cover
Contact Name
Dwi Nuriana
Contact Email
dwinuriana99@gmail.com
Phone
+6285736913999
Journal Mail Official
dwinuriana99@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sutan Syahrir No.11, Madurejo, Kec. Arut Sel., Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah 74112
Location
Kab. kotawaringin barat,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal Borneo Cendekia
ISSN : -     EISSN : 25491822     DOI : https://doi.org/10.54411
Core Subject : Health,
Jurnal Borneo Cendekia adalah jurnal yang menerbitkan artikel dalam bidang kesehatan yaitu keperawatan, kebidanan, analis kesehatan dan farmasi
Articles 253 Documents
HUBUNGAN POLA MAKAN KARBOHIDRAT, PROTEIN , LEMAK, DENGAN DIABETES MELLITUS PADA LANSIA Dwi Suprapti
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.225 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v1i1.66

Abstract

Lanjut usia dapat dikatakan sebagai tahap akhir perkembangan pada daur kehidupanseorang manusia. Diabetes mellitus (DM) adalah salah satu jenis penyakit degeneratifyang mengalami peningkatan setiap tahun di seluruh dunia. Kejadian DM di Indonesiamengalami peningkatan, pada tahun 2007 sebesar (5,7%) menjadi (6,9%) pada tahun2013. DM pada lansia di Indonesia merupakan masalah yang penting untuk dilakukantindakan pencegahan dan pengendalian DM. Tujuan penelitian ini untuk menganalisisfaktor hubungan pola makan karbohidrat, lemak, protein nabati, protein hewanidengan DM pada lansia terhadap risiko kejadian DM lansia. Jenis penelitian ini adalahkuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dipilih secara purpossiveberdasarkan kriteria usia 60-90 tahun, tidak memiliki komplikasi penyakit lain, masihmampu berkomunikasi dengan baik, bersedia menjadi responden, yakni sejumlah 165subjek. Teknik pengumpulan data menggunakan angket atau wawancara. Analisismenggunakan univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square dan multivariatmenggunakan Regresi logistic sederhana dengan menggunakan program komputer.Distribusi frekuensi berdasarkan kejadian DM sebesar (53,3%), pola makankarbohidrat sering (>3x/hari) (58,2%), pola makan lemak sering (>3x/hari) (55,8%),pola makan protein hewani jarang (<3x/hari) (53,9%), pola makan protein nabatijarang (<3x/hari) (61,8%), umur lanjur (52,1%), dan jenis kelamin perempuan(67,3%). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna pola makanlemak dan umur dengan status diabetes mellitus. Pola makan karbohidrat menjadivariabel yang dominan dengan kejadian DM pada lansia (p-value 0.006, OR 2.250).Artinya pola makan karbohidrat sering >3x/hari memiliki peluang risiko terkena DMsebanyak 2 kali lebih tinggi dibandingkan pola makan karbohidrat yang jarang<3x/hari. Sehingga lansia diharapkan agar dapat meningkatkan kesadaran terhadapkesehatan dirinya dengan cara melakukan pemeriksaan kadar gula darah setiap bulan,mengubah pola hidup yang kurang sehat menjadi pola hidup yang sehat, sepertimengatur pola makan yang seimbang dengan mengurangi konsumsi karbohidrat,lemak serta meningkatkan makanan yang banyak mengandung serat seperti: sayur -sayuran, buah-buahan, biji-bijian dan kacang-kacangan. Untuk penderita DM yangbaru terdiagnosis perlu secara rutin berkonsultasi pada ahli gizi agar program dietdapat terlaksana dengan baik, melakukan olahraga ringan, mengikuti promosikesehatan mengenai diabetes mellitus yang diberikan oleh tenaga kesehatan, berobatrutin bagi lansia yang sudah terdiagnosa diabetes mellitus guna mengurangi risikoterkena diabetes mellitus.Kata Kunci : Pola makan, aktivitas fisik, stres, lansia 
HUBUNGAN KARAKTERISTIK INDIVIDU DENGAN DISIPLIN KERJA DI PUSKESMAS AJANG KABUPATEN SUKAMARA Rahaju Ningtyas
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.005 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v1i1.74

