance.
Implementasi Kahoot Berbasis Digital Game Based Evaluation Pada Pembelajaran Gerak Dasar Tari Samsul Fajri; Wahyu Lestari
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 11, No 2 (2022): Gesture: Jurnal Seni Tari
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v11i2.39165

Abstract

Kegiatan pembelajaran yang dituntut aktif dan berpusat kepada siswa, mengharuskan guru mencari berbagai solusi untuk membuat proses pembelajaran yang menarik dan bersifat baru dengan menghadirkan berbagai inovasi baik dalam media, model, strategi, metode, materi, hingga evaluasi pembelajaran. Tantangan tersebut harus dilakukan dengan  mendesain perangkat pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi yang terbaru, agar proses pembelajaran menjadi lebih menarik, terlebih dalam materi teori yang mengharuskan siswa aktif dalam pemeblajaran. Beberapa contoh penggunaan media daring (online) antara lain Google Clasroom, Google Form, Zoom Metting, Kahoot, WhatsApp, Telegram, Instagram, Tiktok atau pun media lainnya yang tersedia di smartphone. Hal tersebut yang menjadi latar belakang adanya penelitian terhadap minat pembelajaran siswa pada materi seni budaya. Berbagai pendapat yang menjadi perbincangan di lingkungan siswa antara lain: kurang jelasnya penyampaian materi praktik, kurangnya minat belajar siswa, kurang menariknya proses belajar mengajar, kurangnya penerapan media pemebelajaran dalam proses belajar menagajar, serta kurang efektifnya waktu pembelajaran, dari fenomena tersebut peneliti akhirnya tertarik untuk melakukan penelitian tentang Implementasi Kahoot Berbasis Digital Game Based Evaluation Pada Pembelajaran Gerak Dasar Tari yang dilakukan pada kelas XI MIA 1 di SMA Negeri 1 Binuang. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengimplementasikan media pembelajaran Kahoot yang digunakan dalam proses evaluasi pembelajaran dengan menggunakan Digital Game Based Evaluation yang berbasis permainan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tindakan kelas dengan teknik analisis data kualitatif deskriptif dengan menganalisi dan mendeskripsikan kegiatan pembelajaran menggunakan Kahoot. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yaitu pendeskripsian dan penjelasan mengenai pembelajran seni budaya aspek seni tari yang menggunakan Kahoot berbasis Digital Game Based Evaluation pada pembelajaran gerak dasar tari yang dilakukan pada SMA Negeri 1 Binuang kelas XI MIA 1.
Analisis Bentuk Penyajian Tari Mogaele Pada Masyarakat Nias Di Kecamatan Fanayama Kabupaten Nias Selatan Martatini Sumiati Lawolo; Iskandar Muda
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 11, No 2 (2022): Gesture: Jurnal Seni Tari
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v11i2.36745

Abstract

Penelitian ini bertutujuan untuk menganalisis bentuk penyajian tari Mogaele di desa Bawonahono Kecamatan Fanayama Kabupaten Nias Selatan dengan menggunakan analisis Komarrudin(2001: 53) sedangkan teori bentuk penyajiannya berpedoman dengan teori menurut Sal Murgiayanto (1983: 19). Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis kualitatif. Busana yang digunakan laki-laki ialah baru hada, saraewa, öndröra, rompi adat, laeru, dan kalabubu. Sedangkan wanita menggunakan baru, gu’I, stage, ra’i, lembe, saeru dalinga, ni fatö-fatö, dan gala danga. Properti yang digunakan yaitu : toho, baluse, tolögö untuk laki-laki dan bola nafo untuk perempuan. Dengan Musik iringan eksternal göndra, aramba dan faritia, untuk musik internal ialah syair. Dari analisis yang penulis lakukan maka dapat diketahui bahwa setiap komponen dalam tari mogaele saling berhubungan, seperti Afo berhubungan dengan Bola Nafo, syair berhubungan dengan ragam gerak,  saraewa berhubungan dengan Ondrora, Tologu berhubungan dengan Ondrora, Stage berhubungan dengan Gu’i.
ANALISIS MAKNA, UNSUR DAN FUNGSI TARI NDAYAK GRASAK Hawwaa Salsa Delphine Mursito; Oktavia Tri Lestari
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 12, No 1 (2023): Gesture: Jurnal Seni Tari
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v12i1.44880

