cover
Contact Name
Machrus Ali
Contact Email
sinarfe7@gmail.com
Phone
+6281330002213
Journal Mail Official
sinarfe7@gmail.com
Editorial Address
Departemen Teknik Elektro, FTE-ITS, Gedung B-C lantai 2, Kampus ITS, Surabaya, Surabaya, Provinsi Jawa Timur, 60111
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
SinarFe7
ISSN : 26213540     EISSN : 26215551     DOI : https://doi.org/10.56795/sinarfe7.v5i1
Publikasi ini digunakan untuk kegiatan utama FORTEI (Forum Pendidikan Tinggi Teknik Elektro Indonesia) Regional Jawa Timur atara lain: menyelaraskan pendidikan tinggi Teknik Elektro se-Indonesia melingkupi bidang pendidikan, penelitian, dan aplikasi teknologi, Mendiskusikan topik-topik nasional terkait keilmuan Teknik Elektro, menyimpulkan, memberi masukan, dan solusi kepada pemerintah serta pemangku kepentingan, sebagai institusi rujukan mengenai pendidikan tinggi Teknik Elektro, meningkatkan kerjasama dan tali silaturrahim antar Institusi, pejabat Program Studi/ Jurusan/Departemen, dan peneliti bidang Teknik Elektro
Articles 563 Documents
Sistem Pendukung Keputusan Untuk Deteksi Dini Pada Balita Stunting Menggunakan Metode Fuzzy Tsukamoto ARDILO IQBAL BRILYAN; Mustikasari, Dyah; Sugianti, Sugianti
SinarFe7 Vol. 7 No. 1 (2025): SinarFe7-7 2025
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Stunting merupakan masalah kesehatan serius yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan balita di Indonesia, sehingga diperlukan deteksi dini untuk mencegah dampak jangka panjangnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan sistem deteksi dini stunting pada balita menggunakan metode Fuzzy Inference System (FIS) dengan pendekatan Tsukamoto. Permasalahan yang diangkat adalah bagaimana merancang sistem pendukung keputusan yang dapat menganalisis usia, berat badan, dan tinggi badan balita secara efisien untuk menghasilkan tingkat risiko stunting. Penelitian dilakukan dengan metode waterfall mulai dari identifikasi masalah, pengumpulan data melalui studi literatur dan wawancara, desain sistem, hingga implementasi dan pengujian menggunakan black box. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu menghasilkan output diagnosis yang akurat dan sesuai dengan perhitungan manual, serta seluruh fitur sistem berjalan baik, sehingga sistem ini dapat menjadi alat bantu yang efektif dalam mendeteksi risiko stunting secara dini dan berbasis data.
Pemanfaatan Udara Buang Outdoor AC Sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Angin menggunakan Buck-Boost Converter dengan PID Sulistyowati, Riny
SinarFe7 Vol. 7 No. 1 (2025): SinarFe7-7 2025
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi inovasi pemanfaatan udara buang outdoor AC sebagai sumber energi alternatif untuk menghasilkan listrik, mengingat angin adalah energi terbarukan yang bermanfaat. Udara buang AC menawarkan keuntungan kecepatan angin yang konstan, menjadikannya ideal untuk memutar turbin. Fokus penelitian ini adalah turbin angin vertikal tipe Savonius yang dirancang khusus untuk efisiensi konversi energi dari berbagai arah tiupan angin. Energi yang dihasilkan turbin kemudian diteruskan ke generator DC. Listrik yang dihasilkan selanjutnya distabilkan menggunakan Buck-Boost Converter berbasis PID controller. Sistem ini bertujuan mempertahankan tegangan keluaran tetap pada 14,4 V, yang sangat efisien untuk pengisian baterai 12 V. Pengujian sistem dilakukan di Kantor SMKS Jembatan Suramadu, Madura. Hasilnya menunjukkan bahwa kecepatan angin dari udara buang AC berkisar antara 8-10 m/s, cukup memadai untuk memutar turbin dan menghasilkan listrik. Tegangan keluaran terbukti stabil dengan rata-rata error hanya 0,042% dari set point yang diinginkan. Sistem ini tidak hanya menunjukkan efisiensi konversi daya yang optimal, tetapi juga menawarkan solusi inovatif untuk pemanfaatan energi terbarukan di area perkotaan. Penelitian ini berkontribusi pada alternatif penerangan yang hemat daya dan membantu mengurangi konsumsi listrik di perkantoran, menunjukkan potensi besar untuk aplikasi praktis.
