cover
Contact Name
Ernita Vika Aulia
Contact Email
ernitaaulia@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pensa@unesa.ac.id
Editorial Address
Jurusan IPA, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Surabaya Gedung C-12 Lt. Dasar Kampus Unesa Ketintang
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
PENSA E-JURNAL: PENDIDIKAN SAINS
ISSN : -     EISSN : 22527710     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Pensa E-Jurnal : Pendidikan Sains is an open access scientific journal to promoting scholarly science education research of interest to a wide group of people since 2012. Pensa E-Jurnal : Pendidikan Sains managed by Department of Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Surabaya and published by Universitas Negeri Surabaya. Pensa E-Jurnal : Pendidikan Sains focused on science education research (SER), especially innovation in the science curriculum, development of local instructional theories, implementation of innovative learning models on science education, and also examines secondary, tertiary, and informal learning as they relate to science education. Pensa E-Jurnal: Pendidikan Sains published periodically (thrice a year) in January, July, and December.
Articles 281 Documents
ANALISIS KETERAMPILAN KOLABORASI PESERTA DIDIK MENGGUNAKAN MODEL PBL (PROBLEM BASED LEARNING) BERBASIS KEARIFAN LOKAL Nugraha, Rizki Ameilita; Setiawan, Beni
PENSA E-JURNAL: PENDIDIKAN SAINS Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/pensa.v12i2.61622

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengembangan keterampilan kolaborasi peserta didik menggunakan model PBL berbasis kearifan lokal. Sampel yang digunakan yaitu total 61 peserta didik yang terbagi dalam kelas eksperimen 32 anak dan kelas kontrol 29 anak, dengan teknik purposive sampling. Desain dalam penelitian ini yaitu The Static-Group Comparison Design. Penelitian menggunakan instrumen yang meliputi lembar observasi keterampilan kolaborasi, keterlaksanaan pembelajaran, serta angket respon terhadap pembelajaran. Analisis dilakukan terhadap data keterampilan kolaborasi melalui perhitungan persentase dan uji Mann Whitney untuk menguji dugaan sementara. Penelitian yang dilakukan mendapat hasil berupa keterampilan kolaborasi peserta didik menjadi naik dan lebih tinggi kelas eksperimen dibandingkan dengan kelas kontrol.
PENERAPAN MODEL INQUIRY LEARNING BERBASIS KEARIFAN LOKAL ROMOKALISARI TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PESERTA DIDIK Darlian, Karisma Fildzah; Setiawan, Beni
PENSA E-JURNAL: PENDIDIKAN SAINS Vol. 12 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/pensa.v12i3.61921

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keterampilan proses sains peserta didik dalam pengajaran sains. Penelitian semacam ini menggunakan quasy experiment dengan menggunakan desain pretest-posttest dan desain Pretest-Posttest Control Group. Peserta didik SMP Negeri 63 Surabaya di kelas VII merupakan populasi dari penelitian ini. Melibatkan dua kelas: VII-A, yang merupakan kelas kontrol, dan VII-B, yang merupakan kelas eksperimen. Hasilnya berupa data kuantitatif berupa nilai keterampilan proses IPA yang ditentukan oleh tes esai. Hasil pengujian statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua kelas, dengan rata-rata N-gain kelas eksperimen secara signifikan lebih tinggi daripada kelas kontrol. Selain itu, ada peningkatan yang cukup besar dalam kemampuan proses sains di kelas eksperimen, seperti yang terlihat dari hasil pretest dan posttest yang diberikan. Sebaliknya, tidak ada perkembangan yang terlihat dalam keterampilan proses sains dari kelompok kontrol. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keterampilan proses sains siswa dipengaruhi secara signifikan ketika model pembelajaran inkuiri berbasis kearifan lokal diterapkan dalam pengajaran sains.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK Mufidah, Fiainil; Setiawan, Beni
PENSA E-JURNAL: PENDIDIKAN SAINS Vol. 12 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/pensa.v12i3.62029

Abstract

Penelitian bertujuan menganalisis penerapan model Problem Based Learning berbasis kearifan lokal dalam membantu peserta didik di kelas VII SMP meningkatkan keterampilan berpikir kritisnya. Pelaksanaan penelitian yaitu dengan pemberian perlakuan yang berbeda pada dua kelas di suatu sekolah di Kabupaten Kediri. Penggunaan model pembelajaran berbasis masalah memunculkan pertanyaan-pertanyaan terkait kearifan lokal. Tes keterampilan berpikir kritis digunakan dalam mengumpulkan data baik sebelum dan setelah pelajaran pada tiap kelas. Analisis N-Gain melalui pre dan posttest membuktikan bahwa kelas yang mengikuti model Problem Based Learning berbasis kearifan lokal menghasilkan rata-rata kategori N-Gain yang lebih unggul daripada kelas yang diterapkan pembelajaran metode ceramah. Penelitian menunjukkan bahwa kelas yang berbasis kearifan lokal dan berfokus pada masalah mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Melalui penelitian ini dibuktikan bahwa model Problem Based Learning dengan berbasiskan kearifan lokal terbukti efektif mengembangkan berpikir kritis pada submateri Pencemaran Air.
VALIDITAS PERANGKAT AJAR BERBASIS INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA MATERI BUMI DAN TATA SURYA Pramesti, Nadiva Annisa; Sari, Dhita Ayu Permata
PENSA E-JURNAL: PENDIDIKAN SAINS Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/pensa.v12i2.62037

