cover
Contact Name
Fridiyanto
Contact Email
ijierm19@gmail.com
Phone
+6282277629282
Journal Mail Official
ijierm19@gmail.com
Editorial Address
Jl. Rambutan, Caru Hamlet, Pendem Village, District Junrejo, Postal Code 65321, Batu City, East Java, Indonesia
Location
Kota batu,
Jawa timur
INDONESIA
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM)
ISSN : 26563630     EISSN : 27227049     DOI : DOI: https://doi.org/10.47006/ijierm
The International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) was formed in 2019 with number SK: 0005.26563630 / JI.3.1 / SK.ISSN / 2019.03. P-ISSN:2656-3630 now for E-ISSN:2722-7049 in management. IJIERM is a Journal relating to Education, Research, Islamic Education, Multicultural Education, Multicultural, Socio-Cultural, and Religious. Study and assessment conducted by experts (peer-review). This journal is affiliated to the Islamic and Multicultural Education Foundation located in Malang, East Java. The purpose of this journal is to become a forum for writing related to education, research and multiculturalism.
Articles 322 Documents
Pesantren-Based Formation of Santri as Ṭālib Al-‘Ilmi: A Case Study of Ta‘Abbud Mutawahhidiyyah Orientation at Sabilul Mukminin Deli Serdang Masrianto Masrianto; Hendripal Panjaitan
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 8 No 2 (2026)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v8i2.732

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengkaji pola pembentukan santri berbasis pesantren dalam membentuk santri sebagai ṭālib al-‘ilmi dengan orientasi ta‘abbud mutawahhidiyyah di Pesantren Sabilul Mukminin Deli Serdang, Indonesia. Meskipun berbagai studi telah membahas pendidikan karakter pesantren, pembiasaan religius, dan internalisasi tauhid, perhatian terhadap integrasi identitas pencari ilmu, kesadaran ibadah, dan orientasi tauhid dalam kehidupan harian pesantren masih terbatas. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen yang melibatkan ustaz, pengelola pesantren, dan santri. Temuan menunjukkan bahwa pola pembentukan santri terdiri atas lima strategi yang saling berkaitan, yaitu pembelajaran aqidah dan ibadah, pembiasaan ibadah terstruktur, keteladanan ustaz, bimbingan mau‘izhah, dan supervisi berkelanjutan. Strategi tersebut membentuk pemahaman kognitif santri tentang tauhid, kesadaran afektif dalam beribadah kepada Allah, serta kedisiplinan perilaku dalam ibadah dan kehidupan sosial. Studi ini berkontribusi pada pengembangan model pembentukan santri berbasis pesantren yang mengintegrasikan ilmu, ibadah, dan karakter berorientasi tauhid. Model ini menawarkan implikasi praktis bagi penguatan pendidikan karakter religius di lembaga pendidikan Islam tradisional. Kata Kunci: Pembentukan Santri; Ṭālib Al-‘Ilmi; Ta‘Abbud; Mutawahhidiyyah; Pendidikan Tauhid; Pendidikan Karakter Islam Abstract This study examines the pesantren-based formation pattern used to shape santri as ṭālib al-‘ilmi with a ta‘abbud mutawahhidiyyah orientation at Pesantren Sabilul Mukminin Deli Serdang, Indonesia. Although previous studies have discussed pesantren character education, religious habituation, and tawhid internalization, limited attention has been given to the integrated formation of knowledge-seeking identity, devotional awareness, and monotheistic orientation in daily pesantren life. This study employed a qualitative case study design. Data were collected through observation, in-depth interviews, and document analysis involving ustaz, pesantren administrators, and santri. The findings show that the formation pattern consists of five interrelated strategies: aqidah and worship instruction, structured worship habituation, exemplary conduct of ustaz, advisory guidance, and continuous supervision. These strategies shape santri’s cognitive understanding of tawhid, affective devotion to Allah, and behavioral discipline in worship and social life. The study contributes to Islamic education by proposing a pesantren-based formation model that integrates knowledge, devotion, and tawhid-oriented character formation. This model offers practical implications for strengthening religious character education in traditional Islamic educational institutions. Keywords: Pesantren Formation; Ṭālib Al-‘Ilmi; Ta‘Abbud; Mutawahhidiyyah; Tawhid Education; Islamic Character Education
A Digital-Based Human Resource Management Strategy For Developing Teacher Competence Amid Budget Constraints: A Case Study At Smp Terpadu Bustanul Arifin Sarah Sarah; Fauzan Ahmad Siregar
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 8 No 2 (2026)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v8i2.733

