cover
Contact Name
Muhammad Malthuf
Contact Email
m_malthuf@uinmataram.ac.id
Phone
+6281805771373
Journal Mail Official
jurnalsociety@uinmataram.ac.id
Editorial Address
Kampus 2 Universitas Islam Negeri Mataram, Jl. Gajah Mada no. 100 Mataram, Nusa Tenggara Barat
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Society : Jurnal Jurusan Tadris IPS
ISSN : 20870493     EISSN : 27155994     DOI : https://doi.org/10.20414/society.v12i2
Core Subject : Social,
Jurnal Society adalah jurnal yang dikelola oleh Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram yang terbit dua kali dalam setahun dengan ISSN (p) 2087-0493 pada bulan Juni dan Desember. UIN Mataram merupakan transformasi IAIN Mataram menjadi UIN Mataram berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 34 Tahun 2017 tentang Universitas Islam Negeri Mataram (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 67). Jurnal Society menjadi salah satu jurnal alternatif untuk mempublikasikan artikel ilmiah hasil kajian, hasil laporan penelitian, seminar dan lain-lain yang berkaitan dengan pendidikan, ekonomi dan sosial.
Articles 134 Documents
TRANSFORMASI PEMBELAJARAN IPS BERBASIS DEEP LEARNING DALAM MEWUJUDKAN TUJUAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN (SDGS): KAJIAN LITERATUR Muhammad Sobri; Saiful Bahri; Muh. Zainurrahman
SOCIETY Vol. 17 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/society.v17i1.14811

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) berbasis deep learning dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian literatur (systematic literature review) dengan menganalisis artikel ilmiah bereputasi yang dipublikasikan pada rentang tahun 2015–2026 melalui tahapan identifikasi, seleksi, evaluasi, dan sintesis literatur berdasarkan pedoman PRISMA serta dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis deep learning dalam IPS tidak hanya dimaknai sebagai pemanfaatan teknologi, tetapi juga sebagai pendekatan pedagogis yang menekankan pemahaman mendalam, berpikir kritis, reflektif, serta keterkaitan dengan konteks kehidupan nyata. Implementasi pendekatan ini terbukti mampu meningkatkan keterampilan abad ke-21, seperti kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, kolaborasi, dan kesadaran sosial peserta didik, serta berkontribusi signifikan terhadap pencapaian SDGs, khususnya pendidikan berkualitas (SDG 4), kesadaran lingkungan (SDG 13), dan penguatan nilai keadilan sosial (SDG 16). Namun demikian, implementasi pembelajaran IPS berbasis deep learning masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan kompetensi guru, rendahnya literasi digital, serta belum optimalnya integrasi antara pendekatan pedagogis dan teknologi. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan model pembelajaran IPS berbasis deep learning yang kontekstual, integratif dengan nilai-nilai SDGs dan kearifan lokal, serta didukung oleh peningkatan kapasitas guru dan kebijakan pendidikan yang adaptif.   Kata kunci: pembelajaran IPS, deep learning, SDGs, kajian literatur, pendidikan berkelanjutan
CLUSTERING OF CITIES AND REGENCIES IN WEST NUSA TENGGARA BASED ON WELFARE INDICATORS: A HIERARCHICAL AGGLOMERATIVE APPROACH Hesikumalasari; Sudarsono; Siti Husna Ainu Syukri
SOCIETY Vol. 17 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/society.v17i1.14814

