cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan
ISSN : 28094042     EISSN : 28094034     DOI : https://doi.org/10.51878/knowledge.v2i2
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan hasil penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh para guru, dosen, pakar, ilmuan praktisi dan umum.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 55 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2025)" : 55 Documents clear
PENGUATAN KLINIK MANDI MADU DALAM PENCEGAHAN PTM DI PUSKESMAS JAMBE KABUPATEN TANGERANG TAHUN 2024 Juniarti, Diana Eka; Subuh, Muhammad
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.6034

Abstract

Non-communicable diseases (NCDs), particularly diabetes mellitus and hypertension, are major health challenges in Indonesia. The Jambe Community Health Center (Puskesmas Jambe) developed an innovative service model called MANDI MADU as a community-based promotive and preventive effort. This study aims to evaluate the effectiveness of the innovation using the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model. This study employed a qualitative approach with an evaluative study design. Data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and document reviews. Informants included program implementers, the head of the health center, health cadres, and NCD patients. Thematic analysis and source triangulation were applied to ensure data validity. The evaluation showed that the MANDI MADU program emerged from a strong local contextual need and received internal policy support. However, limitations in human resources and cadre training posed challenges in the input phase. In terms of process, the program was carried out with good coordination and innovative practices. The outcomes included increased patient adherence to treatment, improved health knowledge, and strengthened cadre roles in early detection of NCDs. The success of this innovation was influenced by its alignment with local needs, strong commitment from implementers, and active community involvement. Nonetheless, challenges remain in funding, information system integration, and cadre capacity, which need to be addressed for sustainability. MANDI MADU has proven to be an effective community-based strategy for NCD control. However, its sustainability requires institutional strengthening, improved funding mechanisms, and capacity-building for human resources. The program holds potential for replication in other regions with appropriate local adaptations. ABSTRAKPenyakit Tidak Menular (PTM), khususnya diabetes melitus dan hipertensi, merupakan tantangan kesehatan utama di Indonesia. Puskesmas Jambe mengembangkan inovasi layanan MANDI MADU sebagai upaya promotif-preventif berbasis komunitas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas inovasi tersebut menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi evaluatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan telaah dokumen. Informan terdiri dari pelaksana program, kepala puskesmas, kader kesehatan, dan pasien PTM. Analisis data dilakukan dengan pendekatan tematik dan triangulasi sumber. Evaluasi menunjukkan bahwa program MANDI MADU lahir dari kebutuhan konteks lokal dan memperoleh dukungan kebijakan internal. Namun, keterbatasan sumber daya manusia dan pelatihan menjadi tantangan pada tahap input. Secara proses, program dijalankan dengan koordinasi yang baik dan inovatif. Dampak program meliputi peningkatan kepatuhan pasien terhadap pengobatan, peningkatan pengetahuan kesehatan, dan penguatan peran kader dalam deteksi dini PTM. Menunjukkan bahwa keberhasilan inovasi ini dipengaruhi oleh relevansi program dengan kebutuhan lokal, komitmen pelaksana, serta keterlibatan aktif masyarakat. Namun, tantangan pada aspek pendanaan, integrasi sistem informasi, dan kapasitas kader perlu ditindaklanjuti. Inovasi MANDI MADU efektif sebagai strategi pengendalian PTM berbasis masyarakat, namun keberlanjutannya memerlukan penguatan kelembagaan, pembiayaan, dan kapasitas SDM. Program ini berpotensi direplikasi ke wilayah lain dengan adaptasi lokal.
DISKRESI KEPOLISIAN TERHADAP MINUMAN KERAS DI DESA BUTI KECAMATAN MANANGGU Daud, Karim; Lukum, Roni; Mozin, Nopiana; Djaafar, Lucyane
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.6052

