cover
Contact Name
Luqman Agung Wicaksono
Contact Email
luqmanagungw@gmail.com
Phone
+6287870205238
Journal Mail Official
jtp@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Rungkut Madya, Gunung Anyar Surabaya, 60294
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pangan
ISSN : 19784163     EISSN : 26545292     DOI : https://doi.org/10.33005/jtp
Jurnal Teknologi Pangan is one of Food Technology Journal in Indonesia managed by Department of Food Technology at Universitas Pembangunan Nasional "Veteran", East Java, Indonesia. This journal has been published since 2007 and registered with ISSN 1978-4163 and E-ISSN 2654-5292 (Online). Jurnal Teknologi Pangan is published twice a year in June and December. This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Food Microbiology,Food Processing and Food Chemistry.
Articles 351 Documents
POTENSI BUBUK BIJI SRIKAYA DAN BUBUK DAUN JAMBU BIJI SEBAGAI PENGAWET ALAMI IKAN WADER (Rasbora lateristriata) SELAMA PENYIMPANAN SUHU RENDAH
Jurnal Teknologi Pangan Vol 14, No 2 : Desember 2020
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v14i2.2447

Abstract

Ikan wader merupakan salah satu jenis ikan air tawar lokal Indonesia yang dikonsumsi oleh masyarkat sebagai sumber protein hewani. Ikan wader termasuk bahan pangan yang mudah rusak sehingga perlu dilakukan penyimpanan yang tepat. Bubuk biji srikaya mengandung alkaloid dan tanin, dan daun jambu biji mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan terpenoid. Campuran kedua pengawet alami tersebut diharapkan menghasilkan aktivitas antimikroba yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perlakuan terbaik antara konsentrasi campuran bubuk biji srikaya dan bubuk daun jambu biji serta lama penyimpanan terhadap kualitas ikan wader pada suhu rendah. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial dengan dua faktor yaitu konsentrasi campuran bubuk biji srikaya dan bubuk daun jambu biji (0%, 10%,20% dan 30%) dan lama penyimpanan (0, 3, 6 dan 9 hari). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA , jika ada perberbedaan nyata dilanjut dengan Uji Duncan (DMRT). Berdasarkan hasil penelitian, perlakuan terbaik adalah perlakuan konsentrasi campuran bubuk biji srikaya dan bubuk daun jambu biji 30%  serta lama penyimpanan 9 hari menghasilkan ikan wader dengan karakteristik: kadar air 77,01%, total mikroba 5,36 cfu/g, TVBN 26,06 mg/100g, WHC 57,60%, tekstur 27,80 mm/g/detik dan uji organoleptik skoring meliputi warna 7,10 (tidak kusam) dan aroma 7,07 (aroma ikan).  DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v14i2.2447
FOOD BAR PEDADA DENGAN PROPORSI TEPUNG TALAS DAN TEPUNG KACANG HIJAU (Food Bar Pedada With Proportion Taro Flour and Green Bean Flour)
Jurnal Teknologi Pangan Vol 11, No 2: Desember 2017
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v11i2.896

Abstract

ABSTRAK Food bar pedada merupakan salah satu pangan berkalori tinggi yang terbuat dari tepung buah pedada (Sonneratia caseolaris), tepung talas dan tepung kacang hijau. Penelitian ini bertujuan mencari kombinasi tepung talas dan tepung kacang hijau sehingga dihasilkan food bar yang disukai oleh panelis. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap pola factorial, dua factor dengan dua kali ulangan. Faktor pertama penambahan tepung talas (30%, 40% dan 50% b/b) dan factor kedua penambahan tepung kacang hijau (30%, 40% dan 50% b/b). Perlakuan terbaik terjadi pada penambahan tepung talas 40% (b/b) dan tepung kacang hijau 50% (b/b) dengan hasil kadar air 3,95%, kadar abu 3,07%, kadar protein 10,08%, kadar lemak 9,76%, kadar karbohidrat 53,63%, kalori 346,61 kkal, daya patah 32,15 N, nilai rasa 3,82, warna 4,68, aroma 4,34 dan tekstur 4,80. Kata kunci: food bar, buah pedada, talas, kacang hijau DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v11i2.896
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK FLAKES : KAJIAN PROPORSI TEPUNG TALAS TERMODIFIKASI DAN TEPUNG KACANG TUNGGAK SERTA PENAMBAHAN NATRIUM BIKARBONAT
Jurnal Teknologi Pangan Vol 15, No 1 : Juni 2021
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v15i1.2717

