cover
Contact Name
Dwi Nuriana
Contact Email
dwinuriana99@gmail.com
Phone
+6285736913999
Journal Mail Official
dwinuriana99@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sutan Syahrir No.11, Madurejo, Kec. Arut Sel., Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah 74112
Location
Kab. kotawaringin barat,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal Borneo Cendekia
ISSN : -     EISSN : 25491822     DOI : https://doi.org/10.54411
Core Subject : Health,
Jurnal Borneo Cendekia adalah jurnal yang menerbitkan artikel dalam bidang kesehatan yaitu keperawatan, kebidanan, analis kesehatan dan farmasi
Articles 245 Documents
POTENSI EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (PSIDII FOLIUM) SEBAGAI BAHAN ALTERATIF TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTERI DI SMK BHAKTI NUSANTARA Angela Ditauli Lubis
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.844 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v4i2.241

Abstract

Latar Belakang : Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan di seluruh dunia, terutama dinegara berkembang. Angka kejadian anemia pada remaja puteri sebesar 57,1%. Penatalaksanaan anemia yang dilakukan dengan pemberian tablet Fe, tetapi tablet Fe memiliki efek samping yaitu susah BAB dan rasa mual sehingga menyebabkan kepatuhan konsumsi obat berkurang. Salah satu alternatif pencegahan anemia adalah dengan menggunakan ekstrak daun jambu biji yang dapat menurunkan efek samping rasa mual dan mengandung antioksidan baik bagi tubuh dan kadar profil darah.Tujuan Penelitian :  Membuktikan pengaruh pemberian ekstrak daun jambu biji terhadap perubahan kadar hemoglobin pada remaja puteri.Metode Penelitian : Jenis metode penelitian ini yang digunakan adalah True Eksperiment. Rancangan penelitian yang digunakan adalah pretest dan post test control group design.  Dengan jumlah sampel 30 remaja puteri terbagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok kontrol yang diberikan Fe 60 mg dan kelompok intervensi yang diberikan Fe 60 mg dan ekstrak daun jambu biji 500 mg. Analisis data menggunakan Wilcoxon dan Independent T-TestHasil Penelitian : : Setelah diberikan intervensi  dengan mengkonsumsi ekstrak daun jambu biji selama 14 hari terdapat perbedaan nilai Hemoglobin setelah diberikan perlakuan pada kedua kelompok. Rerata mean Hemoglobin kelompok perlakuan > Kelompok kontrol (11.47 ng/dl > 11.11 ng/dl),Simpulan : Ekstrak daun jambu biji berpengaruh terhadap peningkatan kadar HemoglobinSaran. Ekstrak daun jambu biji dapat dijadikan alternatif terapi peningkatan HemoglobinKata Kunci    : Ekstrak daun jambu biji, Hemoglobin
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA Ny. S DI BPM LIANA PANGKALAN BUN Yuli Handayani; Angela Ditauli Lubis; Lieni Lestari
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.349 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v5i2.265

