cover
Contact Name
Jamal Adi Septian
Contact Email
ti.suryadarma@gmail.com
Phone
+6281286055912
Journal Mail Official
ti@unsurya.ac.id
Editorial Address
https://journal.universitassuryadarma.ac.id/index.php/jtin/about/editorialTeam
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Teknik Industri
ISSN : 23022205     EISSN : 28087321     DOI : https://doi.org/10.35968/jtin.v11i1
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Industri Universitas Suryadarna dengan Scope meliputi : 1. Teknik Efisiensi Industri 2. Teknik Sistem dan Metode Kerja Industri 3. Teknik Pengukuran Kerja Industri 4. Teknik Produksi Industri 5. Industrial and Manufacturing Engineering 6. Engineering 7. Perancangan Dan Pengembangan Produk 8. Desain System Kerja Dan Ergonomic 9. Sistem Manufaktur 10. Perancangan Dan Pengendalian Produksi 11. Sistem Pengendalian Persediaan 12. Rekayasa Kualitas 13. Pemodelan Sistem Dan Simulasi 14. Optimisasi System 15. Sistem Pendukung Keputusan 16. Maintenance Dan Realibity 17. Supply Chain Manageman
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 12 No 2 (2023): JURNAL TEKNIK INDUSTRI" : 6 Documents clear
EVALUASI PENJADWALAN PROYEK KANTOR PADA PT KHC DENGAN MENGGUNAKAN METODE PRECEDENCE DIAGRAM METHOD FIKRI, MUHAMAD AZIS; Bhirawa, Waspada Tedja; Sanusi, Sungkono; Arianto, Basuki
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 12 No 2 (2023): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT KHC sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang alat bantu dengar dan optik yang berada di daerah Jakarta pusat, memiliki cabang di seluruh Indonesia sebanyak 30 cabang. Terdapatnya kendala yang terjadi saat pembangunan kantor Kasoem. Pembangunan Kantor ini mendapatkan kendala dalam segi waktu untuk menyelesaikan proyek karena waktu penyelesaian tidak sesuai dengan waktu perencanaan yang sudah direncanakan sebelumnya. Berdasarkan permasalahan tersebut perlu dilakukan analisis optimalisasi durasi proyek sehingga dapat mengetahui berapa lama proyek tersebut dapat diselesaikan dan mencari solusi terbaik dari adanya kemungkinan percepatan waktu pelaksanaan proyek dengan menggunakan metode Precedence Diagram Method sehingga proyek tersebut dapat lebih efisien dari segi waktu dan biaya. Hasil perhitungan dengan menggunakan metode PDM membutuhkan waktu sekitar 165 hari. Hasil perhitungan dengan menggunakan metode PDM pada kasus ini jauh lebih opitimal dibandingkan hasil perhitungan menggunakan CPM, maupun perhitungan dri perusahaan. Hal ini dikarenakan pada PDM kegiatan yang dilaksanakan bisa tumpang tindih, artinya kegiatan selanjutnya dapat dimulai sebelum kegiatan pendahulunya selesai. Sehingga waktu yang digunakan dapat menjadi lebih optimal. Kata Kunci: Penjadwalan Proyek, Precedence Diagram Method,
PERANCANGAN ULANG PLUG DOOR DALAM PESAWAT CRJ-200 Iskandar, Iskandar; Bhirawa, Waspada Tedja; indramawan, indramawan; Moektiwibowo, Hari
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 12 No 2 (2023): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan plug door pesawat bagi penumpang yang menggunakan nya dalam proses naik dan turun pesawat. agar dapat menggunakan alat tersebut dengan tingkat resiko kecelakaan yang rendah. Penelitian ini dilakukan berdasarkan data antropometri agar mendapatkan ukuran yang sesuai dengan rata-rata penumpang pesawat di indonesia, sehingga dapat lebih efisien dan nyaman dalam penggunaannya. Penelitian ini bertujuan agar plug door pesawat lebih dapat dikendalikan oleh para teknisi, karena pada saat ini penggunaan haidrolik sudah menjadi salah satu alat yang dibutuhkan oleh setiap pekerjaan, oleh karena itu diciptakan dan dirancang bentuk alat yang lebih ergonomis agar pengguna lebih merasa aman dan nyaman saat menggunakannya. Penelitian ini dilakukan untuk membantu penumpang pada proses naik dan turun pesawat. Hidrolik menjadi alat yang menarik untuk dikembangkan dan diinonvasikan karena alat bantu kerja ini memiliki banyak fungsi dan kegunaaan pada bidang proses produksi sehingga banyak orang bahkan perusahaan bekerja berkaitan dengan Haidrolik.