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan anggaran yang dihadapi lembaga pendidikan Islam dalam mengembangkan kompetensi guru secara optimal di era digital. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana strategi manajemen sumber daya manusia berbasis digital dapat mendukung pengembangan kompetensi guru secara efektif dan efisien. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap delapan informan — termasuk kepala sekolah, wakil kepala bidang kurikulum, dan enam guru — serta observasi kelas dan analisis dokumentasi di SMP Terpadu Bustanul Arifin. Informan dipilih secara purposif berdasarkan keterlibatan langsung mereka dalam program pengembangan guru berbasis digital. Data dianalisis secara tematik melalui tahapan pengkodean, kategorisasi, dan interpretasi, didukung oleh triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa strategi MSDM berbasis digital — meliputi pembelajaran mandiri, pelatihan daring, dan pemanfaatan platform digital — dipersepsi membantu peningkatan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian guru secara bertahap. Strategi ini juga berkontribusi dalam mengatasi keterbatasan pelatihan konvensional yang membutuhkan biaya besar. Namun, implementasinya masih dihadapkan pada kendala signifikan, termasuk keterbatasan infrastruktur digital, variasi literasi teknologi guru, dan resistensi terhadap perubahan. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan model MSDM berbasis digital yang hemat biaya dan berkelanjutan dalam konteks lembaga pendidikan Islam. Kata Kunci: MSDM Digital; Kompetensi Guru; Pendidikan Islam; Keterbatasan Anggaran; Pengembangan Profesional Guru; Transformasi Digital Abstract This study examines how digital-based human resource management (HRM) strategies support teacher competence development in an Islamic educational institution facing budget constraints. Using a qualitative case study design, data were collected through semi-structured interviews with eight informants — including the school principal, vice principal for curriculum, and six teachers — classroom observations, and document analysis at SMP Terpadu Bustanul Arifin. Participants were selected through purposive sampling based on their direct involvement in digital-based teacher development programs. The data were analyzed thematically through coding, categorization, and interpretation, supported by triangulation of sources and techniques. The findings indicate that digital-based HRM — implemented through self-directed learning, online professional development platforms, and selective use of digital tools — was perceived to facilitate improvements in teachers' pedagogical, professional, social, and personal competencies. These strategies helped the institution address budget limitations by reducing dependency on costly conventional training. However, the implementation remains constrained by limited digital infrastructure, uneven levels of digital literacy among teachers, and resistance to technological change. The study contributes to the discussion on cost-efficient teacher development strategies in Islamic educational institutions Keywords: Digital HRM; Teacher Competence; Islamic Education; Budget Constraints; Teacher Professional Development; Digital Transformation.
Teachers’ Perceptions of School Readiness for Educational Digital Transformation at SMPN 6 One Roof Bahorok Siska Wulandari; Muhammad Najari
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 8 No 2 (2026)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v8i2.750

