cover
Contact Name
Fridiyanto
Contact Email
ijierm19@gmail.com
Phone
+6282277629282
Journal Mail Official
ijierm19@gmail.com
Editorial Address
Jl. Rambutan, Caru Hamlet, Pendem Village, District Junrejo, Postal Code 65321, Batu City, East Java, Indonesia
Location
Kota batu,
Jawa timur
INDONESIA
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM)
ISSN : 26563630     EISSN : 27227049     DOI : DOI: https://doi.org/10.47006/ijierm
The International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) was formed in 2019 with number SK: 0005.26563630 / JI.3.1 / SK.ISSN / 2019.03. P-ISSN:2656-3630 now for E-ISSN:2722-7049 in management. IJIERM is a Journal relating to Education, Research, Islamic Education, Multicultural Education, Multicultural, Socio-Cultural, and Religious. Study and assessment conducted by experts (peer-review). This journal is affiliated to the Islamic and Multicultural Education Foundation located in Malang, East Java. The purpose of this journal is to become a forum for writing related to education, research and multiculturalism.
Articles 323 Documents
Pedagogical Strategies For Improving Student Concentration In Islamic Education Classes At Mts Amaliyah Secanggang Vikri; Rabitah Hanum Hasibuan
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v8i1.705

Abstract

Abstrak Rendahnya konsentrasi belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam masih menjadi persoalan penting di madrasah karena berpengaruh terhadap keterlibatan, pemahaman, dan internalisasi nilai-nilai keagamaan. Kajian yang secara khusus menelaah hubungan pendekatan pedagogis guru dengan pengembangan konsentrasi belajar siswa pada konteks madrasah masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendekatan pedagogis yang digunakan guru Pendidikan Agama Islam dalam mengembangkan konsentrasi belajar siswa kelas IX di MTs Amaliyah Secanggang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Partisipan penelitian terdiri atas 5 guru Pendidikan Agama Islam dan 40 siswa kelas IX. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi belajar siswa didukung oleh penerapan pembelajaran aktif, pendekatan kontekstual, variasi metode dan media pembelajaran, serta penguatan aspek spiritual-emosional dalam proses belajar. Selain itu, keteladanan guru dan pengelolaan kelas yang efektif berkontribusi pada terciptanya suasana belajar yang kondusif sehingga siswa lebih fokus selama pembelajaran berlangsung. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi pedagogis yang interaktif, adaptif, dan berpusat pada siswa dalam meningkatkan konsentrasi belajar pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Kata Kunci: Pendekatan Pedagogis; Konsentrasi Belajar; Pendidikan Agama Islam; Madrasah; Pengelolaan Kelas Abstract Low student concentration in Islamic Religious Education remains a significant challenge in madrasahs because it affects participation, comprehension, and the internalization of religious values. Studies that specifically examine how teachers’ pedagogical approaches contribute to the development of student concentration in the madrasah context remain limited. This study aims to describe the pedagogical approaches used by Islamic Religious Education teachers to develop the concentration of ninth-grade students at MTs Amaliyah Secanggang. The study employed a qualitative approach with a descriptive design. The participants consisted of 5 Islamic Religious Education teachers and 40 ninth-grade students. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that student concentration is supported by the implementation of active learning, contextual teaching, variation in teaching methods and media, and the reinforcement of spiritual-emotional aspects during instruction. In addition, teacher role modeling and effective classroom management contributed to a more conducive learning atmosphere, enabling students to remain more focused during lessons. These findings highlight the importance of interactive, adaptive, and student-centered pedagogical strategies in improving concentration in Islamic Religious Education classes. Keywords: Pedagogical Strategies; Learning Concentration; Islamic Religious Education; Madrasah; Classroom Management
The Role of the Muhammadiyah Student Associationin Forming Students' Morals At Mts Aisyiyah Binjai Dwi Andini; Ahmad Khairuddin
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 8 No 2 (2026)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v8i2.708