Abstract

Kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas dianggap masyarakat sebagai profesionalisme kerja oleh seorang tenaga kesehatan. Tuntutan masyarakat akan terpenuhi jika pemberi layanan memiliki propesionalisme yang tinggi dan mampu mempertahankan citra dan kinerja yang memenuhi standar pelayanan. Disiplin kerja juga mempunyai kontribusi terhadap kualitas pelayanan keperawatan yang pada akhirnya berdampak pada produktivitas kerjanya.Tanpa ada dukungan disiplin yang tinggi dari karyawan, perusahaan atau organisasi sulit untuk mewujudkan tujuan yang ingin dicapai. Karakteristik individu merupakan bagaian dari faktor demografi yang dapat mempengaruhi perilaku individu, termasuk perilaku disiplin dalam bekerja yang terdiri dari umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, lama kerja, dan status perkawinan.Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa hubungan antara karakteristik individu dengan tingkat disiplin kerja di Puskesmas Ajang Kabupaten Sukamara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional.Populasi didalam penelitian ini adalah seluruh karyawan Puskesmas Ajang Kabupaten Sukamara dengan teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Hasil penelitian yang didapatkan adalah tidak ada hubungan antara usia, jenis kelamin, pendidikan dan status pernikahan terhadap tingkat disiplin kerja karyawan (p>0.05). Saran dari peneliti adalah disiplin karyawan di Puskesmas tetap dipertahankan walaupun dengan jarak tempat tinggal karyawan ke Puskesmas yang tidak dekat, tetapi dengan menjaga berangkat tetap lebih awal sehingga tidak melanggar disiplin. Kata Kunci : Karakteristik Individu, Disiplin Kerja
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PERSONAL HYGIENE RAMBUT PADA ANAK USIA SEKOLA DASAR. (Studi di SDN 3 Sidorejo Kel. Sidorejo Kec. Arut Selatan Kab. Kotawaringin Barat. Prov.Kalimantan Tengah Tahun 2019) Putri Shinyin Tiarana; Wahyudi Qurahman MM; Yayat Supriyatna
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.529 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v3i2.145

Abstract

PendahuluanPersonal hygiene rambut adalah dimana perawatan rambut ini perlu perhatian lebih dan perlu tindak lebih lanjut pada anak usia sekolah dasar dengan lebih sering memberikan pendidikan kesehatan dan lebih menekankan kepada pihak sekolah. Tujuanpenelitian ini adalah untuk menganalisis tentang pengaruh pendidikan kesehatan terhadap personal hygiene rambut pada anak usia sekolah dasar di SDN 3 Sidorejo Pangkalanbun. Desain penelitian ini menggunakan metode pre eksperiment design dengan menggunakan pendekatan one group pretest-posttest.Populasi pada penelitian ini adalahsiswa kelas V dan VI berjumlah 34 orang anak dengan menggunakan teknik total sampling. Teknik analisa data menggunakan uji Wilcoxon. Metode Pengumpulan data dengan tabulasi lembar observasi untuk variabel personal hygiene rambut. Personal hygiene rambut sebelum diberikan pendidikan kesehatan kurang bersih sebanyak 22 siswi (64.7%), sedangkan personal hygiene rambut sesudah diberikan pendidikan kesehatan sebanyak 29 siswi (85,3%). Hasil Dengan hasil uji wilcoxon 0,000 menunjukan nilai p <0,005 menggunaka aplikasi spss 16.0. Kesimpulan Berdasarkan hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap personal hygiene rambut pada anak usia sekolah dasar. Saran Bagi tenaga kesehatan,diharapkan beri penyuluhan,bagi tempat peneliti melakukan observasi lanjutan,bagi siswi mencuci rambut dengan teratur dan benar. Kata kunci: Anak, pendidikan kesehatan, personal hygiene
PENGARUH SENAM DIABETES TERHADAP KADAR GULA DARAH PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II Rukmini Syahleman; Julianus Julianus; Ni Wayan Rahayu Ningtyas
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.035 KB)

