cover
Contact Name
Ade Cahya
Contact Email
ade@htp.ac.id
Phone
+6276133815
Journal Mail Official
jom.kebidanan@htp.ac.id
Editorial Address
Jl.Mustafa Sari No.5 Tangkerang Selatan
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal)
ISSN : -     EISSN : 2776625X     DOI : https://doi.org/10.25311/jkt
Core Subject : Humanities, Health,
Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) is a national midwifery journal that publishes scientific works for midwives, nurses, academic parties, and practitioners. Types of articles in Journal Kebidanan include: Original research articles Reviews Clinical case Research letters Letters to the editor. Welcomes and invites midwifery manuscripts with the scope: Pregnancy Birth Postpartum periodic Newborn and children Adolescence Family Planning Climacteric Midwifery Community Education in midwifery Holistic and complementary therapy in midwifery Health reproductive
Articles 85 Documents
The Midwifery Care for Breastfeeding Mothers With Soybean Milk Provision at Ar-Rabih Primary Clinic Pekanbaru 2021 Atikah Syufiyyah; Nelly Karlinah
Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Kebidanan Terkini
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jkt/Vol2.Iss1.714

Abstract

Masalah yang sering dijumpai pada masa Nifas ialaah kurangnya kecukupan ASI pada bayi sehingga bayi tidak merasa puas dan sering menangis/ rewel, tinja bayi menjadi keras, dan payudara tidak membesar. Tujuan asuhan ini dilakukan ialah untuk memperbanyak ASI melalui pendekatan asuhan kebidanan serta mendokumentasikan hasil asuhan yang telah di lakukan. Metode studi kasus dilakukan dengan cara menemukan suatu permasalahan melalui kasus unit tunggal. Lokasi pengambilan kasus ini akan dilakukan di jalan Cendrawasih Klinik Pratama Ar-Rabih dilanjutkan dirumah pasien di Jalan Kina, Harapan Raya. Pengambilan kasus ini dilakukan langsung dengan meminta data langsung dari pasien dan keluarganya dengan melakukan kontak dan kesepakatan dengan pasien. Setelah pasien setuju dengan kesepakatan yang dibuat, lalu akan dilaksanakan asuhan yang akan diberikan kepada pasien tersebut. Asuhan kebidanan yang diberikan adalah pemberian susu kacang kedelai sebanyak 250 ml 2 kali perhari selama 7 hari. Evaluasi hasil yang yang didapatkan ada peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui terhadap pemberian susu kacang kedelai. Diharapkan ibu untuk sesering mungkin menyusui bayinya 8 – 10 kali/hari agar dapat terus merangsang produksi ASI dan payudara tidak terasa penuh dan membengkak.
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL ANEMIA DENGAN PENGATURAN MENU SEIMBANGTINGGI PROTEIN DI PMB HASNA DEWI F.S KOTA PEKANBARU Afivatul Ulya -; Nur Israyati
Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Kebidanan Terkini
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jkt/Vol2.Iss1.716

