cover
Contact Name
Riviera
Contact Email
publishingriviera@gmail.com
Phone
+62859117272881
Journal Mail Official
publishingriviera@gmail.com
Editorial Address
Jl.sendang perumahan greenland sendang kecamatan sumber kabupaten cirebon
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian
Published by Riviera Publishing
ISSN : 28295439     EISSN : 28297334     DOI : https://doi.org/10.36418/locus
Jurnal Locus: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pengabdian, double-blind and open-access academic journal in the Multidisiplin. This journal is published once a month by CV. Riviera Publishing.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,554 Documents
Glomerulonefritis Akut Pasca Streptokokus dengan Edema Anasarka, Anemia, dan Hipoalbuminemia pada Anak: Laporan Kasus Alif Aditya Farandila Saedi; Aura Justitia Leonita Faradila Saedi; Lilia Dewiyanti
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 9 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i9.6402

Abstract

Glomerulonefritis akut pasca-streptokokus (GNAPS) merupakan penyebab tersering sindrom nefritik akut pada anak dan umumnya ditandai hematuria, edema, serta hipertensi yang muncul 1–3 minggu setelah infeksi Streptococcus ?-hemolitikus grup A. Sebagian besar kasus memiliki prognosis baik, tetapi komplikasi seperti cedera ginjal akut (acute kidney injury/AKI), hipervolemia, dan hipertensi berat dapat terjadi. Seorang anak laki-laki usia 5 tahun 10 bulan datang dengan keluhan bengkak seluruh tubuh hingga wajah sejak satu minggu, disertai buang air kecil berwarna merah gelap seperti air cucian daging, penurunan frekuensi buang air kecil, lemas, dan pucat. Pemeriksaan fisik menunjukkan hipertensi berat dengan tekanan darah 154/123 mmHg, edema anasarka, dan edema periorbital. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan hematuria masif dengan eritrosit urin >50/LPB, proteinuria, hipoalbuminemia dengan albumin 3,0 g/dL, anemia dengan hemoglobin 9,0 g/dL, serta peningkatan ureum progresif hingga 68,7 mg/dL dengan kreatinin relatif normal. Temuan klinis dan laboratorium mendukung diagnosis GNAPS dengan komplikasi AKI dan hipervolemia. Pasien mendapatkan tata laksana suportif berupa restriksi cairan, diuretik, antihipertensi, dan antibiotik serta pemantauan fungsi ginjal secara serial di PICU. Kondisi klinis membaik dengan resolusi edema dan perbaikan urinalisis selama tujuh hari perawatan. GNAPS dapat memberikan manifestasi berat dengan edema anasarka, hipoalbuminemia, dan gangguan fungsi ginjal. Diagnosis dini, pengendalian hipervolemia dan hipertensi, serta pemantauan fungsi ginjal penting untuk mencegah komplikasi dan menentukan kebutuhan rujukan nefrologi anak.
Digital Upskilling, Cognitive Load, and Techno Fatigue: The Mediating Role of Work Autonomy Aliya Savitri; Nia Kusuma Wardhani
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 9 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i9.6403

Abstract

Rapid digitalization in public institutions has intensified technology-related exhaustion among employees, yet the joint roles of digital competence, cognitive demands, and job control in shaping this exhaustion remain underexplored. Grounded in the Job Demands-Resources theory, this study examines the effects of digital upskilling and cognitive load on techno fatigue, with work autonomy as a mediating variable. A cross-sectional explanatory quantitative design was applied to technical employees of the Digital Technology Work Unit of Bank Indonesia. From a population of 284 employees, 150 respondents were selected through purposive sampling and completed an online 40-item five-point Likert questionnaire. The data were analyzed using partial least squares structural equation modeling in SmartPLS 4 with 5,000 bootstrap subsamples. All seven hypotheses were supported. Digital upskilling reduced techno fatigue and increased work autonomy, whereas cognitive load increased techno fatigue and reduced work autonomy. Work autonomy lowered techno fatigue and served as a complementary partial mediator in both paths, transmitting most of the effect of digital upskilling. Cognitive load showed the largest total effect and the lowest performance, making it the first priority for intervention. These findings indicate that digital training reduces fatigue most effectively when accompanied by the clear delegation of work discretion.
Dari Government ke Governance: Analisis Kebijakan Publik atas Kolaborasi Multi-stakeholder dalam Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal di Kepulauan Nias Totok Priyo Husodo; Abdullah
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 9 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i9.6404

