cover
Contact Name
Najmi Fuady
Contact Email
d3ipii_pustakarya@uin-antasari.ac.id
Phone
+6285346921710
Journal Mail Official
najmifuady@gmail.com
Editorial Address
http://jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/pustakakarya/about/editorialTeam
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi
ISSN : 20895216     EISSN : 27237699     DOI : 10.18592/pk.v9i1.5141
Jurnal ini menerbitkan artikel dengan topik Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam. Terbit setiap 2 kali dalam satu tahun di bulan Juni dan Desember.
Articles 112 Documents
PENGEMBANGAN TRADISI MENULIS PUSTAKAWAN DALAM MENINGKATKAN AKREDITASI PERGURUAN TINGGI SYAWQI, AHMAD
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 7 No. 2 (2019): Juli - Desember
Publisher : S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam FTK UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v7i13.3144

Abstract

For a writer, reading and writing are complementary and inseparable to each other.  A person who can read is not necessarily a writer, but a writer is a true reader who is never bored with a variety of reading materials. Both reading and writing are intellectual traits. In writing, we need  to have certain interest which may eventually develop into a habit. Interests and reading habits are acquired through learning  they do not grow by themselves. The ability to write does not develop just like that, but it is strongly influenced by the habit of reading then expressed by writing down the thoughts that have been developed and these thoughts are influenced by the author's thought itself. With that cycle the librarian profession will continue to evolve because  librarians always upgrade their knowledge with updated ideas through the process of reading, reviewing and presenting them back in a form of new writing. Keywords: writer, read, write, intellectuals, librarians Bagi seorang penulis, kegiatan membaca dan menulis adalah dua hal yang saling melengkapi dan tidak bisa dipisahkan.Seorang yang bisa membaca belum tentu seorang penulis, tetapi seorang penulis adalah seorang pembaca yang sejati yang tak pernah bosan dengan berbagai bahan bacaan. Keduanya merupakan suatu ciri intelektual. Dalam menulis dibutuhkan minat dan yang pada akhirnya dapat berkembang menjadi kebiasaan. Minat maupun kebiasaan membaca diperoleh seseorang karena dipelajari, tidak tumbuh dengan sendirinya. Kemampuan menulis pun tidak tumbuh begitu saja, melainkan sangat dipengaruhi oleh kebiasaan membaca dan kemudian diungkapkan kembali dengan cara menuliskan pemikiran yang sudah dikembangkan dan dipengaruhi oleh pemikiran si penulis itu sendiri. Dengan siklus itu, profesi pustakawan akan senantiasa berkembang karena selalu mernperbaharui otaknya dengan pemikiran-pemikiran mutakhir, melalui proses membaca, mengkaji dan menyajikannya kembali dalarn bentuk tulisan baru. Kata kunci : penulis, membaca, menulis, intelektual, pustakawan
Peningkatan Daya Inovatif Pustakawan Melalui Repacking Information Isi Intelektual Koleksi NURISLAMININGSIH, RIZKI
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 7 No. 2 (2019): Juli - Desember
Publisher : S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam FTK UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v7i13.3145

Abstract

ABSTRACTCreativity librarians as a conduit of information officers need to be increased in order to later be able to provide the best possible information to patrons. One of the activities that can be done is repackaging intellectual content collections. These activities are not only limited change the packaging of information from print to electronic form, but also summarize the information content of the collections become more easily understood information. Librarians can learn from the activities of repackaging information in the library of and then modified packaging adapted to fit the needs of information patrons.Keyword: repacking information, innovation, librarian ABSTRAKKreativitas pustakawan sebagai pihak yang bertugas memenuhi kebutuhan informasi perlu terus ditingkatkan. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan adalah kemas ulang informasi. Aktivitas tersebut tidak hanya sebatas pada mengalih media kertas ke elektronik, tetapi juga mencarikan isi intelektual koleksi agar lebih mudah dipahami pemustaka. Pustakawan dapat belajar kemas ulang informasi di perpustakaan LIPI dan kemudian dimodifikasi dan dibuat kedalam bentuk baru sesuai kebutuhan pemustaka.Kata Kunci: Repacking Information, Inovasi, Pustakawan
PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI (INFORMATION TECHNOLOGY) DI PERPUSTAKAAN RAHMAWATI, LAILA
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 7 No. 2 (2019): Juli - Desember
Publisher : S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam FTK UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v7i13.3146

