cover
Contact Name
Fridiyanto
Contact Email
ijierm19@gmail.com
Phone
+6282277629282
Journal Mail Official
ijierm19@gmail.com
Editorial Address
Jl. Rambutan, Caru Hamlet, Pendem Village, District Junrejo, Postal Code 65321, Batu City, East Java, Indonesia
Location
Kota batu,
Jawa timur
INDONESIA
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM)
ISSN : 26563630     EISSN : 27227049     DOI : DOI: https://doi.org/10.47006/ijierm
The International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) was formed in 2019 with number SK: 0005.26563630 / JI.3.1 / SK.ISSN / 2019.03. P-ISSN:2656-3630 now for E-ISSN:2722-7049 in management. IJIERM is a Journal relating to Education, Research, Islamic Education, Multicultural Education, Multicultural, Socio-Cultural, and Religious. Study and assessment conducted by experts (peer-review). This journal is affiliated to the Islamic and Multicultural Education Foundation located in Malang, East Java. The purpose of this journal is to become a forum for writing related to education, research and multiculturalism.
Articles 322 Documents
The Role Of Teachers Islamic Religious Education In shaping The Character Of Student Responbillity Pedia Ananta; Erizon Erizon; Yola Aulia Fitriyati; Aqila Lahani Pirdaus; Naswa Ifa Zaharoh; Muhammad Fadhlan
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 8 No 2 (2026)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v8i2.778

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk karakter tanggung jawab peserta didik di SDN 87/III Air Terjun. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara pemahaman peserta didik terhadap nilai tanggung jawab dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas guru PAI, peserta didik, dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki peran yang signifikan dalam membentuk karakter tanggung jawab peserta didik melalui perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Pada tahap perencanaan, guru mengintegrasikan nilai tanggung jawab ke dalam tujuan pembelajaran, materi, dan kegiatan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik. Pada tahap pelaksanaan, guru menanamkan karakter tanggung jawab melalui pembiasaan, pemberian tugas, bimbingan, pengawasan, dan pendekatan personal kepada peserta didik. Selain itu, keteladanan guru serta hubungan yang baik antara guru dan peserta didik turut mendukung proses pembentukan karakter. Selanjutnya, penelitian ini juga mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pembentukan karakter tanggung jawab peserta didik. Faktor pendukung meliputi kerja sama antara guru dan pihak sekolah, lingkungan sekolah yang kondusif, serta dukungan orang tua. Sementara itu, faktor penghambat meliputi rendahnya kesadaran peserta didik, pengaruh lingkungan pergaulan teman sebaya, dan penggunaan media elektronik yang tidak terkontrol. Kata kunci: Karakter Tanggung Jawab, Pendidikan Agama Islam, Pembentukan Karakter, Peserta Didik. Abstract This study aims to analyze the role of Islamic Religious Education (PAI) teachers in shaping the responsibility character of students at SDN 87/III Air Terjun. This research is motivated by the existing gap between students’ understanding of the value of responsibility and its implementation in daily life. The study employed a qualitative approach with a case study design. The research subjects consisted of PAI teachers, students, and the school principal. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation, while data analysis used the Miles and Huberman model through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results of the study indicate that PAI teachers play a significant role in shaping students’ responsibility character through the planning and implementation of learning activities. In the planning stage, teachers integrate the value of responsibility into learning objectives, materials, and activities related to students’ daily lives. In the implementation stage, teachers instill the character of responsibility through habituation, assignment of tasks, guidance, supervision, and personal approaches to students. In addition, teachers’ role modeling and good relationships between teachers and students also support the character-building process. Furthermore, this study identified both supporting and inhibiting factors in shaping students’ responsibility character; supporting factors comprise cooperation between teachers and the school, a conducive school environment, and parental support, while inhibiting factors include students’ lack of awareness, the influence of peer environments, and the uncontrolled use of electronic media. Keywords: Responsibility Character, Islamic Religious Education, Character Building, Students
Scientific Consciousness of Qur’anic Studies Students at the Faculty of Ushuluddin and Islamic Studies UIN Sumatera Utara Alhafiz Alhafiz; Syahrin Harahap
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 8 No 2 (2026)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v8i2.798

Abstract

Abstrak Integrasi Al-Qur’an dan sains telah menjadi paradigma penting dalam pendidikan tinggi Islam di Indonesia, namun sebagian besar penelitian masih berfokus pada model kelembagaan dan kerangka epistemologis, sementara pengalaman mahasiswa dalam menginternalisasi integrasi tersebut belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana scientific consciousness berkembang pada mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Universitas Islam Negeri Sumatera Utara dalam konteks paradigma Wahdah al-Ulum. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap 62 mahasiswa dan dua dosen, observasi nonpartisipan terhadap praktik akademik mahasiswa setelah menyelesaikan mata kuliah Scientific Thematic Exegesis, serta analisis dokumen. Data dianalisis menggunakan reflexive thematic analysis dan divalidasi melalui triangulasi sumber, metode, dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa scientific consciousness merupakan konstruksi multidimensional yang berkembang melalui tiga dimensi yang saling berkaitan, yaitu academic consciousness, practical consciousness, dan ethical consciousness. Mahasiswa umumnya telah memiliki apresiasi konseptual terhadap hubungan Al-Qur’an dan sains, namun pemahaman metodologis, praktik penyelidikan ilmiah, dan internalisasi etika penelitian masih berkembang secara tidak merata. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini mengusulkan kerangka konseptual scientific consciousness yang menjelaskan integrasi antara pemahaman epistemik, praktik ilmiah, dan tanggung jawab etis dalam pendidikan tinggi Islam. Kata Kunci: Scientific Consciousness; Integrasi Al-Qur’an dan Sains; Wahdah al-Ulum; Pendidikan Tinggi Islam; Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir; Studi Kasus Kualitatif. Abstract The integration of the Qur’an and science has become a defining paradigm in Indonesian Islamic higher education; however, existing studies have focused primarily on institutional models and epistemological frameworks, while students’ lived experiences of internalizing this integration remain underexplored. This study investigates how scientific consciousness develops among students of the Department of Qur’anic Studies and Exegesis at Universitas Islam Negeri Sumatera Utara within the context of the Wahdah al-Ulum paradigm. A qualitative case study design was employed. Data were collected through semi-structured interviews with 62 undergraduate students and two lecturers, non-participant observations of students’ academic practices after completing the Scientific Thematic Exegesis course, and document analysis. The data were analyzed using reflexive thematic analysis and validated through source, methodological, and documentary triangulation. The findings indicate that scientific consciousness is a multidimensional construct comprising three interrelated dimensions: academic consciousness, practical consciousness, and ethical consciousness. Although students generally demonstrated conceptual appreciation of the relationship between the Qur’an and science, methodological understanding, inquiry-oriented scientific practice, and research ethics were unevenly developed. Based on these findings, the study proposes a conceptual framework of scientific consciousness that explains the integration of epistemic understanding, scientific practice, and ethical responsibility within Islamic higher education. Keywords: Scientific Consciousness; Qur’an–Science Integration; Wahdah al-Ulum; Islamic Higher Education; Qur’anic Studies and Exegesis; Qualitative Case Study.