Abstract

Abstrak Transformasi digital pendidikan menuntut sekolah mampu mengintegrasikan teknologi secara adaptif, namun sekolah di wilayah rural masih menghadapi keterbatasan infrastruktur, kompetensi, dan dukungan kebijakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi guru terhadap kesiapan SMPN 6 Satu Atap Bahorok dalam menghadapi transformasi digital, khususnya pada dimensi infrastruktur, kompetensi sumber daya manusia, dan dukungan kebijakan sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan terhadap kondisi jaringan dan perangkat, serta studi dokumentasi inventaris teknologi informasi dan komunikasi sekolah. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, verifikasi, dan pengodean tematik, sedangkan keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, member checking, dan diskusi sejawat. Hasil penelitian menunjukkan adanya fenomena “kesiapan mental yang terhambat fasilitas”: guru memiliki sikap positif terhadap urgensi teknologi, tetapi kesiapan operasional sekolah masih rendah karena jaringan internet tidak stabil, pasokan listrik sering terganggu, perangkat terbatas, dan pelatihan belum berkelanjutan. Temuan ini menegaskan bahwa transformasi digital di sekolah rural memerlukan intervensi afirmatif berupa penguatan infrastruktur energi dan internet, pelatihan kontekstual, fitur pembelajaran luring, serta kolaborasi sekolah dengan pemerintah daerah dan mitra eksternal untuk memastikan kesetaraan digital. Kata Kunci: Transformasi Digital; Kesiapan Sekolah; Persepsi Guru; Pendidikan Rural; Kesetaraan Digital Abstract Digital transformation in education requires schools to integrate technology adaptively, yet rural schools continue to face limitations in infrastructure, competency, and policy support. This study analyzes teachers' perceptions of SMPN 6 Satu Atap Bahorok's readiness for digital transformation, focusing on infrastructure, human resource competency, and school policy support. Employing a descriptive qualitative approach, data were collected through in-depth interviews, field observations of network and device conditions, and documentation of the school's information and communication technology inventory. Data were analyzed through data reduction, data display, verification, and thematic coding, while trustworthiness was ensured through source triangulation, technique triangulation, member checking, and peer debriefing. The findings reveal the phenomenon of “mentally ready but facility constrained”: teachers demonstrate positive attitudes toward the urgency of technology, but the school's operational readiness remains low because of unstable internet connectivity, frequent electricity disruptions, limited devices, and unsustained training. These findings indicate that digital transformation in rural schools requires affirmative interventions, including strengthened electricity and internet infrastructure, contextual teacher training, offline learning features, and collaboration among schools, local governments, and external partners to ensure digital equity. Keywords: Digital Transformation; School Readiness; Teacher Perception; Rural Education; Digital Equity
Deep Learning-Based Raudhatul Athfal Curriculum Transformation for Strengthening Early Childhood Islamic Values Khotimatul Majidah S; Fatimatul Hotimah; Dairina Yusri; Amar Tarmizi; Nikmatur Ridha
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 8 No 2 (2026)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v8i2.647

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan menganalisis transformasi implementasi kurikulum Raudhatul Athfal berbasis pembelajaran mendalam dalam penguatan nilai-nilai keislaman anak usia dini di RA Ar Rum Medan Marelan. Fokus penelitian diarahkan pada perubahan perencanaan kurikulum, pelaksanaan pengalaman belajar, strategi internalisasi nilai keislaman, asesmen perkembangan anak, serta faktor pendukung dan penghambat implementasinya. Penelitian dirancang menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi kegiatan pembelajaran, wawancara semi-terstruktur dengan kepala RA, guru, dan orang tua, serta analisis dokumen kurikulum, modul ajar, media pembelajaran, dan catatan perkembangan anak. Data dianalisis melalui proses kondensasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi, sedangkan keabsahannya diperkuat melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Secara analitis, penelitian ini menguji transformasi kurikulum melalui keterpaduan pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan dengan penanaman keimanan, ibadah, akhlak, kasih sayang, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Hasil akhir penelitian diharapkan menghasilkan model implementasi kurikulum RA yang tidak hanya menekankan pembiasaan ritual, tetapi juga membantu anak memahami, mengalami, dan merefleksikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.Kata Kunci: Pembelajaran Mendalam; Kurikulum Raudhatul Athfal; Nilai Keislaman; Anak Usia Dini; Transformasi Kurikulum. Abstract This study aims to analyze the transformation of deep learning-based curriculum implementation in strengthening Islamic values among young children at Raudhatul Athfal Ar Rum, Medan Marelan. The study focuses on changes in curriculum planning, the implementation of learning experiences, strategies for the internalization of Islamic values, assessments of children’s development, and the supporting and inhibiting factors affecting implementation. This study employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observations of learning activities, semi-structured interviews with the principal, teachers, and parents, as well as analyses of curriculum documents, teaching modules, instructional media, and children’s developmental records. The data were analyzed through data condensation, data display, conclusion drawing, and verification, while the trustworthiness of the findings was strengthened through source, methodological, and time triangulation. Analytically, this study examines curriculum transformation through the integration of mindful, meaningful, and joyful learning with the cultivation of faith, worship practices, moral character (akhlak), compassion, responsibility, and social awareness. The study is expected to produce a model for implementing the Raudhatul Athfal curriculum that not only emphasizes the habituation of religious rituals but also enables children to understand, experience, and reflect upon Islamic values in their everyday lives. Keywords: deep learning; Raudhatul Athfal curriculum; Islamic values; early childhood; curriculum transformation
Methodological Framework for Literature-Based Islamic Communication and Broadcasting Research Timur Tumanggor; Lahmuddin
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 8 No 2 (2026)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v8i2.669

