cover
Contact Name
Ernita Vika Aulia
Contact Email
ernitaaulia@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pensa@unesa.ac.id
Editorial Address
Jurusan IPA, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Surabaya Gedung C-12 Lt. Dasar Kampus Unesa Ketintang
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
PENSA E-JURNAL: PENDIDIKAN SAINS
ISSN : -     EISSN : 22527710     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Pensa E-Jurnal : Pendidikan Sains is an open access scientific journal to promoting scholarly science education research of interest to a wide group of people since 2012. Pensa E-Jurnal : Pendidikan Sains managed by Department of Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Surabaya and published by Universitas Negeri Surabaya. Pensa E-Jurnal : Pendidikan Sains focused on science education research (SER), especially innovation in the science curriculum, development of local instructional theories, implementation of innovative learning models on science education, and also examines secondary, tertiary, and informal learning as they relate to science education. Pensa E-Jurnal: Pendidikan Sains published periodically (thrice a year) in January, July, and December.
Articles 292 Documents
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI SISTEM REPRODUKSI UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS Luthfia Kinanthi Darawerti; Dyah Astriani
PENSA E-JURNAL: PENDIDIKAN SAINS Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/pensa.v14i1.73939

Abstract

The background of this research is the low level of scientific literacy among junior high school students, a crucial competency in the 21st century. Based on the results of the 2022 PISA survey, the average scientific literacy score of Indonesian students was only 383 points, and still below the international average. This study aims to improve students' scientific literacy skills through the application of the Problem Based Learning (PBL) model based on Socio-scientific Issues (SSI) articles on the human reproductive system, analyzed by gender. The background of this research is the low scientific literacy among junior high school students, which is an essential competency in the 21st century. This quantitative research used a one-group pretest-posttest design involving 35 students of class IX-C at SMPN 1 Gampengrejo, Kediri Regency. Data were collected through observation and scientific literacy tests covering competencies such as explaining phenomena, evaluating investigations, and interpreting evidence. Data were analyzed by comparing pretest and posttest scores, calculating normalized gain (N-gain), and testing significance using the Mann–Whitney test. The results showed that (1) learning implementation reached 100%, indicating that all activities were carried out as planned, and (2) students’ scientific literacy improved significantly with an average N-gain of 0.56 (moderate category). Male students showed a slightly higher improvement compared to female students. These findings suggest that SSI-based PBL is an effective learning approach to enhance students’ scientific literacy on the topic of the human reproductive system.
LOW SCIENTIFIC LITERACY OF PHYSICS EDUCATION STUDENTS ON MECHANICAL ENERGY IN EVERYDAY CONTEXTS Ervi Khalimatus Sa'diyah; Himawan Putranta
PENSA E-JURNAL: PENDIDIKAN SAINS Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/pensa.v14i1.75060

Abstract

Scientific literacy is a key competency for prospective physics teachers, particularly in connecting physics concepts to everyday phenomena. This study aims to examine the level of scientific literacy among Physics Education students on mechanical energy topics using real-life contexts. A descriptive quantitative approach was applied to a group of 30 undergraduate students enrolled in a physics teacher education program. Scientific literacy was assessed through context-based tasks focused on everyday mechanical energy phenomena. The results indicate that the average scientific literacy score was 37.33, placing it in the low category. In total, more than 60% of the students demonstrated low to very low levels of scientific literacy, suggesting that most participants have not yet developed sufficient competence in applying mechanical energy concepts to real-world situations. When analyzed by gender, female students had higher average scores than male students, although their performance was more variable. These findings reveal persistent challenges that prospective physics teachers face in interpreting and applying physics knowledge meaningfully in everyday contexts. The study underscores the importance of integrating context-based and literacy-oriented instructional approaches in physics teacher education programs to better equip future teachers with the skills necessary to promote scientific literacy among secondary school students.
INTEGRASI PENDIDIKAN MITIGASI BENCANA BERBASIS FENOMENA ATMOSFER DALAM PEMBELAJARAN IPA: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Tiwi Kusuma Wardani; Ika Anggraini; Maulidina Amiroh; Zahra Aulia Putri; Rizky Ramadhani
PENSA E-JURNAL: PENDIDIKAN SAINS Vol. 14 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/pensa.v14i2.76665

