cover
Contact Name
Ade Yulita Hesti Lukas
Contact Email
ade.yulita@staf.undana.ac.id
Phone
+6281285951581
Journal Mail Official
jaqubdpundana@gmail.com
Editorial Address
Jl. Adisucipto Penfui Kupang NTT
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Aquatik
ISSN : 23015381     EISSN : 27460010     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Aquatik merupakan media desiminasi hasil-hasil penelitian kelautan dan perikanan. Jurnal Aquatik terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan Oktober. Minimal ada 20 Artikel baru yang diterbitkan setiap tahunnya. Selain terbitan berkala dimungkinkan juga ada terbitan khusus. Jurnal ini berisi tentang penelitian-penelitian yang berhubungan dengan Rekayasa lingkungan akuatik, reproduksi dan nutrisi organisme perairan, penyakit dan parasit organisme perairan, genetika, kualitas air dan semua penelitian yang berhubungan dengan teknologi budidaya perairan.
Articles 181 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN VITAMIN EKE DALAM PAKAN GUNA MENINGKATKAN KEMATANGAN GONAD KEPITING BAKAU (Scylla serrata) Yosafat Ngongo; Agnette Tjendawangi; Yulianus Linggi
Jurnal Akuatik Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Aquatik
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.287 KB)

Abstract

A research on crab’s gonad maturation had been conduncted by adding vitamin E in to their feed, with a view to knowing the stage of gonad maturity. The aim of this research is to know the maturity stage of gonad by observing the colour change as indicator of TKG with the addition of vitamin E in feed as much 20, 25 and 30 ml . kg -1 of feed. The research was conducted with completly randomized design (CDR) with 4 treatments and 3 repatitions.The results showed that the addition of vitamin E in to the feed as much 30 ml . kg -1 of feed can increase TKG (gonad maturity stage)to reaches stage IV and addition vitamin E as much 25 ml . kg -1 of feed can stimulate crab gonad up to TKG III, While the addition of vitamin E 20 ml . kg -1 of feed and control was only able to stimulate crab’s gonad reach to stage II. Based on these results it is concluded that the more vitamin E is added (up to dose of 30 ml . kg -1 of feed) in to the feed then the maturity rate of gonad crab’s is increasing. Keywords: gonad maturity, gonad colour, vitamin E, mud crab
ANALISIS METABOLIT SEKUNDER DAN KANDUNGAN NUTRISI DARI MAKROALGA HIJAU (Chlorophyceae) DI PERAIRAN TELUK KUPANG Winda Nome; Yuliana Salosso; Cresca Benmar Eoh
Jurnal Akuatik Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Aquatik
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.84 KB)

Abstract

This study aims to determine the types of green macroalgae were found in waters Kupang Bay and content of secondary metabolites and nutritional composition. The method used in this research that green macroalgae species that serve as the research object, then perform analysis of the nutrient content and the amount of secondary metabolites found in the types of green macroalgae conducted at the Laboratory. The results of the research that has been done show that for every type of macroalgae green (Ulva sp, Entermorpha sp, Chaulerpha sp, Codium sp, Halimeda sp 2, Halimeda sp 3, Halimeda sp 1 and Halimeda sp 6) were found in the waters of the Gulf of Kupang everything there content of secondary metabolites such as alkaloids, saponins, flavonoids, tannins, Terpenoids and Steroids. But saponins are not on some kind of green macroalgae is Halimeda sp 1, Halimeda sp 3, sp Entermorpha, Ulva sp and sp Chaulerpha. Also Terpenoid content not found in macroalgae Chaulerpha sp. In addition to any kind of green macroalgae such tests have been conducted in which the nutritional content in the form of water content in the range of (5.78% to 43.27%), ash content (7.89% to 51.37%), protein content (6.55% -16.75%), levels of fat (1.41% to 2.92%), and levels of carbohydrates (18.12% to 55.88%). Keywords: Green macroalgae (Chlorophyceae), the secondary metabolites and nutrient content.
IDENTIFIKASI PARASIT IKAN BANDENG (Chanos chanos Forskal) YANG DIBUDIDAYAKAN SECARA TRADISIONAL DI TAMBAK DESA BADARAI, KLETEK DAN SUAI KABUPATEN MALAKA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR (NTT) Yulianus Seran; Yuliana Salosso; Ridwan Tobuku
Jurnal Akuatik Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Aquatik
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.442 KB)

