cover
Contact Name
Joseph Christ Santo
Contact Email
jx.santo@gmail.com
Phone
+6287836107190
Journal Mail Official
jurnalteokristi@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup Jl. Raya Solo Purwodadi km 7, Selorejo, Wonorejo, Gondangrejo, Kab. Karanganyar
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani
ISSN : -     EISSN : 27971651     DOI : -
Teokristi adalah akronim dari Teologi dan Pelayanan Kristiani. Penggunaan nama Teokristi sebagai nama jurnal merujuk kepada focus dan scope jurnal ini. Teokristi adalah jurnal ilmiah teologi dengan warna Injili, merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi dan pelayanan Kristiani, yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup. Focus dan Scope penelitian Teokristi adalah Teologi Kontekstual, Teologi Pastoral, Misiologi, Pelayanan Kristiani. Teokristi menerima artikel dari dosen dan para teolog yang ahli di bidangnya, dari segala institusi teologi, baik dari dalam maupun luar negeri. Artikel yang telah memenuhi persyaratan akan dinilai kelayakannya dalam proses peer-review sebelum diterbitkan. Teokristi terbit dua kali setiap tahun, Mei dan November.
Articles 88 Documents
Kemerdekaan Menurut Roma 6:1-14 dan Penerapannya bagi Generasi Z Tuan, Monika; Santo, Joseph Christ; Putri, Agustin Soewitomo
Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Vol 2 No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtk.v2i1.294

Abstract

Independence is a person's freedom against something that makes him feel oppressed, shackled and even bound to a forced rule. Christians who live in sin are slaves to sin. Man's attachment to sin makes his life without freedom in life. Generation Z is a generation that lives in a world where everything is instantaneous, has great innovation and creativity, even this generation can make their own money. The application of freedom according to Romans 6:1-14 in generation Z is important. By using a hermeneutic approach and linking the meaning of freedom according to Romans 6:1-14 with generation Z, the researchers came to the conclusion that generation Z needs to understand that they have been baptized into Christ, need to crucify the old man, should not commit themselves to sin, and must live for God. in Christ Jesus.Kemerdekaan merupakan kebebasan seseorang terhadap sesuatu yang membuat dirinya merasa tertindas, terbelenggu bahkan terikat akan suatu aturan yang dipaksakan. Orang Kristen yang hidup di dalam dosa adalah budak dosa. Keterikatan manusia akan dosa membuat hidupnya tidak memiliki kebebasan dalam hidup. Generasi Z adalah generasi yang hidup di dalam dunia yang serba ada yang tersedia segala sesuatunya yang instan, memiliki inovasi dan kreativitas yang hebat, bahkan generasi ini dapat menghasilkan uang sendiri. Penerapan kemerdekaan menurut Roma 6:1-14 pada generasi Z merupakan hal yang penting. Dengan menggunakan pendekatan hermeneutik dan menghubungkan makna kemerdekaan menurut Roma 6:1-14 dengan generasi Z, peneliti sampai pada kesimpulan bahwa generasi Z perlu memahami telah dibaptis dalam Kristus, perlu menyalibkan manusia lama, tidak boleh menghambakan diri pada dosa, dan harus hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.
Eksistensi Siaran Radio Immanuel Surakarta Dalam Mengemban Amanat Agung Kristus Hermawan, Widya; Tamtomo, Setya Budi; Purwoto, Paulus
Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Vol 2 No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtk.v2i1.295