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) berkontribusi terhadap pembentukan moral siswa di MTs Aisyiyah Binjai, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IPM berfungsi sebagai ruang sosialisasi moral berbasis siswa melalui teladan, interaksi sesama siswa, dan kegiatan organisasi yang terstruktur, di mana siswa diberi otonomi dalam mengelola program dan terlibat dalam pembelajaran berbasis pengalaman. Kegiatan seperti MABITCA, Muhadharah, dan Gerakan Anti-Sampah (GAS) menyediakan konteks untuk internalisasi nilai-nilai keagamaan, sosial, dan lingkungan dalam praktik kehidupan sekolah sehari-hari. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pembentukan moral terjadi melalui pola kepemimpinan teladan dan interaksi sesama siswa yang mendukung pengembangan disiplin, etika komunikasi, dan kesadaran keagamaan pada siswa, meskipun proses ini dipengaruhi oleh beberapa hambatan, seperti keterbatasan waktu dan faktor eksternal seperti media sosial. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian organisasi siswa sebagai mekanisme pembentukan moral dalam pendidikan Islam, khususnya melalui pendekatan berbasis teman sebaya dan praktik langsung. Keywords: Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Organisasi Pelajar, Pembentukan Moral, Pendidikan Islam Abstract This study aims to examine how the Muhammadiyah Student Association (IPM) contributes to the formation of students' moral character (akhlak) at MTs Aisyiyah Binjai, as well as to identify the supporting and constraining factors influencing its implementation. This research employs a qualitative descriptive approach, with data collected through interviews, observations, and documentation. The findings suggest that IPM operates as a student-led moral socialization space through role modeling, peer interaction, and structured organizational activities, where students are given autonomy to manage programs and engage in experiential learning. Activities such as MABITCA, Muhadharah, and the Anti-Waste Movement (GAS) provide contexts for the internalization of religious, social, and environmental values in everyday school practices. The study further indicates that moral formation is shaped through exemplary leadership and peer-based interaction, which supports the development of discipline, communication ethics, and religious awareness among students, although this process is influenced by constraints such as limited time and external factors including social media. This study contributes to the literature by positioning student organizations as mechanisms of moral formation in Islamic education through peer-based and practice-oriented approaches. Keywords: Muhammadiyah Student Association (IPM), Student Organization, Moral Formation, Islamic Education
The Effect of the Value Clarification Technique Method on Developing Students’ Respect For Teachers in Aqidah Akhlak Learning at MTs Nurul Iman Berngam Nurul Jannah; Juliani Juliani
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 8 No 2 (2026)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v8i2.713

Abstract

Abstrak Rendahnya sikap hormat peserta didik kepada guru dalam proses pembelajaran menjadi persoalan penting dalam pendidikan Akidah Akhlak, karena menunjukkan belum optimalnya internalisasi nilai akhlak dalam perilaku sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode Value Clarification Technique (VCT) dalam membentuk sikap hormat peserta didik kepada guru pada pembelajaran Akidah Akhlak di MTs Nurul Iman Berngam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Ex Post Facto. Sampel penelitian berjumlah 34 peserta didik yang diambil dengan teknik total sampling, sedangkan data dikumpulkan melalui observasi, angket, dan wawancara. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode VCT berpengaruh signifikan terhadap sikap hormat peserta didik kepada guru dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 (<0,05). Nilai R Square sebesar 0,295 menunjukkan bahwa VCT memberikan kontribusi sebesar 29,50% terhadap pembentukan sikap hormat peserta didik, sedangkan 70,50% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Temuan ini menegaskan bahwa VCT dapat digunakan sebagai strategi pembelajaran nilai yang membantu peserta didik memahami, memilih, dan menginternalisasi sikap hormat kepada guru secara sadar dalam pembelajaran Akidah Akhlak. Kata Kunci: Value Clarification Technique, Sikap Hormat, Guru, Akidah Akhlak, Pendidikan Islam, Madrasah Abstract The low level of students’ respect for teachers in the learning process is a significant issue in Aqidah Akhlak education, as it indicates that moral values have not been optimally internalized in students’ everyday behavior. This study aims to analyze the effect of the Value Clarification Technique (VCT) method on shaping students’ respectful attitudes toward teachers in Aqidah Akhlak learning at MTs Nurul Iman Berngam. This study employed a quantitative approach using an ex post facto design. The sample consisted of 34 students selected through total sampling, while data were collected through observation, questionnaires, and interviews. The data were analyzed using descriptive and inferential statistics, including normality tests, homogeneity tests, and simple linear regression. The results show that the VCT method has a significant effect on students’ respectful attitudes toward teachers, with a significance value of 0.001 (< 0.05). The R Square value of 0.295 indicates that VCT contributes 29.50% to the formation of students’ respectful attitudes, while the remaining 70.50% is influenced by other factors not examined in this study. These findings confirm that VCT can be used as a value-based learning strategy that enables students to understand, choose, and consciously internalize respectful attitudes toward teachers in Aqidah Akhlak learning. Keywords: Value Clarification Technique, Respect, Teacher, Aqidah Akhlak, Islamic Education, Madrasah
Implementation of Contextual Teaching and Learning in the Formation of Student Discipline in Islamic Religious Education: A Case Study of Grade X Students at SMA Negeri 1 Kuala Syahri Fatul Ulya; Nurhasanah Nurhasanah
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 8 No 2 (2026)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v8i2.740

