cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru
ISSN : 28078837     EISSN : 28078667     DOI : https://doi.org/10.51878/teacher.v2i1
Core Subject : Education,
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan karya tulis ilmiah yang dibuat oleh seorang pendidik dan lain lain.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 136 Documents
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN METODE CROSSWORD PUZZLE DALAM PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAQ MATERI MENGENAL SIFAT WAJIB BAGI ALLAH MUTIA RAHMAWATI
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v2i4.1920

Abstract

This research was motivated by the low learning scores of students in the Aqidah Akhlaq subject in class 2 MIN 7 Tapin. This is because some of the learning processes have not been optimally achieved, one of which is not using learning methods that involve active student learning with enthusiasm and interest in the material presented. In this case the writer made an effort to improve student learning outcomes using the crossword puzzle method on material and practice questions about Recognizing the Compulsory Nature of Allah SWT. The type of research to be carried out was Classroom Action Research (CAR) conducted with 25 students in class 2B. From the results of the study showed an increase in student learning outcomes by using the crossword puzzle method on the material and exercises on Recognizing the Mandatory Character of Allah SWT. that is achieved by 85.76% so that it can be concluded that by using the crossword puzzle method or crossword puzzles student learning scores have increased. This is a learning activity that is carried out by completing practice questions and learning with fun methods that can motivate students to solve problems both individually and in collaboration and can develop students' interest in learning so that maximum learning results are achieved and can develop their creativity to think actively and critically. ABSTRAKPenelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya nilai belajar siswa pada mata pelajaran Aqidah Akhlaq di kelas 2 MIN 7 Tapin. Hal ini disebabkan beberapa proses pembelajaran belum tercapai secara maksimal yang salah satunya tidak menggunakan metode pembelajaran yang melibatkan keaktifan siswa belajar dengan semangat dan tertarik dengan materi yang disampaikan. Dalam hal ini penulis melakukan upaya meningkatkan hasil belajar siswa dengan metode crossword puzzle pada materi dan latihan soal Mengenal Sifat Wajib Bagi Allah swt.. Jenis penelitian yang akan dilaksanakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dengan jumlah siswa 25 orang di kelas 2B. Dari hasil penelitian menunjukan peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan metode crossword puzzle pada materi dan latihan soal Mengenal Sifat Wajib Bagi Allah swt.. Hal ini menunjukkan secara keseluruhan hasil belajar siswa rata-rata persentase siklus satu sebesar 68%, kemudian hasil siklus kedua mengalami peningkatan yaitu tercapai sebesar 85,76 % sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode crossword puzzle atau teka-teki silang nilai belajar siswa mengalami peningkatan. Hal ini kegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan menyelesaikan latihan soal dan belajar dengan metode yang menyenangkan dapat memotivasi siswa untuk menyelesaikan masalah baik secara individu maupun kerjasama dan dapat mengembangkan minat belajar siswa sehinggat tercapai hasil belajar yang maksimal serta dapat mengembangkan kreatifitas mereka berpikir secara aktif dan kritis.
STUDI LITERATUR: PUBLIC SPEAKING MEMBANGUN KEPERCAYAAN DIRI PESERTA DIDIK TRI KUNTORO; YULLIAN RACHMAT YUDHI SENTAUSA; RISKI ROSMAWANTI; YOSSY RIZQIYANI; ANISATUL HAMIDAH; DINI SUKMA ARIYANI; MUHAMMAD SOFYAN HADI
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v2i4.1921

Abstract

One of the 21st century skills inherent in students requires confidence in communication skills. The implementation of communication skills can be realized by learning public speaking. Public speaking is needed in the learning process as a support for students' critical thinking so that discussions in the learning process go well. The purpose of this study is to describe the urgency of math teachers to train public speaking in building students' self-confidence. The method of this research is library research. The research subjects in this study were the authors as key informants and objects. The results of the study show that public speaking training for students can increase students' self-confidence and communication skills, especially when learning in class. ABSTRAKKeterampilan abad 21 yang melekat pada peserta didik salah satunya menuntut kepercayaan diri dalam keterampilan berkomunikasi. Implementasi keterampilan berkomunikasi dapat diwujudkan dengan adanya pembelajaran public speaking. Public speaking diperlukan dalam proses pembelajaran sebagai penunjang pemikiran kritis peserta didik agar diskusi dalam proses pembelajaran berlangsung dengan baik. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan urgensi guru matematika dalam pembelajaran public speaking untuk membangun kepercayaan diri peserta didik. Adapun metode penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah penulis sebagai key informan dan obyek. Hasil penelitian menunjukan pelatihan public speaking bagi peserta didik dapat meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan komunikasi peserta didik terutama pada saat pembelajaran di kelas.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA SISWA KELAS VIII SMPS DIAN TODAHE HALMAHERA BARAT MILSAN SABAN
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v2i4.1922

