cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru
ISSN : 28078837     EISSN : 28078667     DOI : https://doi.org/10.51878/teacher.v2i1
Core Subject : Education,
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan karya tulis ilmiah yang dibuat oleh seorang pendidik dan lain lain.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 234 Documents
NILAI ISLAM DALAM KEARIFAN MELAYU DALAM PRINSIP ADAT BESANDI SYARAK, SYARAK BESANDI KITABULLAH Asmaisyah Asmaisyah; Uswatun Hasanah; Ismail Sukardi; Nyayu Soraya
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.11418

Abstract

ABSTRACT Modernization and globalization have significantly influenced the existence of cultural and Islamic values within the Malay-Minangkabau community, creating a need to strengthen local values grounded in religion. The philosophy of “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” (ABS-SBK) serves as a guiding principle that integrates customary law and Islamic teachings in shaping the community’s identity and moral values. This study aims to examine the relationship between Islamic and Malay values within the ABS-SBK philosophy as a foundation for social character formation. This research employs a qualitative approach using a literature review method based on various scholarly sources such as journals, books, and articles related to Malay culture and Islamization in Minangkabau society. Data were analyzed descriptively to understand the integration of Islamic and customary values in social life. The findings indicate that ABS-SBK represents a harmonious integration of custom and Islamic law developed through historical processes and Islamization. The values embedded in this philosophy include religious, social, and moral dimensions reflected in education, leadership, and community life. These values shape a society characterized by religiosity, ethics, deliberation, and mutual cooperation. In conclusion, ABS-SBK remains relevant as a foundation for strengthening cultural identity and character education in the face of modernization, while maintaining a balance between spiritual values and contemporary development. ABSTRAK Arus modernisasi dan globalisasi telah memengaruhi eksistensi nilai-nilai budaya dan keislaman dalam masyarakat Melayu-Minangkabau, sehingga diperlukan penguatan kembali nilai lokal berbasis agama. Falsafah “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” (ABS-SBK) hadir sebagai pedoman integrasi antara adat dan Islam dalam membentuk identitas dan moralitas masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan nilai Islam dan nilai Melayu dalam falsafah ABS-SBK sebagai dasar pembentukan karakter sosial masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode literature review dari berbagai sumber ilmiah seperti jurnal, buku, dan artikel terkait budaya Melayu dan Islamisasi Minangkabau. Data dianalisis secara deskriptif untuk memahami integrasi nilai Islam dan adat dalam kehidupan sosial masyarakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa ABS-SBK merupakan bentuk harmonisasi adat dan syariat Islam yang berkembang melalui proses historis dan islamisasi. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya meliputi aspek religius, sosial, dan moral yang tercermin dalam pendidikan, kepemimpinan, dan kehidupan sosial masyarakat. Nilai tersebut membentuk karakter masyarakat yang religius, beretika, dan menjunjung musyawarah serta gotong royong. Kesimpulannya, ABS-SBK tetap relevan sebagai landasan penguatan identitas budaya dan pendidikan karakter di tengah tantangan modernisasi, sekaligus menjaga keseimbangan antara nilai spiritual dan perkembangan zaman.
MODEL PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR BAHASA BALI SISWA KELAS VIII C I Dewa Ayu Veoni; I Wayan Mandra; I Nyoman Ranem
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.11448