Abstract

Abstrak Artikel ini mengkaji studi literatur sebagai metode penelitian konseptual dalam bidang Komunikasi dan Penyiaran Islam. Kajian ini dilatarbelakangi oleh masih seringnya studi literatur diperlakukan hanya sebagai bagian pendukung dalam penelitian KPI, bukan sebagai metode mandiri yang memiliki prosedur pencarian, seleksi, analisis, dan sintesis yang transparan. Padahal, perkembangan dakwah digital, komunikasi Islam, dan wacana keagamaan di media menuntut pendekatan metodologis yang mampu mengintegrasikan teori komunikasi modern dengan nilai-nilai keislaman secara kritis dan sistematis. Penelitian ini menggunakan pendekatan conceptual-integrative literature review dengan sumber data berupa artikel jurnal, buku akademik, prosiding, dan dokumen ilmiah yang relevan dengan studi literatur, komunikasi Islam, penyiaran Islam, dakwah digital, dan metodologi penelitian komunikasi. Literatur ditelusuri melalui basis data akademik seperti Google Scholar, Garuda, DOAJ, Crossref, dan portal jurnal nasional dengan menggunakan kata kunci terkait. Analisis dilakukan melalui seleksi literatur, ekstraksi data, analisis isi kualitatif, perbandingan tematik, dan sintesis konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa studi literatur dalam penelitian KPI perlu diposisikan sebagai metode konseptual yang mencakup empat prinsip utama: transparansi pencarian sumber, ketepatan seleksi literatur, kedalaman sintesis kritis, dan refleksivitas peneliti. Artikel ini menawarkan kerangka prosedural studi literatur KPI yang meliputi perumusan fokus, penelusuran literatur, seleksi sumber, ekstraksi data, analisis tematik, integrasi teori komunikasi dan nilai Islam, serta formulasi kontribusi konseptual. Dengan demikian, artikel ini berkontribusi dalam memperkuat rigor metodologis penelitian KPI berbasis literatur. Kata Kunci: Studi Literatur; Komunikasi Islam; Penyiaran Islam; Dakwah Digital; Analisis Isi Kualitatif; Rigor Metodologis Abstract This article examines literature review as a conceptual research method in Islamic Communication and Broadcasting Studies. The study is motivated by the tendency to treat literature review merely as a supporting section rather than as an autonomous method with transparent procedures for searching, selecting, analyzing, and synthesizing scholarly sources. In the context of digital da’wah, Islamic communication, and religious discourse in contemporary media, literature-based research requires methodological rigor that critically integrates modern communication theories with Islamic values. This study employs a conceptual-integrative literature review approach. The data sources consist of journal articles, academic books, proceedings, and relevant scholarly documents on literature review methodology, Islamic communication, Islamic broadcasting, digital da’wah, and communication research methods. The literature was traced through academic databases such as Google Scholar, Garuda, DOAJ, Crossref, and national journal portals using relevant keywords. The analysis involved literature selection, data extraction, qualitative content analysis, thematic comparison, and conceptual synthesis. The findings indicate that literature review in Islamic Communication and Broadcasting research should be positioned as a conceptual method grounded in four principles: transparent source searching, rigorous literature selection, critical synthesis, and researcher reflexivity. This article proposes a procedural framework consisting of focus formulation, literature searching, source screening, data extraction, thematic analysis, integration of communication theory and Islamic values, and formulation of conceptual contribution. The study contributes to strengthening methodological rigor in literature-based Islamic Communication and Broadcasting research. Keywords: Literature Review Methodology; Islamic Communication; Islamic Broadcasting; Digital Da’wah; Qualitative Content Analysis; Methodological Rigor
Applied Buddhism in the Digital Era and Its Role in Promoting Religious Moderation: Evidence From Negerikaton District Susanto Susanto; Euis Dewi Yuliana; Hesti Sadtyadi
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 8 No 2 (2026)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v8i2.673