Abstract

Talas merupakan bahan potensial yang dapat diolah menjadi berbagai olahan makanan karena kandungan pati tinggi, salah satunya adalah  Flakes. Flakes merupakan makanan sarapan siap santap yang memiliki karakteristik fisik tipis, dengan tekstur renyah berongga. Penggunaan tepung talas termodifikasi pada produk flakes memiliki masalah terhadap tekstur, untuk mengatasi permasalahan dilakukan penambahan natrium bikarbonat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi perlakuan terbaik antara proporsi  tepung talas termodifikasi : tepung kacang tunggak dan  penambahan natrium bikarbonat terhadap sifat fisikokimia dan organoleptik flakes. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan dua faktor. Faktor I proporsi tepung talas termodifikasi : tepung kacang tunggak (50:50), (60:40), dan (70:30). Faktor II penambahan natrium bikarbonat (0,25%, 0,50%, 0,75%). Data dianalisis menggunakan ANOVA. Untuk mengetahui adanya perbedaan diantara perlakuan digunakan Duncan Multiple Range Tes (DMRT) pada α 5%. Berdasarkan hasil penelitian, perlakuan terbaik pada kombinasi perlakuan proporsi tepung talas termodifikasi : tepung kacang tunggak (60:40) dan penambahan natrium bikarbonat 0,50% yang menghasilkan produk flakes dengan nilai kadar air 2,876%, kadar abu 2,549%, kadar protein 13,928%, kadar lemak 1,419%, kadar karbohidrat 79,687%, kadar pati 61,830%, kadar amilosa 15,659%, kadar serat kasar 1,573%, daya rehidrasi 101,611%, daya patah 3,464 N. Uji organoleptik (warna, rasa, aroma dan kerenyahan) menunjukkan nilai rasa 5,88 (suka); warna 5,98 (suka); aroma 5,7 (suka); dan kerenyahan 6,24 (sangat suka).Kata kunci : Flakes, tepung talas, tepung kacang tunggak, natrium bikarbonat DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v15i1.2717
KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK DAN FISIK YOGURT DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK HERBAL
Jurnal Teknologi Pangan Vol 15, No 2 : DESEMBER 2021
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v15i2.2949

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan ekstrak herball yang berbeda diantaranya kayu manis, lidah buaya, dan biji klabet terhadap karakteristik organoleptik dan fisik yogurt probiotik. Formulasi yogurt terdiri atas susu sapi, starter yogurt (Streptococcus thermophillus ENCC 0040, Lactobacillus bulgaricus ENCC 0041, Lactobacillus casei FNCC 0090, dan Bifidobacterium longum ATCC 15707) dan ekstrak kayu manis, lidah buaya dan biji klabet. Karakterisrik organoleptik yang diuji diantaranya warna, rasa, ketajaman aroma herbal, ketajaman rasa herbal, dan kekentalan, sedangkan sifat fisik yang diuji yaitu viskositas dan aktivitas air. Data organoleptik dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis dilanjutkan dengan Uji Mann-Whitney, sedangkan data sifat fisik menggunakan analisis ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan jenis ekstrak herbal pada yogurt probiotik memberikan pengaruh yang nyata (P<0.05) terhadap warna, ketajaman aroma herbal, dan ketajaman rasa herbal, tetapi tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap, rasa, kekentalan, viskositas, dan aktivitas air DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v15i2.2949
Pendugaan Umur Simpan Cabai Bubuk Fermentasi dari Cabai Rawit (Capsicum frutences L.) dan Cabai Merah (Capsicum annuum L.) Menggunakan Metode Akselerasi Pendekatan Labuza
Jurnal Teknologi Pangan Vol 11, No 2: Desember 2017
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v11i2.892

Abstract

ABSTRACT The aim of this research was to determine the shelf life of pepper powders derived from cayenne and red pepper fermented spontaneously. The pepper powders packed with plastic sac of HDPE (High Density Poly Ethelene) type then predicted their shelf life using acceleration method based on Labuza Aprroach. This research was devided into two stages: a preliminary and the main research; fermentation of pepper, dried of fermented pepper, and pulverization, followed by main research to predict the shelf life fermented pepper powders with accelerated method based on the Labuza equation wich was into derived from data of initial moisture content, critical water content, then determined of sorption isotherm curve, also the parameters supporting to predict of shelf life. Based on the results of sorption isotherm curve, that the lowest value of Mean Relatif Deviation (MRD) indicated the appropriate equation obtained for two peppers (Cayenne and red pepper powders) were Hasley and Caurie equation with value of MRD respectively 4,70 and 2,34. Based on the results of organoleptic test (hedonic test), shows that the aroma was not accepted at 76 days for fermented of cayenne powder and 52 days for fermented of red pepper powder, that indicated the critical water content of pepper powders (0,098 g H2O/g solid for cayenne powder and 0,132 H2O/g solid for red pepper powder). Plotting the value of the water activity (Aw) to equilibrium moisture content obtained from seven chambers with different range of RH (7-90%) acquired sorption isotherm curves for both types of pepper powders. Entering of all the measured parameters (initial moisture content, critical moisture content, permeability plastic sac as packaging, dry weight, and the saturated vapor pressure) into the Labuza equation then acquired the shelf life of fermented cayenne and red pepper powders were 78 days (2,6 months) and 62 days (2,1 months) respectively. Key words : Chili, Fermentation, Acceleration, Labuza DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v11i2.892
KAJIAN PATI JAGUNG DAN BUNGA ROSELA PADA KUALITAS PERMEN LUNAK (soft candy)
Jurnal Teknologi Pangan Vol 4, No 1: Juni 2010
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v4i1.435