Abstract

Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar Hb <11 gr pada trimester 1 dan III atau kurang dari 10,5 gr pada trimester II. Di negara berkembang 40% berkaitan dengan terjadinya anemia dalam kehamilan. Kebanyakan anemia dalam kehamilan disebabkan oleh defisiensi besi dan perdarahan akut, bahkan tidak jarang keduanya saling berinteraksi Penyebab utama anemia adalah kurang memadainya asupan makanan sumber zat besi, meningkatnya kebutuhan zat besi saat hamil dan menyusui serta kehilangan banyak darah saat persalinan. Tujuan asuhan adalah memberikan asuhan pada ibu hamil anemia dengan pengaturan menu seimbang tinggi protein dalam mengatasi anemia pada ibu hamil di PMB Hasna Dewi F.S Kota Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah metode kasus dengan subjek adalah ibu hamil trimester III yang mengalami anemia ringan dan melakukan pendokumentasian dalam bentuk SOAP. Hasil asuhan menunjukan bahwa asuhan pengaturan menu seimbang tinggi protein yang diberikan selama 25 hari dengan 3 kali kunjungan didapatkan terjadi peningkatan Hb yaitu 10,1 g/dl menjadi 12,3 g/dl. Dapat di simpulkan dengan mengkonsumsi menu seimbang tinggi protein dapat meningkatkan kadar Hb pada ibu hamil trimester III anemia. . disarankan kepada bidan untuk menggunakan pengaturan menu seimbang ini sebagai salah satu rekomendasi asuhan dalam meningkatkan kadar Hb pada ibu hamil dengan anemia. Kata Kunci : Asuhan Kebidanan, Anemia, Menu Seimbang Tinggi Protein Referensi : 9 ( 2013-2019))
ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR DENGAN PERAWATAN TALI PUSAT TERBUKA DI PMB ERNITA KOTA PEKANBARU TAHUN 2021 Nurhas Linda; Rika Andriyani
Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Kebidanan Terkini
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jkt/Vol2.Iss1.723

Abstract

Perawatan tali pusat untuk mencegah terjadinya tetanus pada bayi yang disebabkan masuknya spora kuman tetanus (clostridium tetani) kedalam tubuh melalui tali pusat. Tahun 2010 WHO menemukan angka kematian bayi sebesar 560.000 yang disebabkan oleh infeksi tali pusat. Faktor risiko mortalitas tersebut antara lain perawatan tali pusat dengan alkohol, iodium, serta dengan cara tradisional. karena perawatan atau tindakan yang kurang bersih. Dari hasil survy yang dilaksanakan di PMB Ernita pada tiga bulan terakhir terdapat sebanyak 100 orang psien bersalin 20 di antaranya belum mengetahui cara perawatan tali pusat terbuka. Tujuan laporan kasus ini yaitu mampu melakukan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan melakukan perawatan tali pusat terbuka untuk mempercepat pelepasan tali pusat. Metode yang dipakai yaitu dengan pendekatan menejemen kebidanan kemudian didokumentasikan dalam bentuk SOAP serta dilakukan penilaian tali pusat puput setelah 5 hari bayi lahir. Tugas akhir ini dilaksanakan di PMB Ernita kemudian dilanjutkan kunjungan rumah selama 5 hari. Dengan pemantauan dimana dilakukan perawatan tali pusat yang pada hari ke -5 tali pusat puput. Kesimpulan dari hasil ini bahwa perawatan tali pusat berhasil dan terbukti mempercepat pupt tali pusat. Dengan ini diharapkan kepada PMB Ernita untuk terus melakukan perawatan tali pusat terbuka.
PERAWATAN TALI PUSAT TERBUKA PADA BAYI BARU LAHIR DI KLINIK PRATAMA AMANAH AYAH BUNDA TAHUN 2021 mella santi; Intan Widya Sari
Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Kebidanan Terkini
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jkt/Vol2.Iss1.827

Abstract

Tali pusat merupakan jalan masuk utama infeksi sistemik pada bayi baru lahir. Perawatan tali pusat secara umum bertujuan untuk mencegah terjadinya infeksi dan mempercepat putusnya tali pusat.Infeksi tali pusat pada dasarnya dapat dicegah dengan melakukan perawatan tali pusat yang baik dan benar, yaitu dengan prinsip perawatan kering dan bersih. Tujuan asuhan kebidanan ini adalah untuk membatu mengatasi terjadinya infeksi pada tali pusat bayi baru lahir. Perawatan tali pusat dengan cara merawat talipusat yang berarti menjaga agar luka tersebut tetap bersih, tidak terkena air kencing, kotoran bayi atau debu. Pemakaian popok bayi diletakkan di sebelah bawah tali pusat. Asuhan yang diberikan dalam studi kasus ini yaitu dengan kriteria inklusi bayi baru lahir dengan kondisi yang sehat, berat bayi diatas 2500 gr yang dilakukan di klinik pratama amanah ayah bunda pada tanggal 23- 29 Desember Tahun 2021. Hasil Asuhan Kebidanan yang telah diberikan pada bayi baru lahir dengan perawatan tali pusat terbuka didapatkan bahwa perawatan tali pusat secara terbuka lebih cepat kering serta terlihat bersih dan tidak ada infeksi yang terjadi. Disarankan agar memberikan penyuluhan tentang perarwatan tali pusat yang baik dan benar yaitu dengan cara perawatan tali pusat secara terbuka.
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS DENGAN SENAM KEGEL UNTUK PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM DI PMB DINCE SAFRINA, SST KOTA PEKANBARU TAHUN 2021 Nurizki Anif Putri; Rita Afni
Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Kebidanan Terkini
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jkt/Vol2.Iss2.468

