cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru
ISSN : 28078837     EISSN : 28078667     DOI : https://doi.org/10.51878/teacher.v2i1
Core Subject : Education,
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan karya tulis ilmiah yang dibuat oleh seorang pendidik dan lain lain.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 234 Documents
TREN RISET PEMANFAATAN LEARNING ANALYTICS PADA DESAIN PEMBELAJARAN MODEL ADDIE: ANALISIS BIBLIOMETRIK (2015–2025) Luthfi Yacob; Yunita Septiani; Adam Panca Putra Pinaria; Dirgantara Wicaksono
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i3.14150

Abstract

ABSTRACT The ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) model remains one of the most widely adopted instructional design frameworks; however, its linear approach is often considered insufficiently responsive to the demands of data-driven learning in the digital era. This study aimed to map publication trends, intellectual structure, thematic clusters, and the contribution of learning analytics across the ADDIE phases during the 2015–2025 period. A bibliometric approach was employed using data retrieved through Publish or Perish from the Scopus and Google Scholar databases. Literature selection followed the PRISMA protocol, resulting in 55 eligible documents from an initial dataset of 310 records. Data were analyzed using Biblioshiny to evaluate publication performance and VOSviewer to map keyword co-occurrence. The findings revealed a compound annual growth rate of 23.11%, indicating a substantial increase in research output, although the thematic collaboration network remained sparse and no dominant core author group was identified. Four thematic clusters were identified, with learning analytics and instructional design serving as bridging nodes across the research landscape. The contribution of learning analytics to the ADDIE phases was uneven, with the Design and Development phases receiving the greatest attention, whereas the Analysis phase—the foundation of the instructional design process—received the least attention. The study concludes that the integration of learning analytics into the ADDIE model remains asymmetric, highlighting the need for greater research emphasis and practical implementation, particularly in the Analysis phase, to support more evidence-based instructional decision-making. ABSTRAK Model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) merupakan salah satu kerangka desain instruksional yang masih banyak digunakan, namun pendekatan yang bersifat linier dinilai kurang adaptif terhadap kebutuhan pembelajaran berbasis data pada era digital. Penelitian ini bertujuan memetakan perkembangan publikasi, struktur intelektual, klaster tematik, serta kontribusi learning analytics pada setiap fase ADDIE selama periode 2015–2025. Penelitian menggunakan pendekatan bibliometrik dengan data yang diperoleh melalui Publish or Perish dari basis data Scopus dan Google Scholar. Seleksi literatur dilakukan mengikuti protokol PRISMA sehingga diperoleh 55 dokumen yang memenuhi kriteria inklusi dari 310 dokumen awal. Analisis dilakukan menggunakan Biblioshiny untuk mengevaluasi performa publikasi dan VOSviewer untuk memetakan keterkaitan kata kunci. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan publikasi yang meningkat dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan sebesar 23,11%, namun kepadatan jaringan kolaborasi tematik masih rendah dan belum terbentuk kelompok penulis inti yang dominan. Analisis menghasilkan empat klaster tematik, dengan learning analytics dan instructional design berperan sebagai penghubung antarklaster. Kontribusi learning analytics terhadap fase ADDIE masih belum merata, didominasi pada fase Design dan Development, sedangkan fase Analysis memperoleh perhatian paling rendah meskipun menjadi fondasi utama proses desain pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi learning analytics dalam model ADDIE masih bersifat asimetris sehingga diperlukan penguatan penelitian dan implementasi, terutama pada fase Analysis, untuk mendukung pengambilan keputusan instruksional yang lebih berbasis bukti.
STRATEGI BRANDING PONDOK PESANTREN DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING DAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT (STUDI KASUS PADA PONDOK PESANTREN AL FURQON AL ISLAMI, SIDAYU, GRESIK) Bayu Widha Pranata Bayu; Ahmad Thohirin
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i3.14261

