cover
Contact Name
Jamal Adi Septian
Contact Email
ti.suryadarma@gmail.com
Phone
+6281286055912
Journal Mail Official
ti@unsurya.ac.id
Editorial Address
https://journal.universitassuryadarma.ac.id/index.php/jtin/about/editorialTeam
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Teknik Industri
ISSN : 23022205     EISSN : 28087321     DOI : https://doi.org/10.35968/jtin.v11i1
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Industri Universitas Suryadarna dengan Scope meliputi : 1. Teknik Efisiensi Industri 2. Teknik Sistem dan Metode Kerja Industri 3. Teknik Pengukuran Kerja Industri 4. Teknik Produksi Industri 5. Industrial and Manufacturing Engineering 6. Engineering 7. Perancangan Dan Pengembangan Produk 8. Desain System Kerja Dan Ergonomic 9. Sistem Manufaktur 10. Perancangan Dan Pengendalian Produksi 11. Sistem Pengendalian Persediaan 12. Rekayasa Kualitas 13. Pemodelan Sistem Dan Simulasi 14. Optimisasi System 15. Sistem Pendukung Keputusan 16. Maintenance Dan Realibity 17. Supply Chain Manageman
Articles 138 Documents
PENERAPAN SISTEM PENGENDALIAN PERSEDIAAN BBM SOLAR MENGGUNAKAN MIN-MAX STOCK LEVEL DAN EOQ DI SENAYAN NATIONAL GOLF CLUB JAKARTA JOKO ISNANTO; BASUKI ARIANTO; ERVINI MELADIYANI
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 7, No 1 (2018): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.857 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v7i1.813

Abstract

Strategi dalam mempertahankan kualitas sebuah produk jasa lapangan golf menjadi tantangan saat ini. Indonesia memiliki sekitar 140 lapangan golf (APLGI 2017). Salah satu kendala utama dalam melaksanakan strategi tersebut adalah tingginya pembiayaan untuk BBM Solar untuk memenuhi kebutuhan perawatan rumput. Untuk mengetahui besarnya persediaan BBM Solar digunakan metode Min-Max Stock Level dan Economic Order Quantity (EOQ) sehingga diperoleh efisiensi dalam biaya persediaan BBM solar tersebut. Konsumsi aktual BBM Solar per tahun dari empat unit traktor rumput adalah sebesar 11.172 liter. Hasil penelitian menggunakan metode Min-Max Stock Level menunjukkan bahwa jumlah persediaan maksimum BBM Solar untuk tahun 2017 sebesar 9.888 liter sedangkan menggunakan metode EOQ sebesar 7.543 liter sekali pesan. Penghematan yang diperoleh menggunakan metode Min-Max Stock Level sebesar 23% dan metode Economic Order Quantity (EOQ) sebesar 37%.Kata Kunci: BBM Solar, Min-Max Stock Level, EOQ
PENERAPAN WORKLOAD ANALYSIS PADA MESIN HOT MELT LURUS DALAM EFISIENSI TENAGA KERJA IMAN SYAFI’I; BASUKI ARIANTO; INDRAMAWAN INDRAMAWAN
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 5, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.238 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v5i1.201

Abstract

PT XYZ memproduksi alat-alat musik elektronik seperti piano, keyboard, drum dan pro audio. Sebanyak 92% dipasarkan ke luar negeri dan 8% dipasarkan di dalam negeri. Mesin Hot Melt Lurus berada pada divisi Wood Working 2 (WW2), menangani proses pengeleman material side board dengan lapisan PVC (Poly Vinyl Carbonate). Ada tiga proses, 1 operator input, 1 operator output dan 6 operator pengelapan. Penerapan operator pengelapan sebanyak 6 orang diduga mengakibatkan beban kerja menjadi tidak merata dan jumlah operator pengelapan menjadi berlebihan. Agar masalah tersebut terpecahkan, maka perlu dilakukan pengamatan ulang mengenai beban kerja operator mesin Hot Melt Lurus dengan metode Workload Analysis, yakni menghitung besarnya persentase produktif dan non produktif dengan metode Work Sampling, menentukan nilai Performance Rating dengan Metode Westinghouse, menentukan nilai Allowance dengan tabel Industrial Labour Organization (ILO), Kemudian menghitung beban kerja operator. Berdasarkan hasil pengukuran dapat disimpulkan bahwa 1 operator input mempunyai beban kerja 80%, 1 operator output mempunyai beban kerja 87%, dan 6 operator pengelapan mempunyai beban kerja 85%, 80%, 75%, 70%, 63%, dan 60%. Proses pengelapan mempunyai pekerjaan yang sama, maka usulan rekomendasi yakni mengurangi 6 operator menjadi 5 operator dengan beban kerja masing-masing 5 operator menjadi 86%. Kata Kunci : Work Sampling, Performance Rating, Westinghouse, Allowance, Workload Analysis
ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN AYAM BROILER HIDUP DENGAN PENDEKATAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) REZA RIZALDI ENRU; HARI MOEKTIWIBOWO; ERVINI MELADIYANI ERVINI MELADIYANI
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 9, No 1 (2020): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.835 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v9i1.485

