cover
Contact Name
Jamal Adi Septian
Contact Email
ti.suryadarma@gmail.com
Phone
+6281286055912
Journal Mail Official
ti@unsurya.ac.id
Editorial Address
https://journal.universitassuryadarma.ac.id/index.php/jtin/about/editorialTeam
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Teknik Industri
ISSN : 23022205     EISSN : 28087321     DOI : https://doi.org/10.35968/jtin.v11i1
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Industri Universitas Suryadarna dengan Scope meliputi : 1. Teknik Efisiensi Industri 2. Teknik Sistem dan Metode Kerja Industri 3. Teknik Pengukuran Kerja Industri 4. Teknik Produksi Industri 5. Industrial and Manufacturing Engineering 6. Engineering 7. Perancangan Dan Pengembangan Produk 8. Desain System Kerja Dan Ergonomic 9. Sistem Manufaktur 10. Perancangan Dan Pengendalian Produksi 11. Sistem Pengendalian Persediaan 12. Rekayasa Kualitas 13. Pemodelan Sistem Dan Simulasi 14. Optimisasi System 15. Sistem Pendukung Keputusan 16. Maintenance Dan Realibity 17. Supply Chain Manageman
Articles 138 Documents
PENGENDALIAN KUALITAS KOMPONEN MOBIL DENGAN METODE SQC (STATISTICAL QUALITY CONTROL) SINTIYA KRISDAYANTI; HARI MOEKTIWIBOWO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 5, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.478 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v5i1.202

Abstract

Demi menjaga kepercayaan konsumen untuk menghasilkan produk yang berkualitas, PT XYZ telah menerapkan manajemen mutu yang baik dan sesuai dengan pedoman standar mutu yang berlaku. Adapun kendala yang masih dihadapi oleh perusahaan yaitu masih tingginya cacat pada pendistribusian komponen mobil ke dealer, sehingga masalah tersebut dapat menurunkan kualitas komponen. Oleh karena itu, diperlukan suatu cara yang dapat mengurangi jumlah kecacatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pengendalian kualitas menggunakan alat bantu statistik yang digunakan dalam mengimplementasikan perubahan untuk mengurangi produk cacat. Pokok permasalahan penelitian ini adalah (a). Kerusakan komponen apa yang mempunyai jumlah besar di Parts Warehouse?, (b). Berapa jumlah prosentase kerusakan komponen yang terbesar?, dan (c) Apa penyebab kerusakan pada komponen mobil? Hasil analisis peta kendali p menunjukkan bahwa jumlah komponen yang diperiksa sebanyak 2543 pieces Lamp Unit dengan nilai CL (0,0951), UCL (0,0971), dan LCL (0,0941. Berdasarkan diagram pareto, prosentase kerusakan komponen tertinggi pada kerusakan patah (55,79%). Prioritas perbaikan yang perlu dilakukan adalah untuk jenis kerusakan patah sebanyak 135 pieces dan dari analisis diagram sebab akibat dapat diketahui faktor penyebab kerusakan komponen berasal dari faktor manusia dan metode kerja, sehingga perusahaan dapat mengambil tindakan pencegahan serta perbaikan untuk menekan tingkat kerusakan dan meningkatkan kualitas komponen. Kata Kunci : Kualitas Komponen, Alat Bantu Statistik, Pengendalian Kualitas
PERANCANGAN SISTEM KERJA BAGIAN CUSTOM CLEARANCE PT. GEX DENGAN METODE WORK LOAD ANALYSIS DANAR SAPUTRA; BASUKI ARIANTO BASUKI ARIANTO; W. TEDJA BHIRAWA
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 9, No 1 (2020): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.883 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v9i1.484

