cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
HEALTHY: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan
ISSN : 28278240     EISSN : 28278070     DOI : https://doi.org/10.51878/healthy.v1i2
Core Subject :
HEALTHY: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam disiplin ilmu yang berkaitan dengan Ilmu Kesehatan
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2024)" : 5 Documents clear
COGNITIVE BEHAVIOUR THERAPY PADA REMAJA DENGAN PERCOBAAN BUNUH DIRI SUWANDI, NYOMAN DEFRIYANA; ARDANI, I GUSTI AYU INDAH; ADNYANA, I GUSTI AGUNG NGURAH SUGITHA; WINDIANI, I GUSTI AYU TRISNA
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v3i2.3153

Abstract

Cognitive Behavioral Therapy (CBT) is a therapeutic approach that has been proven effective in treating various mental health problems, including suicide attempts in adolescents. The World Health Organization states that suicide is the second leading cause of death in the 15-29 year age group. In adolescents with suicide attempts, CBT can be used to help identify negative thoughts that drive suicidal thoughts and develop healthier coping strategies. It is important to note that CBT is not the only solution, but can be combined with other interventions, such as family support, psychoeducational education, and group therapy. This is a qualitative study using a case study approach combining observational studies and biographical studies. A 15-year-old girl, domiciled in Denpasar, junior high school education, unmarried, unemployed. The patient was diagnosed with a Major Depressive Episode without Psychotic Symptoms complaining of sadness since 1 month ago and felt even sadder when she had to go home. The patient felt more sensitive and felt that no one loved and understood her condition. The stressors felt were getting worse since she was suspended from school for not paying school fees and was reprimanded for dating. There are thoughts of drinking bleach and suddenly thinking about drinking the liquid. The patient also feels a loss of interest and joy, gets tired easily, and has difficulty concentrating. The patient is a stubborn and unruly child. When corrected, the patient will get angry and run away from home. Children with more severe depressive symptoms are more likely to benefit from antidepressants. The patient needs to be given pharmacotherapy and non-pharmacotherapy. Pharmacotherapy in this case is fluoxetine 5 milligrams intraorally every 24 hours (morning). Non-pharmacotherapy can be given supportive psychotherapy, CBT, and psychoeducation. Conflict management is not only done to the patient but also to the patient's family. Family conflict and parenting patterns can be one of the factors that aggravate the patient's current condition. ABSTRAKTerapi Perilaku Kognitif (CBT) merupakan pendekatan terapeutik yang telah terbukti efektif dalam mengatasi berbagai masalah kesehatan mental, termasuk percobaan bunuh diri pada remaja. Organisasi Kesehatan Dunia mengungkapkan bunuh diri menjadi penyebab kematian terbanyak kedua pada kelompok usia 15-29 tahun. Pada remaja dengan percobaan bunuh diri, CBT dapat digunakan untuk membantu dalam identifikasi pemikiran negatif yang mendorong keinginan untuk bunuh diri serta mengembangkan strategi koping yang lebih sehat. Penting untuk dicatat bahwa CBT bukan menjadi solusi tunggal, namun dapat dikombinasikan dengan intervensi lain, seperti dukungan keluarga, pendidikan psikoedukatif, dan terapi kelompok. Merupakan penelitian kualitatif melalui pendekatan studi kasus menggabungkan antara studi observasi dan studi biografi. Seorang anak perempuan 15 Tahun, domisili Denpasar, Pendidikan SMP, belum menikah, belum bekerja. Pasien didiagnosa dengan Episode Depresif Berat tanpa Gejala Psikotik mengeluh sedih sejak 1 bulan yang lalu dan makin merasa sedih saat harus pulang ke rumah. Pasien merasa lebih sensitif serta merasa tidak ada yang menyayangi dan memahami kondisinya. Stressor yang dirasakan semakin memberat sejak mendapatkan skorsing dari sekolah karena belum membayar uang sekolah dan ditegur karena berpacaran. Terdapat pikiran terlintas untuk minum pemutih pakaian dan secara tiba-tiba berpikir untuk meminum cairan tersebut. Pasien juga merasa kehilangan minat dan kegembiraan, mudah lelah, dan sulit untuk konsentrasi. Pasien merupakan anak yang keras kepala dan sulit diatur. Bila dikoreksi, pasien akan marah dan kabur dari rumah. Anak-anak dengan gejala depresi yang lebih parah kemungkinan besar mendapatkan manfaat dari pemberian antidepresan. Pada pasien perlu untuk diberikan farmakoterapi dan nonfarmakoterapi. Farmakoterapi pada kasus ini berupa fluoxetine 5 miligram intraoral tiap 24 jam (pagi). Nonfarmakoterapi dapat diberikan psikoterapi supportif, CBT, serta psikoedukasi. Penanganan konflik tidak hanya dilakukan kepada pasien saja namun juga kepada keluarga pasien. Konflik keluarga dan pola asuh orang tua bisa menjadi salah satu factor yang memperberat kondisi pasien saat ini.
HUBUNGAN FORTIFIKASI MORINGA OLEIFERA MENINGKATKAN IMUNITAS ANGGOTA KELUARGA YANG MEMPUNYAI RIWAYAT KANKER LITERATUR RIVIEW INDRIANI, RIRIN; SENDRA, ENY; FIRDAYANTI, IVA
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v3i2.3251