Abstract

ABSTRAK Perkembangan usaha di Indonesia adalah salah satu yang menjadi tulang punggung bagi perekonomian nasional, salah satu contoh usaha yang kini mengalami perkembanganyang sangat pesat dan memiliki permintaan pasar yang cukup luas yaitu usaha distributorayam hidup. PT.Angga Putra Mandiri adalah perusahaan yang bergerak dalam bidangdistributor ayam broiler hidup. Permasalahan yang sering terjadi yaitu sering mengalamikeadaan kekurangan bahan baku ayam broiler hidup sehingga usaha ini sering mengalamikeadaan kekurangan bahan baku ayam hidup pada saat operasionalnya. Berdasarkan hasildata observasi, yang dilakukan di PT.Angga Putra Mandiri, yaitu terlalu besar biayapemesanan dan penyimpanan sehingga bisa dapat merugikan perusahaan selamaoperasional yang dijalankan. Dari permasalahan tersebut maka dapat dilakukannyapemecahan masalah dengan membandingkan penghitungan dengan menggunakan metodeEconomic Order Quantity, sehingga dapat hasil yang lebih hemat agar operasional lebihefisien. Hasil analisis data yang telah didapatkan bahwa kuantitas pembelian bahan bakuayam hidup menggunakan metode EOQ adalah sebesar 2,014,6 Kg dengan frekuensipembelian sebanyak 241 kali, safety stock sebesar 67,5 Kg dan ROP dilakukan pada saatbahan baku ayam broiler hidup dikandang sebesar 1.450 Kg sedangkan total biayapersediaan sebesar 10.217.554,3 pada tahun 2018.Kata Kunci: Pengendalian Persediaan, Economic Order Quantity (EOQ), Ayam Broiler
STUDI PENGUKURAN JARAK ANTARA TIGA XBEE DENGAN ARDUINO SEBAGAI DATA COUNTER ARIEF MAHENDRA RIVALDO; YOHANES CALVINUS
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 8, No 1 (2019): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.423 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v8i1.804

Abstract

Jaringan sensor nirkabel atau wireless sensor network (WSN) terdiri dari node-node sensor yang memiliki prosesor sederhana, konsumsi daya rendah, antena dan beberepa detektor. Node sensor mempunyai kemampuan untuk mengambil dan mengirimkan data melalui node yang berdekatan menuju ke server. Bagian penting dari WSN adalah perangkat pengirim dan penerima data informasi transceiver secara nirkabel. Salah satu perangkat transceiver yang banyak digunakan pada saat ini adalah Xbee. Xbee banyak digunakan sebagai transceiver dalam berbagai Wireless Sensor Network (WSN). Xbee merupakan salah satu merek dagang yang mendukung beberapa Protokol komunikasi seperti Zigbee. Zigbee merupakan Protokol komunikasi hasil pengembangan lanjut dari standar IEEE 802.15.4. Perangat yang akan digunakan pada studi ini adalah modul Xbee yang akan dilakukan simulasi komunikasi antar tiga Xbee dengan menggunakan arduino sebagai data counter untuk mengirim paket data 1 hingga 100, apakah sampai dengan sempurna atau tidak. Hasil yang didapat pada studi ini Xbee mampu mengirim paket data dengan sempurna pada jarak 120 m.Kata Kunci : Xbee, Wireless Sensor Network
PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU HANDSANITIZER 70B DENGAN MENGGUNAKAN METODE EOQ PADA PT. FOCUSTINDO CEMERLANG DIBEKASI, JAWA BARAT ENDAH TRI YULIANI; BUDI SUMARTONO; HARI MOEKTIWIBOWO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 11, No 1 (2022): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.743 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v11i1.896

