cover
Contact Name
annisa arrumaisyah daulay
Contact Email
annisaarrumaisyahdaulay@uinsu.ac.id
Phone
+6282165344033
Journal Mail Official
alidarah@uinsu.ac.id
Editorial Address
Jl. Williem Iskandar Pasar V Medan Estate, Kode Pos 20731
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Al-Idarah: Jurnal Pengkajian Dakwah dan Manajemen
ISSN : 26544407     EISSN : 23375035     DOI : dx.doi.org/10.37064/ai
Core Subject : Religion, Social,
Al-Idarah: Jurnal Pengkajian Dakwah dan Manajemen adalah jurnal dengan akses terbuka yang diterbitkan oleh Program Studi Manajemen Dakwah, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan. Jurnal ini merupakan sarana publikasi karya ilmiah dosen, guru, mahasiswa, pakar dan praktisi dalam bidang ilmu manajemen dakwah di Indonesia. Artikel yang dipublikasikan merupakan kajian ilmiah terkait strategi dakwah, administasi dakwah, dan masalah-masalah serta gagasan yang berkembang. Artikel dapat berupa praktik, teori dan hasil penelitian. Setiap manuskrip yang dikirim akan ditelaah oleh reviewer menggunakan metode Double Blind Review. focus and scope : Manajemen Haji dan Umroh Manajemen Zakat dan Wakaf Manajemen Keuangan Islam Strategi Dakwah
Articles 59 Documents
KOMUNIKASI KELUARGA DALAM QURAN Hairun Mahulay
Al-Idarah: Jurnal Pengkajian Dakwah dan Manajemen Vol 4, No 5 (2017): AL-IDȂRAH: JURNAL PENGKAJIAN DAKWAH DAN MANAJEMEN
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.629 KB) | DOI: 10.37064/ai.v4i5.2043

Abstract

Secara etimologis atau menurut asal katanya istilah komunikasi berasal dari bahasa latin, yaitu comunication, yang akar katanya adalah communis, tetapi bukan partai komunis dalam kegiatan politik. Arti communis adalah sama, dalamarti kata sama makna yaitu sama makna mengenai suatu hal. Secara terminologis komunikasi proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang pada orang lain. Dalam terminologi yang lain komunikasi dapat dipandang  sebagai proses penyampaian informasi dalam pengertian ini, keberhasilan komunikasi sangat tergantung dari penguasaan materi dan pengaturan cara-cara penyampaiannya. Sedangkan pengirim dan penerima pesan bukan merupakan komponen yang menentukan. Inti dari komunikasi keluarga ini adalah melaksanakan dakwah adalah mengajak orang lain untuk mengikuti apa yang diserukannya. Oleh karenanya, kemampuan berkomunikasi dan bermetakomunikasi dengan baik adalah menduduki posisi yang cukup strategis. Demikian itu, karena Islam memandang bahwa setiap muslim adalah da’i. Sebagai da’i, ia senantiasa dituntut untuk mau dan mampu mengomunikasikan ajaran-ajaran Ilahi secara baik. Sebab, kesalahan dalam mengomunikasikan ajaran Islam, justeru akan membawa akibat yang cukup serius dalam perkembangan dakwah Islam itu sendiri.Kata kunci: komunikasi, keluarga dan Al-Qur’an
Komunikasi Spiritual Membentuk Manajemen Jiwa Individu Dan Sosial Muniruddin Muniruddin
Al-Idarah: Jurnal Pengkajian Dakwah dan Manajemen Vol 9, No 2 (2021): Juli-Desember
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.563 KB) | DOI: 10.37064/ai.v9i2.10599

