cover
Contact Name
Ernita Vika Aulia
Contact Email
ernitaaulia@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pensa@unesa.ac.id
Editorial Address
Jurusan IPA, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Surabaya Gedung C-12 Lt. Dasar Kampus Unesa Ketintang
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
PENSA E-JURNAL: PENDIDIKAN SAINS
ISSN : -     EISSN : 22527710     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Pensa E-Jurnal : Pendidikan Sains is an open access scientific journal to promoting scholarly science education research of interest to a wide group of people since 2012. Pensa E-Jurnal : Pendidikan Sains managed by Department of Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Surabaya and published by Universitas Negeri Surabaya. Pensa E-Jurnal : Pendidikan Sains focused on science education research (SER), especially innovation in the science curriculum, development of local instructional theories, implementation of innovative learning models on science education, and also examines secondary, tertiary, and informal learning as they relate to science education. Pensa E-Jurnal: Pendidikan Sains published periodically (thrice a year) in January, July, and December.
Articles 282 Documents
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI SAINS IPA PADA SISWA SMP DALAM MEMECAHKAN SOAL IPA Zahro, Fatimatuz; Fauziah, An Nuril Maulida
PENSA E-JURNAL: PENDIDIKAN SAINS Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/pensa.v13i1.58326

Abstract

This study aims to analyze the ability of science literacy in junior high school students in solving science problems. The research method used in this study is qualitative descriptive. This research was carried out at SMP Negeri 16 Surabaya in the odd semester of the 2023/2024 academic year. The subjects in this study were grade IX students of SMP Negeri 16 Surabaya totaling 21 students. The population in this placement was all grade IX students of SMP Negeri 16 Surabaya who were then sampled using the Random Sampling technique. The results of this study showed that the ability of science literacy in junior high school students in solving science problems was low with the highest percentage of 57.1% on indicators explaining phenomena scientifically while the lowest percentage was 33.3% on indicators of evaluating and designing scientific investigations. The conclusion in this study is that the ability of science literacy in junior high school students in solving science problems is included in the low category. The low ability of science literacy is caused because students are less accustomed to involving science literacy skills in a learning where it is influenced by various factors
ANALISIS ETNO-STEM PEMBUATAN COKLAT TEMULAWAK SEBAGAI BAHAN AJAR IPA PADA MATERI PERUBAHAN WUJUD ZAT Asih, Umi Retno; Putri, Viara Maharani Purnama; Noor, Faiq Makhdum; Fatihah, Iffa; Nadhiroh, Nashikhatun
PENSA E-JURNAL: PENDIDIKAN SAINS Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/pensa.v13i1.60576

Abstract

Integrasi budaya lokal dengan pembelajaran IPA dapat mempermudah siswa dalam memahami materi IPA dengan melestarikan budaya lokal. Budaya lokal dapat dikaitkan dengan konsep STEM yang dapat digunakan sebagi bahan ajar IPA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Etno-STEM pada proses pembuatan COMUL (Coklat Temulawak) dan untuk menganalisis materi perubahan wujud zat yang berkaitan dalam proses pembuatan COMUL (Coklat Temulawak) yang dapat digunakan sebagai bahan ajar. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Pada penelitian ini, peneliti mengidentifikasi proses pembuatan COMUL yang di integrasikan ke dalam konsep Etno-STEM sebagai bahan ajar pada materi perubahan wujud zat. Hasil peneletian menunjukan bahwa pada proses pembuatan COMUL terdapat konsep Etnosain mengenai melimpahnya tanaman temulawak yang di manfaatkan sebagai jamu. Konsep STEM diantaranya Science (perubahan wujud zat), technology (parutan, pisau, kompor, dan panci), enginering (teknik tekanan, teknik mengaduk, dan teknik mengaduk) dan Mathematics (terdapat satuan gram sebagai takaran). Pada proses pembuatan comul terdapat materi IPA mengenai perubahan wujud zat kelas 7. Respon guru IPA terhadap bahan ajar COMUL sebesar 96% sehingga layak digunakan sebagai bahan ajar berbasis Etno-STEM pada materi perubahan wujud zat.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Faizah, Hanun
PENSA E-JURNAL: PENDIDIKAN SAINS Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/pensa.v13i2.64651