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi implementasi model Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) serta menjelaskan bagaimana model tersebut mendukung pembentukan perilaku disiplin siswa. Penelitian menggunakan desain studi kasus kualitatif di kelas X SMA Negeri 1 Kuala. Informan terdiri atas 3 guru PAI dan 122 siswa kelas X yang dipilih secara purposif berdasarkan keterlibatan mereka dalam pembelajaran PAI dan relevansinya dengan fokus kedisiplinan. Data dikumpulkan melalui observasi kelas selama 8 kali wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi berupa catatan kehadiran, tugas, tata tertib kelas, serta dokumen pembelajaran. Data dianalisis melalui proses kondensasi data, penyajian data, dan penarikan/verifikasi kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa CTL diterapkan melalui pengaitan materi PAI dengan pengalaman keseharian siswa, diskusi kasus, kerja kelompok, pemodelan perilaku, refleksi nilai, dan penilaian autentik. Model ini mendukung pembentukan kedisiplinan melalui lima mekanisme pedagogis, yaitu relevansi pengalaman nyata, keterlibatan aktif siswa, kesadaran nilai, praktik tanggung jawab, dan pembiasaan perilaku. Studi ini tidak dimaksudkan untuk membuktikan pengaruh kausal CTL, melainkan menjelaskan proses pedagogis yang memungkinkan nilai disiplin diinternalisasi dalam pembelajaran PAI. Kata Kunci: Contextual Teaching and Learning; Kedisiplinan Siswa; Pendidikan Agama Islam; Pendidikan Karakter; Studi Kualitatif Abstract This study explores the implementation of Contextual Teaching and Learning (CTL) in Islamic Religious Education and explains how this model supports the formation of students’ disciplinary behavior. A qualitative case-study design was employed in grade X of SMA Negeri 1 Kuala. The participants consisted of 3 Islamic Religious Education teacher(s) and 122 grade-X students selected through purposive sampling based on their involvement in Islamic Religious Education learning and their relevance to the focus on discipline. Data were collected through classroom observations during 8, semi-structured interviews, and documentation, including attendance records, assignments, classroom rules, and learning documents. The data were analyzed through data condensation, data display, and conclusion drawing/verification. The findings indicate that CTL was implemented by connecting Islamic Religious Education materials with students’ daily experiences, case discussions, group work, behavioral modeling, value reflection, and authentic assessment. The model supports discipline formation through five pedagogical mechanisms: real-life relevance, active student engagement, value awareness, responsible practice, and behavioral habituation. Rather than claiming a causal effect, this study contributes to explaining the pedagogical process through which discipline values are internalized in Islamic Religious Education learning. Keywords: Contextual Teaching and Learning; Student Discipline; Islamic Religious Education; Character Education; Qualitative Study
Culture Based Religious Character Formation In Islamic Secondary Education: A Case Study of Mas Al-Washliyah Tembung Nurdila Nasution; Syu’bah Abu Nafi’
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 8 No 2 (2026)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v8i2.675