Abstract

Selama nifas, ibu banyak mengalami perubahan fisik seperti dinding perut menjadi kendor, longgarnya liang senggama dan otot dasar panggul. Pada saat persalinan, ibu bisa mengalami laserasi perineum. Laserasi perineum merupakan robekan yang terjadi pada perineum sewaktu proses persalinan. Senam nifas sangat baik dilakukan pada ibu setelah melahirkan, senam yang diterapkan pada masa nifas yaitu senam kegel. Senam kegel adalah senam untuk menguatkan otot panggul, senam ini bisa dilakukan segera setelah melahirkan untuk mempercepat dan pemulihan luka perineum. Asuhan ini bertujuan untuk melihat pengaruh senam kegel terhadap proses penyembuhan luka perineum di PMB Dince Safrina, SST, MKM Kota Pekanbaru Tahun 2021. Objek pada asuhan ini adalah salah satu ibu nifas di PMB Dince Safrina, SST, MKM dengan 2 kali kunjungan rumah. Asuhan ini dilakukan dengan pendekatan pendokumentasian metode SOAP. Studi kasus ini dilakukan pada Ny. S dari Nifas hari 1 sampai hari ke 7. Dari pengumpulan data dan asuhan saat kunjungan dari awal sampai kunjungan terakhir luka perineum ibu sudah kering dan ibu sudah merasa sehat dan tidak ada keluhan.
PEMBERIAN SARI KACANG MERAH UNTUK MEMPERLANCAR PRODUKSI ASI DI KLINIK PRATAMA AR-RABIH KOTA PEKANBARU TAHUN 2021 Yani Sugianti; Miratu Megasari
Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Kebidanan Terkini
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jkt/Vol2.Iss2.474

Abstract

Produksi ASI yang tidak lancar salah satu masalah menyusui. Masalah tersebut dapat diatasi salah satunya dengan mengkonsumsi sari kacang merah, dikarenakan kandungan isoflavon yang merangsang hormon prolaktin dan oksitosin yang meningkatkan produksi ASI. Studi pendahuluan yang dilakukan di Klinik Pratama Arrabih ada 5 orang ibu nifas yang ASI nya tidak lancar. Tujuan studi kasus ini yaitu melakukan asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan pemberian sari kacang merah. Metode yang dipakai studi kasus dengan asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan pemberian sari kacang merah untuk memperlancar produksi ASI, yang dilakukan dengan kunjungan ke rumah pada tanggal 27 April 2021 & 03 Mei 2021. Hasil asuhan kebidanan yang diberikan pada pasien Ny. C dengan mengkonsumsi sari kacang merah sebanyak 300 ml 2 x sehari selama 7 hari berhasil mengumpulkan volume ASI dari 30 ml ASI sebelum asuhan menjadi 80 ml ASI setelah asuhan. Asuhan di atas sesuai dengan penelitian yang dilakukan (M. Safitri, 2018) bahwa adanya pengaruh pemberian sari kacang merah terhadap peningkatan produksi ASI yaitu dari 20 responden terdapat 15 orang yang mengalami peningkatan produksi ASI. Disarankan agar asuhan pada ibu nifas dilakukan secara rutin pada ibu yang mengalami ASI tidak lancar.
METODE PIJAT LAKTASI PADA IBU NIFAS UNTUK MELANCARKAN PENGELUARAN ASI DI KLINIK PRATAMA ARRABIH Fariska Rianda Yanda; Miratu Megasari
Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Kebidanan Terkini
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jkt/Vol2.Iss2.486

