cover
Contact Name
Joseph Christ Santo
Contact Email
jx.santo@gmail.com
Phone
+6287836107190
Journal Mail Official
jurnalteokristi@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup Jl. Raya Solo Purwodadi km 7, Selorejo, Wonorejo, Gondangrejo, Kab. Karanganyar
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani
ISSN : -     EISSN : 27971651     DOI : -
Teokristi adalah akronim dari Teologi dan Pelayanan Kristiani. Penggunaan nama Teokristi sebagai nama jurnal merujuk kepada focus dan scope jurnal ini. Teokristi adalah jurnal ilmiah teologi dengan warna Injili, merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi dan pelayanan Kristiani, yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup. Focus dan Scope penelitian Teokristi adalah Teologi Kontekstual, Teologi Pastoral, Misiologi, Pelayanan Kristiani. Teokristi menerima artikel dari dosen dan para teolog yang ahli di bidangnya, dari segala institusi teologi, baik dari dalam maupun luar negeri. Artikel yang telah memenuhi persyaratan akan dinilai kelayakannya dalam proses peer-review sebelum diterbitkan. Teokristi terbit dua kali setiap tahun, Mei dan November.
Articles 88 Documents
Rumusan Iman yang Benar Menurut Yakobus 1:19-27 Iksantoro, Iksantoro; Kamo, Yunus
Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Vol 4 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtk.v4i1.864

Abstract

The debate about faith and actions which gives the impression of differences in theological views between Paul and James, can be resolved by understanding the correct formulation of faith in the book of James 1:19-27. To find the formula of true faith, the researcher used a text exegesis method using the principles of Hermeneutics. Based on the results of the analysis of the text of James 1:19-27, it was found that the correct formula for faith is: listening, speaking and doing. Perdebatan tentang iman dan perbuatan yang menimbulkan kesan adanya perbedaan pandangan teologi antara Paulus dan Yakobus, dapat diselesaikan dengan memahami rumusan iman yang benar dalam kitab Yakobus 1:19-27.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksegesa teks dengan menggunakan prinsip-prinsip Hermeneutika. Berdasarkan hasil analisis teks Yakobus 1:19-27 ditemukan urutan rumusan iman yang benar yaitu: mendengar, berkata-kata dan berbuat.
Kontekstualisasi Metode Penyampaian Pesan Injil Di Era Digital Ha’aretz, Evangel Glady Symphoni; Sugiharto, Ayub
Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Vol 4 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtk.v4i1.867

Abstract

The purpose of this study is to find a contextual method that can be used in preaching the gospel in the digital era, considering that the existence of information technology has influenced changes in the lives of Indonesian people in communication, business, economy and also in terms of evangelism services. Information and communication technology can be used by Christians to teach the Bible and preach the gospel. Digital culture has entered everyday life, and social media, websites, applications, podcasts, and streaming technology are becoming increasingly important in the spread of religious teachings. Time passes and methods change. The individual characteristics of digital culture pose more and more challenges. Affection decreases and narcissism increases. Therefore, a new approach is needed in communication and interaction. The main mission of the church, evangelism, is also influenced by digital culture. Using descriptive qualitative methods, this study found that digital media allows the spread of the gospel to be delivered quickly and widely through websites, social media, and mobile applications in the form of general or personal messages.Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan metode kontekstual yang dapat digunakan dalam pemberitaan Injil di era digital, mengingat keberadaan teknologi informasi telah mempengaruhi perubahan kehidupan masyarakat Indonesia dalam komunikasi, bisnis, ekonomi dan juga dalam hal pelayanan penginjilan. Teknologi informasi dan komunikasi dapat digunakan oleh umat Kristiani untuk mengajarkan Alkitab dan memberitakan Injil. Budaya digital telah memasuki kehidupan sehari-hari, dan media sosial, situs web, aplikasi, podcast, dan teknologi streaming menjadi semakin penting dalam penyebaran ajaran agama. Waktu berlalu dan metode berubah. Karakteristik individu dari budaya digital menimbulkan semakin banyak tantangan. Kasih sayang berkurang dan narsisme meningkat. Oleh karena itu  diperlukan pendekatan baru dalam komunikasi dan interaksi. Misi utama gereja, penginjilan, juga dipengaruhi oleh budaya digital. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini menemukan bahwa media digital memungkinkan penyebaran Injil disampaikan  dengan cepat dan luas melalui situs web, media sosial, dan aplikasi seluler yang berupa pesan umum maupun pribadi.
Manajemen Gereja Dalam Konsep Governmentality Dan Aplikasinya Dalam Pelayanan Gereja Lokal Ratupaira, Arnolis; Sugiharto, Ayub
Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Vol 4 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtk.v4i1.868