Abstract

ABSTRAK Dalam keilmuan perpustakan kaitannya dengan ilmu terapan dalam bidang IT (Information Technology) dikenal dengan istilah otomasi perpustakaan. Otomasi perpustakaan merupakan penggunaan teknologi  informasi dan komunikasi untuk mengganti sistem manual di perpustakaan, Fungsi–fungsi yang mungkin di-otomasikan bisa salah satunya atau seluruh fungsi seperti pengadaan, pengatalogan, sirkulasi, administrasi dan referensi. Teknologi informasi di perpustakaan diterapkan dengan alasan memudahkan pembuatan katalog, memudahkan layanan sirkulasi, memudahkan penelusuran informasi, memenuhi tuntutan terhadap mutu layanan informasi perpustakaan, informasi dalam berbagai media, efisiensi waktu dan ketepatan layanan. Kata Kunci: Information Technology, Teknologi Informasi, Otomasi, Perpustakaan
KAJIAN EKSPLORATIF TENTANG IMPLEMENTASI MODEL PENGEMBANGAN PERPUSTAKAAN DIGITAL PADA PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI ISLAM DI YOGYAKARTA Studi Kasus Perpustakaan Digital UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta WAHDAH, SITI
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 7 No. 2 (2019): Juli - Desember
Publisher : S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam FTK UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v7i13.3147

Abstract

ABSTRAKInternet telah menjadi salah satu alat bantu bagi masyarakat dalam berkomunikasi, berbagi, mencari, dan menemukan informasi, sehingga dewasa ini menyebabkan perubahan konsep dalam pengelolaan koleksi, khususnya yang berbasis digital di perpustakaan. Implikasi dari penomenal tersebut menyebabkan banyak perpustakaan yang mulai belomba-lombang untuk membangun perpustakaan digital demi memberikan pelayanan dan kemudahan akses seluas-luasnya bagi masyarakat pemustaka. Tulisan ini mencoba menyajikan hasil eksplorasi terkait dengan model pengembangan perpustakaan digital yang diimplementasikan oleh perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Berdasarkan hasil yang telah ditemukan, bahwa perpustakaan tersebut mengiplementasikan model DELOS, dengan kriteria diantaranya berbentuk virtual, implementasi perangkat lunak, sistem manajemen perpustakaan digital dan sebagainya. Meskipun demikian, selain koleksi yanG berbasis teks, disarankan menambah koleksi yang berformat video, maupun audio visual  untuk melengkapi kebutuhan pengguna, dan memperluas jalur akses ke berbagai sumber informasi lain. Kata Kunci: Perpustakaan Digital, Koleksi Digital, Perpustakaan Perguruan Tinggi Islam. UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.
MEMBANGUN MENTALITAS DAN KREDIBILITAS PUSTAKAWAN SEBAGAI PROFESIONAL INFORMASI Basuki, Sulistyo
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 6 No. 1 (2018): Januari - Juni
Publisher : S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam FTK UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v6i11.3702