Abstract

PT. Focustindo Cemerlang adalah perusahaan yang memproduksi produk Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT). Permasalahan yang dihadapi adalah mengalami peningkatan produksi yang mengakibatkan biaya pengeluaran perusahaan mengalami peningkatan. Hal yang perlu dilakukan untuk menstabilkan biaya-biaya tersebut harus dipecahkan dengan metode Peramalan Moving Average dan Metode Economic Order Quantity (EOQ). Penelitian dimulai dari hasil wawancara dengan karyawan serta hasil pengolahan data persediaan komponen Handsanitizer 70B. Proses pengambilan data tersebut menghasilkan data pemesanan bahan baku Handsanitizer 70B, data komponen harga bahan baku Handsanitizer 70B, data tenggang waktu pengiriman (lead time), data biaya pemesanan dan data biaya penyimpan. Semua data tersebut diolah dan dijadikan acuan sebagai metode peramalan Single Moving Average dan Economic Order Quantity (EOQ), Reorder Point (ROP), frekuensi, Safety Stock (SS), dan Total Biaya Pemesanan (TIC). Kata Kunci: Persediaan, Peramalan, EOQ, ROP, SS, TIC, Handsanitizer 70B
ANALISIS BEBAN KERJA DENGAN METODE WORK LOAD ANALYSIS UNTUK MENINGKATKAN KINERJA TEKNISI PENGUJI LAMPU SWABALAST DI PT. SUCOFINDO (PERSERO) CIBITUNG ANDI SETIAWAN; BUDI SUMARTONO; HARI MOEKTIWIBOWO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 10, No 2 (2021): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.965 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v10i2.794

Abstract

PT.Sucofindo (Persero) merupakan perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang bergerak dalam bidang pengujian, pelatihan, sertifikasi produk dan pengawasan (auditor). Dalam kegiatan pengujian lampu swa-balast perlu meningkatkan kinerja produktif karyawannya. Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan adalah adanya beban kerja berlebih pada teknisi. Hal ini ditandai dengan tidak optimalnya kinerja teknisi dalam pengujian efisiensi energi produk lampu swa-balast di PT. Sucofindo Cibitung, maka dilakukan pemecahan masalah dengan metode Work Load Analysis (WLA). Untuk menjalankan penelitian ini data yang diperlukan adalah data primer dan data sekunder yang didapat dengan cara melakukan penelitian di SBU Laboratorium Cibitung, setelah itu data akan diolah dengan menggunakan metode Work Load Analysis (WLA), metode tersebut merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk menganalisis aktivitas-aktivitas yang timbul beserta beserta beban kerja yang diakibatkan oleh aktivitas-aktivitas tersebut. Perhitungan Work Load Analysis (WLA) diperoleh dari sejumlah aktivitas yang dilakukan karyawan beserta dengan frequensi terjadinya aktivitas tersebut dan waktu yang diperlukan guna menyelesaikan aktivitas sehingga dapat memberikan jumlah karyawan yang optimal. Berdasarkan analisis diperoleh aktivitas produktif rata-rata teknisi sebesar 87,68% dengan aktivitas non produktif sebesar 12,32%. Beban kerja rata-rata teknisi pengujian lampu swa-balast yaitu sebesar 114,69% yang diperoleh dengan mengalikan persentase produktif teknisi dengan performa rating dan allowance. Jumlah teknisi yang ada sudah optimal yaitu sebanyak dua orang. Kelebihan beban kerja tersebut perlu diberikan jam kerja tambahan / overtime. Kata kunci : Beban kerja, Work Load Analysis (WLA).
STUDI KASUS PERHITUNGAN KUALITAS FIELD STRENGTH PADA PERENCANAAN PENYIARAN TV DIGITAL DVB-T2 DI WILAYAH PADANG DAN PARIAMAN HENDRA SUDRAJAT; BEKTI YULIANTI
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 4, No 1 (2015): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.344 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v4i1.827

