cover
Contact Name
Parlindungan Pandapotan Marpaung
Contact Email
parlindungan.reni@gmail.com
Phone
+6285259948993
Journal Mail Official
eksergi.polines@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Teknik Konversi Energi Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Semarang Jalan. Prof. H. Soedarto, S.H., Tembalang, Semarang.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Eksergi: Jurnal Teknik Energi
Design of DC Accumulator Charging using Backup Accumulator Based on Inverter and Converter Device Parlindungan Pandapotan Marpaung
Articles 256 Documents
Rancang Bangun Turbin Angin Poros Horizontal 9 Sudu Flat Dengan Variasi Rasio Lebar Sudu Top Dan Bottom Untuk Meningkatkan Kinerja PLTB Yusuf Dewantoro Herlambang; Wahyono Wahyono
Eksergi Vol 15, No 2 (2019): MEI 2019
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1063.592 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v15i2.1508

Abstract

Penggunaan energi listrik di Indonesia saat ini sangatlah tinggi, namun energi yang digunakan masih didominasi oleh energi fosil, padahal potensi energi alternatif di Indonesia sangat banyak dan belum bisa dimanfaatkan dengan baik, salah satunya adalah energi angin. Oleh sebab itu, penulis mengambil judul tugas akhir dengan tema turbin angin. Tujuan tugas akhir dari Rancang Bangun Turbin Angin Poros Horizontal 9 Sudu Flat dengan Variasi Rasio Lebar Sudu Top dan Bottom Untuk Meningkatkan Kinerja PLTB tersebut adalah untuk membuat turbin angin sumbu horizontal 9 sudu flat dengan variasi sudut sudu, menguji secara eksperimental kinerja turbin angin sudu 9 flat dengan berbagai macam variasi sudut sudu dan kecepatan angin, mengkaji karaketristik kerja turbin sumbu horizontal sudu 9 flat dengan sudut sudu dan lebar sudu top dan bottom.Pengujian dilakukan dengan menvariasikan rasio lebar sudu 1:1; 4:5; 3:5; 2:5; 1:5 yang semuanya di variasikan sudut sudunya dari 15 – 45 dan kecepatan angin bebas sebesar 5 m/s, 7 m/s, 9 m/s yang pengujiannya diawali pada beban kosong, dihasilkan putaran paling tinggi untuk semua turbin angin dengan variasi rasio lebar sudu top dan bottom. Langkah berikutnya menambah beban dengan cara menyalakan beban lampu DC yang mengakibatkan putaran turun dan daya generator meningkat hingga mencapai kapasitas maksimum turbin angin. Berdasarkan uji kinerja turbin angin, pada sudu turbin dengan rasio lebar sudu 4:5 dan sudut sudu 30° dengan kecepatan angin bebas 5 m/s memiliki nilai ηs yang lebih tinggi yaitu 9,665631% dibandingkan dengan sudu turbin dengan rasio lebar sudu lainnya, kemudian pada sudu turbin dengan rasio lebar sudu 3:5 dan sudut sudu 23° dengan kecepatan angin bebas 7 m/s memiliki nilai ηs yang lebih tinggi yaitu 7,421294% dibandingkan dengan sudu turbin dengan rasio lebar sudu lainnya, sedangkan pada sudu turbin dengan rasio lebar sudu 2:5 dan sudut sudu 18° dengan kecepatan angin bebas 9 m/s memiliki nilai ηs yang lebih tinggi yaitu 5,8035% dibandingkan dengan sudu turbin dengan rasio lebar sudu lainnya.
FRONT MATTER EKSERGI JURNAL TEKNIK ENERGI EKSERGI Jurnal Teknik Energi
Eksergi Vol 16, No 2 (2020): MEI 2020
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1106.731 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v16i2.2205

Abstract

PENGARUH PANJANG SALURAN TRANSMISI TERHADAP TEGANGAN LEBIH TRANSIENT YANG DISEBABKAN KARENA PROSES ENERGIZED PADA SALURAN TRANSMISI 500 KV - Yuniarto
Eksergi Vol 9, No 1 (2013): Januari 2013
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.201 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v9i1.193