Abstract

The implementation of management in the church often does not receive serious attention even though management can be one of the determining factors for the success of church services. The purpose of this study is to conduct a study of church management in the concept of governmentality and its application in local church services. The method used in this study is a qualitative descriptive method. The conclusion of this study shows that church management in the concept of governmentality has principles that can be applied in local church services. Good church management in the concept of governmentality has principles in the Bible, namely: growth, development, discipline, obedience, realization of the mission, love, joy, preaching the true Word of God, using digital media appropriately to achieve targets according to God's intent and purpose.Pelaksanaan manajemen di gereja sering kali tidak mendapat perhatian serius meskipun manajemen bisa menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan pelayanan gereja. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan kajian tentang manajemen gereja dalam konsep governmentality dan aplikasinya dalam pelayanan gereja lokal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen gereja dalam konsep governmentality memiliki prinsip-prinsip yang dapat diaplikasikan dalam pelayanan gereja lokal. Manajemen gereja yang baik dalam konsep governmentality memiliki prinsip-prinsip dalam Alkitab, yaitu: pertumbuhan, perkembangan, disiplin, ketaatan, terealisasinya misi, kasih, sukacita, memberitakan Firman Tuhan yang benar, menggunakan media digitalisasi dengan tepat untuk mencapai sasaran sesuai maksud dan tujuan Allah.   
Mewujudkan Pelayanan yang Berkenan di Mata Tuhan: Konsep Service Excellence Berdasarkan Kolose 3:23 Ardiyanto, Yudha
Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Vol 4 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtk.v4i1.869

Abstract

Service is an important aspect of Christian life, where motivation and integrity in serving affect the quality of service provided. This study focuses on the concept of excellent service based on Colossians 3:23, which invites every individual to serve with all their heart as if for God. The problem of this research is how to apply excellent service in everyday life, both in the church environment and society, as well as elements that are considered pleasing in the eyes of God. The method used is descriptive qualitative, with an in-depth literature review, including spiritual books and related scientific research. The results of the study show that excellent service is reflected in sincere motivation, teamwork, and involvement in social activities. In the church environment, servants are expected to have high commitment and integrity, and create a positive impact on the congregation. Meanwhile, in society, the application of high work ethics and active participation in community activities are the keys to realizing acceptable service. This study concludes that the application of the principle of excellent service not only strengthens individual faith, but also makes a significant contribution to community development. The novelty of this scientific work lies in the integration of Christian service theory with daily life practices, as well as recommendations for further research on the impact of excellent service in various cultural and social contexts. Pelayanan merupakan aspek penting dalam kehidupan Kristen, di mana motivasi dan integritas dalam melayani berpengaruh terhadap kualitas pelayanan yang diberikan. Penelitian ini berfokus pada konsep service excellence berdasarkan Kolose 3:23, yang mengajak setiap individu untuk melayani dengan segenap hati seolah-olah untuk Tuhan. Masalah penelitian ini adalah bagaimana penerapan service excellence dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan gereja maupun masyarakat, serta unsur-unsur yang dianggap berkenan di mata Tuhan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan kajian literatur yang mendalam, meliputi buku-buku rohani dan penelitian ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa service excellence tercermin dalam motivasi yang tulus, kerjasama tim, dan keterlibatan dalam kegiatan sosial. Di lingkungan gereja, pelayan diharapkan memiliki komitmen dan integritas yang tinggi, serta menciptakan dampak positif bagi jemaat. Sementara itu, di masyarakat, penerapan etika kerja yang tinggi dan partisipasi aktif dalam kegiatan komunitas menjadi kunci dalam mewujudkan pelayanan yang berkenan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan prinsip service excellence tidak hanya memperkuat iman individu, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan masyarakat. Kebaruan dari karya ilmiah ini terletak pada integrasi antara teori pelayanan Kristen dengan praktik kehidupan sehari-hari, serta rekomendasi untuk penelitian lanjutan mengenai dampak service excellence di berbagai konteks budaya dan sosial.Kata Kunci: Service excellence; Kolose 3:23; kehidupan sehari-hari; gereja, masyarakat; penelitian kualitatif.
Strategi Pembelajaran Kontekstual dalam Pendidikan Agama Kristen Untuk Mengatasi Tantangan Sosial Yedija, Yedija; Arifianto, Yonatan Alex; Triposa, Reni
Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Vol 4 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtk.v4i1.872

