cover
Contact Name
Dwi Nuriana
Contact Email
dwinuriana99@gmail.com
Phone
+6285736913999
Journal Mail Official
dwinuriana99@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sutan Syahrir No.11, Madurejo, Kec. Arut Sel., Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah 74112
Location
Kab. kotawaringin barat,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal Borneo Cendekia
ISSN : -     EISSN : 25491822     DOI : https://doi.org/10.54411
Core Subject : Health,
Jurnal Borneo Cendekia adalah jurnal yang menerbitkan artikel dalam bidang kesehatan yaitu keperawatan, kebidanan, analis kesehatan dan farmasi
Articles 256 Documents
Analisis Pengetahuan Dan Persepsi Remaja Terhadap Paparan Sinar Matahari Dan Suplementasi Vitamin D Sebagai Upaya Preventif Rakitis Mawaqit Makani; Harun Efendi; Yogie Irawan; Poppy Dwi Citra Jaluri; Febriandi Ramadhan Dwiannur
Jurnal Borneo Cendekia Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v9i2.695

Abstract

Defisiensi vitamin D pada masa remaja merupakan masalah kesehatan global yang dapat meningkatkan risiko rakitis dan gangguan imunitas. Kurangnya paparan sinar matahari dan penggunaan tabir surya berlebih menjadi faktor risiko utama di kalangan remaja. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan vitamin D dengan persepsi remaja terhadap paparan sinar matahari serta suplementasi sebagai upaya preventif rakitis. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif analitik dengan desain cross-sectional. Penelitian dilakukan pada 150 remaja Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berada di Kotawaringin Barat yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang tervalidasi mencakup aspek pengetahuan dan persepsi. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah diuji validitas (rhitung > 0.159) dan reliabilitasnya (? = 0.765). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square (? = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan baik (23,4%), cukup (37.3%), dan kurang (39.3%). Sebanyak 51.9% responden memiliki persepsi negatif terhadap paparan sinar matahari karena kekhawatiran terhadap perubahan warna kulit (estetika). Hasil uji bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap remaja dalam pemenuhan vitamin D (p<0,05). Hasil uji Odds Ratio (OR) didapatkan hasil sebesar 7.8 (95% CI:4,2-14,5) yang menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan merupakan faktor determinan yang signifikan terhadap persepsi remaja dalam upaya pencegahan rakitis.
DETERMINAN KESEHATAN MENTAL IBU HAMIL DI NEGARA BERKEMBANG: SCOPING REVIEW Lusiana Ambarsari; Amrina Nur Rohmah; Ima Candra Kusuma
Jurnal Borneo Cendekia Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v9i2.665

Abstract

Kesehatan mental ibu hamil merupakan isu krusial di negara berkembang karena tingginya prevalensi depresi, kecemasan, dan stres yang berdampak pada kesehatan ibu, janin, serta tumbuh kembang anak. Beban masalah meningkat akibat keterbatasan layanan kesehatan jiwa, stigma, dan rendahnya dukungan sosial. Scoping review ini bertujuan untuk mengetahui determinan kesehatan mental ibu hamil di negara berkembang. Scoping review ini dikembangkan menggunakan kerangka Population, Exposure, dan Outcome (PEO). Identifikasi literatur yang relevan dilakukan pada PubMed, ScienceDirect, ProQuest, Wiley, dan Google Scholar. Pencarian literatur yang relevan dilakukan di database yaitu PubMed, Science Direct, Proquest, Wiley Online Library, dan grey literature yaitu google scholar. Proses pencarian literatur yaitu menggunakan PRISMA Flowchart, dan 15 dari 167.980 artikel dipilih berdasarkankriteria inklusi dan eksklusi. Hasil review ditemukan 3 determinan utama, yaitu faktor sosial dan demografis (usia, status pernikahan dan kepuasan hubungan, pendidikan, status ekonomi/pendapatan, pekerjaan, dan tempat tinggal), faktor psikososial dan lingkungan (KDRT, dukungan sosial dan pasangan, dan riwayat gangguan mental sebelumnya), serta faktor obstetri dan kesehatan fisik (riwayat aborsi/keguguran, usia kehamilan, komplikasi kehamilan/penyakit penyerta, dan status paritas). Upaya skrining rutin, peningkatan dukungan sosial, serta penguatan layanan kesehatan jiwa dalam sistem antenatal sangat diperlukan untuk mencegah dan menangani gangguan mental pada ibu hamil di negara berkembang.
Keterbatasan Mobilitas sebagai Prediktor Perubahan Body Image pada Pasien Pasca Stroke Sri Rahayu; Ade Sucipto; Nismawardah Nismawardah
Jurnal Borneo Cendekia Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v9i2.685