Abstract

This study aims to improve science learning outcomes through a problem-based learning model for class VIII students at SMPS Diant Todahe West Halmahera. This research is a type of Classroom Action Research (CAR). This research will be carried out at SMPS Dian Todahe West Halmahera. Data collection techniques from this study using test results and observation results. Based on the results of Classroom Action Research (PTK) conducted in two cycles in Natural Sciences (IPA) subjects on style material, it can be concluded that the Problem Based Learning (PBL) model can improve science learning outcomes on style material in class VIII students of SMPS Dian Todahe West Halmahera Regency. The increase in science learning outcomes is known by the test results in Cycle I and Cycle II which show an increase in the average score and percentage of classical completeness. In this study, referring to indicators of success, the value calculated is the percentage of classical completeness if student learning outcomes ? 85% of the total number of students in one class get a score of ? 60. The average value of style material students in the initial conditions (pre-cycle) is 50 with classical completeness of 40% (2 students) of 12 students who scored ? 60 (KKM score). Cycle I was 61 with classical completeness of 60% (4 students) who scored ? 60 (KKM score). Cycle II of 8 with classical completeness of 80% (8 students) who achieved a score of ? 60 (KKM score). Thus, according to the indicators of success, the Classroom Action Research (CAR) through the Problem Based Learning (PBL) model of style material in class VIII students of SMPS Dian Todahe West Halmahera was declared successful. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA melalui model problem based learning pada siswa kelas VIII SMPS Diant Todahe Halmahera Barat. Penelitian ini termasuk jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini akan dilaksanakan di SMPS Dian Todahe Halmahera Barat. Teknik pengumpulan data dari penelitian ini menggunakan hasil tes dan hasil observasi. Berdasarkan hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan sebanyak dua siklus pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada materi gaya, dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar IPA materi gaya pada siswa kelas VIII SMPS Dian Todahe Kab.Halmahera Barat. Peningkatan hasil belajar IPA diketahui dengan hasil tes pada Siklus I dan Siklus II yang menunjukkan peningkatan nilai rata- rata dan persentase ketuntasan secara klasikal. Di dalam penelitian ini merujuk pada indikator keberhasilan, nilai yang dihitung yaitu persentase ketuntasan klasikal apabila hasil belajar siswa ? 85% dari jumlah total siswa dalam satu kelas mendapatkan nilai ? 60. Rata- rata nilai siswa materi gaya pada kondisi awal (prasiklus) 50 dengan ketuntasan klasikal sebesar 40% (2 siswa) dari 12 siswa yang mencapai nilai ? 60 (nilai KKM). Siklus I sebesar 61 dengan ketuntasan klasikal sebesar 60% (4 siswa) yang mencapai nilai ? 60 (nilai KKM). Siklus II sebesar 8 dengan ketuntasan klasikal 80% (8 siswa) yang mencapai nilai ? 60 (nilai KKM). Dengan demikian, sesuai dengan indikator keberhasilan maka Penelitian Tindakan Kelas (PTK) melalui model Problem Based Learning (PBL) materi gaya pada siswa kelas VIII SMPS Dian Todahe Halmahera Barat dinyatakan berhasil.
PENERAPAN GROUP INVESTIGATION SEBAGAI ALTERNATIF UNTUK MENGEMBANGKAN SOFT SKILL KERJA SAMA TIM WIDODO LESTARI
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v2i4.1923