Abstract

Radio is an effective and wide-reaching medium, the benefits of radio are to entertain and convey news. Radio broadcasts are an effective means of actualization to carry out the Great Commission of Christ, as well as preaching the gospel as a missionary call and spearhead for a church. This study uses a qualitative descriptive approach in the field involving eleven participants regarding Immanuel Surakarta radio broadcasts. The results show that Radio Immanuel has made broadcasts that continue to innovate and be creative, so that it can reach many people in general and needs to be developed again for young people so that they are interested and have their spiritual needs fulfilled in Immanuel's radio broadcast content such as Renungan Pagi, Tifara On Air, Discipleship, Spiritual Songs, Prayer Line, Church Worship. This content is creative and innovative content that can reach and have an impact on the spiritual growth of Immanuel radio listeners, and Immanuel radio has carried out the Great commission of Christ. It is a consideration with the emergence of new radio broadcast media such as Spotify music, Joox music and Podcast which of course have their own advantages which can be combined through analog radio broadcasts so that content related to the Great Commission of Christ is increasingly expanded in today's progress.Radio merupakan media yang efektif dan jangkauannya luas, manfaat radio untuk menghibur dan penyampai berita. Siaran radio menjadi sarana aktualisasi yang efektif untuk mengemban amanat Agung Kristus, demikian juga pekabaran Injil merupakan panggilan misi dan ujung tombak bagi sebuah gereja. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif lapangan yang melibatkan sebelas partisipan berkenaan dengan siaran radio Immanuel Surakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Radio Immanuel sudah membuat siaran yang terus berinovasi dan kreatif, sehingga dapat menjangkau banyak orang secara umum dan perlu dikembangkan lagi bagi anak-anak muda agar mereka tertarik dan terpenuhi kebutuhan rohaninya di dalam konten-konten siaran radio Immanuel seperti Renungan Pagi, Tifara On Air, Pemuridan, Lagu-lagu Rohani, Line Doa, Ibadah Gereja. Konten ini adalah konten yang kreatif dan inovatif yang dapat menjangkau dan memberikan dampak bagi pertumbuhan rohani pendengar radio Immanuel, dan radio Immanuel telah melakukan amanat Agung Kristus. Menjadi pertimbangan dengan munculnya media baru siaran radio seperti Spotify music, Joox music dan Podcast yang tentunya mempunyai keunggulan tersendiri yang dapat dikombinasi melalui siaran radio secara analog sehingga konten-konten yang berhubungan dengan amanat Agung Kristus semakin diperluas dalam kemajuan zaman sekarang ini.
Aplikasi Makna Pergaulan Menurut 1 Korintus 15:33-34 bagi Pemuda Kristen Masa Kini Telaumbanua, Deslinawati; Haryani, Titik; Sumiwi, Asih Rachmani Endang
Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Vol 2 No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtk.v2i1.304

Abstract

The social challenges experienced by Christian youth are very difficult and important challenges, they are faced with a cruel world that provides everything that can destroy them if they can't use and use it well. The purpose of this study is to explain the meaning of association according to 1 Corinthians 15:33-34 and to explain the application of the meaning of association according to 1 Corinthians 15:33-34 for today's Christian youth. This study uses qualitative research that uses a hermeneutic approach. The conclusion of this study is, Christian youth should not be easily deceived, avoid destructive associations, have good moral character to live righteously, be aware of sin, know God, and pay attention and care for those around them.Tantangan pergaulan yang dialami oleh pemuda Kristen merupakan tantangan yang sangat sulit dan penting, mereka diperhadapkan dengan dunia yang kejam yang menyediakan segala sesuatu yang bisa menghancurkan mereka apabila tidak bisa menggunakan dan memanfaatkannya dengan baik. Tujuan penelitian adalah untuk menjelaskan tentang makna pergaulan menurut 1 Korintus 15:33-34 dan untuk menjelaskan aplikasi makna pergaulan menurut 1 Korintus 15:33-34 bagi pemuda Kristen masa kini. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang memakai pendekatan hermeneutika. Kesimpulan penelitian ini adalah, pemuda Kristen jangan mudah dibohongi, menghindari pergaulan yang merusak, memiliki karakter moral yang baik untuk hidup benar, sadar terhadap dosa, mengenal Allah, dan memperhatikan serta peduli terhadap orang sekitar.
Pentingnya Pengembangan Potensi Remaja di Gereja Sebagai Generasi Penerus Gereja dan Bangsa Haryani, Titik
Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Vol 2 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtk.v2i2.307

