cover
Contact Name
Ade Cahya
Contact Email
ade@htp.ac.id
Phone
+6276133815
Journal Mail Official
jom.kebidanan@htp.ac.id
Editorial Address
Jl.Mustafa Sari No.5 Tangkerang Selatan
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal)
ISSN : -     EISSN : 2776625X     DOI : https://doi.org/10.25311/jkt
Core Subject : Humanities, Health,
Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) is a national midwifery journal that publishes scientific works for midwives, nurses, academic parties, and practitioners. Types of articles in Journal Kebidanan include: Original research articles Reviews Clinical case Research letters Letters to the editor. Welcomes and invites midwifery manuscripts with the scope: Pregnancy Birth Postpartum periodic Newborn and children Adolescence Family Planning Climacteric Midwifery Community Education in midwifery Holistic and complementary therapy in midwifery Health reproductive
Articles 85 Documents
PEMBERIAN SARI KACANG HIJAU UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI ASI PADA IBU POST PARTUM DI PMB DINCE SAFRINA KOTA PEKANBARU TAHUN 2023 kamelia, sela intan; Juli Selvi Yanti; Nelly Karlinah
Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Kebidanan Terkini
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jkt/Vol1.Iss1.1127

Abstract

Kelancaran ASI sangat penting untuk tersedianya sumber makanan bagi bayi yang masa menyusui. Idealnya ASI lancar pada hari ke-3 postpartum. Namun kenyataannya masih ditemukan ibu nifas yang ASI nya tidak lancar pada hari ke-3. Penyebab ASI tidak lancar salah satunya adalah menurunnya produksi ASI pada hari pertama setelah melahirkan dapat disebabkan kurangnya rangsangan hormone oksitosin dan prolactin yang sangat berperan dalam kelancaran produksi ASI. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi ASI yaitu dengan pemberian sari kacang hijau karena proteinnya mengandung asam amino sehingga mampu merangsang sakresi ASI. Dari studi pendahuluan yang telah dilakukan di PMB Dince Safrina terdapat 17 ibu postpartum, dimana 12 ibu postpartum mengalami ASI tidak lancar. Metode kasus ini dilakukan dengan cara memberikan sari kacang hijau pada ibu postpartum hari kedua yang mengalami ASI tidak lancar.Setelah dilakukan asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan pemberian sari kacang hijau selama 7 hari didapatkan ada peningkatan produksi ASI dengan volume ASI sebanyak 70 ml. Disarankan kepada lahan praktik untuk dapat memberikan informasi mengenai manfaat sari kacang hijau dengan menggunakan media leaflet. Kata Kunci : Sari Kacang Hijau, ASI, Produksi ASI
Pemberian Jamu Kunyit Asam Untuk Memperlancar ASI Pada Ibu NIfas Alisa, Rika; Liva Maita; Miratu Megasari
Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Kebidanan Terkini
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jkt/Vol1.Iss1.1128

Abstract

Jamu kunyit asam merupakan jamu tradisional yang bermanfaat untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu yang menyusui. Jamu kunyit asam dapat memperlancar pengeluaran ASI karena dapat merangsang hormon prolaktin secara tidak langsung sebagai salah satu mekanisme suatu senyawa laktogogum (pelancar pengeluaran ASI). Meminum jamu kunyit asam merupakan salah satu solusi untuk mengatasi ketidaklancaaran ASI. Dari studi pendahuluan yang dilaksanakan Di Klinik Pratama Arrabih belum pernah dilakukan pemberian jamu kunyit asam untuk diminum pada ibu post partum. Beberapa pasien datang kembali ke klinik dengan keluhan ASI kurang lancar dan minta obat pelancar ASI. Tujuannya studi kasus ini yaitu melakukan asuhan kebidanan kepada ibu nifas dengan penatalaksanaan pemberian jamu kunyit asam. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan asuhan kebidanan pada ibu nifas penatalaksanaan pijat laktasi untuk memperlancar produksi ASI di Klinik Pratama Arrabih dan kunjungan rumah pada Ny. M dari tanggal 17 Juni 2023 sampai 23 Juni 2023. Hasil yang dilakukan yaitu kunjungan pertama pengeluaran ASI tidak keluar, pada hari keempat dan ketujuh adanya peningkatan perubahan volume ASI serta tidak mengalami komplikasi masa nifas, dimana volume ASI dapat mencukupi kebutuhan bayi.
PEMBERIAN IKAN GABUS UNTUK PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU NIFAS DI KLINIK PRATAMA ARRABIH KOTA PEKANBARU TAHUN 2023 Handayani, Suri; Een Husanah; Widya Juliarti; Intan Widya Sari
Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Kebidanan Terkini
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jkt/Vol1.Iss1.1135

