cover
Contact Name
Fujianor Maulana
Contact Email
fujianormaulana@stkipbjm.ac.id
Phone
+628195198730
Journal Mail Official
jph@stkipbjm.ac.id
Editorial Address
Jln.Sultan Adam Komplek H.Iyus
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Hayati
ISSN : 28282914     EISSN : 24433608     DOI : https://doi.org/10.33654/jph.v7i4
Berisi artikel-artikel ilmiah baik yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun asing, yang memuat tentang kependidikan dan kajian ilmu - ilmu pengetahuan alam dan sosial dan memfasilitasi publikasi hasil-hasil penelitian maupun pemikiran konseptual serta turut mengembangkan pendidik dan dunia pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2" : 6 Documents clear
Gambaran Umum Aktivitas Belajar Siswa SMP Negeri 27 Banjarmasin Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah (PBM) Ria Mayasari
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 4 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.785 KB) | DOI: 10.33654/jph.v4i2.437

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran aktivitas belajar siswa dengan menggunakan model Pembelajaran Berdasarkan Masalah (PBM). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriftif, yakni penelitian yang menggambarkan tentang aktivitas belajar siswa. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 27 Banjarmasin, sedangkan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah aktivitas belajar kelas VIIC SMP Negeri 27 Banjarmasin dengan menggunakan model PBM. Untuk memperoleh gambaran aktivitas siswa selama proses belajar mengajar berlangsung dengan menggunakan model pembelajaran berdasarkan masalah (PBM) dilakukan teknik observasi. Data yang telah diperoleh dianalis secara deskriftif. Hasil penelitian menunjukkan dengan menggunakan Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah (PBM) memberikan gambaran aktivitas belajar siswa selama proses belajar mengajar mengalami perubahan yang semakin baik.
Hasil Belajar Kognitif Proses Siswa Kelas X3 SMAN 10 Banjarmasin Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Pada Konsep Keanekaragaman Hayati Almira Ulimaz
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 4 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.184 KB) | DOI: 10.33654/jph.v4i2.440

Abstract

Berdasarkan hasil obervasi yang dilakukan di SMAN 10 Banjarmasin ditemukan bahwa sebagian siswa masih kesulitan dalam belajar Biologi. Hal ini terindikasi dari kegiatan belajar mengajar di kelas X3 SMAN 10 Banjarmasin khususnya pada konsep Keanekaragaman Hayati. Hasil wawancara dengan guru mata pelajaran IPA menunjukkan bahwa hasil belajar yang siswa peroleh hanya mencapai 60%, sehingga berada di bawah ketuntasan Klasikal yaitu 85% dan belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yakni 72. Hal ini disebabkan oleh kecenderungan bahan ajar atau Lembar Kerja Siswa (LKS) yang disampaikan oleh guru bersifat kurang kontekstual (tidak menyentuh langsung dengan dunia nyata yang dihadapi siswa sehari–hari). Salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar adalah model inkuiri terbimbing. Penelitian ini bertujuan meningkatkan meningkatkan hasil belajar kognitif proses siswa dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran biologi pada konsep keanekaragaman hayati menggunakan model inkuiri terbimbing. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan subyek penelitian adalah siswa kelas X3 di SMAN 10 Banjarmasin tahun ajaran 2013–2014. Data hasil belajar kognitif proses dikumpulkan dari hasil nilai lembar kerja siswa. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kognitif proses siswa mengalami peningkatan. Pada siklus I sebesar 69,99 % dan pada siklus II sebesar 75,96 %.
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri Satu Atap 5 Daha Selatan Pada Konsep Ekosistem Megawati Megawati; Rabiatul Adawiyah
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 4 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/jph.v4i2.441

Abstract

Pendidikan yang memiliki kualitas yang baik, harus ditopang oleh kemampuan guru dalam melakukan kegiatan belajar dan mengajar dalam kelas. Guru harus menguasai metode-metode pembelajaran yang aktif dan interaktif agar kegiatan belajar mengajar menjadi lebih menarik dan bermakna. Pembelajaran melalui inkuiri terbimbing (guided Inquiry) mengarahkan siswa untuk menemukan konsep-konsep sains sendiri. Artinya, siswa tidak hanya pasif sebagai penerima konsep, melainkan aktif untuk menemukan suatu konsep. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar biologi siswa pada konsep ekosistem. Jenis penelitian ini quasi experiment yang menggunakan desain penelitian nonequivalent control group design. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji-t, yang sebelumnya dilakukan terlebih dahulu Uji persyaratan yang diperlukan yaitu uji normalitas dan uji kesamaan varians (uji homogenitas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing berpengaruh terhadap hasil belajar siswa untuk hasil uji kesamaan dua rata-rata posttes pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diperoleh 2,878 dan 2,086 ( pada taraf signifikan ( . Dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima pada taraf kepercayaan 95%. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing (guided inquiry) terhadap hasil belajar siswa.
Pengaruh Perbedaan Media Air Terhadap Karakteristik Hasil Fermentasi Kulit Nangka Muhammad Rifa’i; Bayu Hari Mukti; Lagiono Lagiono
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 4 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.34 KB) | DOI: 10.33654/jph.v4i2.442