Abstract

One of the obstacles in the science learning process is the use of teaching models that still focus on the teacher, resulting in students not being actively involved. This leads to low learning outcomes for students in science education. This study aims to determine the effectiveness of the cooperative learning model of the talking stick type in improving student learning outcomes. The research method employs a quantitative approach with a pre-experimental design, specifically a one-group pre-test post-test design conducted at Mts Sunan Kalijaga Surabaya. The sample for this study was taken using cluster random sampling techniques because the samples encountered were homogeneous, showing no differences in the academic grouping of students. The instruments used include observation sheets for implementing the model and test questions to measure student learning outcomes. The data analysis techniques used include prerequisite analysis tests using validity tests of observation sheets and tests through expert judgment, normality tests, hypothesis tests, and N-Gain tests. The normality test utilized Shapiro-Wilk, and the hypothesis test employed a paired sample t-test using SPSS 25 for Windows with a significance level of >0.05. Overall, the results indicate an improvement in learning outcomes with the application of the cooperative learning model of the talking stick type, with specific values showing an average pretest score of 50.27 and an average posttest score of 83.16. The results of the normality test analysis for student learning outcomes showed a significance value of 0.074 for pretest scores, while the posttest scores had a significance value of 0.108, indicating that the data is normally distributed since it is >0.05. With a paired sample t-test value of 0.000 and an average N-Gain score of 0.582 indicating a moderate improvement, the average observation score for the implementation of the talking stick cooperative learning model was 26 with a percentage of 88.6%, indicating a very effective criterion. These data show that the cooperative learning model of the talking stick type is effective in improving student learning outcomes.
IDENTIFIKASI MISKONSEPSI SISWA SMP BANGKALAN DENGAN FOUR TIER TEST PADA MATERI IPA STRUKTUR DAN FUNGSI MAKHLUK HIDUP Rochmah, Adellya Nur; Anysa, Anysa; Risky, Andini Widya; Lailiyah, Khoirul; Ulya, Liyanatul; Fadillah, Maya Nur; Abadiyah, Muflikhatul; Agustin, Nor Vaiza Berlin Tri; Sulthoni, Rima Rizqa Lutfiatul Ulfa; Fajrina, Yunia Nur; Mu’aziyah, Siti Eneng Sururriyatul; Putri, Suci Indah
PENSA E-JURNAL: PENDIDIKAN SAINS Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/pensa.v13i1.64856

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan tingkat miskonsepsi yang dialami siswa di SMP Negeri Kamal pada materi sistem pernapasan, sistem peredaran darah, dan sistem pencernaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII yang berjumlah 25 siswa. Penelitian dilakukan pada semester ganjil tahun pelajaran 2024/2025. Dalam penelitian ini yang menjadi perhatian siswa yang pernah mempelajari bab struktur dan fungsi makhluk hidup pada kurikulum merdeka yang terdiri dari materi sistem pernapasan, sistem peredaran darah, sistem pencernaan dan sistem ekskresi. Namun, penelitian ini berfokus pada materi sistem pernapasan, sistem peredaran darah dan sistem pencernaan karena materi sistem ekskresi belum dipelajari oleh siswa. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan survei, yaitu dengan memberikan instrumen soal tes four tier kepada siswa di kelas tempat penelitian. Dengan demikian diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai miskonsepsi yang terjadi, sehingga guru dapat mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih efektif untuk memperbaiki pemahaman siswa pada konsep-konsep tersebut. Miskonsepsi terjadi karena siswa mengalami kesalahan dalam memahami konsep dasar pada materi sistem pernapasan, peredaran darah, dan pencernaan. Miskonsepsi yang paling dominan terjadi pada materi sistem pernapasan yakni sebesar 80% Miskonsepsi pada materi peredaran darah sebesar 75,2%. Miskonsepsi pada sistem pencernaan sebesar 65,2%. Miskonsepsi ini menunjukkan bahwa pemahaman siswa terhadap konsep-konsep dasar dalam biologi masih sangat rendah dan memerlukan pendekatan pembelajaran yang lebih efektif untuk mengatasinya.
PENGARUH PENINGKATAN PENGETAHUAN SISWA TENTANG MAGNET DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF Hidayah, Nurul; Jumaidah, Ismi Septia; Sarifah, Rosa Latus; Subekti, Hasan; Aulia, Ernita Vika; Hidayati, Siti Nurul
PENSA E-JURNAL: PENDIDIKAN SAINS Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/pensa.v13i1.68032

