cover
Contact Name
Najmi Fuady
Contact Email
d3ipii_pustakarya@uin-antasari.ac.id
Phone
+6285346921710
Journal Mail Official
najmifuady@gmail.com
Editorial Address
http://jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/pustakakarya/about/editorialTeam
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi
ISSN : 20895216     EISSN : 27237699     DOI : 10.18592/pk.v9i1.5141
Jurnal ini menerbitkan artikel dengan topik Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam. Terbit setiap 2 kali dalam satu tahun di bulan Juni dan Desember.
Articles 132 Documents
Analisis pengaruh penggunaan online public access catalogue (OPAC) terhadap kepuasan pemustaka di Perpustakaan Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin Mursidah, Mursidah; Juairiah, Juairiah
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 13 No. 2: Desember 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v13i2.18429

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mendorong perpustakaan perguruan tinggi untuk menyediakan layanan berbasis digital, salah satunya adalah Online Public Access Catalogue (OPAC). Layanan ini mempermudah pemustaka dalam mengakses informasi koleksi secara efisien. Namun, efektivitas penggunaan OPAC harus diukur dari sejauh mana layanan tersebut mampu memberikan kepuasan kepada pemustaka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan OPAC di Perpustakaan Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, tingkat kepuasan pemustaka, serta pengaruh antara penggunaan OPAC terhadap kepuasan pemustaka. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang merupakan pemustaka aktif. Analisis data menggunakan regresi linier sederhana dengan bantuan SPSS. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa penggunaan OPAC tergolong dalam kategori baik dengan rata-rata skor 3,05, sedangkan kepuasan pemustaka juga berada pada kategori baik dengan rata-rata skor 3,10. Pengaruh yang signifikan antara penggunaan OPAC terhadap kepuasan pemustaka di perpustakaan Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin dengan nilai koefisien determinasi sebesar 77,9%.
Pengaruh algoritma media sosial terhadap pola konsumsi informasi di kalangan gen z di Universitas Hang Tuah Pekanbaru Rahman , Rudi; Mitrin , Abdullah; Azizah, Putri; Amelia, Vita; Amalia, Risa
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 13 No. 2: Desember 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v13i2.18807

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perubahan signifikan dalam cara konsumsi informasi di kalangan generasi Z (Gen Z) yang banyak dipengaruhi oleh perkembangan media sosial dan algoritma yang digunakan platform-platform tersebut. Namun, cara informasidisajikan oleh algoritma media sosial cenderung disesuaikan dengan preferensi individu, yang berpotensi mempengaruhi pola konsumsi informasi yang diterima oleh pengguna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh algoritma media sosial terhadap pola konsumsi informasi di kalangan Gen Z, khususnya di mahasiswa Universitas Hang Tuah Pekanbaru. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi jenis informasi yang paling banyak dikonsumsi serta faktor-faktor yang mempengaruhi pola konsumsi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei sebagai metode pengumpulan data. Responden yang terlibat adalah Gen Z yang tinggal di mahasiswa Universitas Hang Tuah Pekanbaru, dengan jumlah sampel 40 orang mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang berisi pertanyaan mengenai kebiasaan menggunakan media sosial, jenis informasi yang sering dikonsumsi, serta pengaruh algoritma media sosial terhadap pola konsumsi informasi mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma media sosial berpengaruh pada pola konsumsi informasi gen Z di Universitas Hang Tuah Pekanbaru. Hasil  analisis  regresi  linier  sederhana  lebih  lanjut  menunjukkan  bahwa  algoritma media sosial memiliki  pengaruh  signifikan  terhadap  pola konsumsi informasi  mahasiswa  (β  =  0,62,  t  = 5,22, p < 0,01). Model regresi ini menjelaskan 38% variabilitas dalam pola konsumsi informasi  mahasiswa (R² = 0,38). Pola konsumsi cenderung mengkonsumsi informasi yang bersifat personal dan relevan dengan minat mereka, seperti hiburan, tren, dan konten visual.  
Tingkat pencahayaan ruang baca di Perpustakaan Muhammadiyah Banjarmasin Leo Waldi; Amal Fathullah; Ana Rizka Mashud
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 14 No. 1: Juni 2026
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v14i1.11246