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kevalidan perangkat ajar berbasis inkuiri terbimbing pada materi bumi dan tata surya, pada topik rotasi bumi, gerhana dan fase bulan untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis. Perangkat ajar yang dideskripsikan meliputi rencana pelaksanaan pembelajaran, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), dan lembar uji keterampilan berpikir kritis. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik survei yang dilakukan oleh tiga validator ahli, yaitu dua dosen dan sati guru IPA SMP. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar validasi. Hasil validasi yang didapatkan berupa skor dan saran untuk perbaikan. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis validasi ahli menggunakan modus. Hasil validasi rencana pelaksanaan pembelajaran, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), dan lembar uji keterampilan berpikir kritis menunjukkan hasil yang sama yaitu modus sebesar 4 sehingga termasuk dalam kategori valid. Hasil tersebut menunjukkan bahwa perangkat ajar dikatakan valid dan layak digunakan dalam proses pembelajaran dengan dilakukan revisi berdasarakan saran yang telah diberikan validator. Kesimpulan penelitian ini adalah perangkat ajar berbasis inkuiri terbimbing dinyatakan layak dari aspek validitas untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis pada materi bumi dan tata surya khususnya pada topik rotasi, gerhana dan fase bulan.
ANALISIS PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PESERTA DIDIK Laily, Shofia Zulfa; Setiawan, Beni
PENSA E-JURNAL: PENDIDIKAN SAINS Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/pensa.v12i2.62060

Abstract

Penelitian iniĀ  bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan proses sains peserta didik, keterlaksanaan penerapan model pembelajaran PBL berbasis kearifan lokal, dan respon peserta didik setelah menerapkan model pembelajaran PBL berbasis kearifan lokal. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Experiment dengan menggunakan rancangan percobaan The Only Pretest-Posttest Control Group Design. Sasaran penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII A dan VIII B di SMP Negeri 1 Maduran Lamongan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil analisis nilai pretest dan posttest kelas VIII B mengalami peningkatan keterampilan proses sains dengan N-gain sebesar 62,1% dengan kriteria cukup efektif dan pada kelas VIII A sebesar 19,7% dengan kriteria tidak efektif. Peserta didik memberikan respon dengan kategori baik terhadap penerapan model pembealajaran PBL berbasis kearifan lokal dengan persentase pada masing-masing aspek yaitu minat peserta didik 79%, KPS peserta didik sebesar 78%, dan kepuasan peserta didik sebesar 77%. Disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran PBL berbasis kearifan lokal dapat meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik pada materi zat aditif.
ANALISIS KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA TERHADAP PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN LKPD BERBASIS KEARIFAN LOKAL As'adah, Nur Asyiah; Setiawan, Beni
PENSA E-JURNAL: PENDIDIKAN SAINS Vol. 12 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/pensa.v12i3.62066

Abstract

Pendidikan hendaknya mampu menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di era abad ke-21. Salah satu keterampilan abad ke-21 yang perlu dimiliki siswa yaitu keterampilan berpikir kritis. Penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa dengan penerapan model Discovery Learning berbantuan LKPD berbasis kearifan lokal pada materi pencemaran lingkungan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif-kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode observasi, tes, dan angket respon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa, yang ditandai dengan skor N-Gain sebesar 0,64 dengan kriteria sedang. Keterlaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model ini memiliki hasil persentase sebesar 97,3% dengan kategori sangat baik. Respon siswa terhadap pembelajaran menunjukkan hasil yang sangat baik, total persentase sebesar 78,46% dengan kriteria sangat tinggi.
ANALISIS RESPONS SISWA TERHADAP MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION BERBANTUAN AUGMENTED REALITY Susilowati, Ruruh; Martini; Muhamad Arif Mahdiannur
PENSA E-JURNAL: PENDIDIKAN SAINS Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/pensa.v12i2.62113

