cover
Contact Name
Asy'ari
Contact Email
asyari153@gmail.com
Phone
+6285248587493
Journal Mail Official
p3mp@stkipbjm.ac.id
Editorial Address
Jalan Sultan Adam Kompleks H.Iyus RT.23 No.18 Banjarmasin 70121 Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan
ISSN : 02167433     EISSN : 28278828     DOI : https://doi.org/10.33654/jpl
Core Subject : Education, Art,
Lentera merupakan jurnal ilmiah pada bidang pendidikan dan ilmu-ilmu kependidikan yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3MP) STKIP PGRI Banjarmasin
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 28 Documents
Search results for , issue "Vol 14 No 2 (2019)" : 28 Documents clear
Komunikasi Seni Intrapersonal Dalam Pembelajaran Musik Dengan Rangsang Audio Mengunakan Metode Zoltan Kodaly Andi Wijaya
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 2 (2019)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.917 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i2.837

Abstract

Pelajaran yang disesuaikan antara materi seni musik dan seni tari karena tujuan seni budaya di sekolah umum bukanlah menjadi seniman, melainkan diharapkan mahasiswa mendapatkan pengalaman seni musik dan seni tari. Dalam proses komunikasi intrapersonal serta peningkatan kreativitas gerak tari yang dalam proses pembelajaran mata kuliah pengetahuan seni musik kepada mahasiswa dapat menumbuhkan kepekaan kepekaan audio yang telah dipelajarinya sebelum gerak tari dengan iringan musik yang terlebih dahulu mereka pelajari sebelumnya. Kepekaan rasa, pikir, dan kecintaan seni dapat mereka tumbuhkan serta kerjasama antara mata kuliah pengetahuan seni music dengan mahasiswa, dengan adanya rangsangan audio hasil bunyi recorder dan gerak hand signs tadi dapat dijadikan bahan untuk memotivasi gerak tari. Dengan demikian arah pendidikan seni sebenarnya pada perubahan sikap mahasiswa serta diharapkan mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan dasar tentang kedua seni yang mereka pelajari antara seni musik dan seni tari penting bagi penyesuaian diri akan kehidupan masa depan. Perkembangan dari segi kreativitas ini harus diimbangi dengan peningkatan sarana bahan ajar yang menyangkut media di STKIP-PGRI Banjarmasin. Dalam seni budaya, gerak tari dan penggunaan rangsangan audio perlu dilakukan secara terus-menerus dan berkesinambungan karena tingkat keseringan yang terjadi pada mahasiswa akan mempengaruhi kepekaan mahasiswa dalam berproses gerak tari. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar seni bisa berjalan dengan baik, hal ini karena didukung dengan sikap mahasiswa yang sangat antusias dalam belajar, ketertiban dalam mengikuti pelajaran, selain itu juga faktor utama dari dosen yang bisa menerapkan metode yang tepat. Dengan adanya proses pembelajaran ini, diharapkan mampu meningkatkan kreativitas dan kepekaan.
Eksperimentasi Pembelajaran Berbasis Tik Menggunakan Metode Discovery Learning Dengan Peer Assessment Di Kelas Viii Smp Negeri 14 Banjarmasin Asy’ari Asy’ari; M. Rizki Zulkarnain
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 2 (2019)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.369 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i2.839

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pembelajaran berbasis TIK menggunakan metode discovery learning disertai dengan peer assessment terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan desain faktorial 3×3. Populasinya adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 14 Banjarmasin tahun pelajaran 2017/2018. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 93 orang diambil dari siswa kelas VIII D, VIII E, dan VIII F SMPN 14 Banjarmasin. Uji prasyarat meliputi uji normalitas dengan menggunakan metode uji Lilliefors dan uji homogenitas menggunakan metode Bartlett. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji ANOVA dua jalan dengan sel tak sama. Berdasarkan uji hipotesis, diperoleh kesimpulan bahwa hasil belajar siswa yang diberi perlakuan model pembelajaran berbasis TIK menggunakan metode discovery learning disertai dengan peer assessment lebih baik dari hasil belajar siswa yang diberi model pembelajaran berbasis TIK menggunakan metode discovery learning dan model pembelajaran konvensional. Selain itu, hasil belajar siswa yang diberi perlakuan model pembelajaran berbasis TIK menggunakan metode discovery learning lebih baik dari hasil belajar siswa yang diberi model pembelajaran konvensional.
Pemanfaatan Google Apps di Era Literasi Digital Pada Siswa Sekolah Dasar Bahrul Ulum; Frendy Aru Fantiro; Mochamad Novi Rifa’i
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 2 (2019)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.872 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i2.843

