cover
Contact Name
Mister Gidion Maru
Contact Email
mrgideonmaru@unima.ac.id
Phone
+6281340075651
Journal Mail Official
abdimas@unima.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Manado Tondano Minahasa
Location
Kab. minahasa,
Sulawesi utara
INDONESIA
Abdimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 19790953     EISSN : 25986066     DOI : https://doi.org/10.36412/abdimas.v13i1
Jurnal ABDIMAS diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Negeri Manado dengan fokus pada publikasi dosen, mahasiswa, peneliti, praktisi, profesional dan pengabdi yang mencerminkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang ditandai dengan pemanfaatan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni (Ipteks) untuk menyelesaikan permasalahan yang ada dalam masyarakat. Jurnal ini juga terbuka untuk diseminasi hasil kegiatan pengembangan dan penguatan daya saing bangsa, kewirasuhaan, ekonomi kreatif dan kepariwisataan serta terobosan pendidikan dan pelatihan sesuai kebutuhan masyarakat saat ini. Jurnal ABDIMAS terbit tiga kali dalam setahun yakni April, Agustus dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2019): APRIL 2019" : 8 Documents clear
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN MASYARAKAT TUKANG TENTANG DISAIN DAN KONSTRUKASI ATAP SENG BERBASIS BAJA RINGAN Heindrcih Taunaumang
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 12, No 1 (2019): APRIL 2019
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1564.81 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v12i1.1042

Abstract

Perkembangan penggunaan material/bahan bangunan rumah dengan menggunakan atap seng berbasis baja ringan semakin pesat karena dengan menggunakan material tersebut lebih tahan lama dan relatif lebih cepat pekerjaan diselesaikan. Namun demikian pengerjaan konstruksi bangunan/rumah/garasi dengan atap seng berbasis baja ringan diperlukan pengetahuan tentang material, disain dan konstruksi serta ketrampilan dalam pembuatannya. Berdasarkan pengamatan kami bahwa, Masyarakat-Tukang di Kelurahan Titiwungen Selatan, Kecamatan Sario Kota Manado kalah bersaing dengan tenaga kerja dari luar daerah dalam mengerjakan konstruksi bangunan/rumah dengan atap seng berbasis baja ringan karena mereka hanya terbiasa dengan mengerjakan atap seng berbasis kayu (konstruksi dengan bahan kayu). Disamping kekurangan tentang pengetahuan disain dan kosntruksi atap seng dengan baja ringan mereka juga belum memiliki ketrampilan serta peralatan seperti bor-elektrik.   Dengan demikian mereka kehilangan peluang kerja sehingga sangat berdampak pada masalah ekonomi/pendapatan keluarga. Melalui Pendidikan dan Latihan Kerja merupakan solusi tepat yakni memberikan pengetahuan dan ketrampilan bagi masyarakat-tukang agar mereka boleh bersaing dan mendapat peluang kerja dan akhirnya dapat  meningkatkan pendapatan keluarga.  Melalui PKM Latihan Kerja ini para tukang (masyarakat)  di Kelurahan Titiwungen Selatan Kecamatan Sario Kota Manado telah berhasil meningkatkan pengetahuan dan  ketrampilan membuat disain dan konstruksi atap seng berbasis baja ringan. Para tukang (masyarakat) di Kelurahan Titiwungen Selatan Kecamatan Sario Kota Manado menyarankan agar  PKM Latihan Kerja ini kiranya dapat di kembangkan untuk pola /disain konstruksi yang lebih variatif.
PENGEMBANGAN EDU-AGROWISATA SEBAGAI KONTRIBUSI PERGURUAN TINGGI PADA PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT Joniarto Parung; Gunawan Gunawan; Arief Budhiyantoro; Ida Bagus Made Artadana
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 12, No 1 (2019): APRIL 2019
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.432 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v12i1.1047