Abstract

ABSTRACT Low student learning motivation in Balinese language learning has become an important issue affecting students’ participation, interest, and persistence in understanding regional languages. This study aimed to analyze students’ learning motivation before and after the implementation of the Project Based Learning model, describe student activities during project-based learning, and examine the effect of the model on improving the learning motivation of class VIII C students at SMP Wisata Sanur in learning Balinese language. This study employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a one-group pretest-posttest design. The research subjects consisted of 34 students. Data were collected through learning motivation questionnaires and student activity observation sheets. Data analysis was conducted using descriptive statistics, the Shapiro-Wilk normality test, and paired sample t-test with the assistance of SPSS version 25.0. The results showed that the average pretest score of students’ learning motivation was 67.74, categorized as low, while the average posttest score increased to 84.29, categorized as high. Student activity during the implementation of Project Based Learning obtained an average score of 86.62 in the high category. The hypothesis testing results showed a Sig. (2-tailed) value of 0.000 < 0.05 with a t-count value of -16.377. Based on these findings, it can be concluded that the Project Based Learning model has a significant and effective effect on improving students’ motivation in learning the Balinese language. ABSTRAK Rendahnya motivasi belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Bali menjadi salah satu permasalahan yang memengaruhi partisipasi, minat, dan ketekunan siswa dalam memahami bahasa daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat motivasi belajar siswa sebelum dan sesudah penerapan model Project Based Learning, mendeskripsikan aktivitas siswa selama pembelajaran berbasis proyek, serta menguji pengaruh model tersebut terhadap peningkatan motivasi belajar Bahasa Bali siswa kelas VIII C SMP Wisata Sanur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan quasi experiment berbentuk one group pretest-posttest design. Subjek penelitian berjumlah 34 siswa. Data dikumpulkan melalui angket motivasi belajar dan lembar observasi aktivitas siswa. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, dan paired sample t-test dengan bantuan SPSS versi 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata motivasi belajar siswa pada pretest sebesar 67,74 berada pada kategori kurang, sedangkan rata-rata posttest meningkat menjadi 84,29 pada kategori tinggi. Aktivitas siswa selama penerapan Project Based Learning memperoleh rata-rata 86,62 dengan kategori tinggi. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 dengan nilai t hitung sebesar -16,377. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model Project Based Learning berpengaruh signifikan dan efektif dalam meningkatkan motivasi belajar Bahasa Bali siswa kelas VIII C SMP Wisata Sanur.
PENGARUH INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA DIGITAL DAN PERAN GURU AKIDAH AKHLAK TERHADAP PERILAKU MORAL SISWA Fika Umul Muliyanti; Ifada Novikasari
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.11549

Abstract

ABSTRACT The rapid development of digital technology has brought significant changes to students’ lives, including the formation of moral behavior. On the one hand, digital media facilitates access to information and learning resources; on the other hand, it may influence students’ behavior when not used wisely. In this context, the role of Aqidah Akhlak teachers becomes crucial as guides and role models in fostering students’ moral development. This study aims to analyze the influence of digital media usage intensity and the role of Aqidah Akhlak teachers on students’ moral behavior at MTs Ma’arif NU 3 Cilongok. This research employed a quantitative approach using a survey method involving 41 seventh- and eighth-grade students. Data were collected through questionnaires and analyzed using multiple linear regression. The results revealed that the intensity of digital media use did not have a significant effect on students’ moral behavior (p = 0.589). In contrast, the role of Aqidah Akhlak teachers had a positive and significant effect on students’ moral behavior (p < 0.001). Simultaneously, both variables contributed to students’ moral behavior, with the teacher’s role emerging as the most dominant factor. These findings highlight the importance of strengthening teachers’ roles in promoting moral education in the digital era. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan peserta didik, termasuk dalam pembentukan perilaku moral. Di satu sisi, media digital memberikan kemudahan akses informasi dan pembelajaran, namun di sisi lain berpotensi memengaruhi perilaku siswa apabila tidak digunakan secara bijak. Dalam kondisi tersebut, peran guru Akidah Akhlak menjadi penting sebagai pembimbing dan teladan dalam pembinaan moral siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas penggunaan media digital dan peran guru Akidah Akhlak terhadap perilaku moral siswa di MTs Ma’arif NU 3 Cilongok. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 41 siswa kelas VII dan VIII. Data dikumpulkan melalui angket dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas penggunaan media digital tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku moral siswa (p = 0,589). Sebaliknya, peran guru Akidah Akhlak berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku moral siswa (p < 0,001). Secara simultan, kedua variabel berkontribusi terhadap perilaku moral siswa, dengan peran guru sebagai faktor yang paling dominan. Temuan ini menegaskan pentingnya optimalisasi peran guru dalam penguatan pendidikan moral di era digital.
PENGARUH KAJIAN KITAB AKHLAK LIL BANIN DAN LINGKUNGAN SEKOLAH ISLAMI TERHADAP PERILAKU RELIGIUS SISWA Tri Hidayatul Septiana; Ifada Novikasari
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.11572