Abstract

ABSTRACT PT. GEX is a company engaged in export and import services. at this time the systemof division of labor was not made properly which resulted in several problems in shippingcontainers. some employees often get very heavy workloads that result in late containerspending. this problem will be analyzed using the work load analysis method. Based on theresults of observation data on pt. gex will be calculated using the work load analysis method.The results of data analysis that have been processed are known to be at the initialoperational conditions of input productive percentage of 66% and non-productive 34%,operational output 70% and 30%, and operational finishing 68% and 32%. After analysisbecame operational input 79.53%, operational output was 86.10%, operational finishing was83.64%. This custom clearance operational analysis shows that the result is less training byPT. GEX thus causing a delay in the shipping process.Key Word : Work Load Analysis (WLA), sistem kerja, custom clearance
ANALISIS PERFORMANSI PEMELIHARAAN GENERATOR SET (GENSET) DENGAN METODE TPM (TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE) UNTUK MENINGKATKAN KINERJA DI PT. LATIVI MEDIA KARYA DENI ROSIYANTO PAMUNGKAS; W.TEDJA BHIRAWA; BASUKI ARIANTO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 8, No 1 (2019): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.398 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v8i1.803

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena yang sedang terjadi di Perusahaan. Penggunaan peralatan listrik saat ini sudah menjadi kebutuhan mendasar terutama kepada industri media dan perkantoran yang menggunakan berbagai peralatan listrik untuk mendukung operasi kerja. Penelitian ini bertujuan Untuk menentukan waktu pemeliharaan dan banyaknya kegagalan dihitung dengan menggunakan rumus MTBF, MTTR dan Availability. Sehingga didapatkan hasil untuk pemeliharaan mesin.dan Menyediakan spare part yanglengkap Hasil analisis data kegagalan mesin tidak evektif dalam perbaikan mesin sehingga perlu di lakukanya perubahan perawatan/pemeliharaan untuk mesin genset 03 adalah MTBF 201,54 jam , MTTR 3,5Jam dan availability 94 % dari hasil perhitungan maka pemeliharaan genset 03 dilakukan 1 kali sehari.Oleh karena itu, hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Dengan penerapan TPM yang konsisten dan benar, maka kinerja dari genset 03 akan menjadi lebih baik dan dapat meminimalisir terjadinya kerusakan.Kata Kunci : Pemeliharaan Genset, MTBF, MTTR, Availability.
ANALISIS EFISIENSI BIAYA PERAWATAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN ANTARA PENGGANTIAN ATAU PERAKITAN BRAKE BOEING 737-300 DENGAN PERHITUNGAN BIAYA PERAWATAN DI PT. TRIGANA AIR SERVICE MUHAMAD LUTFI ARDIASYAH; WASPADA TEDJA BHIRAWA; ERVINI MELADIYANI
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 11, No 1 (2022): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.353 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v11i1.895

Abstract

PT. Trigana Air Service merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa Air Charter dan penerbangan komersil. Besarnya biaya perawatan yang dikeluarkan oleh perusahaan membuat membengkaknya pengeluaran dari perusahaan, sehingga dirasa perlunya perbaikan dalam melaksanakan perawatan terutama pada saat ingin mengambil kebijakan keputusan antara perbaikan atau pembelian alat/mesin baru. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data penggunaan brake Boeing 737- 300 dalam interval waktu Januari sampai Desember 2019, data mengenai jumlah biaya penggantian tiap komponen dalam setiap perakitan brake Boeing 737-300 dalam interval waktu Januari sampai Desember 2019, biaya tenaga kerja dalam setiap perakitan brake. Kemudian menghitung Biaya perawatan berdasarkan interval waktu dan menghitung biaya penggantian. Dari perhitungan biaya perawatan berdasarkan interval waktu didapat total biaya sebesar Rp. 3.552.530.421, dari perhitungan biaya penggantian didapat total biaya sebesar Rp. 4.013.178.822 didapatkan selisih biaya yang cukup jauh yaitu sebesar Rp. 460.648.401, dengan demikian diketahui bahwa perakitan jauh lebih efisien dari segi biaya dibandingkan penggantian. Kata kunci : Perawatan, Penggantian, Biaya Perawatan Berdasarkan Interval Waktu, Biaya Penggantian
PERANCANGAN TATA LETAK GUDANG PRODUK JADI CAT DENGAN METODE DEDICATED STORAGE DI PT. AKZONOBEL CAR REFINISHES INDONESIA SUWARNO SUWARNO; BASUKI ARIANTO; KAREL L. MANDAGIE
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 8, No 2 (2019): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.628 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v8i2.795