Abstract

Salah satu peran yang diharapkan masyarakat di sekitar lokasi perguruan tinggi adalah memberdayakan masyarakat sekitar sebagai wujud dari tridarma. Peran yang sama diharapkan dari kampus 3 Ubaya yang berada di daerah pegunungan Penanggungan. Program yang potensial untuk diwujudkan adalah mengintegrasikan sumberdaya kampus dengan potensi masyarakat sekitar kampus. Salahsatu potensi yang dapat mengintegrasikan potensi kampus dengan potensi masyarakat sekitar adalah EduAgrowisata. Upaya pertama yang dirancang adalah menyiapkan percontohan wisata pendidikan dengan memberikan pembelajaran tentang perkebunan buah dan olahannya, perikanan dan kandang komunal di dalam kampus untuk selanjutnya ditularkan kepada masyarakat sekitar. Destinasi edu-agrowisata ini didesain secara terintegratif dari satu destinasi ke destinasi lainnya secara estafet dari dalam kampus sampai ke lahan penduduk sekitar sehingga akan memberikan pengalaman pariwisata, pembelajaran dan pengetahuan umum yang lengkap bagi wisatawan. Wisata petik buah salak sebagai bagian dari edu agrowisata yang sudah dijalankan ternyata mampu meningkatkan pendapatan 600% dibandingkan hanya menjual buah salak. Keuntungan finansial ini dijadikan pintu untuk mengajak masyarakat sekitar untuk terlibat dalam jaringan destinasi edu agrowisata terintegrasi.
MERINTIS BRANDING “KAMPUNG JAHE MOJOKERTO (KJM)” DI DESA GADING KECAMATAN JATIREJO, KABUPATEN MOJOKERTO Arief Budhyantoro
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 12, No 1 (2019): APRIL 2019
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (932.537 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v12i1.1043

Abstract

Desa Gading merupakan sebuah desa yang terletak di Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Desa Gading memiliki luas 2011 km2 dan terletak di kawasan ekonomi dengan perubahan karakteristik perekonomian dari kawasan agraris menuju kawasan industry atau yang disebut kawasan Siborian. Potensi utama Desa Gading adalah perkebunan tebu dan perdagangan rakyat dalam hal ini UMKM. Namun demikian perdagangan yang ada berada dalam tahap stagnan karena kurangnya produk-produk asli desa yang bernilai ekonomis. Kondisi ini berdampak pada perkembangan kesejahteraan masyarakat juga cenderung stagnan, karena tidak adanya faktor pendorong yang signifikan dibidang pertumbuhan perekonomian warga. Berdasarkan permasalahan diatas maka, pemerintah Desa Gading bermaksud membangun produk-produk unggulan Desa Gading yang bernilai ekonomis sehingga dapat mendorong pertumbuhan kesejahteraan masyarakat Desa Gading. Strategi yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan tersebut, maka dibentukalah kawasan khusus yang berfungsi untuk memproduksi produk unggulan Desa Gading berupa makanan dan minuman, kawasan ini disebut Kampung Jahe Mojokerto (KJM). Hasil yang diperoleh saat ini telah terbentuk rintisan kawasan Kampung Jahe Mojokerto (KJM) dengan rintisan produk unggulan adalah minuman herbal jahe, sinom, temulawak dan kue kering jahe. Produk olahan berbasis jahe ini telah dipasarkan disekitar Desa Gading. Produk olahan berbasis jahe ini belum dipasarkan di toko-toko pusat oleh-oleh di kota Mojokerto, hal ini dikarenakan produk tersebut belum memiliki PIRT. Namun demikian produk olahan ini mendapat tanggapan yang positip dari konsumen dengan adanya hasil survey yang menyatakan bahwa produk rasanya enak sebanyak 43 komentar dan pernyataan layak jual oleh responden sebanyak 83 komentar.
PEMBERDAYAAN GURU-GURU MELALUI PEMBUATAN MEDIA AJAR DI PAUD PROVIDENTIA CERIA DESA BATU KECAMATAN LIKUPANG Ferdy Rorong
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 12, No 1 (2019): APRIL 2019
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.864 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v12i1.1048

