cover
Contact Name
Machrus Ali
Contact Email
sinarfe7@gmail.com
Phone
+6281330002213
Journal Mail Official
sinarfe7@gmail.com
Editorial Address
Departemen Teknik Elektro, FTE-ITS, Gedung B-C lantai 2, Kampus ITS, Surabaya, Surabaya, Provinsi Jawa Timur, 60111
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
SinarFe7
ISSN : 26213540     EISSN : 26215551     DOI : https://doi.org/10.56795/sinarfe7.v5i1
Publikasi ini digunakan untuk kegiatan utama FORTEI (Forum Pendidikan Tinggi Teknik Elektro Indonesia) Regional Jawa Timur atara lain: menyelaraskan pendidikan tinggi Teknik Elektro se-Indonesia melingkupi bidang pendidikan, penelitian, dan aplikasi teknologi, Mendiskusikan topik-topik nasional terkait keilmuan Teknik Elektro, menyimpulkan, memberi masukan, dan solusi kepada pemerintah serta pemangku kepentingan, sebagai institusi rujukan mengenai pendidikan tinggi Teknik Elektro, meningkatkan kerjasama dan tali silaturrahim antar Institusi, pejabat Program Studi/ Jurusan/Departemen, dan peneliti bidang Teknik Elektro
Articles 523 Documents
Penggunaan ACO dan FA Dalam Mengoptimasikan PID Controller Untuk Partial Shading pada Photovoltaic Hendro Dripoyono; Septa Dwi Candra; Dwi Ajiatmo; Budiman; Machrus Ali
SinarFe7 Vol. 1 No. 1 (2018): Sinarfe7-1A 2018
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.882 KB)

Abstract

Partial shading terjadi ketika modul PV menerima radiasi matahari yang berbedabeda akibat perubahan cuaca lokal atau keadaan lingkungan sekitar sehingga PV tertutup oleh awan, bayangan bangunan atau pepohonan. Kondisi ini menyebabkan daya keluaran dari PV array menurun. Berdasarkan kurva PV, Partial shading menimbulkan efek langsung yang dihasilkan sehingga penurunan tegangan atau arus menyebabkan penurunan daya keluarkan dari PV. Pada penelitian ini membandingkan metode tanpa kontrol, PID kontrol, PID konvensional Ziegler Nichols (ZN), PID dituning Firefly Algorithm (FA), dan PID dituning dengan Ant Colony Optimization (ACO). Dari hasil simulasi didapatkan bahwa tegangan terbaik diperoleh dari kontroler PID-FA yaitu sebesar 1.336pu, arus terbaik pada PID-FA arus maksimum sebesar 7.88 pu dengan arus sebesar 0.0668 pu, dan daya terbaik pada kontroler PID-FA daya maksimum sebesar 8.304 pu dan daya nominal 0.0894 pu. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kontroler terbaik pada PID-FA. Penelitian ini nanti bisa dipakai sebagai acuan dan digunakan kontroler lain agar diperoleh kontroler yang optimal.
Perencanaan Mikrohidro Untuk Penerangan Kandang Sapi Di Galengdowo Jombang Karim Hanjaya; Agus Raikhani; Hidayatul Nurohmah
SinarFe7 Vol. 1 No. 1 (2018): Sinarfe7-1A 2018
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.142 KB)

Abstract

Desa Galengdowo Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang dengan kondisi alam yang berbukit, luas wilayah 389,785 Ha koordinat 12,34211 LS/LU -7,7424 BT/BB, lokasi tersebut mudah ditemukan aliran sungai yang deras digunakan untuk irigasi, dengan debit rata-rata mencapai 602,609 liter/detik. Salah satu matapencaharian terbanyak adalah peternak sejumlah 185 kepala keluarga, sebanyak 100 kepala keluarga adalaha peternak sapi perah. Disana ditemukankandang sapi yang kurang penerangan yakni mencapai 0-20 watt, sehingga menghambat aktifitas peternak pada saat malam. Kondisi kandang sapi yang kurang penerangan itu maka potensi aliran air sungai di galengdowo akan direncakan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Dengan metode pengumpulan data primer dan sekunder lokasi dan dengan perhitungan debit andalan akan lebih mudah untuk mengetahui debit air yang digunkan untuk LTMH. Daya listrik yang terbangkit adalah 5,39 kW di turbin melalui pipa berdiameter 11 cm , 4,851 kW di generator , tinggi jatuh efektif 1,2 meter. Rencana energi tersebut digunakan peternak sapi perah masing-masing 100 watt untuk 40 kepala keluarga yang dijual seharga Rp. 22.500 per bulan, dan ketika siang hari listrik dijual ke PLN sebesar Rp 980 kWh, selama 12 jam dalam 1 bulan sebesar Rp 352.800. Pembangunan rencana senilai Rp 55.200.000 ini akan di dapat dari dana desa dan penjualan energi listrik ke pelanggan. Dengan metode BCR Selama 5 tahun dengan asumsi suku bunga 10% diketahui kelayakannya sebesar 1,23, kembali modal dan mendapat keuntungan sebesar Rp 14.415.153.55.
Optimasi Kontroller CES dan ANFIS Untuk Meredam Osilasi Frekuensi Pada Mikrohidro Berbasis Ant Colony Optimization Rizqi Nafiardli; Nasrul Fatkhur; Muhlasin; Askan; Machrus Ali
SinarFe7 Vol. 1 No. 1 (2018): Sinarfe7-1A 2018
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.552 KB)

