cover
Contact Name
Muh Zainal
Contact Email
uak.172ob@gmail.com
Phone
+628114104990
Journal Mail Official
ojsbarugailmiah@gmail.com
Editorial Address
Jln. Sultan Alauaddin No. 105 Makassar Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Baruga, Jurnal Ilmiah BDK Makassar
ISSN : 19782233     EISSN : 28302524     DOI : -
The Baruga Journal of Makassar Religious Education and Training Center (p-ISSN 2620-5009, e-ISSN 2830-2524, is a six-month periodical journal published by the Makassar Religious Education and Training Center, under the Ministry of Religion of the Republic of Indonesia. This journal aims to disseminate the results of research/study on approaches, models, strategies, methods, media, learning innovations the development of teaching materials that improve the quality of training for technical education and religious personnel. Baruga was first published in print in 2013 which is published twice a year, in June and December. In 2021 this journal is published twice a year based on the Open Journal System (OJS).
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 2 (2019): September" : 8 Documents clear
PENGAWAS SEKOLAH PROFESIONAL: CIPTAKAN GURU BERKAPASITAS KNOWLEDGE PERSONS Eko Supraptono Supraptono
Baruga: Jurnal Ilmiah Vol. 9 No. 2 (2019): September
Publisher : BDK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.029 KB)

Abstract

The existence of the School Supervisor becomes very strategic when the School Supervisor can play his role significantly in accordance with his competencies. The competencies possessed by the School Supervisor if implemented in full will have implications for the growth of the spirit and the spirit of performance and will deliver School Supervisors to increase their professionalism. The teacher hopes that there will be recognition of his existence as a person of education and given the opportunity to realize his 'pedagogical autonomy' professionally. In realizing its pedagogical autonomy, Teacher hopes to get the opportunity to realize his personal and professional performance through creative self-empowerment. Therefore it is necessary to build a discourse and paradigm thinking that the teacher has autonomy in carrying out his duties. However, the autonomous Teacher context is more directed at self-building capacity and remains in the corridor of knowledge persons. Teacher is important, because one of the characteristics of the 21st century is marked by a century of knowledge. The existence of School supervisors is still needed by teachers in motivating and facilitating the activities of teachers so that teachers become professors and professionals. Eksistensi pengawas sekolah menjadi sangat strategis manakala pengawas sekolah tersebut dapat memainkan perannya secara signifikan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Kompetensi yang dimiliki oleh Pengawas Sekolah jika diimplementasikan secara paripurna maka akan berimplikasi pada tumbuhnya jiwa dan semangat kinerja dan akan menghantarkan pengawas sekolah untuk meningkatkan profesionalismenya. Guru sangat mengharapkan adanya pengakuan terhadap keberadaan dirinya sebagai pribadi insan pendidikan dan diberi peluang untuk mewujudkan 'otonomi pedagogisnya' secara profesional. Dalam mewujudkan otonomi pedagogisnya, guru berharap bisa memperoleh kesempatan dalam mewujudkan kinerja pribadi dan profesionalnya melalu pemberdayaan diri sendiri secara kreatif. Oleh sebab itu perlu dibangun wacana dan paradigma berpikir bahwa guru itu memiliki otonomi dalam melaksanakan tugasnya. Namun konteks guru otonom lebih mengarah pada kapasitas membangun (capacity building) diri dan tetap dalam koridor sosok yang berpengetahuan (knowledge persons). Hal ini penting dimiliki oleh guru, sebab salah satu ciri dari abad ke-21 ditandai dengan abad pengetahuan. Eksistensi pengawas sekolah masih tetap diperlukan oleh para guru dalam hal memotvasi dan memfasilitasi aktivitas guru agar menjadi guru yang kompeten dan profesional.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN MODERASI TERHADAP PEMAHAMAN PENYULUH AGAMA PADA DIKLAT PENYULUH AGAMA NON-PNS DI BALAI DIKLAT KEGAMAAN MAKASSAR khidir bdkkhidir
Baruga: Jurnal Ilmiah Vol. 9 No. 2 (2019): September
Publisher : BDK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.138 KB)