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kebijakan percepatan pembangunan daerah tertinggal melalui perspektif collaborative governance serta mengidentifikasi policy learning yang dapat diperoleh dari pengalaman pembangunan antar kabupaten di Kepulauan Nias untuk mendukung percepatan pembangunan Kabupaten Nias Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan memanfaatkan data sekunder melalui studi dokumentasi. Data bersumber dari peraturan perundang-undangan, dokumen kebijakan pemerintah pusat dan daerah, publikasi Badan Pusat Statistik, dokumen perencanaan pembangunan daerah, serta laporan lembaga pembangunan internasional. Analisis dilakukan secara deskriptif-komparatif dengan menggunakan perspektif collaborative governance untuk mengidentifikasi keterlibatan aktor, koordinasi, integrasi kebijakan, pemanfaatan sumber daya, dan hasil antara dari proses pembangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan status daerah tertinggal tidak dapat dijelaskan hanya berdasarkan satu indikator pembangunan. Meskipun Kabupaten Nias Utara mengalami peningkatan indikator pembangunan, termasuk Indeks Pembangunan Manusia yang mencapai 67,38 pada 2025, kabupaten tersebut masih menghadapi persoalan pembangunan yang bersifat multidimensional. Perbandingan dengan tiga kabupaten lainnya menunjukkan pentingnya integrasi kebijakan lintas sektor, koordinasi antar pemerintahan, penguatan kapasitas kelembagaan, serta keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pergeseran dari government menuju governance tidak sekadar perubahan terminologi, tetapi menuntut perubahan cara pemerintah mengelola persoalan pembangunan melalui kolaborasi dan konsolidasi sumber daya. Penelitian menyimpulkan bahwa pengalaman pembangunan Kabupaten Nias, Nias Selatan, dan Nias Barat dapat menjadi sumber policy learning bagi Kabupaten Nias Utara, bukan dalam bentuk replikasi kebijakan secara langsung, tetapi melalui adaptasi praktik koordinasi, integrasi program, dan penguatan kolaborasi yang sesuai dengan karakteristik lokal. Dengan demikian, percepatan pembangunan daerah tertinggal perlu diarahkan tidak hanya pada pencapaian perubahan status administratif, tetapi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.
Manajemen Perforasi Bifurkasi Iatrogenik dan Apeks Terbuka Menggunakan Mineral Trioxide Aggregate pada Gigi Molar Pertama Atas: Laporan Kasus Hilma Khoerunnisaa; Meirina Gartika
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 9 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i9.6406

Abstract

Perawatan gigi dengan apeks terbuka menjadi tantangan klinis, terutama jika disertai perforasi bifurkasi yang dapat menurunkan prognosis akibat keterlibatan jaringan periodontal. Laporan kasus ini bertujuan memaparkan penatalaksanaan apeksifikasi dengan Mineral Trioxide Aggregate (MTA) pada gigi molar permanen dengan komplikasi perforasi bifurkasi. Seorang pasien perempuan usia 12 tahun dengan diagnosis pulpitis irreversible pada gigi 16 mengalami perforasi bifurkasi iatrogenik saat ekskavasi karies. Penanganan segera dilakukan dengan penutupan perforasi menggunakan MTA. Perawatan dilanjutkan dengan pemberian kalsium hidroksida sebagai medikamen intrakanal, kemudian dilakukan apeksifikasi menggunakan MTA sebagai apical plug, diikuti obturasi saluran akar. Evaluasi klinis dan radiografis menunjukkan hasil yang baik tanpa tanda inflamasi lanjutan. Penggunaan MTA terbukti efektif dalam menutup perforasi sekaligus membentuk barier apikal. Keberhasilan perawatan ditentukan oleh penanganan yang cepat, kontrol infeksi, dan pemilihan material yang tepat. Penggunaan Mineral Trioxide Aggregate (MTA) pada kasus apeksifikasi dengan perforasi bifurkasi menunjukkan hasil klinis dan radiografis yang baik. Keberhasilan perawatan dipengaruhi oleh penanganan perforasi yang cepat, kontrol infeksi, serta pemilihan material yang tepat.

Filter by Year

2022 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 10 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian (Issue in Progres) Vol. 5 No. 9 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 7 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 6 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 4 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 3 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 12 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 11 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 9 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 8 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 7 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 6 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 5 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 4 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 12 (2024): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 11 (2024): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 10 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 3 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 3 No. 2 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 3 No. 1 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 12 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 11 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 10 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 4 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 3 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 1 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 12 (2022): journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 10 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 9 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 8 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 7 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 6 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 5 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian More Issue