Abstract

ABSTRACT The rapid development of technology and information flow in the digital era has created challenges in fostering students’ religious behavior. Therefore, educational efforts that effectively instill moral and religious values are essential. This study aimed to analyze the influence of Akhlak Lil Banin book study and the Islamic school environment on the religious behavior of students at SMP Al Hamra Cilongok. The research employed a quantitative approach using a survey method. The sample consisted of 45 seventh- and eighth-grade students selected through total sampling. Data were collected through questionnaires, observations, and documentation, and analyzed using multiple linear regression. The results revealed that the study of Akhlak Lil Banin had a positive and significant effect on students’ religious behavior (β = 0.554; p < 0.001), while the Islamic school environment also showed a positive and significant effect (β = 0.436; p = 0.010). Simultaneously, both variables contributed 71.2% to students’ religious behavior. These findings highlight the importance of integrating moral education and an Islamic school culture in fostering students’ religious character. ABSTRAK Perkembangan teknologi dan arus informasi di era digital menimbulkan tantangan dalam pembentukan perilaku religius peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan upaya pendidikan yang mampu menanamkan nilai-nilai akhlak dan religiusitas secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kajian kitab Akhlak Lil Banin dan lingkungan sekolah Islami terhadap perilaku religius siswa di SMP Al Hamra Cilongok. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian terdiri atas 45 siswa kelas VII dan VIII yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kajian kitab Akhlak Lil Banin berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku religius siswa (β = 0,554; p < 0,001), sedangkan lingkungan sekolah Islami juga berpengaruh positif dan signifikan (β = 0,436; p = 0,010). Secara simultan, kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 71,2% terhadap perilaku religius siswa. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi pendidikan akhlak dan budaya sekolah Islami dalam pembentukan karakter religius peserta didik.
STRATEGI ADAPTASI PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENGHADAPI TANTANGAN DAN PELUANG ERA DIGITALISASI Eva Suriyaningsih; Muhammad Hakim; Annisa Annisa; Ajahari Ajahari
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.11642

