cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru
ISSN : 28078837     EISSN : 28078667     DOI : https://doi.org/10.51878/teacher.v2i1
Core Subject : Education,
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan karya tulis ilmiah yang dibuat oleh seorang pendidik dan lain lain.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 136 Documents
EFEKTIFITAS MODEL MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PEMAHAMAN BAHASA INDONESIA PESERTA DIDIK KELAS X MIPA DI MAN 1 HULU SUNGAI UTARA NOORLIANA NOORLIANA
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v3i2.2369

Abstract

The purpose of carrying out this classroom action research is the motivation and understanding of the Indonesian language students in class X MIPA at MAN 1 Hulu Sungai Utara. This research is a Classroom Action Research using the Mind Mapping method. In this study using a type of qualitative research. The subjects of this study were 38 class X MIPA MAN 1 Hulu Sungai Utara students. The results of this study after testing according to the procedure, it turned out that the ability of students who were taught using the mind mapping model was better than students who were taught using other models. This can be seen from the average result of writing using the mind mapping model of 80.13, while the average result of writing with other models is 70.8. So that the mind mapping model has a significant (positive) influence on the writing ability of class X MIPA MAN 1 Hulu Sungai Utara students. ABSTRAKTujuan dilaksanakannya penelitian tindakan kelas ini adalah motivasi dan pemahaman bahasa indonesia peserta didik kelas X MIPA di MAN 1 Hulu Sungai Utara. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dengan penggunaan metode Mind Mapping. Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas X MIPA MAN 1 Hulu Sungai Utara yang berjumlah 38 orang. Hasil penelitian ini setelah dilakukan pengujian sesuai dengan prosedur, ternyata kemampuan peserta didik yang diajar menggunakan model mind mapping lebih baik daripada peserta didik yang diajar menggunakan model yang lain. Hal ini dapat dilihat dari hasil rata-rata menulis dengan menggunakan model mind mapping sebesar 80,13, sedangkan hasil rata-rata menulis dengan model yang lain sebesar 70,8. Sehingga model mind mapping memberikan pengaruh yang signifikan (positif) terhadap kemampuan menulis oleh peserta didik kelas X MIPA MAN 1 Hulu Sungai Utara.
THE IMPLEMENTATION OF USING FLASHCARDS TOWARDS STUDENTS PASSIVE VOICE MASTERY AT THE SECOND SEMESTER OF THE ELEVENTH CLASS OF SMA MUHAMMADIYAH 2 BANDAR LAMPUNG LINA PURWATI
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v3i2.2370