Abstract

Christian religious education faces challenges in shaping students' character and understanding of religious teachings in a growing social context. Contextual learning strategy is a solution to overcome this challenge by connecting Christian religious teachings with students' real life. This approach emphasises students' cognitive, character and spiritual aspects, as well as the relevance of religious teachings in their social context. The purpose of this study is to explore the application of contextualised learning strategies in Christian Religious Education and its impact on students' understanding of Christian values as well as their ability to contribute positively in society. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach, it can be concluded that contextual learning strategies can broaden students' religious understanding, build character, and improve social skills. Thus, this approach is effective in preparing students to face social challenges with integrity and empathy, and play an active role in improving society.Pendidikan agama Kristen menghadapi tantangan dalam membentuk karakter dan pemahaman siswa terkait ajaran agama dalam konteks sosial yang berkembang. Strategi pembelajaran kontekstual menjadi solusi untuk mengatasi tantangan ini dengan menghubungkan ajaran agama Kristen dengan kehidupan nyata siswa. Pendekatan ini menekankan pada aspek kognitif, karakter, dan spiritual siswa, serta relevansi ajaran agama dalam konteks sosial mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi penerapan strategi pembelajaran kontekstual dalam Pendidikan Agama Kristen dan dampaknya terhadap pemahaman siswa tentang nilai-nilai Kristen serta kemampuan mereka untuk berkontribusi positif dalam masyarakat. Mengunkan metode kualitatif deskritif dengen pendekatan studi pustaka maka dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran kontekstual dapat memperluas pemahaman agama siswa, membangun karakter, dan meningkatkan keterampilan sosial. Dengan demikian, pendekatan ini efektif dalam mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan sosial dengan integritas dan empati, serta berperan aktif dalam memperbaiki masyarakat.
Dampak Dan Efektivitas Penggunaan Metode Diskusi Kelompok bagi Siswa SMA dalam Pendidikan Agama Kristen Mooy, Venida Jeliati; Arifianto, Yonatan Alex; Triposa, Reni
Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Vol 4 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtk.v4i1.873

Abstract

This study aims to examine the impact and effectiveness of using the group discussion method in Christian Religious Education at the high school level. The group discussion method is expected to enhance students' understanding of religious teachings and to build character in accordance with Christian values. This research employs a qualitative approach with data collected through observations, interviews, and questionnaires from students and teachers. The findings indicate that the group discussion method significantly increases student engagement, encourages critical thinking, and deepens their understanding of religious teachings. Furthermore, students feel more comfortable sharing their opinions and interacting with their peers. Thus, the use of group discussion methods in Christian education proves to be effective in creating an active and enjoyable learning environment.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak dan efektivitas penggunaan metode diskusi kelompok dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Metode diskusi kelompok diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap ajaran agama serta membangun karakter yang sesuai dengan nilai-nilai Kristiani. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan angket kepada siswa dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode diskusi kelompok secara signifikan meningkatkan keterlibatan siswa, mendorong pemikiran kritis, dan memperdalam pemahaman mereka tentang ajaran agama. Selain itu, siswa merasa lebih nyaman dalam berbagi pendapat dan berinteraksi dengan teman-teman mereka. Dengan demikian, penggunaan metode diskusi kelompok dalam pendidikan agama Kristen terbukti efektif dalam menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan.
Pengaruh Pembinaan Iman dan Pendampingan Pastoral Terhadap Pengharapan Hidup Jemaat Lanjut Usia Herawati, Liem Evi; Sugiharto, Ayub
Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Vol 4 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtk.v4i2.874