Abstract

This research aims to measure the prevalence, intensity and species of parasite that infected Milk fish that cultured in traditional fishpond in Malaka Regency, Province of East Nusa Tenggara (NTT). Ten individuals of Milk fish sample had taken from each traditional tambak of Badarai village, Kletek Village and Suai Village. The identification of parasite used microscope. The result showed that there were two species of parasites found namely Actinocleidus sp and Gyrodactilus sp, class of ectoparasite. Prevalence percentage of Actinocleidus sp from sample of Badarai’s fishpond is 30% and Gyrodactilus sp 10%, there were not parasite found for fishpond of kletek and Suai villages therefore the prevalence percentage is 0%. Intensity percentage of Actinocleidus sp is 3 ind/fish and Gyrodactilus sp 2 ind/fish for Badarai’s fishpond.Whereas prevalence percentage is 0% for tambak of Suai and Kletek Villages. Keywords: Identification, parasite, Milk Fish, prevalence, intensity.
Pengaruh jumlah titik tanam vertical terhadap pertumbuhan dan kandungan karaginan rumput laut (Kappaphycus alvarezii) varietas cokelat pada metode vertikultur Hasrim Wulang; Agnette Tjendawangi; Alexander L Kangkan
Jurnal Akuatik Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Aquatik
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.258 KB)