Abstract

One of the main causes of death in women throughout the world is breast cancer. Several factors that contribute significantly to an increased risk of breast cancer are obesity, menopause, increased serum estradiol concentrations, use of oral contraceptives and exposure to carcinogenic substances. Therapy with anti-cancer herbs, one of which is Moringa oleifera, belonging to the Moringaceae family, has been reported to have pharmacological properties such as anti-convulsant, antimicrobial, anticancer and antiviral. Moringa oleifera bioactive compounds show inhibitory potential against cancer cell lines by inhibiting the proliferation of carcinoma cells and astrocytoma cells. Moringa Oleifera bioactive compounds show inhibitory potential against cancer cell lines by inhibiting the proliferation of carcinoma cells and astrocytoma cells. Reducing maternal mortality due to cancer. The indicator is that the incidence of cancer is still high and one of the causes is the use of herbal products as an alternative for cancer prevention. Alternative therapy with moringa oleifera products as a basic ingredient to ward off free radicals (as an antioxidant) so that it can prevent cancer. ABSTRAKPenyebab utama kematian pada wanita di seluruh dunia salah satunya adalah kanker payudara. Beberapa faktor yang berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan resiko kanker payudara adalah obesitaas, menopause, peningkatan konsentrasi serum estradiol, penggunaan oral kontrasepsi dan paparan zat karsinogenik. Therapy dengan herbal anti kanker salah satunya adalah moringa oleifera termasuk dalam famili Moringaceae, telah dilaporkan memiliki kasiat farmakologis seperti anti konvulsan, antimikroba, antikanker, dan antivirus. Senyawa bioaktif moringa oleifera menunjukkan potensi penghambatan terhadap garis sel kanker dengan menghambat proliferasi sel karsinoma dan sel astrositoma. Senyawa bioaktif Moringa Oleifera menunjukkan potensi penghambatan terhadap garis sel kanker dengan menghambat proliferasi sel karsinoma dan sel astrositoma. Mengurangi angka kematian ibu akibat kanker. Indikator masih tingginya angka kejadian kanker dan salah satu penyebab adalah dengan pemanfa'atan produk herbal sebagai salah satu alternatif pencegahan kanker. Therapy alternatif dengan produk moringa oleifera sebagai bahan dasar untuk menangkal radikal bebas (sebagai antioksidan) sehingga dapat mencegah terjadinya kanker.
OPTIMALISASI PELAYANAN PASIEN DI INSTALASI BEDAH SENTRAL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. HARYOTO LUMAJANG RISMAWATI, RYSA; SRIMURNI, TITIS; SHOLIHAH, MILLATUS
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v3i2.3252