Abstract

DM tipe II merupakan dampak dari ketidakseimbangan insulin dalam tubuh akibat obesitas, gaya hidup, dan pola makan. Konsumsi karbohidrat yang berlebih menyebabkan ketidakseimbangan ikatan insulin dan karbohidrat dalam darah (Hudak dan gallo, 2010). Tujuan  utama  terapi  diabetes  adalah  menormalkan  aktivitas  insulin dan  kadar  glukosa  darah  untuk  mengurangi  komplikasi  yang  ditimbulkan akibat Diabetes Melitus. Salah satu model latihan fisik bagi penderita diabetes melitus yang dikembangkan di Indonesia antara lain adalah dengan Senam Diabetes. Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah Quasi Experimental Design dengan menggunakan model Non Equivalent Control Grup Desaign. Jumlah sampel 70 orang dengan teknik sampel yaitu total sampling. Pengumpulan data menggunakan observasi sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian pengaruh senam diabetes terhadap kadar gula darah penderita diabetes melitus tipe II di Puskesmas Kelurahan Pangkut, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji T-Paired didapatkan nilai p ʋalue = 0,000 < 0,05, maka H1 diterima. Kesimpulan ada pengaruh senam diabetes terhadap kadar gula darah penderita diabetes melitus tipe II di Puskesmas Kelurahan Pangkut, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat. Kata Kunci : Senam diabetes melitus, Kadar gula darah
PENGARUH KONSELING TERHADAP SIKAP AKSEPTOR SUNTIK 3 BULANAN TENTANG EFEK SAMPING PENAMBAHAN BERAT BADAN DI KLINIK HARAPAN BUNDA PANGKALAN BUN Dhita Yuniar Kristianingrum
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 1 No 2 (2017)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.886 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v1i2.161

Abstract

Fenomena dimasyarakat banyak ibu cenderung bersikap negatif untuk melakukan penanganan efek samping penambahan berat badan. Sehingga, peningkatan informasi bisa dilakukan melalui konseling dibutuhkan untuk mengatasi masalah yang ada di masyarakat. Berdasarkan hasil studi pendahuluan melalui wawancara pada tanggal 12 Juli 2017 pada 10 Akseptor KB suntik 3 bulan didapatkan seluruh akseptor mengalami kenaikan berat badan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh konseling terhadap sikap akseptor suntik 3 bulanan tentang efek samping penambahan berat badan di Klinik Harapan Bunda Pangkalan Bun. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental one group pre-post test design. Populasi pada penelitian ini Semua akseptor suntik 3 bulanan yang mengalami penambahan berat badan di Klinik Harapan Bunda Pangkalan Bun sebanyak 138 orang. Pengambilan sampel sejumlah 28 siswa secara simple random sampling. Variabel independent adalah konseling. Variabel dependent adalah sikap akseptor suntik 3 bulanan tentang efek samping penambahan berat badan. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner. Teknik pengolahan data menggunakan Editing, Coding, Scoring dan Tabulating. Analisa data menggunakan Univariate dengan T Mean dan Bivariate dengan uji Paired t test. Hasil penelitian pada 28 respoden didapatkan bahwa 16 responden (57,1%) bersikap negatif dan 12 responden (42,9%) bersikap positif sebelum diberi konseling. Setelah diberi konseling menjadi 20 responden (71,4%) bersikap positif dan 8 responden (28,6%) bersikap negatif. Hasil uji statistik didapatkan taraf signifikan sebesar 0,003 adalah kurang dari 0,05 (ρ= 0,003 < α = 0,05). Kesimpulannya ada pengaruh konseling terhadap sikap akseptor suntik 3 bulanan tentang efek samping penambahan berat badan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN PASIEN DENGAN KEPUASAN PEMBERIAN INFORMASI TINDAKAN MEDIS DI RUANG MERANTI RSUD SULTAN IMANUDDIN PANGKALAN BUN Serpinawaty Saragih; Rukmini Syhaleman; Rastia Ningsih
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.185 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v5i2.251

