cover
Contact Name
Robby Irsan
Contact Email
robbyirsan@teknik.untan.ac.id
Phone
+6282149492595
Journal Mail Official
robbyirsan@teknik.untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. H Jl. Profesor Dokter H. Hadari Nawawi, Bansir Laut, Kec. Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah
ISSN : -     EISSN : 26222884     DOI : https://doi.org/10.26418/jtllb
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah (ISSN: 2622-2884) is a scientific journal published by Environmental Engineering Study Program, Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Indonesia. The journal was purposed as a medium for disseminating research results in the form of full research article, short communication, and review article on aspects of environmental sciences. Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah is registered on the ISSN starting from Vol. 6, No. 2, July 2018. Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah accepts articles in Bahasa Indonesia or English by covering several topics of environmental studies including clean water supply, wastewater distribution, and treatment, drainage and treatment of liquid waste, solid waste treatment (solid waste), air pollution control, management of industrial and B3 discharges, environmental management (impact analysis), environmental conservation, water and soil pollution control, environmental health and sanitation, occupational safety and health, pollution control in wetlands. Since 2023, The journal periodically publishes four issues in a year in January, April, July, and October.
Articles 486 Documents
APLIKASI BIOSURFAKTAN Bacillus subtilis ATCC 19659 DENGAN MEDIA PRODUKSI LIMBAH TAHU UNTUK ENHACED OIL RECOVERY Rizqy Fachria
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 9, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v9i2.48221

Abstract

Biosurfactant as secondary metabolit produced by Bacillus subtilis. It has the ability to emulsify and reduce the surface tension. Biosurfactants produced by B. subtilis is a lipopeptide. Furthermore, biosurfactant can be utilized in microbial enhanced oil recovery (MEOR). In this research, biosurfactant of B. subtilis ATCC 19 659 were evaluated. The production use Nutrient Broth (NB) and soybean liquid waste. Application of biosurfactant in oil recovery showed that biosurfactant of NB recover 2 mL crude oil and biosurfactant of soybean liquid waste medium recover 3.67 mL.
EVALUASI TPA RASAU JAYA KABUPATEN KUBU RAYA Natalia Siska; Yulisa Fitrianingsih; Laili Fitria
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 4, No 1 (2016): Jurnal 2016
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v4i1.13999

Abstract

 ABSTRAKEvaluasi terhadap pengelolaan sampah dibutuhkan sebagai masukan mengenai hal-hal yang perlu diperbaiki agar terlaksana pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan. Hal ini menjadi semakin penting untuk direalisasikan karena adanya UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Kegiatan pembuangan sampah akhir di suatu lahan TPA pada umumnya mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan. Agar kualitas lingkungan tetap terjaga dan dampak yang timbul dapat diminimalisir, maka lahan TPA harus berada di lokasi yang tepat kemudian dirancang, dibangun, serta dioperasikan sesuai fungsinya. Permasalahan muncul sebagai akibat dari ketersediaan lahan yang terbatas dan kondisi lingkungan yang tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia tentang pemilihan lokasi TPA. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis lokasi TPA Rasau Jaya berdasarkan SK SNI 03-3241-1994 serta mengevaluasi kelayakan lokasi TPA Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa kapasitas lahan TPA dapat menampung jumlah timbunan sampah Kabupaten Kubu Raya dari daerah terlayani (4 kecamatan dari 9 kecamatan) dalam kurun waktu 9 tahun kedepan terhitung mulai dari tahun 2015 hingga 2023 dengan tingkat pelayanan eksisting 30 % tanpa ada penambahan tingkat pelayanan hingga 2023, dan dapat menampung sampah 5 tahun ke depan dengan asumsi tingkat pelayanan 50% sesuai dengan Memorandum Program Sanitasi Kabupaten Kubu Raya. Evaluasi kelayakan lokasi TPA Rasau Jaya yang mengacu pada SK SNI 03-3241-1994 adalah layak dipertimbangkan.Kata Kunci :Sampah, Kelayakan TPA, SK SNI 03-3241-1994
Kajian Penggunaan Metode IP, STORET, dan CCME WQI dalam Menentukan Status Mutu Sungai Cikapayang, Jawa Barat Mirzal Yacub; Wisnu Prayogo; Laili Fitria; Afifah Yusrina; Fairuza Marhamah; Hafiz Achmad Fauzan
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 10, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v10i1.53296