Abstract

Pijat laktasi adalah pemijatan pada punggung ibu dan breast care, yang bertujuan merangsang keluarnya hormone prolaktin dan oksitosin. Pijat laktasi merupakan salah satu solusi untuk mengatasi ketidak lancaran produksi ASI. Pijat laktasi dapat dilakukan oleh suami atau keluarga sehingga memberikan kenyamanan pada ibu menyusui. Dari studi pendahuluan di Klinik Pratama Arrabih terdapat 6 orang ibu nifas dan diantara 3 diantaranya mengalami ASI tidak lancar dan memberikan susu formula. Tujuannya studi kasus ini yaitu melakukan asuhan kebidanan kepada ibu nifas dengan penatalaksanaan pijat laktasi. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan asuhan kebidanan pada ibu nifas penatalaksanaan pijat laktasi untuk memperlancar produksi ASI di Klinik Pratama Arrabih dan kunjungan rumah pada Ny. S dari tanggal 25 April 2021 sampai 27 April 2021. Hasil yang dilakukan yaitu kunjungan pertama pengeluaran ASI tidak lancar, pada hari kedua dan ketiga adanya peningkatan perubahan volume ASI serta tidak mengalami komplikasi masa nifas. Disimpulkan adanya perubahan volume ASI setelah dilakukan pijat laktasi. Diharapkan penyedia layanan untuk mengikuti pelatihan pijat laktasi agar dapat menerapkan metode pijat laktasi.
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL ANEMIA DENGA PEMBERIAN BUAH KURMA DI PMB MURTINAWITA PEKANBARU TAHUN 2021 Nefta Mei Dayanni; Octa Dwienda Ristica
Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Kebidanan Terkini
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jkt/Vol2.Iss2.562

Abstract

Anemia kehsmilan adalah kondisi ibu dengan kadar hemoglobin (Hb) < 11 gr pada trimester I dan III atau kadar 10,5 gr pada trimester II. Anermia pada ibu hamil berdampak buruk pada ibu pada ibu dan janin, kemungkinan dampak buruk pada ibu hamil yaitu hipoksia akibat anemia dapat menyebabkan syok bahkan kematian ibu saat persalinan, meskipun tidak disertai perdarahan dan kematian bayi. Sedangkan dampak pada janin yaitu premature, bayi lahir berat badan rendah, kecacatan bahkan kematian bayi, lamanya waktu partus karna kurang daya dorong rahim. Anemia disebabkan karna kurang gizi, dan kurangnya kadar zat besi. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia yaitu dengan cara mengkonsumsi buah kurma 7 butir (100 gram) selama 8 hari. Kurma merupakan buah yang kaya akan zat besi. Kurma juga dapat meningkatkan kadar hemoglobin, 7 butir buah kurma dapat memberikan lebih dari 350 energi. Dalam kasus ini penulis melakukan ashuan kebidanan pada ibu hamil anemia dengan pemberian buah kurma 100 gram (7 butir) selama 8 hari dan juga melakukan asuhan secara menyeluruh dan berkesinambungan melalui metode pendokemtassian S-O-A-P. pengambilan kasus dilakukan dengan melakukan 2 kali kunjungan. Asuhan kebidanan dengan pemberian buah kurma dilakukan pada Ny.N usia 30 tahun dengan anemia ringan, setelah dilakukan asuhan kebidanan dengan memakan buah kurma di pagi hari selama 8 hari, didapatkan hasil adanya peningkatan kadar hemoglobin pada ibu. Disarankan kepada tempat pelayanan kesehatan agar menganjurkan pada ibu hamil anemia ringan untuk mengkonsumsi buah kurma agar bisa meningkatkan kadar hemoglobin.
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS DALAM PEMBERIAN DAUN KATUK UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI ASI DI PMB ERNITA KOTA PEKANBARU TAHUN 2021 Meishella Ayu Reyaningtyas; Rika Andriyani
Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Kebidanan Terkini
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jkt/Vol2.Iss2.572