Abstract

Latar Belakang: Pemberian informasi tindakan medis sangat penting untuk pasien agar menambah pengetahuan terhadap tindakan yang dilakukan kepadanya. Pasien akan merasa puas terhadap informasi medis apabila cara penyampaian informasi dan hasil yang didapatkan setelah dilakukannya tindakan medis sesuai dengan harapannya atau melebihinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengetahuan dan kepuasan kemudian menganalisis hubungan pengetahuan dan kepuasan. Metode penelitian: Deskriftif korelasi dengan desain cross sectional dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 67 responden. Penelitian ini menggunakan alat ukur berupa kuisioner kemudian dianalisis dengan uji statistik rank spearman dibantu dengan SPSS windows 21 menggunakan Alfa = 0,05. Hasil dan Analisa: Pengetahuan pasien baik, yaitu sebanyak 45 responden (67,2%), responden menilai puas untuk pemberian informasi tindakan medis sebanyak 49 responden (73,1%). Hasil dari uji kerolasi rank spearman didapatkan hasil ρ = 0,03, berarti α < 0,05 yang artinya ada hubungan pengetahuan dengan kepuasan pemberian informasi tindakan medis. Kesimpulan: Pengetahuan pasien baik, kepuasan pemberian informasi tindakan medis puas dan ada hubungan pengetahuan dengan kepuasan pemberian informasi Tindakan medis di ruang Meranti RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEAKTIFAN LANSIA DALAM MENGIKUTI KEGIATAN POSYANDU LANSIA (Studi Puskesmas Kumpai Batu Atas Kecamatan Arut Selatan Kabupaten Kotawaringin Barat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2019) Elis Agustina; Rahaju Ningtyas; Lestiyani Sunarto
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.173 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v3i2.140

Abstract

Pendahuluan :Keaktifan   lansia  mempunyai  arti   sama   dengan  aktivitas   banyak  sedikitnya  orang  yang  menyatakan  diri atau  menjelmakan  perasaan  dan   pikirian  yang  spontan  ataupun   sesorang   yang   memeliki   kegiatan yang membuat  seseorang tersebut  sibuk . Dukungan  keluarga  adalah  sikap  tindakan  seseorang  kepeda  anggota  keluarganya  berupa  dukungan  infomasional  , dukungan  penilaian, dikungan  instrumental  dan  dukungan  emosiaonal .Tujuan : penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan keaktifan lansia dalam mengikuti kegitan posyandu.Metode:Desain penelitian  ini menggunakan desain diskriptip korelasi pada keluarga dan lansia di Puskesmas Kumpai Batu Atas  tahun 2019 dengan sample   berjumlah 96 lansia  dengan teknik analisis bivariat dengan analisis distribusi frekuensi dan chi squre  metode pengumpulan data menggunakan kuesioner kepada keluarga dan lansia .keluarga memberikan dukungan dalam keaktifa lansia  sebanyak 75 orang ( 78,1%)  dan lansia yang tidak aktif  dalam mengikuti kegiatan posyandu 55 orang (57,3%) Hasil :Dengan hasil Uji chi squre menunjukan hasil  0,153 p > 0,005 menggunakan  aplikasi SPSS 16.Saran kepada petugas kesehatan dipuskesmas kumpai batu atas jika ada lansia yang tidak bisa hadir mengikuti kegiatan posyandu karena faktor fisik lansia yang lemah maka dapat dilakukan home care.Kesimpulan :Berdasarkan  hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan keaktifan lansia dalam mengikuti kegiatan posyandu lansia di Puskesmas Kumpai Batu Atas. Kata Kunci : Dukunggan keluarga, Keaktifan lansia, Posyandu
PENGARUH SENAM LANSIA TERHADAP KADAR GULA DARAH SEWAKTU PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE.II PADA WANITA MENOPAUSE DI WILAYAH PUSKESMAS KARANG MULYA KEC. PANGKALAN BANTENG KAB. KOTAWARINGIN BARAT Mohammad Saeroji; Rukmini Syahleman; Yayat Supriyatna
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.121 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v6i1.274