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana budaya sekolah berbasis nilai Islam berperan sebagai mekanisme sistemik dalam pembentukan karakter religius siswa pada pendidikan menengah Islam. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di MAS Al-Washliyah Tembung melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya sekolah berfungsi sebagai ekologi moral yang mengintegrasikan praktik ibadah, keteladanan guru, kepemimpinan sekolah, serta kolaborasi keluarga dalam rutinitas harian siswa. Praktik keagamaan seperti salat berjamaah, tilawah, dzikir, dan disiplin berbasis nilai membentuk pengalaman religius yang bersifat praktis dan berkelanjutan, sehingga mendorong internalisasi disiplin, tanggung jawab, dan perilaku sosial yang beretika. Secara konseptual, penelitian ini memperluas kajian karakter dengan menunjukkan bahwa budaya sekolah berbasis agama bekerja sebagai sistem institusional terpadu, bukan sekadar kumpulan aktivitas ritual. Secara internasional, temuan ini memberikan kontribusi bagi diskursus global tentang pendidikan karakter dengan menawarkan perspektif bagaimana budaya sekolah berbasis spiritual dapat mendukung tata kelola pendidikan yang berorientasi nilai. Penelitian ini merekomendasikan studi komparatif lintas konteks untuk memperkuat pengembangan kebijakan pendidikan karakter berbasis budaya. Kata Kunci: pendidikan karakter berbasis budaya; pendidikan menengah Islam; pembentukan karakter religius; habituasi moral; pembentukan identitas religious. Abstract This study examines how Islamic school culture operates as a systemic mechanism for religious character formation in Islamic secondary education. A qualitative case-study design was employed at MAS Al-Washliyah Tembung using observations, in-depth interviews, and document analysis. The findings reveal that school culture functions as a moral ecology integrating worship routines, teacher role modelling, school leadership, and family collaboration into students’ daily experiences. Religious practices such as congregational prayer, Qur’anic recitation, dhikr, and value-based discipline create sustained experiential learning that fosters responsibility, self-discipline, and ethical social behaviour. Conceptually, the study contributes to character-education scholarship by demonstrating that faith-based school culture operates as an integrated institutional system rather than a collection of ritual activities. Internationally, the findings inform broader debates on value-driven education by illustrating how spiritually grounded school cultures can support moral education, student wellbeing, and value-oriented school governance. Future research is encouraged to adopt comparative and cross-national approaches to strengthen the global relevance of culture-based character education. Keywords: culture-based character education; Islamic secondary education; religious character formation; moral habituation; religious identity formation.
Barriers To Medical Cannabis Legalization In Indonesia: A Case Study Of Legal, Institutional, And Political Inertia Saputra Malik; Teguh Apriyanto
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 8 No 2 (2026)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v8i2.710

