cover
Contact Name
Robby Irsan
Contact Email
robbyirsan@teknik.untan.ac.id
Phone
+6282149492595
Journal Mail Official
robbyirsan@teknik.untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. H Jl. Profesor Dokter H. Hadari Nawawi, Bansir Laut, Kec. Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah
ISSN : -     EISSN : 26222884     DOI : https://doi.org/10.26418/jtllb
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah (ISSN: 2622-2884) is a scientific journal published by Environmental Engineering Study Program, Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Indonesia. The journal was purposed as a medium for disseminating research results in the form of full research article, short communication, and review article on aspects of environmental sciences. Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah is registered on the ISSN starting from Vol. 6, No. 2, July 2018. Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah accepts articles in Bahasa Indonesia or English by covering several topics of environmental studies including clean water supply, wastewater distribution, and treatment, drainage and treatment of liquid waste, solid waste treatment (solid waste), air pollution control, management of industrial and B3 discharges, environmental management (impact analysis), environmental conservation, water and soil pollution control, environmental health and sanitation, occupational safety and health, pollution control in wetlands. Since 2023, The journal periodically publishes four issues in a year in January, April, July, and October.
Articles 486 Documents
PENGGUNAAN TAWAS CAIR RECOVERY DARI LIMBAH PADAT LUMPUR PDAM KOTA PONTIANAK SEBAGAI KOAGULAN UNTUK PENGOLAHAN AIR BERSIH MEITY MOERDIYANTI
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 2, No 1 (2014): Jurnal 2014
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v2i1.5850

Abstract

ABSTRAK Limbah padat lumpur (LPL) PDAM dari proses koagulasi yang belum diolah atau dimanfaatkan hingga saat ini langsung dibuang ke Sungai Kapuas dan berpotensi mencemari air sungai. Studi terhadap pemanfaatan kembali aluminium pada LPL PDAM Kota Pontianak sebagai koagulan dilakukan untuk mengolah limbah sehingga dapat digunakan kembali dalam bentuk tawas cair, menentukan kondisi terbaik dan dapat menentukan biaya yang diperlukan untuk recovery dan aplikasinya. Recovery aluminium meliputi pengeringan dan kalsinasi lumpur, pengambilan kembali aluminium dengan metode asidifikasi menggunakan H2SO4 konsentrasi 10 M. Berat kering LPL PDAM yang digunakan sebesar 2 gram, kecepatan aduk 40 rpm selama 120 menit dan pengendapan selama 60 menit. Konsentrasi aluminium yang didapatkan dari tawas cair recovery sebesar 646, 13 ppm atau setara dengan 161,53 mg. Tawas cair recovery diaplikasikan pada proses koagulasi-flokulasi terhadap air baku untuk melihat efektifitas kerja tawas cair. Kondisi terbaik untuk tawas cair yaitu pada dosis 12 mg, kecepatan aduk cepat 160 rpm dan kecepatan aduk lambat 20 rpm dengan persen penyisihan kekeruhan sebesar 99,26%. Biaya yang diperlukan untuk proses recovery dan aplikasi pada tawas cair sebesar Rp 1.188/L. Kata kunci: recovery, tawas cair, koagulasi
Coco Fiber Sebagai Filter Limbah Cair Rumah Makan Cepat Saji Kiki Prio Utomo; Ochih Saziati; Suci Pramadita
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 6, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v6i2.31881

Abstract

Perkembangan usaha rumah makan cepat saji di Kota Pontianak berdampak pada menurunnya kualitas perairan. Penyebabnya adalah pembuangan limbah cair ke badan air tanpa pengolahan terlebih dahulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah limbah cair rumah makan cepat saji menggunakan metode filtrasi berbahan dasar coco fiber. Coco fiber dikarakterisasi menggunakan metode SEM dan FTIR. Spektra FTIR coco fiber menunjukkan puncak serapan pada bilangan gelombang 3159-3576 cm-1 yang dimiliki oleh gugus fungsi –OH. Dua puncak yang juga menonjol di daerah bilangan gelombang 2800-2924 cm-1diduga adalah regang C–H alifatik dari kelompok metil dan metilen dari lignin serbuk coco fiber. Penelitian dilakukan dengan membuat purwarupa alat pengolah limbah cair berskala laboratorium dengan 2 unit filter yaitu coco fiber dan kombinasi arang aktif-pasir-coco fiber-kerikil. Pengujian dilakukan dengan metode pre-test dan post-test yaitu pengukuran parameter seperti pH, BOD dan TSS sebelum dan sesudah pengolahan untuk mengetahui efektivitas pengolahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah cair setelah melalui unit filtrasi mengalami peningkatan pH dari 6,1 menjadi 6,4 untuk sistem coco fiber dan 7,8 untuk  sistem kombinasi arang aktif-pasir-coco fiber-kerikil. Filtrasi menggunakan sistem coco fiber menghasilkan pengurangan BOD 98,58% dan TSS 83,51%. Sedangkan filtrasi menggunakan sistem kombinasi arang aktif-pasir-coco fiber-kerikil menghasilkan pengurangan BOD 78,33% dan TSS 81,19%. 
ANALISIS POTENSI EROSI PADA PENGGUNAAN LAHAN DAERAH ALIRAN SUNGAI SEDAU DI KECAMATAN SINGKAWANG SELATAN Janixon Sinaga
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 2, No 1 (2014): Jurnal 2014
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v2i1.7306