Abstract

ABSTRACT The increasing competition among Islamic educational institutions requires Islamic boarding schools to implement effective branding strategies that strengthen institutional identity while fostering public trust. This study aims to identify the branding strategy model of Al Furqon Al Islami Islamic Boarding School and analyze its implications for competitiveness and public trust. A qualitative approach with an intrinsic case study design was employed. Data were collected through in-depth interviews with ten informants, including the Kiai, Foundation Board, Public Relations Officer, teachers, administrative staff, students, parents, alumni, community leaders, and village government representatives, complemented by field observations and document analysis. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the boarding school's branding strategy represents a synthesis of mission-centered branding and heritage branding, supported by a strong institutional identity reflected in its vision, scholarly tradition, Hanbali school distinctiveness, and values of simplicity. This strategy has successfully fostered a high level of public trust, particularly in the dimension of benevolence, thereby strengthening community loyalty. Nevertheless, the branding strategy is constrained by limited communication practices and insufficient integration with digital media, reducing its ability to attract new prospective students. The study concludes that strengthening strategic communication and optimizing heritage assets are essential to enhancing the competitiveness of Islamic boarding schools in the digital era while enriching the discourse on trust development within Islamic educational institutions. ABSTRAK Persaingan antarlembaga pendidikan Islam yang semakin kompetitif menuntut pondok pesantren memiliki strategi branding yang mampu memperkuat identitas lembaga sekaligus membangun kepercayaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi model strategi branding Pondok Pesantren Al Furqon Al Islami serta menganalisis implikasinya terhadap daya saing dan kepercayaan masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus intrinsik. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap sepuluh informan yang terdiri atas Kiai, Pengurus Yayasan, Humas, Ustadz, Staf Administrasi, Santri, Wali Santri, Alumni, Tokoh Masyarakat, dan Pemerintah Desa, serta didukung oleh observasi lapangan dan telaah dokumen. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi branding pesantren merupakan sintesis antara mission-centered branding dan heritage branding yang didukung oleh identitas lembaga yang kuat melalui visi, tradisi keilmuan, kekhasan madzhab, dan nilai kesederhanaan. Strategi tersebut berhasil membangun kepercayaan masyarakat yang tinggi, terutama pada aspek kepedulian (benevolence), sehingga mampu mempertahankan loyalitas masyarakat. Namun, efektivitas branding masih terkendala oleh komunikasi yang belum optimal dan belum terintegrasi dengan media digital sehingga membatasi kemampuan pesantren dalam menarik calon santri baru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan komunikasi strategis dan optimalisasi aset heritage menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing pesantren di era digital sekaligus memperkaya kajian mengenai pembentukan kepercayaan pada lembaga pendidikan Islam.
INTEGRASI DEEP LEARNING DAN KURIKULUM BERBASIS CINTA DALAM PENGEMBANGAN RPP AKIDAH AKHLAK MTS/MA: KAJIAN TEORETIS DAN PRAKTIS Abdullah Abdullah; Saudah Saudah; Nayna Sidni; Nazwa Ramadhani; Imar Imar; Safar Wardana; Adi Ansari
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i3.14266

Abstract

The tendency to develop Lesson Plans that are limited to fulfilling administrative obligations and the lack of in-depth learning experiences for students underlie this research activity. These operational issues trigger the dominance of one-way knowledge transfer, class passivity, and the suboptimal internalization of daily spiritual character values ​​in madrasas. The main focus of this scientific study is to dissect the formulation of the integration of the deep learning approach and the Love-Based Curriculum (KBC) in the planning of Akidah Akhlak learning at the MTs/MA level. The steps of this qualitative research with the type of library research are operated by searching drafts of secondary literature in the Google Scholar database and the Garuda Portal published between 2015 and 2026. The data analysis procedure is executed in a structured manner using content analysis techniques that include reduction flow, theme categorization, and drawing conclusions. The research findings conceptually reveal that the integration of deep learning and KBC is realized through eight components of the Lesson Plan, including identification of student readiness, graduate profile, Panca Cinta, material integration, objectives, framework, learning experiences, and assessment. The resulting lesson plans prioritize mindful, meaningful, joyful principles, and differentiated essential material. The main conclusion confirms that this integrated lesson plan framework has proven highly effective in boosting students' academic resilience and character. ABSTRAK Kecenderungan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang sebatas pemenuhan kewajiban administratif serta minimnya pengalaman belajar mendalam bagi siswa melatarbelakangi kegiatan penelitian ini. Masalah operasional tersebut memicu dominasi transfer pengetahuan searah, pasivitas kelas, serta belum optimalnya internalisasi nilai-nilai karakter spiritual harian di madrasah. Fokus utama kajian ilmiah ini adalah membedah formulasi integrasi pendekatan deep learning dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) pada perencanaan pembelajaran Akidah Akhlak jenjang MTs/MA. Langkah-langkah penelitian kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) ini dioperasikan melalui penelusuran draf literatur sekunder pada basis data Google Scholar dan Portal Garuda terbitan tahun 2015 hingga 2026. Prosedur analisis data dieksekusi secara terstruktur memakai teknik analisis isi (content analysis) yang meliputi alur reduksi, kategorisasi tema, serta penarikan kesimpulan. Temuan riset secara konseptual menyingkap bahwa penggabungan deep learning dan KBC terwujud via delapan komponen RPP, mencakup identifikasi kesiapan murid, profil lulusan, Panca Cinta, integrasi materi, tujuan, kerangka, pengalaman belajar, hingga asesmen. RPP yang dihasilkan mengedepankan prinsip mindful, meaningful, joyful, serta berdiferensiasi pada materi esensial. Simpulan utama menegaskan bahwa kerangka RPP terintegrasi ini terbukti sangat andal dalam mendongkrak ketahanan akademik serta karakter siswa.    
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI AKHLAK DALAM PEMBELAJARAN AL-QUR'AN DAN HADIS UNTUK MEMBENTUK PROFIL PELAJAR RAHMATAN LIL 'ALAMIN Imam Anas Hadi; Umi Jamilatus Syukur; Yayah Kurniawati; Agus Budianto
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i3.13622