Abstract

Abstrak Era digital telah membawa transformasi signifikan dalam praktik keagamaan dan pola interaksi sosial, yang sekaligus menghadirkan peluang dan tantangan dalam membangun moderasi beragama di tengah masyarakat multikultural. Teknologi digital memperluas akses terhadap pengetahuan keagamaan dan memperkuat partisipasi komunitas, namun juga berpotensi mempercepat penyebaran paham keagamaan yang intoleran dan ekstrem. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran Applied Buddhism di era digital dalam mempromosikan moderasi beragama di kalangan umat Buddha di Kecamatan Negerikaton, Kabupaten Pesawaran, Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menganalisis implementasi praktis ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari umat, yang diperkaya melalui pemanfaatan media dan teknologi digital dalam konteks komunitas lokal. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Applied Buddhism, menekankan pengembangan etika, disiplin spiritual, dan kebijaksanaan melalui praktik seperti mindfulness dan meditasi, berperan penting dalam membentuk sikap keberagamaan yang moderat serta memperkuat relasi sosial yang harmonis. Media digital tidak hanya dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai platform pendukung dalam internalisasi nilai-nilai Buddhis seperti kasih sayang (karuṇā), pengendalian diri, dan keseimbangan dalam interaksi antarumat beragama. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi pada kajian sosiologi agama dengan mereposisi Applied Buddhism sebagai pendekatan keagamaan yang kontekstual dan adaptif terhadap tantangan era digital. Kata Kunci: Applied Buddhism; Moderasi Beragama; Era Digital; Buddhisme; Indonesia Abstract The digital era has brought significant transformations in religious practices and patterns of social interaction, presenting both opportunities and challenges in fostering religious moderation within multicultural societies. Digital technologies have expanded access to religious knowledge and enhanced community participation; however, they have also facilitated the rapid dissemination of intolerant and extremist religious discourses. This study aims to explore the role of Applied Buddhism in the digital era in promoting religious moderation among Buddhist communities in Negerikaton District, Pesawaran Regency, Indonesia. Employing a qualitative approach, this research examines the practical implementation of Buddhist teachings in the everyday lives of adherents, enriched by the use of digital media and technologies within a local community context. Data were collected through observation, in-depth interviews, and document analysis, and were subsequently analyzed using thematic analysis. The findings indicate that Applied Buddhism emphasizing the cultivation of ethics, spiritual discipline, and wisdom through practices such as mindfulness and meditation plays a significant role in shaping moderate religious attitudes and strengthening harmonious social relations. Digital media are utilized not only as channels of communication but also as supportive platforms for the internalization of Buddhist values, including compassion (karuṇā), self-restraint, and balance in interreligious interactions. Theoretically, this study contributes to the sociology of religion by repositioning Applied Buddhism as a contextual and adaptive religious approach in response to the challenges of the digital era. Key Words: Applied Buddhism; Religious Moderation; Digital Era; Buddhism; Indonesia
Integrating Istihsan and Maslahah in Indonesian Islamic Banking Regulation: A Maqasid-Based Analysis Of DSN-MUI Fatwas and OJK Policies Choiriyah Choiriyah; Dwi Noviani; Saprida Saprida; Heti Nubila; Natasya Rogaya
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 8 No 2 (2026)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v8i2.719