Abstract

This Best Practice aims to identify Group Investigation as an alternative solution to develop teamwork soft skills. Working together in a team (Teamwork) is one of the soft skills needed by students as their provision to enter the world of work. This ability must be trained continuously so that these soft skills can become habits and will later become the personality of students because soft skills are attributes and characteristics of a person's personality that affect interpersonal relationships in the workplace. Humans as social beings cannot be separated from their relationships with other humans. One way to develop soft skills in working together in a team (Teamwork) is Group Investigation. This method is a learning model designed to build students' cooperative attitude. The cooperative learning model is a series of learning activities carried out by students in groups to achieve predetermined goals. The results achieved from the application of the group Investigation method are changes in students' attitudes in working together in Teams (Teamwork). ABSTRAKBest Practice ini bertujuan untuk mengetahui Group Investigation sebagai salah satu alternatif solusi mengembangkan soft skill kerja sama dalam tim (teamwork). Bekerjasama dalam Tim (Teamwork) merupakan salah satu soft skill yang diperlukan oleh siswa sebagai bekal mereka untuk memasuki dunia kerja. Kemampuan ini harus dilatih secara terus menerus agar soft skill ini dapat menjadi kebiasaan dan selanjutnya akan menjadi kepribadian dari siswa karena soft skill merupakan atribut dan ciri kepribadian seseorang yang mempengaruhi hubungan Interpersonal ditempat kerja. Manusia sebagai makhluk sosial tidak lepas dari hubungannya dengan manusia lain. Salah satu cara untuk mengembangkan soft skill bekerjasama dalam Tim (Teamwork) adalah Group Investigation. Metode ini merupakan model pembelajaran yang dirancang untuk membangun sikap kooperatif siswa. Model pembelajaran kooperatif merupakan rangkaian kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa dalam kelompok-kelompok untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Hasil yang dicapai dari penerapan metode group Investigation yaitu perubahan sikap siswa dalam bekerjasama dalam Tim (Teamwork).
PENERAPAN METODE DRILL UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR DALAM MENGHAFAL SURAT-SURAT PENDEK DALAM AL-QUR’AN SITI SUPIYATUN
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v2i4.1924

Abstract

This study aims to improve student achievement in memorizing short surahs in the Qur'an by applying the drill method. This research is a classroom action research. Data collection techniques are observation, interviews, questionnaires, and tests. The research procedure consists of five stages, namely planning, preparation, implementation, data processing, and preparing reports. Research instruments include learning implementation plans (RPP), questionnaires or questionnaires, assessment formats and lists of students, performance tests. 8. Data analysis techniques use descriptive qualitative analysis techniques and percentage descriptive data analysis techniques. Research results for the first cycle of students were given a pretest with the results of 25 students who achieved completeness were 8 students with an average test score of 65.6, 32% of students who passed. 2. In cycle II, the test results of 25 students were 15 students who passed with an average score of 77.5, 69% of students who passed. 3. In cycle III the test results of 25 students there were 25 students who passed with an average score of 97.2, students who completed reached 100%. To carry out effective learning requires sufficient preparation, so the teacher must be able to determine or choose topics that can really be applied with the drill method. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dalam menghafal surat-surat pendek dalam Al-Qur’an dengan penerapan metode drill. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Tehnik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, kuesioner, dan tes. Prosedur penelitian ada lima tahap yaitu perencanaan, persiapan, pelaksanaan, pengolahan data, dan penyusuan laporan. Instrumen penelitian meliputi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Angket atau kuesioner, Format penilaian dan daftar siswa, tes unjuk kerja. 8. Tehnik analisa data menggunakan tehnik analisa deskriptif kualitatif dan tehnik analisa data deskriptif prosentase. Hasil Penelitian untuk siklus I siswa diberi pretest dengan hasil dari 25 siswa yang mencapai ketuntasan adalah 8 siswa dengan nilai rata-rata tes 65,6, siswa yang tuntas adalah 32%. 2. Pada siklus II hasil tes dari 25 siswa ada 15 siswa yang tuntas dengan nilai rata-rata 77,5, siswa yang tuntas adalah 69%. 3. Pada siklus III hasil tes dari 25 siswa ada 25 siswa yang tuntas dengan nilai rata-rata 97,2, siswa yang tuntas mencapai 100%. Untuk melaksanakan pembelajaran yang efektif memerlukan persiapan yang cukup, sehingga guru harus mampu menentukan atau memilih topik yang benar-benar bisa diterapkan dengan metode drill.
PERAN GERAKAN LITERASI DAN MINAT BACA DALAM MEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS SISWA ANIK ZUROIDAH
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v2i4.1925