Abstract

Komunikasi dua arah saling berbagi informasi dan perasaan antara seorang individu dengan komunikan lainnya merupakan komunikasi inter personal dan setelah itu timbul komunikasi yang berkenaan dengan jiwa yang merupakan kekuatan non fisik dan sebagai curahan hati dengan sang Maha Pencipta Allah SWT. Manusia sebagai makhluk individu sekaligus sebagai makhluk sosial baru dapat mempunyai kekuatan apabila berhubungan dengan masyarakat sebagai bentuk sosialnya dan kepada kekuatan ghaib dari sang Maha Pencipta. Mengadakan hubungan dengan Tuhan sebagai kekuatan bathin. Apabila kedua-duanya terpenuhi maka akan mendapat kekuatan yang akurat dari luar yaitu fisik dan kekuatan dari dalam jiwa sebagai bentuk kekuatan spritual. Tulisan ini mengemukakan bagaimana kedua sumber kekuatan itu agar akurat menjadi kekuatan individu dan sekaligus kekuatan dalam pengembangan masyarakat. Hasil dari tulisan ini adalah komunikasi spritual merupakan komunikasi primer untuk menebar komunikasi lainnya dengan khalayak, karena jika mau berbagi informasi dengan banyak komunikan harus mempunyai tempat komunikasi yang kokoh dalam dalam diri individu sebagai komunikasi sipritual. 
Strategi Perencanaan Dakwah Al Asy'ari, Al Asy'ari
Al-Idarah: Jurnal Pengkajian Dakwah dan Manajemen Vol 8, No 1 (2019): Januari-Juni
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.18 KB) | DOI: 10.37064/ai.v7i1.7547

Abstract

Perencanaan dakwah merupakan hal yang menentukan terhadap keberhasilan dakwah. Dengan perencanaan yang dipersiapkan, penyelenggaran dakwah dapat berjalan lebih terarah, dan teratur rapi. Sehingga segala sumber daya manusia, tenaga, dana dan waktu yang disediakan tidak sia-sia dan mengalami kerugian. Kurang berhasilnya dakwah selama ini salah satunya karena tidak seriusnya atau bahkan tidak terpikirkannya masalah perencanaan dakwah. Keberlangsungan dakwah terjadi seadanya, menurut selera da’i tanpa melihat siapa yang dihadapi,apa permasalahannya, bagaimana kondisi maupun situasi objektif lingkungan penyelenggaraan dakwah. Untuk itu penyelenggaraan dakwah perlu melakukan strategi perencanaan dakwah sesuai dengan langkah-langkahnya, jika tidak, maka dakwah hanya akan berjalan ditempat.
STRATEGI PERENCANAAN DAKWAH Al Asy'ari Al Asy'ari
Al-Idarah: Jurnal Pengkajian Dakwah dan Manajemen Vol 5, No 6 (2018): AL-IDȂRAH: JURNAL PENGKAJIAN DAKWAH DAN MANAJEMEN
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.759 KB) | DOI: 10.37064/ai.v5i6.4827

Abstract

Perencanaan dakwah merupakan hal yang menentukan terhadap keberhasilan dakwah. Dengan perencanaan yang dipersiapkan, penyelenggaran dakwah dapat berjalan lebih terarah, dan teratur rapi. Sehingga segala sumber daya manusia, tenaga, dana dan waktu yang disediakan tidak sia-sia dan mengalami kerugian. Kurang berhasilnya dakwah selama ini salah satunya karena tidak seriusnya atau bahkan tidak terpikirkannya masalah perencanaan dakwah. Keberlangsungan dakwah terjadi seadanya, menurut selera da’i tanpa melihat siapa yang dihadapi,apa permasalahannya, bagaimana kondisi maupun situasi objektif lingkungan penyelenggaraan dakwah. Untuk itu penyelenggaraan dakwah perlu melakukan strategi perencanaan dakwah sesuai dengan langkah-langkahnya, jika tidak, maka dakwah hanya akan berjalan ditempat.Kata kunci: Strategi, perencanaan dan dakwah
Peranan Komunikasi Pemandu Wisata dalam Mempromosikan Pariwisata Islami Di Kota Medan Lubis, Ardiansyah
Al-Idarah: Jurnal Pengkajian Dakwah dan Manajemen Vol 8, No 2 (2019): Juli-Desember
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.344 KB) | DOI: 10.37064/ai.v7i2.7810