Abstract

Penelitian ini menganalisis bagaimana fleksibilitas hukum syariah dioperasionalkan dalam regulasi perbankan syariah Indonesia melalui konsep istihsan dan maslahah. Menanggapi kritik reviewer mengenai belum kuatnya analisis data, artikel ini direposisi sebagai penelitian normatif-yuridis yang dipadukan dengan analisis dokumen kualitatif. Korpus penelitian terdiri atas tiga belas dokumen hukum dan kebijakan publik, meliputi fatwa-fatwa DSN-MUI tentang murabahah, musyarakah mutanaqishah, uang elektronik, pembiayaan berbasis teknologi informasi, penjaminan simpanan nasabah bank syariah, urun dana efek syariah, dan restrukturisasi perbankan syariah, serta roadmap dan pedoman produk OJK yang diterbitkan antara 2020 dan 2025. Dokumen dipilih karena berkaitan langsung dengan inovasi akad, digitalisasi, inklusi keuangan, perlindungan konsumen, prinsip kehati-hatian, dan tata kelola syariah dalam perbankan syariah Indonesia. Data dianalisis melalui penafsiran doktrinal, pengodean tematik, kategorisasi berbasis maqasid, dan perbandingan antar-dokumen. Temuan menunjukkan bahwa istihsan terutama bekerja pada level operasional-kontraktual dengan memberi ruang penyimpangan terbatas dari analogi hukum yang kaku ketika penerapan aturan secara literal dapat menimbulkan kesulitan atau menghambat kebutuhan finansial yang sah. Maslahah bekerja pada level kebijakan-regulatif dengan mengarahkan regulasi pada inklusi keuangan, stabilitas sistem, perlindungan konsumen, transformasi digital, dan fungsi sosial perbankan syariah. Kontribusi artikel ini adalah kerangka integratif istihsan-maslahah, dengan maqasid al-shariah sebagai prinsip pembatas dan evaluatif agar fleksibilitas hukum tidak berubah menjadi pragmatisme berlebihan atau kepatuhan syariah yang formalistik tanpa keadilan substantif. Kata kunci: Istihsan; Maslahah; Maqasid Al-Shariah; Fatwa DSN-MUI; Regulasi Perbankan Syariah; Tata Kelola Syariah This study analyzes how the flexibility of Sharia law is operationalized in Indonesian Islamic banking regulation through the concepts of istihsan and maslahah. Responding to reviewers’ concerns about the absence of systematic data analysis, the article is repositioned as normative-juridical research combined with qualitative document analysis. The corpus consists of thirteen public legal and policy documents, including selected DSN-MUI fatwas on murabahah, musyarakah mutanaqishah, electronic money, technology-based financing, deposit insurance, Islamic securities crowdfunding, and Sharia banking restructuring, as well as OJK roadmaps and product guidelines issued between 2020 and 2025. The documents were selected because they directly address contractual innovation, digitalization, financial inclusion, consumer protection, prudential regulation, and Sharia governance in Indonesian Islamic banking. Data were analyzed through doctrinal interpretation, thematic coding, maqasid-based categorization, and cross-document comparison. The findings show that istihsan operates mainly at the operational-contractual level by permitting context-sensitive departures from rigid analogical reasoning when strict application of a rule may generate hardship or obstruct legitimate financial needs. Maslahah functions at the policy-regulatory level by orienting regulation toward financial inclusion, system stability, consumer protection, digital transformation, and the social function of Islamic banking. The study contributes an integrated istihsan-maslahah framework in which maqasid al-shariah functions as a limiting and evaluative principle to prevent excessive legal pragmatism and form-based Sharia compliance without substantive justice. Keywords: Istihsan; Maslahah; Maqasid Al-Shariah; DSN-MUI Fatwa; Islamic Banking Regulation; Sharia Governance
The Construction of Digital Piety in the Mediatization of Religious Identity in Islamic Content on TikTok Muhammad Mitra; Erwan Efendi
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 8 No 2 (2026)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v8i2.726