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pemanfaatan teknologi di dunia pendidikan khususnya penggunaan gaya dalam mendukung proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk melihat respon siswa dengan melakukan penerapan pembelajaran Team-Assisted Individualization (TAI) berbantuan Augmented Reality (AR) pada materi Struktur Bumi. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain penelitiannya adalah poor-experimental designs dengan one-group pretest-posttest. Subjek penelitian ini merupakan siswa salah satu SMP kelas VIII di Surabaya. Variabel yang digunakan adalah variabel bebas yaitu model pembelajaran kooperatif tipe TAl dan media AR, sedangkan variabel terikat yang digunakan yaitu respon siswa Insrumen pada penelitian ini, yaitu survei. Penelitian yang dilakukan sebanyak tiga pertemuan ini memperoleh indikator model pembelajaran kooperatif tipe TAI sebanyak 85,64% masuk kategori sangat setuju, sedangkan pada indikator media AR sebanyak 86,84% masuk kategori sangat setuju.
RESPONS PESERTA DIDIK TERHADAP PENERAPAN ASESMEN FORMATIF DENGAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DI MTsN 2 KOTA SURABAYA Hanim, Umi Masfufah; Sabtiawan, Wahyu Budi
PENSA E-JURNAL: PENDIDIKAN SAINS Vol. 12 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/pensa.v12i3.62583

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons peserta didik terhadap penerapan asesmen formatif dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif-kualitatif. Instumen penelitian ini menggunakan angket respons peserta didik yang disebarkan kepada 31 siswa MTsN 2 Kota Surabaya. Teknik pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan angket yang dibagikan kepada 31 peserta didik kelas VIII-B setelah penerapan asesmen formatif dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan 4 kategori skala likert, yaitu sangat setuju (SS), setuju (S), tidak setuju (TS), dan sangat tidak setuju (STS), dengan menggunakan 4 kategori diatas peneliti membuat 16 pernyataan yang harus diisi oleh sampel/responden. Berdasarkan 4 kategori diatas akan dikelompokkan menjadi 2 respons positif dan negatif. Kemudian dicari rata-rata persentase respons dengan membagi jumlah persentase respons dengan jumlah pernyataan dalam angket. Hasil penelitian menunjukkan respons positif peserta didik lebih banyak dibandingkan dengan respons negatif peserta didik terhadap penerapan asesmen formatif dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing, Hal tersebut dapat dilihat dari persentase 93,8% jawaban bernilai positif (untuk opsi sangat setuju dan setuju) dan 6,3% jawaban bernilai negatif (untuk opsi tidak setuju dan sangat tidak setuju) dari hasil respons peserta didik.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR DAN MOTIVASI SISWA SMP PADA MATERI KALOR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERSTRUKTUR Harun, Naura Maheshi; Nurita, Tutut
PENSA E-JURNAL: PENDIDIKAN SAINS Vol. 12 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/pensa.v12i3.62646

Abstract

This study aims to describe the improvement of knowledge learning outcomes and motivation of junior high school students after implementing a structured inquiry learning model on heat material. The subjects used in this study were students of class VII C in one of the junior high schools in Surabaya. The type of research used is quantitative research with pre-experiment method with One Group Pretest-Posttest Design. The data collection techniques used were written test, questionnaire, and observation. The data obtained were analyzed to determine whether or not there was an increase in knowledge learning outcomes and student motivation after being given learning with a structured inquiry model. The results of this study showed that 7 students received a high category of improvement in knowledge learning outcomes and 23 students received a moderate improvement category. This indicates that all students in class VII C experienced an overall increase in knowledge learning outcomes with each category measured by N-Gain analysis. Student learning motivation using ARCS aspects as a whole showed positive results in the excellent category. Based on these results, it can be concluded that the application of structured inquiry learning model can improve the learning outcomes of knowledge and motivation of junior high school students on heat material. Keywords: Structured Inquiry, Learning Outcomes, Motivation, Heat.
PENERAPAN PENILAIAN DAN PEMBELAJARAN IPA PADA KURIKULUM MERDEKA DI SMP MUHAMMADIYAH 2 TAMAN Rosidah, Dwi Mustainatur; Sabtiawan, Wahyu Budi
PENSA E-JURNAL: PENDIDIKAN SAINS Vol. 12 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/pensa.v12i3.62665

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perspektif guru IPA dan siswa SMP dalam perencanaan, pelaksanaan, dan asesmen pembelajaran IPA sesuai dengan kurikulum merdeka belajar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data meliptui wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah satu guru IPA dan 3 siswa di SMP Muhammadiyah 2 Taman. Teknik analisis data mengikuti model Miles & Huberman, yaitu pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menyesuaikan pembelajaran dengan pedoman Kurikulum Merdeka. Pada tahap perencanaan pembelajaran, guru IPA melakukan telaah Capaian Pembelajaran (CP), membuat Tujuan Pembelajaran (TP), dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dan dilanjutkan dengan pembuatan Modul Ajar dan penyusunan asesmen. Pada tahap pelaksanaan, Kurikulum Merdeka ini mendorong siswa untuk berkontribusi aktif dalam proses pembelajaran. Selain itu, asesmen pembelajaran IPA juga sesuai dengan Kurikulum Merdeka, yaitu dengan menggunakan asesmen diagnostik kognitif (formatif dan sumatif) dan non kognitif.