Abstract

Pendahuluan: Asuhan kebidanan komprehensif merupakan asuhan kebidanan yang diberikan secara  menyeluruh dimulai dari ibu hamil, bersalin, bayi baru lahir, nifas dan kontrasepsi (Prawirohardjo, 2011).Metode: Jenis metode penelitian ini dilakukan dengan menggunakan studi penelaahan kasus (case study) dengan cara mengkaji suatu masalah dengan unit tunggal, unit tunggal berarti satu orang ibu hamil UK 28-32 minggu dengan menggunakan metode pemecahan masalah 7 langkah Hellen Varney, SOAP (subyektif, objektif, analisa, penatalaksanaan).Hasil: Hasil asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. E usia 34 tahun G4P3Ab0 usia kehamilan 33 minggu di Klinik Harapan Bunda Kelurahan Baru Pangkalan Bun, kunjungan kehamilan dilakukan sebanyak 7 kali. Dan pada Ny. S usia 38 tahun G4P3Ab0 usia kehamilan 39 minggu di BPM Liana Pangkalan Bun, persalinan 1 kali, BBL 1 kali, nifas 4 kali dan KB 1 kali. Selama kehamilan trimester III tidak terdapat keluhan, persalinan spontan tidak disertai komplikasi, bayi baru lahir dengan bayi baru lahir normal, masa nifas dengan nifas normal dan kontrasepsi yang digunakan yaitu metode amenorea laktasi, dari semua asuhan yang telah ada diberikan tidak terdapat penyulit dan sesuai dengan teori yang di dapatkan.Kesimpulan: Setelah dilakukan pengkajian, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi asuhan kebidanan di Ny. E dan Ny. S dapat disimpulkan bahwa kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas, dan KB normal tanpa adanya komplikasi. Hasil asuhan kebidanan secara komprehensif ini diharapkan dapat memberikan pelayanan yang optimal dan berkualitas sesuai kebutuhan pasien.
EFEKTIVITAS TERAPI KOMPRES HANGAT REBUSAN JAHE DENGAN KOMPRES DINGIN TERHADAP TINGKAT NYERI LANSIA YANG MENGALAMI OSTEOARTHRITIS (Studi Di Kelurahan Kaliwungu Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang) Yepi Yepi; Inayatur Rosyidah; Rastia Ningsih
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.216 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v2i2.122

Abstract

Nyeri adalah keluhan utama yang sering dirasakan oleh penderita osteoartritis. Banyak alternatif yang bisa digunakan untuk mengurangi rasa sakit, salah satunya adalah metode non farmakologis yang kompres air hangat rebusan jahe dan kompres dingin. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis perbedaan efektivitas terapi kompres hangat rebusan jahe dengan kompres dingin terhadap tingkat nyeri lansia yang mengalami osteoarthritis. Jenis penelitian pre eksperimen dengan desain pendekatan static group comparison. Populasi adalah semua lansia berusia > 60 tahun dengan osteoarthritis di Kelurahan Kaliwungu yang berjumlah 76 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling dengan instrumen lembar observasi.  Data disajikan dalam tabel dan dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon Test dan Mann Whitney Test. Pada kompres hangat rebusan jahe diperoleh skala nyeri tertinggi sebelum terapi nyeri sedang (59,4%), setelah dilakukan terapi menjadi nyeri ringan (87,5%). Pada kelompok terapi kompres dingin diperoleh skala nyeri tertinggi sebelum terapi adalah nyeri sedang (59,4%), setelah dilakukan terapi menjadi nyeri ringan (59,4%). Hasil uji Wilcoxon pada kompres hangat rebusan jahe diperoleh ρ = 0,000 dan kompres dingin p = 0,000 maka H1 diterima. Sedangkan perbedaan antara uji beda dengan uji Mann Whitney diperoleh ρ = 0,389, ρ > 0,05.  Kesimpulan penelitin ini adalah terdapat perbedaan efektivitas terapi kompres hangat rebusan jahe dengan kompres dingin terhadap tingkat nyeri lansia yang mengalami osteoarthritis.Kata kunci: Dingin, Hangat, Kompres, Nyeri
Penyuluhan Penggunaan Obat yang Baik Sejak Dini Kepada Siswa Sekolah Menengah Pertama 2 (SMP) Kumai Agustoni Pujianto
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 1 No 2 (2017)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.658 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v1i2.170

