cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan
ISSN : 28078829     EISSN : 28078659     DOI : https://doi.org/10.51878/educator.v2i1
Core Subject : Education,
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "vol. 6 no. 4 (2026)" : 5 Documents clear
SELF EFFICACY DAN GRIT TERHADAP RESILIENSI AKADEMIK SISWA SMA DI KARAWANG Dinda Aliffya Arianto; Nuram Mubina; Yuwono Pratomo
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v6i4.15183

Abstract

Academic stress among high school students can hinder their ability to cope with academic pressures and learning demands. Although self-efficacy and grit are theoretically associated with academic resilience, findings regarding the contributions of these two constructs, particularly grit among adolescents, remain inconsistent. This study aimed to examine the simultaneous and partial contributions of self-efficacy and grit in predicting academic resilience among high school students in Karawang Regency. The study employed a quantitative approach with a correlational and cross-sectional design. The sample consisted of 204 students aged 15–18 years who were selected using convenience sampling. Data were collected using adapted versions of the Academic Resilience Scale (ARS-30), General Self-Efficacy Scale (GSES), and Grit Scale. Data were analyzed using multiple linear regression. The results showed that self-efficacy and grit simultaneously made a significant contribution to academic resilience [F(2, 201) = 7.947, p < .001, R² = .070], with the two predictors explaining 7.0% of the variance in academic resilience. Partially, self-efficacy showed a significant positive linear contribution (B = .338, t = 3.986, p < .001), whereas grit did not show a significant partial linear contribution (B = −.061, t = −1.774, p = .077). These findings indicate that self-efficacy is a more consistent linear predictor of academic resilience in this sample. Meanwhile, the contribution of grit should be interpreted cautiously because its relationship with academic resilience showed indications of nonlinearity. This study provides empirical evidence regarding the role of psychological factors in understanding academic resilience among high school students. ABSTRAK Stres akademik pada siswa SMA dapat menghambat kemampuan siswa dalam menghadapi tekanan dan tuntutan belajar. Meskipun self-efficacy dan grit secara teoritis berkaitan dengan resiliensi akademik, temuan mengenai kontribusi kedua konstruk tersebut, khususnya grit pada kelompok remaja, masih menunjukkan hasil yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi self-efficacy dan grit, baik secara simultan maupun parsial, dalam memprediksi resiliensi akademik siswa SMA di Kabupaten Karawang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan pengambilan data secara potong lintang. Sampel terdiri atas 204 siswa berusia 15–18 tahun yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Data dikumpulkan menggunakan Academic Resilience Scale (ARS-30), General Self-Efficacy Scale (GSES), dan Grit Scale yang telah diadaptasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda. Hasil menunjukkan bahwa self-efficacy dan grit secara simultan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap resiliensi akademik [F(2, 201) = 7,947; p < .001; R² = .070], dengan kedua prediktor menjelaskan 7,0% variasi resiliensi akademik. Secara parsial, self-efficacy menunjukkan kontribusi linear positif dan signifikan (B = .338; t = 3,986; p < .001), sedangkan grit tidak menunjukkan kontribusi linear parsial yang signifikan (B = −.061; t = −1,774; p = .077). Temuan ini menunjukkan bahwa self-efficacy merupakan prediktor linier yang lebih konsisten terhadap resiliensi akademik dalam sampel penelitian ini. Sementara itu, kontribusi grit perlu ditafsirkan secara hati-hati karena pola hubungannya dengan resiliensi akademik menunjukkan indikasi nonlinier. Hasil penelitian ini memberikan bukti empiris mengenai peran faktor psikologis dalam memahami resiliensi akademik siswa SMA.
KEPEMIMPINAN TRANSFORMATIF DAN OPTIMALISASI CHECK-ACT DALAM PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN Sasmita Mayuristira; Hary Murcahyanto; Musifudin Musifudin
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v6i4.15915

