cover
Contact Name
Jamal Adi Septian
Contact Email
ti.suryadarma@gmail.com
Phone
+6281286055912
Journal Mail Official
ti@unsurya.ac.id
Editorial Address
https://journal.universitassuryadarma.ac.id/index.php/jtin/about/editorialTeam
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Teknik Industri
ISSN : 23022205     EISSN : 28087321     DOI : https://doi.org/10.35968/jtin.v11i1
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Industri Universitas Suryadarna dengan Scope meliputi : 1. Teknik Efisiensi Industri 2. Teknik Sistem dan Metode Kerja Industri 3. Teknik Pengukuran Kerja Industri 4. Teknik Produksi Industri 5. Industrial and Manufacturing Engineering 6. Engineering 7. Perancangan Dan Pengembangan Produk 8. Desain System Kerja Dan Ergonomic 9. Sistem Manufaktur 10. Perancangan Dan Pengendalian Produksi 11. Sistem Pengendalian Persediaan 12. Rekayasa Kualitas 13. Pemodelan Sistem Dan Simulasi 14. Optimisasi System 15. Sistem Pendukung Keputusan 16. Maintenance Dan Realibity 17. Supply Chain Manageman
Articles 138 Documents
ANALISIS PENERAPAN SISTEM ANTRIAN DI BAGIAN SERVICE MOBIL DI PT CAR AYUB SUDRAJAT; BUDI SUMARTONO; W.TEDJA BHIRAWA
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 7, No 2 (2018): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.598 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v7i2.807

Abstract

Di era globalisasi sekarang ini dimana segala sesuatu dituntut serba cepat, waktu merupakan hal yang sangat penting. Penggunaan waktu yang baik akan dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi diberbagai bidang. PT Cakrawala Automotif Rabhasa adalah salah satu perusahaan dealer dan jasa service mobil dengan merk Mercedez - Benz di Jakarta. Permasalahan yang sering muncul yaitu tentang keluhan pelanggan atas lamanya waktu rata-rata pelayanan suatu server untuk melayani para pelanggan yang mengakibatkan terjadinya antrian. Berdasarkan masalah tersebut, dilakukan analisis terhadap sistem antrian yang diterapkan diperusahaan ini, guna mengatasi masalah yang ada saat ini.Berdasarkan hasil data observasi, pada service center PT CAR mempunyai 3 tahap pelayanan dengan rata-rata kedatangan 3 orang per jam, sedangkan tahap pelayanan yang pertama service advisor, yang ke dua proses service kendaraan pada bengkel, dan yang ketiga adalah pelayanan cuci. Model antrian pada service center ini menggunakan model Multiple Channel Query System (M/M/s) atau model antrian jalur berganda. Dalam proses pelayanan, PT CAR menggunakan sistem antrian FIFO (First In First Out) dimana pelanggan yang datang terlebih dahulu adalah yang pertama dilayani. Data yang diambil meliputi data waktu kedatangan dan data waktu pelayanan. Pada data yang telah didapatkan dilakukan analisis dan simulasi dengan menggunakan Software Arena.Hasil analisis data yang telah diolah dan dilakukan simulasi diketahui pada kondisi awal rata-rata menunggu 14.46 menit dan jumlah antrian 0,7533. Setelah dilakukan simulasi dengan cara penambahan 1 server pada setiap stasiun didapatkan hasil 2.12 menit waktu pelanggan menunggu dan 2.27 jumlah antrian.Analisis sistem antrian ini menunjukkan bahwa sistem antrian pada PT CAR sudah cukup baik. Jika rata-rata jumlah pelanggan dalam antrian relative tidak ada masalah, maka lebih difokuskan pada rata-rata waktu pelanggan menunggu sebelum proses pelayanan yang cukup besar. Oleh sebab itu rata-rata waktu pelanggan menunggu harus diperkecil dengan meningkatkan rata-rata pelanggan yang dilayani melalui penambahan server atau kemampuan individual setiap server.Keywords: Analisis, Multiple Channel Query System (M/M/s), Sistem Antrian, Simulasi Arena.
PERANCANGAN MEJA LIPAT SEDERHANA DENGAN MENGGUNAKAN GOOGLE SKETCH UP SOFTWARE WASPADA TEDJA BHIRAWA
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 5, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.685 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v5i1.207