Abstract

Dapat dikatakan bahwa budaya tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Adanya hubungan yang erat antara kebudayaan dengan masyarakat menjadikan kebudayaan sebagai persoalan penting bagi masyarakat itu sendiri. Tari adalah sarana ekspresi diri dan komunikasi seorang seniman dengan publik. Melalui tarian, kita bisa melihat identitas dari suatu daerah. Tari Ndayak Grasak merupakan tarian profil dari Desa Sumber yang mana tarian ini telah dikenal oleh masyarakat sebagai tarian yang menjadi wajah bagi Desa Sumber. seni tari memiliki empat unsur utama keindahan, yaitu wiraga, wirama, wirasa, wirupa. penulis menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif yaitu dengan mendeskripsikan analisis unsur dan makna tari ndayak. Metode kualitatif adalah metode penelitian yang memaparkan hasil penelitian dalam bentuk data deskriptif, Alasan peneliti menggunakan pendekatan kualitatif adalah karena pertanyaan yang diajukan bukan tentang angka atau ukuran, melainkan tentang deskripsi yang bertujuan untuk memberikan penjelasan tentang analisis dasar Tari Ndayak Grasak. Tari Ndayak Grasak terdiri dari 3 pola gerak, yaitu maju beksan (penyambutan), beksan (mengenalkan), dan mundur beksan (memohon maaf). Setiap penari membawakan tarian dengan gagah seperti prajurit yang akan pergi ke medan perang. Penari juga membawakan tarian dengan semangat dan antusiasme, agar perasaan semangat itu bisa sampai juga ke penonton. Unsur tari Ndayak grasak berupa gerak, iringan, penjiwaan, tata rias, tata busana. tarian ini memiliki makna yang sangat dalam tentang betapa berharganya waktu. tarian ini memiliki beberapa fungsi, seperti sebagai hiburan, pertunjukan, dan juga pelestarian budaya.
FILM TARI SUMBANG SEIMBANG: REFLEKSI ZAPIN PENYENGAT DALAM KONSEP KESEIMBANGAN Rines Onyxi Tampubolon
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 12, No 1 (2023): Gesture: Jurnal Seni Tari
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v12i1.44735

Abstract

Film tari “Sumbang Seimbang” adalah karya film tariyang digagas lewat proses penerjemahan makna dan simbol zapin penyengat dalam merepon kondisi keterbatasan ruang gerak (pandemi) sebagai media refleksi dari nilai tradisi. Zapin Penyengat yang telah mengarungi perjalanan berkeseniannya selama 100 tahun lebih, tentunya memiliki penghayatan yang dalam bagi masyarakat Pulau Penyengat sebagai identitas kehidupan masyarakat pesisir dalam meyakini hal yang mereka percayai sebagai nilai kehidupan. Berangkat dari penghayatan terhadap identitas daerah dan nilai kehidupan dalam Zapin Penyengat tersebut, tercuat sebuah ideologi refleksi diri melalui konsep keseimbangan. Konsep keseimbangan hadir dari pemaknaan akan nilai sejarah, motif, dan gerak zapin penyengat yang menghubungkan tiga unsur kehidupan yaitu, Ketuhanan, Alam, dan Manusia. Memaknai nilai keseimbangan hubungan fungsional antara manusia, alam, dan sang pencipta, “Sumbang Seimbang” ditransformasikan dari ide menjadi wujudkarya film tari lewat metode penciptaan seni yaitu, Metode Awalan (Body Knowing dan Body Transfering), Metode Lanjutan (metode penciptaan dan pengembangan kreatif Alma M.Hawkins) dan Metode Akhir (teknik dasar pemahaman sinematografi). Karya ini bertujuan sebagai media refleksi untuk mengingat kembali akan nilai kehidupan, pedoman dan pembelajaran hidup lewat pemaknaan kesenian tradisi yang dialih wujudkan ke dalam bentuk film tari. 
ANALISIS KOREOGRAFI TARI PEUMULIA JAMEE CIPTAAN YUSLIZAR SEBAGAI TARI PENYAMBUTAN DI SANGGAR CUT NYAK DHIEN PROVINSI ACEH Aagnes Dewita; Putri Indah
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 12, No 1 (2023): Gesture: Jurnal Seni Tari
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v12i1.44952