Abstract

This study aims to examine the implementation of police discretion on the use of alcoholic beverages and the factors that influence it in Buti Village, Mananggu District, Boalemo Regency. The problem of alcoholic beverage use has become a social issue that has caused various negative impacts, such as public order disturbances and increasing crime rates. In this context, police discretion becomes an important instrument in law enforcement that is not only oriented towards legal certainty, but also towards social justice and benefits. This study uses a qualitative method with a normative-empirical case study approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation of Mananggu Police officers, the Buti Village community, and perpetrators or sellers of alcoholic beverages. The results of the study indicate that the implementation of discretion is carried out with a preventive, persuasive, to repressive approach, depending on the level of violation. Factors that influence the use of discretion include social conditions of the community, legal provisions, institutional policies, and humanitarian considerations. This study is expected to be a reference in formulating more appropriate and contextual policies in handling similar cases. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan diskresi kepolisian terhadap penggunaan minuman keras serta faktor-faktor yang memengaruhinya di Desa Buti, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo. Masalah penggunaan minuman keras telah menjadi isu sosial yang menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti gangguan ketertiban umum dan meningkatnya angka kriminalitas. Dalam konteks ini, diskresi kepolisian menjadi instrumen penting dalam penegakan hukum yang tidak hanya berorientasi pada kepastian hukum, tetapi juga pada keadilan sosial dan kemanfaatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus normatif-empiris. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap aparat Kepolisian Sektor Mananggu, masyarakat Desa Buti, serta para pelaku atau penjual minuman keras. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan diskresi dilakukan dengan pendekatan preventif, persuasif, hingga represif, tergantung pada tingkat pelanggaran. Faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan diskresi antara lain kondisi sosial masyarakat, ketentuan hukum, kebijakan institusional, serta pertimbangan kemanusiaan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat dan kontekstual dalam penanganan kasus serupa.
PERILAKU POLITIK PEMILIH PEMULA DALAM PEMILIHAN PRESIDEN 2024 DI KECAMATAN RANDANGAN KABUPATEN POHUWATO Pania, Misrawati; Mahmud, Ramli; Alhamid, Saleh
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.6054

Abstract

This research aims to describe and analyze the political behavior of first-time voters in the 2024 Presidential Election in Randangan Subdistrict, Pohuwato Regency, Gorontalo Province. First-time voters represent a strategic group that plays a crucial role in shaping the future direction of politics. However, they are also considered vulnerable to external influences due to limited experience and political knowledge. This research employs a qualitative approach with a descriptive method. Data collection techniques include observation, in-depth interviews, and documentation, with informants selected purposively. The results indicate that the political behavior of first-time voters in Randangan Subdistrict is influenced by various factors. Supporting factors include the role of family in shaping political awareness and interest in the presidential candidate's vision and mission. Inhibiting factors involve the widespread dissemination of hoaxes on social media and the persistence of money politics practices during the election period. Based on an analysis using sociological, psychological, and rational approaches, it was found that most first-time voters demonstrate enthusiasm toward the election. However, they have not yet fully developed sufficient political maturity to make decisions critically and independently. This research recommends the importance of continuous political education, enhanced media literacy, and the strengthening of the roles of families and educational institutions in instilling democratic values in young voters. Thus, it is expected that the quality of political participation among first-time voters will improve and contribute to the reinforcement of democratic systems at both local and national levels. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis perilaku politik pemilih pemula dalam Pemilihan Presiden Tahun 2024 di Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Pemilih pemula merupakan kelompok strategis yang memiliki peran penting dalam menentukan arah politik masa depan, namun pada saat yang sama juga tergolong rentan terhadap pengaruh eksternal karena keterbatasan pengalaman dan pengetahuan politik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan informan yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku politik pemilih pemula di Kecamatan Randangan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor pendukung meliputi peran keluarga dalam membentuk kesadaran politik serta ketertarikan terhadap visi dan misi calon presiden. Sementara itu, faktor penghambat mencakup maraknya penyebaran informasi hoaks di media sosial serta praktik politik uang yang masih terjadi menjelang pemilu. Berdasarkan analisis menggunakan pendekatan sosiologis, psikologis, dan rasional, ditemukan bahwa sebagian besar pemilih pemula menunjukkan antusiasme terhadap pemilu, namun belum sepenuhnya memiliki kedewasaan politik yang memadai dalam menentukan pilihan secara kritis dan independen. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya pendidikan politik yang berkelanjutan, peningkatan literasi media, serta penguatan peran keluarga dan lembaga pendidikan dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi kepada pemilih muda. Dengan demikian, diharapkan partisipasi politik pemilih pemula dapat meningkat secara kualitas dan turut memperkuat sistem demokrasi di tingkat lokal maupun nasional.
PRAKTIK POLITIK UANG DALAM KONTETASI PEMILIHAN LEGISLATIF DI DESA BUBAA KECAMATAN PAGUYAMAN PANTAI KABUPATEN BOALEMO Sahari, Yusufrin; Wantu, Sastro Mustapa; Djaafar, Lucyane
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.6055