Abstract

Literacy culture is no longer foreign. Especially in the world of education. But not many know what activities are included in it. An online information states that literacy culture is intended to carry out habits of mind which are followed by reading and writing processes, which in the end can create a work. In Islam, the foundation for literacy activities is very strong. This can be seen in the Al-Alaq verse 1 of the Qur'an, which means: "Read with (mentioning) the name of your Lord who created. From this understanding, to gain skills in life requires the ability to process the knowledge he has acquired. This can be proven by the activities of students who have carried out the stages of the literacy movement starting from the stages of habituation, development and learning. Initially, students' interest in reading at MTsN 5 Jombang was low. With various efforts, gradually the students' interest in reading began to grow. The religious character of MTsN 5 Jombang students varies greatly. This relates to the diverse backgrounds of students. The role of the literacy movement and interest in reading is very important in shaping the religious character of MTsN 5 Jombang students. The visible change in religious behavior is positive behavior in relation to God, others, and the natural surroundings. This is the case with the role of students' reading interest. Interest in reading that grows from literacy movement activities allows students to absorb information from reading material that is read and then make it as a student who has a religious character. ABSTRAKBudaya literasi sudah tidak asing lagi. Apalagi dalam dunia pendidikan. Namun belum banyak yang mengetahui kegiatan apa yang termasuk di dalamnya. Sebuah informasi online menyebutkan bahwa budaya literasi dimaksudkan untuk melakukan kebiasaan berpikir yang diikuti proses membaca dan menulis, yang pada akhirnya bisa menciptakan sebuah karya. Dalam agama Islam, landasan kegiatan literasi ini sangat kuat. Hal ini bisa dilihat dalam Alquran surat Al Alaq ayat 1, yang artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.Dari pengertian ini untuk meraih kecakapan dalam hidup diperlukan kemampuan dalam mengolah pengetahuan yang diperolehnya. Hal ini bisa dibuktikan dengan aktivitas para siswa yang sudah melakukan tahap-tahap gerakan literasi mulai dari tahap pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran. Minat baca siswa MTsN 5 Jombang awalnya rendah. Dengan berbagai upaya lambat laun minat baca para siswa mulai tumbuh. Karakter religius siswa MTsN 5 Jombang sangat bervariasi. Hal ini berkaitan dengan latar belakang siswa yang beraneka ragam.. Peran gerakan literasi dan minat baca sangat penting dalam membentuk karakter religius siswa MTsN 5 Jombang. Adapun perubahan perilaku religius yang tampak ialah perilaku positif dalam hubungannnya dengan Tuhan, sesama, dan alam sekitar. Hal Demikian halnya dengan peran minat baca siswa. Minat baca yang tumbuh dari aktivitas gerakan literasi memungkinkan para siswa menyerap informasi dari bahan bacaan yang dibaca lalu menjadikannya sebagai siswa yang memiliki karakter religius.
PENERAPAN NADZAM SEBAGAI MEDIA MENINGKATKAN DAYA INGAT PESERTA DIDIK MAPEL PAI DALAM PEMBELAJARAN AQIDAH BAROKATI BAROKATI
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v2i4.1926

Abstract

Nadzam as a memory media for fourth graders of SDN 04 Kendalsari in Aqidah learning understand Aqidah material and do not memorize the material delivered by the teacher. While the results of interviews in class, students understand more about memorizing Aqidah material by reciting verses of the material smoothly. Thus it becomes a consideration for teachers, especially PAI teachers in using effective learning media in training students' memory of the material. Starting from this problem the teacher was interested in researching nadzam as a medium to train students' memory in learning aqidah at SDN 04 Kendalsari. The purpose of this study is to describe the role of supporting and inhibiting factors and the contribution of nadzam as a medium to train the memory of fourth grade students at SDN 04 Kendalsari in learning aqidah. This research is a qualitative and quantitative research, data collection was carried out using observation, interviews and documentation. The results showed: the role of nadzam as a medium to train students' memory in learning aqidah, as a medium, as entertainment for students. The supporting factors are that nadzam media is fun for students, teachers can interact effectively with students and make it easier for students to understand the material. The inhibiting factor is that it takes a long time, nadzam as a medium is neglected, nadzam cannot be applied to all learning. ABSTRAKNadzam sebagai Media daya ingat peserta didik kelas IV SDN 04 Kendalsari dalam pembelajaran Aqidah Penelitian ini berawal dari nadzam sebagai media lama yang kurang diimplementasikan dan diperhatikan di lembaga pendidikan formal, terlihat dari pengamatan guru saat pembelajaran di kelas, hasil wawan cara menunjukan bahwa peserta didik kurang memahami materi Aqidah dan kurang hafal materi yang disampaikan oleh guru. Sedangkan hasil wawancara di kelas, peserta didik lebih memahami hafalan materi Aqidah dengan melantunkan bait-bait materi dengan lancar. Dengan demikian menjadi pertimbangan bagi guru, khususnya guru PAI dalam menggunakan media pembelajaran yang efektif dalam melatih daya ingat peserta didik terhadap materi. Berawal dari masalah tersebut guru tertarik meneliti nadzam sebagai media melatih daya ingat peserta didik dalam pembelajaran aqidah di SDN 04 Kendalsari. Adapun tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan peran factor pendukung dan penghambat serta kontribusi nadzam sebagai media melatih daya ingat peserta didik kelas IV SDN 04 kendalsari dalam pembelajaran aqidah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan kuantitatif, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan: peran nadzam sebagai media melatih daya ingat peserta didik dalam pembelajaran aqidah, sebagai media, sebagai hiburan bagi peserta didik. Faktor pendukungnya adalah media nadzam menyenangkan bagi peserta didik, guru dapat berinteraksi secara efektif dengan peserta didik dan mempermudah peserta didik memahami materi. Adapun factor penghambatnya adalah membutuhkan waktu yang lama, nadzam sebagai media terabaikan, nadzam tidak bias diterapkan kesemua pembelajaran.
MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN TANDUR BERBANTUAN MEDIA VISUAL PELAJARAN IPA KELAS V SDN 1 MADAYIN MARDIANA MARDIANA
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v2i4.1927