Abstract

Profesi didefinisikan sebagai kelompok lapangan kerja yang khususmelaksanakan kegiatan yang memerlukan keterampilan dan keahlian tinggi guna memenuhi kebutuhan yang rumit dari manusia, di dalamnya diperlukan adanya cara yang benar akan keterampilan dan keahlian tinggi, hanya dapat dicapai dengan adanya penguasaan pengetahuan dengan ruang lingkup yang luas, mencakup sifat manusia, kecenderungan sejarah dan lingkungan hidupnya; serta adanya disiplin etika yang dikembangkan dan diterapkan oleh kelompok anggota yang menyandang profesi tersebut. Sebagaimana profesi lain, pustakawan juga punya keahlian khusus di bidang kepustakawanan. Pustakawan sering disebutprofesional informasi yaitu seseorang yang mengumpulkan, mencatat,mengorganisasi, menyimpan, melestarikan, menemubalik serta mencarikan informasi tercetak atau digital. Istilah profesional informasi juga digunakan untuk mendeskripsi profesi serupa seperti arsiparis, manajer informasi, spesialis sistem informasi dan manajer rekod (arsip dinamis). Profesional informasi tersebut bekerja di berbagai lembaga swasta, publik dan pergruan tinggi. Pustakawan sebagai seorang profesional memiliki mentalitas dan kredibilitas yang dapat diandalkan dalam keahliannya seperti penelusuran informasi serta terpercayakan karena salah satu kode etik pustakawan menyatakan bahwa pustakawan menjaga kerahasiaan informasi yang dicari pemakainya.Kata Kunci: Mentalitas, Kredibilitas, Profesional Informasi, Pustakawan
PENGANGKATAN PERTAMA MENJADI PUSTAKAWAN (PERMASALAHAN DAN CARA MENGATASINYA) Syawqi, Ahmad
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 6 No. 1 (2018): Januari - Juni
Publisher : S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam FTK UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v6i11.3704

Abstract

Abstrak Dalam Undang-Undang Perpustakaan Nomor 43 Tahun 2007 disebutkan bahwa Pustakawan merupakan seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan. Dalam lingkup PNS, pustakawan digolongkan sebagai pejabat fungsional. Dalam Peraturan Menpan dan RB Nomor 9 Tahun 2014, pasal 1ayat 1 dijelaskan jabatan fungsional pustakawan adalah jabatan yang mempunyai ruang lingkup,  tanggung jawab, wewenang dan hak untuk melaksanakan kegiatan kepustakawanan. Jabatan fungsional merupakan jenjang jabatan Pegawai Negeri Sipil yang diperoleh karena memiliki pendidikan formal tertentu dan oleh karenanya mendapatkan tunjangan atau gaji sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Demikian pula jabatan fungsional pustakawan merupakan jabatan seseorang karena memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan Kata kunci:  pustakawan, professional, fungsional
KAJIAN EKSPLORATIF TENTANG METODE TANGGAP BENCANA DALAM MENYELAMATKAN ASET INTELEKTUAL PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA Wahdah, Siti
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 6 No. 1 (2018): Januari - Juni
Publisher : S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam FTK UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v6i11.3705

Abstract

 AbstrakPerencanaan kesiagaan terhadap bencana merupakan kegiatan yang penting, sehingga tujuan utama program tersebut  adalah  untuk pelestarian  jangka  panjang, serta mengorganisir penyelamatan manusia maupun benda berharga dan aset penting lainnya. Tulisan ini mencoba menyajikan hasil eksplorasi terkait dengan metode tanggap bencana, khususnya gempa bumi yang selama ini diimplementasikan pada perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pasca terjadinya gempa bumi pada tahun 2006 hingga sekarang. Pada sajian ini disinggung berbagai metode yang bisa digunakan seperti duplication, dispersial, on-Site Protection,  and off-Site Storage yang menjadi salah satu solusi alternatif dalam menanggulangi serta model kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, khususnya gempa bumi. Kata Kunci: Tanggap Bencana, Gempa Bumi, Perpustakaan, UIN                        Sunan  Kalijaga,  Yogyakarta
EKSISTENSI PUSTAKAWAN DI ERA DIGITAL Hajiri, Moch Isra
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 6 No. 1 (2018): Januari - Juni
Publisher : S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam FTK UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v6i11.3706