Abstract

Nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk.) bagi masyarakat di Kalimantan selatan, selain dikonsumsi daging buah dan bijinya, kulitnya pun dapat diolah menjadi makanan yang dinamakan mandai. Mandai dibuat dengan cara mengupas kulit buah sampai terlihat putih kemudian direndam dengan air garam untuk mengawetkan dan melunakkan teksturnya. Rendaman dapat dilakukan selama beberapa hari. Secara tradisional air limbah dari fermentasi kulit nangka ini dapat menghasilkan bioetanol. Bioethanol adalah etanol yang diprodoksidengan cara fermentasi menggunakan bahan baku nabati. Proses pembuatan bioethanol ini meliputi aspek fermentasi dan destilasi Metode penelitian ini menggunakan perlakuan fermentasi dengan 2 perlakuan dan 3 kali pengulangan. Analisis dilakukan terhadap nilai pH, tekstur mandai,aroma,volume etanol. Variabel bebas yang digunakan adalah perbedaan media air yang terdiri dari 2 perlakuan yaitu (G = 500 gr kulit nangka dengan 100 gr garam dan 600 ml air biasa (PDAM)sebanyak 3 kali pengulangan), (H = 500 gr kulit nangka dengan 100 gr garam dan 600 ml air aquades sebanyak 3 kali pengulangan). Analisis data dengan uji mann whitney menggunakan SPSS 17 untuk menguji perbandingan taraf perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan media air tidak mempengaruhi karakteristik hasil fermentasi kulit nangka. Pengaruh perbedaan media air tidak mempengaruhi terhadap perubahan warna air fermentasi kulit nangka dan tekstur kulit nagka. Karena Tekstur mandai kulit nangka dipengaruhi oleh kandungan konsentrasi garam yang terdapat pada larutan, semakin tinggi kadar garam maka teksturnya semakin keras bagitupun sebaliknya, seamkin rendah kadar garam yang diberikan maka semakin lemah juga tekstur mandai dan juga bisa mengakibatkan kebusukan.
Jenis, Keanekaragaman Dan Kemelimpahan Makrozoobentos di Sungai Wangi Desa Banua Rantau Kecamatan Banua Lawas Muhammad Rafi’i; Fujianor Maulana
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 4 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.093 KB) | DOI: 10.33654/jph.v4i2.443

Abstract

Hewan bentos sering digunakan sebagai indikator biologi kualitas perairan dikarenakan bentos mempunyai habitat yang relatif tetap, dengan sifatnya yang demikian, perubahan-perubahan kualitas air dan substrat tempat hidupnya sangat mempengaruhi komposisi maupun kemelimpahannya. Kemelimpahan dan keanekaragaman bentos juga sangat dipengaruhi oleh toleransi dan sensitivitasnya terhadap perubahan lingkungan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis makrozoobentos, keanekaragaman makrozoobentos dan kemelimpahan makrozoobentos di Sungai Wangi Desa Banua Rantau Kecamatan Banua Lawas. Jenis penelitian ini adalah merupakan penelitian deskriptif dengan teknik pengambilan sampel secara observasi. Teknik observasi yang dilakukan adalah terjun langsung ke lapangan dalam pengamatan dan pengambilan sampel aliran Sungai Wangi. Sungai yang lebarnya kurang lebih 20 meter dibagi ke dalam 20 titik pengamatan. Pengambilan sampel dimulai dari jarak 2 meter dari tepi sungai. Sampel diambil menggunakan Ekman Grab. Data kemelimpahan dianalisis berdasarkan Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 9 jenis makrozoobentos yang ditemukan di Sungai Wangi Desa Banua Rantau Kecamatan Banua Lawas yaitu: Ictinogomphus decoratus, Paratya curvirostris, Bellamnya javanica, Orthetrum sabina, Agraptocorixa eurynome, Cybister fimbriolatus, Ranatra fusca, Libellago lineata, Tubifex sp. kemelimpahan tertinggi didapat oleh spesies Paratya curvirostris yaitu NP 73,08%. Indeks keanekaragaman pada daerah penelitian yaitu (H’) 1,61. Berdasarkan Indeks keanekaragaman Sungai Wangi memiliki status perairan tercemar ringan.
Inventarisasi Keanekaragaman Amfibi di Kawasan Wisata Air Terjun Bajuin Kabupaten Tanah Laut Nadya Huda
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 4 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.994 KB) | DOI: 10.33654/jph.v4i2.646

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman amfibi yang ada di kawasan wisata air terjun Bajuin kabupaten Tanah Laut. Penelitian ini menggunakan metode Visual Encounter Survey (VES). Metode Visual Encounter Survey (VES). Pembuatan jalur pengamatan pada masing-masing lokasi dilakukan secara Purposive mempertimbangkan tipe komunitas yang ada. Populasi dalam penelitian ini adalah semua amfibi yang ada di kawasan wisata air terjun Bajuin, sedangkan sampel adalah semua amfibi yang tertangkap dengan menggunakan jaring atau dengan tangan kosong. Identifikasi jenis-jenis amfibi dilakukan dengan menggunakan buku Panduan Lapangan Amfibi Jawa dan Bali (Iskandar, 1998), buku Panduan Bergambar Identifikasi Amfibi Jawa Barat (Kusrini, 2013), dan buku Amphibians & Reptiles of Gunung Halimun Natinal Park West Java, Indonesia (Kurniati, 2003). Berdasarkan hasil penelitian, amfibi yang ditemukan di kawasan wisata air terjun Bajuin Kabupaten Tanah Laut terdiri atas 6 genus ; Genus Rana ditemukan 2 spesies yaitu Rana erythraea, dan Rana nicobariensis ; Genus Limnonectes ditemukan 1 spesies yaitu Limnonectes kuhlii; Genus Fejervarya ditemukan 2 spesies yaitu Fejervarya limnocharis, dan Fejervarya cancrivora; Genus Bufo ditemukan 3 spesies yaitu Bufo asper, Bufo melanostictus variasi 1, dan Bufo melanostictus variasi 2; Genus Leptobrachium ditemukan 1 spesies yaitu Leptobrachium hasseltii; dan Genus Kaloula ditemukan 1 spesies yaitu Kaloula baleata.

Page 1 of 1 | Total Record : 6