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengkaji hambatan legalisasi ganja medis di Indonesia dalam kondisi stagnasi kebijakan, meskipun terdapat dinamika global dan perkembangan bukti ilmiah. Kajian ini bertumpu pada kerangka hukum nasional, khususnya Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, serta keterkaitannya dengan Undang-Undang Kesehatan dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi dan menganalisis hambatan utama dalam perumusan kebijakan ganja medis dari dimensi hukum, kelembagaan, dan politik. Metode penelitiannya menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan 4 (empat) informan serta analisis dokumen berupa penelitian terdahulu, draf perubahan Undang-Undang Narkotika, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Undang-Undang Kesehatan, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta putusan Mahkamah Konstitusi. Analisis dilakukan dengan teknik analisis tematik melalui pengkodean bertahap. Temuan menunjukkan bahwa stagnasi kebijakan merupakan hasil keterkaitan antara ketidakjelasan norma hukum, keterbatasan kapasitas kelembagaan, dan pertimbangan politik dalam proses legislasi. Secara normatif, pengaturan ganja masih bersifat larangan tanpa pengaturan operasional untuk kepentingan medis. Secara kelembagaan, terdapat fragmentasi kewenangan dan dominasi pendekatan penegakan hukum yang restriktif. Selain itu, isu ini cenderung tidak menjadi prioritas dalam agenda legislasi. Secara yuridis, pengujian undang-undang telah dilakukan melalui Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 106/PUU-XVIII/2020 dan Nomor 13/PUU-XXII/2024, namun pelaksanaan penelitian ilmiah yang diperintahkan belum terealisasi. Penelitian ini mengajukan konsep legal–institutional inertia untuk menjelaskan kebuntuan kebijakan serta merekomendasikan reformasi regulasi terbatas, penguatan kelembagaan, dan strategi komunikasi berbasis bukti. Kata Kunci: Ganja Medis; Inersia Kebijakan; Analisis Sosial-Hukum; Kebijakan Narkoba; Perubahan Kebijakan; Indonesia Abstract This study examines the obstacles to the legalization of medical cannabis in Indonesia amidst policy stagnation, despite global dynamics and the development of scientific evidence. This study focuses on the national legal framework, specifically Law Number 35 of 2009 concerning Narcotics, and its relationship to the Health Law and the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. The objective of this study is to identify and analyze the main obstacles in the formulation of medical cannabis policy from the legal, institutional, and political dimensions. The research method uses a qualitative approach with a case study design. Data were obtained through semi-structured interviews with four informants and document analysis in the form of previous research, draft amendments to the Narcotics Law, Law Number 35 of 2009 concerning Narcotics, the Health Law, the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia, and Constitutional Court decisions. The analysis was conducted using thematic analysis techniques through step-by-step coding. The findings indicate that policy stagnation is the result of the interplay between unclear legal norms, limited institutional capacity, and political considerations in the legislative process. Normatively, marijuana regulation remains prohibitive, with no operational regulations for medical purposes. Institutionally, there is fragmentation of authority and the dominance of restrictive law enforcement. Furthermore, this issue tends not to be a priority on the legislative agenda. Legally, judicial review of the law has been conducted through Constitutional Court Decisions No. 106/PUU-XVIII/2020 and No. 13/PUU-XXII/2024, but the implementation of scientific research is believed to have not been realized. This study proposes the concept of legal-institutional inertia to explain the policy impasse and recommends limited regulatory reform, institutional strengthening, and evidence-based communication strategies. Keywords: Medical Cannabis; Policy Inertia; Socio-Legal Analysis; Drug Policy; Policy Change; Indonesia
Legal Protection and Liability of Notaries In The Custody of Land Title Certificates During Land Transfer: A Normative Legal Analysis In Indonesia Syahira Abida Zalika; Hamidi Masyhur; Arini Jauharoh
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 8 No 2 (2026)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v8i2.711