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pemanfaatan Google Apps di era literasi digital pada siswa Sekolah Dasar (SD). Metode penelitian menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan. Literasi digital merupakan kemampuan kemampuan penggunaan teknologi informasi dari perangkat digital secara efektif efisien dalam berbagai konteks kehidupan sehari-hari. Salah satu upaya literasi digital adalah pemanfaatan teknologi informasi menggunakan Google Apps for education yang telah disediakan oleh perusahaan mesin pencari google untuk segenap komponen pendidikan disekolah. Dengan memanfaatkan Google Apps dalam proses pembelajaran yang dapat dibuka melalui smartphone dan tablet, memungkinkan para guru menyiapkan dan menyajikan materi pembelajarannya secara online (dan offline) yang mudah diakses siswa.
Perencanaan Pembelajaran Creative Learning Dalam Mata Kuliah Profesi Keguruan Beti Istanti Suwandayani; Siti Fatimah Soenaryo; Reny Dwi Susanti
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 2 (2019)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.819 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i2.844

Abstract

Kehidupan di era milenial ini menuntut berbagai ketrampilan yang harus dikuasai manusia, sehingga diharapkan pendidikan dapat memberikan persiapan bagi peserta didik untuk menguasai berbagai ketrampilan tersebut. Pencapaian ketrampilan pada abad ke-21 tersebut dapat dilakukan melalui perbaharuan dalam kualitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi perencanaan, kendala dalam perencanaan pembelajaran, dan solusi dalam perencanaan pembelajaran creative learning. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data ini menggunakan instrumen sebagai pedoman pengumpulan data. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif berupa paparan yang mendalam terkait data penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan perencanaan pembelajaran dilakukan sebelum pembelajaran dengan mempersiapkan perangkat pembelajaran berupa RPS mata kuliah. Permasalahan yang muncul dalam perencanaan pembelajaran ini adalah memadukan perencanaan pembelajaran dengan perkembangan milenial. Sedangkan untuk mengatasi permasalahan tersebut pada pembelajaran creative learning adalah dengan melakukan inovasi pendampingan pembuatan media dan pembelajaran berbasis teknologi.
Dekonstruksi Kemanusiaan Masyarakat Cempaka Dalam Novel Galuh Hati Karya Randu Alamsyah Endang Sulistyowati
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 2 (2019)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.379 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i2.845

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkapkan dekonstruksi kemanusiaan dalam masyarakat Cempaka dalam novel Galuh Hati karya Randu Alamsyah. Pendekatan penelitian ini menggunakan teori dekonstruksi yang berusaha membongkar dan mengungkapkan unsur kebahasaan yang berwujud teks dalam novel, sehingga menemukan realitas kemanusiaan masyarakat Cempaka yang difokuskan pada aspek kemanusiaa berwujud pemikiran, perilaku dan interaksi sosial tokoh. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, data penelitian berupa satuan cerita berwujud kata, frasa, kalimat dan wacana yang terdapat dalam novel Galuh Hati. Teknik analisis data dengan pembacaan setelah dilakukan pembongkaran teks secara analitis, kritis dan pemahaman secara mendalam sehingga diperoleh totalitas makna. Hasil penelitian ini mengemukakan dekosntruksi kemanusiaan dalam masyarakat Cempaka, meliputi: 1) Pandangan hidup yang meliputi pendidikan, dan kegiatan ekonomi; 2) cinta kasih sayang meliputi, kasih sayang dalam hubungan Ayah dan anak, hubungan persahabatan, serta hubungan dalam lingkup sosial masyarakat; dan 3) tanggung jawab meliputi tanggung jawab Ayah, anak, dan tanggung jawab moral masyarakat. Pembongkaran pada teks sastra yang menggunakan teori dekonstruksi mengungkapkan beberapa aspek kemanusiaan meliputi, belum tercapainya pemerataan infrastruktur bagi masyarakar desa, pendeskriminasian bagi suatu kelompok tertentu dan kebenaran yang bersifat relatif.
Meningkatkan Konsep Diri Yang Positif Melalui Konseling Peer Group Pada Siswa Kelas XII di SMA Kartika V-3 Banjarmasin Hj. Nailah
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 2 (2019)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.355 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i2.846

Abstract

Penelitian ini berangkat dari fenomena yang terjadi di lapangan yaitu di SMA Kartika V-3 Banjarmasin bahwa banyak siswa menunjukkan perilaku seperti: sangat peka terhadap kritik, hiperkritis terhadap orang lain, responsif berlebihan terhadap pujian, kurang mampu mengendalikan emosi, kurang yakin akan kemampuan diri sendiri dan pesimis terhadap kompetisi. Gejala-gejala tersebut mengidentifkasikan bahwa siswa kurang memiliki konsep diri yang positif. Fenomena di atas mendorong peneliti untuk mengkaji efektivitas konseling peer group dalam meningkatkan konsep diri yang positif pada siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah suatu kajian reflektif yang dilakukan konselor dalam meningkatkan kemampuannya berfikir secara rasional dan bertindak untuk memperbaiki kualitas bimbingan terhadap siswa sehingga diperoleh kesimpulan: (1) konseling peer group dalam layanan pribadi sosial dapat meningkatkan konsep diri yang positif pada siswa sebesar 8,66% pada siklus I dan meningkat lagi sebesar 11,46% pada siklus II; (2) melalui konseling peer group, siswa terlatih dan terampil dalam meningkatkan konsep dirinya yang positif. Penelitian ini menghasilkan rekomendasi yang ditujukan pada peneliti selanjutnya untuk mengkaji efektivitas konseling peer group dengan meneliti variabel yang sama dengan jumlah sampel yang relatif lebih besar sehingga hasil penelitian lebih representatif.
Teacher Certification: A Way to Lead Teacher for Professional Development and Lifelong Learning Kuzairi Kuzairi
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 2 (2019)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.971 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i2.848