Abstract

 The calculation of the water quality index was developed as an approach to minimize the amount of data and simplify the evaluation of the quality status criteria of a water body so that it is easier to understand the quality in general. This study aims to determine the water quality status of the Cikapayang River which is compared with 3 methods, namely IP, STORET, and CCME WQI using physical and chemical parameters as weights. Based on the research that has been done compared to IP and STORET, the CCME WQI method is the best method that can describe the water quality of the Cikapayang River because it considers the number of parameters below the quality standard, the number of sampling results below the quality standard, and the extent to which the measurement results differ from the quality standard. each measurement result. The results of the CCME WQI analysis show that the Cikapayang River can no longer be used according to its designation because both in the dry and rainy seasons, the quality status shows a poor status. It is recommended to the relevant agencies as managers to take several strategic options in addressing this problem, either the provision of an WWTP unit or onsite treatment to reduce the pollutant load on the water flow. The final alternative solution is to make the designation of the Cikapayang River suitable for Class III or Class IV. Keywords: Quality status, IP, STORET, CCME WQI, Cikapayang River  Abstrak Perhitungan indeks kualitas air dikembangkan sebagai pendekatan untuk meminimalkan jumlah data dan menyederhanakan evaluasi kriteria status mutu suatu badan air supaya lebih mudah dipahami tentang kualitas secara general. Penelitian ini bertujuan mengetahui status mutu air Sungai Cikapayang yang dibandingkan dengan 3 metode, yaitu IP, STORET, dan CCME WQI menggunakan parameter fisik dan kimia sebagai pembobotan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dibandingkan IP dan STORET, metode CCME WQI merupakan metode terbaik yang dapat menggambarkan kualitas air Sungai Cikapayang karena mempertimbangkan jumlah parameter di bawah baku mutu, jumlah hasil sampling di bawah baku mutu, dan sejauh mana perbedaan hasil pengukuran dengan baku mutu dari setiap hasil pengukuran. Hasil analisis CCME WQI diketahui bahwa Sungai Cikapayang sudah tidak dapat digunakan sesuai peruntukannya karena baik di musim kemarau maupun penghujan, status mutu sama-sama menunjukan status buruk. Disarankan kepada dinas terkait sebagai pengeola untuk mengambil beberapa pilihan strategi dalam menyikapi masalah ini baik penyediaan unit IPAL atau pengolahan onsite untuk mengurangi beban pencemar pada aliran air. Solusi alternatif akhir adalah menjadikan peruntukan Sungai Cikapayang sesuai peruntukan pada Kelas III atau Kelas IV. Kata Kunci: Status mutu, IP, STORET, CCME WQI, Sungai Cikapayang
Redesain Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan Penambahan Unit Biodigester Skala Komunal Kapasitas 5 m3 Muhammad Qarinur; Wisnu Prayogo; Tri Rahayu; Laili Fitria
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 10, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v10i1.53312