Abstract

This study aims to examine the practice of vote buying in the legislative election contest in Bubaa Village, Paguyaman Pantai District, Boalemo Regency. The research employs a descriptive qualitative approach, using data collection techniques such as interviews, observation, and documentation. The findings indicate that vote buying remains a prevalent form of democratic deviation, especially at the local level. This phenomenon is often perceived as normal by the community and has become ingrained in the election culture. Vote buying practices take various forms, including the distribution of cash, basic necessities, and political promises made shortly before election day. The main contributing factors include limited economic conditions, low levels of political education among citizens, weak oversight by election organizers, and deeply rooted social habits that normalize such practices. The study recommends the need to enhance political education, strengthen election monitoring systems, and encourage active citizen participation in reporting violations. These measures are essential as preventive efforts to ensure clean and credible elections with integrity. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik politik uang dalam kontestasi pemilihan legislatif di Desa Bubaa, Kecamatan Paguyaman Pantai, Kabupaten Boalemo. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa politik uang masih menjadi salah satu bentuk penyimpangan demokrasi yang marak terjadi, khususnya di tingkat lokal. Fenomena ini sering dianggap lumrah oleh masyarakat dan telah membudaya dalam setiap proses pemilihan. Praktik politik uang dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti pemberian uang tunai, distribusi barang kebutuhan pokok, serta janji-janji politik yang disampaikan menjelang hari pemungutan suara. Faktor utama yang mendorong terjadinya politik uang meliputi kondisi ekonomi masyarakat yang terbatas, rendahnya tingkat pendidikan politik, lemahnya pengawasan oleh penyelenggara pemilu, serta adanya kebiasaan sosial yang menerima praktik tersebut sebagai hal yang wajar. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya peningkatan pendidikan politik kepada masyarakat, penguatan sistem pengawasan pemilu, serta dorongan terhadap partisipasi aktif warga dalam melaporkan pelanggaran sebagai langkah preventif untuk mewujudkan pemilu yang bersih dan berintegritas.
PERAN MEDIA SOSIAL DALAM MENDORONG PARTISIPASI POLITIK PEMILIH PEMULA DI KECAMATAN DUNGALIYO PADA PEMILU 2024 Olii, Delya Putri; Hamim, Udin; Mahmud, Ramli
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.6059

Abstract

This study aims to analyze the role of social media in encouraging political participation among first-time voters in Dungaliyo Sub-district during the 2024 General Election. Social media has become the primary channel for disseminating political information, especially among the younger generation with extensive access to digital technology. This research employed a descriptive qualitative approach with data collection techniques including observation, in-depth interviews, and documentation. The research subjects consisted of 15 first-time voters who were active users of social media platforms such as Instagram, TikTok, and Facebook. The findings reveal that social media plays a significant role in increasing political literacy, shaping political attitudes, and encouraging active participation in the electoral process. Social media functions as a source of political information, a means of political education, and an effective space for political discussion. Factors influencing the political participation of first-time voters include political stimuli, personal characteristics, and social environmental influences. These findings highlight the importance of optimizing the use of social media as a political education tool to enhance the quality of democratic participation among young people in rural areas. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial dalam mendorong partisipasi politik pemilih pemula di Kecamatan Dungaliyo pada Pemilu 2024. Media sosial kini menjadi saluran utama penyebaran informasi politik, khususnya bagi generasi muda yang memiliki akses luas terhadap teknologi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari 15 pemilih pemula yang aktif di platform media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Facebook. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memiliki pengaruh signifikan dalam meningkatkan literasi politik, membentuk sikap politik, serta mendorong partisipasi aktif dalam proses pemilu. Media sosial berperan sebagai sumber informasi politik, sarana edukasi politik, dan ruang diskusi politik yang efektif. Faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi politik pemilih pemula meliputi perangsang politik, karakteristik pribadi, dan pengaruh lingkungan sosial. Temuan ini menegaskan pentingnya optimalisasi penggunaan media sosial sebagai instrumen edukasi politik yang mampu meningkatkan kualitas partisipasi demokratis di kalangan generasi muda di daerah.