PROTOTIPE SISTEM MONITORING INSTALASI DAYA LISTRIK KWH METER BERBASIS ARDUINO Sulistyowati, Riny
SinarFe7 Vol. 7 No. 1 (2025): SinarFe7-7 2025
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efisiensi penggunaan energi listrik menjadi krusial dalam mengurangi pemborosan dan menekan biaya operasional, khususnya di lingkungan industri dan komersial. Penelitian ini merancang dan mengembangkan prototipe sistem monitoring instalasi daya listrik berbasis Arduino yang mampu memantau parameter kelistrikan secara real-time, termasuk tegangan, arus, daya aktif, daya semu, daya reaktif, faktor daya, dan energi (kWh). Sistem ini dilengkapi sensor arus dan tegangan, serta fitur kalkulasi biaya listrik berdasarkan tarif per kWh. Metodologi meliputi studi literatur, perancangan perangkat keras dan lunak, serta pengujian eksperimental dengan berbagai beban. Hasil menunjukkan bahwa sensor tegangan memiliki kesalahan maksimum sebesar 1,99% dan rata-rata kesalahan pengukuran arus sebesar 1,56%, dengan puncaknya 3,12%. Pada pengujian daya aktif, sistem menunjukkan akurasi dengan kisaran nilai 126,22 W–151,27 W, sementara energi tercatat antara 1167,75 kWh–1815,24 kWh selama 31 hari. Meskipun sirkuit pemutus dinyatakan tidak aktif, sistem mampu mempertahankan stabilitas terhadap fluktuasi tegangan. Secara keseluruhan, sistem ini menunjukkan performa monitoring yang andal, memberikan informasi akurat terhadap konsumsi energi dan kualitas daya, serta ketahanan terhadap variasi tegangan.
SF34 Sistem Monitoring Kekeruhan Air Berbasis IoT dengan Kalibrasi Multi Suhu affan bachri; Zainal Abidin; Arief Budi Laksono; Eko Wahyu Santoso; ade kusuma hendra
SinarFe7 Vol. 8 No. 1 (2026): Sinarfe7-8 2026
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Water quality is a vital factor in maintaining public health and environmental sustainability. Turbidity is a primary parameter used to evaluate physical water quality. However, optical turbidity sensor readings are sensitive to water temperature variations, which cause measurement drift and reduce accuracy. This study aims to design and implement an Internet of Things (IoT)-based water turbidity measurement system equipped with a multi-temperature calibration algorithm. The system utilizes an ESP32 microcontroller, a photo-interrupter turbidity sensor, a DS18B20 waterproof temperature sensor, an LCD 16x2 I2C display, and the Blynk platform. Linear regression models obtained across multiple temperature conditions were embedded into the ESP32 firmware to compensate for thermal influence dynamically. Experimental results demonstrate that all hardware modules and IoT communication work reliably. The multi-temperature calibration successfully stabilizes Nephelometric Turbidity Unit (NTU) readings across different water temperatures and reduces measurement errors. The proposed system provides accurate, continuous, and real-time remote water quality monitorin
SF35 Deret Multi-Sensor IoT Berbasis AI untuk Termal Mesin Sepeda Motor Lutfi Agung Swarga; Ratna Hartayu; Kukuh Setyadjit; Izzah Aula Wardah
SinarFe7 Vol. 8 No. 1 (2026): Sinarfe7-8 2026
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Engine overheating is a primary cause of performance loss and premature component failure in motorcycles, yet factory temperature indicators are reactive and only warn once an unsafe condition has occurred. This study extends a prior IoT thermal-monitoring system by adding an artificial-intelligence (AI) layer and framing the platform as a teaching model for sustainable engineering education. A three-sensor array—PT100 (via MAX31865), Thermocouple Type-K (via MAX31855), and a non-contact GY-906 (MLX90614)—is read by an ESP32, displayed on a 20x4 LCD, and streamed to a Blynk dashboard with a buzzer, push, and email Early Warning System. Using 81 field samples collected from a Honda PCX 150 across daytime, evening, and night sessions with and without coolant, a lightweight edge-AI model (logistic regression) performs sensor fusion to (a) predict overheating two minutes ahead and (b) detect coolant loss before overheating occurs. Under leave-one-session-out cross-validation the predictor reached 93.8% accuracy and an AUC of 0.984, issuing warnings on average 2.0 minutes earlier than a fixed 100 C threshold, while cooling-fault detection identified coolant loss about 5 minutes before overheat onset. The IoT link stayed stable (latency < 2 s, zero packet loss). Beyond the technical result, the system is presented as a project-based learning module that integrates IoT, machine learning, and green technology to build sustainability-oriented graduate competencies.