Abstract

Background: Stroke is a leading cause of disability that results in mobility limitations and physical changes in patients. Mobility limitations experienced by post-stroke patients not only affect physical functioning but also have psychological impacts, one of which is changes in body image. Altered body perception can influence the adaptation process and quality of life of post-stroke patients. Objective: This study aimed to analyze mobility limitation as a predictor of body image changes in post-stroke patients. Methods: This study employed a quantitative analytic design with a cross-sectional approach. The study population consisted of post-stroke patients at Sultan Imanuddin Regional General Hospital, Pangkalan Bun. A purposive sampling technique was used, involving 30 respondents who met the inclusion criteria. Mobility limitation was measured using the Barthel Index, while body image changes were assessed using the Body Image Scale (BIS). Data analysis included univariate and bivariate analyses, as well as regression analysis to determine the role of mobility limitation as a predictor of body image changes. Results: The results showed that mobility limitation was significantly associated with body image changes in post-stroke patients. Higher levels of mobility limitation were associated with greater body image disturbance. Regression analysis indicated that mobility limitation played a predictive role in body image changes among post-stroke patients. Conclusion: Mobility limitation is a predictor of body image changes in post-stroke patients. Therefore, nursing interventions should focus not only on improving physical mobility but also on providing psychological support to help patients adapt to the physical changes they experience.
Gambaran Karakteristik Pasien Tuberkulosis Paru di Puskesmas Kota Bengkulu Syaripah Ulandari; Denny Ardhianto; Made Laksmi Meiliana; Okta Puspita
Jurnal Borneo Cendekia Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v10i1.657

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, dengan penularan utama melalui droplet yang tersebar di udara. Indonesia menempati peringkat kedua dunia dalam jumlah kasus TB, dengan peningkatan signifikan di Provinsi Bengkulu pada tahun 2021-2022. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik pasien TB paru di enam Puskesmas di Kota Bengkulu. Metode: Penelitian observasional prospektif dilakukan pada Juli-September 2023 dengan 72 pasien TB paru di Puskesmas Padang Serai, Betungan, Telaga Dewa, Nusa Indah, Jembatan Kecil, dan Sawah Lebar. Data dikumpulkan melalui purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan dianalisis secara univariat menggunakan Microsoft Excel 2021. Hasil: Mayoritas pasien TB paru berusia 18-35 tahun (44,4%), laki-laki (58,3%), berpendidikan SMA (70,8%), memiliki riwayat merokok (51,4%), dan 27,8% dengan riwayat diabetes melitus (DM). Faktor risiko seperti merokok dan DM konsisten dengan literatur global. Kesimpulan: Pasien TB paru di Kota Bengkulu didominasi kelompok usia produktif, laki-laki, lulusan SMA, dengan merokok dan DM sebagai faktor risiko utama. Intervensi seperti edukasi kesehatan, kampanye berhenti merokok, dan manajemen DM diperlukan untuk pengendalian TB.
Identifikasi Telur Soil-Transmitted Helminths pada Feses dan Kuku Anak di Posyandu Melati Febri Nur Ngazizah; Meyta Wulandari; Rizka Hasanah
Jurnal Borneo Cendekia Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v10i1.730

Abstract

Infeksi Soil Transmitted Helminths (STH) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat pada karena dapat mengganggu pertumbuhan, status gizi, dan perkembangan anak. Pemeriksaan feses dan kuku merupakan salah satu pendekatan untuk mendeteksi keberadaan telur cacing sebagai upaya identifikasi dini risiko infeksi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi telur STH pada sampel feses dan kuku pada anak di Posyandu Melati menggunakan metode flotasi dan sedimentasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pemeriksaan laboratorium terhadap 15 sampel feses dan 15 sampel kuku anak Posyandu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 2 dari 15 sampel feses (13,3%) terdeteksi positif telur fertil Ascaris lumbricoides, sedangkan 13 sampel (86,7%) menunjukkan hasil negatif. Pada pemeriksaan kuku tidak ditemukan telur cacing pada seluruh sampel (100% negatif). Hasil ini menjadi dasar penting bagi upaya edukasi perilaku hidup bersih dan sehat serta pemantauan berkala di lingkungan Posyandu.
Faktor Psikologis, Sosial, Dan Karakteristik Ibu Memengaruhi Persepsi Mobilisasi Dini Pasca Persalinan Pada Ibu Hamil Dengan Pendekatan Mixed Method Galih Ayu Puspa Kirani; Octaviana Puspita Sari; Shilas Manis Putri Respati; Ade Sucipto
Jurnal Borneo Cendekia Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v10i1.732

Abstract

Background: Early mobilization after childbirth is important for accelerating maternal recovery and preventing complications; however, some pregnant women still have inadequate perceptions regarding its benefits and safety. These perceptions are influenced by psychological and social factors, as well as obstetric experiences such as gravidity and parity. Objective: This study aimed to analyze the psychological and social factors associated with perceptions of early mobilization after childbirth among pregnant women using a mixed-method approach. Methods: This study used a mixed-method design with a sequential explanatory approach, involving 30 respondents selected through purposive sampling. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics and Spearman’s correlation test, while qualitative data were analyzed using thematic analysis. Results: A total of 66.7% of respondents had positive to very positive perceptions of early mobilization. Descriptive analysis showed that the highest mean scores were found for the socio-cultural factor and intrinsic motivation dimensions, both with a mean of 4.10, followed by physical confidence (3.80), self-efficacy (3.67), pain perception (3.67), and surgical anxiety (3.10). Spearman’s correlation test showed a significant positive relationship between gravidity and perception (r = 0.420; p = 0.021) and between parity and perception (r = 0.423; p = 0.020). Conclusion: Gravidity and parity were positively associated with perceptions of early mobilization, with moderate strength of association. Qualitative findings indicated that positive perceptions were still accompanied by psychological barriers, including concerns about pain, wounds, and physical condition, while childbirth experience, social support, and intrinsic motivation contributed to shaping mothers’ readiness to perform early mobilization.