Abstract

Operator TV Digital harus bisa memberikan layanan yang terbaik terhadap penyewa dan pemirsa di wilayah-wilayah layanan dalam zona layanannya sesuai komitmen pada saat seleksi penyelenggaraan multipleksing. Pelayanan yang diberikan diantaranya dengan memberikan kualitas sinyal penerimaan (field strength) yang bagus di wilayah-wilayah layanannya.Tujuan penelitian pada tugas akhir ini adalah melakukan proses perhitungan field strength prediction untuk mengetahui kuat sinyal dari suatu wilayah test point dan wilayah perencanaan untuk kemudian dianalisis dengan menggunakan simulasi Radio Planning sofware. Berdasarkan hasil perhitungan diketahui bahwa terdapat 9 wilayah dari 11 wilayah (81,8 %) yang mendapat hasil perhitungan field strength diatas 45,402 dBμV/m, yang berpengaruh terhadap kualitas video. Wilayah yang mempunyai kualitas video baik sekali (Field Strength 110 – 80 dBμV/m) adalah wilayah Padang kota dan Jl. Indarung. Wilayah yang mempunyai kualitas video baik Field Strength 80 – 60 BμV/m) adalah wilayah Tugu Perjuangan, wilayah Teluk Bagan, wilayah Lubuk Begatung, wilayah Padang Kota, wilayah Siguntur, wilayah Pasar mbacang, wilayah yang mempunyai kualitas video cukup baik (Field Strength 60 – 45 dBμV/m) adalah wilayah Lubuk Kalung dan wilayah yang tidak dapat menerima sinyal video (Field Strength dibawah 45 dBμV/m adalah wilayah Pariaman dan Kampung Ladang.Kata kunci : multipleksing, coverage area, field strength prediction
PERANCANGAN JALUR HIDRAN PADA GUDANG PERSEDIAAN MATERIIL BEKMATPUS LANUD HALIM PERDANAKUSUMA HENDRIKA YUNIARTO; W. T. BHIRAWA
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 6, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.577 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v6i2.221

Abstract

Bekmatpus (Pembekalan Materiil Pusat) adalah satuan yang bertugas mendukung logistik TNI AU. Bekmatpus mempunyai tugas membina dan menyelenggarakan fungsi distribusi logistik yang meliputi penerimaan, penyimpanan dan penyaluran materiil dalam rangka mendukung tugas pokok TNI AU. Bangunan – bangunan di Bekmatpus salah satunya terdiri dari beberapa gudang dengan ukuran 25 x 12 meter persegi yang berjumlah 15 gudang, dengan luas wilayah kurang lebih 3 hektar. Hingga saat ini Bekmatpus masih belum mempunyai sistem pemadam kebakaran menggunakan hydrant.Hidran adalah sistem perlindungan api aktif yang disediakan di sebagian wilayah perkotaan, pinggiran kota dan pedesaan yang memiliki pasokan air cukup yang memungkinkan petugas pemadam kebakaran menggunakan pasokan air tersebut untuk memadamkan kebakaran. Sumber air hidran berasal dari tempat penampungan air tersendiri atau saluran air lainnya yang dialirkan melalui pompa dan didistribusikan menggunakan pipa. Metode yang dipakai dalam menentukan panjang pipa yang paling optimal adalah Algoritma Floyd Warshall. Metode tersebut merupakan algoritma yang mengambil jarak minimal dari suatu titik ketitik lainnya. Pada algoritma ini menerapkan suatu algoritma dinamis yang menyebabkan akan mengambil jarak lintasan terpendek secara benar. Algoritma Floyd Warshall ini juga bisa diterapkan pada sebuah aplikasi pencari rute jalan yang terdekat dari suatu daerah ke daerah lainnya dengan metode ini hasil yang didapat bisa lebih optimal Dengan 4 (empat) alternatif pilihan jalur pipa dan dengan 2 (dua) pilihan letak water tank maka, berdasarkan perhitungan ditentukan untuk peletakkan hydrant sebanyak 8 buah guna menanggulangi bahaya kebakaran dengan jumlah material pipa dengan jalur pipa pada usulan 1a yaitu dengan rumah pompa dan water tank di dekat Mako Bekmatpus, dibutuhkan pipa sepanjang 325 meter, sedangkan pada usulan 1b yaitu dengan rumah pompa dan water tank di dekat Mako Bekmatpus, dibutuhkan pipa sepanjang 299 meter, dan pada usulan 2a dengan rumah pompa dan water tank di dekat Gudang Sambung dibutuhkan pipa sepanjang 385 meter, sedangkan pada usulan 2b dengan rumah pompa dan water tank di dekat Gudang Sambung dibutuhkan pipa sepanjang 355 meter, maka dari perhitungan tersebut usulan perancangan yang paling optimal adalah usulan perancangan 1b, dengan hanya menggunakan pipa sepanjang 299 meter.Kata kunci : Hidran, Gudang, Jarak Terpendek
OPTIMALISASI PEMBANGUNAN PROYEK APARTEMEN SGC CIBUBUR DENGAN MENGGUNAKAN METODE PRECEDENCE DIAGRAM METHOD (PDM) ARIZAL NURHIDAYAT; BASUKI ARIANTO; W. TEDJA BHIRAWA
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 10, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.429 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v10i1.706