Abstract

The advancement of digital technology has significantly transformed the world of education, including Islamic education. Digitalization offers opportunities through easy access to information, flexible learning systems, and the use of innovative learning media such as e-learning, videos, and digital applications. However, the digital era also brings various challenges, including the spread of misinformation, low digital literacy skills, unequal access to technology, and the decline of students’ moral and religious values. This study aims to analyze the strategies of Islamic education in facing the era of digitalization. The research applies a descriptive qualitative approach with the type of library research through the analysis of books, articles, and journals related to Islamic education and digital technology. The findings indicate that Islamic education requires flexible and comprehensive approaches, including the development of an integrated curriculum, the optimal use of digital technology in learning processes, the improvement of educators’ digital competencies, and the strengthening of moral and spiritual values. In addition, Islamic education must continue to uphold Islamic values such as ethics, responsibility, and tabayyun in the use of technology. Therefore, Islamic education is expected to produce generations who are intellectually excellent, spiritually strong, and wise in utilizing digital technology. ABSTRAK Kemajuan teknologi digital telah mengubah secara signifikan dunia pendidikan, termasuk pendidikan Islam. Digitalisasi membuka peluang dengan akses informasi yang mudah, sistem pembelajaran yang fleksibel, serta pemanfaatan media pembelajaran yang inovatif seperti e-learning, video, dan aplikasi digital. Namun, era digital juga membawa berbagai tantangan, seperti penyebaran informasi yang salah, rendahnya kemampuan literasi digital, ketimpangan akses teknologi, serta menurunnya nilai moral dan agama siswa. Studi ini bertujuan untuk menganalisis strategi pendidikan Islam dalam menghadapi masa digitalisasi. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kepustakaan melalui analisis buku, artikel, dan jurnal yang berhubungan dengan teknologi digital dan pendidikan Islam. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa pendidikan Islam membutuhkan pendekatan yang fleksibel dan menyeluruh, termasuk pengembangan kurikulum yang terintegrasi, pemanfaatan teknologi digital secara maksimal dalam proses pembelajaran, peningkatan kemampuan digital para pendidik, serta peneguhan nilai-nilai moral dan spiritual. Di samping itu, pendidikan Islam harus senantiasa mengedepankan nilai-nilai Islam seperti etika, tanggung jawab, dan tabayyun dalam menggunakan teknologi. Oleh karena itu, pendidikan Islam diharapkan dapat menciptakan generasi yang cemerlang secara intelektual, kokoh secara spiritual, dan bijaksana dalam memanfaatkan teknologi digital.
IMPLEMENTASI METODE NURUL BAYAN PADA PEMBELAJARAN BACA AL-QURAN DI PKBM RUMAH PENDIDIKAN NURUL BAYAN, KARAWANG Fauzar Rahman; Danang Dwi Basuki
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i3.11814

Abstract

ABSTRACT Qur'anic reading instruction in non-formal educational institutions requires a learning system that not only improves reading accuracy but also accommodates learners' diverse abilities while fostering a sustainable Qur'anic learning culture. Research on the implementation of Qur'anic learning methods in Community Learning Activity Centers (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat/PKBM) remains limited. Therefore, this study examines the implementation of the Nurul Bayan Method in Qur'anic reading instruction at PKBM Rumah Pendidikan Nurul Bayan Karawang and identifies the factors influencing its implementation. A qualitative approach with a case study design was employed. Data were collected through interviews, observations, and document analysis involving the PKBM principal, Qur'anic teachers, and learners. The data were analyzed using an interactive process consisting of coding, theme development, and cross-source verification to ensure the credibility of the findings. The findings reveal that the Nurul Bayan Method operates as an integrated learning system characterized by sequential learning stages, talaqqi-based habituation, repetitive reading practice, continuous assessment, and individualized guidance tailored to learners' progress. Teacher competence, a strong Qur'anic culture, and regular Qur'anic reading habits emerged as the primary supporting factors, whereas differences in learners' abilities and limited instructional time remained the main challenges. This study concludes that the effectiveness of Qur'anic instruction in non-formal education is shaped more by the integration of the learning process than by the instructional method alone. It also proposes an implementation model that may serve as a reference for developing adaptive, systematic, and sustainable Qur'anic learning practices in non-formal educational settings. ABSTRAK Pembelajaran baca Al-Qur'an pada lembaga pendidikan nonformal memerlukan sistem yang tidak hanya mampu meningkatkan ketepatan membaca, tetapi juga mengakomodasi keragaman kemampuan peserta didik dan membangun budaya belajar yang berkelanjutan. Kajian mengenai implementasi metode pembelajaran dalam konteks PKBM masih relatif terbatas, sehingga penelitian ini diarahkan untuk menganalisis bagaimana Metode Nurul Bayan diimplementasikan pada pembelajaran baca Al-Qur'an di PKBM Rumah Pendidikan Nurul Bayan Karawang beserta faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap kepala PKBM, guru Al-Qur'an, serta warga belajar. Data dianalisis secara interaktif melalui proses coding, pengelompokan tema, dan verifikasi antarsumber hingga diperoleh temuan yang konsisten. Implementasi Metode Nurul Bayan berlangsung sebagai sistem pembelajaran yang mengintegrasikan tahapan belajar bertingkat, pembiasaan talaqqi, pengulangan bacaan, evaluasi berkelanjutan, dan pendampingan individual sesuai perkembangan peserta didik. Kompetensi guru, budaya Qur'ani, dan pembiasaan membaca Al-Qur'an menjadi faktor pendukung utama, sedangkan variasi kemampuan peserta didik serta keterbatasan waktu belajar masih menjadi tantangan dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas pembelajaran Al-Qur'an pada pendidikan nonformal lebih ditentukan oleh keterpaduan proses pembelajaran daripada penggunaan metode secara terpisah, sekaligus menawarkan model implementasi yang dapat menjadi rujukan bagi pengembangan pembelajaran Al-Qur'an yang adaptif, sistematis, dan berkelanjutan.
PENGENALAN KONSEP THAHARAH DAN TOILET TRAINING PADA ANAK USIA DINI UNTUK MENDUKUNG GERAKAN TUJUH KEBIASAAN ANAK INDONESIA HEBAT Indah Rohmatuz Zahro; Yuli Tri Andini
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.11858