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pencahayaan secara pasti serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pencahayaan di ruang baca Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods). Pengumpulan data dilakukan secara langsung melalui observasi, pengukuran intensitas cahaya menggunakan lux meter di tiga waktu berbeda, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis secara kuantitatif dengan menghitung nilai rata-rata tingkat pencahayaan untuk dievaluasi berdasarkan standar SNI, serta dianalisis secara kualitatif untuk mendeskripsikan kondisi fisik bangunan. Hasil pengukuran menunjukkan rata-rata tingkat pencahayaan adalah 106 lux meter, yang berada di bawah standar SNI (300 lux), sehingga dikategorikan redup. Faktor pendukung adalah sistem pencahayaan campuran (alami dan buatan), sedangkan faktor penghambatnya meliputi tata letak ruang baca yang terhalang ruangan lain, penutupan tirai jendela, dan sebagian lampu yang redup. Tingkat pencahayaan di ruang baca belum memenuhi standar kenyamanan visual. Hambatan utama berasal dari elemen fisik bangunan yang menghalangi cahaya. Disarankan adanya penambahan daya lampu dan penyusunan anggaran untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)
Tantangan komunikasi sains di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Indonesia: tinjauan literatur Noer Komari; Fahruraji Fahruraji; Norliana Norliana; Asnah Asnah
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 14 No. 1: Juni 2026
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v14i1.17753

Abstract

Transformasi digital telah mengubah cara masyarakat mengakses dan menggunakan informasi. Namun, masyarakat di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan akses teknologi, rendahnya literasi digital, serta tingginya kerentanan terhadap hoaks dan misinformasi. Kondisi tersebut menjadikan komunikasi sains sebagai instrumen penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap informasi ilmiah dan mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode narrative review. Data dikumpulkan dari berbagai sumber literatur, meliputi artikel jurnal ilmiah, laporan kebijakan, dan publikasi akademik yang membahas perilaku informasi, etika digital, kesenjangan digital, serta komunikasi sains di wilayah 3T. Data dianalisis menggunakan sintesis tematik naratif dengan mengidentifikasi pola, tema, dan hubungan antarkonsep yang muncul dalam literatur. Analisis difokuskan pada kepercayaan terhadap sumber informasi, kesenjangan digital, penyebaran misinformasi, dan strategi komunikasi sains yang diterapkan pada masyarakat 3T. Hasil kajian menunjukkan bahwa perilaku informasi masyarakat 3T dipengaruhi oleh keterbatasan akses digital, nilai budaya lokal, dan tingkat kepercayaan terhadap sumber informasi. Tokoh adat, tokoh masyarakat, dan media tradisional masih menjadi sumber informasi yang paling dipercaya. Kesenjangan digital tidak hanya terjadi pada aspek akses, tetapi juga keterampilan, pemanfaatan teknologi, dan dukungan lingkungan, yang memunculkan fenomena silent exclusion. Selain itu, hoaks dan misinformasi pada isu kesehatan, lingkungan, serta sosial-politik masih menjadi tantangan utama. Komunikasi sains terbukti lebih efektif ketika menggunakan bahasa daerah, media visual, pelibatan tokoh lokal, serta pendekatan partisipatif yang sesuai dengan konteks budaya masyarakat. Komunikasi sains yang efektif di wilayah 3T memerlukan pendekatan yang inklusif, partisipatif, dan peka budaya. Penguatan literasi digital, pelibatan tokoh lokal, serta integrasi media tradisional dan digital menjadi strategi penting untuk mengurangi kesenjangan informasi dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sains
Driven by FOMO: how the fear of missing out shapes information-seeking behaviors in university students Muhammad Rifky Nurpratama
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 14 No. 1: Juni 2026
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v14i1.18492