Abstract

Moderasi Beragama merupakan focus utama Kementerian Agama, bahkan menjadi salah satu dari tiga mantra yang menjadi ruh pada Kementerian Agama saat ini. Hal itu disebabkan karena moderasi beragama mempunyai tingkat relevansi dan urgensi yang tinggi ditengah-tengah kehidupan beragama di Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan apakah penyuluh Agama mampu memahami pendidikan moderasi. Sedangkan Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif. Dimana pendekatan deskritif hanya mendiskripsikan fenoma, gejala, peristiwa dan kejadian yang terjadi. Hasil dari penelitian ini menunjukan, bahwa hubungan kita terhadap sesama manusia haruslah terjaga dengan utuh dan erat berpegang teguh pada dasar islam yang telah ditanamkan oleh para pembawa Islam ketanah Indonesia. Sikap moderat yang di junjung tinggi oleh para pendahulu kita haruslah tetap eksist dalam jalannya, dengan cara kita menjaga citra islam di wajah dunia dan menjaga islam dari golongan ekstrim seperti orang yang berpaham liberal, plural, sekuler serta munculnya kaum radikal yang pendek pemahamannya akan islam tentu ini semua sebagai jalan kita untuk menjaga keabadaian syariat islam dan mengamalkan konsep moderat (wasahtiyah) dalam islam hingga terciptanya rasa kasih saying terhadap sesama dan rasa saling menghormati dan menghargai akan perbedaan dan keberagaman yang ada di kalangan umat islam khususnya yang ada di Indonesia.
PENERAPAN PEMBELAJARAN TEMATIK BAGI GURU MADRASAH Istiati Hatma Mallewai
Baruga: Jurnal Ilmiah Vol. 9 No. 2 (2019): September
Publisher : BDK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.836 KB)

Abstract

Pembelajaran tematik merupakan salah satu metode pembelajaran yang memiliki kelebihan tersendiri dibandingkan dengan pembelajaran lainnya. Karena pembelajaran tematik melibatkan beberapa mata pelajaran dalam standar kompetensi yang dimediai oleh satu tema. Bagamana dalam pemilihan tema yang bisa mengikat dari beberapa mata pelajaran merupakan bagian dari kelebihan pembelajaran ini. Sehingga proses belajar mengajar akan lebih diminati dan atau lebih bisa memancing peran aktif dari para peserta didik. Selain dari itu pembelajaran tematik juga dapat diakatan pembelajaran dengan pendekatan student centered. Dalam makalah ini lebih memfokuskan bagaimana penerapan pembelajaran tematik,. Dalam proses pembelajaran anak usia dini menggunakan pendekatan tematik, dimana guru selalu menggunakan suatu tema sebagai fokus dari kegiatan pembelajaran. Tema-tema belajar yang disajikan dalam kegiatan pembelajaran diambil dari lingkungan kehidupan sekitar anak. Hal ini dilakukan untuk mempermudah memberikan pembelajaran pada anak dan agar hasil pembelajaran dapat tercapai dengan maksimal. Pendekatan tematik merupakan pendekatan yang dibutuhkan saat ini. Pembelajaran tematik merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran suatu proses untuk mengaitkan dan memadukan materi ajar dalam suatu mata pelajaran atau antar mata pelajaran dengan semua aspek perkembangan anak, serta kebutuhan dan tuntutan lingkungan social keluarga. Berdasarkan hasil pemaparan diatas, maka sebagai guru perlu memahami hal yang sangat dibutuhkan oleh peserta didik dan kita sangat perlu tahu bagaimanakah pendekatan tematik dalam proses pembelajaran.
DESKRIPSI KEMAMPUAN PESERTA DIKLAT TEKNIS SUBSTANTIF MATEMATIKA UN MTs Amrin
Baruga: Jurnal Ilmiah Vol. 9 No. 2 (2019): September
Publisher : BDK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.62 KB)