Abstract

Preschool or early childhood is a crucial time for instilling a clean and independent lifestyle in children. Early childhood requires stimulation in every aspect of their development, not only in literacy and numeracy, but also in the formation of independent character and habits of maintaining personal hygiene. In Islamic teachings, thaharah (purification) and toilet training are important parts in developing clean living behavior and responsibility for personal hygiene. Both concepts are also relevant to the implementation of the Seven Habits of Great Indonesian Children Movement, particularly in the habit of clean and healthy living. This study aims to describe the introduction of the concepts of thaharah and toilet training in early childhood in support of the Seven Habits of Great Indonesian Children Movement. The study used a descriptive qualitative method conducted at Roudlatul Ulum Kindergarten. Data were obtained through observation and interviews with the principal and teachers. The results showed that the introduction of the concepts of thaharah and toilet training was carried out through daily habits, the use of interesting learning media, and collaboration between teachers and parents. Children aged 5–6 years begin to be able to recognize their body condition, communicate the need to go to the toilet, and take responsibility for personal hygiene according to Islamic teachings. This activity supports the formation of independent character, discipline, and clean living behavior that is in line with the Seven Habits of Great Indonesian Children Movement. ABSTRAK Pada masa prasekolah atau usia dini merupakan masa yang sangat krusial untuk menanamkan hidup bersih dan kemandirian pada anak. Anak usia dini memerlukan stimulasi dalam setiap aspek perkembangannya, tidak hanya pada aspek literasi dan numerasi, tetapi juga pembentukan karakter kemandirian dan kebiasaan menjaga kebersihan diri. Dalam ajaran Islam, thaharah (bersuci) dan toilet training merupakan bagian penting dalam membentuk perilaku hidup bersih dan tanggung jawab terhadap kebersihan diri. Kedua konsep tersebut juga relevan dengan pelaksanaan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, khususnya dalam pembiasaan hidup bersih dan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengenalan konsep thaharah dan toilet training pada anak usia dini dalam mendukung Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di TK Roudlatul Ulum. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan kepala sekolah dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengenalan konsep thaharah dan toilet training dilakukan melalui pembiasaan sehari-hari, penggunaan media pembelajaran yang menarik, serta kerja sama antara guru dan orang tua. Anak usia 5–6 tahun mulai mampu mengenali kondisi tubuhnya, menyampaikan kebutuhan ke toilet, serta bertanggung jawab terhadap kebersihan diri sesuai ajaran Islam. Kegiatan ini mendukung pembentukan karakter mandiri, disiplin, dan perilaku hidup bersih yang sejalan dengan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
PENGARUH MEDIA LAPBOOK TERHADAP KEMAMPUAN NUMERASI ANAK USIA 5-6 TAHUN Azzahra Balqis Hauro; Uswatul Hasni; Rizki Surya Amanda
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.12000