Abstract

IPAL as a wastewater treatment facility from MCK activities in Sindangsari Village has been managed by KSM Amanah since 2013 and is still operating today. This WWTP accepts domestic waste input of 14,656 m3/day from 50 house connections and communal toilets with a total of 200-230 users per day. The management unit in the WWTP uses the DEWATS system which is equipped with a settler, biodigester, and ABR as a multilevel sedimentation and filtration tank. Communal MCK consists of 5 bathrooms and 1 operational room which is still functioning today. The condition of ABR is already filled with mud and there is a lot of garbage in it, so this condition can reduce the effectiveness of the existing WWTPs. For this reason, the domestic liquid waste produced must go through several processing stages so that the content of domestic liquid waste that will be disposed of to the environment is safe or can even be reused and as much as possible provides additional benefits in the form of biogas. The purpose of this study is to evaluate the domestic WWTP used and compare it with the domestic wastewater quality standards listed in the Minister of Environment and Forestry Regulation No. 68 of 2016. In addition, to maintain the MCK facilities that have been built, it is necessary to provide SOP guidance for both users and managers. Keywords: WWTP; DEWATS; domestic waste Abstrak IPAL sebagai fasilitas pengolahan air limbah dari aktivitas MCK di Kelurahan Sindangsari dikelola oleh KSM Amanah sejak tahun 2013 dan masih beroperasi sampai saat ini. IPAL ini menerima masukan limbah domestik sebesar 14,656  m3/hari dari 50 sambungan rumah dan MCK Komunal dengan total pengguna sebanyak 200-230 orang per hari. Unit pengelolaan yang terdapat pada IPAL menggunakan sistem DEWATS yang dilengkapi bak settler (pengendap), biodigester, dan ABR sebagai bak pengendapan bertingkat dan penyaringan. MCK Komunal terdiri dari 5 kamar mandi dan 1 ruang operasional yang masih berfungsi sampai saat ini. Kondisi ABR sudah dipenuhi lumpur dan terdapat banyak sampah di dalamnya sehingga kondisi ini dapat mengurangi efektivitas IPAL yang sudah ada. Untuk itu, limbah cair domestik yang dihasilkan harus melalui beberapa tahapan pengolahan agar kandungan limbah cair domestik yang akan dibuang ke lingkungan aman atau bahkan dapat dimanfaatkan kembali serta sebisa mungkin memberikan manfaat tambahan berupa biogas. Tujuan dari penelitian ini sehingga untuk mengevaluasi IPAL domestik yang digunakan dan dibandingkan dengan baku mutu air limbah domestik yang tercantum pada Permen LHK No. 68 tahun 2016. Selain itu, untuk menjaga fasilitas MCK yang sudah dibangun, perlu diberikan pengarahan SOP baik bagi pengguna dan juga pengelola. Kata Kunci: IPAL, DEWATS, limbah domestik, biogas.
ANALISIS KONSENTRASI KARBON MONOKSIDA (CO) PADA RUANG PARKIR AYANI MEGA MALL KOTA PONTIANAK Syarifah Apriyanti N.H
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 5, No 1 (2017): JURNAL 2017
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v5i1.18271