Abstract

The background to this research considers the importance of faith formation for the elderly through pastoral care at the Good God Church, the Imamat Rajani Restoration Congregation, Surabaya and the Good God Mahanaim Church, Sidoarjo. The results of the findings in this research, show that the variable influence of faith formation (X1) on the life expectancy of the elderly congregants at the Good God's Church, the Imamat Rajani Restoration Congregation, Surabaya and the Good God Mahanaim Church, Sidoarjo, is 0.355 or 35 .5% which is less than 64.5%. is in the Low category. Second, using simple linear regression analysis, showing the variable Influence of Pastoral Assistance (X2) on the Life Expectancy of Elderly Congregants in the Church Allah is Good Congregation for the Restoration of the Royal Imamate of Surabaya and Allah is Good Mahanaim Church of Sidoarjo (Y). is 0, 406 or 40.6% which is less than 59.4%. The resulting figure for the influence between variables shows a Medium influence.Third, shows the influence of Faith Formation and Pastoral Assistance (X1X2) in the Church of Allah is Good, the Congregation for the Restoration of the Royal Imamate of Surabaya and the Church of Allah is The God Good Church Mahanaim Sidoarjo (Y) is 0.645 or 64.5% which is less than 35.5%. Adjusted R Square is 0.399 or 39.9%, meaning there is still 60.1.5% influence from other factors, the results of the influence between variables show a low influence.Penelitian ini dilatar belakangi mengingat pentingnya pembinaan iman pada lansia melalui pelayanan pastoral di Gereja Allah Baik Jemaat Pemulihan Imamat Rajani Surabaya dan Gereja Allah Baik Mahanaim Sidoarjo. Hasil temuan dalam penelitian ini, menunjukkan bahwa ada pengaruh variabel pembinaan iman (X1) terhadap harapan hidup jemaat lanjut usia di Gereja Allah Baik Jemaat Pemulihan Imamat Rajani Surabaya dan Gereja Allah Baik Mahanaim Sidoarjo sebesar 0,355 atau 35,5% kurang dari 64,5%. termasuk dalam kategori Rendah. Kedua, dengan menggunakan analisis regresi linier sederhana menunjukkan variabel Pengaruh Pendampingan Pastoral (X2) Terhadap Harapan Hidup Jemaat Lansia di Gereja Allah Baik, Jemaat Pemulihan Imamat Rajani Surabaya dan Gereja Allah Baik Mahanaim Sidoarjo (Y). adalah 0,406 atau 40,6% yang kurang dari 59,4%. Angka pengaruh antar variabel yang dihasilkan menunjukkan pengaruh Sedang. Ketiga, menunjukkan pengaruh Pembinaan Iman dan Pendampingan Pastoral  (X1X2) pada Gereja Allah Baik Jemaat Pemulihan Imamat Rajani Surabaya dan Gereja Allah Baik Mahanaim Sidoarjo (Y) sebesar 0,645 atau 64,5% kurang dari 35,5%. Adjusted R Square sebesar 0,399 atau 39,9% artinya masih terdapat pengaruh dari faktor lain sebesar 60,1%, hasil pengaruh antar variabel menunjukkan pengaruh yang rendah. 
Teologi Keselamatan Berdasarkan Yesaya 1:1-20 La’ia, Dewi; Ani Saputro, Sigit Ani
Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Vol 4 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtk.v4i2.880