Abstract

Fenomena atmosfer seperti banjir, kekeringan, cuaca ekstrem, dan perubahan iklim merupakan bagian dari permasalahan lingkungan yang semakin dekat dengan kehidupan peserta didik. Kondisi ini menunjukkan pentingnya integrasi pendidikan mitigasi bencana dalam pembelajaran IPA agar peserta didik tidak hanya memahami konsep sains, tetapi juga memiliki kesadaran terhadap risiko bencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi pendidikan mitigasi bencana berbasis fenomena atmosfer dalam pembelajaran IPA melalui metode Systematic Literature Review (SLR). Sumber data penelitian berupa artikel ilmiah yang diperoleh dari Google Scholar, ERIC, dan ScienceDirect. Data dikumpulkan melalui tahap identifikasi, penyaringan, seleksi kelayakan, dan penetapan artikel terpilih, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil kajian menunjukkan bahwa penelitian pada topik ini mengalami peningkatan dalam lima tahun terakhir. Model pembelajaran yang banyak digunakan meliputi Problem Based Learning, Project Based Learning, Inquiry Learning, dan pendekatan Socio-Scientific Issues yang terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep, literasi sains, berpikir kritis, kesadaran risiko, dan kesiapsiagaan peserta didik.
NEGOSIASI KEPERCAYAAN KOSMOLOGI DALAM PEMBELAJARAN SAINS INFORMAL: PERAN SEKOLAH, MEDIA DIGITAL, DAN ANIME ORB Rustu Buyung Adi Nurroh; Rini Wedhayanti
PENSA E-JURNAL: PENDIDIKAN SAINS Vol. 14 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/pensa.v14i2.77563

Abstract

Studi kualitatif eksploratif ini menelaah bagaimana lima partisipan memaknai heliosentrisme, penalaran geosentris intuitif, dan klaim kosmologi non-arus utama dalam pembelajaran sains informal. Fokus penelitian dipersempit pada negosiasi sumber kepercayaan, bukan pada pengujian penguasaan konsep astronomi secara kuantitatif. Data diperoleh melalui wawancara informal semi-terstruktur, observasi non-intervensi terbatas terhadap wacana publik di TikTok dan YouTube, arsip tangkapan layar diskusi publik bertema heliosentrisme-geosentrisme, serta pembacaan reflektif terhadap anime Orb: On the Movements of the Earth sebagai teks budaya populer. Jumlah lima partisipan dipilih karena penelitian berfungsi sebagai eksplorasi awal dengan variasi paparan epistemik; kecukupan data dinilai melalui keterulangan kategori awal, meskipun tidak diklaim sebagai saturasi teoretis penuh. Analisis tematik menunjukkan empat tema: sekolah sebagai otoritas penerimaan heliosentrisme, media populer sebagai pemantik minat, penalaran intuitif dan klaim non-arus utama, serta pergeseran otoritas epistemik di ruang digital. Temuan menunjukkan bahwa penerimaan heliosentrisme belum selalu disertai pemahaman bukti astronomi, sedangkan keraguan terhadap sains arus utama dapat dipengaruhi pengalaman inderawi, keterbatasan pengetahuan, tafsir literal, dan komunitas daring alternatif. Studi ini terbatas pada partisipan kecil dan dokumentasi digital eksploratif sehingga tidak dimaksudkan untuk generalisasi. Kontribusi artikel ini adalah menawarkan kerangka pedagogis awal untuk menghubungkan literasi sains, epistemic cognition, miskonsepsi astronomi, dan budaya populer dalam pembelajaran astronomi kritis.
IMPLEMENTATION OF THE USE OF PHET SIMULATION TO FACILLITATE STUDENTS’ PHYSICS LEARNING ON WAVE MATERIAL Wylla Agustiningrum
PENSA E-JURNAL: PENDIDIKAN SAINS Vol. 14 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/pensa.v14i2.78118

Abstract

Physics with various concepts that are still difficult to understand, requires a learning media that can explain the concept more easy and interesting. The limitations of real media are an obstacle in implementing virtual learning, so teachers need digital media as an alternative, one of which is PhET Simulation. This study aims to explore the use of PhET Simulation in facilitating students' physics learning on wave material. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. The results obtained state that PhET Simulation can improve students' understanding of concepts, experimental skills, and cognitive learning outcomes. Thus, the implementation of PhET Simulation in learning physics on wave material is very useful for significantly improving the understanding of physics concepts because this simulation connects abstract concepts with real phenomena that are difficult to observe directly, trains students' science process skills, and this simulation can make physics learning on wave material more effective, fun, and can be accessed at any time without the limitations of physical practicum tools.
ANALISIS KEBUTUHAN PESERTA DIDIK TERHADAP PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS EKOKIMIA PADA MATERI EKOSISTEM DAN PENCEMARAN LINGKUNGAN Fatimatuz Zahro; Ana Zuyyina Ulfah; An Nuril Maulida Fauziah; Siti Nurul Hidayati; Sudarmin
PENSA E-JURNAL: PENDIDIKAN SAINS Vol. 14 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/pensa.v14i2.79011