Abstract

Dunia industri yang berkembang pesat terutama dalam bidang perancangan produk, dimanan banyak persaingan yang tentu akan membuata produsen lebih menekankan pada optimasi, dimana produsen harus mebuat produk yang mengeluarkan biaya murrah dengan akan tetapi tetap diinginkan konsumen. Produk merupakan titik awal dan titik akhir kesuksesan dalam industri manufaktur. Oleh karena itu, kesuksesan dalam persaingan industri tersebut akan ditentukan oleh keberhasilan mengembangkan produk sesuai dengan keinginan dan harapan konsumen. Perancangan dan pengembangan produk inilah yang menjadi suatu bagian dari perubahan abstrak yang ada dalam dunia usaha. Setiap produk memiliki komponen – komponen penyusunnya. Antara lain dari bagian pertama merupakan dasar bentuk, ukuran dan tujuannya. Pada bagian kedua terdapat spesifikasi dari produk itu antara lain harga, bahan kemasan, kualitas, nama, jenis. Desain meja lipat selalu mengalami perkembangan, baik dari segi bentuk ataupun penambahan fungsi. Produk yang menjadi rancangan pada penelitian ini adalah meja lipat multifungsi yang ergonomis. Fungsifungsi dari perancang tersebut adalah meja ini selain berfungsi sebagai meja lipat bisa juga untuk meja laptop dan bisa juga untuk meja makan. Banyak sekali desain dan model meja lipat yang menjadi inovasi yang sangat di minati dari kalangan konsumen.Dalam hal perancangan dibutuhkan teknologi untuk mempermudah dan mempercepat pekerjaan tersebut. Google Sketch Up merupakan aplikasi berbasis desain gambar yang mudah dan cukup powerfull, dibalik tool yang sederhana ternyata software ini bisa dibandingkan dengan software sejenisnya untuk gambar tiga dimensi seperti desain rumah atau yang lainnya, tidak hanya itu Google SketchUp mempunyai banyak kelebihan dalam hal teknik gambar, begitu cepat, mudah dan efisien, apalagi kalau digabungkan dengan plugin Vray, sejenis software Rendering yang paling populer sekarang, hasilnya bisa jauh lebih bagus. Dengan metode penggunaan Google Sketch Up, dapat dijelaskan bagaimana cara menggunakan ikon-ikon Google Sketch Up, maka dapat dibuat benda teknis sederhana , yaitu meja lipat .Secara garis besar kita akan untuk pembuatanmeja lipat , dimulai dengan langkah membuat lingkaran dengan dimensi meja panjang 100 cm, lebar 50 mm. Dengan menggunakan software google sketcup diharapkan mampu melakukan perancangan dengan cepat dan tepat serta lebih detail terutama untuk pemilihan material dari meja lipat tersebut. Kata kunci : Google Sketch Up, Meja lipat, Elemen Mesin
ANALISIS PROYEK PEMBANGUNAN KANTOR DENGAN MENGGUNAKAN C.P.M. DI PT KASOEM HEARING CENTRE RUHIMAT RUHIMAT; BUDI SUMARTONO; HARI MOEKTIWIBOWO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 8, No 2 (2019): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.353 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v8i2.798