Abstract

PT. Akzonobel Car Refinishes Indonesia is a car paint factory located in East Jakarta that has a finished warehouse located in the area of the factory. The problems faced are irregularities in the laying of products, this will hamper the search process and movement which is quite high so that the use of space becomes less effective and many are not in accordance with the warehouse layout system, it will be improved warehouse layout with Dedicated storage method. This research was conducted by collecting data on warehouse area, box dimensions on each product, material handling dimensions, car paint product data in the period OctoberDecember 2018. Then calculating the development of warehouse needs which included storage space requirements, warehouse area, activity retrieval of goods, distance calculation by rectilinear distance method and classification of goods based on the frequency of ABC analysis. The results of the analysis and discussion of the new warehouse with the dedicated storage method and the results of ABC analysis classifications consisting of classification A: Clear, Putty, and Thiner, while classification B: Hardener and classification C: Toner. The mileage calculation of material handling processes becomes more efficient, which is reduced from 58,065m / month to 46,440m / month or there is efficiency of 20.02%.Keywords: Dedicated Storage Method, Warehouse Layout, Rectilinear Distance
PROSES PENGECORAN LOGAM DENGAN MENGGUNAKAN SAND CASTING Waspada Tedja Bhirawa
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 4, No 1 (2015): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.399 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v4i1.826

Abstract

Coran dibuat dari logam yang dicairkan, dituang ke dalam cetakan, kemudian dibiarkan mendingin dan membeku. Sejarah pengecoran dimulai ketika manusia mengetahui cara mencairkan logam dan cara membuat cetakan. Kegiatan pengecoran meliputi pembuatan cetakan, persiapan dan peleburan logam, penuangan logam cair kedalam cetakan, pembersihan coran dan proses daur ulang pasir. Produk pengecoran disebut coran atau benda cor. Berat coran itu sendiri berbeda-beda, mulai dari beberapa ratus gram sampai beberapa ton dengan komposisi yang berbeda dan hampir semua logam atau paduan dapat dilebur dan dicor Salah satu proses pengecoran adalah dengan menggunakan sand casting. Yaitu penggunaan pasir cetak dalam membuat produk. Kebanyakan pasir yang digunakan dalam pengecoran adalah pasir silika (SiO2). Pasir merupakan produk dari hancurnya batu-batuan dalam jangka waktu lama. Alasan pemakaian pasir sebagai bahan cetakan adalah karena murah dan ketahanannya terhadap temperature tinggi. Tahapan pengecoran logam dengan cetakan pasir:Pembuatan pola, sesuai dengan bentuk coran yang akan dibuat; Persiapan pasir cetak; Pembuatan cetakan; Pembuatan inti (bila diperlukan); Peleburan logam; Penuangan logam cair ke dalam cetakan; Pendinginan dan pembekuan; Pembongkaran cetakan pasir; Pembersihan dan pemeriksaan hasil coran; Proses pengecoran selesai. Keuntungan dari sand casting adalah: Memungkinkan produksi yang bersifat massal, dengan membuat master dari produk kemudian di tiru dengan menggunakan lilin dan dijadikan pola untuk cetakan pasir, maka akan dapat diproduksi massal, Dapat memproduksi bentuk yang tipis, atau berbentuk rumit, salah satu kelebihan cetakan pasir adalah kemampuan untuk mengakomodasi bentuk-bentuk tipis dan rumit. Meminimalisir surface finisfing, denga keakuratan dari cetakan pasir , maka, proses finishing akan berkurang. Dapat mempertahankan keakuratan dari benda yang diproduksi , mengingat sand casting hanya sekali pakai Reusabilitas, kemampuan pasir (dari pecahan cetakan) untuk digunakan kembali (didaur ulang). Sedangkan kelemahan nya adalah: Proses pengecoran terlalu panjang, sehingga tidak bisa menghasilkan produk dengan cepat. Membutuhkan pasir cetak yang kualitasnya bagus, dan tentunya biaya cukup mahal. Ukuran dari produk tidak terlalu besar, mengingat proses pembuatan dengan pasir cetak rentan pecah.Kata kunci: Pengecoran Logam, Sand Casting
ANALISIS CASH FLOW RATIO UNTUK MENGUKUR KINERJA KEUANGAN SERTA NILAI PERUSAHAAN INDUSTRI (STUDI KASUS PT XYZ) SAFRI SAFRI
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1239.814 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v6i1.220