PERANCANGAN RAK TEMPE YANG ERGONOMI DENGAN PENDEKATAN REBA (RAPID ENTIRE BODY ASSESMENT) Hamdi, Najmi; Bhirawa, Waspada Tedja; Arianto, Basuki; SUPRIYANTO, ERLIAN
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 12 No 2 (2023): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk merancang rak tempe dari rak tempe sebelumnya yang ada di pabrik tempe di UMKM. Rak tempe ini sering digunakan para karyawan untuk menyimpan tempe. Rak tempe yang diketauhi masih kurang ergonomis, sehingga para karyawan yang melakukan aktivitas tersebut dapat menyebabkan ketidaknyamanan bagi para pekerja yang mengharuskan untuk membungkukkan badan pada saat mengambil tempe didalam rak. Alat ini dirancang untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada karyawan saat mengambilataupun menyimpan tempe di rak. . Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran postur kerja dengan menentukan penilaian level ketidaknyamanan postur tubuh. Gambaran postur kerja pada karyawan di UMKM pada saat sedang menyimpan tempe menggunakan REBA. Rak tempe juga menggunakan metode antropometri dimanadata yang dihasilkan dalam penelitian ini dilakukan dengan penggukuran dari 30sampel mahasiswa yang terdiri dari ukuran tinggi badan (tb), tinggi bahu berdiritegak (ttbt), tinggi siku berdiri tegak (tsbt), tinggi pinggul (tp), lentang tangan samping (lts), Panjang siku (ps). setelah pengumpulan sampel data kemudian diolah untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan anthropometri pengguna. Berdasarkan perhitungan data, persentil yang digunakan dalam perancangan raktempe yaitu P5, P50, P95. Hasil penelitian menunjukkan bahwa postur kerja tubuh karyawan pada saat mengambil dan menyimpan tempe berada pada postur kerja tidak ergonomis seperti jangkauantangan ke rak masih terlalu tinggi atau pendek sehingga posisibadan mengharuskan untuk membungkuk. Level ketidaknyamanan penilaian padasaat meletakkan tempe berada pada level ketidaknyamanan tinggi (high). Pengukuran data antropometri untuk penggunaan rak tempe dilakukan untuk membuat para karyawan pada saat melakukan aktivitas tersebut memiliki posisi yang nyaman.. Ukuran dimensi rak tempe yang di ukur sebagai berikut : Tinggi rak tempe rak pertama 166,77 cm, tinggi rak kedua 140,43 cm, tinggi rak ketiga 112,3 cm, Panjang rak 172,06 cm, lebar rak 50,2 cm. Kata Kunci : Perancangan, Rak Industri Tempe, Antropometri, REBA
PERANCANGAN TATA LETAK GUDANG DENGAN METODE SYSTEMATIC LAYOUT PLANNING UNTUK MENINGKATKAN PENEMPATAN SUKU CADANG YANG EFEKTIF DAN EFISIEN PADA CENTRAL OF WAREHOUSE PT. XYZ KAPRI, MITTRA ABDI; Bhirawa, Waspada Tedja; suhanto, suhanto; Arianto, Basuki
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 12 No 2 (2023): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan tata letak pada area Gudang Utama (Central Of Warehouse). diharapkan dapat menyelesaikan masalah tempat peletakkan suku cadang dan jarak perpindahan komponen - komponen yang saat ini masih belum memadai. Mengingat posisi layout yang dirancang harus sangat diperhatikan caranya guna untuk membuat layout yang efisien dan efektif, maka diperlukannya metode untuk menerapkan cara bagaimana merancang tata letak, maka dari itu penulis ingin mencoba metode systematic layout planning agar dapat menyelesaikan masalah tata letak di area Gudang Utama (Central Of Warehouse). Systematic Layout Planning (SLP) banyak diaplikasikan untuk berbagai macam persoalan meliputi antara lain problem produksi, transportasi, pergudangan, suporting services dan aktifitasaktifitas yang dijumpai dalam perkantoran. Systematic layout planning merupakan salah satu cara untuk menghasilkan aliran barang yang efisien melalui perancangan produk. Metode ini mencoba merancang layout fasilitas dengan memperhatikan urutan proses serta derajat kedekatan antar unit pelayanan yang terdapat pada fasilitas yang akan dirancang. Perancangan tata letak area Gudang Utama (Central Of Warehouse) pada perusahaan PT.XYZ dengan menggunakan metode Systematic Layout Planning dapat merubah tata letak Gudang Utama menjadi lebih efektif dan efisien, hal ini dapat dibuktikan dengan jarak perpindahan suku cadang menjadi lebih pendek dan kapasitas rak untuk penempatan suku cadang menjadi lebih optimal. Jarak perpindahan suku cadang pada Gudang Utama (Center Of Warehouse) semakin pendek dengan memindahkan ruangan suku cadang yang bersifat fast moving ke ruangan yang dekat dengan pintu Input dan Output. Pada penelitian ini penulis mengasumsikan adanya material handling yang dapat digunakan, menambahkan Chain Hoist yang bergerak secara vertikal sesuai dengan keadaan Gudang Utama yang berlantai empat.
PERANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS MENGGUNAKAN METODE ARC DI TARZAN PHOTO ALBERT, ALBY; YULIANTO, DARMAWAN; SETIAWAN, DEDI; WIJAYANTO, ERWIN
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 12 No 2 (2023): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tarzan photo is a photography company operating in the photo studio on Jl.KH. Hasyim Ashari, Gambir Jakarta, the center of the problem with this photo company is the route that consumers take and less efficient service which causes chaos on the route and this photo company has not been able to meet demand optimally. the layout is still not quite right, where to transfer materialsbetween departments, the distance required is quite far so it takes quite a long time. Apart from that, this causes the flow of service to become irregular and the relationship between departmentsto be less effective, such as the location of the traffic room being too far from the sales room. Giventhese existing problems, research was carried out using the Activity Relation Chart (ARC) methodwith the hope of minimizing the length of the material and consumer paths, indirectly shortening the traffic distance in handling photo services and gaining customer satisfaction. The results of the layout design obtained that the distance length in the initial conditions was 166 m, while the length of the track distance in the proposed conditions was 119 m. This means that when designing the proposed layout conditions using the Activity Relation Chart (ARC) method, the length of the track distance can be minimized by 47 m, from the initial conditions.
PERANCANGAN ULANG TATA LETAK PABRIK PADA HOME INDUSTRY PEMBUATAN IKAT PINGGANG MENGGUNAKAN METODE SYSTEMATIC LAYOUT PLANNING (SLP) JOSHUA, EDUARDO; MANDAGIE, KAREL L.; UTOMO, BAGUS WAHYU; Indramawan, Indramawan
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 12 No 2 (2023): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan industri tidak hanya menyangkut seberapa besar investasi yang harus ditanam, sistem dan prosedur produksi, pemasaran hasil produksi dan lain lain, namun menyangkut pula dalam hal perencanaan fasilitas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam proses produksi ikat pinggang pada Boss Gesper dengan merancang ulang susunan tata letak pabrik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Systematic Layout Planning (SLP) untuk merancang ulang layout yang mengalami kendala pada proses produksi, disamping itu juga digunakan metode Workload Analysis (WLA) untuk menganalisis serta mengevaluasi beban kerja karyawan yang ada pada setiap stasiun kerja. Langkah-langkah perancangan ulang tata letak pabrik meliputi perhitungan serta penyesuaian beban kerja operator, analisis aliran proses, pemetaan jarak dan waktu antar stasiun kerja, serta penentuan letak optimal dari setiap stasiun kerja berdasarkan hasil analisis SLP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata letak pabrik yang ada memiliki beberapa kelemahan, seperti jarak dan waktu yang tidak efisien antar stasiun kerja, menyebabkan waktu produksi yang lebih lama dan tingkat produktivitas yang rendah. Dengan mengusulkan layout tata letak pabrik yang baru menggunakan metode SLP, terdapat peningkatan efisiensi pada total jarak perpindahan bahan yang semula memiliki jarak total 10 meter kini telah dioptimalkan menjadi 4,5 meter sehingga terjadi peningkatan sebesar 55%. Layout usulan juga menerapkan pola aliran bahan yang lebih tertata rapi serta memperhatikan adanya hubungan kerja antar departemen yang mempengaruhi kelancaran produksi tersebut. Kata Kunci: Tata Letak Pabrik, Beban Kerja, Work Load Analysis, Systematic Layout Planning

Page 1 of 1 | Total Record : 6