Abstract

This article shows the importance of developing the potential of youth in the church who will become the next generation of Church and State. Adolescence is a time of growth. The potential of adolescents is also in the process of growth and development. If from a young age they get support in developing their potential, they will be able to develop optimally. So that teenagers will be able to develop themselves as a whole. The church has a responsibility in educating potential youth. Potential that develops optimally will produce masterpieces for teenagers. The potential of the youth will be the next generation of church and state. Adolescents who have potential will be useful for the nation and the state.Artikel ini menunjukkan bahwa pentingnya pembinaan potensi remaja di gereja yang akan menjadi generasi penerus Gereja dan Negara. Masa remaja adalah masa pertumbuhan. Potensi remaja juga sedang dalam pertumbuhan dan perkembangan. Apabila sejak usia remaja mendapatkan dukungan dalam mengembangkan potensinya maka akan dapat berkembang secara maksimal. Sehingga para remaja akan dapat mengembangkan dirinya secara utuh. Gereja memiliki tanggung jawab dalam mendidik potensi remaja. Potensi yang berkembang secara maksimal akan menghasilkan mahakarya bagi para remaja. Potensi yang dimiliki para remaja akan menjadi generasi penerus gereja dan negara. Remaja yang memiliki potensi akan berguna bagi bangsa dan Negara.
Transformasi Injil Dalam Ritus Ma’ dulang di Nosu Sebagai Keyakinan Bahwa Tuhan Ada dan Diresapi dalam Ciptaan-Nya Tina, Jumreni
Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Vol 2 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtk.v2i2.331

Abstract

Tak sedikit orang yang beranggapan bahwa Injil telah hadir mengubah banyak hal dalam berbagai aspek, khususnya dalam hal ritus agama. Kehadiran Injil mengubah dunia secara perlahan. Dalam beberapa kasus penginjil tiba-tiba mengubah suatu keyakinan dan ritus agama yang telah melekat dalam jiwa umat, dan menganggap bahwa ritus yang mereka lakukan sebelumnya bertentangan dengan Injil dan tidak akan memberi keselamatan bagi penganutnya, meskipun dalam perjalanannya keyakinan dan ritus tersebut sudah terbilang cukup lama. Salah satu keyakinan yang melekat dalam diri masyarakat ialah keyakinan akan Aluk to Dolo di kalangan masyarakat Nosu yang hingga saat ini masih dipegang teguh dan diwujudkan melalu sebuah ritus Ma’dulang. Penulis menggunakan metode pendekatan model sintesis yang mengkaji transformasi Injil ke dalam ritus budaya Ma’dulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan ritus Ma’dulang adalah konsep keliru dalam perspektif teologis, karena seharusnya manusia sadar dengan penuh bahwa Tuhan akan memberi jaminan hidup kekal dalam kerajaan surga. Injil tidak diragukan lagi kebenarannya, tidak perlu didampingi oleh ritus-ritus budaya.
Peran Gereja dalam Meningkatkan Peran Misi Penginjilan Jemaat Situmorang, Selvira Atika; Hermanto, Yanto Paulus
Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Vol 2 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtk.v2i2.345