Abstract

The results indicate the ability of PT XYZ to fulfill short-term obligations on time, Efficiency Ratio with interpretation that efficient management in managing company cash, from investment and funding ratio, company need to consider to buy new fixed asset, because investment ratio implies fixed asset cost of company , A ratio of current liabilities of 2.2 times and a cash debt of 1.7 times indicates that firms use more of their own capital compared with long-term debt utilization, the amount of their own capital use and reduced debt in meeting the operational needs of the company may result in reduced savings benefits taxes from the use of debt Based on the comparative analysis of company value can be seen that the value of the company PT. XYZ of 23.77 highest in the parameters of 2013 until 2016. Increase in the value of the company in the year in line with the optimization of the company's capital structure because the company's value will be optimal if the minimum capital cost of the companyKeywords: Cashflow, Ratio.
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK KOSMETIK EYESHADOW DENGAN METODE SIX SIGMA DI PT CEDEFINDO SATRIO FITRANANDA; HARI MOEKTIWIBOWO; INDRAMAWAN INDRAMAWAN
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 10, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.478 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v10i1.705

Abstract

PT CDF merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang industri kosmetik, saat ini memiliki permasalahan terhadap satu produk yaitu eyeshadow tentang tingginya defect yang terjadi. Adapun jenis defect antara lain cacat grepes, cacat gendut dan cacat under. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya defect, yaitu faktor manusia (Tidak teliti dan kurang pengalaman). Mesin (Perawatan mesin tidak baik). Metode (kemampuan sumber daya manusia yang berbeda). Material (proses pencampuran bahan baku tidak optimal). Lingkungan (temperatur yang tinggi dan kebisingan) Metodologi yang digunakan pada penelitian ini adalah Six Sigma dengan metode DMAIC yaitu Define (Pendefisinian jenis cacat yang ada dalam perusahaan). Measure (Pengukuran nilai UCL,CL,LCL,DPMO dan level Sigma). Analyze (Mencari faktor penyebab defect yang dominan). Improve (Melakukan perbaikan dari hasil analisis). Control (Tahap pengendalian setelah improve yang dilakukan). Dalam penelitian ini jenis defect tertinggi yaitu cacat grepes. Berdasarkan analisis didapat DPMO dan level sigma pada periode Oktober s.d Desember 2019 yaitu sebesar 65.800 dengan level sigma 3,01. Hasil dari improvement pada bulan Februari s.d April 2020 bisa dilihat adanya peningkatan kualitas yang diketahui melalui perhitungan kembali nilai DPMO dan level sigma, yaitu sebesar 24.000 DPMO dengan level Sigma 3,48. Kata Kunci: Six Sigma, DMAIC, DPMO, Eyeshadow
PENERAPAN PERAMALAN AGREGAT PLANNING UNTUK PRODUKSI FREEZER DI PT. DIES DEBBIE KEMALA SARI; TEGUH SRI NGADONO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 4, No 2 (2015): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.609 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v4i2.817

