cover
Contact Name
Najmi Fuady
Contact Email
d3ipii_pustakarya@uin-antasari.ac.id
Phone
+6285346921710
Journal Mail Official
najmifuady@gmail.com
Editorial Address
http://jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/pustakakarya/about/editorialTeam
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi
ISSN : 20895216     EISSN : 27237699     DOI : 10.18592/pk.v9i1.5141
Jurnal ini menerbitkan artikel dengan topik Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam. Terbit setiap 2 kali dalam satu tahun di bulan Juni dan Desember.
Articles 132 Documents
Potret partisipasi perempuan dalam literasi kepenulisan : studi koleksi buku karya perempuan di Perpustakaan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Sherly Chania Putri Sahara; Vita Amelia
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 14 No. 1: Juni 2026
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v14i1.20301

Abstract

Representasi gender dalam koleksi perpustakaan mencerminkan ketimpangan sosial yang lebih luas. Kontribusi perempuan sebagai penulis masih kurang terwakili di berbagai disiplin ilmu, sehingga membatasi keberagaman perspektif dalam produksi pengetahuan. Penelitian ini mengkaji partisipasi perempuan dalam literasi kepenulisan melalui analisis koleksi perpustakaan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan studi pustaka terhadap 5.390 koleksi buku yang diklasifikasikan menggunakan sistem Dewey Decimal Classification (DDC), dengan periode pengumpulan data dari bulan Maret hingga Juni 2025. Tiga variabel dianalisis, yaitu keterlibatan perempuan dalam penulisan karya tulis, representasi perempuan dalam karya tulis, serta dominasi kepenulisan berdasarkan gender pada sepuluh klasifikasi DDC (000–900). Penulis laki-laki mendominasi sembilan dari sepuluh klasifikasi dengan persentase berkisar antara 58,1% hingga 100%. Satu-satunya pengecualian adalah klasifikasi 600 (Teknologi dan Ilmu Terapan), di mana penulis perempuan mencapai 53,1%, terkonsentrasi pada bidang keperawatan, kebidanan, gizi, dan kesehatan masyarakat. Klasifikasi 900 (Sejarah dan Geografi) mencatat angka nol persen untuk penulis perempuan. Kontribusi perempuan paling terlihat pada bidang-bidang yang bersifat aplikatif dan komunikatif. Partisipasi perempuan dalam kepenulisan ilmiah masih tergolong rendah hingga sedang dan belum merata di semua bidang ilmu. Dukungan institusional, kebijakan pengadaan koleksi yang inklusif, serta lingkungan akademik yang berperspektif gender sangat diperlukan untuk meningkatkan representasi perempuan dalam koleksi perpustakaan.
Peran pustakawan sebagai knowledge broker dalam mewujudkan inklusi sosial melalui program pustaka bergerak (puber) di Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian Syahla Nurlaeli Rahmi; Yunus Winoto; Asep Saeful Rohman
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 14 No. 1: Juni 2026
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v14i1.20319

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran pustakawan sebagai knowledge broker dalam program Pustaka Bergerak (PUBER) di Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian, Indonesia. Program ini bertujuan menjembatani kesenjangan antara pengetahuan ilmiah pertanian dengan kebutuhan praktis petani melalui layanan literasi berbasis inklusi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, melibatkan wawancara mendalam dengan lima informan kunci: pustakawan pelaksana, manajer perpustakaan, penyuluh pertanian, dan mitra perpustakaan desa. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik menggunakan teori knowledge brokerage Meyer dan model SECI Nonaka & Takeuchi. Temuan menunjukkan pustakawan menjalankan tiga fungsi knowledge broker: identifikasi dan lokalisasi pengetahuan melalui kolaborasi dengan penyuluh; redistribusi dan diseminasi melalui brosur, leaflet, infografis, dan repositori digital; serta transformasi pengetahuan ilmiah menjadi format praktis melalui penyederhanaan bahasa dan praktik langsung. Proses konversi pengetahuan SECI terjadi secara dinamis: sosialisasi melalui praktik lapangan, eksternalisasi melalui pendokumentasian pengalaman menjadi brosur dan modul, kombinasi melalui integrasi berbagai sumber informasi ke dalam repositori, dan internalisasi saat petani mengaplikasikan pengetahuan secara mandiri, terbukti dengan peningkatan kemandirian dan kegiatan ekonomi produktif. Penelitian menyimpulkan pustakawan berperan sebagai knowledge broker strategis dalam mewujudkan inklusi sosial, mentransformasi pengetahuan ilmiah menjadi keterampilan praktis yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sebagaimana dibuktikan dengan penghargaan program sebagai inovasi layanan publik.