Abstract

Tujuan penelitian ini mengkaji tentang analisis koreografi Tari Peumulia Jamee diciptaan Yulizar, seorang koreografer yang berasal dari Sanggar Cut Nyak Dhien Banda Aceh. Tari ini termasuk ke dalam tari kreasi yang diperoleh dari pengembangan gerak dasar Tari Ranup Lampuan bertujuan memuliakan tamu dengan menyampaikan seserahan atau suguhan kepada tamu. Sal Murgianto (1983: 10): terdapat Prinsip bentuk koreografi meliputi: Unity (kesatuan yang utuh), Variation (variasi), Repetisi (pengulangan), Contras (Kontras) Transition (transisi), Squence (urutan), Climax (klimaks), Balance (keseimbangan), Harmony (harmoni). Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif yang mampu menggali lebih dalam mengenai informasi terkait dengan fakta yang sesuai dilapangan. Pengumpulan data melalui adanya studi kepustakaan, observasi, wawancara hingga ketahap dokumentasi. Hasil penelitian ini diantaranya adalah:  : Unity (kesatuan yang utuh)yaitu perpaduan ragam 13 gerak, busana, properti, musik pengiring secara utuh. Variation (keragaman) pada Tari Peumulia Jamee adalah berjumlah 13 ragam gerak yaitu (Ragam 1Pembuka, ragam  2 Langkah Tekuk, ragam 3 Jak Suroet, ragam  4 Ukeu Ngoen, ragam 5 Ek Troen, ragam 6 Wie Neun Simpuh, ragam 7 Jak Berimpuh, ragam 8 Bagah, ragam 9 Wie Neun Bagah, ragam 10 Langkah tekuk, ragam 11 Horeumat, ragam  12 Suroet Horeumat, ragam  13 Peneutoep). Adanya Repetisi (pengulangan) yang terdapat pada 4 ragam yaitu : ragam pembuka berpasangan dengan Peneutoep, dan ragam  langkah tekuk berpasangan dengan ragam Bagah. Pada Contras (Kontras) terdapat pada ragam  1 Pembuka dengan ragam 6 Wie Sempuh dan ragam 1 Pembuka dengan  ragam 13 Peunutup. Tari Peumulia Jamee tidak memiliki Transition (transisi). Terdapat 5 ragam gerak Squence (urutan) yaitu terdapat pada ragam (1 ragam Pembuka dan 2 ragam Langkah Tekuk, 3 ragam Jak Suroet, 4 ragam Ukue Ngoen, 7 ragam Jak Berimpuh, 11 ragam Horeumat). Climax (klimaks) terdapat pada ragam ke 13 yaitu Peneutup.  Balance (keseimbangan) terdapat pada keseluruhan gerak Tari Pemulia Jamee sangat seimbang,kompak. Sedangkan  Harmony (harmoni) terdapat pada ragam  gerak hormat yang  melambangkan kesantunan para  perempuan Aceh. Sehingga tari ini juga disebut dengan tari penyambutan terdapat penyuguhan makanan untuk tamu yang sedang berkunjung ke tanah Aceh, hal ini memberikan pituah agar hidup menebarkan kebaikan dengan cara bertingkah sopan dan santun, mengasihi dan saling menghormati sesama manusia.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2 (2025): Gesture: Jurnal Seni Tari (October) Vol. 14 No. 1 (2025): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 14 No. 1 (2025): Gesture: Jurnal Seni Tari (April) Vol. 13 No. 2 (2024): Gesture: Jurnal Seni Tari (October) Vol. 13 No. 2 (2024): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 13 No. 1 (2024): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 13 No. 1 (2024): Gesture: Jurnal Seni Tari (April) Vol 12, No 2 (2023): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 12 No. 2 (2023): Gesture: Jurnal Seni Tari (October) Vol. 12 No. 2 (2023): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 12, No 1 (2023): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 12 No. 1 (2023): Gesture: Jurnal Seni Tari (April) Vol 11, No 2 (2022): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 11 No. 2 (2022): Gesture: Jurnal Seni Tari (October) Vol 11, No 1 (2022): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 11 No. 1 (2022): Gesture: Jurnal Seni Tari (April) Vol 10, No 2 (2021): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 10, No 1 (2021): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 9, No 2 (2020): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 9, No 1 (2020): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 8, No 2 (2019): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 8, No 1 (2019): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 7, No 1 (2018): April 2018 Vol 7, No 2 (2018): Gesture: Jurnal Seni Tari Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017 Vol 6, No 1 (2017): April 2017 Vol 5, No 2 (2016): Oktober 2016 Vol 5, No 1 (2016): April 2016 Vol 4, No 1 (2015): April 2015 Vol 3, No 2 (2014): Oktober 2014 Vol 3, No 1 (2014): April 2014 Vol 2, No 2 (2013): Oktober 2013 Vol 2, No 1 (2013): April 2013 Vol 1, No 1 (2012): April 2012 More Issue