Abstract

PT JG Tbk which is engaged in building construction. This company was founded in 1980, although it has been around for decades, and has experienced various types of building construction models. Companies often experience work delays at the time of implementation, because the delay in project work is not carried out right at the time of the agreement. Therefore, it is necessary to analyze the project scheduling so that it can be seen how long the project can be completed. The stages at the completion of the SGC project on floors 3 to 5, namely: determining the stages of activities, compiling new networks, making precedence diagram method activities, estimating manpower costs. In the case of the construction of the SGC Cibubur apartment floors 3 to 5 floors. With scheduling data from the company, which is for 497 days, the wages of masons, workers and foremen are Rp. 5,886,132,300.00 with the calculation of wages for mason workers, kenek and foremen using the PDM method of Rp. 5,401,080,000.00 savings in labor wages to Rp. 485,052,300.00 from the results of calculations using the PDM method is far more optimal than the calculations used by the company. Keywords: Project, Critical Path, Networking Diagram, Precedence Diagram Method (PDM)
ANALISIS ASPEK ERGONOMI PADA PERANCANGAN MESIN COAK RAILING BASUKI ARIANTO; RINALDI PARDI
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 4, No 2 (2015): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.029 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v4i2.818

Abstract

Peningkatan angka pemesanan PT PSM periode 2013 – 2014 sebesar 40% memunculkan permasalahan keterbatasan kemampuan pada proses pencoakan Railing (pipa besi) yang menyebabkan bottleneck. Operator yang bekerja pada proses ini hanya 2 orang dengan menggunakan gerinda. Waktu proses yang dibutuhkan sangat lama yaitu sekitar 20 menit. Selain itu kualitas hasil coakan pun dinilai tidak maksimal atau tidak persisi, karena tergantung pada keahlian operator. Proses ini dinyatakan tidak efisien, tidak efektif dan tidak nyaman. Operator mengeluhkan rasa sakit setelah bekerja, diantaranya pegal di bagian leher, kaki (betis, paha, lutut, pergelangan kaki), punggung bagian, pinggul dan bahu karena terlalu lama bekerja dengan posisi jongkok dan menunduk, sakit pada bagian jari yang menahan besi, pegal pada bagian pergelangan tangan. Berdasarkan kondisi tersebut maka dilakukan perancangan mesin coak Railing (pipa besi) yang diharapkan lebih efektif, efisien, produktif dan ergonomis sebagai upaya untuk mengurangi ketidaknyamanan dan meningkatkan produktivitas operator. Perancangan mesin coak Railing (pipa besi) menggunakan data antropometri tubuh operator dengan metode Ergonomi, data waktu proses, dan data denyut jantung, serta mempertimbangkan keluhan operator selama bekerja. Sedangkan untuk mengetahui perbandingan waktu proses sebelum dan setelah perancangan dilakukan pengujian dengan Independent Sample T-Test. Dengan demikian dapat diketahui perbedaan antara kondisi sebelum dan setelah perancangan yang meliputi waktu baku, output standard, dimensi rancangan alat kerja dan kenyamanan operator dalam bekerja, serta peningkatan produktivitas operator pada proses pencoakan Railing. Berdasarkan hasil penelitian dinyatakan bahwa perubahan tata cara kerja pada proses pencoakan Railing (pipa besi) memberikan kenyamanan bagi operator. Operator tidak mengeluhkan rasa sakit pada bagian tubuh setelah bekerja, dan terjadi penurunan konsumsi energi sebesar 2,87 Kcal/menit dan penurunan waktu baku sebesar 25,66 menit/unit. Nilai output standard sebelum perancangan sebesar 2,22 unit/jam sedangkan setelah perancangan sebesar 42,24 unit/jam. Berarti peningkatan output standard sebesar 40,02 unit/jam atau peningkatan produktivitas kerja sebesar 19 Kali.Kata kunci: Tata Letak, Activity Relationship Chart, Material Handling

Page 5 of 14 | Total Record : 138