Abstract

PT. DIES merupakanperusahaan penanaman modal asing (PMA) dari Jepang yang memproduksi peralatan rumah tangga dan salah satunya adalah refrigerator. Permintaan produk yang fluktuatif dikarenakan kondisi pasar untuk produk kulkas bisa dikatakan mengikuti musim yang ada di Indonesia, mengakibatkan manajemen kesulitan dalam membuat perencanaan produksi yang sesuai. Perencanaan agregat yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pengendalian tenaga kerja, pengendalian subkontraktor, pengendalian inventory dan juga mix strategy antara pengendalian overtime dengan pengendalian persediaan.Langkah awal yang dilakukan dalam penelitian ini adalah melakukan peramalan permintaan 12 bulan ke depan dengan menggunakan data hasil produksi selama 12 bulan sebelumnya. langkah kedua adalah menerapkan metode-metode agregat planing yang sudah disebutkan di atas. Dari perhitungan peramalan dengan menggunakan beberapa metode yang yang ada peramalan dengan menggunakan metode siklis adalah metode yang dipilih dengan menghasilkan total permintaan sebesar 57.172 unit. Setelah dilakukan perhitungan perencanaan agregat dengan beberapa metode yang sudah dilakukan, metode mix strategy antara pengendalian over time dengan pengendalian persediaan (inventory) menghasilkan total biaya yang paling minimum yaitu Rp. 1.010.130.720,-. Biaya tersebut lebih rendah apabila dibandingkan dengan total biaya produksi periode sebelumnya yaitu jumlah produksi 57.170 unit dengan biaya produksi Rp. 1.443.542.500,-.Kata Kunci: Perencanaan Agregat, Produk Freezer, Mix Strategy, Inventory
ANALISIS PENGARUH EFEK KUAT MEDAN LISTRIK SALURAN TEGANGAN TINGGI TRANSMISI 70 KV - 150 KV PADA LINGKUNGAN PERUMAHAN DOHARNI VINNIKE NAINGGOLAN; HINDARDI HINDARDI; BEKTI YULIANTI
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 5, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.312 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v5i2.211

Abstract

Pembangkit tenaga listrik untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik bagi suatu wilayah (pusat beban/load center), biasanya terletak jauh dari pusat beban. Jarak antara sumber tenaga listrik dengan pusat beban biasanya mencapai puluhan bahkan sampai ratusan Kilometer, yang disalurkan lewat jaringan atau saluran transmisi . Namun jaringan transmisi tegangan tinggi sebesar 150 KV tersebut dapat menimbulkan medan lisrik yang akan berpengaruh terhadap muatan-muatan disekitarnya termasuk terhadap lingkungan perumahan dan manusia yang berada disepanjang jaringan tersebut.Atas dasar pertimbangan ini maka perlu ada kegiatan analisa pengaruh kuat medan listrik mengacu pada rumus dasar Hukum Coulomb dan mengukur objek penelitian dilingkungan perumahan yang dilalui saluran transmisi. Dari penelitian yang sudah dilakukan ditemukan kuat medan listrik masih standar amanuntuk manusia, dengan mengacu pada standar WHO yang menjelaskan bahwa medan listrik akan berpengaruh pada manusia dengan standar 5 KV/m.Sehingga dapat disimpulkan bahwa salah satu upaya untuk mengurangi dampak medan listrik dan medan magnet terhadap lingkungan perumahan adalah dengan menanam pohon sebanyak mungkin disekitar lingkungan perumahan. Dalam penanaman pohon disarankan agar puncak pohon berjarak minimum 15 meter dari kabel SUTET/SUTT terbawah. Hal tersebut bertujuan untuk menghindari bersentuhnya bagian pohon dengan kabel SUTET/SUTT yang dapat berakibat putusnya kabel SUTET/SUTT.Kata-kata kunci: Medan listrik, pengaruh medan listrik.

Page 3 of 14 | Total Record : 138