Abstract

Indonesian Government launched teacher certification program in order to increase the quality of teachers. This policy is expected to foster teacher’s competences and prosperity. In terms of competency, this program enhances teachers to develop their professionalism especially in teaching and other academic activities. Test and training are provided to take this program. Several requirements such as the minimum qualification, teacher’s portfolio are also given as the elements or components of the teacher certification program administration. Dealing with the prosperity, teachers who passed this program are also given financial support. Some studies on the effectiveness of teacher certification program were conducted. The results showed that this program does not guarantee teachers to have quality improvement. However, it does not mean this program is not successful at all or it does not have any advantage or contribution for teachers. Therefore, this paper aims to discuss on how far teacher certification program lead teachers to develop their professionalism and bring them into lifelong learning activities or situation.
Penerapan Manajemen Berbasis Sekolah Riduan Saberan; Erni Susilawati
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 2 (2019)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.392 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i2.849

Abstract

Pendidikan sangat penting demi mewujudkan manusia indonesia yang seutuhnya selaras dengan tujuan pendidikan Nasional. Untuk itu inovasi dalam pendidikan harus selalu dilakukan agar mampu memberikan pelayanan pendidikan sesuai dengan kebutuhan atau perkembangan jaman. Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) merupakan paradikma baru pendidikan yang memberikan otonomi luas pada tingkat sekolah dengan maksud agar sekolah leluasa mengelola sumber daya dan sumber dana dengan mengalokasikan sesuai dengan prioritas kebutuhan. MBS juga merupakan salah satu wujud dari reformasi pendidikan yang menawarkan kepada sekolah untuk menyediakan pendidikan yang lebih baik dan memadai bagi siswa.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Dalam Membuat Diagram Aminah Ekawati; Winda Agustina; Fahriza Noor
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 2 (2019): EDISI DIES NATALIS XXXIV
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.941 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i2.881

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah adalah hal yang penting dimiliki oleh siswa dikarenakan adanya perkembangan zaman yang menuntut siswa untuk dapat memecahkan berbagai masalah yang terdapat di lingkungannya. Pemecahan masalah matematika memiliki berbagai strategi pemecahan, salah satunya menggunakan strategi membuat diagram. Materi yang relevan dengan strategi tersebut di kelas 7 adalah himpunan. Dalam materi himpunan siswa dapat memecahkan masalah dengan menggunakan diagram Venn. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Subyek penelitian yaitu siswa SMP kelas 7 yang terdiri dari 2 orang yaitu 1 siswa yang memiliki nilai di atas KKM dan 1 orang siswa yang memiliki nilai di bawah KKM. Teknik pengumpulan data menggunakan dengan tes dan non tes (dokumentasi dan wawancara). Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, menyajikan data, interpretasi data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) subjek yang berada di atas KKM dapat menyelesaikan masalah dengan benar dengan membuat diagram, dan (2) subjek yang berada di bawah KKM tidak dapat menyelesaikan masalah dengan benar dan tidak dapat membuat gambar.
“Jukung Banjar” Game Arcade 2D Berbasis Web Arifin Noor Asyikin; Ali Watoni
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 2 (2019): EDISI DIES NATALIS XXXIV
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (919.89 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i2.882

Abstract

Video game yang biasa disebut gim telah telah menjadi bagian dari sarana hiburan pada zaman modern ini. Awalnya gim hanya tersedia pada komputer khusus yang berada pada lembaga tertentu. Seiring perkembangan zaman, gim tersedia secara luas melalui berbagai platform, diantaranya komputer personal, konsol, telepon genggam, serta mesin arcade pada tempat hiburan. Ini tidak lepas dari tersedianya platform terkait dengan harga yang relatif terjangkau, serta peran dari pengembang gim itu sendiri. Dalam pengembangan gim, terdapat tools yang mampu mempercepat proses pengembangan gim yang disebut game framework dan game engine. Ada beberapa game framework dan game engine yang tersedia secara gratis, salah satunya adalah Phaser. Phaser adalah framework untuk mengembangkan gim yang berbasis web. Dalam membuat gim yang penulis ajukan, yakni gim bergenre arcade 2D, penulis akan menggunakan framework Phaser dalam proses pengembangannya. Harapannya setelah gim berhasil dibuat, gim tersebut dapat menjadi sarana hiburan bagi pemainnya, serta menjadi sarana pembelajaran bagi penulis dalam proses mengembangkan sebuah gim.

Page 1 of 3 | Total Record : 28