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuanuntuk menganalisa tingkat potensi erosi akibat perubahan tata guna lahan yang terjadi di daerah aliran Sungai Sedau Kecamatan Singkawang Selatan dan mengetahui pengaruh terjadinya erosi terhadap kualitas air Sungai Sedau serta memberikan rekomendasi upaya konservasi lahan potensial erosi. Metode analisis potensi erosi menggunakan metode USLE berbasis Sistem Informasi Geografis (ArcMap) dan untuk menganalisis kualitas air digunakan metode grab sampling (sampel sesaat) dan pemeriksaan di laboratorium dengan parameter yang diukur yakni Kekeruhan dan TSS.Hasil analisa perhitungan menunjukkan, laju potensi erosi di DAS Sedau dalam jumlah yang besar terjadi pada tahun 2010 dengan nilai erosivitas hujan sebesar 3489,94 ton.m/ha/cm hujan, mengakibatkanluas lahan yang masuk dalam kriteria kelas bahaya erosi berat dan sangat berat sebesar 4303,09 ha. Laju potensi erosi di DAS Sedau dalam jumlah yang kecil terjadi pada tahun 2011 dengan nilai erosivitas hujan hanya sebesar 535,71 ton.m/ha/cm hujan mengakibatkan luas lahan yang masuk dalam kriteria kelas bahaya erosi berat dan sangat berat hanya sebesar 271,95 ha. Untuk hasil pemeriksaan kualitas air, diketahui parameter kekeruhan pada dua sampel air uji melebihi standar baku mutu air bersih menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor : 416/MENKES/PER/IX/1990,yang mana kandungan kekeruhan pada dua sampel air uji yakni T1 =26,6 mg/l dan T2=25,1 mg/l. Berdasarkan hasil identifikasi lahan potensial erosi diketahui bahwa pertanian lahan kering, permukiman dan kawasan wisata merupakan penyumbang terbesar potensi erosi. Adapun rekomendasi upaya konservasi lahan yang dapat dilakukan pada lahan potensial erosi tersebut yakni dengan melakukan tidakan konservasi tanah secara vegetative dan mekanik. Kata kunci : Erosi di DAS Sedau, USLE, Sistem Informasi Geografis, Upaya Konservasi
PENGARUH PENGGUNAAN PUPUK DI LAHAN PERTANIAN TERHADAP KUALITAS AIR PADA SALURAN TERSIER DI KAWASAN RASAU JAYA III Lila Bila Renica
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 3, No 1 (2015): JURNAL 2015
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v3i1.9386