Abstract

Memilih media yang terbaik untuk tujuan pembelajaran bukanlah pekerjaan yang mudah. karena harus mempertimbangkan berbagai faktor, seperti model pemilihan media dan mengapa pemilihan media itu perlu. Pemilihan media perlu kita lakukan agar kita dapat menentukan media yang terbaik, tepat dan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sasaran didik. Untuk itu, pemilihan jenis media harus dilakukan dengan prosedur yang benar, karena begitu banyak jenis media dengan berbagai kelebihan dan kelemahan masing-masing. Memilih media hendaknya didasarkan atas kriteria tertentu. Secara umum, kriteria yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan media pembelajaran adalah tujuan, sasaran didik, karakteristik media yang bersangkutan, waktu, biaya, ketersediaan, konteks penggunaan, serta mutu teknis. Ada beberapa prinsip umum yang perlu kita perhatikan dalam pemanfaatan media pembelajaran, yaitu: setiap jenis media memiliki kelebihan dan kelemahan, penggunaan beberapa macam media secara bervariasi diperlukan, penggunaan media harus dapat memperlakukan siswa secara aktif. Manfaat praktis media pembelajaran antara lain: media dapat membuat materi pelajaran yang abstrak menjadi lebih konkrit, media juga dapat mengatasi kendala keterbatasan ruang dan waktu, serta media dapat membantu mengatasi keterbatasan indera manusia. Pembelajaran menyenangkan artinya pembelajaran yang interaktif dan atraktif, sehingga anak didik dapat memusatkan perhatian terhadap pembelajaran yang sedang dijalaninya.* Kegiatan pengabdian pada masyarakat dalam bentuk pelatihan penggunaan media pembelajaran yang bervariasi kepada Guru-guru Kecamatan remboken telah berhasil dilaksanakan dengan baik.* Pelaksanaan pelatihan ini telah mencapai tujuan yang dilaksanakan karena semua peserta dapat menguasai dan membuat media pembelajaran yang bervariasi
PKM MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN BAHASA JEPANG SULAWESI UTARA Yenny Jeine Wahani
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 12, No 1 (2019): APRIL 2019
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (809.879 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v12i1.1039