Abstract

Abstrak Penelitian ini menganalisis ketidaklengkapan norma dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Jabatan Notaris (UUJN) terkait ketiadaan pengaturan eksplisit mengenai kewenangan notaris dalam penyimpanan sertifikat hak milik atas tanah selama proses pengalihan kepemilikan. Fokus kajian ini terletak pada konstruksi normatif Pasal 15 UUJN yang hanya memuat kewajiban umum bagi notaris untuk bertindak amanah dan menjaga kepentingan para pihak, namun tidak memberikan batasan maupun legitimasi kewenangan secara spesifik terhadap praktik penitipan sertifikat. Kondisi ini menimbulkan ketidakpastian hukum (legal uncertainty) serta membuka ruang interpretasi yang berpotensi menempatkan notaris dalam posisi tanggung jawab tanpa dasar otorisasi undang-undang yang eksplisit (ultra vires risk). Dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif melalui pendekatan perundang-undangan dan konseptual, penelitian ini mengkaji bahan hukum primer dan sekunder guna menilai bentuk perlindungan hukum yang tersedia serta konstruksi pertanggungjawaban notaris dalam praktik tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa perlindungan hukum bagi notaris bersifat tidak langsung dan bergantung pada penafsiran ketentuan umum UUJN, sehingga tidak memberikan jaminan kepastian hukum yang memadai. Dalam praktiknya, penyimpanan sertifikat kerap terjadi pada situasi di mana pembeli belum melunasi harga tanah secara keseluruhan, yang secara normatif tidak diatur secara tegas dalam UUJN. Akibat ketidaklengkapan norma ini, notaris tetap dapat dimintai pertanggungjawaban secara perdata, administratif, maupun pidana apabila terjadi kelalaian atau sengketa, meskipun kewenangan yang dijalankan tidak memiliki dasar pengaturan yang eksplisit. Oleh karena itu, secara doktrinal dapat disimpulkan bahwa kekosongan norma dalam UUJN mencerminkan suatu bentuk ketidaklengkapan hukum yang memerlukan intervensi legislasi. Pembentukan norma yang lebih jelas dan tegas menjadi suatu keniscayaan guna menjamin kepastian hukum serta memberikan perlindungan yang proporsional bagi notaris dalam menjalankan fungsi penyimpanan sertifikat hak milik atas tanah. Kata Kunci: Tanggung Jawab Notaris; Sertifikat Hak Milik Tanah; Perlindungan Hukum; Pengalihan Tanah; Perjanjian Penitipan; Indonesia Abstract This study analyzes the incompleteness of the norms in Law Number 2 of 2014 concerning the Notary Public (UUJN) related to the absence of explicit regulations regarding the authority of notaries in storing land title certificates during the transfer of ownership process. The focus of this study lies in the normative construction of Article 15 of the UUJN, which only contains general obligations for notaries to act in a trustworthy manner and safeguard the interests of the parties, but does not provide specific limitations or legitimacy of authority regarding the practice of certificate storage. This condition creates legal uncertainty and opens up room for interpretation that has the potential to place notaries in a position of responsibility without explicit legal authorization (ultra vires risk). Using normative legal research methods through statutory and conceptual approaches, this study examines primary and secondary legal materials to assess the forms of legal protection available and the construction of notary accountability in this practice. The results of the analysis indicate that legal protection for notaries is indirect and depends on the interpretation of the general provisions of the UUJN, thus not providing adequate legal certainty. In practice, certificate retention often occurs in situations where the buyer has not fully paid the land price, a normative requirement not expressly regulated in the UUJN. Due to this incompleteness, notaries can still be held liable under civil, administrative, and criminal law for negligence or disputes, even though their authority lacks an explicit regulatory basis. Therefore, doctrinally, it can be concluded that the lack of norms in the UUJN reflects a form of legal incompleteness that requires legislative intervention. The establishment of clearer and more stringent norms is a necessity to ensure legal certainty and provide proportional protection for notaries in carrying out their function of storing land title certificates. Keywords: notary responsibilities; land title certificates; legal protection; land transfer; custody agreement; Indonesia
Organizational Management of Hamka in Improving the Pokir Ability in Qira'atul Kutub at Musthafawiyah Purba Baru Islamic Boarding School Muhammad Yusril Nasution; Ainun Mardia Harahap; Marwah Marwah
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 8 No 2 (2026)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v8i2.714