Abstract

Many students at senior high school up to university found difficulties in learning English especially grammar. Grammar is one of English components that should be mastered by students who learn English because grammar is very valuable and important in using English. Grammar has many items and passive voice is one of grammar items which is very important and valuable to be learned. But in fact, most of graduate students of senior high school found difficulties to master passive voice well. Therefore, the teacher should pay attention to use the appropriate technique for teaching in the class. In this research, the researcher tried to investigate the use of "flashcard" as a teaching media in teaching passive voice. The sample of this research was 36 students of second semester at the eleventh class of SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung. The hypothesis of this research is the implementation of flashcard can increase the students' passive voice mastery. In this research, the researcher used experimental method. In this research, the researcher used test as a main technique, she had done the observation and library research as supporting techniques. After analyzing the data, the researcher got the result of this research tratio = 7.73 and ttable with the significant level 1 %, it was 2.39. So it is clear that 7.73 > 2.39 which that hypothesis Ho is rejected and hypothesis alternative Ha is accepted. Based on the result, the implementation of using flashcards can improve students' passive voice mastery and the average score of students after being taught by using flashcards is higher than before. So, the implementation of flashcards can increase the students' passive voice mastery. ABSTRAKBanyak siswa di sekolah menengah atas hingga perguruan tinggi mengalami kesulitan dalam mempelajari bahasa Inggris terutama tata bahasa. Grammar adalah salah satu komponen bahasa Inggris yang harus dikuasai oleh siswa yang mempelajari bahasa Inggris karena grammar sangat berharga dan penting dalam menggunakan bahasa Inggris. Grammar memiliki banyak item dan passive voice merupakan salah satu item grammar yang sangat penting dan berharga untuk dipelajari. Namun pada kenyataannya, sebagian besar siswa lulusan SMA mengalami kesulitan untuk menguasai passive voice dengan baik. Oleh karena itu, guru harus memperhatikan untuk menggunakan teknik yang tepat untuk mengajar di kelas. Dalam penelitian ini, peneliti mencoba menginvestigasi penggunaan "flashcard" sebagai media pembelajaran dalam pengajaran passive voice. Sampel penelitian ini adalah 36 siswa semester genap kelas sebelas SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung. Hipotesis dari penelitian ini adalah penerapan flashcard dapat meningkatkan penguasaan passive voice siswa. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode eksperimen. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan tes sebagai teknik utama, dia telah melakukan observasi dan penelitian kepustakaan sebagai teknik pendukung. Setelah dilakukan analisis data, peneliti mendapatkan hasil penelitian ini tratio = 7,73 dan ttabel dengan taraf signifikan 1 % yaitu 2,39. Jadi jelas bahwa 7,73 > 2,39 yang mana hipotesis Ho ditolak dan alternatif hipotesis Ha diterima. Berdasarkan hasil tersebut, penerapan penggunaan flashcards dapat meningkatkan penguasaan passive voice siswa dan nilai rata-rata siswa setelah diajar menggunakan flashcards lebih tinggi dari sebelumnya. Jadi, penerapan flashcards dapat meningkatkan penguasaan passive voice siswa.
MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR AKIDAH AKHLAK MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH PADA PESERTA DIDIK KELAS X MIPA 4 MAN BLORA SUPARTI SUPARTI
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v3i2.2371

Abstract

For a teacher delivering material is an easy thing, but making students able to accept the material delivered by the teacher and understand it, so that they can practice it in life is difficult. If the learning model used is monotonous, it can result in students being less active in participating in learning. Students feel bored, pay less attention, are passive and finally learning outcomes are low. So it is necessary to have an alternative selection of learning models that can stimulate students in learning. The Make A Match learning model is one of the learning models used by teachers in learning Aqidah Akhlak, to provide solutions to overcome the boredom experienced by students. With the Make A Match model students will find, solve problems and find solutions to problems. This research is a Class Action Research with 36 research subjects in Class X MIPA 4 for the 2021/2022 academic year in the even semester. The research was conducted in two cycles, each cycle consisting of two meetings. Based on the analysis of learning activity data, when viewed from the average it shows that there is an increase, namely from the initial condition with an average of 2.00 (less active), cycle 1 with an average of 2.73 (quite active), and cycle 2 with average 3.12 (active). While the learning outcomes of students from the initial conditions, cycle 1 and cycle 2 experienced a significant increase. If seen from the percentage of completeness of the initial conditions is 36%, cycle 1 reaches 61% and cycle 2 reaches 88.89%. So it seems clear that the learning outcomes of students have reached the target (indicator) and even exceeded it. Thus the Make A Match learning model has been successfully applied by the teacher to increase the activity and learning outcomes of students in the Akidah Akhlak subject. ABSTRAKBagi seorang guru menyampaikan materi merupakan hal yang mudah, namun membuat peserta didik bisa menerima materi yang disampaikan guru serta faham, sehingga dapat mengamalkan dalam kehidupan itu yang sulit. Apabila model pembelajaran yang digunakan monoton dapat mengakibatkan peserta didik kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran. Peserta didik merasa jenuh, kurang memperhatikan, pasif dan akhirnya hasil belajar belajar rendah. Jadi perlu adanya alternatif pemilihan model pembelajaran yang bisa merangsang peserta didik dalam belajar. Model pembelajaran Make A Match merupakan salah satu model pembelajaran yang digunakan guru dalam pembelajaran Akidah Akhlak, untuk memberikan solusi untuk mengatasi kejenuhan yang dialami peserta didik. Dengan model Make A Match peserta didik akan menemukan, menyelesaikan permasalahan dan mencari solusi dari permasalahan. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas dengan subyek penelitian 36 peserta didik Kelas X MIPA 4 tahun pelajaran 2021/ 2022 pada semester genap. Penelitian dilakukan dalam dua siklus , masing - masing siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Berdasarkan analisis data aktivitas belajar, jika dilihat dari rata-ratanya menunjukkan bahwa adanya peningkatan yaitu dari kondisi awal dengan rata-rata 2,00 (kurang aktif), siklus 1 dengan rata-rata 2,73 (cukup aktif), dan siklus 2 dengan rata-rata 3,12 (aktif). Sedangkan hasil belajar peserta didik dari kondisi awal, siklus 1 dan siklus 2 mengalami peningkatan yang cukup berarti. Jika dilihat dari persentase ketuntasan kondisi awal adalah 36%, siklus 1 mencapai 61% dan siklus 2 mencapai 88,89%. Jadi tampak jelas bahwa hasil belajar peserta didik sudah mencapai target (indikator) bahkan melebihi.Dengan demikian model pembelajaran Make A Match telah berhasil diterapkan guru untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik pada mapel Akidah Akhlak.
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN INFORMATIKA KHUSUSNYA MATERI BERPIKIR KOMPUTASIONAL MELALUI OPTIMALISASI METODE BERBASIS MASALAH LINA DWI SUSANTI
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v3i3.2493