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro merupakan pembangkit listrik skala kecil. Pembangkit mikro-hidro dibangun dengan potensi air yang cukup untuk menghasilkan energi listrik. Masalah yang sering terjadi pada sistem pembangkit mikro-hidro adalah terjadinya keluaran generator yang tidak konstan. Hal ni disebabkan oleh perubahan beban yang terhubung.Sehingga menyebabkan seringnya fluktuasi pada frekuensi dan tegangan sistem yang dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan listrik. Mekanisme LFC ini dirancang dengan menggunakan Capacitive Energy Storage (CES), yang memiliki kemampuan untuk memberikan kompensasi daya agar dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan osilasi frekuensi yang diakibatkan oleh terjadinya perubahan beban daya listrik dari pelanggan. CES menyediakan sistem penyimpanan energi yang dapat beroperasi secara cepat dan otomatis. Maka, penulis tertarik untuk melakukan penelitian optimasi kontroller CES dan ANFIS untuk meredam osilasi frekuensi pada mikrohidro berbasis Ant Colony Optimization. Penelitian ini membandingkan metode tanpa control, metode kontrol PID-ZN, metode PID-ACO, PID-CES, PID-ANFIS, dan PID-ACO-ANFIS diperoleh metode kontrol yang paling baik. Hasil penelitian didapatkan bahwa overshoot terkecil (0) pada model PIDACO-ANFIS, undershoots terkecil (1,12x10-5) pada PIDACO-ANFIS dan settling time tercepat (3,77 detik) pada starting juga pada PID-ACO-ANFIS. Hasil penelitian ini nantinya akan dicoba dengan metode lain, yang hasilnya mungkin akan lebih baik.
Optimalisasi Automatic Voltage Regulator Berbasis Particle Swarm Optimization Untuk Stabilitas Tegangan Pada Sistem Multimesin Istiyo Winarno; Agus Nurullah
SinarFe7 Vol. 1 No. 1 (2018): Sinarfe7-1A 2018
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.516 KB)

Abstract

Faktor yang menjadi indikator kualitas pada sistem tenaga listrik adalah kestabilan frekuensi dan tegangan. Kestabilan sistem tenaga listrik merupakan kemampuan sistem untuk kembali bekerja normal setelah mengalami suatu perubahan beban. Dalam pendistribusian tenaga listrik sering terjadi perubahan frekuensi dan daya listrik yang tidak stabil akibat perubahan beban yang tidak teratur, baik berupa gangguan dinamis, maupun gangguan transien. Ketidaksabilan tersebut merupakan salah satu jenis gangguan yang signifikan pada sistem yang berdampak pada putaran prim over di pusat pembangkit. Automatic Voltage Regulator (AVR) memegang peranan penting pada proses pembentukan profil tegangan terminal suatu generator. Perubahan kondisi beban sebagai perilaku dinamis sistem akan menyebabkan perubahan arus yang mengalir dalam sistem generator yang menyebabkan perubahan tegangan armatur dan terminal generator tersebut. pada penelitian ini peneliti menngunakan metode Particle Swam Optimazion (PSO) di harapkan nilai tegangan output dari generator multimesin bisa lebih baik dan ideal.
RANCANG BANGUN SISTEM PROTEKSI DAN MONITORING ENERGI LISTRIK BERBASIS MIKROKONTROLER MENGGUNAKAN VISUAL STUDIO UJI COBA DIAKSES DI PT. PANCAWANA INDONESIA Mohammad Dwi Cahyo; Achmad Ubaidillah; Achmad Fiqhi Ibadillah
SinarFe7 Vol. 1 No. 1 (2018): Sinarfe7-1A 2018
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.001 KB)

