Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal)
Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) is a national midwifery journal that publishes scientific works for midwives, nurses, academic parties, and practitioners. Types of articles in Journal Kebidanan include: Original research articles Reviews Clinical case Research letters Letters to the editor. Welcomes and invites midwifery manuscripts with the scope: Pregnancy Birth Postpartum periodic Newborn and children Adolescence Family Planning Climacteric Midwifery Community Education in midwifery Holistic and complementary therapy in midwifery Health reproductive
Articles
85 Documents
PELANCAR ASI PADA IBU MENYUSUI DENGAN SAYUR DAUN KELOR DI KLINIK PRATAMA SARINAH TAHUN 2021
Leni Santya;
Liva Maita
Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Kebidanan Terkini
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25311/jkt/Vol2.Iss2.720
Masalah yang sering timbul pada ibu menyusui adalah sindrom ASI kurang. Masalah sindrom ASI kurang diakibatkan oleh kecukupan bayi akan ASI tidak terpenuhi sehingga bayi mengalami ketidak puasan setelah menyusui. Tujuan asuhan kebidanan pada ibu menyusui dengan pemberian sayur daun kelor untuk memperlancar produksi ASI dan mengetahui manfaat dalam memberikan sayur daun kelor untuk meningkatkan produksi ASI. Daun kelor sangat kaya akan nutrisi, diantaranya kalsium, besi, protein, vitamin A, vitamin B dan vitamin C, mengandung zat besi dan mengandung fitosterol yang dapat meningkatkan produksi ASI bagi wanita yang sedang menyusui. Subjek studi kasus ini adalah ibu menyusui, pada subjek dilakukan asuhan kebidanan pada ibu menyusui dengan pemberian sayur daun kelor untuk memperlancar ASI. Dengan pendekatan manajemen kebidanan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Lokasi pengambilan kasus ini akan dilakukan di Klinik Pratama Sarinah Kota Pekanbaru dilanjutkan dirumah pasien. Hasil yang didapatkan adanya peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui terhadap pemberian sayur daun kelor dengan dosis 100 gram perhari yaitu dari ±20 ml menjadi ±90 ml yang dilakukan selama 7 hari dengan 3 kali kunjungan. Disarankan bagi bidan untuk meningkatkan asuhan kebidanannya dengan memberikan konseling tentang pemberian sayur daun kelor untuk meningkatkan produksi ASI dan dapat menganjurkan ibu yang produksi ASI sedikit untuk mengkonsumsi sayur daun kelor.
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS DENGAN KONSUMSI PUTIH TELUR UNTUK PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM DI PMB SITI JULAEHA KOTA PEKANBARU TAHUN 2021
Popi Anggraini;
Yulrina Ardhiyanti
Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Kebidanan Terkini
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25311/jkt/Vol2.Iss2.724
Luka perineum adalah robekan yang terjadi pada perineum sewaktu persalinan.Luka perineum dapat dicegah dengan memberikan asuhan berupa pemberian putih telur. Data yang didapatkan dari survey di PMB Siti Julaeha tercatat 25 persalinan 15 diantaranya dengan tindakan episiotomi derajat 2 dan 10 diantaranya tidak ada robekan luka perineum dan tidak mengetahui apa saja penanganan luka perineum karena kurangnya informasi yang di dapatkan bagaimana cara perawatan luka perineum dengan baik dan benar. Tujuan dilakukannya asuhan mampu melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan luka perineum. Metode yang digunakan adalah studi kasus, dilaksanakan di PMB Siti Julaeha dari tanggal 16-22 Juli 2021. Hasil yang didapatkan pada kunjungan pertama yaitu nyeri pada luka perineum dengan nilai REEDA 7, pada kunjungan kedua yaitu luka perineum yang dialami ibu sudah kering dengan nilai REEDA 0. Disimpulkan bahwa perubahan menggunakan putih telur setelah dilakukannya asuhan mengalami penyembuhan pada luka perineum. Disarankan agar tenaga kesehatan penkes tentang menu gizi seimbang mengkonsumsi putih telur dan mensosialisasikan cara membersihkan dan merawat luka perineum dengan benar.