Abstract

ABSTRAK Salah satu aktivitas yang dapat menyebabkan turunnya kualitas air permukaan adalah aktivitas pertanian. Lahan pertanian yang masih aktif digunakan oleh masyarakat salah satunya terdapat di Kabupaten Kubu Raya Kecamatan Rasau Jaya III. Daerah ini merupakan wilayah yang sebagian besar adalah lahan pertanian dan perkebunan sehingga dalam penggunaan pupuk sangatlah diperhatikan. Salah satu jenis pupuk yang banyak digunakan pada sektor pertanian adalah jenis pupuk NPK (Nitrogen-Fosfor-Kalium). Seperti di daerah Rasau Jaya III, sebagian besar petani menggunakan jenis pupuk ini untuk menyuburkan lahan pertanian mereka khususnya tanaman padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kualitas air permukaan dan pengaruh jarak pengambilan sampel terhadap konsentrasi pupuk ditinjau dari parameter Nitrat Phosfat dan Kalium pada saluran tersier kawasan Rasau Jaya III. Sumber pupuk pada penelitian ini hanya berasal dari satu petak sawah saja, hal ini dikarenakan tidak tersedianya pupuk NPK untuk petani seperti periode tanam sebelumnya. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah grab sampling. Sampel diambil pada 10 titik sebelum dan setelah pemupukan di saluran tersier kawasan Rasau Jaya III. Pengambilan sampel setelah pemupukan dilakukan pada kondisi air yang sedang surut dan intensitas curah hujan yang rendah. Hasil analisis pada ketiga parameter nitrat, phosfat dan kalium baik sebelum ataupun setelah pemupukan masih berada dibawah ambang batas baku mutu menurut PP RI No 82 Tahun 2001 dimana untuk parameter nitrat ambang batas baku mutu kelas IV adalah 20 mg/l. Untuk parameter phosfat baku mutu kelas IV adalah 5 mg/l. Parameter kalium tidak terdapat pada standar baku mutu menurut PP RI No 82 Tahun 2001. Nilai korelasi nitrat sebelum pemupukan adalah -0,11 dan setelah pemupukan adalah -0,52, kedua nilai tersebut dikategorikan  tidak ada korelasi, karena nilai tersebut cenderung mendekati nilai 0. Untuk nilai korelasi phosfat sebelum pemupukan adalah -0,05 dan phosfat setelah pemupukan adalah -0,12. Kedua nilai tersebut juga dikategorikan tidak ada korelasi. Untuk parameter kalium nilai korelasi (r) nya tidak dapat dihitung karena nilai konsentrasi yang sama disetiap titik pengambilan sampelnya. Tidak adanya korelasi antara jarak pengambilan sampel terhadap konsentrasi yang didapat dikarenakan beberapa faktor yang mempengaruhi penelitian pada saat pengambilan sampel seperti sumber pupuk yang berasal hanya dari satu petak sawah saja dan juga intensitasi curah hujan yang cukup rendah.   Kata kunci : lahan pertanian, pupuk NPK, saluran tersier, kualitas air.  
Perancangan Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R di Kelurahan Sungai Jawi Dalam Kota Pontianak Siti Marsyah Putri Lestari; Laili Fitria; Hendri Sutrisno
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 9, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v9i2.47646