Abstract

The aim of this research is to increase student motivation and learning outcomes in Informatics learning, especially Computational Thinking Material through optimizing problem-based methods (Problem Based Learning). This research is classroom action research (Classroom Action Research) with a research design consisting of two cycles and each cycle consists of 4 stages, namely planning, action, observation and reflection. The research subjects were students in class X-MPLB.2 of SMK Negeri 1 Sragen, totaling 36 students. Data collection is carried out by observation and tests at the end of each cycle. The collected data is arranged in the form of tables and graphs and then analyzed. The data analysis used in this research is a qualitative analysis technique. Qualitative analysis describes data from observations of student motivation and learning achievement in the form of formative test scores at the end of each cycle. The research results show that optimizing problem-based learning methods can increase student motivation and learning outcomes in Computational Thinking Materials. This increase is described as follows: 1) The average percentage of student learning motivation increased by 12.23%, in cycle I it was 71.66% and cycle II it was 83.89%. 2) The average score of students' skill competencies increased by 7.23 points, namely in cycle I it reached 76.94 and cycle II it became 84.17. 3) The average class score increased by 6.95 points, namely in the first cycle it reached 73.19 and in the second cycle it became 80.14. 4) Classical learning completeness increased by 8.33% in cycle I to 77.78% and in cycle II to 86.11%. ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Informatika khususnya Materi Berpikir Komputasional melalui optimalisasi metode berbasis masalah (Problem Based Learning). Penelitian ini merupakan penelitian tindaka kelas (Classroom Action Research) dengan desain penelitian yang tediri dari dua siklus dan tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X-MPLB.2 SMK Negeri 1 Sragen yang berjumlah 36 siswa. Pengumpulan data dilaksanakan dengan observasi dan tes setiap akhir siklus. Data yang terkumpul disusun dalam bentuk tabel dan grafik dan selanjutnya dianalisis. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis kualitatif. Analisis kualitatif mendeskripsikan data hasil observasi motivasi dan prestasi belajar siswa berupa nilai formatif tes pada setiap akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan optimalisasi metode pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa Materi Berpikir Komputasional. Peningkatan tersebut diuraikan sebagai berikut: 1) Rata-rata persentase motivasi belajar siswa meningkat sebesar 12,23%, pada siklus I sebesar 71,66% dan siklus II menjadi 83,89%. 2) Nilai rata-rata kompetensi keterampilan siswa meningkat sebesar 7,23 poin, yaitu pada siklus I mencapai 76,94 dan siklus II menjadi 84,17. 3) Nilai rata-rata kelas meningkat sebesar 6,95 poin yaitu pada siklus I mencapai 73,19 dan siklus II menjadi 80,14. 4) Ketuntasan belajar klasikal meningkat sebesar 8,33% pada siklus I sebesar 77,78% dan pada siklus II menjadi 86,11%.
PENERAPAN METODE DEMONSTRASI, DRILL, DAN PENUGASAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS 4B MIN 4 DEMAK KASMI KASMI
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v3i3.2494