Abstract

This study explores the concept of salvation through the lens of Isaiah 1:1-20. Using textual analysis, this study explores the historical context and theological implications of Isaiah’s prophetic message to the nation of Judah. Through an exploration of the themes of sin, judgment, and redemption, this study aims to contribute to a deeper understanding of soteriology. Isaiah paints a picture of a nation of Judah mired in idolatry and social injustice. His message emphasizes the gravity of the nation’s sin and God’s impending judgment. Yet, amidst the condemnation, Isaiah also offers hope and restoration. The concept of God’s initiative in salvation is central to Isaiah’s message. Despite human unworthiness, God nevertheless offers forgiveness and renewal. This study argues that Isaiah 1:1-20 presents a nuanced view of salvation, emphasizing both God’s grace and human responsibility. The prophet’s call to repentance and promise of restoration highlight the interactive nature of salvation. Ultimately, this study contributes to the ongoing debate over the nature of salvation and the role of the Old Testament in shaping Christian theology. Penelitian ini mendalami konsep keselamatan melalui lensa kitab Yesaya 1:1-20. Dengan menggunakan analisis teks, penelitian ini menggali konteks historis dan implikasi teologis dari pesan nubuat Yesaya kepada bangsa Yehuda. Melalui eksplorasi tema dosa, penghakiman, dan penebusan, penelitian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih mendalam tentang soteriologi. Yesaya menggambar sebuah bangsa Yehuda yang tenggelam dalam penyembahan berhala dan ketidakadilan sosial. Pesannya menekankan beratnya dosa bangsa dan penghakiman Allah yang akan datang. Namun, di tengah-tengah kutukan, Yesaya juga menawarkan harapan dan pemulihan. Konsep inisiatif Allah dalam keselamatan menjadi inti dari pesan Yesaya. Meskipun manusia tidak layak, Allah tetap menawarkan pengampunan dan pembaruan. Penelitian ini berargumen bahwa Yesaya 1:1-20 menyajikan pandangan yang nuansa tentang keselamatan, menekankan baik rahmat Allah maupun tanggung jawab manusia. Seruan nabi untuk bertobat dan janji pemulihan menyoroti sifat interaktif dari keselamatan. Pada akhirnya, penelitian ini berkontribusi pada perdebatan yang terus berlangsung mengenai sifat keselamatan dan peran Perjanjian Lama dalam membentuk teologi Kristen.
Peranan Pendidikan Agama Kristen dalam Keluarga guna Membendung Degradasi Moral Remaja Generasi Z di Era Disrupsi Teknologi Sitanggang, Elisabet Vritze
Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Vol 4 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtk.v4i2.883

Abstract

The era of technological disruption has had a significant impact on the lives of teenagers, especially those belonging to generation Z. This research aims to explain the importance of the role of Christian religious education in the family in order to stem the occurrence of moral degradation among generation Z teenagers. The era of technological disruption has resulted in generation Z teenagers , experienced various problems of moral decline. Without realizing it, generation Z teenagers who basically master technology, on the other hand, are also affected by the negative things it causes. Some teenagers bully via social media because information is easily spread without a clear filter as to whether the information is true or false. Other teenagers commit impolite and indecent actions, after watching meaningless content such as pranks and pornographic content on YouTube. This research uses a qualitative descriptive method, namely by collecting data related to titles through reference books and journals. Then describe it to find important points that result in moral degradation. The results of the analysis of the role of Christian Religious Education are formulated into concepts and explained. The results of the research show that Christian religious education in the family by teaching moral values based on the Bible, is able to stem the moral degradation of generation Z teenagers due to technological disruption.Era disrupsi teknologi memberi dampak yang signifikan kepada kehidupan para remaja khususnya mereka yang termasuk generasi Z. Penulisan ini bertujuan untuk menjelaskan pentingnya peranan Pendidikan Agama Kristen dalam keluarga guna membendung terjadinya degradasi moral diantara remaja generasi Z. Era disrupsi teknologi telah mengakibatkan kelompok remaja generasi Z, mengalami berbagai masalah penurunan moral. Tanpa disadari, remaja generasi Z yang pada dasarnya menguasai teknologi, disisi lain ikut terpengaruh dengan hal-hal negatif yang diakibatkannya. Beberapa remaja membullying melalui media sosial sehingga informasi yang belum jelas kebenarannya menjadi tersebar. Remaja lainnya melakukan aksi yang tidak sopan dan tidak senonoh, setelah menonton sebuah konten yang tidak berbobot seperti konten berbau asusila di Youtube. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yakni dengan mengumpulkan data-data sehubungan dengan judul melalui buku-buku referensi, dan jurnal. Kemudian mendeskripsikannya untuk menemukan pokok penting yang mengakibatkan degradasi moral. Hasil analisis terhadap peran Pendidikan Agama Kristen dirumuskan menjadi konsep dan memaparkannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
Teologi Kontekstual untuk Perdamaian: Merespons Konflik Sosial dan Agama dalam Masyarakat Multikultural di Era Kemajuan Teknologi Digital Arifianto, Yonatan Alex
Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Vol 4 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtk.v4i2.884