Abstract

Community welfare is a primary development goal emphasized in the Sustainable Development Goals (SDGs) and Indonesia’s RPJPN. However, disparities in welfare persist in regions such as West Nusa Tenggara (NTB), which consistently ranks below the national average in indicators such as poverty, education, and health. This condition underscores the need for data-driven approaches to understand regional characteristics and develop more targeted policies. This study aims to clustering Cities/Regencies in West Nusa Tenggara (NTB) Province based on people's welfare indicators. These indicators are indicators of people's welfare that represent aspects of population, health, education, employment, level and pattern of consumption, poverty and housing. The objects of observation are all Cities/Regencies in the province of NTB consisting of 10 Cities/Regencies, namely Bima City, Central Lombok Regency, East Lombok Regency, North Lombok Regency, West Lombok Regency, Mataram City, Sumbawa Regency, West Sumbawa Regency, Dompu Regency and Bima Regency. The data collection method used is the documentation method, which is obtained from the publication of Central Statistics Agency of NTB for 2022. The data analysis technique used in this study is quantitative data analysis using cluster analysis. The cluster analysis method used is the agglomerative hierarchical technique consisting of average linkage, single linkage, complete linkage, centroid, median and wards method. Based on the analysis that has been carried out, it is known that the grouping of Cities/Regencies in the NTB Province showed various clusters of each method. The optimal group is obtained by using Davies-Bouldin Index value consists of 5 clusters using average linkage, single linkage, centroid and median method; six Regencies joined in cluster 1 which are West Lombok, Central Lombok, East Lombok, Sumbawa, Dompu and Bima, West Sumbawa Regency in cluster 2, North Lombok Regency in cluster 3, Mataram City in cluster 4 and Bima City in cluster 5. The grouping results are expected to be input to the Government to plan strategic programs according to the different characteristics of each cluster to improve the welfare of the people of NTB. Keywords: Clustering; Welfare; Indicator; Cluster Analysis; Agglomerative Hierarchical
IMPLEMENTASI P5PPRA DALAM PEMBELAJARAN PAI (STUDI KASUS DI MTsN 2 LOMBOK BARAT) Ibnu Hizam; Saparudin; Nuruddin
SOCIETY Vol. 17 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/society.v17i1.14819

Abstract

  Kajian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana tahapan implementasi dan problem pembelajaran P5PPRA dalam pembelajaran PAI di MTsN 2 Lombok Barat. Program ini bertujuan untuk memperkuat karakter peserta didik sesuai dengan nilai- nilai Pancasila dan prinsip-prinsip Rahmatan Lil Alamin. Namun, implementasi sebuah inovasi pendidikan di tingkat lapangan seringkali tidak berjalan mulus dan menemui berbagai tantangan yang perlu diidentifikasi dan dianalisis secara mendalam. Implementasi P5PPRA melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. MTsN 2 Lombok Barat melaksanakan kegitan pertama kali dilakkan pada tahun pelajaran 2023/20024. Adapun problem yang dihadapi dalam pelaksanaanya yakni Pembiayaan yang Terbatas, Tidak ada Pelibatan Masyarakat (orang tua Siswa), Keterlibatan Siswa yang masih rendah serta kesiapan mereka dalam pelaksanaan pembelajaran PBL sering menjadi problem, Keterlibatan guru yang tidak maksimal, serta Permasalahan dalam menentukan keberhasilannya.   Kata Kunci: P5PPRA, Tahapan Pelaksanaan, Problem Pelaksanaan.
FOSTERING SOCIAL HARMONY IN DIVERSITY: INTER-ETHNIC INTERACTIONS AMONG SASAK, BALI, AND SAMAWA COMMUNITIES IN LUNYUK DISTRICT, SUMBAWA Muhammad Malthuf; Desi Kurnia Fitri
SOCIETY Vol. 17 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/society.v17i1.14888

Abstract

This study examines the inter-ethnic interactions among the Sasak, Balinese, and Samawa communities in Lunyuk Subdistrict, Sumbawa, to understand how social harmony is maintained amidst cultural and religious diversity. The research is significant as it sheds light on practical strategies for fostering coexistence in rural multicultural settings, contributing novel insights into community resilience and interdependence. The study aims to identify the forms of social interaction across economic, agricultural, and cultural domains while addressing the challenges posed by differences in language, customs, and religion. Using a qualitative case study approach, data were collected through non-participant observations, semi-structured interviews with 15 informants, and documentation. The analysis was conducted using data triangulation to ensure validity and reliability. The findings reveal that trading, agricultural collaboration, and cultural events are vital avenues for strengthening inter-ethnic relationships. Key challenges include linguistic barriers and differing cultural practices, which are mitigated through mutual respect, empathy, and effective communication. The study highlights the importance of adaptive strategies in sustaining harmony and provides a model for addressing diversity-related challenges in similar settings. These insights have implications for community development and policy- making in multicultural societies, promoting inclusivity and cohesion in both rural and urban contexts. Keywords: Bali ethnic group; Culture diversity, Social interactions, Sasak ethnic group, Samawa ethic group.