Abstract

 AbstrakEksistensi pustakawan di era digital menjadi sesuatu yang dipertanyakan. Apakah peran pustakawan masih diperlukan saat ini? Tulisan ini berupaya untuk menyajikan hal-hal yang perlu dilakukan oleh pustakawan untuk mempertahankan eksistensinya. Perubahan-perubahan yang terjadi, terutama dalam hal penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) harus diantisipasi dan diadaptasi oleh pustakawan. Hal yang dapat dilakukan oleh pustakawan adalah: 1) menguasai kegiatan-kegiatan kepustakawanan, 2) melakukan need assessment, 3) menyesuaikan diri dengan perubahan, 4) terus membuat program yang inovatif, dan 5) tidak melupakan sisi kemanusiaan. Kata kunci: eksistensi, pustakawan, era digital
PERAN PERPUSTAKAAN UIN ANTASARI BANJARMASIN DALAM MENGEMBANGKAN SIKAP GEMAR MEMBACA MAHASISWA Tarwilah, Tarwilah; Juairiah, Juairiah; Prajawinanti, Arin
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 6 No. 1 (2018): Januari - Juni
Publisher : S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam FTK UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v6i11.3708

Abstract

ABSTRAK Perpustakaan diselenggarakan oleh pemerintah sebagai lembaga yang mendukung keberhasilan instansi yang menaunginya. Keberadaan perpustakaan pada dasarnya bertujuan untuk menunjang terlaksananya fungsi dari pendidikan nasional. Dalam hubungannya dengan hal tersebut perpustakaan memiliki peran penting dalam menunjang pendidikan karakter khususnya dalam hal mengembangkan sikap gemar membaca. Gemar membaca merupakan kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebaikan bagi dirinya. Namun seiring perkembangan teknologi akhir-akhir ini memberikan dampak yang besar terhadap peran perpustakaan dalam mengembangakan minat baca masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran perpustakaan UIN Antasari Banjarmasin dalam mengembangkan sikap gemar membaca mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Perpustakaan UIN Antasari memiliki peran aktif dalam mengembangkan sikap gemar membaca mahasiswa, terbukti dari tanggung jawab yang besar terhadap meningkatnya minat baca mahasiswa UIN Antasari. Pustakawan benar-benar menjalankan tugas sebagai pengelola informasi untuk menyediakan informasi yang menarik, bermanfaat, dan sesuai dengan kebutuhan pemustaka sehingga pemustaka menjadi gemar membaca informasi yang ada di perpustakaan. Kata Kunci: Peran, Perpustakaan Perguruan Tinggi, Gemar Membaca
Implementasi authority-control dalam penelusuran informasi melalui opac di Perpustakaan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Harahap, Arma Mulianti; Ali, M. Nasihudin
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 7 No. 2 (2019): Juli - Desember
Publisher : S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam FTK UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v12i1.13511

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana penggunaan authority control dapat meningkatkan efektivitas sistem pencarian informasi di perpustakaan tersebut. Dengan memfokuskan perhatian pada standarisasi istilah, nama, dan topik dalam basis data perpustakaan, penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana kontrol otoritas dapat memastikan konsistensi dan akurasi informasi yang tersedia bagi pengguna OPAC UIN SU. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan peneliti untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang implementasi authority-control dalam penelusuran informasi melalui OPAC di perpustakaan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Berdasarkan hasil wawancara dengan pustakawan dan pengguna perpustakaan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) terkait implementasi authority-control dalam OPAC, dapat disimpulkan bahwa langkah ini telah membawa perubahan positif secara signifikan. Implementasi authority-control telah meningkatkan akurasi, konsistensi, dan relevansi informasi dalam pencarian di perpustakaan, yang pada gilirannya meningkatkan kepuasan pengguna dengan layanan yang lebih efisien dan terpercaya.

Page 11 of 12 | Total Record : 112