Abstract

PT. Kasoem Hearing Center is one of companies focusing on hearing aid and optic which is located in Jl.Cikini Raya no.18 Jakarta Pusat. A company often get a problem when finishing the project because it is not appropriate with the time agreed before. Therefore, analysis of project time optimalization is needed to know how long the project is finished, and to find out existence of time acceleration possibility of the project implementation by using CPM. Steps in analyzing of PT. Kasoem Hearing Centre office development project are: deciding stages of activity, changing of chart, track lane, critical path, calculating the cost, accelerating of processing time, and counting the project using CPM. Forms of job network of PT. Kasoem Hearing Centre Office Project are: Preparation & Destruction Job – Earthworks, excavation, fill the ground, installation – Structural work & amp; reinforced concrete – Wall work – Roof job – Electrical installation work A – Floor job A – Ceiling job A – Door and window job A – Finishing, painting, etc. B=A-B-C-D-F-H-L-N-O-Q-R-S-U-V (critical path), with optimal time duration of Office development project is 159 days from 174 days normal time. Based on researching result, researcher gives suggestion as follows: The Project Team should use CPM in implementing Office development project. Because the faster completion time of Office development project, then the office also can be operated to support activity needs and employee operational.Keywords : Project, CPM, Project Time, Project Costs
PROSES PENGELASAN MENGGUNAKAN ELECTRIC WELDING MACHINE Waspada Tedja Bhirawa
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 4, No 1 (2015): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.05 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v4i1.830

Abstract

Sampai pada waktu ini banyak sekali cara-cara pengklasifikasian yang digunakan dalam bidang las,ini disebabkan karena belum adanya kesepakatan dalamhal tersebut.Secara konvesional cara-carapengklasifikasiaan tersebut pada waktu ini dapat dibagi dalam dua golongan, yaitu klasifikasi berdasarkan cara kerja dan klasifikasi berdasarkan energi yang digunakan.Klasifikasi pertama membagi las dalam kelompok las cair, las tekan, las patri dan lain-lainnya, sedangkan klasifikasi yang kedua membedakan adanya kelompok-kelompokseperti las listrik, las kimia, las mekanik dan seterusnya. Bila diadakan klasifikasi yang lebih terperinci lagi, maka kedua klasifikasi tersebut di atas akan terbaur dan akan terbentuk kelompokkelompok yang banyak sekali. Mesin las biasanya diklasifikasikan sebagai searah (AC) atau bolak balik (DC); mesin searah tegangan output bervariasi untuk mempertahankan arus stabil sementara mesin tegangan konstan akan berfluktuasi output saat ini untuk mempertahankan tegangan ditetapkan. Sifat dari mesin DC diperlukan oleh gas metal arc welding dan fluks-buang karena tidak mampu mengendalikan panjang busur manual. Jika tukang las mencoba untuk menggunakan mesin DC untuk mengelas dengan tameng logam arc welding fluktuasi kecil dalam jarak busur akan menyebabkan fluktuasi yang luas dalam output mesin. Keuntungan dari beberapa proses pengelasan Proses SMAW digunakan untuk mengelas berbagai macam logam ferrous dan non ferrous, termasuk baja carbon dan baja paduan rendah, stainless steel, paduan-paduan nikel, cast iron, dan beberapa paduan tembaga. Proses GTAW menghasilkan pengelasan bermutu tinggi pada bahan-bahan ferrous dan non ferrous. Proses pengelasan GMAW dapat dikerjakan secara semi-otomatis atau otomatis. Asap dan percikan las pada GMAW hubungan singkat lebih sedikit dibandingkan dengan SMAW, juga tidak ada slag yang harus dibersihkan setelah pengelasan. Kelemahan dari beberapa proses pengelasan , proses las ESW ataupun EGW hanya terbatas pada penyambungan carbon steel dan low alloy steel dengan posisi vertikal. Kelemahan utama proses las GTAW yaitu laju pengisian lebih rendah dibandingkan dengan proses las lain umpamanya SMAW. SMAW adalah proses pengelasan dengan daya guna tinggi. Peralatan las GMAW lebih mahal, dan lebih rumit dalam pemasangan dan perawatan, dibandingkan dengan SMAW. Biaya kawat las dan shielding gas bisa menjadi lebih mahal dibandingkan dengan elektroda terbungkus, tetapi hal ini bisa diimbangi karena produktivitas yang tinggi dan sedikitnya pemborosan.Keywords : Pengelasan , mesin las, welding
PENERAPAN METODE STATISTICAL PROCESS CONTROL PADA SISTEM PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK SABUN BATANG DI PT. CLASSIC INTERMARK, TANGERANG ZULFIKAR TAUFIQURRACHMAN; HARI MOEKTIWIBOWO; BASUKI ARIANTO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 6, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.756 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v6i2.224