Abstract

ABSTRACT The prevalence of bullying, intolerance, and declining mutual respect among students indicates that religious education has not yet fully succeeded in internalizing moral values into students' behavior. This condition highlights the importance of implementing moral values through Qur'an and Hadith learning to support the development of the Rahmatan lil 'Alamin Student Profile. This study aims to describe the implementation of moral values in Qur'an and Hadith learning and to analyze its relationship with the development of the Rahmatan lil 'Alamin Student Profile. The study employed a descriptive qualitative approach using a library research method. Data were collected from official documents issued by the Indonesian Ministry of Religious Affairs and fifteen scientific journal articles, which were analyzed using content analysis techniques. The findings identified four main implementation strategies: integrating moral values into lesson planning, teachers' role modeling (uswah hasanah), habituation of moral values through classroom interactions, and learning based on Qur'anic stories combined with Rahmatan lil 'Alamin Student Profile strengthening projects. The literature review also revealed that these implementation strategies are associated with the strengthening of various dimensions of the Rahmatan lil 'Alamin Student Profile, although their representation across the literature remains uneven. This study suggests that Qur'an and Hadith learning plays a strategic role as a medium for internalizing moral values and strengthening students' character through the synergy of teachers, madrasahs, and families. ABSTRAK Fenomena perundungan, intoleransi, dan menurunnya perilaku saling menghargai di kalangan pelajar menunjukkan bahwa pembelajaran agama belum sepenuhnya mampu menginternalisasikan nilai-nilai akhlak ke dalam perilaku peserta didik. Kondisi ini mendorong pentingnya implementasi nilai-nilai akhlak melalui pembelajaran Al-Qur'an dan Hadis untuk mendukung pembentukan Profil Pelajar Rahmatan lil 'Alamin. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi nilai-nilai akhlak dalam pembelajaran Al-Qur'an dan Hadis serta menganalisis keterkaitannya dengan pembentukan Profil Pelajar Rahmatan lil 'Alamin. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan. Data diperoleh dari dokumen resmi Kementerian Agama dan lima belas artikel ilmiah yang dianalisis menggunakan teknik content analysis. Hasil penelitian mengidentifikasi empat strategi utama implementasi, yaitu integrasi nilai akhlak dalam perencanaan pembelajaran, keteladanan guru (uswah hasanah), pembiasaan nilai dalam interaksi pembelajaran, serta pembelajaran berbasis kisah Qurani dan proyek penguatan Profil Pelajar Rahmatan lil 'Alamin. Hasil telaah juga menunjukkan bahwa implementasi strategi-strategi tersebut memiliki keterkaitan dengan penguatan berbagai dimensi Profil Pelajar Rahmatan lil 'Alamin, meskipun tingkat kemunculannya dalam literatur belum merata. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran Al-Qur'an dan Hadis memiliki peran strategis sebagai media internalisasi nilai-nilai akhlak yang mendukung penguatan karakter peserta didik melalui sinergi antara guru, madrasah, dan keluarga.