Abstract

The aim of this research is to improve mathematics learning outcomes by applying demonstration, drill and assignment methods to students in class 4B Min 4 Demak. This research is classroom action research using demonstration, drill and assignment methods. From the results of the research, it was proven that before using the demonstration, drill and assignment methods, initial data on the results of student formative tests from 27 students of class IV B semester I MIN 4 Demak were still far from expectations, namely less than 50% of learning completeness which should have been 70%. After using demonstration, drill and assignment methods in cycle II, learning improvement showed that 81% of students achieved learning mastery and this was an achievement that satisfied the author. Thus, what the author hopes has been achieved by improving learning through classroom action research, namely an increase in learning achievement. ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar matematika dengan penerapan metode demonstrasi, drill, dan penugasan pada siswa kelas 4B Min 4 Demak. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan penggunaan metode demonstrasi, drill dan penugasan. Dari hasil penelitian terbukti sebelum menggunakan metode demonstrasi, drill, dan penugasan diperoleh data awal hasil tes formatif siswa dari 27 siswa kelas IV B semester I MIN 4 Demak masih jauh dari harapan yaitu kurang dari 50% ketuntasan belajar yang seharusnya 70%. Setelah menggunakan metode demonstrasi, drill, dan penugasan pada siklus II perbaikan pembelajaran menunjukkan 81% siswa mencapai ketuntasan belajar dan itu merupakan pencapaian yang memuaskan penulis. Dengan demikian apa yang penulis harapkan telah tercapai dengan melakukan perbaikan pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas ini yaitu suatu peningkatan prestasi belajar.
PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN RASA INGIN TAHU BELAJAR SISWA MATERI PENGUKURAN SUDUT MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) PADA SISWA KELAS IVB SD KANISIUS SENGKAN JOVITA BUNGA KURNIA PUTRI SUTARYO; RISHE PURNAMA DEWI; A. DWI NATALIA
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v3i3.2495

Abstract

This research is motivated by low student activity. The focus of this research is the TGT cooperative learning model(Teams Games Tournament) to increase the active learning and curiosity of students. This study aims to provide an overview of the application of the TGT type of cooperative learning model in increasing students' active learning and curiosity in mathematics in grade IV SD. The research subjects were 21 students of class IVB SD Kanisius Sengkan. The type of research used in this research is Classroom Action Research which adopts the Kemmis and Taggart models which are carried out in II cycles, namely cycle I and cycle II. Data collection techniques used in this study were observation sheets and questionnaires. Based on the analysis of observations and questionnaires from each cycle showed positive progress towards students. In this study, students' active learning and curiosity experienced a significant increase. The activeness of students in the pre-cycle was 61.67%, the first cycle was 75.54% and the second cycle was 87.98%, while the average acquisition of students' curiosity in the pre-cycle was 59.47%, the first cycle was 74.46%, and cycle II 83.37%. The results of the study can be concluded that the application of the Teams Games Tournament (TGT) learning model can increase the learning activity of class IVB students at Kanisius Sengkan Elementary School. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya aktivitas siswa. Fokus pada penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) untuk meningkatkan keaktifan belajar dan rasa ingin tahu siswa. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dalam meningkatkan keaktifan belajar dan rasa ingin tahu siswa pada mata pelajaran matematika di kelas IV SD. Subyek penelitian adalah siswa kelas IVB SD Kanisius Sengkan yang berjumlah 21 siswa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang mengadopsi model Kemmis dan Taggart yang dilaksanakan dalam II siklus yaitu siklus I dan siklus II. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi dan kuesioner. Berdasarkan analisis observasi dan kuesioner dari setiap siklus menunjukkan perkembangan positif terhadap siswa. Pada penelitian ini, keaktifan belajar dan rasa ingin tahu siswa mengalami peningkatan yang berarti. Keaktifan siswa pada pra siklus 61,67%, siklus I 75,54% dan siklus II menjadi 87,98%, sedangkan perolehan rata-rata kategori rasa ingin tahu siswa pada pra siklus 59,47%, siklus I 74,46%, dan siklus II 83,37%. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas IVB SD Kanisius Sengkan.
PENERAPAN MODEL PENEMUAN TERBIMBNG DENGAN PENDEKATAN LINGKUNGAN DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 7 BONE ENDANG SETIARINI
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v3i3.2498