Abstract

Masyarakat Indonesia saat ini sudah mulai terbiasa dengan penggunaan berbagai jenis obat- obatan dengan tujuan menyembuhkan penyakit, mengontrol, ataupun sebagai suplemen  untuk menunjang aktifitas sehari-hari. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti perkembangan penyakit, produksi berbagai jenis obat-obatan dan suplemen serta mulai diberlakukannya jaminan kesehatan nasional yang memungkinkan masyarakat mendapatkan akses yang lebih mudah untuk mendapatkan pengobatan. Perkembangan tersebut menimbulkan berbagai dampak positif maupun negatif. Dampak positif yang dapat terlihat adalah semakin banyaknya masyarakat yang mulai peduli terhadap kesehatan dengan memeriksakan diri ke tempat-tempat pelayanan kesehatan. Sedangkan dampak negatif yang mungkin timbul dengan meningkatnya penggunaan obat di masyarakat adalah kesalahan dalam menggunakan hingga membuang limbah obat. Hal ini dapat terjadi karena kurangnya pengetahuan dan informasi yang disampaikan kepada masyarakat terkait penggunaan obat yang baik dan benar. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini diawali dengan adanya pretest, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dan ditutup dengan posttest. Setelah pelatihan berakhir diharapkan peserta yang telah memperoleh pengetahuan tentang obat dapat berkelanjutan dan bermanfaat bagi pribadi maupun keluarga.
GAMBARAN KADAR HEMOGLOBIN PADA SUPIR BUS DI PANGKALAN BUN BERDASARKAN DURASI TIDUR Rena Agustina; Iqlila Romaidha; Nur Aini Hidayah Khasanah
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.238 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v5i1.232

Abstract

Hemoglobin merupakan protein yang kaya akan zat besi yang terdapat di sel darah merah yang berfungsi menstranspor oksigen keseluruh tubuh. Faktor yang dapat mempengaruhi kurangnya kadar hemoglobin pada manusia diantaranya adalah kurang tidur pada malam hari, hal ini dapat menyebabkan produksi sel darah merah berkurang. Sedangkan faktor lain yang dapat meningkatkan kadar hemoglobin adalah perokok dengan kategori berat, hal ini di karenakan karbon monoksida mempunyai afinitas yang kuat terhadap hemoglobin sehingga oksigen yang seharusnya berikatan dengan hemoglobin menjadi rendah. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kadar hemoglobin pada supir bus berdasarkan durasi tidur di Pangkalan Bun.Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling. Metode yang digunakan dalam pemeriksaan ini menggunakan metode Cyanmethemoglobin, kelebihan metode ini  karna pemeriksaannya akurat dan reagen serta alat untuk mengukur kadar hemoglobin dapat dikontrol dengan larutan standar yang stabil. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain penelitian Croos Sectional. Pengolahan data menggunakan software SPSS versi 20. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan kadar hemoglobin dari 32 responden untuk kadar hemoglobin normal pada supir sebanyak 14 responden, kadar hemoglobin rendah rendah sebanyak 13 responden dan kadar hemoglobin tingi sebanyak 5 resonden.Supir bus yang memiliki kadar hemoglobin dengan durasi tidur ≤ 7 jam sebagian besar 15 (21,87 %) memiliki kadar hemoglobin normall.Kata Kunci : Hemoglobin, Supir Bus, Durasi Tidur, Cross Sectional
SIKAP DENGAN PERILAKU IBU RUMAH TANGGA TENTANG PENGGUNAAN MINYAK JELANTAH (Di Desa Kumendung Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi) Heru Prastiyawan; Inayatur Rosyidah; Wahyono Wahyono
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.45 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v3i1.48