Abstract

Sistem proteksi dan monitoring energi listrik digunakan untuk pengaman dan memonitor energi listrik yang dipakai oleh suatu beban. Didalam dunia industri pemantauan energi listrik sangat diperlukan agar dalam pemakaian energi listrik dapat di kontrol. Setiap tahun konsumsi listrik terus meningkat menyebabkan semakin mahal nya tarif dasar listrik (TDL). Di industri terutama industri kayu energi listrik merupakan hal terbesar yang mempengaruhi pengeluaran keuangan industri tersebut. Oleh karena itu dibutuhkan alat untuk memprotesi motor pada tegangan sumber dan memantau penggunaan energi listrik sehingga memungkinkan penggunaan energi listrik dapat dikontrol dan diperhitungkan berapa banyak daya yang telah digunakan. Alat monitoring ini memanfaat transformator stepdown untuk mengukur tegangan sumber dari PLN, untuk pengukuran arus beban memanfaatkan sensor arus CT (Current Transformation), dan Atmega 16 difungsikan sebagai mengolah semua data dari parameterparameter yang dibutuhkan untuk mendapatkan nilai konsumsi energi listrik, serta menampilkanya pada LCD (Liquid Crystal Display) 16x2. Pada mikrokontroler data yang didapat ditampilkan pada komputer server menggunakan software visual Studio yang di distribusikan melalui data transmisi RS-485.
Evaluasi Setting Waktu Rele Pengaman di PT. Petrokimia Gresik dengan Mempertimbangkan Transient Stability Assessment Fauzan Fakhrul Arifin; Ardyono Priyadi; Dimas Fajar Uman Putra
SinarFe7 Vol. 1 No. 1 (2018): Sinarfe7-1A 2018
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.877 KB)

Abstract

Pada suatu sistem tenaga listrik, koordinasi proteksi yang baik sangat diperlukan agar keandalan dan kontinyuitas pendistribusian tenaga listrik menjadi lebih tinggi. Ketika terjadi gangguan, rele pengaman akan mendeteksi gangguan dan mentrigger circuit breaker untuk bekerja dalam waktu tertentu untuk mengisolir gangguan, namun hal ini tidak menjamin sistem masih berada dalam kondisi stabil. Analisis kestabilan transien dibutuhkan agar keandalan dan kestabilan sistem terjaga. Analisis kestabilan transien erat kaitannya dengan perhitungan nilai CCT (Critical Clearing Time). CCT merupakan perhitungan batas waktu pemutusan kritis setelah terjadi gangguan. Dengan kata lain, agar sistem dapat kembali stabil, maka saat terjadi gangguan sistem harus diputus sebelum waktu CCT. Saat ini, sistem kelistrikan pada PT. Petrokimia Gresik telah mempunyai setting rele pengaman, namun setting waktu rele yang diterapkan belum mempertimbangkan nilai dari CCT. Oleh karena itu, perlu dilakukan perhitungan nilai CCT sehingga perusahaan menjadi lebih andal, stabil, dan terjaga kontinyuitasnya. Nilai CCT yang didapatkan nantinya akan dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk setting waktu rele pengaman. Metode yang digunakan adalah Time Domain Simulation method (TDS) dengan memperhatikan respon sudut rotor generator. Dari analisis yang telah dilakukan, masih terdapat delapan bus yang setting waktu rele pengamannya masih memerlukan perbaikan karena masih bekerja di atas nilai CCT. Oleh karena itu, diberikan rekomendasi yaitu penambahan perlatan pengaman berupa rele diferensial yang mampu bekerja mengisolir gangguan dalam waktu 1-3 cycle sehingga sistem dapat berada dalam kondisi stabil.
Analisa Penggunaan Energi Listrik Pada PT. Keramik Diamond Industries Rohan Arif Prasetyo; Efrita Arfah Zuliari
SinarFe7 Vol. 1 No. 1 (2018): Sinarfe7-1A 2018
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.375 KB)

Abstract

Evaluasi Pengaturan Waktu Rele Pengaman di PT Pertamina Refinery Unit V Balikpapan dengan Mempertimbangkan Transient Stability Assessment Tegar Iman Ababil; Dr. Eng. Ardyono Priyadi, S.T., M.Eng; Dr. Ir. Margo Pujiantara, MT.
SinarFe7 Vol. 1 No. 1 (2018): Sinarfe7-1A 2018
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.595 KB)