Abstract

ABSTRAK Karbon monoksida (CO) merupakan salah satu gas hasil pembakaran tidak sempurna kendaraan bermotor yang dapat mencemari udara dan mengganggu kesehatan manusia. Potensi gas karbon  monoksida yang menjadi pencemar di dalam ruangan akibat minimnya sirkulasi udara, maka dilakukan suatu studi untuk mengetahui nilai konsentrasi gas CO pada ruang parker berdasarkan perbedaan interval waktu, juga untuk mengetahui hubungan korelatif jumlah kendaraan terhadap konsentrasi CO, dan untuk mengetahui hubungan komparatif konsentrasi CO di tempat terbuka dan tempat tertutup. Penelitian dilakukan di Ayani Mega Mall Kota Pontianak dengan 4 titik ukur yaitu Titik 1 dan Titik 2 di lantai dasar, serta Titik 3 dan Titik 4 di lantai atap. Pada tiap titik diukur nilai CO menggunakan CO Meter selama 1 jam untuk interval waktu pagi, siang, sore, dan malam. Dihitung pula jumlah kendaraan pada waktu tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, nilai konsentrasi CO pada parkir dalam gedung Ayani Mega Mall Pontianak mengalami nilai tertinggi di Titik 1 pada kondisi siang hari untuk hari libur, yaitu dengan angka 12,92 ppm, sedangkan untuk hari kerja nilai tertinggi di Titik 1 pada kondisi malam hari, yaitu dengan angka 9,58 ppm. Nilai tersebut masih di bawah nilai ambang batas (25 ppm) berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi nomor 13 tahun 2011. Selanjutnya hubungan antara jumlah kendaraan terhadap konsentrasi CO memiliki angka koefisien korelasi sebesar 0,703 untuk hari libur dan 0,798 untuk hari kerja, yang berarti memiliki hubungan yang berkorelasi kuat yaitu semakin banyak kendaraan maka nilai CO juga meningkat.Hubungan komparasi menggunakan uji Kruskall Wallis menghasilkan angka asymp sig sebesar 0,044 untuk hari libur dan sebesar 0,01 untuk hari kerja, yang mana kurang dari taraf signifikansi sebesar 0,05 dengan simpulan ada beda nilai karbon monoksida di tiap titik, di mana nilai konsentrasi karbon monoksida di tempat tertutup lebih besar daripada di tempat terbuka. Hal ini terjadi karena keterbatasan ruang di tempat tertutup sehingga gerakan udara terbatas, sedangkan di tempat terbuka karbon monoksida dapat langsung menyebar sehingga konsentrasi karbon monoksida lebih cenderung kecil. Kata kunci: kualitas udara, pencemaran udara dalam ruang, karbon monoksida(CO), ruang parkir, Ayani Megamall Pontianak
DAMPAK PEMBUANGAN LUMPUR PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KOTA PONTIANAK TERHADAP KUALITAS AIR SUNGAI KAPUAS Hasriana Fitri .
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 1, No 1 (2013): Jurnal 2013
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v1i1.1899

Abstract

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Pontianak merupakan perusahaan yang memproduksi airbersih. Dalam proses produksi air bersih tersebut menghasilkan limbah lumpur. Kandungan dalamlumpur tersebut terdeteksi mengandung aluminium akibat dari penggunaan aluminium sulfat/tawaspada proses pengolahan air bersih. Adanya kandungan logam aluminium di dalam lumpur ini tergolongsebagai limbah bahan berbahaya beracun sehingga diperkirakan dapat menimbulkan dampak. Untukitulah perlu dilakukan penelitian agar dapat diketahui seberapa besar konsentrasi aluminium yangteridentifikasi serta untuk mengetahui dampak yang akan ditimbulkan terhadap biota air jenisCrustacea dan kualitas air Sungai Kapuas dengan menggunakan metode analisis risiko lingkungan.Pengumpulan data dilakukan dengan pengambilan sampel pada titik sampel yang berada di dekatsumber pembuangan lumpur yaitu pada pembuangan lumpur itu sendiri, lokasi intake, lokasi lebarsungai dari intake dan lokasi lebar sungai dari intake. Sedangkan titik sampel ke arah hilir dan huludibagi menjadi empat lokasi, dengan jarak per 500 m sampai 2000 m dari sumber pembuanganlumpur. Pengambilan sampel ini mempertimbangkan kondisi arus pasang tertinggi dan surut terendah,karena Sungai Kapuas yang dijadikan lokasi pengambilan sampel dipengaruhi oleh kondisi arus pasangdan surut. Berdasarkan hasil analisis, perkiraan daya racun tertinggi terletak pada titik sumberbuangan lumpur yaitu sebesar 314,74 mg/l atau setara dengan 1.573 kali melebihi kadar maksimumyang diperbolehkan yaitu 0,2 mg/l. Konsentrasi aluminium yang berlebihan ini dapat berdampaknegatif bagi makhluk hidup dan menyebabkan pencemaran bagi kualitas air Sungai Kapuas di sekitarintake. Sedangkan untuk perkiraan risiko pada aliran pembuangan lumpur PDAM ke arah pertengahanSungai Kapuas tergolong berisiko tinggi terhadap biota air jenis Crustacea. Adanya perkiraan dayaracun dan perkiraan risiko yang tinggi ini maka diusulkan alternatif manajemen risiko untukmeminimalisasi konsentrasi aluminium pada buangan lumpur tersebut. Alternatif yang diusulkanadalah pihak PDAM membentuk bagian pengolahan lumpur sebagai bagian dari struktur organisasi dilingkungan PDAM yang bertugas mengolah pembuangan lumpur, menjadwalkan pembuangan lumpurdengan mempertimbangkan kondisi pasang dan surut Sungai Kapuas, serta memanfaatkan lumpurPDAM sebagai tawas cair dan bahan campuran pembuatan batako.Kata kunci: lumpur PDAM, aluminium sulfat, risiko lingkungan.
PENGOLAHAN LIMBAH KARET DENGAN FITOREMIDIASI MENGGUNAKAN TANAMAN Typha angustifolia Syarif Nashrullah
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 5, No 1 (2017): JURNAL 2017
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v5i1.18546