Abstract

Abstract In the implementation of the construction of the recycling area, several stages are needed, one of which is the phase of selecting a suitable location for the construction of the recycling area. This study aims to analyze the potential sites for the construction of recycling area using the participatory selection (selotif) method then after determining the appropriate locations, the design of the recycling area includes reception and sorting areas, composting area and other supporting facilities. The method in carrying out research at the initial stage is to identify the location of the study area and perform population projections to determine waste generation for the next 20 years. The research location in Kelurahan Sungai Jawi Dalam then divides 2 zones of prospective locations to be scored using that method. From the results of population projections in 2021, the population of Kelurahan Sungai Jawi Dalam is 35,402 people with a loading rate of 2.68 liters/person/day so that the capacity of the waste generated is 94,877 liters/day. Then from the scoring of the indicator variable tape, zone A obtained a cumulative value of 1190 and zone B of 1030 so that the zone selected as the location for the construction of recycling area was zone A with the availability of land for development of 896 m2. It is planned that the recycling area will serve 400 family members, with the rate of waste generated then compared to the waste generation of Kelurahan Sungai Jawi Dalam in 2021, the presence of the recycling area which is planned to reduce 4.52% of the waste that goes to the landfill. Recycling area requirements are 166.75 m2 consisting of 5.0 m2 organic waste storage, 7.0 m2 sorting area, 36.75 m2 composting area, 24.0 m2 sifting area, and anorganic waste area. 9.0 m2 then supporting facilities such as warehouse 18.0 m2, office 18.0 m2 security, 3.0 m2 residual area 10.0 m2, garage 30 m2 and bathroom 6.0 m2.  Keywords: waste, selotif, recycling area Abstrak Dalam pelaksanaan pembangunan TPS 3R dibutuhkan tahapan pemilihan lokasi yang layak untuk pembangunan TPS 3R. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis calon lokasi TPS 3R dengan metode seleksi partisipatif (selotif), setelah ditentukan lokasi kemudian merancang area TPS 3R berupa area penerimaan dan pemilahan, area komposting dan fasilitas pendukung lainnya. Metode pelaksanaan penelitian pada tahap awal mengidentifikasi lokasi wilayah studi dan proyeksi penduduk untuk mengetahui timbulan sampah hingga 20 tahun mendatang kemudian untuk mendapatkan hasil skoring lokasi terpilih berdasarkan variabel dan indikator yang ditentukan dalam metode selotif dilakukan dengan observasi langsung, wawancara dan kuesioner. Lokasi penelitian di Kelurahan Sungai Jawi Dalam kemudian membagi 2 zona calon lokasi yang akan dilakukan skoring dengan metode selotif. Dari hasil proyeksi penduduk pada tahun 2021, jumlah penduduk Kelurahan Sungai Jawi Dalam sebanyak 35.402 jiwa dengan laju timbulan sampah 2,68 liter/org/hari sehingga kapasitas sampah yang dihasilkan adalah 94.877 liter/hari. Kemudian dari skoring variabel indikator selotif zona A memperoleh nilai komulatif sebesar 1190 dan zona B sebesar 1030 sehingga zona yang terpilih sebagai lokasi pembangunan TPS 3R adalah zona A dengan ketersediaan lahan untuk pembangunan sebesar 896 m2. Direncanakan TPS 3R akan melayani 400KK, dengan laju timbulan sampah yang dihasilkan kemudian dibandingkan dengan timbulan sampah Kelurahan Sungai Jawi Dalam pada tahun 2021, kehadiran TPS 3R yang direncanakan dapat mengurangi 4,52% sampah yang masuk ke TPA. Kebutuhan lahan TPS 3R untuk melayani jumlah KK yang direncanakan sebesar 166,75 m2 terdiri dari penampungan sampah organik 5,0 m2, area pencacah 7,0 m2, area pengomposan 36,75 m2, area pengayakan 24,0 m2, dan area sampah anorganik 9,0 m2 kemudian sarana pendukung seperti gudang 18,0 m2, kantor 18,0 m2 pos jaga 3,0 m2 area residu 10,0 m2, garasi gerobak motor 30 m2 dan kamar mandi / WC 6,0 m2.  Kata kunci : sampah, selotif, TPS 3R
ANALISIS ASPEK TEKNIS OPERASIONAL PENGELOLAAN SAMPAH DI RSUD ADE MOEHAMMAD DJOEN KOTA SINTANG Aditya Resnu Pradipta
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 3, No 1 (2015): JURNAL 2015
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v3i1.13219

Abstract

ABSTRAK Permasalahan yang timbul di RSUD Ade M. Djoen Sintang yaitu ketersediaan sarana dan prasarana yang masih kurang dan penanganan pengelolaan sampah yang masih belum berjalan dengan baik. Terkendala pada operasional pengolahan sampah mengakibatkan penumpukan sampah medis maupun nonmedis di RSUD Ade M. Djoen Sintang, yang seharusnya dikelola dan di lakukan pengolahan setiap harinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk identifikasi dan menganalisa pengelolaan persampahan terutama aspek teknis operasional, memberikan rekomendasi terhadap pengelolaan persampahan. Pengambilan data primer dilakukan dengan cara sampling timbulan dan menentukan komposisi sampah. Sampling dilakukan dengan metode SNI 19-3964-1994. Ketersediaan wadah yang ada sebanyak 25 wadah sampah medis dan 25 wadah sampah nonmedis, total wadah sebanyak 50 wadah sampah. Dengan kondisi demikian perlu dilakukan penambahan wadah sampah dikarenakan wadah yang tersedia masih belum cukup untuk menampung sampah yang dihasilkan dari aktifitas kesehariannya di rumah sakit tersebut. Penambahan wadah sesuai perhitungan selama pengamatan berlangsung dengan kondisi tempat tidur pasien tidak penuh diperlukan sebanyak 13 wadah sampah medis dan 13 wadah sampah nonmedis. Dibandingkan dengan standar WHO, rata-rata rumah sakit menghasilkan sampah sebanyak 3,2 kg/bed/hari, dengan menggunakan kapasitas wadah medis dan nonmedis sebesar 60 liter , rumah sakit Ade M. Djoen memerlukan wadah sampah  sebanyak 176 wadah sampah medis dan 176 wadah sampah nonmedis dalam kondisi tempat tidur pasien terisi penuh. Untuk pengangkutan sampah nonmedis menggunakan troli dengan kapasitas 1,5 m³, sedangkan sampah medis diangkut secara manual. Rekomendasi diantaranya menambah fasilitas pendukung diantaranya troli pengangkut sampah, wadah sampah dan memberi penamaan/label pada masing-masing wadah sampah, memperhatikan pelaksanaan pengelolaan sampah dan memberi pelatihan dan pengetahuan lebih tentang pengelolaan sampah rumah sakit sesuai regulasi yang berkaitan diantaranya Permenkes R.I Nomor 1204/Menkes/SK/X/2004 tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit, Peraturan Pemerintah R.I no.18 Tahun 1999 tentang pengelolaan limbah B3.   Kata kunci : Pengelolaan sampah rumah sakit, Teknis operasional pengelolaan sampah, Sampah medis dan nonmedis.
Uji Toksisitas Akut LC50 Limbah Cair Industri Karet PT. X Terhadap Daphnia Magna Dengan Metode Batch Suci Pramadita
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 10, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v10i1.51588