Abstract

This research aims to find out how much science learning outcomes have improved through the application of the Guided discovery model with an environmental approach for class VIIID students at SMP Negeri 7 Bone on the concept of Living Creatures at SMP Negeri 7 Bone. Research Results In cycle I there were 5.00% of students whose science scores after applying the guided discovery model with an environmental approach in cycle I were in the very low category. 30.00% were in the low category, 22.25% were in the medium category, 25.00% were in the high category, and 17.43% were in the very high category. If the average score after applying this model is 62.86, then the average score for science learning outcomes is in the medium category. After applying the guided discovery model with an environmental approach it is in the very low category. 2.50% are in the low category, 10.00% are in the medium category, 50.00% are in the high category, 37.50% are in the very high category. If the average score after applying this model is 79.03, then the average score for students' science learning outcomes is in the high category. This means the level of science learning outcomes for class VIIID students at SMP Negeri 7 Bone. ABSTRAKPenelitian ini Bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peningkatan hasil belajar IPA melalui penerapan model penemuan Terbimbing dengan pendekatan lingkungan siswa kelas VIIID SMP Negeri 7 Bone pada konsep Makhluk Hidup di SMP Negeri 7 Bone. Hasil Penelitian Pada siklus I terdapat 5,00% siswa memiliki nilai IPA setelah diterapkan model penemuan terbimbing dengan pendekatan Lingkungan pada siklus I berada dalam kategori sangat rendah. 30,00 % berada dalam kategori rendah, 22,25 % berada dalam kategori sedang, 25,00 % berada dalam kategori tinggi, serta 17,43 % berada dalam kategori yang sangat tinggi. Jika nilai rata-rata setelah diterapkan model ini yakni 62, 86, maka nilai rata-rata hasil belajar IPA berada dalam kategori sedang.Setelah diterapkan model penemuan terbimbing dengan pendekatan Lingkungan berada dalam kategori sangat rendah. 2,50 % berada dalam kategori rendah, 10,00 % berada dalam kategori sedang, 50,00 % berada dalam kategori tinggi, 37,50 % berada dalam kategori sangat tinggi. Jika nilai rata-rata setelah diterapkan model ini yakni 79, 03, maka nilai rata-rata hasil belajar IPA siswa berada dalam kategori tinggi. Hal ini berarti tingkat hasil belajar IPA siswa kelas VIIID SMP Negeri 7 Bone.
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PENCATATAN KAS KECIL MELALUI METODE DISCOVERY BAGI SISWA SMK NEGERI I SRAGEN YUNANTO ARI PRABOWO
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v3i3.2499