Abstract

Luka perineum adalah robekan obstetrik yang terjadi disekitar perineum pada saat persalinan berlangsung.Faktor penyebab terjadinya infeksi pada masa nifas terdiri dari daya tahan tubuh yang lemah, perawatan nifas yang kurang baik, hygiene yang tidak benar dan kurangnya asupan kebutuhan gizi pada ibu. Upaya penanganan secara alami yang dilakukan salah satunya yaitu ikan gabus. Ikan gabus mengandung albumin yang penting bagi proses penyembuhan luka Proses penyembuhan luka selama 7-10 hari dan membutuhkan asupan gizi dan protein yang cukup salah satunya yaitu dengan mengkonsumsi ikan gabus kerena memiliki kandungan albumin dan protein yang tinggi untuk mempercepat proses penyembuhan luka agar tidak terjadi infeksi. Tujuan asuhan adalah untuk penyembuhan luka perenium pada ibu nifas deng pemberian ikan gabus. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan memberikan sup ikan gabus sebanyak 500 gram/hari selama 7 hari dengan menggunakan pendokumentasian SOAP dan lembar observasi Skala REEDA. Hasil asuhan pada kunjungan pertama, didapatkan luka perinium dengan skala REEDA 4 dan pada kunjungan kedua, dan kunjungan ketiga didapatkan luka perinium dengan skala REEDA 0. Terjadi penyembuhan luka setelah dilakukan asuhan kebidanan selama 7 hari dengan 3 kali kunjungan. Disarankan kepada pemberi layanan kesehatan untuk dapat memeberikan informasi tentang pemberian ikan gabus dalam bentuk penyuluhan, pemberian leaflet atau poster dan menjadikan ikan gabus sebagai salah satu terapi nonfarmakologis pada asuhan masa nifas untuk penyembuhan luka perinium.
PEMBERIAN JUS BUAH BIT DAN KURMA PADA IBU HAMIL DENGAN ANEMIA TERHADAP PENINGKATAN KADAR HOMOGLOBIN DI KLINIK PRATAMA AFIYAH KOTA PEKANBARU TAHUN 2023 Lomongga, Adelina; Octa Dwienda Ristica; Cecen Suci Hakameri
Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Kebidanan Terkini
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jkt/Vol1.Iss1.1137

Abstract

Kehamilan proses alamiah akibat sel telur matang kemudian bertemu spermatozoa terjadi pembuahan kemudian menghasilkan janin. Kehamilan dibagi 3 triwulan yaitu, triwulan pertama dari konsepsi sampai 3 bulan. Triwulan kedua dari bulan keempat sampai keenam, triwulan ketiga dari bulan ketujuh sampai ke-9 bulan. Kehamilan terjadinya perubahan fisologis terutama dalam sistem metabolik terjadi peningkatan kebutuhan darah mengangkut karbondioksida, nutrisi, energi dan oksigen. Peningkatan tersebut berpengaruh kondisi ibu hamil dan janin, jika tidak mencukupi nutrisinya akan mengalami anemia. Upaya untuk meningkatkan kadar hemoglobin yaitu dengan memberikan pengobatan non-farmakologi seperti pemberian jus buah bit dan kurma. Tujuan asuhan kebidanan pemberian jus buah bit dan kurma pada ibu hamil anemia terhadap peningkatan kadar hemoglobin di Klinik Pratama Afiyah Kota Pekanbaru. Metode asuhan pendekatan studi kasus, subjek penelitian Ny. S UK 31 minggu, G3P2A0H2 dengan masalah anemia. Hasil asuhan dilakukan selama 7 hari di mulai tanggal 22-29 Agustus 2023 banyak dampak positif terhadap peningkatan kadar Hemoglobin dari 8,8 g/dl naik menjadi 9,5 g/dl. Kesimpulan asuhan ini adalah pemberian jus buah bit dan kurma meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil yang anemia jika diminum secara teratur sesuai dengan anjuran yang disarankan. Saran untuk klinik agar menerapkan asuhan ini mencegah terjadinya ketidaknyamanan selama kehamilan secara non-farmakologi.
Pemberian Ikan Gabus Untuk Mempercepat Proses Penyembuhan Luka Episiotomi Di Klinik Pratama Arrabih Pekanbaru NurulFatiah; Rina Yulviana; Een Husanah; Riza Febrianti
Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Kebidanan Terkini
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jkt/Vol1.Iss1.1272

Abstract

Masa nifas atau puerperium adalah masa setelah persalinan selesai sampai 6 minggu ata 42 hari. Sekitar 60% kematian ibu terjadi setelah melahirkan yang didominasi oleh beberapa penyebab salah satunya infeksi dimana hal ini dapat dicegah dengan melakukan pertolongan persalinan yang bersih, deteksi dini infeksi, dan asuhan pada masa nifas yang baik. Ibu yang memiliki laserasi pada saluran genetalia termasuk episiotomi beresiko terkena infeksi pada masa nifas. Dengan mengkonsumsi ikan gabus diyakini dapat mempercepat penyembuhan luka karena kandungan protein dan albumin yang cukup tinggi, pengambilan kasus ini dilakukan untuk melaksanakan  Asuhan Kebidanan Ibu Niifas Ny.M dengan Pemberian Ikan Gabus Untuk Mempercepat Proses Penyembuhan Luka Episiotomi Di Klinik Pratama Arrabih Kota Pekanbaru Tahun 2022 dengan menggunakan metode studi kasus. Kunjungan nifas dilaksanakan sebanyak 3 kali kunjungan yang telah di dokumentasikan dalam bentuk SOAP. Hasil dari mengkonsumsi ikan gabus selama 7 hari dari tanggal 31 Maret 2022-06 April 2022 perhari sebanyak 500 gram didapatkan masa nifas Ny.M, kondisi luka episiotomi bagian luar telah kering,pus (-),infeksi perineum. Diharapkan bidan dapat memberikan asuhan yang terfokus pada perawatan luka episiotomi agar menghindari terjadinya AKI pada masa nifas.