Abstract

Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang dilaksanakan Balai Diklat Keagamaan Makassar.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan peserta dalam memecahkan masalah matematika open-ended ditinjau dari perbedaan tingkat kemampuan prasyarat dan gaya kognitif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) tes GEFT, (2) tes kemampuan prasyarat, (3) tes pemecahan masalah open-ended, (4) dan wawancara berbasis tugas tidak terstruktur. Hasil penelitian ini adalah (1) subjek penelitian dengan kemampuan prasyarat tinggi gaya kognitif field dependen, menunjukkan kemampuan yang baik dalam memahami masalah dengan tepat, merencanakan pemecahan, menyelesaikan masalah sesuai dengan rencana dan memeriksa kembali hasil yang diperoleh, (2) subjek penelitian dengan kemampuan prasyarat tinggi gaya kognitif field independen, dapat memahami masalah dengan tepat, melaksanakan pemecahan sesuai rencana, dan memeriksa kembali hasil yang diperoleh. Subjek dapat menyelesaikan masalah, (3) subjek penelitian dengan kemampuan prasyarat sedang gaya kognitif field independent, dapat memahami masalah dengan tepat, melaksanakan pemecahan sesuai rencana, dan memeriksa kembali hasil yang diperoleh. subjek dapat menyelesaikan masalah, (4) subjek penelitian dengan kemampuan prasyarat sedang gaya kognitif field dependent, dapat memahami masalah dengan tepat, masih kurang yakin saat melaksanakan pemecahan, namun sesuai dengan rencana, dan (5) subjek penelitian dengan kemampuan prasyarat rendah gaya kognitif field independent, kurang mampu memahami permasalahan, memiliki rencana penyelesaian, namun tidak mampu ditulis dan dibahasakan, subjek memecahkan masalah dengan metode trial and error (coba-coba). Namun kurang yakin dalam membahasakan/membuktikan kebenaran hasil tersebut, (6) subjek penelitian dengan kemampuan prasyarat rendah gaya kognitif field dependent, kurang mampu memahami permasalahan, tidak mampu melaksanakan pemecahan masalah dengan benar, dan tidak yakin dalam menjelaskan langkah-langkah penyelesaian yang ditempuh.
THE USING OF AUTHENTIC TEXTTO INCREASESTUDENTS READING COMPREHENSION ACHIEVEMENT Helmi Syukur
Baruga: Jurnal Ilmiah Vol. 9 No. 2 (2019): September
Publisher : BDK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.586 KB)

Abstract

Responding to the fact that reading is still difficult to be mastered by students, it demands teachers to develop their teaching material in order to help them to achieve the goal of teaching reading. In this study, the researcher used authentic text as a supported material to teach reading. The subject of the research was first semester students of English Literature Students of UIN Alauddin Makassar. Descriptive qualitative was conducted as the design of this research. In this researcher, the researcher collected the data from gathering documentary evidence, questionnaire and conducting interviews. Then, questionnaire and interview was conducted since the researcher wanted to know the students’ response toward the using of authentic literature in teaching reading. As result, it can be concluded that authentic text could be used as an appropriate supported material in teaching reading comprehension. The researcher suggests the teacher to be more creative in giving and applying the other material to teach reading. For other researchers, this study is far from perfect. Other research in the same discussion will give contribution to the teaching of reading that can be used as a supported material. Menanggapi fakta bahwa keterampilan membaca masih sulit dikuasai oleh siswa, pengajar dituntut untuk mengembangkan materi pengajaran mereka untuk membantu mencapai tujuan pengajaran membaca. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teks asli sebagai bahan pendukung untuk mengajarkan pembacaan. Subjek penelitian adalah siswa semester I Sastra Inggris UIN Alauddin Makassar. Metode deskriptif kualitatif dilakukan sebagai rancangan penelitian ini. Dalam penelitian ini, peneliti mengumpulkan data dari pengumpulan bukti dokumenter, kuesioner dan wawancara. Kuesioner dan wawancara dilakukan karena peneliti ingin mengetahui tanggapan siswa terhadap penggunaan teks asli dalam pengajaran membaca. Kesimpulannya, bahwa teks asli dapat digunakan sebagai bahan pendukung yang sesuai dalam mengajarkan pemahaman bacaan. Peneliti menyarankan agar pengajar lebih kreatif dalam memberi dan menerapkan materi lain untuk diajarkan dalam kelas membaca. Bagi peneliti lain, penelitian ini jauh dari sempurna. Penelitian lain dalam diskusi yang sama akan memberikan kontribusi terhadap pengajaran membaca yang bisa dijadikan bahan pendukung.
ANALISIS TINGKAT KEPUASANPRODUKKEDIKLATAN KEDIKLATAN TERHADAP EFEKTIVITAS PENYELENGGARAAN DIKLAT Siti Kusriayah
Baruga: Jurnal Ilmiah Vol. 9 No. 2 (2019): September
Publisher : BDK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (894.796 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan reaksi pengguna produk kediklatanyang terdiri atas: tingkat kepuasan pengguna dan efektivitas kualitas produk pada Pusdiklat Tenaga Administrasi dan Balai Diklat Keagamaan seluruh Indonesia. Jenis penelitian yang diterapkan berupa penelitian deskriptif kuantitatif.Metode perolehan data yang digunakan berupa metode survey. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa: instrumen penilaian pengguna produk, serta kuesioner evaluasi kepuasan produk kediklatan pada 126 responden yaitu Kepala Balai Diklat Keagamaan, Kepala Seksi Administrasi, widyaiswara dan staf potensial. Metode analisis data berupa analisis deskriptif kuantitatif dengan menyajikan grafik.Selain data dalam bentuk angka-angka, hasil penelitian ini juga menggambarkan tingkat kepuasan pengguna produk kediklatan melalui deskripsi dari data kuesioner terbuka.Hasil analisis menggambarkan bahwa tingkat kepuasan pengguna terhadap produk kediklatan,variable kurikulum silabus diklat katagori memuaskan, dengan nilai 86,22, Modul Diklat pada katagori memuaskan, dengan nilai 85.03, dan Pedoman Diklat katagori memuaskan nilai 86,94. Jadi nilai kepuasan dan tingkat efektifitas produk kediklatan 86.06 dengan katagori memuaskan.Adapun hasil wawancara, rekomendasi dari penelitian ini adalah produk kediklatan Pusdiklat Tenaga Administrasisudah dapat diimplementasikan dan perlu dilaksanakan pengembangan dikarenakan adanya regulasi baru yang harus diterapkan dalam pengembangan kompetensi dan pengambil kebijakan.
PEMBENTUKAN KARAKTER UMAT MELALUI BIMBINGAN DAN PENYULUHAN AGAMA ahmad husain ahmad_husainbdk
Baruga: Jurnal Ilmiah Vol. 9 No. 2 (2019): September
Publisher : BDK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.915 KB)