Abstract

Salah satu kebutuhan guru-guru bahasa Jepang yakni kebutuhan untuk terus meningkatkan kompetensi bahasa Jepang salah satunya adalah untuk dapat mengikuti NOKEN (Nihongo Nouryoku Shiken) atau JLPT (Japanese Language Proficiency Test) dalam bahasa Indonesia adalah Test Kemampuan berbahasa Jepang dan agar supaya dapat memperoleh sertifikat. NOKEN dipandang penting dikarenakan dapat menguji dan mengukur tingkat kemampuan bahasa Jepang para pengajar. Hal ini dimaksudkan agar para pengajar dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan mereka dalam bahasa Jepang. Disamping itu menjadi bekal bagi para pengajar yang belum disertifikasi, sebagai persiapan untuk dapat mengikuti uji kompetensi guru (UKG). Selain itu sertifikat NOKEN merupakan salah satu syarat bagi para guru bahasa Jepang diseluruh Indonesia untuk dapat mengikuti program pelatihan pendidikan di Jepang yang diselenggarakan oleh pihak pemerintah Jepang (MONBUKAGAKUSHO) maupun The Japan Foundation, Jakarta.Dari data angket yang dibagikan kepada guru bahasa Jepang pada MGMP  Bahasa Jepang Sulawesi Utara menunjukkan bahwa guru bahasa Jepang SMA sebagian besar masih berada pada level N4. Ini berarti dibutuhkan upaya untuk meningkatkan kompetensi agar pengajar bahasa Jepang dapat berada pada level N3. Masalahnya adalah (1)Guru-guru bahasa Jepang mengalami kesulitan dalam menjawab soal Dokkai/Bunpo (読解・文法) pada saat tes uji kompetensi bahasa Jepang (NOKEN). (2)Kurangnya pemahaman dan pengetahuan khususnya tentang Dokkai/Bunpo (読解・文法) pada level N3. (3)Kurangnya latihan sebagai bentuk kesiapan menghadapi tes uji kompetensi bahasa Jepang (NOKEN). (4)Sumber belajar masih menggunakan Buku. Untuk mengatasi masalah tersebut maka pada pengabdian kali ini akan dilaksanakan pelatihan NOKEN yang bertujuan untuk memberi solusi dan mengatasi masalah dan menjawab kebutuhan mitra tersebut dengan tahapan sebagai berikut: (1) pembelajaran materi NOKEN N3 (2) mengadakan kelas simulasi NOKEN (3) Penggunaan aplikasi pembelajaran multimedia interaktif dengan menggunakan program macromedia flash.Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat dalam  bentuk pembelajaran kooperatif learning dengan teknik brainstorming dan dilakukan simulasi NOKEN telah dilaksanakan dengan baik, Pelaksanaan pelatihan ini telah mencapai tujuan yang dilaksanakan karena semua peserta sudah dapat mengerjakan soal latihan NOKEN setara N3 serta mampu memecahkan masalah khususnya dalam bagian DOKKAI-BUNPOU. Kata Kunci : NOKEN, Kompetensi bahasa JepangSalah satu kebutuhan guru-guru bahasa Jepang yakni kebutuhan untuk terus meningkatkan kompetensi bahasa Jepang salah satunya adalah untuk dapat mengikuti NOKEN (Nihongo Nouryoku Shiken) atau JLPT (Japanese Language Proficiency Test) dalam bahasa Indonesia adalah Test Kemampuan berbahasa Jepang dan agar supaya dapat memperoleh sertifikat. NOKEN dipandang penting dikarenakan dapat menguji dan mengukur tingkat kemampuan bahasa Jepang para pengajar. Hal ini dimaksudkan agar para pengajar dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan mereka dalam bahasa Jepang. Disamping itu menjadi bekal bagi para pengajar yang belum disertifikasi, sebagai persiapan untuk dapat mengikuti uji kompetensi guru (UKG). Selain itu sertifikat NOKEN merupakan salah satu syarat bagi para guru bahasa Jepang diseluruh Indonesia untuk dapat mengikuti program pelatihan pendidikan di Jepang yang diselenggarakan oleh pihak pemerintah Jepang (MONBUKAGAKUSHO) maupun The Japan Foundation, Jakarta.Dari data angket yang dibagikan kepada guru bahasa Jepang pada MGMP  Bahasa Jepang Sulawesi Utara menunjukkan bahwa guru bahasa Jepang SMA sebagian besar masih berada pada level N4. Ini berarti dibutuhkan upaya untuk meningkatkan kompetensi agar pengajar bahasa Jepang dapat berada pada level N3. Masalahnya adalah (1)Guru-guru bahasa Jepang mengalami kesulitan dalam menjawab soal Dokkai/Bunpo (読解・文法) pada saat tes uji kompetensi bahasa Jepang (NOKEN). (2)Kurangnya pemahaman dan pengetahuan khususnya tentang Dokkai/Bunpo (読解・文法) pada level N3. (3)Kurangnya latihan sebagai bentuk kesiapan menghadapi tes uji kompetensi bahasa Jepang (NOKEN). (4)Sumber belajar masih menggunakan Buku. Untuk mengatasi masalah tersebut maka pada pengabdian kali ini akan dilaksanakan pelatihan NOKEN yang bertujuan untuk memberi solusi dan mengatasi masalah dan menjawab kebutuhan mitra tersebut dengan tahapan sebagai berikut: (1) pembelajaran materi NOKEN N3 (2) mengadakan kelas simulasi NOKEN (3) Penggunaan aplikasi pembelajaran multimedia interaktif dengan menggunakan program macromedia flash.Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat dalam  bentuk pembelajaran kooperatif learning dengan teknik brainstorming dan dilakukan simulasi NOKEN telah dilaksanakan dengan baik, Pelaksanaan pelatihan ini telah mencapai tujuan yang dilaksanakan karena semua peserta sudah dapat mengerjakan soal latihan NOKEN setara N3 serta mampu memecahkan masalah khususnya dalam bagian DOKKAI-BUNPOU. 
PELATIHAN KERAJINAN BAMBU DI DESA TUMALUNTUNG KECAMATAN TARERAN Ruly Rantung
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 12, No 1 (2019): APRIL 2019
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (887.423 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v12i1.1044