Abstract

Suatu sistem tenaga listrik dengan keandalan yang tinggi mampu memenuhi koordinasi pengaman sistem yang baik untuk menjaga kestabilan dan keberlanjutan sistem operasi secara terus menerus. Saat terjadi gangguan, rele pengaman akan bekerja dan memicu Circuit Breaker untuk bekerja dalam waktu tertentu. Namun hal tersebut masih belum dapat menjaga kestabilan sistem kembali seperti semula. Evaluasi kestabilan transien dibutuhkan untuk menentukan batas Critical Clearing Time (CCT). CCT adalah nilai waktu kritis setelah terjadi gangguan dimana sistem harus menghilangkan gangguan sebelum CCT berlangsung. Jika sistem menghilangkan gangguan setelah waktu CCT maka kestabilan sistem akan terganggu. Saat ini PT Pertamina Refinery Unit (RU) V Balikpapan memiliki pengaturan waktu rele pengaman yang masih belum mempertimbangkan Transient Stability Assessment. Keandalan dan kontinuitas sistem dapat ditingkatkan dengan mendapatkan nilai CCT dengan metode Time Domain Simulation. Dari permasalahan yang ada direkomendasikan penggunaan Bus Differential Relay yang mampu bekerja dengan waktu operasi yang cepat dan selektif.
ANALISIS EVALUASI SISTEM PROTEKSI PETIR (LIGHTNING PERFORMANCE) PADA JARINGAN TRANSMISI 70 kV GARDU INDUK SUKOREJO – GARDU INDUK BANGIL Pandu Fajar Satria; Irrine Budi Sulistiawati; Ni Putu Agustini
SinarFe7 Vol. 1 No. 1 (2018): Sinarfe7-1A 2018
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.392 KB)

Abstract

Petir adalah suatu gejala alam yang sering terjadi di daerah tropis di Indonesia. Dengan jumlah kerapatan sambaran petir yang sangat tinggi, jaringan transmisi 70 kV sangat rentan terkena gangguan. Pada penelitian ini menjelaskan performa jaringan transmisi terhadap sambaran petir. Lightning Performance (LP) dinyatakan dalam Flashover Rate (FOR) dan terbagi menjadi dua bagian yaitu jumlah gangguan sambaran langsung ke kawat fasa yang disebut Shielding Failure Flash Over (SFFOR) serta jumlah gangguan sambaran langsung ke menara atau kawat tanah yang disebut Back Flashover Rate (BFOR). Dari hasil analisa dan perhitungan menggunakan m-file MATLAB diperoleh nilai SFFOR pada jaringan transmisi 70 kV Gardu Induk Sukorejo – Gardu Induk Bangil berkisar antara 1,1537 hingga 0,5820 gangguan/100km/tahun yang mana nilai tersebut masih lebih tinggi bila dibandingkan dengan standar IEEE yaitu 0,05 gangguan/100km/tahun, maka dari itu dilakukan penambahan jumlah piringan Isolator antara 11-12 buah agar nilai SFFOR dan BFOR dapat diperkecil. Semakin banyak jumlah piringan, nilai Critical Flash Over (CFO) Isolator semakin besar sehingga Isolator mampu menahan tegangan lebih yang muncul dan menurunkan nilai Flash Over Rate (FOR).
EVALUASI SETTING WAKTU RELE PENGAMAN PADA PT. PUPUK KALIMANTAN TIMUR DENGAN MEMPERTIMBANGKAN TRANSIENT STABILITY ASSESMENT Hafiz Ichwanto; Ardyono Priyadi; Margo Pujiantara
SinarFe7 Vol. 1 No. 1 (2018): Sinarfe7-1A 2018
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.417 KB)

Abstract

Pada kondisi normal, sebuah sistem tenaga listrik akan beroperasi dalam keadaan stabil, yakni tercapainya keseimbangan antara daya mekanik dari prime mover dengan keluaran daya elektrisnya. Setiap terjadi kenaikkan atau penurunan beban dalam jumlah besar, maka daya mekanik harus mampu mengikuti perubahan ini untuk mengembalikan sistem pada kondisi normalnya. Perubahan beban disini dapat disebabkan oleh beberapa kejadian, diantaranya hubung singkat (short circuit) dan generator outage. Yang mana kejadiankejadian tersebut dalam fenomena kestabilan transient, yakni bagaimana respon sistem seusai mengalami gangguan besar dalam waktu yang singkat (transient). Analisis kestabilan sangat diperlukan dalam menganilisis suatu sistem kelistrikkan. Salah satunya dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam melakukan setting proteksi suatu sistem. Selanjutnya hal ini dikenal dengan istilah CCT (Critical Clearing Time) yakni batas waktu maksimum yang diizinkan bagi sistem untuk mengisolir suatu gangguan. Yang mana apabila waktu tersebut terlampaui, maka generator terkait akan mengalami lepas sinkron dari generator lainnya. Dan apabila dibiarkan terjadi akan merusak turbin mekanik dari generator itu sendiri. Dalam hal ini, untuk mencari nilai CCT yang diperlukan akan digunakan metode Time Domain Simulation (TDS) pada software simulasi. Selanjutnya, pada tugas akhir kali ini, telah berhasil didapatkan CCT pada masing-masing bus yang telah dipilih dan didapati bahwa terdapat lima lokasi yang memerlukan rekomendasi setting proteksi setelah dibandingkan dengan nilai CCT yang diperoleh.

Page 11 of 53 | Total Record : 523