Abstract

Soft  candy is  mixtures  of  sucrose,  glucose  syrup,  water,  gel-forming  materials  and additives  such  as flavor,  dye  and  has  a  soft texture. Roselle  petals  become  alternative for the manufacture  of  soft  candy  roselle that  have  vitamin  C  and  anthocyanins  that  serves  as  a natural  red  color. This  soft  chewy  candy  is  produced  from  the  gel-forming  material.  Corn starch  as  a  gel-forming  material,  because  the  nature  of  corn  starch  in  its  contribution  to  the texture. Cooking is an important processing stage in the manufacture of candy that will affect the  texture  and  color  of  the  candies  are  produced.  This  study  aims  to  determine  the  effect  of adding corn starch and long ripening on the quality of roselle soft candy and to obtain the best combination  treatment  between  the  addition  of  corn  starch  and  long  cooking  in  the manufacture. This research method using a completely randomized design with 2 factors and repeated 3 times. The first factor was the concentration of corn starch (5%, 10%, 25%) and the second factor  is  the  length  of  cooking  (1.5  minutes,  3  minutes,  4.5  minutes).  The Best  research  results    soft  candy  corn  starch  concentration  of  10%  and  long  cooking  3 minutes to produce water content 5.712%, Vitamin C 27.78 mg/100gr, 56.060% total dissolved solids, texture 0.186 mm / gr.dtk and anthocyanin 0.0713%.Keywords: Software Candy, Rosela
Proses Pembuatan Burger Ikan Tengiri (Scmberomonrus sp) Kajian Jenis dan Konsentrasi Bahan Pengisi Yang Tepat Terhadap Penerimaan Konsumen
Jurnal Teknologi Pangan Vol 1, No 2: Desember 2007
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v1i2.986

Abstract

Proses Pembuatan Burger Ikan Tengiri (Scmberomonrus sp) Kajian Jenis dan Konsentrasi Bahan Pengisi Yang Tepat Terhadap Penerimaan Konsumen
ISOLASI ALBUMIN DAN KARAKTERISTIK BERAT MOLEKUL HASIL EKSTRAKSI SECARA PENGUKUSAN IKAN GABUS (Ophiocephalus striatus)
Jurnal Teknologi Pangan Vol 7, No 2: Desember 2013
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v7i2.494

Abstract

Abstract The objective of this study for the isolation of albumin and determination of molecular weight of extraction by steaming of fish gabus (Ophiocephalus striatus). The research method is the extraction of a steaming waterbath with the temperature range 40-90oC, and the long 25-35 minutes, to obtain recovery and albumin levels of crude extract of fish gabus that optimal. The next stage is the isolation of albumin and its molecular weight determination of the optimal extraction. Analysis of data of this study is a descriptive analysis to see photos of electrophoresis. While analyzing the results of measurements for albumin isolation by gel filtration Sephadex G-75 made ​​with split plot design (RPB). The results showed that there is interaction between the various treatment factors. The highest levels of albumin albumin isolates of 1.77 mg / g, the effect of steaming temperature of 40 ° C for 30 minutes, 5 ml fractions on the uptake-2. SDS-PAGE electrophoresis with the most complex of the protein albumin is isolate the influence of steaming temperature 40 ° C for 30 minutes, located at 5 ml-1 fraction, 5 ml of fraction-2 and 5 ml fractions to-3. Protein bands consist of two major bands and 5 minor bands with moleculer weight 14.6 to 133 kD.   Key words: fish gabus (Ophiocephalus striatus), albumin isolation, molecular weight   Abstrak   Tujuan penelitian ini untuk adalah isolasi albumin dan penentuan berat molekul dari ekstraksi secara pengukusan ikan gabus (Ophiocephalus striatus). Metode penelitian adalah ekstraksi secara pengukusan waterbath dengan suhu kisaran 40-90oC, dan lama 25-35 menit, untuk mendapatkan rendemen dan kadar albumin ekstrak kasar ikan gabus yang optimal. Tahap selanjutnya adalah isolasi albumin dan penentuan berat molekulnya dari hasil ekstraksi yang optimal. Analisa data penelitian ini adalah analisa deskriptif untuk melihat foto hasil elektroforesis. Sementara untuk hasil analisa pengukuran isolasi albumin secara filtrasi gel sephadex G-75 dilakukan dengan Rancangan Petak terbagi (RPB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada interaksi antara berbagai faktor perlakuan. Kadar albumin isolat albumin tertinggi sebesar 1,77 mg/g, pengaruh suhu pengukusan 40oC selama 30 menit, pada pengambilan 5 ml fraksi ke-2. Elektroforesis SDS-PAGE dengan jumlah protein paling komplek adalah isolat albumin pengaruh suhu pengukusan 40oC selama 30 menit, terletak pada 5 ml fraksi ke-1, 5 ml fraksi ke-2 dan 5 ml fraksi ke-3. Pita protein terdiri dari 2 pita mayor dan 5 pita minor dengan berat molekul 14,6-133 kD.   Kata kunci : ikan gabus (Ophiocephalus striatus), isolasi albumin, berat molekul
PEMANFAATAN TEPUNG BERAS MERAH DALAM PEMBUATAN ROTI MANIS SEBAGAI UPAYA PENGURANGAN PENGGUNAAN TEPUNG TERIGU (Utilization Of Brown Rice Flour in the Making of Sweet Bread to Reduction using of Wheat Flour )
Jurnal Teknologi Pangan Vol 6, No 2: Desember 2012
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v6i2.660