Abstract

Menopause merupakan masa rentan bagi wanita menderita penyakit kadar gula tinggi dalam darah, yang disebabkan penurunan aktivitas. Senam lansia adalah salah satu aktifitas fisik yang sangat bermanfaat untuk mengendalikan kadar gula darah. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam lansia terhadap penurunan kadar gula sewaktu pasien diabetes mellitus Tipe II pada wanita menopause di wilayah Puskesmas Karang Mulya Kec. Pangkalan Banteng Kab. Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah Tahun 2021. Desain penelitian menggunakan pra eksperimental dengan pendekatan one group pretest-postest design. Populasinya adalah wanita menopause penderita diabetes mellitus tipe II yang ada di wilayah Puskesmas Karang Mulya. Berdasarkan Teknik purposive sampling maka didapatkan jumlah sampel sebanyak 48 responden.  Analisis data menggunakan Wilcoxon sign rank test.  Hasil uji Wilcoxon sign rank test diperoleh nilai p = 0,000 (p <0,05) yang artinya ada perbedaan kadar gula darah pasien DM Tipe 2 sebelum dan sesudah melakukan senam lansia. Jadi ada pengaruh senam lansia terhadap kadar gula darah sewaktu pasien diabetes mellitus Tipe II pada wanita menopause di wilayah Pukesmas Karang Mulya.
SENAM NIFAS BERSAMA DALAM PROSES INVOLUSI UTERI PADA IBU POST PARTUM DI BPS IDA SISWIASTUTIK KOTA PANGKALAN BUN Eko Sari Ajiningtyas
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.229 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v2i2.195

Abstract

Masa nifas (peurperium) dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa nifas berlangsung selama kira-kira 6 minggu. Proses pemulihan kesehatan pada masa nifas merupakan hal yang sangat penting bagi ibu setelah melahirkan, dimana ligamen-ligamen dan diafragma pelvis serta fasia yang meregang sewaktu kehamilan dan persalinan, setelah janin lahir berangsur-angsur kembali seperti sedia kala. Tidak jarang ligamen menjadi kendor yang mengakibatkan uterus jatuh kebelakang, tidak jarang pula wanita mengeluh kandungannya turun setelah melahirkan oleh karena ligamen, fasia, jaringan penunjang alat genetalia menjadi agak kendor. Untuk memulihkan kembali jaringan jaringan penunjang alat genitalia tersebut, juga otot-otot dinding perut dan dasar panggul dianjurkan untuk melakukan latihan-latihan fisioterapi  tertentu  yang dapat dilakukan pada dua hari post partum.Khalayak sasaran dari pengabdian masyarakat ini ialah ibu-ibu post partum yang melakukan kunjungan di BPS Ida Siswiastutik. Untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi dalam kegiatan ini, maka dipilih beberapa metode pemecahan sebagai berikut: 1) Metode ceramah dan tanya jawab digunakan saat penyampaian materi senam nifas. 2) Metode demonstrasi dan latihan digunakan pada saat mempraktikkan senam nifas.Kegiatan dilaksanakan di BPS Ida Siswiastutik karena ibu post partum di BPS tersebut belum mengetahui tentang senam nifas dan tidak mengetahui cara melakukan senam nifas. Waktu pelaksanaan kegiatan selama 90 menit yang meliputi apersepsi tentang senam nifas, penyampaian pendidikan kesehatan tentang senam nifas, tanya jawab, demonstrasi senam nifas, redemonstrasi senam nifas dan evaluasi pendidikan kesehatan yang telah disampaikan kepada responden post partum. Kata kunci      : Tingkat Kecemasan, KIE, Menopause
PEMERIKSAAN TEKANAN DARAH, GULA DARAH, ASAM URAT, KOLESTEROL GRATIS DALAM RANGKA HARI KESETIAKAWANAN SOSIAL NASIONAL Risa Wahyuningsih
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.644 KB)

Abstract

Pemeriksaan kesehatan sangat penting dilakukan, untuk mengetahui status kesehatan seseorang. Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan diantaranya, tekanan darah, gula darah, asam urat dan kolesterol. Peningkatan kualitas kesehatan di Pangkalan Bun perlu dilakukan dengan membangun kesadaran dan peningkatan edukasi kepada masyarakat. Masyarakat dengan penyakit seperti hipertensi, diabetes dan lain-lain perlu melakukan kontrol kesehatan secara teratur ke pusat kesehatan terdekat mengingat penyakit tersebut membutuhkan pengelolaan dan tata laksana yang termonitor secara berkala.Kata kunci: asam urat, kolesterol, darah