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS DENGAN PEMBERIAN JUS NENAS DAN MADU UNTUK PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM
Elsy Mardiani;
Kiki Megasari
Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Kebidanan Terkini
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25311/jkt/Vol2.Iss2.813
Masa Nifas ( Puerperium ) adalah masa setelah persalinan selesai sampai 6 minggu atau 42 hari. Selama masa nifas, organ reproduksi secara perlahan akan mengalami perubahan setelah kehamilan maupun persalinan, salah satu nya robekan perineum yang kebanyakan terjadi pada persalinan pertama dan sebagian pada persalinan selanjutnya, oleh karena itu diperlukan perawatan yang baik untuk percepatan proses penyembuhan luka perineum (Maritalia, 2012). Proses untuk mempercepat penyembuhan luka perineum terdapat beberapa cara yaitu melalui mobiliasi dini, vulva hygine, istirahat yang cukup dan perbaikan gizi dengan mengkonsumsi makanan tinggi protein,makanan tertentu yang bisa mempercepat penyembuhan luka perineium salah satunya adalah jus nenas dan madu. Tujuan asuhan kebidanan ini dilakukan adalah untuk memberikan terapi dengan meminum Jus nenas kepada ibu nifas denga luka perineum derajat II agar luka perineum yang dialami dapat segera pulih. Asuhan dilakukan di PMB Hj. Zurrahmi dan di kediaman pasien selama 6 hari dari tanggal 26 - 31 juli 2021 dengan menggunakan metode pendokumentasian SOAP. Subyek dalam asuhan ini adalah ibu nifas Ny. R yang mengalami luka perineum derajat II yang menyukai jus nenas dan madu. Hasil asuhan menunjukkan bahwa asuhan pemberian jus nenas dan madu efektif dalam penyembuhan luka perineum pada ibu nifas dilihat berdasarkan hasil kunjungan kedua yaitu luka pada perineum Ny. R sudah kering pada hari ke 5. Saran penulis terhadap tenaga kesehatan agar memberikan edukasi dan informasi terhadap ibu nifas dalam proses penyembuhan luka perineum salah satunya yaitu dengan pemberian jus nenas dan madu.
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DENGAN MENGGUNAKAN AROMATERAPI LAVENDER DALAM MENGURANGI MUAL MUNTAH DI PMB MURTINAWITA, SST KOTA PEKANBARU TAHUN 2021
Nur Hasanah;
Nelly Karlinah;
Berliana Irianti
Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Kebidanan Terkini
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25311/jkt/Vol2.Iss2.815
Mual muntah merupakan ketidaknyamanan umum yang dialami oleh 50% wanita hamil umumnya terjadi pada trimester pertama. Mual muntah yang berlebihan akan menyebabkan menurunnya cairan elektrolit dalam tubuh ibu sehingga terjadi hemokosentrasi yang dapat memperlambat peredaran darah, nafsu makan menurun, sehingga dapat mempengaruhi tumbuh kembang janin, gangguan nutrisi serta penurunan berat badan. Salah satu penatalaksanaan untuk mengurangi terapi mual muntah adalah dengan memberikan aromaterapi lavender. Tujuan dari laporan tugas akhir ini adalah untuk melakukan asuhan kebidanan secara menyeluruh dan berkesinambungan pada ibu yang mengalami mual muntah dengan menggunakan aromterapi lavender. Waktu pelaksanaan pada tanggal 28-30 juni 2021.Sampel yaitu ibu hamil mual muntah yang dilakukan pemberian aromaterapi lavender sebanyak 2 kali kunjungan selama 3 hari waktu pelaksanaannya didapatkan frekuensi mual muntah sebelum diberikan aromaterapi lavender ibu mengalami mual muntah sebanyak 5 kali dalam sehari setelah diberikan aromaterapi lavender selam 3 hari didapatkan hasil mual muntah ibu menurun menjadi 3 kali dalam sehari. Disarankan kepada bidan untuk dapat menginformasikan pada ibu hamil mual muntah dengan memberikan aroma terapi lavender sebagai terapi non farmakologi untuk mengurangi mual muntah pada ibu hamil trimester I.Mual muntah merupakan ketidaknyamanan umum yang dialami oleh 50% wanita hamil umumnya terjadi pada trimester pertama. Mual muntah yang berlebihan akan menyebabkan menurunnya cairan elektrolit dalam tubuh ibu sehingga terjadi hemokosentrasi yang dapat memperlambat peredaran darah, nafsu makan menurun, sehingga dapat mempengaruhi tumbuh kembang janin, gangguan nutrisi serta penurunan berat badan. Salah satu penatalaksanaan untuk mengurangi terapi mual muntah adalah dengan memberikan aromaterapi lavender. Tujuan dari laporan tugas akhir ini adalah untuk melakukan asuhan kebidanan secara menyeluruh dan berkesinambungan pada ibu yang mengalami mual muntah dengan menggunakan aromterapi lavender. Waktu pelaksanaan pada tanggal 28-30 juni 2021.Sampel yaitu ibu hamil mual muntah yang dilakukan pemberian aromaterapi lavender sebanyak 2 kali kunjungan selama 3 hari waktu pelaksanaannya didapatkan frekuensi mual muntah sebelum diberikan aromaterapi lavender ibu mengalami mual muntah sebanyak 5 kali dalam sehari setelah diberikan aromaterapi lavender selam 3 hari didapatkan hasil mual muntah ibu menurun menjadi 3 kali dalam sehari. Disarankan kepada bidan untuk dapat menginformasikan pada ibu hamil mual muntah dengan memberikan aroma terapi lavender sebagai terapi non farmakologi untuk mengurangi mual muntah pada ibu hamil trimester I.
ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI DENGAN PIJAT BATUK PILEK DIPMB HASNA DEWI F.S KOTA PEKANBARU TAHUN 2022
Zulfa Novia Yanti;
Eka Maya Saputri;
Rina Yulviana
Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Kebidanan Terkini
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25311/jkt/Vol2.Iss2.1011
Batuk pilek adalah infeksi virus yang dapat menyerang saluran pernafasan atas (hidung sampai tenggorokan) dan menimbulkan gejala ingus meler atau hidung mampet, batuk sering disertai demam dan sakit kepala, salah satu upaya pengobatan non farmakologi bisa dilakukan dengan terapi pijat batuk pilek pada anak. Dari studi pendahuluan yang telah dilakukan di PMB Hasna Dewi F.S Terdapat 10 Bayi dan 4 bayi orang tuanya belum mendapat informasi cara mengatasi batuk pilek dengan pijat. Laporan tugas akhir ini bertujuan untuk melaksanakan asuhan kebidanan pada bayi dengan melakukan pijat batuk pilek pada bayi secara menyeluruh dan berkesinambungan dengan Metode SOAP. Kasus ini di Laksanakan PMB Hasna Dewi F.S pada Tanggal 25 – 29 Maret 2022. Hasil yang didapatkan kunjungan pertama bayi dalam keadaan batuk pilek , kunjungan kedua batuk pilek mulai membaik dan kunjungan ketiga batuk pilek pada bayi sudah sembuh tidak pilek dan batuk lagi. Setelah dilakukan asuhan maka hasil yang di dapatkan pada kunjungan terakhir yaitu gangguan Batuk Pilek pada By.A dapat teratasi. Disarankan untuk dapat memberikan informasi mengenaik pijat batuk pilek kepada para ibu, sehingga bisa menambahkan pengetahuan para ibu manfaat dari pijat batuk pilek
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL MUAL MUNTAH DENGAN PEMBERIAN SEDUHAN JAHE EMPRIT DI KLINIK PRATAMA AFIYAH PEKANBARU TAHUN 2022
Dheslia Nur Arifin;
Widya Juliarti
Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Kebidanan Terkini
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25311/jkt/Vol2.Iss2.1014
Mual muntah atau emesis gravidarum adalah keluhan umum yang dialami wanita hamil dengan usia kehamilan 0-12 minggu dengan gejala mual dan disertai muntah yang biasanya terjadi pagi hari. Mual muntah yang terjadi pada kehamilan trimester pertama disebabkan karena terjadi peningkatan kadar hormon Estrogen dan Human Chorionic Gonadotropine (HCG). Jika tidak diatasi maka akan bertambah menjadi hiperemesis gravidarum yang dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan pada kehamilan. Untuk mengurangi mual muntah pada kehamilan secara non farmakologis dapat dilakukan dengan pemberian seduhan jahe emprit. Pada tahun 2021 di Klinik Pratama Afiyah Pekanbaru dari 93 ibu hamil terdapat 17 kasus ibu hamil yang mengalami mual muntah. Tujuan asuhan ini adalah memberikan asuhan pada ibu hamil yang mengalami mual muntah. Metode kasus yang digunakan adalah studi kasus dimana asuhan yang diberikan kepada Ny. N yang mengalami mual muntah dengan pemberian seduhan jahe emprit di Klinik Pratama Afiyah Tahun 2022. Asuhan yang diberikan adalah dengan pemberian seduhan jahe emprit sebanyak 2,5 gram di iris dan diseduh air panas 250 ml ditambah gula 1 sendok makan diminum 2x sehari selama 4 hari. Dari asuhan yang dilakukan selama 4 hari didapatkan hasil bahwa mual muntah yang dialami ibu terdapat pengurangan dari sebelumnya. Disimpulkan bahwa pemberian seduhan jahe emprit pada ibu hamil dapat mengurangi mual muntah. Diharapkan kepada penyedia layanan asuhan kebidanan untuk dapat menerapkan pemberian seduhan jahe emprit sebagai salah satu terapi kepada ibu hamil yang mengalami mual muntah. Kata Kunci : Ibu Hamil, Mual Muntah, Seduhan Jahe Daftar Bacaan : 22 (2010-2020)