Evaluasi Keandalan Permanent magnet synchronous generator pada Turbin Angin Berdasarkan Insulation Resistance terhadap Kondisi Kelembapan Relatif Tinggi armando akbar armando; Belly Yan Dewantara Belly; Suryadhi Suryadhi
SinarFe7 Vol. 8 No. 1 (2026): Sinarfe7-8 2026
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem isolasi generator turbin angin di wilayah pesisir tropis menghadapi risiko degradasi akibat paparan kelembapan yang tinggi dan berlangsung terus – menerus. Penelitian ini mengukur penurunan Insulation Resistance (IR) pada belitan stator sebuah permanent magnet synchronous generator (PMSG) 400 W selama pengujian accelerated aging, mengelompokkan kondisi isolasi pada setiap titik waktu berdasarkan acuan IEEE Std 43 – 2013, serta mengamati tren keluaran elektrik generator yang menyertainya. Pengujian dilaksanakan dengan pendekatan eksperimen laboratorium faktor tunggal: spesimen belitan stator tanpa housing generator dipapar pada 93% ± 3% RH dan suhu 40°C ± 2°C selama 144 jam, mengacu pada protokol damp heat steady state IEC 60068 – 2 – 78, dengan homogenitas dan kestabilan chamber divalidasi mengacu pada IEC 60068 – 3 – 6. Pengukuran IR dilakukan setiap 24 jam pada kombinasi terminal fasa ke tanah menggunakan megger arus searah 500 V, dan seluruh nilai dikoreksi ke suhu acuan 40°C. Pada kondisi awal, ketiga ulangan pengukuran pada ketiga fasa terbaca melampaui batas ukur instrumen (over load, > 4000 MΩ pada suhu spesimen 32°C). Setelah 144 jam paparan, nilai IR terkoreksi turun menjadi 40,4 – 42,0 MΩ, setara penurunan sekurang-kurangnya 98,2% terhadap batas bawah nilai awal, melalui tiga fase: proteksi awal (0 – 48 jam), infiltrasi dan degradasi cepat (72 – 120 jam), dan fase kritis (120 – 144 jam). Tegangan, arus, dan daya keluaran pada kecepatan 600, 900, dan 1200 rpm menurun sejalan dengan tren IR, sementara analisis statistik domain waktu terhadap gelombang tegangan pada 600 rpm menunjukkan standar deviasi yang tetap rendah sepanjang pengujian, mengindikasikan generator tetap mempertahankan kestabilan sinyal jangka pendek meskipun nilai rata – ratanya menurun. Perbandingan besaran arus bocor isolasi dengan penurunan daya yang teramati menunjukkan bahwa kedua tren tersebut lebih tepat ditafsirkan sebagai kejadian yang berlangsung bersamaan akibat paparan lingkungan yang sama, bukan hubungan sebab – akibat langsung. Temuan ini memberikan acuan kuantitatif untuk menetapkan interval pemantauan kondisi dan perencanaan pemeliharaan prediktif generator turbin angin yang beroperasi di lingkungan pesisir tropis
Rancang Bangun Prototipe Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro Menggunakan Sistem Turbin Cross-Flow riny sulistyowati ITATS
SinarFe7 Vol. 8 No. 1 (2026): Sinarfe7-8 2026
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract—Electrical energy is essential for industrial, commercial, and household activities, while the continued use of non-renewable resources creates concerns regarding future energy availability. This study designs and develops a pico-hydropower prototype using a cross-flow turbine and a Mamdani fuzzy control system to regulate water flow and stabilise generator output. The system consists of a DC generator, an ESP32 microcontroller, a YF-S201 water-flow sensor, a PZEM-004T voltage and current sensor, a solenoid valve, a relay module, and a DC–AC inverter. The research stages include literature study, system design, prototype fabrication, testing, data collection, and performance analysis. The fuzzy controller uses water discharge and output voltage as input variables and produces the valve-opening percentage as the control output. Experimental results show that the prototype responds to variations in water discharge and maintains the generated voltage within a stable range of approximately 11.4–12.1 V, whereas the system without fuzzy control produces larger voltage fluctuations. The prototype also demonstrates that increasing water discharge increases the available electrical output. Therefore, the proposed fuzzy-controlled pico-hydropower system can be used as a small-scale renewable-energy prototype for locations with limited water resources.