Abstract

ABSTRACT The low numeracy skills of children aged 5–6 years in TK Nurun Najah, Pemayung District, remain a concern, particularly in recognizing numbers, classifying objects, and understanding simple comparison concepts. This study aimed to determine the effect of Lapbook media on children’s numeracy skills. A quantitative approach with a pre-experimental one group pretest-posttest design was applied to 15 children. Data were collected through observation and analyzed using normality, homogeneity, and paired sample t-tests. The results showed that the data were normally distributed and homogeneous, and there was a significant effect of Lapbook media on children’s numeracy skills. The mean score increased from 22.73 (43.71%) in the pretest to 48.60 (93.59%) in the posttest. The t-test results showed a significance value of < 0.001, indicating a significant improvement. In conclusion, Lapbook media is effective in improving early numeracy skills and can be used as an alternative learning medium in early childhood education to create more interactive, concrete, and enjoyable learning experiences for children aged 5–6 years in PAUD settings. ABSTRAK Rendahnya kemampuan numerasi anak usia 5–6 tahun di TK Nurun Najah Kecamatan Pemayung masih menjadi permasalahan dalam pembelajaran, terutama pada pengenalan lambang bilangan, pengelompokan benda, dan konsep perbandingan sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media Lapbook terhadap kemampuan numerasi anak usia 5–6 tahun. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest pada 15 anak. Data dikumpulkan melalui observasi dan dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan numerasi anak setelah penggunaan media Lapbook. Rata-rata skor pretest sebesar 22,73 meningkat menjadi 48,60 pada posttest dengan persentase 43,71% menjadi 93,59%. Hasil uji t menunjukkan nilai signifikansi < 0,001 sehingga terdapat pengaruh yang signifikan. Dengan demikian, media Lapbook efektif dalam meningkatkan kemampuan numerasi anak usia dini dan dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran yang interaktif, konkret, dan menyenangkan bagi anak usia 5–6 tahun di PAUD. Hasil ini menunjukkan pentingnya inovasi media pembelajaran pada pendidikan anak usia dini secara berkelanjutan di PAUD.
MODEL-MODEL INOVASI EVALUASI PENILAIAN PEMBELAJARAN PAI BERBASIS IT Nia Aprilia; Elva Oktavia; Tia Munika; Abdul Azis
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.12296

Abstract

ABSTRACT The development of information and communication technology has had a significant impact on the education sector, including the assessment of Islamic Religious Education (PAI) learning. This study aims to describe innovation models of IT-based PAI learning assessment, their implementation in the learning process, as well as their strengths and weaknesses. This research employs a literature review method with a qualitative descriptive approach. Data were collected from various sources, including academic journals, books, and relevant research on technology-based learning assessment. The findings show that IT-based PAI learning assessment can be implemented through various models, such as online exams and quizzes, digital assignments, online discussion forums, and the use of interactive learning applications. The application of technology in assessment provides several benefits, including improving the effectiveness and efficiency of evaluation, simplifying data processing, enhancing objectivity, and offering flexibility for teachers and students. In addition, technology-based assessment can increase students’ motivation, participation, and engagement as learning becomes more interactive and engaging. However, its implementation still faces several challenges, such as limited infrastructure and internet access, lack of teacher competence in using technology, reduced face-to-face interaction, and the potential misuse of technology by students. Therefore, it is necessary to improve teacher competence, provide adequate facilities, and ensure proper supervision so that IT-based PAI learning assessment can be implemented optimally and support the achievement of overall learning objectives. ABSTRAK Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah memberikan dampak signifikan terhadap dunia pendidikan, termasuk dalam evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model-model inovasi evaluasi pembelajaran PAI berbasis teknologi informasi, implementasi dalam proses pembelajaran, serta kelebihan dan kekurangannya. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari berbagai literatur seperti jurnal ilmiah, buku, dan hasil penelitian terkait evaluasi pembelajaran berbasis teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi pembelajaran PAI berbasis teknologi dapat dilakukan melalui berbagai model, seperti ujian dan kuis online, penugasan digital, forum diskusi daring, serta pemanfaatan aplikasi pembelajaran interaktif. Penerapan teknologi dalam evaluasi pembelajaran memberikan berbagai manfaat, di antaranya meningkatkan efektivitas dan efisiensi penilaian, mempermudah pengolahan hasil evaluasi, meningkatkan objektivitas, serta memberikan fleksibilitas bagi guru dan peserta didik. Selain itu, evaluasi berbasis teknologi juga mampu meningkatkan motivasi, partisipasi, dan keterlibatan peserta didik karena proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan interaktif. Namun demikian, implementasinya masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan infrastruktur dan akses internet, kurangnya kompetensi guru dalam penggunaan teknologi, berkurangnya interaksi langsung, serta potensi penyalahgunaan teknologi oleh peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi guru, dukungan sarana prasarana, serta pengawasan yang tepat agar evaluasi pembelajaran PAI berbasis teknologi dapat berjalan optimal dan mendukung pencapaian tujuan pembelajaran secara menyeluruh.
ANALISIS KESALAHAN TATA BAHASA DALAM TULISAN PEMBELAJARAN BIPA Maria Marchiana Abat Lelangluan; Mariance Mambrasar; Nurul Handayani
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.12361