Abstract

This study examines the relationship between the Fear of Missing Out (FOMO) and information-seeking behavior among undergraduate students in the Faculty of Humanities, Universitas Diponegoro. Grounded in Self-Determination Theory and the Information Search Process model, the study explores how unmet psychological needs influence students’ motivations to seek information. A quantitative research design was employed using a structured questionnaire for 364 students selected through simple random sampling. Data were analyzed using simple linear regression with SPSS software. The analysis revealed a strong positive correlation between FOMO and information-seeking behavior, explaining 68.4% of the variance. Students with higher FOMO levels demonstrated more frequent and intensive information-seeking activities, indicating that FOMO serves as an emotional and psychological driver. The study concludes that FOMO significantly influences students’ information-seeking behavior. These findings provide practical implications for university administrators in helping students develop healthier information-seeking strategies. Further longitudinal research is recommended to establish causal relationships and explore how digital platform interactions shape these behaviors over time
Nilai literasi terhadap makna ornamen pada Masjid Gedhe Kauman Keraton Yogyakarta Sugiyanto Sugiyanto; Wahfiudin Rahmad Harahap; Triono Dul Hakim; Risa Amalia
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 14 No. 1: Juni 2026
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v14i1.20182

Abstract

Masjid Gedhe Kauman Keraton Yogyakarta merupakan salah satu warisan bersejarah Islam yang memiliki kekayaan ornamen sebagai cerminan perpaduan budaya Jawa dan Islam. Ornamen-ornamen tersebut mengandung makna simbolik dan nilai literasi yang belum banyak dipahami oleh masyarakat umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna simbolik dari ornamen yang terdapat di masjid tersebut serta menggali nilai literasi yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode field research. Data dikumpulkan melalui observasi langsung di lokasi masjid, wawancara mendalam dengan narasumber terpercaya yaitu Bapak Prayudi selaku relawan masjid selama 15 tahun, serta dokumentasi dan pencatatan lapangan untuk merekam informasi visual dan kontekstual ornamen. Data dianalisis secara deskriptif-kualitatif dengan cara mengidentifikasi, mengategorikan, dan menginterpretasikan setiap ornamen berdasarkan bentuk, letak, dan makna simboliknya dalam konteks sosial-budaya dan keagamaan Keraton Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Gedhe Kauman Keraton Yogyakarta memiliki 14 motif ornamen yang tersebar di interior dan eksterior masjid. Ornamen-ornamen tersebut, seperti Padma, Praba, Saton, dan Lung-lungan, menampilkan estetika stilisasi flora yang disusun secara harmonis dan mencerminkan keagungan. Setiap motif menyimbolkan ajaran Islam, nilai budaya Jawa, dan prinsip-prinsip keagamaan yang berlaku. Ornamen Masjid Gedhe Kauman Keraton Yogyakarta menyimpan nilai literasi yang merepresentasikan ajaran Islam dan identitas budaya, sehingga penting untuk dilestarikan sebagai warisan intelektual dan spiritual bagi generasi mendatang
Dari ruang pasif ke ruang produktif: transformasi Perpustakaan Desa Tambak Sirang Laut dalam membentuk habitus literasi desa Muhammad Iqbal; Najmi Fuady; Muhammad Abdul Latif; Rhomi Saputra
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 13 No. 2: Desember 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v13i2.18280

Abstract

Penelitian ini menganalisis transformasi Perpustakaan Desa Tambak Sirang Laut (Kalimantan Selatan) dari ruang pasif menjadi ruang produktif yang menggerakkan ekosistem literasi desa. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan 10 informan (8 warga, 1 pustakawan, 1 kepala desa), serta telaah dokumen periode 2017–2025. Analisis memadukan produksi ruang Henri Lefebvre untuk memetakan perceived, conceived, dan lived space, dengan teori habitus Pierre Bourdieu guna menelaah sirkulasi dan konversi modal sosial, kultural, simbolik, serta institusional. Temuan menunjukkan tiga pengungkit utama: akses sosial berambang rendah melalui jalur keluarga dan sebaya, ko-desain program dan tata ruang yang memupuk rasa memiliki, serta literasi digital dan fungsional yang meningkatkan kapasitas warga dan profesionalisasi layanan desa. Perpustakaan berfungsi sebagai hub layanan sosial, panggung aman apresiasi, dan ikon identitas desa, dihasilkan oleh duet kebijakan kepala desa dan orkestrasi operasional pustakawan bersama warga. Kontribusi studi ialah perumusan “konsumsi ruang produktif” perpustakaan desa dan model relasional kebijakan–layanan–komunitas. Rekomendasi menekankan penguatan infrastruktur digital, diferensiasi program lintas usia, pemerkayaan koleksi, dan jejaring antar perpustakaan
Integrated framework of curriculum mapping through keyword tagging using Orange: public service logic approach Fairus Faqih; Imam Yuadi
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 14 No. 1: Juni 2026
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v14i1.19005