Abstract

AbstractChristianity and the church have an important role to play in enhancing godlike missions by carrying out the commandments of God's Great Commission. The gospel as good news and the tidings of joy for the world and the multitude must then be preached, and evangelism as the commandment of the Great Commission to be worked out. The importance of the Church's role in enhancing the role of the Congregational Evangelism Mission, because the Church has now begun to lose its essence and purpose for preaching the gospel, and making disciples of each congregation in order to win many souls for God. The existence of a leadership figure in a Church or mission body also affects the role of the congregation in carrying out its mission, the need for a leader or shepherd who can foster, guide, guide, and motivate the congregation. The strategies, methods, and models described in this discussion may be able to help the role of the church in the role of its congregation's mission. AbstrakKekristenan dan gereja memiliki peran penting dalam meningkatkan misi bagi Tuhan dengan melaksanakan perintah Amanat Agung Tuhan. Injil sebagai kabar baik dan berita sukacita bagi dunia dan orang banyak maka haruslah itu diberitakan,dan penginjilan sebagai perintah Amanat Agung yang harus dikerjakan. Pentingnya peran gereja dalam meningkatkan peran Misi Penginjilan Jemaat, karena gereja sekarang ini sudah mulai kehilangan esensi dan tujuan untuk memberitakan Injil, dan memuridkan setiap jemaat agar dapat banyak memenangkan jiwa-jiwa bagi Tuhan. Adanya sosok kepemimpinan dalam sebuah Gereja atau badan misi juga mempengaruhi peran jemaat dalam menjalankan misinya, dibutuhkannya sosok pemimpin atau gembala yang dapat membina, menuntun, membimbing, dan memotivasi jemaat. Strategi, metode, dan model yang sudah dijelaskan dalam pembahasan ini kiranya dapat membantu peran gereja dalam peran misi jemaat. 
Analisis Kata Berkenan Menurut Roma 12:1-2 sebagai Karakter Yesus dan Kerinduan-Nya terhadap Semua Orang Percaya Saputro, Sigit Ani
Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Vol 2 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtk.v2i2.380

Abstract

This research was conducted to find out the meaning of the word "acceptable" in Romans 12:1-2. In the Gospels it is recorded that Jesus was acceptable to God the Father. This study uses a descriptive qualitative approach, carried out by exegesis on Romans 12:1-2. The purpose of this exegesis is to find out what acceptable to God in His church. This exegesis produces theological principles that can be applied in the context of the church today. The results of this study show three things that make God "acceptable", namely presenting the church's physical body as a sacrifice that is holy and acceptable while alive, stops being conformed to this world, and constantly transforms with the renewal of the mind.Penelitian ini dilakukan untuk menemukan arti kata “berkenan” dalam Roma 12:1-2. Di dalam Injil dicatat bahwa Allah Bapa berkenan kepada Yesus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dilakukan dengan melakukan eksegesis atas Roma 12:1-2. Tujuan dari eksegesis ini adalah untuk mengetahui apa yang membuat Allah berkenan kepada gereja-Nya. Eksegesis ini menghasilkan prinsip-prinsip teologis yang dapat diterapkan dalam konteks gereja masa kini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan tiga hal yang menjadikan Allah “berkenan”, yaitu mempersembahkan tubuh jasmani jemaat sebagai persembahan yang kudus dan yang berkenan selagi hidup, berhenti menjadi serupa dengan dunia ini, dan terus-menerus berubah rupa dengan pembaharuan pikiran. 
Tinjauan Proses Pembentukan Kepemimpinan Rasul Petrus dan Implementasinya dalam Pelayanan Mentoring Raharjo, Christian Daniel
Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Vol 2 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtk.v2i2.404

Abstract

Kebutuhan gereja dan pelayanan akan tersedianya pemimpin yang efektif menjadi salah satu isu penting yang terus menjadi pergumulan bagi Tubuh Kristus. Kurangnya pemimpin yang efektif mengakibatkan gereja mengalami stagnansi, tidak sedikit juga yang mengalami kemunduran, bahkan skandal. Dalam upaya untuk memberikan masukan bagi kepemimpinan gereja dan pelayanan, peneliti mencoba untuk meneliti proses pembentukan kepemimpinan melalui pelayanan mentoring. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif-deskriptif guna menganalisa ayat-ayat dan literatur-literatur yang berkaitan dengan subyek penelitian ini. Adapun yang menjadi problem riset artikel ini ialah bagaimana proses pembentukan kepemimpinan rasul Petrus dan penerapannya dalam pelayanan mentoring. Melalui analisa yang dilakukan, penulis mendapati ada lima tahapan pembentukan kepemimpinan rasul Petrus, yaitu: terinspirasi, termotivasi, dibimbing, diperluas wawasannya, dan terlatih oleh pengalaman. Kemudian tahapan-tahapan ini yang diterapkan dalam pelayanan mentoring melalui sudut pandang mentor, tahapan-tahapan itu ialah : inspirasi, motivasi, navigasi, edukasi, dan eksplorasi. 
Penerapan Kasih Setia Berdasarkan Kitab Hosea pada Pasangan Suami Istri Generasi Milenial Gultom, Edrawd Colin
Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Vol 3 No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtk.v3i1.512