Abstract

This study aims to determine the increase in student learning outcomes using the TANDUR learning model (Grow, Experience, Name, Demonstrate, Repeat, Celebrate) with the help of visual media in improving science learning outcomes. This type of research is Classroom Action Research (PTK) which is carried out in two cycles. Each cycle consists of the stages of planning, implementation of action, observation and evaluation, as well as reflection. This research was conducted at SD Negeri 1 Madayin. The subjects of the research were fifth grade students in the 2021/2022 school year which involved 27 students. Data about learning outcomes are collected through the implementation of a description test. Furthermore, the data obtained were analyzed descriptively. The results showed that the application of the TANDUR learning model assisted by visual media could improve the science learning outcomes of fifth grade students at SD Negeri 1Madayin. The application of the TANDUR Learning Model can improve science learning outcomes for V SD Negeri 1 Madayin class students. This can be seen from the completeness of the learning outcomes before the improvement. The number of students who completed was 8 students out of 27 students or 29.62% and those who had not completed 19 out of 27 students or 70.37%. In the improvement of Cycle I, 18 students out of 27 students or 66.66% had completed and 9 out of 27 students or 33.33% had not completed. After the improvement of Cycle II, 22 students out of 27 students or 81.50% had completed and 5 out of 27 students or 37.03% had not completed. These results indicate that the application of the TANDUR learning model assisted by visual media can improve science learning outcomes for class VI students of SD Negeri 1 Madayin for the 2021/2022 academic year. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran TANDUR (Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi, Rayakan) dengan berbantuan media visual dalam meningkatkan hasil belajar IPA. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan evaluasi, serta refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di SD negeri 1 Madayin. Subjek penelitian yang dilakukan adalah siswa kelas V pada tahun pelajaran 2021/2022 yang melibatkan sebanyak 27 siswa. Data tentang hasil belajar dikumpulkan melalui pelaksanaan tes uraian. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis secara diskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran TANDUR berbantuan media visual dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V SDNegeri 1 Madayin. Penerapan Model Pembelajaran TANDUR dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V SD Negeri 1 Madayin. Hal ini terlihat dari ketuntasan hasil belajar sebelum perbaikan jumlah siswa yang tuntas 8 siswa dari 27 siswa atau 29,62% dan yang belum tuntas 19 dari 27 siswa atau 70,37%. Pada perbaikan Siklus I, siswa yang telah tuntas 18 siswa dari 27 siswa atau 66,66% dan yang belum tuntas 9 dari 27 siswa atau 33,33%. Setelah perbaikan Siklus II, siswa yang telah tuntas 22 siswa dari 27 siswa atau 81,50% dan yang belum tuntas 5 dari 27 siswa atau 37,03%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran TANDUR berbantuan media visual dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas VI SD negeri 1 Madayin tahun pelajaran 2021/2022.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA MELALUI MODEL PENEMUAN TERBIMBING DI KELAS VII.2 SMP NEGERI 4 LAHAT RAHMAWATI RAHMAWATI
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v3i1.2173