Abstract

Health is one of the most important aspects of human life. The government provides healthcare services to the public in various regions through hospitals. Regional General Hospitals are healthcare institutions that play a significant role in providing medical services to the community in a specific area. The Central Surgery Installation is one of the healthcare service units in the Regional General Hospital, aiming to provide services to patients requiring surgical operations. This study aims to determine the optimization of patient services at the Central Surgery Installation of dr. Haryoto Lumajang Regional General Hospital and the factors influencing it. The research method used is qualitative with a descriptive approach. Informants were selected using purposive sampling technique. The research location is the Central Surgery Installation at dr. Haryoto Lumajang Regional General Hospital. The research results show that the certainty of timing is still not accurate according to the scheduled time, there has been no improvement in information facilities regarding patient positions, and there is a limitation in the number of operating rooms, leading to long waiting times. Based on these findings, it is suggested to improve the information system by providing an information screen in the waiting room displaying the latest patient status, and adding more operating rooms to reduce patient waiting time and avoid surgery delays due to limited facilities. ABSTRAKKesehatan merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Pemerintah memberikan pelayanan kesehatan untuk masyarakat ada di berbagai daerah melalui rumah sakit. Rumah Sakit Umum Daerah merupakan lembaga pelayanan kesehatan yang memiliki peran penting dalam menyediakan layanan medis bagi masyarakat di suatu daerah. Instalasi Bedah Sentral merupakan salah satu unit pelayanan kesehatan yang ada di di Rumah Sakit Umum Daerah guna memberikan pelayanan kepada pasien yang memerlukan tindakan bedah/operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimalisasi pelayanan pasien di Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Umum Daerah dr. Haryoto Lumajang dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif yang bersifat deskriptif. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Lokasi penelitian yaitu di Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Umum Daerah dr. Haryoto Lumajang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepastian waktu masih belum tepat sesuai jadwal yang ditentukan, belum ada perbaikan fasilitas informasi mengenai posisi pasien, keterbatasan jumlah ruang pembedahan sehingga menyebabkan waktu tunggu lama. Berdasarkan hal tersebut hendaknya meningkatkan sistem informasi dengan menyediakan layar informasi di ruang tunggu yang menampilkan status terkini pasien, penambahan ruang operasi untuk mengurangi waktu tunggu pasien dan menghindari penundaan operasi akibat terbatasnya fasilitas yang tersedia.
OPTIMALISASI PERAN IBU DALAM MENCEGAH WASTING PADA BALITA MELALUI PENDAMPINGAN BERBASIS KOMUNITAS HARDJITO, KOEKOEH; SENDRA, ENY; ANTONO, SUMY DWI
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v3i2.3382

Abstract

Wasting in toddlers is one of the indicators of malnutrition that can impact serious growth and development in children. Improving nutritional status toddlers need role-important parents, especially mothers, to give intake balanced nutrition. Research This is aimed at evaluating the impact of mentoring a mother toddler on nutritional status children and improving understanding of mother about maintenance nutrition for toddlers. Research This uses a pre-experimental approach with a pre- and post-test design. Intervention mentoring was done during one month against 30 mothers and toddlers in region X, which was implemented through education about giving food, nutrition, and care to children. Nutritional status data of the of the child measured through index weight according to height (BW/H) before and after intervention. In addition, understanding Mother about nutrition for toddlers was measured through test knowledge before and after assistance. Data analysis was carried out with a paired t-test. Before intervention, most nutritional status toddler is on the verge of wasting (approximately -2 SD). After intervention, there is significant improvement, with an average BB/TB approaching the mean value (p < 0.05). Understanding Mother about nutrition also increases significantly after the mentoring program (p < 0.05). Improvements in nutritional status in toddlers show that mentoring mothers is effective in increasing balance nutrition in children. Education customized practical with condition socio-economic local mother becomes key success intervention. An approach that takes into account source Power local help Mother for more easy application of knowledge gained. These results are consistent with a study previously shown that education nutrition based on community can improve nutritional status of children and skills of mothers in parenting. Accompaniment Mother toddler proven effective in improving nutritional status children and understanding Mother about maintenance nutrition, especially in context-limited socio-economic. ABSTRAKWasting pada balita merupakan salah satu indikator malnutrisi yang dapat berdampak serius pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Peningkatan status gizi balita membutuhkan peran penting orang tua, terutama ibu, dalam memberikan asupan nutrisi yang seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak pendampingan ibu balita terhadap status gizi anak dan peningkatan pemahaman ibu mengenai perawatan gizi balita. Penelitian ini menggunakan pendekatan pre-eksperimen dengan desain pre dan post-test. Intervensi pendampingan dilakukan selama satu bulan terhadap 30 ibu balita, yang dilaksanakan melalui edukasi tentang pemberian makanan bergizi dan perawatan anak. Data status gizi anak diukur melalui indeks berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) sebelum dan sesudah intervensi. Selain itu, pemahaman ibu tentang gizi balita diukur melalui tes pengetahuan sebelum dan sesudah pendampingan. Analisis data dilakukan dengan uji t berpasangan. Sebelum intervensi, sebagian besar status gizi balita berada di ambang wasting (mendekati -2 SD). Setelah intervensi, terjadi peningkatan yang signifikan dengan rata-rata BB/TB mendekati nilai mean (p < 0,05). Pemahaman ibu tentang gizi juga meningkat signifikan setelah program pendampingan (p < 0,05). Perbaikan status gizi balita menunjukkan bahwa pendampingan ibu efektif dalam meningkatkan keseimbangan nutrisi anak. Edukasi praktis yang disesuaikan dengan kondisi sosial-ekonomi lokal ibu menjadi kunci keberhasilan intervensi. Pendekatan yang memperhitungkan sumber daya lokal membantu ibu untuk lebih mudah mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh. Pendampingan ibu balita terbukti efektif dalam meningkatkan status gizi anak dan pemahaman ibu tentang perawatan gizi, terutama dalam konteks sosial-ekonomi yang terbatas.
PERSPEKTIF BIOPSIKOSPIRITUAL PADA PASIEN PRURITUS SINE MATERIA SANTOSA, I KETUT ARYA; ARIANI, NI KETUT PUTRI; SETIONO, DENNIS PRISCILLA; TRISNOWATI, RINI; MAHARDIKA, I KOMANG ANA
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v3i2.3433