Abstract

Pembelajaran IPA saat ini cenderung berfokus pada teori dan hafalan konsep, sehingga peserta didik kesulitan memahami materi lingkungan yang kompleks serta menghubungkannya dengan fenomena nyata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan peserta didik terhadap pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis ekokimia pada materi ekosistem dan pencemaran lingkungan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2025/2026 dengan melibatkan sampel 60 peserta didik SMP yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert 5 tingkat dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta perangkat lunak KH Coder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh indikator analisis kebutuhan berada pada kategori sangat tinggi (81%–100%). Analisis KH Coder memperkuat temuan tersebut melalui kemunculan klaster konsep utama, yaitu “media–digital–interaktif–teknologi” dan “lingkungan–ekosistem–pencemaran–literasi”. Klaster tersebut menunjukkan bahwa peserta didik membutuhkan media digital interaktif berupa simulasi dan video untuk memvisualisasikan fenomena lingkungan yang abstrak menjadi lebih konkret. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis ekokimia sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pemahaman konsep, keterlibatan belajar, dan literasi lingkungan peserta didik.
VALIDITAS APLIKASI SINECO BERBASIS SDGs SEBAGAI MEDIA DIGITAL INOVATIF YANG BERPOTENSI MENDUKUNG PENINGKATAN LITERASI LINGKUNGAN Ana Zuyyina Ulfah; Fatimatuz Zahro; Sudarmin
PENSA E-JURNAL: PENDIDIKAN SAINS Vol. 14 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/pensa.v14i2.79215

Abstract

Rendahnya literasi lingkungan peserta didik serta terbatasnya penggunaan media pembelajaran digital yang kontekstual menjadi salah satu kendala dalam pembelajaran materi gas pencemar dan perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis validitas aplikasi Science for Ecological Consciousness (SINECO) berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai media pembelajaran digital untuk meningkatkan literasi lingkungan peserta didik pada materi gas pencemar karbon dioksida (CO₂) dan metana (CH₄). Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang dibatasi sampai tahap development. Validasi produk dilakukan oleh ahli materi, ahli media, dan praktisi pendidikan menggunakan instrumen angket yang mencakup aspek kelayakan isi, kebahasaan, penyajian, kegrafikan, dan teknis media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi SINECO memperoleh rata-rata persentase validitas sebesar 95,13% dengan kategori sangat valid. Persentase validitas pada aspek kelayakan isi sebesar 95,00%, kebahasaan 92,50%, penyajian 96,25%, kegrafikan 94,38%, dan teknis media 97,50%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa aplikasi SINECO layak digunakan sebagai media pembelajaran digital berbasis SDGs untuk mendukung peningkatan literasi lingkungan peserta didik. Integrasi teknologi digital, konsep kimia lingkungan, dan nilai-nilai keberlanjutan dalam aplikasi SINECO berpotensi menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kontekstual, dan bermakna.
ANALISIS PERSPEKTIF GURU IPA TERHADAP PELUANG DAN TANTANGAN PENERAPAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DALAM PEMBELAJARAN IPA SMP Fatimatuz Zahro; Binar Kurnia Prahani; An Nuril Maulida Fauziah; Elok Sudibyo
PENSA E-JURNAL: PENDIDIKAN SAINS Vol. 14 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/pensa.v14i2.79259