Abstract

The utility of high transmission line result in the transient over voltage in transmission-line will also increasingly higher, mainly for lightning and switching  surge. Switching surge is a dominant factor to show up much transient over voltage in the transmission-line in the level of 230 kV or higher, if it is compared with lightning surge.  Switching surge is caused by single energized process, the process itself to energize a transmission line in no load condition with energy power through switch closure operation. The research was aiming at observing the influence of transmission-line length to transient over voltage that occurred at the energized process in 500 kV transmission line Ungaran-Pedan, which used EMTP (Electromagnetic Transients Program) to simulate it.  The result of simulation showed that the transient over voltage occurred along the transmission-line which caused the higher voltage increase, providing that the line is also longer.  Key word : over voltage,  transient, EMTP
RANCANG BANGUN TURBIN ANGIN TIPE HORIZONTAL DOUBLE MULTIFLAT BLADE PLTB SKALA MIKRO Mulyono Mulyono; Teguh Harijono Mulud; Daffa N. H; Konita L; Nanda R
Eksergi Vol 16, No 3 (2020): SEPTEMBER 2020
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.217 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v16i3.2216

Abstract

Perancangan PLTB skala mikro di Gedung Magister lantai 3 Polines menggunakan menara dengan ketinggian 7000 mm dengan bentuk turbin angin tipe horizontal double multiflat blade menggunakan material berbahan sheet metal. Dilakukan pengujian untuk mengimplementasikan model turbin angin tipe horizontal double multiflat blade. Pengujian diawali dengan menggunakan udara yang dihembuskan peralatan blower dengan kecepatan angin 1 m/s; 2 m/s; 3 m/s; 4 m/s; dan 5 m/s. Energi listriknya digunakan untuk mengisi aki dengan tegangan 7,6 Volt setiap 15 menit. Pengujian selanjutnya dilakukan pada PLTB yang terpasang di menara untuk mengisi aki dengan tegangan 6 Volt. Hasil dari pengujian turbin angin menggunakan blower diperoleh nilai efisiensi tertinggi 2,946 % pada kecepatan angin 3,62 m/s dan nilai efisiensi terendah 0 % pada kecepatan angin 1,97 m/s. Sedangkan dari pengujian pada PLTB terpasang diperoleh nilai efisiensi tertinggi 2,857 % dan nilai efisiensi terendah 0 % pada kecepatan angin 1,08 m/s sampai dengan 1,98 m/s.
ANALISA HEAT RATE DENGAN VARIASI BEBAN PADA PLTU PAITON BARU (UNIT 9) Agus Hendroyono; - Sahid; Dwiana Hendrawati
Eksergi Vol 10, No 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1921.176 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v10i1.240

Abstract

Heat rate adalah ukuran keandalan dari suatu unit pembangkit. Heat rate didefinisikan sebagai jumlah energi bahan bakar yang dibutuhkan untuk menghasilkan energi listrik sebesar 1 kwh. Tujuan penelitian ini adalah menentukan heat rate suatu unit pembangkit dengan variasi beban terhadap konsumsi batubara spesifik dan biaya produksi listrik pada PLTU Paiton Baru (Unit 9). Heat rate dapat ditentukan dengan mengetahui efisiensi boiler metode kerugian panas dan heat rate turbin.Parameter data untuk menentukan nilai heat rate didapatkan dari analisa laboratorium dan ruang kontrol PLTU Paiton Baru (Unit 9). Dari data tersebut dilakukan pengolahan data untuk menentukan nilai heat rate dengan variasi beban sehingga didapatkan konsumsi batubara spesifik dan biaya produksi listrik. Dari hasil pengolahan data maka didapatkan grafik hubuganheat  rate  terhadap  beban yang bervariasi, konsumsi batubara spesifik, dan biaya produksi listrik. Dari  hasil perhitungan yang dilakukan diperoleh hasil heat rate terendah yaitu 2416,22 kcal/kWh pada beban 659 MW dengan nilai konsumsi batubara spesifik adalah 0,572 kg/kWh dan biaya produksi listrik 400,32 Rp/kWh. Sehingga dapat dikatakan bahwa semakin kecil nilai heat rate maka semakin rendah konsumsi batubara spesifik dan semakin kecil biaya produksi listrik.  Kata kunci : Heat rate, Konsumsi batubara spesifik, Biaya produksi listrik
ZERO WASTE INDONESIA: PELUANG, TANTANGAN DAN OPTIMALISASI WASTE TO ENERGY Setyono, Agus Eko; Sinaga, Nazaruddin
Eksergi Vol. 17 No. 2 (2021): MEI 2021
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.468 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v17i2.2619