Abstract

Kota Medan merupakan salah satu kota tujuan wisata, karena memiliki banyak peninggalan sejarah, termasuk sejarah Islam. Di antara tempat tujuan wisata di Kota Medan adalah Istana Maimon dan Masjid Raya Al Mashun. Keduanya adalah ikon pariwisata Islami Kota Medan. Secara realitas, objek wisata ini tidak sepopuler tempat-tempat wisata lainnya, karena kurangnya perhatian pemerintah dan juga masyarakat terhadap kedua situs sejarah ini. Para pemandu wisata berperan aktif mempromosikan parawisata Islam Kota Medan kepada wisatawan lokal maupun manca Negara. Berdasarkan argumen di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk mengkaji: pertama, peran pemandu wisata dalam mempromosikan pariwisata Islami Kota Medan. Kedua, bentuk-bentuk komunikasi yang dilakukan pemandu wisata kepada turis dalam mempromosikan pariwisata Islami Kota Medan. Ketiga, hambatan yang dihadapi pemandu wisata dalam mempromosikan pariwisata Islami Kota Medan. Penelitian didesain sebagai penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpul melalui observasi partisipan dan wawancara langsung dan mendalam dengan para informan yang ditentukan secara purposive dan dikembangkan dengan teknik snowball. Hasil penelitian mengungkapkan, bahwa dalam mempromosikan pariwisata Islami Kota Medan, pemandu wisata berperan sebagai katalisator atau penggerak dalam memperkenalkan tempat-tempat wisata Islami kepada turis lokal maupun manca Negara. Para pemandu wisata juga berperan aktif dalam memberikan solusi bagi pemerintah untuk merumuskan strategi pengembangan wisata Islami Di Kota Medan. Para pemandu wisata juga berperan sebagai penyebar inovasi terkait dengan pariwisata Islami di Kota Medan.
KEBUTUHAN AKAN PENASEHAT AKADEMIK DI PERGURUAN TINGGI Khairuddin Tambusai
Al-Idarah: Jurnal Pengkajian Dakwah dan Manajemen Vol 5, No 6 (2018): AL-IDȂRAH: JURNAL PENGKAJIAN DAKWAH DAN MANAJEMEN
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.396 KB) | DOI: 10.37064/ai.v5i6.4832

Abstract

Sungguh status sebagai mahasiswa selalu menyenangkan, terhormat dan penuh harapan. Dipundak mereka digantungkan begitu banyak beban masa kini terlebih masa depan. Sebegitu besar dan beratnya beban dan harapan itu mestinya dijawab mahasiswa dengan belajar sungguh-sungguh dan menampilkan sosok yang memang benar-benar menjanjikan. Penuh prestasi, berdedikasi tinggi, menunjukkan tanggung jawab dan akhlaq terpuji dalam kehidupannya.Namun tidak jarang ditemukan mahasiswa sudah terlebih dahulu gagal sebelum mereka mengemban tugas mulia yang diangankan orang tua, masyarakat bangsa dan negara. Tidak sedikit dari mereka justru menunjukkan sikap dan prilaku yang jauh dari harapan. Hasil belajarnya rendah, kepribadiannya goyah bahkan ada yang terjerumus ke dunia yang sebenarnya tidak perlu terjadi di kalangan mereka. Misalnya terlibat penyalah gunaan narkoba, tindak criminal,tindakan asusila dan sebagainya. Sebenarnya di usia remaja mereka terdapat berbagai potensi yang sungguh akan mendorongm mereka sukses mencapai tujuan, terutama dalam belajar di perguruan tinggi. Namun diakibatkan factor yang bersumber dari dalam diri mereka sendiri dan lingkungan di mana mereka bertempat tinggal ditemukan mahasiswa yang gagal mewujudkan cita-cita mulia itu. Sebenarnya di sinilah kehadiran penasehat akademik dibutuhkan, yaitu sosok yang siap memberikan pendampingan agar mahasisawa dapat berkembang secara optimal, dapat merumuskan dan merencanakan karier masa depan serta mampu menyesuaikan diri secara positif dan dinamis dalam lingkungannya. Bahkan dipundak penasehat akademik digantungkan tugas membantu mahasiswa mengatasi setiap masalah yang dihadapinya. Disinilah peran penasehat akademik menjadi kebutuhan bagi mahasiswa yang sedang belajar di perguruan tinggi.Kata kunci: Bimbingan akademik, pengembangan optimal dan sukses belajar
SETTING SOSIAL PEMIKIRAN IBN TAYMIYYAH Mohd. Iqbal A. Muin
Al-Idarah: Jurnal Pengkajian Dakwah dan Manajemen Vol 4, No 5 (2017): AL-IDȂRAH: JURNAL PENGKAJIAN DAKWAH DAN MANAJEMEN
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.076 KB) | DOI: 10.37064/ai.v4i5.2044