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berapa tingkat kecacatan yang terjadi pada produksi sabun classic white di PT. Classic Intermark, bagaiman penerapan statistical processing control, dan bagaimana perbaikan penyebab kecacatan produk classic white. Akibat dari masalah dalam proses produksi ini maka akan timbul kerugian bagi perusahaan yang diakibatkan banyaknya cacat produksi yang terjadi. Pada metode penelitian yang digunakan adalah Statistical Process Control, check sheet, histogram, diagram pareto, p chart, diagram sebab-akibat, perbaikan 5W1H, yaitu sebuah metode statistik yang digunakan check sheet kemudian diolah kemudian histogram kemudian diagram pareto kemudian pchart kemudian diagram sebab-akibat kemudian perbaikan 5W1H untuk mengukur sejauh mana proses pengendalian kualitas yang dilakukan pada suatu perusahaan, dimana hasilnya dibandingkan dengan standar yang diterapkan oleh perusahaan tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pengendalian kualitas produk pada PT. Classic Intermark masih belum terkendali. Jenis kerusakan yang paling banyak terjadi adalah terpotong/retak dengan total 34.405 pcs atau 66,66%, kopong 9.449 pcs atau 18,31% , dan tidak presisi/tidak jelas 7.760 pcs atau 15,03% dari total produk cacat pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2017. Dari hasil observasi lapangan dan wawancara, faktor-faktor yang menjadi penyebab kerusakan ini adalah faktor manusia, mesin, lingkungan, metode kerja dan bahan baku. dalam perbaikan 5w1h yang harus diperbaiki yaitu faktor manusia, faktor material, faktor mesin, faktor metode, faktor lingkungan.Kata Kunci: Sabun Batang, Statistical Procces Control (SPC), dan 5W1H
PENJADWALAN PRODUKSI AGREGAT DENGAN METODE MODEL TRANSPORTASI GUNA MENGOPTIMALKAN PRODUKSI RANDY ANZAS PRATAMA; BASUKI ARIANTO; ERVINI MELADIYANI
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 10, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.671 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v10i1.709

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mangatasi masalah tersebut perusahaan perlu menerapkan penjadwalan produksi agregate untuk mengoptimalkan permintaan dengan produksi. Metode model Transportasi dengan tenaga kerja tetap mampu mengoptimalkan jumlah permintaan produk dan biaya produksi per coil (unit). Penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan data bulanan permintaan produk, data jam kerja, data biaya produksi, dan data hari kerja bulanan. Berdasarkan hasil yang telah diolah peramalan penjadwalan produksi agregate tenaga kerja tetap menggunakan metode model transportasi Tahun 2019 hasil perhitingan produksi yang optimal bahwa perusahaan hanya perlu memproduksi produk NYA 5731 coil (unit), NYY 2889 coil (unit), dan NYM 8927 coil (unit). Total biaya yang di keluarkan perusahaan NYA Rp.105.440.000, NYY Rp.54.313.200 dan NYM Rp.167.733.600 pada tahun 2019. Kata Kunci : Forcasting, Perencanaan Agregate dan Metode Model Transportasi
PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA MENGGUNAKAN SOLAR CELL 50 WATT MUNNIK HARYANTI; BEKTI YULIANTI; JAMAL SADIKIN
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 4, No 2 (2015): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (975.914 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v4i2.821