Abstract

Comparable to other public service domains in which service provision involves a wide array of resource-integrating actors, higher education faces the challenge of delivering meaningful educational experiences. Adopting a service-logic perspective, this study proceeds from the assumption that such experiences can be shaped through the co-production of library services aligned with course curricula. Public Service Logic (PSL) provides the conceptual foundation for this co-creative integration, while the operationalization employs keyword tagging and relevance modeling in a case study of library practice at Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS). The analysis uses a neural network configured with a hidden layer of 100 neurons, ReLU activation, the Adam optimizer, L2 regularization (alpha), a specified maximum number of iterations, and a fixed random state. The model achieved precision and recall of 70 percent, indicating successful projection of similarity and relevance between the book collection and course offerings. Theoretically, the study advances the service-logic narrative in higher education by demonstrating integration of library resources with curriculum design
Balai Layanan Perpustakaan DPAD DIY sebagai ruang publik dalam menghadapi masyarakat informasi Adzkiyah Mubarokah
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 14 No. 1: Juni 2026
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v14i1.20191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi inovasi layanan yang dikembangkan oleh Balai Layanan Perpustakaan DPAD DIY dalam menghadapi masyarakat informasi dengan menggunakan konsep ruang publik Jürgen Habermas. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Informan penelitian ditentukan melalui teknik purposive dan snowball sampling, sehingga jumlah serta karakteristik informan berkembang selama proses penelitian berlangsung. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat informasi memberikan pengaruh signifikan terhadap munculnya inovasi di perpustakaan. Masyarakat informasi dipahami sebagai fase perkembangan yang membawa perubahan yang tidak dapat dihindari. Inovasi layanan yang dikembangkan dapat ditinjau melalui konsep ruang publik, meliputi: perpustakaan sebagai wahana perjuangan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat; adanya diskursus melalui interaksi langsung dan media digital seperti kuesioner, survei kepuasan, kotak saran, dan Forum Konsultasi Publik, transformasi layanan melalui pemanfaatan teknologi informasi dan aplikasi; serta perubahan fungsi layanan, di mana sebagian layanan lama tidak lagi relevan atau efisien dalam memenuhi kebutuhan masyarakat informasi
Pentingnya inovasi dan keterampilan sosial dalam meningkatkan kualitas layanan perpustakaan di SMA Negeri 2 Keluang Sumatera Selatan Septevan Nanda Yudisman; Ayu Herauwati; Jalinur Jalinur
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 14 No. 1: Juni 2026
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v14i1.20231

Abstract

Layanan informasi perpustakaan secara dinamis berkembang seiring dengan kebutuhan dan pemahaman masyarakat terhadap informasi. layanan perpustakaan adalah pemberian layanan bahan Pustaka yang dimiliki perpustakaan kepada pemustaka yang datang ke perpustakaan. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan dan pemahaman masyarakat terhadap perkembangan informasi sebagai akibat dari globalisasi informasi, perpustakaan harus menyesuaikan diri dengan memberikan layanan yang bersifat aktif bahkan proaktif dengan menawarkan berbagai bentuk informasi kepada masyarakat yang dilayaninya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan mengobservasi tentang pentingnya inovasi dan keterampilan sosial dalam pelayanan di perpustakaan SMA Negeri 2 Keluang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dan penelitian lapangan (field research). Dari hasil penelitian dan pembahasan dalam proses pelayanan di perpustakaan SMA Negeri 2 Keluang, pustakawan wajib memiliki keterampilan dasar. Keterampilan tersebut terdiri dari pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), bersikap ramah (afektif) dan pendekatan pragmatik. Seorang pustakawan juga harus memiliki sikap professional dan juga keterampilan sosial atau pandai berinteraksi serta berkomunikasi dua arah dalam memberikan pelayanan secara prima (service excellence).