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DENGAN YOGA PADA IBU HAMIL UNTUK MENGATASI KECEMASAN DI PMB HASNA DEWI KOTA PEKANBARU 2022
Fitri Herlina;
Intan Widya Sari;
Rina Yulviana
Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Kebidanan Terkini
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25311/jkt/Vol2.Iss2.1019
Kehamilan trimester 3 merupakan trimester akhir kehamilan, pada periode ini pertumbuhan janin dalam rentang waktu 28-40 minggu dimana ibu mengalami rasa khawatir atau cemas yang berlebih akan persalinan sehingga memicu stress yang berlebih atau disebut sebagai fase terberat selama kehamilan. Kecemasan (ansietas/anxiety) adalah gangguan alam perasaan (affective) yang ditandai dengan perasaan ketakutan atau kekhawatiran yang mendalam dan berkelanjutan. Kecemasan ibu hamil dapat berdampak buruk sehingga dapat memicu terjadinya rangsangan kontraksi rahim. Kondisi tersebut dapat mengakibatkan keguguran dan peningkatan tekanan darah sehingga mampu memicu terjadinya preeklamsi. Tujuan asuhan ini adalah untuk memberikan asuhan pada ibu hamil trimester 3 dengan yoga pada ibu hamil untuk mengatasi kecemasan di PMB Hasna Dewi Pekanbaru. Subjek studi kasus ini adalah ibu hamil trimester III yang mengalami kecemasan dan melakukan pendokumentasian dalam bentuk SOAP dan menggunakan instrumen asuhan kebidanan. Hasil asuhan menunjukan bahwa asuhan yoga yang diberikan penulis terhadap pasien dikatakan dapat berkurang dari kecemasan ringan menjadi tidak ada kecemasan. Pada kunjungan pertama ibu mengatakan cemas dengan kehamilannya dikarenakan pada trimester II ibu mnegalami janin sungsang. Kemudian setelah diberikan asuhan yoga terhadap ibu selama 1 minggu dengan 3-4 kali kunjungan (28-31 Mei 2022) ibu mengatakan bahwa rasa cemas yang dialami sudah tidak dirasakan lagi. Penulis berharap asuhan yoga ini dapat dijadikan sebagai salah satu asuhan kebidanan yang tepat terhadap ibu hamil untuk mengatasi kecemasan yang dialami pada akhir kehamilan.
Asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan pemberian daun katuk sebagai pelancar ASI di PMB Ernita Kota Pekanbaru tahun 2022: Asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan pemberian daun katuk sebagai pelancar ASI di PMB Ernita Kota Pekanbaru tahun 2022
Tri Arsih Ramadona Jusmaini;
Rita Afni;
Ika Putri Damayanti
Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Kebidanan Terkini
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25311/jkt/Vol2.Iss2.1020
Masa nifas adalah masa setelah partus selesai, dan berakhir setelah kira-kira 6 minggu. Asuhan masa nifas, mencegah perdarahan, perawatan payudara, ASI Eksklusif. Factor ASI tidak lancar yaitu ibu kurang istirahat, dan makanan tidak seimbang, dan ibu banyak pikiran. Upaya memperbanyak ASI yaitu konsumsi sayur daun katuk dan susui bayi sesering mungkin. Tujuan Melakukan Asuhan Kebidanan Pada Ibu Nifas dengan Pemberian Daun Katuk Sebagai Pelancar ASI di Kota Pekanbaru 2021. Metode pada asuhan ini dengan pendekatan studi kasus, Subjek penelitian ialah Ny.N umur 31 tahun P4A0H4. Hasil asuhan sayur bening daun katuk sebanyak 100 gram selama 6 hari dari tanggal 17 Maret - 22 Maret 2022 memberikan dampak positif terhadap peningkatan ASI ibu dari 10ml menjadi 120ml. Kesimpulan asuhan ini adalah ASI meningkat dari ASI sedikit dan tidak lancar menjadi lancar. Saran untuk PMB Ernita meletakkan poster di dinding ruang tunggu agar ibu hamil yang berkunjung dapat mengetahui cara meningkatkan ASI dengan pemberian daun katuk.