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dampak dari penggunaan media pembelajaran interaktif BELMA terhadap peningkatan pengetahuan siswa mengenai konsep magnet dalam kehidupan sehari-hari. Sepuluh siswa kelas sembilan berfungsi sebagai peserta penelitian dalam studi kuantitatif ini, yang memiliki desain pretest-posttest satu kelompok. Media telah divalidasi oleh dua validator yang berkualitas, dan uji coba awal dan uji coba akhir dinilai secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada nilai post-test dibandingkan pre-test, di mana sebagian besar siswa mencapai atau mendekati nilai maksimal. Validasi media menunjukkan bahwa aplikasi BELMA dinilai “Sangat Baik” pada aspek fisik, pendahuluan, dan isi materi, serta “Baik” pada aspek evaluasi. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa media BELMA efisien dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep kemganetan yang dikaitkan secara kontekstual dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini membantu dalam penciptaan bahan untuk pendidikan ilmiah yang dapat diandalkan., menarik, dan aplikatif dalam pembelajaran sains. Kata Kunci: Kemagnetan, Media Interaktif, Hasil Belajar
ANALISIS RESPON SISWA TERHADAP MEDIA SIMULASI PADA MATERI SUHU DAN KALOR Alfahinsa, Muhammad Zaki Maulana; Fauziah, An Nuril Maulida
PENSA E-JURNAL: PENDIDIKAN SAINS Vol. 13 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media pembelajaran konvensional, seperti gambar-gambar di buku siswa, terkadang kurang efektif dalam memvisualisasikan konsep-konsep abstrak ini, menyebabkan siswa merasa bosan dan kurang fokus. Oleh karena itu, pemanfaatan media simulasi VLab menawarkan solusi inovatif dengan menyajikan representasi visual interaktif yang memfasilitasi pemahaman mendalam tentang fenomena fisika yang kompleks. Dalam penelitian ini meneliti bagaimana respon siswa terhadap penggunaan media simulasi VLab Suhu & Kalor. Penelitian ini menggunakan metode survey. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-G UPT SMPN 18 Gresik yang berjumlah 31 orang. Instrumen yang dipakai dalam penelitian ini adalah angket untuk mengukur respons siswa. Selain itu dilakukan wawancara kepada siswa untuk mengetahui pendapat mereka tentang media simulasi ini Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa respon siswa memperoleh nilai rata-rata mencapai 85%, yang menunjukkan respon yang sangat positif terhadap aktivitas pembelajaran. Kegiatan pembelajaran melalui media simulasi dapat respon yang baik oleh siswa pada topik suhu dan kalor.
EFEKTIVITAS PROJECT BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA: SYSTEMATIC REVIEW Septianingsih, Sofi; Aulia, Ernita Vika; Mahdiannur, Muhamad Arif
PENSA E-JURNAL: PENDIDIKAN SAINS Vol. 13 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model Project Based Learning (PjBL) dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) melalui pendekatan systematic review terhadap dua puluh lima artikel jurnal yang diterbitkan antara tahun 2018 hingga 2025. Artikel yang dikaji dipilih berdasarkan kriteria inklusi yang mencakup relevansi dengan konteks pembelajaran IPA, penerapan PjBL secara eksplisit, serta penyajian data empiris mengenai hasil belajar, motivasi, dan literasi sains siswa. Dari keseluruhan artikel, sepuluh artikel dianalisis secara mendalam untuk mengidentifikasi kesamaan pola, efektivitas, dan tantangan dalam penerapan PjBL di berbagai jenjang pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa PjBL secara konsisten meningkatkan hasil belajar kognitif, keterampilan berpikir kritis, literasi sains, motivasi, serta kemampuan kolaboratif siswa. Pembelajaran berbasis proyek yang kontekstual juga mendorong keterlibatan aktif dan tanggung jawab siswa terhadap proses belajar. Namun, efektivitas PjBL masih dipengaruhi oleh kesiapan guru, keterbatasan waktu, serta sarana dan prasarana yang belum memadai. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi guru, penyediaan fasilitas pendukung, dan integrasi teknologi pembelajaran perlu dioptimalkan agar implementasi PjBL dalam pembelajaran IPA berjalan lebih efektif dan berkelanjutan
APLIKASI QUIZIZZ SEBAGAI MEDIA INOVATIF UNTUK EVALUASI INTERAKTIF PADA PEMBELAJARAN IPA DI SMPN 10 GRESIK Putri, Erika Avenda; Astriani, Dyah