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) dalam bidang pendidikan memberikan peluang baru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, termasuk pembelajaran IPA. Namun, implementasi AI masih menghadapi tantangan terkait kesiapan kompetensi guru, fasilitas teknologi, serta kemampuan mengintegrasikan AI secara tepat dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perspektif guru IPA terhadap peluang dan tantangan penerapan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran IPA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melibatkan 20 guru IPA sebagai subjek penelitian yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Responden merupakan guru IPA jenjang pendidikan menengah dengan pengalaman mengajar 5–25 tahun dan memiliki pengalaman awal dalam penggunaan teknologi digital maupun aplikasi berbasis AI. Data penelitian diperoleh melalui wawancara semi terstruktur dan dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan bantuan software Atlas.ti versi 9 untuk proses coding dan pemetaan tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru IPA telah memahami AI sebagai teknologi pendukung pembelajaran yang membantu penyusunan materi, pengembangan perangkat pembelajaran, pembuatan evaluasi, dan penyajian konsep IPA secara lebih menarik. Peluang penerapan AI ditemukan dalam peningkatan efisiensi kerja guru, kreativitas pembelajaran, serta pengembangan pengalaman belajar yang adaptif. Namun, penerapan AI masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan literasi AI guru, kesulitan penyusunan prompt, keterbatasan fasilitas teknologi, validasi informasi AI, serta risiko ketergantungan peserta didik. Penelitian ini berimplikasi bahwa penguatan kompetensi digital dan pedagogis guru melalui pelatihan AI diperlukan agar integrasi AI dalam pembelajaran IPA dapat dilakukan secara kritis, efektif, etis, dan bertanggung jawab.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP PADA PEMBELAJARAN IPA Naufal Fatih Haidar; Siti Nurul Hidayati
PENSA E-JURNAL: PENDIDIKAN SAINS Vol. 14 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/pensa.v14i2.79268

Abstract

Kemampuan berpikir kritis sangat diperlukan bagi siswa, terutama dalam pembelajaran IPA yang menuntut siswa untuk dapat menganalisis permasalahan terkait fenomena atau peristiwa alam yang terjadi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana kemampuan berpikir kritis siswa, terutama pada pembelajaran IPA. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan survei yang dilakukan pada tahun ajaran 2024/2025 melalui tes yang terdiri atas 15 soal pilihan ganda dengan indikator berpikir kritis. Kuesioner tersebut dibagikan kepada 1 kelas yang berjumlah 100 siswa pada 4 SMP yang berbeda, yakni SMP Labschool UNESA 1 Surabaya, SMP Negeri 13 Surabaya, SMP Sepuluh Nopember Sidoarjo, dan MTs Negeri 1 Surabaya. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa total rata-rata persentase skor kemampuan berpikir kritis siswa adalah sebesar 33,60% sehingga tergolong sangat rendah. Oleh karena itu, dibutuhkan penerapan model pembelajaran yang dapat memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMP dalam pembelajaran IPA.
REKONSTRUKSI PENGETAHUAN EKOLOGIS TRADISI KEBOAN ALIYAN SEBAGAI KONTEKS ETNO-SSI DALAM PEMBELAJARAN IPA Ana Zuyyina Ulfah; Fatimatuz Zahro; Beni Setiawan; Sudarmin
PENSA E-JURNAL: PENDIDIKAN SAINS Vol. 14 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/pensa.v14i2.79311

Abstract

Pemanfaatan budaya lokal dalam pembelajaran IPA berpotensi meningkatkan kebermaknaan belajar melalui pengaitan konsep sains dengan konteks kehidupan masyarakat. Namun, kajian yang mengintegrasikan pengetahuan ekologis lokal dengan pendekatan Ethno-Socioscientific Issues (Ethno-SSI) masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi pengetahuan ekologis yang terkandung dalam Tradisi Keboan Aliyan dan mentransformasikannya menjadi konteks Ethno-SSI dalam pembelajaran IPA. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi yang dilaksanakan di Desa Aliyan, Kabupaten Banyuwangi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Keboan Aliyan mengandung pengetahuan ekologis masyarakat Osing yang mencakup pemahaman tentang musim dan iklim, kesuburan tanah, pengelolaan lahan pertanian, keanekaragaman hayati, serta hubungan manusia dengan lingkungan. Pengetahuan tersebut dapat direkonstruksi menjadi konsep-konsep IPA yang relevan, seperti ekosistem, interaksi makhluk hidup dan lingkungan, cuaca dan iklim, serta kesuburan tanah. Selain itu, ditemukan keterkaitan dengan berbagai isu sosiosaintifik, antara lain perubahan iklim, penggunaan pupuk kimia, alih fungsi lahan, dan ketahanan pangan. Hasil penelitian menghasilkan rekonstruksi pengetahuan ekologis Tradisi Keboan Aliyan yang terintegrasi dengan konsep IPA dan isu sosiosaintifik sehingga berpotensi menjadi konteks Ethno-SSI dalam pembelajaran IPA.