cover
Contact Name
Fithri Estikhamah
Contact Email
fithri.ts@upnjatim.ac.id
Phone
+6281330797039
Journal Mail Official
fithri.ts@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Jl. Rungkut Madya No.1, Gn. Anyar, Kec. Gn. Anyar, Kota SBY, Jawa Timur 60294
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
KERN : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
ISSN : 20877498     EISSN : 26865025     DOI : http://doi.org/10.33005/kern
Core Subject : Engineering,
The relevant topics of the latest progressive findings or developments will be taken seriously into consideration, the topics covered by the journals include: - Construction and Building Materials - Structural Engineering - Geotechnic - Water Resources / hydrology - Construction Management - Transport System Engineering - Highway engineering - System Information Geographic - Environmental Science and Engineering
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1: April 2020" : 7 Documents clear
Analisa Tinggi Gelombang dan Periode Gelombang di Pelabuhan Laut Niaga Brondong Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan Wahjudijanto, Iwan
KERN : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 6 No. 1: April 2020
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/kern.v6i1.22

Abstract

Pelabuhan Brondong adalah pelabuhan kecil sebagai pelabuhan nelayan yang terletak di kecamatan Brondong kabupaten Lamongan. Tinggi gelombang pada kolam pelabuhan sangat mempengaruhi bongkar muat di pelabuhan tersebut. Pada penelitian ini diadakan kajian analisa prediksi tinggi gelombang di pelabuhan tersebut. Tinggi gelombng dapat diprediksi dari beberapa faktor antara lain : panjang Fetch, lama hembusan angin dan kecepatan angin. Gelombang tersebut adalah gelombang akibat adanya angin, disamping itu faktor lain yang mempengaruhi adalah lebar fetch, kedalaman air, kekasaran dasar dan stabilitas atsmosfer.
Skala Prioritas Kerusakan Jalan Trans Madura dengan Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process Sholichin, Ibnu; Masliyah
KERN : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 6 No. 1: April 2020
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/kern.v6i1.23

Abstract

Adanya jembatan Suramadu dan meningkatnya kesadaran daerah akan pentingnya wisata baru di Madura semakin meningkatkan arus transportasi di Madura. Jembatan Suramadu yang sekarang menjadi jalan non-tol, juga meningkatkan nilai properti di Madura khususnya kota Bangkalan. Dengan meningkatnya arus kendaraan bermotor, baik besar maupun kecil, menyebabkan terjadinya kerusakan jalan di sepanjang jalan Trans Madura. Dalam penelitian ini dipakai metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan skala prioritas penyebab kerusakan jalan. Dari hasil penelitian, didapatkan faktor penyebab kerusakan jalan terbesar adalah faktor lalu lintas dengan nilai 40,23%, dengan sub kriteria penyebab kerusakan jalan adalah 23%. Jenis kerusakan yang terjadi adalah lubang (potholes) dan alur (rutting). Saran perbaikan berupa patching pada titik-titik terjadinya kerusakan jalan. Untuk lubang yang cukup dalam, perbaikan juga mencakup perbaikan pondasi agar tidak terjadi kerusakan berulang.
Perbandingan Respon Struktur Portal 2 Lantai MRF dan CBF Terhadap Beban Seismik dengan Pushover Analysis Santoso, Adi Nugroho; Sumaidi; Rumintang , Anna
KERN : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 6 No. 1: April 2020
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/kern.v6i1.24