Abstract

Tugas utama perguruan tinggi adalah melaksanakan Tridharma, salah satu diantaranya adalah Pengabdian pada Pasyarakat, dengan melibatkan seluruh komponen Civitas Akademik. Hal ini dilaksanakan dalam usaha memberdayakan masyarakat melalui pelatihan dan penyuluhan. Partisipasi perguruan tinggi dengan program kemitraan yang memberikan tenaga dan kosep-ponsep yang membangun dan memajukan perekonomian, salah satunya menciptakan lapangan kerja dalam bentuk ekonomi kreatif melalui kelompok-kelompok pengrajin. Program kemitraan yang dilaksanakan ini berlokasi di Desa Tumaluntung Kecamatan Tareran Kabupaten Minahasa Selatan. Sedangkan program ini difokuskan pada kelompok pengrajin dengan memodifikasi kerajinan nyiru menjadi karya seni yang lebih menarik, modis dan berdaya jual tinggi.
IMPLEMENTASI PERMENDAGRI NOMOR 2O TAHUN 2018 TENTANG PENGELOLAAN KEUANGAN DESA DI KECAMATAN TOMBATU Piter Mokalu
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 12, No 1 (2019): APRIL 2019
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.385 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v12i1.1049

Abstract

Desa adalah desa dan desa adat atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut Desa, adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yangberwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Desa merupakan garda terdepan dalam pelayanan masyarakat, hal ini dikarenakan desa bersentuhan langsung dengan masyarkat, kenyataan itu menjadi dasar pemerintah sekarang ini untuk membangun Indonesia dari desa, hal itu ditunjang dengan pemberian dana yang melimpah, namun pada kenyataannya kesiapan masing-masing desa berbedabeda. Keuangan Desa adalah semua hak dan kewajiban Desa yang dapat dinilai dengan uang serta segala sesuatu berupa uang dan barang yang berhubungan dengan pelaksanaan hak dan kewajiban Desa. Pengelolaan Keuangan Desa adalah keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, dan pertanggungjawaban keuangan Desa. Pemegang Kekuasaan Pengelolaan Keuangan Desaadalah kepala Desa yang karena jabatannya mempunyai kewenangan menyelenggarakan keseluruhan pengelolaan keuangan Desa.
PELATIHAN MODEL PEMBELAJARAN BAGI GURU-GURU BAHASA JEPANG DI MANADO Sherly Ferro Lensun
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 12, No 1 (2019): APRIL 2019
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.364 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v12i1.1040

Abstract

Pelaksanaan pelatihan ini bertujuan, terutama untuk menghasilkan kualitas pengajaran para guru dengan melakukan kegiatan pelatihan penggunaan model-model pembelajaran  pembelajaran yang bervariasi untuk meningkatkan semangat dan motivasi siswa dalam belajar. Dengan adanya kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat memberikan tambahan pengetahuan dan informasi kepada para guru-guru untuk meningkatkan kualitas dalam pengajaran karena pembelajaran dengan berbagai macam media pembelajaran, merupakan solusi bagi beragam masalah pendidikan. Sasaran pelatihan yang akan dilibatkan dalam kegiatan ini yaitu seluruh Guru-guru bahasa Jepang/MGMP Manado. Menerapkan model-model pengajaran yang koopratif yang mudah diserap oleh pembelajar adalah upaya pengajar untuk mencapai tujuan yang diharapkan yaitu dapat menguasai empat ketrampilan berbahasa yakni; ketrampilan berbicara, membaca, menulis, menyimak. Kegiatan pengabdian pada masyarakat dalam bentuk pelatihan penggunaan media pembelajaran yang bervariasi kepada Guru-guru bahasa Jepang/MGMP Manado telah berhasil dilaksanakan dengan baik.Pelaksanaan pelatihan ini telah mencapai tujuan yang dilaksanakan karena semua peserta dapat menguasai dan membuat media pembelajaran yang bervariasi

Page 1 of 1 | Total Record : 8