Abstract

This study aims to analyze the transformational leadership strategies employed by a madrasah principal to optimize the Check and Act phases of the Plan–Do–Check–Act (PDCA) cycle for improving instructional quality at MIS Nahdlatul Wathan Keruak. A qualitative case study design was employed. Informants were purposively selected, consisting of the principal, three teachers, three students, one administrative staff member, and one parent representative. Data were collected through in-depth interviews, focus group discussions, non-participant observations, and documentation analysis, subsequently examined using interactive qualitative data analysis supported by NVivo 15 software. The findings reveal that transformational leadership successfully optimized the Check phase through dialogue-based clinical supervision, structured evaluations, constructive feedback, and collaborative reflective inquiries. Meanwhile, the Act phase was operationalized through the standardization of best teaching practices, continuous teacher professional development, instructional design refinements, and institutional quality governance strengthening. The coherent implementation of these two phases was reinforced by shared organizational commitment and community trust, contributing positively to enhanced pedagogical competencies, active student learning engagements, and a sustainable institutional quality culture. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi kepemimpinan transformatif kepala madrasah dalam mengoptimalkan tahap Check dan Act pada siklus Plan–Do–Check–Act (PDCA) untuk meningkatkan mutu pembelajaran di MIS Nahdlatul Wathan Keruak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan terdiri atas kepala madrasah, tiga guru, tiga siswa, satu staf tata usaha, dan satu perwakilan wali murid yang dipilih secara purposif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, focus group discussion, observasi nonpartisipatif, dan analisis dokumentasi yang dianalisis secara interaktif menggunakan perangkat lunak NVivo 15. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformatif mengoptimalkan tahap Check melalui supervisi klinis berbasis dialog, evaluasi berkala, umpan balik konstruktif, serta refleksi kolaboratif. Sementara itu, tahap Act diwujudkan melalui standardisasi praktik baik, program pengembangan kompetensi pendidik, modifikasi desain instruksional, serta pelembagaan sistem penjaminan mutu internal. Implementasi kedua tahapan tersebut ditopang oleh komitmen bersama warga madrasah dan partisipasi masyarakat, sehingga berkontribusi nyata terhadap peningkatan profesionalisme guru, keterlibatan aktif siswa, dan iklim mutu madrasah.  
PENGARUH META AI TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS BAHASA JERMAN MAHASISWA MATA KULIAH SCHRIFTLICHE KOMMUNIKATION Rindiani Mayasari; Primardiana Hermilia Wijayati
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v6i4.16078

Abstract

This study was motivated by students’ low proficiency in writing German texts, particularly in grammar use and story development. Meta AI, as an Artificial Intelligence-based technology, can be utilized as a tool to address these challenges. This study aims to (1) measure differences in students’ German writing skills before and after using Meta AI and (2) determine the extent to which Meta AI can help improve students’ German writing skills. This study employed a quantitative approach using a quasi-experimental pretest-posttest control group design. The participants were students enrolled in the Schriftliche Kommunikation course at Universitas Negeri Malang, who were divided into an experimental group and a control group. Data were collected through essay tests, writing assignments, and questionnaires and analyzed using descriptive statistics, a t-test, and Cohen’s d effect size. The results showed that students’ writing skills in the experimental group increased by 10.7 points after using Meta AI. The statistical analysis showed a significant difference in students’ writing skills before and after the treatment, with a p-value of p = 0.003 < 0.05, and Cohen’s d = 0.968, indicating a large effect. The writing assignments and questionnaire results indicated that Meta AI helped students develop ideas, enrich their vocabulary, understand the use of articles (der, die, and das), improve grammatical accuracy, and produce more structured texts. Therefore, Meta AI can serve as a supportive technology that provides gradual assistance in the German writing learning process. ABSTRAK Studi ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mahasiswa dalam menulis teks bahasa Jerman, khususnya dalam penggunaan tata bahasa dan penyusunan alur cerita. Meta AI sebagai teknologi berbasis Artificial Intelligence dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam mengatasi permasalahan tersebut. Studi ini bertujuan untuk (1) mengukur perbedaan kemampuan menulis teks bahasa Jerman mahasiswa sebelum dan sesudah menggunakan Meta AI dan (2) mengetahui sejauh mana Meta AI dapat membantu meningkatkan kemampuan menulis teks bahasa Jerman mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe pretest-posttest control group design. Sampel penelitian terdiri atas mahasiswa mata kuliah Schriftliche Kommunikation Universitas Negeri Malang yang terbagi dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data diperoleh melalui tes esai, tugas menulis, dan angket, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji t, dan effect size Cohen’s d. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menulis mahasiswa pada kelas eksperimen meningkat sebesar 10,7 poin setelah menggunakan Meta AI. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan menulis sebelum dan sesudah perlakuan dengan nilai t = 3,613, p = 0,003 < 0,05, dan effect size Cohen’s d = 0,968, yang menunjukkan kategori efek kuat. Hasil tugas dan angket menunjukkan bahwa Meta AI membantu mahasiswa mengembangkan ide, memperkaya kosakata, memahami penggunaan artikel (der, die, dan das), memperbaiki tata bahasa, serta menyusun teks yang lebih terstruktur. Dengan demikian, Meta AI dapat menjadi teknologi pendukung yang memberikan bantuan secara bertahap dalam proses pembelajaran menulis bahasa Jerman.
ANALISIS WORK STUDY CONFLICT PADA MAHASISWA BEKERJA : STUDI KUALITATIF DESKRIPTIF PADA MAHASISWA KOTA MEDAN Nur Asia Sihombing; Muhammad Putra Dinata Saragi
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v6i4.16121