SF20 Analisis Performa DMP MPU6050 dan Kendali PID pada Robot Self-Balancing Berbasis ESP32 Arya Naradipa Oktaviano; Muhammad Izzata Falliant; Dicky Nabila Hardiansyah; Khusnul Hidayat
SinarFe7 Vol. 8 No. 1 (2026): Sinarfe7-8 2026
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A two-wheeled self-balancing robot requires accurate tilt-angle estimation and a low-latency real-time control system to maintain balance. However, software-based sensor fusion algorithms generally increase the computational burden of the microcontroller, reducing control responsiveness. This study evaluates the effectiveness of the Digital Motion Processor (DMP) embedded in the MPU6050 sensor combined with a discrete Proportional–Integral–Derivative (PID) controller on an ESP32-based self-balancing robot. The proposed approach was evaluated by comparing three angle estimation methods, namely Raw Data, Complementary Filter, and Hardware DMP, in terms of sampling time, transient response, and balance stability. Experimental results show that the DMP achieved a sampling time of 8 ms, outperforming both the Complementary Filter (11 ms) and Raw Data (21 ms) approaches. The proposed system maintained the robot's upright position with a settling time of 1.5 s and a low steady-state angular deviation. Furthermore, offloading the sensor fusion process to the DMP significantly reduced the computational burden on the ESP32, as inferred from the reduced sampling time of 8 ms, resulting in more responsive and stable control performance. These results demonstrate that integrating the MPU6050 DMP with a discrete PID controller provides an effective solution for improving the responsiveness and stability of embedded two-wheeled self-balancing robots.
SF13 Analisis Optimasi Azimuth dan Sudut Kemiringan pada Sistem PLTS 1 kWp di Desa Parangargo: -Optimasi Orientasi PLTS Berbasis PVsyst dan Global Solar Atlas ZAKI IZZET
SinarFe7 Vol. 8 No. 1 (2026): Sinarfe7-8 2026
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Photovoltaic (PV) systems have become one of the most promising renewable energy technologies in tropical regions such as Indonesia. The performance of photovoltaic systems is strongly influenced by installation parameters, particularly azimuth orientation and tilt angle. This study aims to determine the optimal azimuth and tilt angle configuration for a 1000 Wp rooftop photovoltaic system installed in Parangargo Village, Malang Regency. The research employed PVsyst software to simulate annual energy production under several azimuth and tilt angle configurations. Furthermore, the simulation results were validated using Global Solar Atlas data to evaluate the consistency of photovoltaic performance estimation. The results indicate that tilt angle optimization has a more significant influence on annual energy production than azimuth angle variation. The optimum configuration was obtained at an azimuth angle of −1° and a tilt angle of 7°, resulting in an annual energy production of 1370.64 kWh/year. Global Solar Atlas provided an azimuth angle of 0°, a tilt angle of 12°, and an estimated annual energy production of 1454 kWh/year. These findings provide practical guidance for optimizing rooftop photovoltaic system installation in tropical environments with similar geographical characteristics.
SF24 Rancang Bangun Sistem PLTS Hybrid 10,44 kWp dan Baterai pada Rumah Tinggal Tiga Fasa nafis fanani
SinarFe7 Vol. 8 No. 1 (2026): Sinarfe7-8 2026
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menyajikan rancang bangun dan implementasi sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hibrida berkapasitas 10,44 kWp yang terintegrasi dengan baterai Lithium Iron Phosphate (LiFePO4, LFP) berkapasitas 10,24 kWh pada rumah tinggal tiga fasa berdaya 13.200 VA di Gubeng, Surabaya. Pengembangan sistem mengacu pada Engineering Design Process (EDP) yang meliputi survei lokasi, perancangan teknik terperinci, instalasi sistem, dan pengujian commissioning. Sebanyak 18 modul surya berkapasitas 580 Wp dikonfigurasikan dalam arsitektur split-array untuk mengoptimalkan kinerja inverter hibrida dengan teknologi dual maximum power point tracking (dual MPPT), sedangkan strategi operasinya diprioritaskan pada mode self-consumption dengan penerapan fitur zero export. Hasil pengujian lapangan selama satu bulan menunjukkan bahwa sistem menghasilkan energi listrik sebesar 809,7 kWh atau mencapai tingkat kesesuaian realisasi terhadap estimasi sebesar 98,93%. Energi listrik yang dihasilkan mampu menyuplai 41,4% dari rata-rata kebutuhan energi harian sebesar 70,59 kWh. Selain itu, inverter mampu mempertahankan kestabilan tegangan antar fasa dengan deviasi maksimum hanya sebesar 1,28% meskipun beroperasi pada kondisi ketidakseimbangan arus fasa yang mencapai 65,17%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem PLTS hibrida yang diusulkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap jaringan PLN sekaligus mempertahankan kualitas daya pada kondisi pembebanan rumah tinggal yang tidak seimbang.