Abstract

ABSTRAK Limbah cair industri karet yang tidak diolah secara optimal dapat menjadi salah satu penyebab dari kerusakan lingkungan. Industri karet menghasilkan limbah cair dengan konsentrasi BOD5508,47 mg/l, COD 5009,5 mg/l dan TSS 806 mg/l. limbah tersebut telah melewati baku mutu. Menurut  Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 5 tahun 2014, batas maksimum zat pencemar industri karet adalah  BOD5 100 mg/l, COD 250 mg/l dan TSS 100 mg/l. Oleh karena itu diperlukan pengolahan yang relatif murah dan cukup efisien. Pengolahan dengan Fitoremediasi menggunakan tanaman Typha angustifolia efektif dalam menurunkan kadar limbah dan tidak memerlukan biaya yang besar. Pengolahan yang dilakukan adalah dengan menggunakan lahan basah buatan yang di tanami dengan tanaman Typha angustifolia.Pengolahan ini bertujuan untuk mereduksi kadar BOD, COD, TSS dan pH. Pengolahan ini dilakukan dengan cara mengalirkan limbah karet kedalam reaktor selama 15 hari, kemudian dilakukan pengujian pada hari ke-9, hari ke-12 dan hari ke-15. Hasil pengujian menunjukan pengolahan dengan Fitoremidiasi menggunakan tanaman Typha angustifolia mampu menurunkan kadar BOD mencapai 90,00%  dari 508,47 mg/L menjadi 53,32 mg/L. COD mencapai 90,15% dari  5009,5 mg/L menjadi  493,3 mg/L. TSS mencapai 94,42% dari 806 mg/L menjadi 45 mg/L. pH mengalami peningkatan dari nilai awal 5,4 menjadi 6,1. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa tanaman Typha angustifolia efektif dalam menurunkan kadar limbah karet. Kata Kunci : Limbah Karet, Fitoremidiasi, Typha angustifolia, BOD, COD, TSS, pH
EKSPLORASI TANAMAN FITOREMEDIATOR ALUMINIUM (Al) YANG DITUMBUHKAN PADA LIMBAH IPA PDAM TIRTA KHATULISTIWA KOTA PONTIANAK DERY DIAH SANTRIYANA
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 1, No 1 (2013): Jurnal 2013
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v1i1.3655