Abstract

Sebagai sumber energi, listrik merupakan sebuah unsur yang sangat vital dalam kehidupan manusia pemanfaatan energi listrik terhadap kebutuhan kehidupan manusia menjadi satu hal yang tidak bisa terpisahkan, berkembangnya teknologi manusia dan perkembangan industri diseluruh dunia merupakan sebuah tantangan bagi umat manusia dalam memperbaiki kehidupan sebagai individu maupun terciptanya lingkungan yang baik dalam suatu homogenitas yang komplek. Pembangkit listrik tenaga surya skala lab menggunakan solar cell 50 Watt adalah merupakan langkah awal untuk dapat dikembangkan lagi menjadi lebih besar lagi sehingga dapat memenuhi kebutuhan manusia akan energi listrik yang akan semakin besar sejalan dengan perkembangan teknologi yang semakin maju dan populasi manusia yang bertambah besar. Pembangkit listrik tenaga surya skala lab menggunakan solar cell 50 Watt yang sudah dibuat dapat bekerja dengan baik dan ini dapat diaplikasikan untuk kebutuhan peralatan listrik dengan konsumsi yang daya rendah, pembangkit listrik tenaga surya ini dapat menghasilkan energi sekitar 400 Watt dengan kurun waktu penyinaran sekitar 9 jam dan dapat digunakan untuk alat – alat lab, penerangan dan lain –lain.Kata Kunci : pembangkit listik, tenaga surya
FAKTOR PENYEBAB CACAT PRODUK LAMPU DOWNLIGHT LED DENGAN METODE SEVEN TOOLS DAN METODE 5W + 1H PRASETYO MARGIYANTO; WASPADA TEDJA BHIRAWA
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.603 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v6i1.215

Abstract

Lampu LED atau kepanjangannya Light Emitting Diode adalah suatu lampu indikator dalam perangkat elektronika yang biasanya memiliki fungsi untuk menunjukkan status dari perangkat elektronika tersebut. Misalnya pada sebuah komputer, terdapat lampu LED power dan LED indikator untuk processor, atau dalam monitor terdapat juga lampu LED power dan power saving. Lampu LED terbuat dari plastik dan dioda semikonduktor yang dapat menyala apabila dialiri tegangan listrik rendah (sekitar 1.5 volt DC). Bermacam-macam warna dan bentuk dari lampu LED, disesuaikan dengan kebutuhan dan fungsinya. Metode penelitian menggunakan Fishbone diagram atau diagram tulang ikan, metode tersebut merupakan diagram yang menggambarkan hubungan antara karakteristik kualitas/Akibat dengan faktor-faktornya/penyebabnya sehingga didapatkan suatu hubungan sebab akibat untuk mencari akar dari suatu pokok permasalahan ditinjau dari berbagai faktor yang ada. Analisis 5W + 1H adalah suatu metode analisis yang digunakan untuk melakukan penanggulangan terhadap setiap akar permasalahan. jenis Cacat penurunan tingkat Lux sebesar 2 %, Cacat over heat sebesar 9 % , Cacat Flicker sebesar 1 % , Cacat Lampu LED mati tiba tiba sebesar 6%, Cacat Komponen Pendukung yang mengakibatkan lampu LED mati sebesar 1 %. Berdasarkan penelitian diatas, ditemukan bahwa terdapat 4 (empat) kategori penyebab terjadinya kerusakan produk pada Lampu Downlight LED yaitu, Keempat kategori tersebut adalah kategori material (material tercampur dengan material yang buruk), metode (Standar perakitan masih belum ada, proses perakitan tidak beraturan, informasi material hanya terbatas pada operator tehnik), alat kerja (peralatan kerja kurang presisi) dan tenaga kerja (kelelahan dan beban kerja terlalu tinggi).Kata kunci : Cacat Produk Lampu, Seven Tools , Metode 5W + 1H
ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU FILM RONTGEN MENGGUNAKAN METODE EOQ UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI DI PT. AUSNDT INDONESIA MUHAMAD AJRUL KAMSIN; BUDI SUMARTONO; W. TEDJA BHIRAWA
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 9, No 2 (2020): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (842.895 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v9i2.644