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen organisasi Hamka dalam meningkatkan kemampuan pokir bidang Qira'atul Kutub di Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap pengurus, anggota, dan pihak terkait. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, didukung oleh triangulasi sumber dan metode untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen organisasi Hamka meliputi: (1) perencanaan program pembinaan yang dilakukan secara kolaboratif setiap awal kepengurusan; (2) pengorganisasian struktur dan tugas yang jelas melalui pembagian bidang; (3) pelaksanaan kegiatan melalui program muzakarah rutin tiga kali sehari dan pengajian terjadwal bersama guru senior; serta (4) evaluasi berkala terhadap capaian santri. Secara khusus, penerapan metode talaqqi — yakni pembacaan teks secara langsung di hadapan guru senior dan diulang bersama — terbukti secara signifikan meningkatkan kemampuan pokir dalam aspek lafdziyah (kemampuan membaca teks tanpa harakat secara akurat). Sementara itu, sesi muzakarah yang terstruktur, dikombinasikan dengan diskusi kitab dan bimbingan intensif, berkontribusi signifikan terhadap peningkatan aspek fahmiyah (kemampuan memahami makna dan konteks teks) serta tahliliyah (kemampuan menganalisis isi dan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari). Penerapan manajemen yang terstruktur dan berkesinambungan oleh Hamka berkontribusi signifikan dalam penguatan kompetensi Qira'atul Kutub santri sekaligus mempertahankan tradisi keilmuan pesantren. Kata Kunci: Manajemen Organisasi; Hamka; Qira'atul Kutub; Pondok Pesantren; Pokir (Kompetensi Organisasi Santri/Student Organization Competence) Abstract This study aims to describe the organizational management of Hamka in improving the pokir ability in the field of Qira'atul Kutub at Musthafawiyah Purba Baru Islamic Boarding School. The research employs a descriptive qualitative approach with a case study method. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation from administrators, members, and related parties. Data analysis was conducted interactively through data reduction, data display, and conclusion drawing, supported by source and method triangulation to ensure data validity. The findings indicate that Hamka's organizational management encompasses: (1) collaborative program planning conducted at the beginning of each new administration; (2) clear organizational structure and task distribution through specialized divisions; (3) regular training activities through daily muzakarah sessions and scheduled study with senior teachers; and (4) periodic evaluation of students' achievements. Specifically, the application of the talaqqi method — in which students read classical texts directly before senior teachers and repeat collectively — has been proven to significantly enhance pokir competence (student organization academic competence) in the aspect of lafdziyah (accurate reading ability of unvoweled texts). Meanwhile, structured muzakarah sessions, combined with book discussion and intensive mentoring, contribute significantly to improving fahmiyah (text comprehension and contextual understanding) and tahliliyah (analytical ability to connect textual content with real-life situations). The structured and sustainable management applied by Hamka contributes significantly to strengthening students' Qira'atul Kutub competencies while preserving the pesantren's scholarly tradition. Keywords: Organizational Management; Hamka; Qira'atul Kutub; Islamic Boarding School; Pokir (Student Organization Competence)
Evaluation Of Hazardous And Toxic Waste Management Based On Input, Process, And Output Aspects At Royal Prima General Hospital Medan Nuryani Nainggolan; Ermi Girsang; Wienaldi
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 8 No 2 (2026)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v8i2.717

Abstract

Abstrak Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang dihasilkan oleh fasilitas pelayanan kesehatan hanya berkisar 10–20% dari total limbah, namun memiliki potensi risiko tinggi terhadap kesehatan manusia dan lingkungan apabila tidak dikelola sesuai standar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan limbah B3 di Rumah Sakit Umum Royal Prima Medan tahun 2024 berdasarkan aspek input, proses, dan output. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan enam informan yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis konten kualitatif dengan dukungan triangulasi sumber, metode, dan waktu untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek input secara umum telah memadai, meliputi ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten, sarana prasarana yang cukup, serta dukungan anggaran. Pada aspek proses, pengelolaan limbah telah dilaksanakan sesuai dengan standar operasional prosedur dengan tingkat kesesuaian mencapai 97,6%. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa permasalahan, antara lain ketidakkonsistenan dalam pemilahan limbah, keterbatasan kapasitas penyimpanan sementara pada unit dengan volume limbah tinggi, pelabelan kendaraan pengangkut yang belum lengkap, serta ketersediaan alat pelindung diri (APD) di area penyimpanan yang belum optimal. Temuan ini menunjukkan perlunya peningkatan pengawasan, optimalisasi sarana prasarana, serta penguatan kepatuhan terhadap standar operasional guna meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan pengelolaan limbah B3 di fasilitas pelayanan kesehatan. Kata Kunci: Pengelolaan Limbah Berbahaya; Pengelolaan Limbah Rumah Sakit; Kesehatan Lingkungan; Kepatuhan terhadap peraturan; Kerangka kerja masukan–proses–keluaran. Abstract Hazardous and toxic waste generated by healthcare facilities constitutes only about 10–20% of total waste but poses significant risks to human health and the environment if not properly managed. This study aimed to evaluate the management of hazardous and toxic waste at Royal Prima General Hospital, Medan, in 2024 based on input, process, and output aspects. This research employed a descriptive qualitative approach involving six informants selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews, direct observation, and document review, and were analyzed using qualitative content analysis supported by source, method, and time triangulation to ensure data validity. The findings indicate that the input aspect is generally adequate, including the availability of competent human resources, sufficient infrastructure, and financial support. The process aspect shows a high level of compliance with standard operating procedures, with an overall conformity rate of 97.6%. However, several critical issues were identified, including inconsistent waste segregation practices, limited temporary storage capacity in high-volume units, incomplete labeling of waste transport vehicles, and suboptimal availability of personal protective equipment in storage areas. These findings highlight the need for strengthened supervision, improved facility capacity, and stricter adherence to operational standards to enhance the effectiveness and sustainability of hazardous waste management in healthcare settings. Keywords: Hazardous Waste Management, Hospital Waste Management, Environmental Health, Regulatory Compliance, Input–Process–Output Framework
Determinants of Patient Safety Implementation in Inpatient Units: A Quantitative Study on The Role of Attitude, Communication, and Safety Culture at Royal Prima Hospital Zakiyyah Qurrota’aini; Ermi Girsang; Sri Lestari Ramadhani Nasution
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 8 No 2 (2026)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v8i2.720