Abstract

This research aims to increase Motivation and Financial Accounting Learning Outcomes regarding Petty Cash Recording material through the application of the Discovery method. This type of research is classroom action research (PTK), which is carried out in two cycles. Each cycle consists of planning, implementing actions, observing, analyzing and reflecting. The research subjects were students of class XII-AKL.1 Semester I of SMK Negeri 1 Sragen for the 2022/2023 academic year, totaling 36 students. The data analysis technique used is qualitative data analysis. Test result data is analyzed using quantitative descriptive techniques and non-test data is analyzed using qualitative descriptive. The conclusion of the research results shows through the application of the Discovery method. can increase student motivation and learning achievement, namely 1) The average percentage of student learning motivation increased by 11.67%, namely in cycle I it reached 72.22% and cycle II increased to 83.89%. 2) The average value of students' skill competency increased by 10.09 points, namely the first cycle reached 74.49 and the second cycle increased to 84.58. 3) The average class score increased by 5.96 points, namely in the first cycle it reached 70.57 and in the second cycle it increased to 76.53. 4) Classical learning completeness increased by 8.33%, namely in the first cycle it reached 77.78% and in the second cycle it increased to 86.11%. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Akuntansi Keuangan materi Pencatatan Kas Kecil melalui penerapan metode Discovery. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK), yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, analisis dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas XII-AKL.1 Semester I SMK Negeri 1 Sragen Tahun pelajaran 2022/2023 yang berjumlah 36 siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan analisis data kualititatif data hasil tes dianalisis dengan teknik deskriptif kuantitatif dan data nontes dianalisis dengan deskriptif kualitatif Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan melalui penerapan metode Discovery. dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa, yaitu 1) Rata-rata persentase motivasi belajar siswa meningkat sebesar 11,67%, yaitu pada siklus I sebesar mencapai 72,22% dan siklus II meningkat menjadi 83,89%. 2) Nilai rata-rata kompetensi keterampilan siswa meningkat sebesar 10,09 poin yaitu siklus I mencapai 74,49 dan siklus II meningkat menjadi 84,58. 3) Nilai rata-rata kelas meningkat sebesar 5,96 poin, yaitu pada siklus I mencapai 70,57 dan siklus II meningkat menjadi 76,53. 4) Ketuntasan belajar secara klasikal meningkat sebesar 8,33% yaitu pada siklus I mencapai 77,78% dan siklus II meningkat menjadi 86,11%.
PENGGUNAAN METODE PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS VIII DI SMPN 1 KETUNGAU HULU YOPPIYANA, AGNES
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v3i4.2670

Abstract

The low student mathematics learning outcomes are caused by less innovative learning media and a lack of connection between learning material and real life contexts. Based on this, research was conducted which aimed to improve the mathematics learning outcomes of class VIII students after implementing the problem based learning model. This research is classroom action research carried out in two cycles. Each cycle has four stages, namely: planning, implementation, observation and reflection. The subjects of this research were 21 class VIIIa students, consisting of 11 men and 10 women. The object of the research is students' mathematics learning outcomes, data analyzed using descriptive statistics. The research results show that the problem basic learning model can improve mathematics learning outcomes for class VIIIa. This is known from the pre-cycle student learning results with an average result of 71.09 and learning completeness of 30% in the low category. In cycle one, the average score was 75.20 and learning completeness was 54%, which was in the sufficient category. The research continued in cycle II and obtained an average score of 82.11 and learning completeness of 95% which was in the high category and had met the success indicator criteria. So, it can be concluded that the application of the problem based learning model can improve student learning outcomes. ABSTRAKRendahnya hasil belajar matematika siswa disebabkan oleh media pembelajaran yang kurang inovatif dan kurangnya keterkaitan antara materi pembelajaran dan kontek kehidupan nyata. Berdasarkan hal tersebut, maka diadakan penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VIII setelah penerapan model  pembelajaran problem based learning. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus memiliki empat tahapan yaitu : perencanaan, pelaksanaan, observasi dan repleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIIIa yang berjumlah 21 orang, terdiri atas 11 laki – laki dan 10 perempuan. Objek penelitian adalah hasil belajar matematika siswa data dianalisis menggunakan statistic deskripsiptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa model pembelajaran problem basic learning dapat meningkatkan hasil belajar matematika kelas VIIIa. Hal ini diketahui dari hasil belajar siswa pra siklus dengan hasil rata rata 71,09 dan ketuntasan belajar 30% beada pada kategori rendah. Pada siklus satu dengan nilai rata rata 75,20 dan ketuntasan belajar 54 % yang berada pada kategori cukup. Penelitian dilanjutkan pada siklus II dan memperoleh nilai rata rata 82,11 serta ketuntasan belajar 95 % yang berada pada kategori tinggi dan sudah memenuhi kriteria indicator keberhasilan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING PADA PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA SMP YOHANA, SYOFIA
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v3i4.2671