Abstract

ABSTRAKPengendalian persediaan merupakan hal penting bagi perushaan dalam menjalankan bisnisnya, persediaan yang terkendali akan berdampak positif pada usaha perusahaan tersebut, untuk memenuhi kebutuhan bahan baku dalam jangka waktu enam bulanan diperlukan perhitungan peramalan agar tidak terjadi kelebihan maupun kekurangan stok bahan baku. Peramalan yang digunakan adalah moving average, exponential smoothing dan seasonal index. Penggunaan ketiga metode peramalan ini untuk membandingkan peramalan yang lebih akurat dengan tingkat kesalahan (error) paling kecil, berdasarkan hasil penelitian ini dan perhitungan metode yang paling sesuai dengan tingkat kesalahan yang paling kecil adalah exponential smoothing dengan nilai mse paling kecil jika dibandingkan dengan metode peramalan lainnya. Perhitungan eoq diperlukan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku selama satu tahun yang di dalamnya juga ditentukan frekuensi pemesanan yang optimum, titik pemesanan kembali dan stok pengaman yang harus disediakan oleh perusahaan. Kata Kunci: Pengendalian Persediaan, EOQ, Safety Stock, Peramalan, Film Rontgen.
ANALISIS KUALITAS JASA PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN DENGAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) DI PT. MAP AKTIF ADIPERKASA AREA BEKASI IKBAL NUGRAHA; HARI MOEKTIWIBOWO; W.TEDJA BHIRAWA
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 7, No 1 (2018): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.88 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v7i1.812

Abstract

PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang retail premium di Indonesia. Salah satu store yang dimilikinya adalah Sportstation Grand Metropolitan Mall Bekasi. Toko ini menjual kebutuhan olahraga dan casual seperti sepatu, apparel, dan berbagai aksesoris lainnya. Dengan adanya data yang diperoleh peneliti dari pihak store dan observasi langsung bahwa penjualan dari tahun sebelumnya mengalami penurunan serta adanya keluhan dari para pelanggan, maka disini peneliti akan menganalisis penyebab turunnya performance pada Toko Sportstation Grand Metropolitan Mall Bekasi. Metode penelitian yang digunakan untuk melakukan penelitian ini adalah dengan menyebarkan kuesioner sebagai data primer yang dibagi menjadi dua katagori yaitu pertama dengan menyebarkan kuesioner pendahuluan (pretest) sebanyak 30 responden, setelah itu kembali disebar sebanyak 155 kuesioner untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari minimum sampel sebnyak 135 responden, setelah itu diuji kecukupan datanya lalu masuk dalam tahap pengolahan data. Metode analisis yang digunakan adalah metode Quality Function Deployment (QFD) dengan representasi House of Quality (HOQ) serta berpedoman pada metode Servqual yang menggunakan lima dimensi kualitas yaitu tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Hasilnya terdapat beberapa faktor yang mempunyai tingkat kepentingan yang tinggi tetapi tingkat kepuasan pelanggan sangat lemah, diantaranya adalah faktor reliability yaitu ketersedian barang yang diinginkan tersedia dari ukuran, model, dan warna (9,50%), diikuti oleh faktor responsiveness yaitu kecekatan pegawai memberikan pelayanan terhadap pelanggan (9,47%), setelah itu dari faktor tangible yaitu kebersihan ruang belanja (7,73%). Disamping itu juga peneliti memberikan elemen pelayanan dengan urutan prioritas untuk dapat menjadi solusi perbaikan dan pengembangan dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan pada Toko Sportstation Grand Metropolitan Mall Bekasi.Kata kunci : Servqual, Quality Function Deployment, House of Quality

Page 2 of 14 | Total Record : 138