Abstract

Pembuangan limbah Instalasi Pengolahan Air Minum yang dilakukan secara terus-menerus ke badan air tanpa adanya upaya pengolahan terlebih dahulu dapat memicu menurunnya kualitas badan air. Limbah proses instalasi pengolahan air minum ini berpotensi sebagai pencemar karena banyaknya kandungan Aluminium (Al) dari limbah yang dibuang setiap harinya. Penelitian kajian pemanfaatan tumbuhan air sebagai pengendali limbah cair, dikenal dengan proses fitoremediasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas dari tanaman penyerap logam (Eceng gondok, Genjer dan Melati air) melalui proses fitoremediasi dalam menurunkan kandungan Al pada limbah instalasi pengolahan air minum PDAM Tirta Khatulistiwa Pontianak. Pengambilan sampel limbah dilakukan langsung pada pipa buangan IPAM PDAM Kota Pontianak, kemudian dilakukan pengukuran kandungan logam Al tahap awal (sebelum proses fitoremediasi). Selanjutnya dilakukan proses penanaman tanaman penyerap logam selama 70 hari dan kemudian dilakukan pengukuran kandungan Al tahap akhir untuk mengetahui efektivitas tanaman dalam menyerap logam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi Al pada limbah dari instalasi pengolahan air minum Kota Pontianak melebihi batas yaitu sebesar 314,74 mg/l. Tingkat efektivitas yang dihasilkan oleh masing-masing tanaman penyerap logam yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 96,46% untuk tanaman melati air, 80,21% untuk tanaman eceng gondok dan 94,65% untuk tanaman genjer. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tanaman melati air merupakan tanaman terbaik dalam menyerap logam Al pada limbah yang dihasilkan oleh instalasi pengolahan air minum PDAM Tirta Khatulistiwa Kota Pontianak.
IDENTIFIKASI KUALITAS AIR TANAH DANGKAL DI SEKITAR TPA SUNGAI RAYA Windry Cinde Septia
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 6, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v6i1.25317