PENSA E-JURNAL: PENDIDIKAN SAINS Vol. 13 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran merupakan satu di antara aktivitas yang diberikan pendidik agar peserta didik mampu belajar, perolehan ilmu pengetahuan dan mencapai kompetensi yang diharapkan. Sebuah strategi yang dapat direncanakan untuk meningkatkan aktivitas di kelas yaitu merancang pembelajaran yang tepat dan menyenangkan. Pembelajaran ini mencakup strategis yang mengikut sertakan peserta didik dalam proses pembelajaran. Salah satu media yang menjadi alternatif pemanfaatan teknologi yaitu Quizizz. Media Quizizz ini merupakan salah satu aplikasi pendidikan berbasis game yang dirancang untuk melibatkan peserta didik dalam mengerjakan soal kuis yang sudah disedikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan penerapan aplikasi Quizizz sebagai media evaluasi interaktif pembelajaran bagi guru Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 10 Gresik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan instrumen berupa lembar observasi dan kuis pada aplikasi Quizizz. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi Quizizz membantu guru memahami evaluasi yang bersifat interaktif dan mendorong keterlibatan peserta didik. Fitur fitur pada aplikasi Quizizz meningkatkan semangat belajar siswa dan memudahkan guru dalam penilaian. Hasil evaluasi yang dperoleh dengan memanfaatkan penerapan Quizizz sebanyak 70% peserta didik memperoleh nilai di atas 60. Dengan demikian, aplikasi Quizizz ini menjadi alternatif evaluasi pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan perkembangan teknologi pendidikan saat ini.
REVIEW KONSEPTUAL TENTANG PEMAHAMAN KONSEP GAYA, USAHA, DAN ENERGI DALAM PEMBELAJARAN FISIKA SEKOLAH MENENGAH Muflikhatul Abadiyah
PENSA E-JURNAL: PENDIDIKAN SAINS Vol. 13 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk meninjau secara konseptual pemahaman peserta didik terhadap konsep gaya, usaha, dan energi dalam pembelajaran fisika di tingkat sekolah menengah. Ketiga konsep tersebut merupakan dasar bagi penguasaan materi mekanika, namun masih banyak ditemukan miskonsepsi yang berdampak pada rendahnya kemampuan berpikir ilmiah siswa. Artikel ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif berdasarkan hasil penelitian nasional dan internasional yang diterbitkan antara tahun 2020–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa miskonsepsi paling dominan terjadi pada pemahaman hubungan antara gaya dan gerak, serta kesalahan dalam membedakan konsep usaha dan energi. Penyebab utama miskonsepsi meliputi pembelajaran yang terlalu menekankan pada penyelesaian matematis, minimnya eksperimen kontekstual, dan kurangnya visualisasi konsep abstrak. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis inkuiri, Discovery Learning, serta penggunaan media interaktif seperti PhET Simulation dan asesmen diagnostik Four-Tier Test efektif dalam meningkatkan pemahaman konseptual siswa. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya mampu menghitung nilai gaya, usaha, dan energi, tetapi juga memahami keterkaitan makna fisis di antara ketiga konsep tersebut. Kajian ini menegaskan pentingnya pergeseran paradigma pembelajaran fisika dari hafalan rumus menuju pembelajaran bermakna yang berbasis pada penalaran konseptual dan pengalaman empiris.
VALIDITAS LKPD UJI ASAM BASA UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMP Sadewa, Lendi Rangga; Erman
PENSA E-JURNAL: PENDIDIKAN SAINS Vol. 13 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya keterampilan proses sains peserta didik menunjukkan perlunya perangkat pembelajaran yang mampu melatihkan keterampilan tersebut secara sistematis, aktif, dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Uji asam basa untuk melatihkan keterampilan proses sains siswa SMP. Metode pembelajaran yang dilakukan di LKPD tersebut adalah inkuiri terbimbing, dengan validasi isi oleh tiga validator yang terdiri dari1 ahli materi, dan 2 ahli Pendidikan. Aspek yang divalidasi meliputi penyajian, isi, kebahasaan, serta kesesuaian dengan sintaks guided inquiry dan keterampilan proses sains. Instrumen yang digunakan berupa lembar validasi skala 1-4 dan dianalisis menggunakan metode modus. Hasil validasi menunjukkan bahwa aspek penyajian, isi, dan kebahasaan memperoleh modus terbanyak 4 (validitas tinggi), sementara aspek kesesuaian dengan guided inquiry dan keterampilan proses sains memperoleh modus terbanyak 3 (kategori valid). Dengan demikian, LKPD dinyatakan valid dan layak digunakan sebagai media pembelajaran IPA untuk melatihkan keterampilan proses sains siswa sehingga LKPD berbasis guided inquiry ini dapat digunakan oleh guru IPA SMP sebagai media efektif untuk melatihkan keterampilan proses sains siswa secara aktif dan kontekstual pada materi asam basa.