Abstract

Grammatical errors remain one of the most common problems encountered in the writing skills of learners of Indonesian as a Foreign Language (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing, BIPA). These errors may affect the clarity of communication and indicate difficulties in the process of second language acquisition. Therefore, this study aims to analyze the types of grammatical errors found in BIPA learners’ writing and to identify the factors contributing to such errors. This study employed a descriptive qualitative approach using the error analysis method. The research data consisted of written texts produced by BIPA learners and were collected through documentation techniques. Data were analyzed through the stages of identification, classification, and description of errors based on morphological and syntactic aspects. The findings revealed five categories of grammatical errors, namely affixation errors (35%), preposition errors (22%), sentence structure errors (18%), subject–predicate errors (15%), and conjunction errors (10%). Among these, affixation errors were the most dominant. The factors contributing to these errors included first-language interference, limited mastery of Indonesian grammatical rules, and the ongoing process of second language acquisition. The findings indicate that greater emphasis should be placed on teaching affixation and sentence structure in BIPA programs. This study provides practical implications for BIPA instructors in designing more effective grammar-learning strategies to improve learners’ writing proficiency. ABSTRAK Kesalahan tata bahasa masih menjadi salah satu permasalahan yang sering ditemukan dalam keterampilan menulis pembelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Kesalahan tersebut dapat memengaruhi kejelasan pesan dan menunjukkan adanya kendala dalam proses pemerolehan bahasa kedua. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk kesalahan tata bahasa yang terdapat dalam tulisan pembelajar BIPA serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesalahan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis kesalahan berbahasa. Data penelitian berupa tulisan pembelajar BIPA yang dikumpulkan melalui teknik dokumentasi. Data dianalisis melalui tahap identifikasi, klasifikasi, dan deskripsi kesalahan berdasarkan aspek morfologi dan sintaksis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan tata bahasa yang ditemukan meliputi kesalahan afiksasi (35%), preposisi (22%), struktur kalimat (18%), hubungan subjek dan predikat (15%), serta konjungsi (10%). Kesalahan afiksasi merupakan jenis kesalahan yang paling dominan. Faktor-faktor yang menyebabkan kesalahan meliputi interferensi bahasa pertama, keterbatasan penguasaan kaidah tata bahasa Indonesia, serta proses pemerolehan bahasa kedua yang masih berlangsung. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa aspek afiksasi dan struktur kalimat perlu mendapatkan perhatian lebih dalam pembelajaran BIPA. Penelitian ini memberikan implikasi bagi pengajar BIPA dalam merancang strategi pembelajaran tata bahasa yang lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan menulis pembelajar.