Abstract

Indonesia merupakan daerah yang termasuk wilayah rawan gempa. Oleh karena itu diperlukan pengetahuan konstruksi bangunan tahan gempa dalam mengurangi resiko kerusakan yang diakibatkan gempa bumi. Perencanaan Konstruksi tahan gempa terdapat beberapa metode salah satunya yaitu metode analisis pushover. Pushover adalah metode analisis static nonlinier dimana struktur mengalami pembebanan gravitasi dan beban lateral yang dikendalikan perpindahan yang terus meningkat melalui perilaku elastic dan inelastic hingga kondisi akhir. Salah satu dari bahan konstruksi yang populer dalam perencanaan Struktur adalah konstruksi baja dimana memiliki keunggulan yaitu struktur yang seragam, ringan, kuat, dan mudah dikerjakan. Dalam pemodelan struktur tahan gempa beberapa model yang populer adalah model MRF dan CBF. MRF adalah model konfigurasi sturktur yang terkonfigurasi atas balok yang tersambung kokoh dengan kolom. Berdasarkan sambungan balok-kolom yang kaku, bingkai momen tidak dapat dipindahkan secara lateral tanpa menekuk balok atau kolom tergantung pada geometri sambungan.CBF adalah model struktur yang terkonfigurasi atas batang yang diperkuat oleh pengaku (Braced). Hasil Studi kasus pada perbandingan kedua model struktur menyimpulkan bahwa dalam perencanaan struktur baja tahan gempa dengan metode pushover didapat bahwa struktur MRF memiliki daktilitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan CBF yaitu 2,1 : 1,6. 
Analisa Kekuatan Struktur Jalan Kereta Api dengan Penambahan Lapisan Geotekstil pada Perencanaan Jalur Ganda Jombang – Peterongan (KM.69+100 – KM.76+100) Utomo, Nugroho; Estikhamah, Fithri
KERN : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 6 No. 1: April 2020
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/kern.v6i1.25

Abstract

Berdasarkan Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNAS) oleh Direktorat Jendral Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (2011), pada tahun 2030 diperkirakan akan terjadi peningkatan jumlah pergerakan orang menggunakan kereta api di Pulau Jawa sebesar 858,5 juta orang/tahun dan pergerakan barang sebesar 534 juta ton/tahun. Sehingga untuk mengakomodasi kebutuhan ini maka prasarana jalan kereta api berupa jalur ganda (double track) pada lintas utara dan selatan di Pulau Jawa sudah harus siap untuk dioperasikan dan aman ditinjau dari kelayakan struktur. Jalur kereta api eksisting yang telah terbangun di Pulau Jawa untuk lintas utara (Surabaya – Jakarta) sepanjang 727 km sudah memenuhi terhadap kebutuhan jalur ganda (double track), sedangkan untuk lintas selatan baru terkoneksi oleh jalur ganda adalah lintas Yogyakarta sampai Nganjuk dan sudah dioperasikan. Untuk lintas Nganjuk – Jombang jalur ganda sudah selesai tetapi belum siap untuk dioperasikan dan lintas Jombang – Mojokerto sedang dalam proses penyelesaian. Fokus utama dalam penelitian ini adalah meninjau struktur jalan kereta api jalur ganda pada lintas Jombang – Mojokerto, petak Jombang – Peterongan (KM.69+100 – KM.76+100). Struktur jalan kereta api jalur ganda pada petak Jombang – Peterongan yang ditinjau ini adalah kelayakan struktur bawah jalan kereta api yang diberi penambahan lapisan geotekstil terhadap aspek pembebanan kereta api rencana KA Sancaka. Pedoman yang digunakan dalam desain ini adalah Peraturan Dinas No 10 Tahun 1986 dari PT. KAI. Sebagai hasil dari penelitian ini adalah tinjauan faktor aman akibat keruntuhan beban mati struktur jalan kereta api, faktor aman penggelinciran lereng dan lateral terhadap perkuatan lapisan geotekstil memenuhi syarat.
Analisa dan Pemetaan Kepadatan Jalan dan Korelasinya dengan Keberadaan Mall Agil, Raditya; Zainab, Siti; Wibisana, Hendrata
KERN : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 6 No. 1: April 2020
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/kern.v6i1.26