Abstract

Faithfulness is often associated with faithfulness, but faithfulness and lovingkindness are fundamentally different things. Faithfulness is a form of consistency in a relationship full of forgiveness despite the mistakes made but still loving. The development of technology opens up opportunities to commit crimes, and the lack of control over the use of technology such as gadgets and social media can affect household relationships. The method used in this study is a qualitative research method with a contextual biblical approach. The researcher draws the following conclusion: First, God's lovingkindness is full of forgiveness. Second, God's lovingkindness is accompanied by mercy. Third, God's lovingkindness is a binding commitment in faithful wording. Fourth, God's lovingkindness is always accompanied by pleasurable desires. Fifth, God's lovingkindness binds and guides people. Based on the results of this research, it is necessary to teach the concept of faithful love to married couples from the millennial generation so that they can apply it in their domestic relationships.AbstrakKasih setia sering kali dikaitkan dengan kesetiaan, namun pada dasarnya kesetiaan dan kasih setia adalah hal yang berbeda. Kasih setia merupakan suatu bentuk kekonsistenan dalam sebuah hubungan yang penuh dengan pengampunan walaupun dengan berbagai kesalahan yang di lakukan namun tetap mengasihi. Perkembangan teknologi membuka peluang untuk melakukan kejahatan, serta kurangnya kontrol terhadap penggunaan teknologi seperti gadget dan media sosial dapat mempengaruhi hubungan rumah tangga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan biblikal kontekstual. Peneliti menarik kesimpulan sebagai berikut: Pertama, kasih setia Allah penuh dengan pengampunan. Kedua, kasih setia Allah disertai belas kasihan. Ketiga, kasih setia Allah adalah komitmen yang bersifat mengikat dalam setia janji perkataan. Keempat, kasih setia Allah selalu disertai dengan keinginan menyenangkan. Kelima, kasih setia Allah bersifat mengikat dan menuntun umat. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka perlu diajarkan konsep kasih setia kepada pasangan suami-istri dari generasi milenial sehingga mereka dapat menerapkannya dalam hubungan rumah tangga mereka.
Pentingnya Peran Khotbah Kebangunan Rohani dalam Jemaat Masa kini Respatya, Kezia Nonce Grace Yulia; Sugiharto, Ayub
Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Vol 3 No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtk.v3i1.840

Abstract

Kebangunan rohani merupakan elemen penting dalam perjalanan iman Kristen, khususnya melalui khotbah yang mampu membangkitkan semangat rohani jemaat dan memperbarui komitmen kepada Tuhan. Artikel ini membahas peran strategis khotbah kebangunan rohani dalam konteks gereja masa kini, yang dihadapkan pada tantangan perkembangan teknologi, sekularisasi, dan individualisme. Melalui metode penelitian kualitatif deskriptif dan pendekatan studi kepustakaan, penelitian ini mengkaji bagaimana khotbah kebangunan rohani berperan dalam memulihkan visi dan misi gereja, menumbuhkan semangat pelayanan, serta memperkuat komitmen iman jemaat. Dengan fokus pada penyampaian khotbah yang kuat, relevan, dan kontekstual, penelitian ini menyoroti dampak transformasional khotbah terhadap kehidupan rohani individu maupun komunitas gereja secara keseluruhan. Penelitian ini juga mengeksplorasi berbagai pandangan teologis dan sosiologis terkait relevansi khotbah kebangunan rohani di era modern, serta pentingnya doa dan kepemimpinan transformasional dalam pertumbuhan spiritual jemaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa khotbah kebangunan rohani tidak hanya membawa pertobatan dan kesadaran spiritual, tetapi juga berperan signifikan dalam memperkuat kesatuan dan pelayanan dalam gereja.