Abstract

Working students face dual demands to fulfill academic and work responsibilities simultaneously. This condition may generate work-study conflict when demands in one role interfere with the fulfillment of demands in the other role. This study aims to analyze the forms, contributing factors, impacts, and management strategies of work-study conflict among working students in Medan City. A descriptive qualitative approach was employed. Informants were selected purposively, and data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation. The findings indicate that conflict primarily occurs through schedule clashes, limited study time, work demands, physical and emotional fatigue, and decreased academic motivation. These conditions affect students’ ability to complete academic assignments, prepare for academic activities, and maintain engagement in the educational process. Students manage the conflict through time management, priority setting, adjustment of work activities, self-regulation, and social support. The study emphasizes the need for adaptive academic support for working students through time-management guidance, academic communication, and flexible environments that accommodate work and educational demands. These findings are relevant to higher education institutions in developing responsive educational services that recognize students’ responsibilities and conditions. ABSTRAK Mahasiswa yang bekerja menghadapi tuntutan ganda untuk memenuhi kewajiban akademik dan pekerjaan secara bersamaan. Kondisi tersebut dapat memunculkan work-study conflict ketika tuntutan pada satu peran menghambat pemenuhan tuntutan pada peran lainnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk, faktor pemicu, dampak, dan strategi pengelolaan work-study conflict pada mahasiswa bekerja di Kota Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan dipilih secara purposive dan data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik terutama berupa benturan jadwal, keterbatasan waktu belajar, beban pekerjaan, kelelahan fisik dan emosional, serta menurunnya motivasi belajar. Kondisi tersebut berdampak pada keterbatasan penyelesaian tugas, kesiapan mengikuti kegiatan akademik, dan keberlangsungan keterlibatan mahasiswa dalam proses pendidikan. Mahasiswa menghadapi konflik melalui manajemen waktu, penentuan prioritas, penyesuaian aktivitas kerja, pengendalian diri, dan dukungan sosial. Penelitian ini menegaskan perlunya dukungan akademik yang adaptif bagi mahasiswa bekerja, terutama melalui pendampingan manajemen waktu, komunikasi akademik, dan lingkungan yang memungkinkan penyesuaian tuntutan kerja dengan kebutuhan pendidikan. Temuan ini relevan bagi perguruan tinggi dalam merancang layanan pendidikan yang responsif terhadap keragaman kondisi dan tanggung jawab mahasiswa.
LITERASI DIGITAL, KOMPETENSI TEKNOLOGI GURU, DAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DALAM MEMBENTUK IKLIM SEKOLAH Akhyar Rosyidi; Hary Murcahyanto; Musifuddin Musifuddin
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v6i4.15969

Abstract

ABSTRACT Digital transformation in schools requires strengthening teachers’ digital capacity in ways that are aligned with the quality of instructional practices and the school environment. This study aimed to analyze the relationships between digital literacy, teachers’ technological competence, learning effectiveness, and school climate in a pesantren-based educational setting. A quantitative approach with a correlational survey design was employed, involving 184 teachers from six MTs and MA educational units within YPH PPD NWDI Pancor, East Lombok, West Nusa Tenggara. The sample was selected using proportionate stratified random sampling, while data were collected through a five-point Likert-scale closed questionnaire consisting of 40 items. Multiple linear regression was employed to examine the partial and simultaneous relationships among the constructs. The findings indicated that digital literacy, teachers’ technological competence, and learning effectiveness were positively and significantly associated with school climate. Learning effectiveness emerged as the strongest relative predictor (β = 0.314; p < 0.001), followed by digital literacy (β = 0.291; p < 0.001) and teachers’ technological competence (β = 0.283; p < 0.001). The overall model was statistically significant, F(3,180) = 21.817, p < 0.001, with an R² of 0.267. These findings underscore the need to strengthen teachers’ digital capacity alongside improvements in learning quality to support a positive school climate. ABSTRAK Transformasi digital di sekolah menuntut penguatan kapasitas digital guru yang selaras dengan kualitas praktik pembelajaran dan kondisi lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan literasi digital, kompetensi teknologi guru, dan efektivitas pembelajaran dengan iklim sekolah pada satuan pendidikan berbasis pesantren. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei korelasional yang melibatkan 184 guru dari enam satuan pendidikan MTs dan MA di lingkungan YPH PPD NWDI Pancor, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Sampel dipilih melalui proportionate stratified random sampling, sedangkan data diperoleh menggunakan kuesioner tertutup berskala Likert lima poin yang memuat 40 butir. Analisis dilakukan menggunakan regresi linear berganda untuk menguji hubungan parsial dan simultan antarkonstruk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital, kompetensi teknologi guru, dan efektivitas pembelajaran berhubungan positif dan signifikan dengan iklim sekolah. Efektivitas pembelajaran menjadi prediktor relatif paling kuat (β = 0,314; p < 0,001), disusul literasi digital (β = 0,291; p < 0,001) dan kompetensi teknologi guru (β = 0,283; p < 0,001). Model secara simultan signifikan, F(3,180) = 21,817; p < 0,001, dengan R² = 0,267. Temuan ini menegaskan perlunya penguatan kapasitas digital guru yang berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pembelajaran untuk mendukung iklim sekolah.

Page 1 of 1 | Total Record : 5