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bagi bayi, khususnya bayi berusia 0-6 bulan, yang fungsinya tidak dapat tergantikan oleh makanan dan minuman apapun. Berdasarkan survey awal yang saya lakukan di PMB Ernita, ditemukan data ibu yang mempunyai bayi tidak mendapatkan ASI Eksklusif sekitar 10 orang, salah satu cara untuk meningkatkan program ASI terpenuhi adalah dengan daun katuk. Di Indonesia, Nutrisi daun katuk mampu meningkatkan produksi susu dengan meningkatkan metabolisme glukosa untuk sintesis laktosa. Tujuan laporan kasus ini yaitu mampu melakukan asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan memberikan daun katuk untuk meningkatkan produksi ASI. Metode: Metode penelitian menggunakan studi kasus. pendekatan asuhan berdasarkan standar asuhan kebidanan ibu nifas dimana asuhan kebidanan dilakukan pemberian rebusan daun katuk selama 7 hari berturut-turut ini dilaksanakan di PMB Ernita, kemudian dilanjutkan dengan kunjungan rumah selama 7 hari. Hasil: Ibu nifas yang diberi air rebusan daun katuk selama 7 hari mengalami peningkatan produksi ASI. Pembahasan: Hal ini sesuai dengan teori bahwa daun katuk merupakan tumbuhan multi khasiat tetapi juga bisa sebagai pelancar ASI yang berguna untuk membantu para ibu yang mengalami kesulitan tentang ASI atau seputar masalah menyusui bisa menggunakan daun katuk. Kata kunci : Asuhan Kebidanan, Ibu Nifas, Penggunaan Daun Katuk Daftar Pustaka : (2014-2021)
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS DENGAN RUPTUR PERINIUM DI PMB HASNA DEWI KOTA PEKANBARU TAHUN 2021 Sisi Putri Ayuni; Juli Selvi Yanti
Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Kebidanan Terkini
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jkt/Vol2.Iss2.718

Abstract

Luka perineum adalah perlukaan yang terjadi pada saat persalinan di bagian perinuem. Faktor penyebeb luka perineum pada ibu nifas antara lain partus presipitatus yang tidak di kendalikan yang tidak di tolong, pasien tidak mampu berhenti mengejan, arkus pubis sempit dengan pintu bawah panggul yang sempit sehingga menekan kepala bayi kearah posterior dan perluasan episiotomy. Dari studi pendahuluan di PMB Hasna Dewi terdapat 45 orang ibu bersalin, 25 ibu nifas lainnya tidak tau tentang perawatan luka perineum karena masih percaya terhadap mitos-mitos yang menuntut mereka untuk berpantangan terhadap makanan. Tujuannya yaitu untuk melakukan asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan rupture perineum secara menyeluruh dan berkesinambungan melalui pendekatan manajemen serta pendokumentasian SOAP. Metode yang digunakan adalah studi kasus, dilaksanakan di PMB Hasna Dewi pada tanggal 23 Juli sampai 29 Juli 2021. Hasil yang di dapatkan pada kunjungan pertama luka perineum ibu tanpa basah pada luka perineum dengan nilai reeda 7 dan kunjungan kedua luka perineum ibu sudah menyatuh dan menggering tidak ada tanda-tanda infeksi dengan nilai reeda 0. Disimpulkan bahwa pelaksanaan asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan rupture perineum 2 kali kunjungan di dapatkan hasil perawatan luka perineum membaik. Disarankan perlunya di adakan kelas ibu nifas di PMB untuk memberikan asuhan kebidanan secara berkelompok.