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan di perairan Batubao Desa Tesabela, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang dan Laboratorium Jurusan Perikanan dan Kelautan Fakultas Perikanan Universitas Nusa Cendana Kupang mulai dari bulan April sampai dengan bulan Juni 2012. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jumlah titik tanam vertikal yang optimal dalam kolom air terhadap pertumbuhan dan kandungan karaginan. Pada penelitian ini rumput laut dibudidayakan dengan metode vertikultur yakni dengan perlakuan; A tiga titik tanam vertikal, perlakuan B dengan empat titik tanam vertikal, perlakuan C dengan lima titik tanam vertikal dan perlakuan D dengan enam titik tanam vertikal. Penelitian ini dirancang dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukan perlakuan dengan perbedaan jumlah titik tanam vertikal berpengaruh sangat nyata terhadap laju pertumbuahan harian rumput laut Kappaphycus alvarezii. Laju pertumbuhan harian rumput laut tertinggi terdapat pada perlakuan A (1,5 %) diikuti dengan perlakuan B (1,3 %), perlakuan C (0,93 %) dan terendah pada perlakuan C (0,67 %). Sedangkan kandungan kadar karaginan menunjukan pengaruh nyata dimana perlakuan tertinggi ada pada perlakuan A (35,8 %) diikuti perlakuan B (28,7 %), perlakuan C (23,9 %) dan perlakuan D (22,9 %). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa perbedaan jumlah titik tanam vertikal terhadap pertumbuhan dan kandungan karaginan memberikan hasil yang kurang optimal. Kata kunci: Rumput laut, Kappaphycus alvarezii, vertikultur, karaginan
Pengaruh pemberian jenis pakan yang berbeda terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan benih ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) di kolam pemeliharaan Desa Tesbatan, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang Alfrids Taunu; Ade Yulita Hesti Lukas; Felix Rebhung
Jurnal Akuatik Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Aquatik
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.501 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tesbatan, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang selama 42 hari. Komoditas yang dipakai dalam penelitian ini adalah ikan lele dumbo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan sehingga terdapat 12 unit percobaan. Perlakuan A dengan pemberian ampas kelapa, perlakuan B menggunakan pakan pellet jenis PIU I, perlakuan C menggunakan pakan pellet jenis Hi-Pro-Vite I, dan perlakuan D menggunakan pakan pellet jenis FF-999 I. Data dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA). Pemberian pakan dilakukan secara adlibitum dan terkontrol pada pagi dan sore hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan pellet jenis Hi-Pro-Vite I dengan komposisi gizi protein 31-33%, lemak min 4%, serat max 5%, kadar abu max 13%, kadar air max 12% merupakan pakan yang sesuai dengan kebutuhan ikan lele dumbo dan dapat meningkatkan pertumbuhan ikan secara maksimal.
Pengaruh kulit buah pisang yang difermentasi dengan probiotik (MKA bio 3) sebagai pakan terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan ikan lele sangkuriang (Clarias sp) A V Seran; Agnette Tjendawangi; Cresca B Eoh
Jurnal Akuatik Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Aquatik
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.36 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kulit buah pisang yang difermentasi dengan probiotik (MKA Bio 3) sebagai pakan terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan ikan lele sangkuriang (Clarias sp). Rancangan Percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu perlakuan A (perlakuan kontrol/pemberian 100 % pakan pellet komersil), perlakuan B (pemberian 75 % pellet komersil dan ditambahkan 25 % kulit pisang hasil fermentasi), perlakuan C (pemberian 50 % pellet komersil dan ditambahkan 50 % kulit pisang hasil fermentasi), perlakuan D (pemberian 25 % pellet komersil dan ditambahkan 75 % kulit pisang hasil fermentasi) dan perlakuan E (pemberian 100 % kulit pisang hasil fermentasi). Hasil sidik ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa pemberian kulit pisang hasil fermentasi dengan probiotik (MKA Bio 3) memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan ikan lele sangkuriang (Clarias sp). Pertumbuhan yang tertinggi terjadi pada perlakuan C yaitu sebesar 4,3767 % g/hari dan kelulushidupan yang tertinggi terjadi pada perlakuan D dan E yaitu sebesar 61,21 %. Kata kunci : Kulit buah pisang, probiotik MKA Bio 3, fermentasi, Clarias sp
Analisa kelimpahan kerang darah (Anadara granosa) dan pemanfaatannya oleh masyarakat di Desa Oebelo, Kabupaten Kupang Margaretha F Tje; Yahyah Yahyah; Lumban N.L Toruan
Jurnal Akuatik Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Aquatik
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.938 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kelimpahan kerang darah (Anadara granosa) dan pemanfaatannya oleh masyarakat di Desa Oebelo, Kabupaten Kupang. Penelitian ini telah dilaksanakan di pesisir Desa Oebelo, Kabupaten Kupang selama dua bulan. Penelitian ini menggunakan rumus analisa kelimpahan dimana perbandingan antara jumlah individu suatu jenis dengan luas kuadran pengamatan. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa kondisi kelimpahan kerang darah (Anadara granosa) di Desa Oebelo mulai menurun, hal ini disebabkan karna pengambilan secara terus - menerus yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Oebelo. Selain itu kerang darah juga dimanfaatkan sebagai bahan makanan, dijadikan sebagai obat untuk penyakit hepatitis, serta diperdagangkan secara nasional. Kata kunci : Kelimpahan, kerang darah. Desa Oebelo, Kabupaten Kupang.
Pengaruh pemberian pakan berupa ikan tembang, ikan kembung dan campurannya terhadap pertumbuhan rajungan (Portunus pelagicus) Kristina A Making; Felix Rebhung; Alexander L Kangkan
Jurnal Akuatik Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Aquatik
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.022 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan berupa ikan tembang, ikan kembung dan campurannya terhadap pertumbuhan rajungan (Portunus pelagicus). Sebanyak 9 kurungan bambu yang masing-masing berukuran 1 x 0,5 x 0,5 m ditempatkan di perairan. Setiap kurungan berisi 2 ekor rajungan dengan berat 100 – 150 g. Penelitian ini menggunakan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas tiga perlakuan yaitu : A (ikan tembang), B (ikan kembung) dan C (campurannya ikan tembang dan kembung) yang masing-masing diulang sebanyak tiga kali. Hasil analisis sidik ragam (ANOVA) menunjukkan pemberian pakan ikan tembang, ikan kembung dan campurannya tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap pertumbuhan mutlak, pertumbuhan panjang karapas dan pertumbuhan lebar karapas rajungan. Kata kunci : Rajungan, ikan tembang, ikan kembung, pertumbuhan.
Pengaruh frekuensi pemberian pakan ikan rucah terhadap pertumbuhan kepiting bakau (Scylla serrata) dengan menggunakan sistem baterai Christofer Tulangow; Priyo Santoso; Ade Yulita Hesti Lukas
Jurnal Akuatik Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Aquatik
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.607 KB)