Abstract

Pendahuluan, Penggunaan minyak jelantah untuk memasak masih digunakan oleh ibu-ibu rumah tangga. Ibu rumah tangga menggunakan minyak goreng digunakan  secara berulang-ulang, sampai bahan makanan habis. Tujuan penelitian adalah menganalisis sikap dengan perilaku ibu rumah tangga tentang pengunaan minyak jelantah di Desa Kumendung. Desain, penelitian analytic correlation, pendekatan cross sectional, tempat penelitian di Rt. 02 Rw. 04 Desa Kumendung, populasi seluruh ibu rumah tangga di Rt. 02 Rw. 04 Desa Kumendung sejumlah 80 ibu rumah tangga. Sampelnya 67 responden dengan menggunakan Simple random sampling. Variabel independen adalah sikap ibu rumah tangga dan variabel dependen adalah perilaku ibu rumah tangga. Alat ukur yaitu kuesioner, pengolahan data mulai editing, coding, scoring dan tabulating. Analisis menggunakan uji chi square. Hasil, penelitian menunjukan 67 responden setengahnya yaitu 34 responden (50,7%) memiliki sikap negatif dan hampir setengahnya yaitu 33 responden (49,3%) memiliki sikap positif tentang penggunaan minyak jelantah. Sedangkan perilaku ibu rumah tangga tentang penggunaan minyak jelantah dari 67 responden sebagian besar berperilaku negatif 38 responden (56,7%), hampir setengahnya yaitu 29 responden (43,3%) berperilaku positif tentang penggunaan minyak jelantah. Hasil uji chi square 0,000 menunjukan nilai p<0,05 maka H1 diterima. Kesimpulan,  ada  hubungan antara sikap dengan perilaku ibu rumah tangga tentang penggunaan minyak jelantah di Rt. 02 Rw. 04 Desa Kumendung Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi.Kata kunci: Minyak jelantah, Perilaku, Sikap
PENENTUAN JUMLAH KOLONI BAKTERI PADA TAHU PUTIH YANG DIJUAL DIPASAR BARU KECAMATAN ARUT SELATAN Agustoni Pujianto; Febri Nur Ngazizah
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.279 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v2i1.110

Abstract

Telah dilakukan penelitian penentuan jumlah koloni bakteri pada Tahu putih yang dijual di Pasar Baru Kecamatan Arut Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah koloni bakteri pada tahu putih. Pada penelitian ini menggunakan perhitungan jumlah koloni bakteri dengan cara tidak langsung dengan menggunakan metode Total Plate Count. Hasil penelitian menunjukan bahwa Tahu putih pada sampel pagi (I)  1.210 x  = 1.210.000.00 koloni/ml, sampel siang (II) 1.380 x = 1.380.000.00 koloni/ml, sampel sore (III) 2.14 x = 2.140.000.00 koloni/ml. Syarat perhitungan jumlah koloni antara 30 sampai 300 koloni bakteri. Berdasarkan persyaratan jumlah koloni bakteri sudah ditetapkan balai POM yaitu bakteri maksimal adalah . Dari ketiga sampel Tahu putih putih tersebut menyatakan jumlah koloni yang paling banyak yaitu pada sampel III sebesar 2.140.000.00 koloni/ml.Kata kunci : Bakteri, Tahu putih, Total Plate Count.
PENGARUH PEMBERIAN SEDIAAN EMULGEL EKSTRAK BUAH MAHKOTA DEWA (PHALERIA MACROCARPA (SCHEFF). BOERL.) DAN EKSTRAK DAUN PEPAYA (CARICA PAPAYA L.) DENGAN KITOSAN SEBAGAI GELLING AGENT TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA BAKAR Yogie Irawan; Novi Rimba Sari; Risa Chandra Alfaninda
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.574 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v3i2.150

Abstract

Pendahuluan: Sejumlah studi menunjukkan bahwa tanaman tradisional berpotensi sebagai agen penyembuhan luka bakar, buah mahkota dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff). Boerl.) dan daun pepaya (Carica papaya L.). Metode penelitian: Subjek penelitianya adalah 20 ekor tikus yang dibagi dalam 4 kelompok, yaitu kelompok kontrol positif (+), kelompok kontrol negatif (-), kelompok kontrol formulasi buah mahkota dewa 10% dan daun pepaya 5%, kelompok formulasi buah mahkota dewa 20% dan daun pepaya 10%. Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setiap kontrol memberikan pengaruh terhadap penyembuhan luka bakar. Emulgel-kitosan ekstrak buah mahkota dewa dengan konsentrasi 20% memiliki efek penyembuhan yang paling besar dengan presentase penyembuhan 95,43% dibandingkan dengan emulgel-kitosan ekstrak buah mahkota dewa 10% (77,3%), kontrol positif (92,73%), dan kontrol negatif (64,94%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian sediaan emulgel ekstrak buah mahkota dewa dengan kitosan sebagai gelling agent terhadap penyembuhan luka bakar pada tikus. Kata Kunci: Emulgel, Buah mahkota dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff). Boerl.), Daun Pepaya (Carica Papaya L.), Kitosan, Luka bakar, Penyembuhan luka. 
PENANGANAN TERSEDAK “CHOKING” Dwi Suprapti
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.045 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v5i1.223