Abstract

Sampah di Indonesia masih dianggap sebagai bahan sisa yang tidak diinginkan keberadaannya dan bukan sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan. Hal tersebut dapat terlihat dari semakin banyaknya sampah yang menumpuk di tempat pembuangan akhir (TPA). Paradigma pengelolaan sampah selama ini yang bertumpu pada pendekatan akhir (end of pipe) sudah saatnya diganti dengan melihat sampah sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan dengan teknologi pengolahan sampah (Waste to Energy). Di Indonesia waste to energy sudah menjadi konsen utama dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian ini menyajikan tinjauan sistematis untuk mengidentifikasi peluang, tantangan dan optimalisasi waste to   energy di Indonesia. Melalui analisis data sekuder yang dikumpulkan dapat simpulkan bahwa kedepan masih ada beberapa tantangan yang harus dihadapi, menyangkut kualitas & kuantitas sampah dan penolakan masyarakat mengenai waste to energy. Dengan potensi yang besar, dukungan pemerintah serta semakin berkembangnya teknologi membuat harapan untuk mewujudkan Indonesia bebas sampah akan terus ada. Dukungan yang dibarengi dengan pembangunan kapasitas dari pemerintah daerah dan perhatian terhadap dimensi sosial masyarakat akan membawa Indonesia menjadi pasar yang berkembang untuk Waste to Energy.
SISTEM DISTRIBUSI ENERGI LISTRIK PADA KERETA API KELAS EKONOMI, BISNIS DAN EKSEKUTIF - Mulyono; Muhammad Rafli Alfanani
Eksergi Vol 11, No 1 (2015): JANUARI 2015
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3032.566 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v11i1.258

Abstract

Kereta api terdiri dari   lokomotif, kereta penumpang, kereta makan, kereta  pembangkit, kereta bagasi dan gerbong barang. Energi listriknya  disuplai dari  generator set di  kereta pembangkit.  Sistem distribusi  energi listrik pada kereta api  : kereta pembangkit  -  panel kontrol  -  panel utama  -  junction box  -  panel distribusi  - beban.  Kode  K3  diberikan untuk  kereta penumpang kelas ekonomi, K2 untuk  kelas bisnis, K1 untuk  kelas eksekutif, M1 untuk kereta makan kelas eksekutif, dan B untuk kereta bagasi. Kereta pembangkit memiliki kode KMP3 untuk kereta pembangkit kelas ekonomi, MP2 untuk kereta pembangkit kelas bisnis, dan P untuk kereta pembangkit kelas eksekutif. Penelitian dilakukan pada jenis kereta pembangkit  seri KMP3 0 65 01 dengan kapasitas terpasang 165 kVA dengan 6 kereta K3, MP2  0 65 08 kapasitas terpasang 300 kVA dengan 11 kereta K2 dan P 0 68 08 kapasitas terpasang 550 kVA dengan  11 kereta K1. Daya maksimum rangkaian kereta api ekonomi  konfigurasi L-1-2-3-KMP3-4-5-6-7-B sebesar 83,107 kW/140,7449 kVA, dengan faktor daya (Cos φ)  0,590. Rangkain kereta api kelas bisnis dengan konfigurasi L-1-2-3-MP2-4-5-6-7-B sebesar 96,567 kW/162,050 kVA, dengan cos φ 0,595. Sedangkan pada rangkaian kereta api kelas eksekutif dengan konfigurasi L-1-2-3-M1-4-5-6-7-P sebesar 159,367 kW/242,216 kVA dengan cos φ 0,657. Kata kunci  : Kereta pembangkit, kapasitas daya, faktor kapasitas pembangkit, daya maksimum rangkaian kereta api
PENGONTROLAN TEGANGAN PADA PROTON EXCHANGE MEMBRANE FUEL CELL (PEM-FC) MENGGUNAKAN PARTICLE SWARM OPTIMIZATION DAN PID saputra, Pressa Perdana Surya; Misbah, Misbah
Eksergi Vol. 18 No. 1 (2022): JANUARI 2022
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.142 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v18i1.3209