Abstract

Indonesia is the second largest rubber producer in the world. In rubber production, it produces wastewater that has organic content as well as several high pollutant parameters. Along with the increase in rubber production, the wastewater that will be produced also increases. Wastewater that has a high organic content when directly discharged into water bodies can have a negative impact on the environment and the ecosystem in it. To determine the potential negative impact on the environment and biota, a toxicity test can be used. Acute toxicity test is used to determine the toxicity of rubber wastewater whether it contains toxic compounds that can cause death of test animals in a certain concentration variation stated in LC50. In this study using freshwater test animals in the form of daphnia magna, daphnia magna is an organism that is sensitive to environmental changes so that it can be determined the concentration of wastewater that can cause toxic effects. The research is an experimental study on a laboratory scale. The research was conducted with a preliminary test and a basic test. LC50 analysis was assessed by the probit method. From the calculation of the probit method, the LC50 value is 67.88% and the TUA (Toxicity Unit Area) value is 1.47, which means that rubber wastewater is very toxic.
POLA SEBARAN AIR LINDI DI TPA BATU LAYANG PONTIANAK DENGAN METODE GEOLISTRIK WENNER-SCHLUMBERGER Eza Rizky Apriasti
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 4, No 1 (2016): Jurnal 2016
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v4i1.15437

Abstract

ABSTRAK TPA Batu Layang merupakan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah di Pontianak yang menggunakan sistem open dumping. Lindi yang dihasilkan dari penumpukan sampah di sel TPA berpotensi mencemari lingkungan dan air tanah di areal TPA. Untuk itu perlu dilakukan penelitian di TPA Batu Layang dengan tujuan untuk mengetahui daerah sebaran air lindi. Pendugaan sebaran air lindi di bawah permukaan tanah dilakukan dengan metode geolistrik tahanan jenis konfigurasi Wenner-Schlumberger dengan menggunakan nilai dugaan resistivitas lindi dibawah 10 ohm.m Penelitian ini menggunakan 4 lintasan, lintasan 1 berada pada sel TPA Batu layang yang sudah tidak aktif lagi. Lintasan ini digunakan sebagai kontrol. Lintasan lainnya berada diwilayah selatan TPA Batu Layang. Pemilihan wilayah selatan ini dikarenakan wilayah ini dekat dengan pemukiman penduduk. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya dugaan lindi dimasing-masing lintasan dengan nilai RMSE diatas 10%, nilai ini tidak dapat mewakili kondisi sebenarnya di lapangan. Pada Lintasan 1 nilai RMSE sebesar 33,9%, dugaan lindi berada pada jarak 4,5 - 37,5 m dengan kedalaman 4,06 m. Lintasan 2, nilai RMSE 38,6% dengan  dugaan lindi terdapat pada jarak 6 – 10,5 m dengan kedalaman mencapai 2,74 m. Dugaan lindi pada lintasan 3 terdapat pada pada jarak 5,25 - 37,5 m dengan kedalaman sebaran dugaan lindi mencapai 5,9 m dan nilai RMSE 35,2 %.  Lintasan 4  dugaan lindi berada pada jarak 9 – 36 m dengan kedalaman 4,06 m dan nilai RMSE 41,5 %. Dugaan lindi mengalir ke arah selatan dan sebarannya mencapai ke pemukiman penduduk sejauh 156 m dari TPA Batu Layang.   Kata Kunci : Geolistrik Resistivitas, Konfigurasi Wenner-Schlumberger, TPA Batu Layang
Model Wanamina (Silvofishery) Sebagai Optimalisasi Pasca Rehabilitasi Kawasan Mangrove di Pesisir Dusun Benteng Kabupaten Mempawah Yosafat Pangarevo
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 5, No 1 (2017): JURNAL 2017
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v5i1.18395