Abstract

Kota Surabaya merupakan salah satu kota terbesar yang terletak di wilayah Provinsi Jawa Timur, tepatnya kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia, berdirinya pusat-pusat perbelanjaan akan di perkirakan berpengaruh pada volume lalu lintas di beberapa titik ruas jalan di depan mal. Ruas jalan Ahmad Yani (depan mal Cito), jalan Ahmad Yani (depan mal Royal), jalan Hayam Wuruk (depan mal Sutos), jalan Dr.Ir.H.Soekarno (depan mal Galaxy), jalan Gembong (depan mal ITC). Pada jam sibuk pagi (06.00-08.00) serta jam sibuk sore (16.00-18.00). Penelitian ini menggunakan alat bantu Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk pemetaan dengan Standart MKJI untuk bidang Transportasi. Dari hasil yang diperoleh nilai volume kendaraan untuk kepadatan volume kendaraan dengan keberadaan mal diperoleh MC (sepeda motor) terletak pada jalan Ahmad Yani depan mal Cito sebesar 1704 Smp/Jam, Sedangkan untuk LV (Kendaraan Ringan) terletak pada jalan Gembong depan mal ITC sebesar 1711 Smp/Jam dan untuk HV (Kendaraan Berat) terletak pada jalan Ahmad Yani depan mal Cito dan jalan Ahmad Yani depan mal Royal sebesar 42 Smp/Jam. Jumlah rata-rata pengunjung mal terbesar terletak pada mal ITC sebesar 1620 orang sedangkan rata-rata pengunjung mal terkecil berada di mal Sutos sebesar 798 orang. Model Regresi yang di dapatkan berdasarkan hasil rekapitulasi pada tiap-tiap mal dan menunjukkan bahwa mal ITC yang paling terbesar dengan hasil R = 0,803 yaitu korelasi positip sangat kuat dan R Square (R2) = 0,645=64,554%.
Penggunaan Fly Ash pada Beton Self Compacting Concrete (SCC) Ditinjau Terhadap Durabilitas Beton Akibat Serangan Sulfat Kartini, Wahyu
KERN : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 6 No. 1: April 2020
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/kern.v6i1.27

Abstract

Self Compacting Concrete (SCC) adalah beton yang dapat memadat sendiri tanpa dilakukan perojokan sedikit berbeda dengan beton konvensional, perbedaannya terletak pada penambahan filler berupa fly ash dan admixture viscorete. Pada penelitian ini akan membandingkan pengaruh penggunaan fly ash dengan komposisi 0%, 10%, 20%, 30%, dan 40% dari berat bindernya terhadap durabilitas Self Compacting Concrete (SCC) akibat pengaruh sulfat, faktor air semen yang digunakan adalah 0,41. Dari hasil penelitian ini didapatkan kadar penambahan fly ash efektif pada 40%. Penambahan fly ash pada campuran Self Compacting Concrete (SCC) dapat meningkatkan durabilitas, pada rendaman sodium sulfat mengalami peningkatan sebesar 78,97 % sedangkan pada rendaman magnesium sulfat mengalami peningkatan sebesar 54,71 % bila dibandingkan dengan Self Compacting Concrete (SCC) tanpa fly ash.
Analisis Kepatuhan Siswa/i Tingkat SMP dalam Berlalu Lintas Estikhamah, Fithri; Utomo, Nugroho
KERN : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 6 No. 1: April 2020
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/kern.v6i1.28

Abstract

Dalam memperlancar kegiatan manusia, sarana yang paling penting dan utama adalah transportasi. Terdapat beberapa macam transportasi yang dapat digunakan untuk mempermudah kegiatan manusia. Tetapi jenis kendaraan yang paling digemari masyarakat adalah  sepeda motor. Kepatuhan hukum masyarakat akan pentingnya etika dalam berlalu lintas masih dikategorikan rendah. Seperti misalnya beberapa pengendara kendaraan sepeda motor seringkali menyalip kendaraan lainnya tanpa memperhatikan marka jalan maupun rambu-rambu lalu lintas. Permasalahan dalam  penelitian ini adalah bagaimana tingkat kepatuhan hukum siswa SMP di Surabaya terhadap etika berlalu lintas menurut Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009. Penelitian dilakukan di sekitar kampus UPN “Veteran” Jawa Timur. Sampel yang  diambil adalah sebanyak 30 siswa SMP/SLTP sederajat dengan metode acak. Berdasarkan hasil penelitian, tingkat kepatuhan hukum siswa SMP di  Surabaya terhadap etika berlalu lintas menurut Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009,  masuk dalam kategori  cukup patuh (65,57 %). Artinya siswa/i SMP dikategorikan cukup mematuhi aturan hukum sesuai dengan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Etika Berlalu Lintas. Beberapa responden menyatakan pernah mengendarai sepeda motor tetapi untuk mengendarai sepeda motor ke sekolah memilik skor 12,16 (rendah), artinya bahwa siswa/i mematuhi aturan sekolah yang melarang siswa/i untuk membawa dan mengendarai sepeda motor. Dan secara keseluruhan responden menyatakan bahwa selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas, hal ini ditunjukkan dengan nilai skor sebesar 67,57  yang artinya termasuk dalam kategori cukup patuh.

Page 1 of 1 | Total Record : 7