Abstract

ABSTRAKSalah satu dampak yang dihasilkan dari aktivitas di TPA adalah air lindi. Lindi merupakan cairan yang dihasilkan dari dekomposisi sampah yang bercampur dengan air hujan. Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sungai Raya terletak di Desa Kuala Dua Kabupaten Kubu Raya. TPA Sungai Raya beroperasi dengan sistem open dumping. Open Dumping merupakan pengelolaan sampah dengan cara membiarkan sampah dan ditumpuk pada suatu lapangan terbuka Sistem ini dapat memberikan dampak terhadap lingkungan, salah satunya pencemaran air yang disebabkan oleh air lindi yang tidak terkelola dengan baik. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengidentifikasi kualitas air tanah di sekitar TPA dan untuk mengetahui pengaruh jarak TPA terhadap kualitas air di sekitar TPA Sungai Raya. Pengambilan sampel dilakukan pada 3 wilayah disekitar TPA yaitu wilayah A sebanyak 6 titik sampel, wilayah B sebanyak 6 titik sampel dan wilayah C sebanyak 6 titik sampel. Total titik sampel yang digunakan sebanyak 18 titik dengan masing-masing jarak 10 meter tiap antar titik. Metode yang digunakan yaitu melalui pendekatan observasi, analisis hasil laboratorium dan uji statistik dengan minitab (Uji Mann Whitney). Standar baku mutu air yang digunakan yaitu standar baku mutu air kelas II PP No.82 Tahun 2001 yang diperuntukkan untuk kegiatan MCK (Mandi,cuci,kakus). Hasil yang diperoleh menyatakan bahwa pada wilayah A nilai konsentrasi tertinggi berada pada titik A1 yang merupakan titik terdekat dengan tumpukkan sampah pada TPA yaitu dengan nilai konsentrasi COD, Pb Cd dan total coliform berturut-turut sebesar  718,7 mg/l; 0,03 mg/l; 0,04 mg/l; dan 4300 MPN/100ml, sedangkan nilai konsentrasi terendah berada pada titik A6 yang merupakan titik dengan jarak 50 meter dari titik A1 dengan nilai konsentrasi COD, Pb Cd dan total coliform berturut-turut sebesar  114,5 mg/l; 0,01 mg/l; 0,000 mg/l; dan 2850 MPN/100 ml. Pada wilayah B nilai kosentrasi tertinggi berada pada titik B1 yang merupakan titik terdekat dengan tumpukkan sampah pada TPA dengan nilai konsentrasi COD, Pb Cd dan total coliform berturut-turut sebesar  699,0 mg/l; 0,03 mg/l; 0,02 mg/l; dan 3750 MPN/100ml, sedangkan nilai konsentrasi terendah berada pada titik B6 yang merupakan titik dengan jarak 50 meter dari titik B1 dengan nilai konsentrasi COD, Pb Cd dan total coliform berturut-turut sebesar  62,5 mg/l; 0,00 mg/l; 0,000 mg/l; dan 2650 MPN/100 ml. Wilayah C nilai kosentrasi tertinggi berada pada titik C1 yang merupakan titik terdekat dengan tumpukkan sampah pada TPA dengan nilai konsentrasi COD, Pb Cd dan total coliform berturut-turut sebesar  700,3 mg/l; 0,03 mg/l; 0,03 mg/l; dan 4950 MPN/100ml, sedangkan nilai konsentrasi terendah berada pada titik C6 yang merupakan titik dengan jarak 50 meter dari titik C1 dengan nilai konsentrasi COD, Pb Cd dan total coliform berturut-turut sebesar  125,2 mg/l; 0,01 mg/l; 0,000 mg/l; dan 3800 MPN/100 ml. Nilai konsentrasi rata-rata COD dan total coliform pada tiap titik berada di atas baku mutu air kelas II PP No.82 Tahun 2001, sedangkan nilai konsentrasi rata-rata Pb berada dibawah ambang batas baku mutu air kelas II PP No.82 Tahun 2001 dan nilai CD pada titik yang berada didalam TPA berada di atas ambang batas baku mutu air kelas II PP No.82 Tahun 2001, serta nilai Cd yang berada diluar TPA  bernilai dibawah ambang batas baku mutu air kelas II PP No.82 Tahun 2001. Hasil uji statistik Mann Whitney menunjukkan nilai signifikan > 0,05. Angka tersebut mengindikasikan bahwa terdapat perbedaan yang nyata (signifikan) antara jarak TPA terhadap kualitas air tanah dangkal di sekitar TPA Sungai Raya. Berdasarkan hasil analisis, terdapat pengaruh jarak TPA terhadap kualitas air tanah dangkal disekitar TPA Sungai Raya, yang ditunjukkan dengan semakin jauh dari TPA, nilai kualitas air tanah dangkal semakin membaik.Kata Kunci :Air Lindi, Kualitas air tanah dangkal, TPA
Perbandingan Jenis Media Kaldness terhadap Effisiensi Limbah Rumah Makan dengan Metode MBBR Aldiansyah Subagyo; Arifin arifin; Ulli kadaria
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 10, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v10i2.56415

Abstract

Limbah cair rumah makan mengandung bahan organik yang tinggi sehingga dapat menyebabkan meningkatnya kandungan pencemar di dalam badan air. Salah satu pengolahan yang dapat digunakan yaitu menggunakan metode Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR). Penelitian ini dilakukan dengan variasi media kaldness K1, K3 dan K5 sebanyak 20% dari limbah yang diolah dan diberikan aerasi selama 8 jam. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui kualitas air limbah sebelum dan sesudah pengolahan, serta perbandingan effisiensi pengolahan terhadap parameter TSS dan Amoniak. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, Kaldness K1 mampu menurunkan parameter TSS sebesar 95,53% dan Amoniak dari 0,14 mg/l menjadi 2,74 mg/l. Kaldness K3 mampu menurunkan parameter TSS sebesar 97,51% dan Amoniak dari 0,14 mg/l menjadi 1,4 mg/. Kaldness K5 mampu menurunkan parameter TSS sebesar 98,08% dan Amoniak dari 0,14 mg/l menjadi 2,27 mg/l.