Abstract

Tersedak   merupakan   keadaan   gawat   napas   yang   masih   sering dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Menurut data, angka kematian yang disebabkan oleh obstruksi jalan napas khususnya tersedak masih tinggi di kalangan bayi. Riset yang dilakukan oleh Dr.Gary Smith di Nationwide Children’s Hospital menjelaskan bahwa dalam satu dekade terdapat 34 anak dibawah 1 tahun di Amerika dibawa ke IGD karena tersedak makanan dan ASI. Bahaya dari tersedak bila tidak tahu tanda-tanda dari tersedak dan tidak dengan segera dilakukan penanganan dini dapat menyebabkan kesulitan bernapas, kebiruan dan hilang kesadaran. Oleh karena itu, mengetahui tanda- tanda tersedak seperti batuk tanpa suara, kebiruan, ketidakmampuan untuk berbicara atau bernapas. Selain itu, bila ditemukan tanda-tanda penyumbatan ringan dan korban dapat batuk, jangan menghalangi proses batuk dan usaha bernapas spontan dari korban. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada hari Rabu, 10 Januari 2018 pukul 10.00 WIB. Sasaran dari kegiatan ini yaitu ibu-ibu di desa Pangkalan Tiga. Metode yang digunakan pada penyuluhan mengenai penanganan tersedak adalah ceramah dan tanya jawab. Agar kedepannya penyuluhan seperti ini dilakukan secara rutin mengenai bantuan hidup dasar sehingga masyarakat dapat melakukan pertolongan segera ketika menghadapi masalah.Kata kunci      : Tersedak, Penanganan, Bayi
HUBUNGAN ANTARA ASUPAN MAKANAN, STRES, DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN HIPERTENSI PADA USIA MENOPAUSE DI PUSKESMAS PANGKALAN LADA Eko Sari Ajiningtyas; Siti Fatimah; Rahmayanti Rahmayanti
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.872 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v2i1.87

Abstract

Kasus hipertensi paling banyak diderita pada kelompok umur >45 tahun. Jika dibandingkan dengan pria, ternyata wanita lebih banyak menderita hipertensi. Di Kalimantan Tengah didapatkan angka prevalensi 6% dari pria dan 11% pada wanita. Hipertensi pada usia menopause merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada wanita. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis faktor asupan makanan, stres, dan aktivitas fisik terhadap hipertensi pada usia menopause di Puskesmas Pangkalan Lada. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini yaitu sebanyak 50 orang. Penelitian dilakukan pada bulan Mei – Juni 2017. Pengukuran variabel-variabelnya dilakukan hanya satu kali dengan data primer dan sekunder. Variabel penelitian meliputi hipertensi, asupan lemak, asupan natrium, stres, dan aktivitas fisik. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis univariat, bivariat menggunakan uji Spearman rank, dan multivariat menggunakan uji Regresi Logistik. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik (p=0,017), stres (p=0,001), asupan lemak (p=0,001), asupan natrium (p=0,001) terhadap hipertensi pada usia menopause di Puskesmas Pangkalan Lada. Hasil regresi logistik menunjukkan bahwa asupan natrium memiliki tingkat resiko lebih tinggi terhadap hipertensi (p=0,021) jika dibandingkan dengan faktor yang lainnya. Sebagian besar wanita yang telah menopause menderita hipertensi sebanyak 70%. Terdapat hubungan yang signifikan antara faktor stress, aktivitas fisik, asupan lemak, dan asupan natrium dengan hipertensi pada usia menopause di Puskesmas Pangkalan Lada. Analisis multivariate diperoleh hasil hanya satu faktor asupan natrium yang paling dominan mempengaruhi hipertensi pada usia menopause. Kata Kunci : Hipertensi, asupan makanan, stres, aktivitas fisik, menopause