Abstract

The application of the guided discovery model is expected to improve learning outcomes and increase student attention and activity in the learning process. This study aims to determine the increase in student learning outcomes after the implementation of the guided discovery model, as well as improve the learning process carried out in class, and improve teacher performance. This research uses classroom action research (classroom action research) as many as three cycles. Each cycle consists of four stages, namely: design, activity and observation, reflection, and revision. The target of this research is class VII.2 students. The data obtained were in the form of final test results, observation sheets of teaching and learning activities. The results of the research show that the application of the guided discovery model has improved student learning outcomes. This increase can be seen in details of 55.56% in cycle I with a class average of 71.15, with the highest score of 80 and the lowest score of 50. In cycle II 74.07% with a class average of 74.67 with the highest score of 85 and the lowest score is 60 and in cycle III 92.59% with a class average of 79.19 with the highest score of 94 and the lowest score of 70. The conclusion from this study is that learning by applying the guided discovery model can improve results, as well as the learning activities of class VII students .2 Public Middle School 4 Lahat. ABSTRAKPenerapan model penemuan terbimbing diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar serta meningkatkan perhatian dan aktivitas siswa pada proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar belajar siswa setelah diterapkannya model penemuan terbimbing, serta meningkatkan proses pembelajaran yang dilakukan di kelas, dan meningkatkan kinerja guru,Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (classroom action research) sebanyak tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas VII.2. Data yang diperoleh berupa hasil tes akhir, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model penemuan terbimbing telah meningkatkan hasil belajar siswa. Peningkatan tersebut dapat dilihat dengan rincian 55,56% pada siklus I dengan rata-rata kelas 71,15, dengan nilai tertinggi 80 dan nilai terendah 50. Pada siklus II 74,07% dengan rata-rata kelas 74,67 dengan nilai tertinggi 85 dan nilai terendah 60 dan pada siklus III 92,59% dengan rata-rata kelas 79,19 dengan nilai tertinggi 94 dan nilai terendah 70. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran dengan diterapkan model penemuan terbimbing dapat meningkatkan hasil, serta aktivitas belajar siswa kelas VII.2 SMP Negeri 4 Lahat.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PPKN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DI SMP NEGERI 1 MERAPI BARAT LILA HAYATI
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v3i1.2174

Abstract

The purpose of this classroom action research is a.) to improve the learning process carried out in class. b.) to improve teacher performance. c.) to improve student learning outcomes in Civics subjects with the Discovery Learning Learning Model in class VIII.A SMP Negeri 1 Merapi Barat. This study used Classroom Action Research in two cycles. Each cycle consists of four stages, namely: design, activity and observation, reflection, and revision. This research took the subject of class VIII.A SMP Negeri 1 West Merapi as many as 30 students. The results showed that student learning outcomes in Civics subjects with the Discovery Learning Learning Model had increased and the data obtained was in the form of end-of-cycle test results, observation sheets of teaching and learning activities. From the results of the analysis, it was found that the increase in student scores could be seen in cycle I, which obtained a mastery learning score (30.00%) at the first meeting and (46.67%) in the second meeting with an average score of 66.16 and the highest score was 85 and the lowest was 50. And in the second cycle the learning completeness score increased to (70.00%) at the first meeting, and increased to 28 students or (93.33%) at the second meeting with an average score of 80.66 and the highest score was 95 and the lowest was 65 The conclusion from this study is that learning with the Discovery Learning Model can improve student learning outcomes in class VIII.A SMP Negeri 1 Merapi Barat and this learning model can be used as an alternative to Civics learning. ABSTRAKTujuan penelitian tindakan kelas ini adalah a.) untuk meningkatkan proses pembelajaran yang dilakukan di kelas. b.) untuk meningkatkan kinerja guru. c.) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PPKn dengan Model Pembelajaran Discovery Learning di kelas VIII.A SMP Negeri 1 Merapi Barat. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Penelitan ini mengambil subjek siswa kelas VIII.A SMP Negeri 1 Merapi Barat sebanyak 30 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada mata pelajaran PPKn dengan Model Pembelajaran Discovery Learning mengalami peningkatan dan data yang diperoleh berupa hasil tes akhir siklus, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan peningkatan nilai siswa dapat dilihat pada siklus I diperoleh nilai ketuntasan belajar (30,00%) pada pertemuan pertama dan (46,67%) pertemuan kedua dengan nilai rata-rata 66,16 dan nilai tertinggi 85 dan terendah 50. Dan pada siklus ke II nilai ketuntasan belajar meningkat menjadi (70,00%) pada pertemuan pertama, dan meningkat menjadi 28 siswa atau (93,33%) pada pertemuan kedua dengan nilai rata-rata 80,66 dan nilai tertinggi 95 dan terendah 65. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dengan pembelajaran dengan Model Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada kelas VIII.A SMP Negeri 1 Merapi Barat serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran PPKn.

Page 8 of 14 | Total Record : 136