Abstract

Islam sebagai agama universal dan komprehensif belum dipahami secara integral dan utuh oleh sebagaian besar umat, pemahaman mereka masih parsial dan belum bisa mencerminkan pribadi muslim yang kaffah. Tarik menarik ajaran agama antara symbol (eksoterik) dan subtansi ( esoteris) telah melahirkan sikap dan prilaku keagamaan yang mengarah pada dua tipe, antara kesalehan ritual dan kesalehan sosial. Makalah ini berusaha mengkritisi kedua tipologi keagamaan tersebut sebagai realitas yang berkembang di masyarakat untuk mendapatkan gambaran realitas umat untuk menyelesaikan persoalan tersebut, serta memahami lebih jauh bagaimana sebenarnya pesan moral ajaran agama. Para ahli memberikan paradigma yang baru tentang fiqh. Buku-buku tersebut menawarkan paradigm baru tentang fiqh dari paradigma lama yang lebih berorientasi pada permasalahan-permasalahan ritual menuju pada keseimbangan (equality) di dalam melaksakan ibadah kepada Allah. Realitas keagamaan ini barangkali hadir di hadapan dan di sekitar kita yang perlu dipahami lebih jauh landasan ideologis normatifnya dan bagaimana sebenarnya pesan moral ajaran agama yang terdapat dalam teks-teks suci.
KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PONDOK PESANTREN DALAM MEMANFAATKAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) fachri rahman
Baruga: Jurnal Ilmiah Vol. 9 No. 2 (2019): September
Publisher : BDK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.473 KB)

Abstract

Kemajuan Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) juga telah merambah aspek pendidikan termasuk Lembaga Pendidikan Pesantren sebagai sebuah ‘sub kultur’ yang khas. Kemajuan TIK haruslah dapat menjadi media untuk memaksimalkan peserta didik (santri) dalam mengembangkan ilmu yang ia miliki. Kompetensi pedagogik menyatakan bahwa seorang guru harus mampu menggunakan serta memanfaatkan TIK  untuk kepentingan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi pedagogik guru Pondok Pesantren dalam memanfaatkan media pembelajaran berbasis TIK. Adapun manfaat dari penelitian ini yaitu sebagai sarana untuk menambah pengetahuan tentang bagaimana kriteria pemilihan dan pemanfaatan media pembelajaran berbasis TIK. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Pengolahan data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Subjek penelitian ini terdiri dari enam orang guru Peserta Diklat Pemanfaatan TIK bagi Guru Pondok Pesantren di Balai Diklat Keagamaan Makassar. Berdasarkan hasil  analisis data dapat dikemukakan sebagai berikut. Pertama, guru sudah cukup baik dalam memanfaatkan media pembelajaran berbasis TIK, namun masih dibutuhkan banyak bimbingan dalam mengakses langsung media dari internet. Kedua, guru yang kurang mampu menggunakan TIK disebabkan oleh faktor ketidakpercayaan terhadap kemampuan diri sendiri dan faktor/sikap acuh terhadap perkembangan TIK. Ketiga, guru yang kurang mampu menggunakan TIK masih terikat dengan media konvensional yang ada di lingkungan sekitar. Kesimpulan penelitian ini yaitu kompetensi yang dimiliki guru dalam memanfaatkan media pembelajaran berbasis TIK  cukup baik. Masih diperlukan banyak bimbingan dalam mencari media dan sumber belajar dari internet.

Page 1 of 1 | Total Record : 8