Abstract

This research aims to increase student motivation and learning outcomes by using the Discovery Learning learning model. The research lasted for 3 months in odd semesters and was carried out in 2 cycles, stating 4 stages in each cycle, namely: planning, implementation, observation and reflection stages. The data collection techniques used were observation sheets, questionnaires and tests. Analysis of research data by calculating the percentage of quantitative and qualitative data. Qualitative data is in the form of observation sheets and student motivation questionnaire sheets, while quantitative data is in the form of student learning outcome data (pre test and post test) in implementing the Discovery Learning learning model. The percentage results of the motivation questionnaire in cycle I were 77.08% (high category) and the observation results were 76.62% (high category). The percentage of the Motivation Questionnaire for Cycle II was 81.08% (high category) and the percentage of observation results was 86.15% (high category). The initial test results showed that none of the students had completed their learning, then the results of the first cycle test showed that 13 students (40.63%) had achieved learning completeness while 19 students (59.37%) had not yet achieved learning completeness. The research continued, in cycle II an increase in completeness in learning was obtained, namely from 32 students, 28 students (87.50%) had achieved complete learning, and 4 students (12.50%) had not achieved complete learning. Based on the results of this research, it can be concluded that the application of the Discovery Learning model can increase student motivation and learning outcomes and can be used as an alternative choice of learning model to be implemented in science learning. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Discovery Learning. Penelitian berlangsung selama 3 bulan pada semester ganjil yang dilakukan sebanyak 2 siklus dengan mengemukakan 4 tahapan setiap siklusnya yaitu: tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi, lembaran angket, dan tes. Analisis data hasil penelitian dengan menghitung persentase data kuantitatif dan kualitatif. Data kualitatif berupa lembar observasi dan lembar angket motivasi siswa, Sedangkan data kuantitatif berupa data hasil belajar siswa (pre test dan post test) dalam pelaksanaan model pembelajaran Discovery Learning. Hasil persentase angket motivasi pada siklus I diperoleh 77,08% (katagori tinggi) dan hasil observasinya dengan persentase tinggi 76,62% (katagori tinggi). Hasil Angket Motivasi Siklus II persentase 81,08% (katagori sanggat tinggi) dan hasil observasi persentase 86,15% (katagori sanggat tinggi). Hasil tes awal siswa tidak ada yang tuntas dalam pembelajaran, selanjutnya hasil tes siklus I, terdapat 13 orang siswa (40,63%) sudah mencapai ketuntasan belajar sedangkan 19 orang siswa (59,37%) belum mencapai ketuntasan belajar. Penelitian dilanjutkan, pada siklus II diperoleh peningkatan ketuntasan dalam belajar yaitu dari 32 orang siswa, diperoleh 28 orang siswa (87,50%) yang mencapai ketuntasan belajar, dan 4 orang siswa (12,50%) yang belum mencapai ketuntasan dalam belajar. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model Discovery Learning dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dan dapat dijadikan sebagai alternative pilihan model pembelajaran untuk dilaksanakan pada pembelajaran IPA.

Page 10 of 14 | Total Record : 136