Abstract

Terdapat dua peristiwa penting berkenaan keadaan dunia Islam pada masa hayat Ibn Taymiyyah yang juga merupakan penyebab kehancuran Baghdad (1258M). Pertama, semakin terbuka disintegrasi dan pertikaian dalaman umat Islam yang disebabkan tidak adanya satu otoritas setidaknya daripada sudut spiritual yang menjadi pusat kekuatan dunia Islam. Kedua, kehadirankuasa asing yang tidak dibendung. Konflik dengan kekuatan kuasa asing itu sendiri pada dasarnya merupakan perkara lama yang telah merentasi sejarah sehingga membentuk suatu dendam berkepanjangan. Oleh itu, segala pemikirannya dipengaruhi oleh kebijakan dan intervensi bangsa Tartar terhadap negeri Arab. Pengaruh Tartar tidak hanya pada politik dan ekonomi sahaja,bahkan mencakup pola pikir dan ibadat umat. Ibn Taymiyyah ialah ulama’ yang banyak membimbing masyarakatnya sehingga ditakuti oleh para pemimpin yang zhalim dan bangsa Tartar. Kehidupannya penuh dengan cabaran sehingga keluar masuk rumah tahanan dan bahkan diasingkan.Kata kunci: setting sosial, pemikiran, dan Ibn Taymiyyah.
Regenerasi Ulama: Antara Pesantren Dan Pendidikan Kader Ulama Kamalia Kamalia
Al-Idarah: Jurnal Pengkajian Dakwah dan Manajemen Vol 9, No 2 (2021): Juli-Desember
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.014 KB) | DOI: 10.37064/ai.v9i2.10615

Abstract

Banyak ulama-ulama sekarang ini yang hanya memikirkan dunia saja, dengan ikut serta dalam politik. Banyak juga ulama-ulama artis yang hanya mempertontonkan kemewahan dan kesenagan duniawi saja. Dikalangan masyarakat memandang bahwa pesantren adalah tempat pendidikan agama yang masih tradisional. Padahal sekarang ini pesantren di Indonesia sudah banyak yang menggunakan sarana dan prasarana modern dalam mendidik santri-santrinya. Pesantren adalah institusi yang digunakan untuk mengkader ulama-ulama. Di samping itu pada tahun 1991 Majelis Ulama Indonesia (MUI) merasa perlu untuk membuka program untuk melahirkan ulam-ulama di tenga masyarakat. Program itu disebut dengan Pendidikan Kader Ulama (PKU). Banyaknya ulama-ulama yang menghilangkan kekaramahan seorang ulama-ulama menjadi dilema bagi masyarakat. Oleh karena itu regenerasi ulama tidak hanya dipandnag secara segi kuantitatif tetapi juga kualitatif sehingga lembaga-lembaga yang bertugas menghasilkan kader-kader generasi islam perlu memperhatikan kaidah-kaidah yang sesuai.
Manajemen Waktu dalam Islam Ritonga, Hasnun Jauhari
Al-Idarah: Jurnal Pengkajian Dakwah dan Manajemen Vol 8, No 1 (2019): Januari-Juni
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.298 KB) | DOI: 10.37064/ai.v7i1.7548