Abstract

ABSTRACTSweet bread is a product that is the result of roasting process dough that has beenfermented with the main ingredient wheat flour. The wheat flour is obtained from wheat flouras the main raw material that has to be imported. In order to reduce the use of wheat flour inmaking bread, then it is added with the brown rice flour whichbecomes substitution for wheatflour. Brown rice flour is gluten-free flour, brown rice are produced from organically farmed.This study aimed to acknowledge the effect of substitution of brown rice flour and glutenaddition to the quality of the physical, chemical, organoleptic and acknowledge the besttreatment combination.This research usedCompletely Randomized Design(CRD) arrangedin factorialconsisting of 2 factorsand 3replications. The first factors is the substitutionofbrown riceflour10%, 20%, 30% and thesecondfactoris the addition ofgluten2%, 4%,6%.The results showed that the best treatment isthesubstitution of brown rice flour 10% (w /w) and the addition of 6% gluten that produces sweet bread with criteria: 27.282% watercontent, protein content 9.761%, 43.030% starch content, the levels of β-carotene 1.91mg/100g, 648.160% volume expansion, 0.321% pore number, organoleptic value: 147.5texture; colors 110.5; flavor 149.5; aroma 137.5.Keywords: wheat flour, red rice flour, gluten ABSTRAKRoti manis adalah produk olahan yang merupakan hasil proses pemangganganadonan yang telah di fermentasi dengan bahan utama adalah tepung terigu, dimana tepungterigu diperoleh dari gandum yang sebagai bahan baku utama ini harus diimpor. Dalamrangka untuk mengurangi penggunaan tepung terigu dalam pembuatan roti maka ditambahkan tepung beras merah yang menjadikan subtitusi terhadap tepung terigu. Tepungberas merah adalah tepung bebas gluten, dihasilkan dari beras merah yang dibudidayasecara organik.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh subtitusi tepung berasmerah dan penambahan gluten terhadap kualitas kimia, fisik dan organoleptiksertamengetahui kombinasi perlakuan terbaik.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang disusun secarafaktorial yang terdiri dari 2 faktor dan diulang 3 kali. Faktor I adalah subtitusi tepung berasmerah 10%, 20%, 30% dan faktor II adalah penambahan gluten 2%, 4%, 6%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik adalah pada perlakuansubstitusi tepung beras merah10% (b/b) dan penambahan gluten 6% yang menghasilkanroti manis dengan criteria kadar air 27,282%, kadar protein 9,761%, kadar pati 43,030%,kadar β-karoten 1,91 mg/100g, volume pengembangan 648,160%, jumlah pori 0,321%, nilaiorganoleptik tekstur147,5 ; warna110,5; rasa 149,5 ; aroma 137.Keywords: tepung terigu, tepung beras merah, gluten
Kajian Penambahan Jenis Gula dan Kombinasinya Terhadap Mutu dendeng Sayat Tiktok Selama Penyimpanan pada suhu kamar
Jurnal Teknologi Pangan Vol 1, No 2: Desember 2007
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v1i2.983

Abstract

Kajian Penambahan Jenis Gula dan Kombinasinya Terhadap Mutu dendeng Sayat Tiktok Selama Penyimpanan pada suhu kamar

Page 9 of 36 | Total Record : 351