Abstract

This study examines the construction of digital piety within the mediatization process of religious identity in da’wah content on TikTok. The background of this research is based on the increasing use of social media as a space for expressing and representing religious values in digital society. This study employs a descriptive qualitative approach, with data collection techniques including digital observation and documentation of content from religious figures across different faiths. Data analysis is conducted using Robert N. Entman’s framing analysis to explore how religious messages are constructed and interpreted. The results show that digital piety is not only understood as a spiritual practice but also as a representation of religious identity shaped by media logic such as visualization, narrative, and audience interaction. Furthermore, social media serves as a space for interfaith dialogue that promotes tolerance, moral reflection, and the strengthening of faith. In conclusion, digital piety is a symbolic construction formed through the interaction between creators, audiences, and digital platform mechanisms.
Effective Techniques for Memorizing the Qur’an Using the Bi-Nadzar Method for Children at the Ilhami Al-Muhajirin Qur’anic School Widya Astina; Surya Bakti
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 8 No 2 (2026)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v8i2.745

Abstract

Abstrak Kemampuan anak dalam menghafal Al-Qur’an di lembaga pendidikan nonformal sering menghadapi persoalan kelancaran bacaan, ketepatan tajwid, konsentrasi, dan daya ingat. Kajian terdahulu telah banyak membahas metode tahfidz secara umum, namun belum banyak menjelaskan bagaimana metode bi-nadzar bekerja sebagai strategi visual-recitative dalam pembelajaran tahfidz anak di TPA. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi implementasi metode bi-nadzar dalam hafalan Juz 30 di TPA Ilhami Al-Muhajirin serta menafsirkan persepsi guru dan santri terhadap perannya dalam mendukung memori visual, akurasi tajwid, dan retensi hafalan. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif berbasis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi pembelajaran, wawancara semi-terstruktur dengan informan guru dan santri, serta dokumentasi kegiatan; data dianalisis melalui kondensasi data, pengodean tematik, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan lima tema utama: pembacaan visual berulang sebagai scaffolding hafalan, terbentuknya imajinasi tekstual dalam memori anak, koreksi guru terhadap tajwid dan makharijul huruf, tantangan kebosanan dalam pembelajaran anak, serta kontribusi pedagogis bi-nadzar dalam pendidikan Islam nonformal. Temuan ini menunjukkan bahwa bi-nadzar dipersepsikan membantu proses hafalan secara bertahap, tetapi efektivitasnya tetap perlu dipahami secara proporsional sesuai konteks penelitian yang terbatas. Kata Kunci: Metode Bi-Nadzar; Hafalan Al-Qur’an; Memori Visual; Pendidikan Islam; Pembelajaran Tahfidz Anak Abstract Children’s Qur’anic memorization in non-formal Islamic education often faces challenges related to reading fluency, tajwid accuracy, concentration, and memory retention. Previous studies have discussed tahfidz methods broadly, yet limited attention has been given to how the bi-nadzar method functions as a visual-recitative strategy for children in Qur’anic schools. This study explores the implementation of bi-nadzar in memorizing Juz 30 at Ilhami Al-Muhajirin Qur’anic School and interprets teachers’ and students’ perceptions of its role in supporting visual memory, tajwid accuracy, and memorization retention. The study employed a descriptive qualitative case-study design. Data were collected through classroom observation, semi-structured interviews with teacher and student informants, and learning documentation; the data were analyzed through data condensation, thematic coding, data display, and conclusion drawing. The findings reveal five main themes: repeated visual reading as memorization scaffolding, the emergence of textual imagination in children’s memory, teacher correction of tajwid and makharijul huruf, boredom and motivation in child learning, and the pedagogical contribution of bi-nadzar in non-formal Islamic education. The study concludes that bi-nadzar was perceived as helpful for gradual memorization, while its effectiveness should be interpreted cautiously within the limits of a small qualitative context. Keywords: Bi-Nadzar Method; Qur’anic Memorization; Visual Memory; Islamic Education; Children’s Tahfidz Learning
Quantitative Descriptive Analysis of Erythrocyte Sedimentation Rate (ESR) in Pregnant Women Using the Westergren Method at Bunda Thamrin General Hospital via Accidental Sampling Marti Silfia; Elisa Silvia; Maniur Arianto Siahaan
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 8 No 2 (2026)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v8i2.770