Abstract

Social and religious conflicts are increasingly complex in a multicultural society in the era of digital technology advancement. Viral cases related to religious harmony today on social media are trending and the subject of heated debate. Moreover, differences in identity, beliefs and values often trigger tensions, while digital space accelerates the spread of information that can exacerbate polarisation. In this context, contextual theology emerges as a relevant approach to respond to these dynamics. Contextual theology not only focuses on understanding religion from a local perspective, but also adapts religious teachings to the social and cultural challenges faced by society. This research aims to explore how contextual theology can contribute to peace efforts in multicultural societies fragmented by social and religious conflicts, and how digital technology influences these dynamics. Using a descriptive qualitative method, it can be concluded that contextual theology can be an important instrument in easing social and religious tensions, by providing an understanding of the importance of peace in society, thus shaping the role of contextual theology in responding to social and religious conflicts, which is related to the dynamics of multicultural society and the challenges of social conflict in the digital era. So this basis for Christianity can be stated as part of actualising the value of Christianity and Building Peace Through Interfaith Dialogue and Digital Technology. So that it creates a safe and peaceful space for diversity in a multicultural societyKonflik sosial dan agama semakin kompleks dalam masyarakat multikultural di era kemajuan teknologi digital. Seperti adanya kasus viral terkait kerukunan beragama dewasa ini yang terjadi dimedia sosial menjadi tranding dan menjadi bahan perdebatan sengit. Apalagi adanya perbedaan identitas, keyakinan, dan nilai sering kali memicu ketegangan, sementara ruang digital mempercepat penyebaran informasi yang dapat memperburuk polarisasi. Dalam konteks ini, teologi kontekstual muncul sebagai pendekatan yang relevan untuk merespons dinamika tersebut. Teologi kontekstual tidak hanya berfokus pada pemahaman agama dari perspektif lokal, tetapi juga menyesuaikan ajaran agama dengan tantangan sosial dan budaya yang dihadapi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana teologi kontekstual dapat berkontribusi pada upaya perdamaian dalam masyarakat multikultural yang terfragmentasi oleh konflik sosial dan agama, serta bagaimana teknologi digital turut memengaruhi dinamika ini. Mengunakan metode kualitatif deskritif maka dapat disimpulkan  bahwa  teologi kontekstual dapat menjadi instrumen penting dalam meredakan ketegangan sosial dan agama, dengan  memberikan pemahaman terkait pentingnya perdamaian dalam Masyarakat, sehingga membentuk peran Teologi Kontekstual dalam Merespons Konflik Sosial dan Agama, yang mana hal ini terkait adanya dinamika Masyarakat Multikultural dan Tantangan Konflik Sosial di Era Digital. Maka dasar ini bagi kekristenan dapat dinyatakan sebagai bagian untuk mengaktualisasikan nilai kekristenan dan Membangun Perdamaian Melalui Dialog Antar-Agama dan Teknologi Digital. Sehingga hal tersebut menciptakan ruang yang aman dan damai bagi keragaman dalam masyarakat multikultural.