Abstract

Islam sangat menghargai waktu. Banyak ayat Alquran yang berbicara tentang waktu. Alquran surat Al ‘Ashr (103) jelas merupakan landasan ideal tentang perlunya menghargai waktu. Bahkan ayat pertama dalam surat tersebut dikaitkan dengan keimanan dan amal nyata jika ingin berhasil dalam hidup. Ini berarti orang yang memanfaatkan waktulah yang akan berhasil.Alquran surat Al-Falaq (113), Al-Fajr (89), Al-Qiyamah (75), Al-Lail (92), Ad-Dhuha (93), Az-Zalzalah (99), Al-Qari’ah (101) adalah nama-nama surat dalam Alquran yang berbicara tentang waktu atau kejadian-kejadian yang dikaitkan waktu tertentu. Demikian juga dalam banyak ayat Alquran dibicarakan tentang waktu. Jelas, bahwa waktu merupakan hal yang menyertai hidup manusia dari dunia hingga akhirat kelak. Dalam hadis yang terkenal dijelaskan tentang kerugian yang akkan diperoleh jika bermain-main dengan waktu dan keuntunganyang didapatkan bila dapat memanfaatkan waktu secara baik dan benar. Bahkan pepatah Arab menyebutkan, waktu itu ibarat pedang; bila dimanfaatkan akan berguna dan bila tak cakap memanfaatkannya justru bisa memotong leher sendiri. Waktu harus dikelola dengan baik agar tidak sia-sia; tidak berlalu begitu saja tanpa membawa manfaat yang berarti baik bagi diri maupun orang. Oleh karena itu penting menjaga dan mengelola waktu secara baik dan benar. 
PENTINGNYA PEMBINAAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM ORGANISASI DAKWAH Efi Brata Madya Efi Brata Madya
Al-Idarah: Jurnal Pengkajian Dakwah dan Manajemen Vol 5, No 6 (2018): AL-IDȂRAH: JURNAL PENGKAJIAN DAKWAH DAN MANAJEMEN
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.092 KB) | DOI: 10.37064/ai.v5i6.4828

Abstract

Dalam pelaksanaan dakwah, baik dakwah yang dikelola oleh sebuah lembaga maupun dakwah yang dilakukan oleh orang perorangan, persiapan atau mempersiapkan tenaga da’i mutlak perlu. Maksudnya, da’i sebagai orang yang menyampaikan pesan dakwah kepada mad’u (sasaran dakwah) haruslah bekerja secara profesional sesuai bidang tugasnya. Berdasarkan argumen inilah, maka penempatan da’i yang berkualitas atau profesional adalah hal yang mutlak dilakukan. Hal itu disebabkan karena berdakwah tidak bisa dilakukan hanya sekedar sambil lalu. Sebelum dakwah dilaksanakan perlu dibuat persiapan yang matang, termasuk penempatan orang-orang yang tepat sesuai bidang keahliannya masing-masing. Sebab tidak mungkin seseorang untuk menuliskan tulisan (pesan) Islami jika ia tidak berkompeten sebagai seorang penulis. Sama halnya tidak mungkin disuruh seseorang untuk berceramah sementara ia tidak berkompeten sebagai seorang muballigh. Dengan demikian, dibutuhkan personil-personil yang profesional untuk ditempatkan pada tempat yang sesuai, dibutuhkan kompetensi setiap personil. untuk menjalankan tugas yang diembankan kepadanya. Tidak terkecuali seorang da’i, ia harus memiliki kompetensi untuk menjalankan tugasnya dalam berdakwah. Berari pula bahwa berdakwah seharusnya dikelola secara profesional oleh tangan-tangan profesional pula. Profesionalisme terkadang tidak akan serta merta didapatkan oleh suatu lembaga ketika ia merekrutnya. Apalagi lembaga yang dimasuki seseorang yang direkrut tadi masih asing baginya, tentu ia butuh adaptasi dan pembinaan. Adaptasi dan pembinaan-sekalipun dapat berjalan secara alamiah seiring dengan waktu berjalan, tetapi tentu akan tidak sebaik apabila ia dibina atau dikader. Pembinaan melalui serangkaian kegiatan-kegiatan, seperti pelatihan, praktek langsung, dan upaya-upaya lainnya akan jauh lebih cepat membawa seseorang ke arah profesional, ketimbang berlangsung secara alamiah, yang sudah pasti di sana-sini banyak kendala, baik internal maupun eksternal, yang mungkin dihadapi. Kata kunci: Dakwah, lembaga dakwah, pembinaan sumber daya manusia