Abstract

Energi terbarukan telah menempati posisi salah satu yang dominan diteliti pada saat ini seiring dengan semakin menipisnya bahan bakar fosil. Salah satu energi terbarukan yang terus berkembang adalah fuel cell. Fuel cell merupakan peralatan konversi energi berdasarkan proses elektrokimia yang mengubah oksigen dan hidrogen menjadi air dan juga sekaligus menghasilkan panas dan energi listrik. Dikarenakan tegangan keluarn fuel cell yang rendah maka fuel cell perlu dirangkai secara seri dan parallel dan dinaikkan dengan boost converter sebelum dihubungkan dengan inverter dan beban AC. Penggunan metode PSO dalam menala nilai PID menjadi salah satu alternative yang dapat digunakan sehingga didapatkan sistem yang handal. Dari hasil simulasi, PSO-PID menghasilkan karakteristik sistem yang bagus seperti mengahasilkan overshoot yang rendah sebesar 211.3 Volt dan osilasi sedikit berjumlah 3 lonjakan. Sistem juga mencapai nilai steady state dengan cepat pada waktu 2.1 sekon an error sebesar 1 volt.
RANCANG BANGUN EVAPORATIVE COOLING - Sunarwo
Eksergi Vol 12, No 1 (2016): JANUARI 2016
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1739.194 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v12i1.284

Abstract

Tujuan dari rancang bangun ini adalah untuk mengkaji, menguji dan menganalisa kerja dari evaporative cooling (variasi temperatur air) itu sendiri. Dan juga untuk mengetahui apa pengaruhnya terhadap terhadap udara sekitar.Metode yang digunakan adalah menguji evaporative cooling dengan memvariasikan temperatur air yang digunakan dan jarak peletakan higrometer untuk mengetahui terdapat perubahan RH atau kelembapan terhadap udara sekitarnya.Hasil pengujian dengan temperature air 28°C, 18°C, dan 10°C. dan juga jarak higrometer 10 cm, 15 cm dan 20 cm. didapatkan penurunan temperature bola kering paling besar dimana saat masuk 33,5°C dan keluar 26°C dengan RH dari 36,5% menjadi 71%, yang didapatkan pada tanggal 24 juni 2015 dengan jarak 10 cm.Kata Kunci  : Evaporative Cooling, kenaikan RH
Studi Eksperimental EGT Dan Smoke Opacity Pada Mesin Diesel Menggunakan Bahan Bakar Campuran Jatropha Dengan Sistem Cold EGR Eka Darmana
Eksergi Vol 13, No 2 (2017): MEI 2017
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.874 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v13i2.906

Abstract

Penipisan bahan bakar solar yang berasal dari fosil, mendorong manusia untuk mencari bahan bakar alternatif yang dapat diperbaharui. Salah satu bahan bakar alternatif yang dapat menggantikan bahan bakar fosil dan dapat diperbaharui adalah jatropha biodiesel. Penggunaan bahan bakar jatropha tidak menjatuhkan performa dari mesin diesel akan tetapi nilai emisi NOx jatropha lebih tinggi dibandingkan dengan bahan bakar solar. Tehnik EGR membantu mereduksi emisi NOx tersebut, akan tetapi masih diperlukan pengkajian dampak EGR terhadap smoke opacity mesin diesel dengan memakai bahan bakar jatropha biodiesel. Pengujian dilakukan pada putaran mesin konstan 2000 rpm, dengan memvariasi bukaan katup EGR dari 0% - 100% dengan inteval 25% pada setiap pembebanan. Pengujian dilakukan dengan bahan bakar D100 dan D30J70. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EGT menurun ketika menggunakan cold EGR maupun bahan bakar jatropha. Smoke opacity meningkat ketika dioperasikan dengan sistem EGR. Peningkatan smoke opacity juga terjadi ketika menggunakan bahan bakar jatropha dibandingkan dengan bahan bakar solar (D100). Kata kunci: diesel, EGT, smoke opacity, cold EGR, jatropha

Page 4 of 26 | Total Record : 256