Abstract

ABSTRAKPemanfaatan dan pelestarian kawasan hutan mangrove dilakukan dalam upaya mendukung pengembangan wilayah pesisir Kabupaten Mempawah. Luas ekosistem mangrove di Kabupaten Mempawah adalah sebesar 1.521,39 ha. Untuk menghindari eksploitasi mangrove di daerah tersebut sekaligus mencegah terjadinya abrasi kembali maka perlu dilakukan pengelolaan ekosistem mangrove di daerah Dusun Benteng. Satu diantara teknik pengelolaan mangrove adalah sistem wanamina (Silvofishery). Penelitian ini bertujuan untuk menyusun model perencanaan pengelolaan hutan mangrove dengan Silvofishery di Dusun Benteng Kabupaten Mempawah secara optimal dalam upaya mendukung pengembangan wilayah pesisir Kabupaten Mempawah. Metode pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan metode luas wilayah menggunakan ARC GIS dan metode pengambian sampel air menggunakan grab sampling. Pemeriksaan sampel air dilakukan pada 3 titik pengambilan pada perencanaan tambak wanamina dengan parameter pH, suhu dan salinitas. Hasil uji untuk pengukuran pH dan salinitas air permukaan dari masing-masing titik sampel telah memenuhi standar baku mutu yang telah ditetapkan oleh KEPMEN Kelautan dan Perikanan Nomor 28 Tahun 2004 tentang Pedoman Umum Budidaya Udang di Tambak dan hasil uji suhu air permukaan dari masing-masing titik sampel telah memenuhi standar baku mutu yang telah ditetapkan oleh WWF-Indonesia (2014). Luas areal lahan pembangunan tambak Silvofishery sebesar 15 ha, jarak antara garis pantai surut tertinggi dengan lokasi tambak adalah 100 m. Lahan ini dibagi menjadi 4 tambak dengan luasan masing–masing 0,63 ha dan memiliki 2 buah kolam tandon dengan luasan masing–masing 0,25 ha. Rencana pengelolaan tambak Silvofishery dilakukan oleh masyarakat sekitar Dusun Benteng, pembentukan kelompok masyarakat pengelola tambak bertujuan untuk memberdayakan masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan dan bagi nelayan musiman. Manfaat lainnya dari pembentukan kelompok masyarakat pengelola tambak ialah menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga ekosistem mangrove di wilayah tersebut.Kata Kunci : mangrove, wanamina, Dusun Benteng
Pengolahan Limbah Cair Domestik untuk Penggunaan Ulang (Water Reuse) Yunita Mulyana, Rizki Purnaini, Berlian .
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 1, No 1 (2013): Jurnal 2013
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v1i1.1990

Abstract

Pengolahan limbah cair domestik akan menghasilkan dua keuntungan, yakni mengatasi masalah pencemaranlingkungan, sekaligus mempromosikan penggunaan limbah cair dari rumah tangga sebagai sumber daya air bersihyang baru bagi masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan suatu sistem pengolahan limbah cairberskala laboratorium yang dapat digunakan untuk mengolah limbah cair domestik dan menghasilkan efluen yangdapat memenuhi persyaratan baku mutu air yang layak untuk digunakan kembali. Sampel limbah cair dimasukkankedalam wadah ember plastik sebagai reaktor. Reaktor dibiarkan terbuka dan dilengkapi dengan aerator. Setelahitu limbah cair yang keluar (effluent) dari reaktor dialirkan menuju alat filtrasi atau penyaringan dan terakhirdialirkan menuju bak desinfeksi untuk membunuh atau mengurangi mikroorganisme patogen denganmenggunakan desinfeksi oleh sinar UV dari matahari. Perubahan kandungan COD, TSS dan Total Koliform limbahcair rumah tangga mengalami pengurangan setelah melalui proses pengolahan secara aerobik selama 3 haridilanjutkan dengan filtrasi dan desinfeksi dengan sinar UV, dimana kandungan COD awal limbah adalah 257,5 mg/Ldan setelah diolah adalah 21 mg/L., TSS awal limbah adalah 372,5 mg/L dan setelah diolah adalah 2 mg/L dankandungan Total Koliform awal limbah adalah 110x104MPN/100 ml dan setelah diolah adalah ? 1600 MPN/100 ml.Kata kunci: limbah cair domestik, aerobik, penggunaan ulang