Abstract

Penelitian untuk mengetahui Pengaruh Frekuensi Pemberian Pakan ikan rucah Terhadap Pertumbuhan Kepiting bakau (Scylla serrata) dengan Menggunakan Sistem Baterai telah dilaksanakan pada tanggal 14 September 2011 sampai dengan – 14 Oktober 2011 di di pantai Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan yaitu frekuensi pemberian pakan rucah A (1 kali/hari), B (2 kali/hari), C (3 kali/hari) dan ulangan sebanyak 5 kali selama 30 hari pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan frekuensi pemberian pakan ikan rucah yang berbeda tidak berpengaruh nyata (P< 0,05) terhadap pertumbuhan kepiting bakau (Scylla serrata). Kata kunci : Frekuensi, pakan, pertumbuhan, kepiting bakau
Studi potensi echinodermata di perairan intertidal pasir panjang dan peluang pengembangan budidayanya Isye Y Neno; Fonny J.L Risamasu; Kiik Gretty Sine
Jurnal Akuatik Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Aquatik
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.515 KB)

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan selama 2 (dua) bulan di perairan intertidal Pasir Panjang dan bertujuan untuk mengetahui spesies – spesies echinodermata yang hidup dan dimanfaatkan oleh masyarakat, habitat hidup dari echinodermata, nilai keanekaragaman (H’), kemerataan (E) dan nilai kekayaan spesies (R) serta spesies echinodermata apa saja yang berpeluang untuk dibudidayakan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode transek yang ditempatkan dengan acak secara sengaja. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan ada sembilan spesies echinodermata, seperti: Actinophyga miliaris, Tripneustes gratilla, Echinothrix calamaris, Diadema antiilarum, Diadema setosum, Echinometra sp., Archaster typicus, Ophiarachna incrassata dan Ophiocoma alexandri. Selanjutnya yang dimanfaatkan masyarakat pesisir pantai Pasir Panjang saat ini hanya tiga spesies yaitu Tripneustes gratilla, Diadema setosum dan Actinopyga miliaris. Echinodermata yang ditemukan menempati substrat pasir berlumpur, berbatu hingga yang ditumbuhi lamun. Indeks keanekaragaman echinodermata menunjukan nilai H’ < 1, artinya kondisi aktifitas echinodermata di perairan Pasir Panjang berada dalam kondisi tertekan. Kemerataan E < 0,3, menunjukan kemerataan spesies tergolong rendah dan nilai Kekayaan R < 3,5, menunjukkan kekayaan spesies echinodermata yang tergolong rendah. Hasil analisa potensi budidaya menunjukan ada empat spesies echinodermata (Tripneustes gratilla, Diadema setosum, Echinometra sp. dan Actinopyga miliaris), yang berpeluang untuk dibudidayakan. Kata kunci : Potensi echinodermata, perairan intertidal, pasir panjang, budidaya

Page 3 of 19 | Total Record : 181