Abstract

Abstrak Pemeriksaan Laju Endap Darah (LED) merupakan salah satu pemeriksaan hematologi yang digunakan sebagai penunjang dalam mendeteksi proses inflamasi dan memantau kondisi klinis pasien. Meskipun peningkatan LED merupakan perubahan fisiologis yang umum terjadi selama kehamilan, data mengenai gambaran nilai LED pada ibu hamil di fasilitas pelayanan kesehatan Indonesia, khususnya di Rumah Sakit Umum Bunda Thamrin, masih terbatas. Keterbatasan data tersebut menyebabkan belum tersedianya informasi lokal yang dapat digunakan sebagai dasar interpretasi hasil pemeriksaan LED pada ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai LED pada ibu hamil menggunakan metode Westergren di Rumah Sakit Umum Bunda Thamrin. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik accidental sampling terhadap 30 ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi. Pemeriksaan LED dilakukan menggunakan metode Westergren dengan antikoagulan natrium sitrat 3,8% sesuai standar pemeriksaan hematologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 21 responden (70%) memiliki nilai LED meningkat dengan rata-rata 40,2 mm/jam, sedangkan 9 responden (30%) memiliki nilai LED normal dengan rata-rata 10,8 mm/jam. Peningkatan nilai LED ditemukan pada berbagai kelompok usia ibu hamil dan diduga berkaitan dengan perubahan fisiologis selama kehamilan, meskipun kemungkinan adanya kondisi patologis seperti anemia atau inflamasi tetap perlu dipertimbangkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemeriksaan LED menggunakan metode Westergren dapat dimanfaatkan sebagai parameter penunjang dalam pemantauan kondisi hematologi ibu hamil. Oleh karena itu, interpretasi hasil LED sebaiknya dilakukan bersama informasi klinis dan pemeriksaan laboratorium lainnya agar dapat mendukung pengambilan keputusan klinis secara lebih tepat. Kata Kunci: Laju Endap Darah, Metode Westergren, Ibu Hamil, Hematologi, Kehamilan Abstract The erythrocyte sedimentation rate (ESR) test is a hematological test used to aid in detecting inflammatory processes and monitoring patients’ clinical conditions. Although an elevated ESR is a common physiological change during pregnancy, data on ESR values in pregnant women at Indonesian healthcare facilities—particularly at Bunda Thamrin General Hospital—remain limited. This lack of data has resulted in the absence of local information that can serve as a basis for interpreting ESR test results in pregnant women. This study aims to describe ESR values in pregnant women using the Westergren method at Bunda Thamrin General Hospital. The study employed a quantitative descriptive design with accidental sampling of 30 pregnant women who met the inclusion criteria. The LED test was performed using the Westergren method with 3.8% sodium citrate anticoagulant in accordance with hematology testing standards. The results showed that 21 participants (70%) had elevated LED values with an average of 40.2 mm/h, while 9 participants (30%) had normal LED values with an average of 10.8 mm/h. Elevated LED values were found across various age groups of pregnant women and are thought to be related to physiological changes during pregnancy, although the possibility of pathological conditions such as anemia or inflammation still needs to be considered. The results of this study indicate that LED testing using. Keywords: ESR, Westergren Method, Pregnancy Hematology, Inflammatory Markers, Anemia in Pregnancy