Abstract

Pruritus Sine Materia is generalized pruritus without primary skin lession. It’s also catagorized as functional itch disorder or psychogenic pruritus. It is important to know the biopsychosociospiritual perspective as a psychiatrist in order to provide holistic therapy. Female, 40 years old, married, Moslem, lives in a boarding house, was consulted by a dermatovenerologist with Pruritus Sine Materia, complaints of itching without primary lesions since 3 months of marriage. She felt itchy in the local body area that is in contact with husband and his stuff. Skin test results are normal, without allergies. When she got married, she was surprised knowing that the husband's dog slept in the boarding room and on the mattress several times. There was saliva and dog urine on things in the room. The patient reminded his husband several times that they were Moslem, she hoped her husband would be aware of his behavior that was not according to religion. The patient is diagnosed with other somatoform disorder. She was prescribed antidepressant and benzodiazepine as pharmacological approach and got education, support, also behaviour therapies for her psychological capability to control the itch-scratch process. According to Islamic law, dogs are classified as extreme najis (mughallazhah), when they are exposed to sweat, saliva, feces and urine. Najis means ritually unclean, contact with it puts a Moslem in a state of impurity or disgust. The patient is faced with feelings of guilt because she does not carry out Islamic law properly. This causes negative religious coping related to the occurrence of anxiety and depression, which is a risk factor for psychogenic pruritus, Pruritus Sine Materia. It is important to understand the biopsychosociospiritual perspective to be able to determine the appropriate and holistic pharmacological and non-pharmacological treatment. ABSTRAKPruritus Sine Materia adalah pruritus generalisata tanpa lesi kulit primer. Ini juga dikategorikan sebagai gangguan gatal fungsional atau pruritus psikogenik. Pentingnya mengetahui pandangan biopsikosociospiritual sebagai seorang psikiater agar dapat memberikan terapi holistik. Sebuah studi kasus pada pasien wanita, 40 tahun, menikah, beragama Islam, tinggal di kos, berkonsultasi ke dokter kulit dengan Pruritus Sine Materia, keluhan gatal-gatal tanpa lesi primer sejak 3 bulan menikah. Dia merasa gatal di area tubuh yang bersentuhan dengan suami dan barang-barangnya. Hasil tes kulit normal, tanpa alergi. Saat menikah, ia terkejut mengetahui anjing milik suaminya beberapa kali tidur di kamar kos dan di kasur. Ada air liur dan urin anjing pada benda-benda di dalam ruangan. Pasien beberapa kali mengingatkan suaminya bahwa dirinya beragama Islam, ia berharap suaminya sadar akan perilakunya yang tidak sesuai agama. Pasien didiagnosis dengan gangguan somatoform lainnya. Dia diberi resep antidepresan dan benzodiazepin sebagai pendekatan farmakologis dan mendapatkan pendidikan, dukungan, serta terapi perilaku atas kemampuan psikologisnya dalam mengendalikan proses gatal-garuk. Menurut hukum Islam, anjing tergolong najis ekstrem (mughallazhah), jika terkena keringat, air liur, feses, dan urine. Najis berarti najis secara ritual, kontak dengan najis membuat seorang Muslim berada dalam keadaan najis atau jijik. Pasien dihadapkan pada perasaan bersalah karena tidak menjalankan syariat Islam dengan baik. Hal ini menyebabkan koping keagamaan yang negatif berhubungan dengan terjadinya kecemasan dan depresi yang merupakan faktor risiko terjadinya pruritus psikogenik, Pruritus Sine Materia. Penting untuk memahami perspektif biopsikosociospiritual untuk dapat menentukan pengobatan farmakologis dan nonfarmakologis yang tepat dan holistik.

Page 1 of 1 | Total Record : 5