Abstract

Abstrak Keselamatan pasien merupakan indikator utama dalam mutu pelayanan rumah sakit, khususnya di ruang rawat inap yang memiliki risiko tinggi terjadinya kejadian tidak diinginkan. Pelaksanaan keselamatan pasien dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk komunikasi interpersonal, motivasi, sikap, pengetahuan, dan budaya keselamatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap pelaksanaan keselamatan pasien serta mengidentifikasi variabel yang paling dominan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain potong lintang. Populasi penelitian adalah seluruh perawat ruang rawat inap di Rumah Sakit Umum Royal Prima Medan, dengan jumlah sampel sebanyak 246 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, serta multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal, motivasi, sikap, pengetahuan, dan budaya keselamatan pasien berpengaruh signifikan terhadap pelaksanaan keselamatan pasien (p < 0,05). Analisis multivariat menunjukkan bahwa sikap merupakan faktor yang paling dominan, dengan pengaruh yang lebih kuat dibandingkan variabel lainnya dalam menjelaskan pelaksanaan keselamatan pasien. Penelitian ini menyimpulkan bahwa seluruh variabel independen berpengaruh signifikan, dengan sikap sebagai faktor utama yang perlu mendapat perhatian dalam upaya peningkatan keselamatan pasien. Kata Kunci: Keselamatan Pasien; Penerapan Keselamatan Pasien; Komunikasi Antarpersonal; Motivasi; Budaya keselamatan Abstract Patient safety is a key indicator of healthcare quality, particularly in inpatient units where the risk of adverse events is relatively high. The implementation of patient safety is influenced by several factors, including interpersonal communication, motivation, attitude, knowledge, and safety culture. This study aimed to analyze the influence of these factors on patient safety implementation and to identify the most dominant variable. A quantitative method with a cross-sectional design was employed. The study population consisted of all inpatient nurses at Royal Prima General Hospital Medan, with a total sample of 246 respondents selected using total sampling. Data were collected through questionnaires and analyzed using univariate analysis, bivariate analysis with the Chi-Square test, and multivariate analysis. The results showed that interpersonal communication, motivation, attitude, knowledge, and safety culture had a significant effect on patient safety implementation (p < 0.05). Multivariate analysis revealed that attitude was the most dominant factor, demonstrating a stronger influence compared to other variables in explaining patient safety implementation. In conclusion, all independent variables significantly affect patient safety implementation, with attitude as the key factor that should be prioritized to improve patient safety. keywords: Patient Safety; Patient Safety Implementation; Interpersonal Communication; Motivation; Safety Culture