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DENGAN MUAL MUNTAH MENGGUNAKAN THERAPY LEMON
Maya Eka Maya;
Pratiwi Ningsih;
Ika Putri Damayanti
Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Kebidanan Terkini
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25311/jkt/Vol2.Iss2.1021
Mual (nause) dan muntah (emesis gravidarum) adalah gejala yang wajar dan sering didapatkan pada kehamilan trimester I. Mual biasanya terjadi pada pagi hari, tetapi dapat pula timbul setiap saat dan malam hari. Gejala-gejala ini kurang lebih terjadi setelah 6 minggu dari hari pertama haid terakhir dan berlangsung selama kurang lebih 10 minggu. Pada kasus Emesis gravidarum yang tidak diatasi akan menimbulkan gejala patologi yaitu Hiperemesis gravidarum yang mana jika dibiarkan akan berakibat buruk nantinya terutama pada janin atau kehamilan ibu. Tujuan dari asuhan ini adalah melihat pengaruh dari therapy lemon dalam mengatasi mual muntah pada ibu hamil trimester I di Kota Pekanbaru. Subjek studi kasus ini adalah ibu hamil trimester I yang mengalami mual muntah dan melakukan pendokumentasian dalam bentuk SOAP dan menggunakan instrumen asuhan kebidanan. Hasil asuhan menunjukan bahwa asuhan therapy lemon yang diberikan penulis terhadap pasien di katakan dapat mengurangi mual dan muntah yang di alami ibu. Pada kunjungan pertama keluhan mual dan muntah yang ibu rasakan 3-5 kali dalam sehari. Kemudian setelah diberikan asuhan therapy lemon terhadap ibu selama 1 minggu ibu mengatakan bahwa mual dan muntah ibu sudah berkurang yaitu dengan frekuensi 1 kali dalam sehari. Penulis berharap asuhan therapy lemon ini dapat dijadikan sebagai salah satu asuhan kebidanan yang tepat terhadap ibu hamil untuk mengurangi mual muntah yang dialami pada awal kehamilan
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS DENGAN PEMBERIAN KOMPRES DINGIN TERHADAP PENURUNAN NYERI LUKA PERINEUM DI PMB ONNI DILLA ROZA
Nyimas Siti Wahyuni;
Risa Pitriani
Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Kebidanan Terkini
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25311/jkt/Vol2.Iss2.1022
Robekan jalan lahir merupakan salah satu infeksi yang terjadi pada masa nifas. Ibu nifas dengan robekan jalan lahir atau luka perineummengakibatkan ketidaknyamanan dalam beraktifitas ataupun duduk. Salah satu upaya penanganan secara nonfarmakologis yaitu dengan kompres dingin. Asuhan ini bertujuan untuk mengetahui manfaat dalam memberikan kompres dingin untuk menurunkan nyeri pada luka. Kompres dingin akan menimbulkan efek analgetik karena dapat memperlambat kecepatan syaraf sehingga impuls nyeri yangdisampaikan ke otak lebih sedikit sehingga menurunkan sensasi nyeri. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan carakompres dingin dengan kriteria pasien nifas dengan nyeri luka perineum derajat I atau II. Pengambilan kasus dilaksanakan dengan mendatangi PMB Onni Dilla Roza. Selanjutnya penulis melakukan kontak pertama dengan pasien dan membuat kesepakatan denganpasien. Setelah itu pasien setuju dengan kesepakatan yang telah dibuat dan menandatangani informed consent. Asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan kompres dingin untuk menurunkan nyeri luka perineum dilakukan selama 2 kali kunjungan. Evaluasi asuhanyang diberikan kepada pasien dengan lembar skala nyeri dan skala REEDA. Hasil pada kajian 1, nyeri luka perienum dirasakan sebelum diberikan kompres dingin berada di skala 4 dengan nilai skala REEDA 3. Setelah dilakukan kompres dingin berada di skala 3 dan skala REEDA masih tetap 3. Pada kajian 2, nyeri luka perineum yang dirasakan berada di skala 0 dengan nilai skala REEDA 0.Kesimpulannya terdapat pengurangan nyeri luka perineum setelah diberikan asuhan kompres dingin selama 4 hari. Diharapkan adanya pemberian informasi dan edukasi seperti pelatihan untuk penanganan berbagai nyeri secara nonfarmakologi dimulai dari masa kehamilan.