cover
Contact Name
Fitrahayunitisna
Contact Email
fitrahayunitisna@ub.ac.id
Phone
+6285777556060
Journal Mail Official
kusalawafibub@gmail.com
Editorial Address
Jalan Veteran, Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Kusa Lawa
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 28278194     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.kusalawa
Jurnal ini mewadahi gagasan ilmiah dan publikasi hasil penelitian dari para ilmuwan, akademisi, maupun peneliti. Untuk itu jurnal ini terbuka dan menerima artikel ilmiah yang berupa hasil penelitian, gagasan ilmiah, dan penciptaan seni.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2021)" : 8 Documents clear
INSPIRASI BERUJUNG IRI HATI: JELAJAH KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT KAJOETANGAN SEBAGAI PENDUDUK DESA WISATA Dewi Ariyanti Soffi; Fahrun Nisa’; Jamilatul Fitriyah; Tita Aulia
Kusa Lawa Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.kusalawa.2021.001.02.03

Abstract

Inspirasi Berujung Iri Hati:  Jelajah Kehidupan Sosial Masyarakat Kajoetangan Sebagai Penduduk Desa Wisata. Kawasan Kajoetangan Kota Malang berada di jalan Basuki Rahmat yang menjadi bagian dari tiga kelurahan yakni Kelurahan Kauman, Kelurahan Klojen dan Kelurahan Oro-oro Dowo dalam lingkup kecamatan Klojen, Kota Malang. Gagasan “Kampung Heritage” muncul dan di pelopori oleh pemerintah sebagai upaya konservasi peninggalan bangunan dari masa kolonial. Selain itu, gagasan kampung heritage berupaya untuk membangun serta menghidupkan kembali terkait “memori kolektif” bagi masyarakat setempat maupun wisatawan yang merasa punya keterkaitan emosi dengan hingar-bingar masa lalu Kajoetangan. gagasan “Kampung Heritage” yang menggandeng tiga Rukun Warga (RW) yaitu RW 01, 09, dan 10 tidak semerta-merta mampu membangkitkan kesadaran wisata. Perbedaan pola pikir hingga kondisi ekonomi diisukan sebagai dalang dari ketiadaan langkah kaki masyarakat yang selaras dalam membangun kampung heritage melalui misi yang sama. Penelitian ini membahas mengenai upaya masyarakat lokal dalam membangun ingatan kolektif tentang kawasan Kajoetangan tempo doeloe melahirkan iri hati bagi sebagian masyarakatnya. Hasil penelitian menunjukkan Membangun kesadaran sejarah maupun wisata ditengah masyarakat dengan pola pikir yang beragam merupakan tantangan besar bagi penggiat sejarah Kampung Heritage Kajoetangan. Menjadi minoritas (secara tersirat) yang mendukung penuh pengadaan kampung heritage nyatanya menciptakan keresahan dan kegelisahan akan masa depan ”Kampung Heritage”.
PERTENTANGAN PEMIKIRAN ANTARA GERAKAN FEMINISME DAN ANTI-FEMINISME DI INDONESIA Meywa Ajeng Arinahaten
Kusa Lawa Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.kusalawa.2021.001.02.08

Abstract

Gerakan feminisme sudah cukup luas menyebar di berbagai negara dan benua untuk menuntut persamaan dan hak kaum perempuan. Begitu juga seiring dengan berjalannya waktu aliran feminisme mulai beragam dengan berbagai tuntutannya. Akan tetapi ada golongan yang menolak keberadaannya karena bertentangan dengan ajaran agama yakni gerakan anti-feminisme yang baru-baru ini berdiri atas reaksinya terhadap kehadiran feminisme. Penolakan mereka bukan tanpa sebab melainkan didasari atas ketidaksetujuan akan ide feminisme yang dianggapnya kontroversial dan menyalahi aturan kodrat laki-laki dan perempuan. Disisi lain aliran feminisme pun ikut berdiri untuk melakukan penolakan terhadap aturan dan institusi agama sehingga menambah tendensi di antara keduanya. Penelitian ini akan melihat bagaimana perbedaan perspektif dan latar belakang gerakan dengan menggunakan Cross Cultural Comparison untuk membandingkan kedua gerakan tersebut melalui studi literatur. Tujuannya adalah untuk menelaah bagaimana terjadi gesekan antara kedua kubu yang saling berseberangan dalam melihat pergerakan perempuan.
INTERPRETASI EKSOTISME PEREMPUAN DALAM PENCIPTAAN SENI GRAFIS Happy Wahyu Firdaus
Kusa Lawa Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.kusalawa.2021.001.02.04

Abstract

Perempuan merupakan makhluk paling indah, menarik dan istimewa ciptaan Tuhan. Perempuan memiliki sex appeal atau daya tarik, karena dalam pandangan laki-laki mereka adalah sesuatu yang berharga untuk dimiliki. Keseharian penulis yang selalu dekat dengan sosok Ibu, saudara perempuan, teman-teman dekat yang didominasi perempuan telah berdampak, dan memantik sesuatu. Menyadari posisi yang demikian, rasa kagum, apresiasi yang tinggi sekaligus bercampur syukur, memunculkan kesadaran untuk menjadikannya subjek matter dalam penciptaan karya seni. Perempuan menjadi tokoh utama dalam proyek ini. Penulis meinterpretasi paradigma, posisi, peran, dan daya magis perempuan melalui perspektif eksotisme mewujud karya-karya, yakni karya seni grafis. Metode yang digunakan untuk memanifestasikan gagasan atas interpretasi eksotisme perempuan adalah Pengamatan, Editing Visual, Pembentukan, Evaluasi dan Finishing. Hasil akhir dalam tahapan tersebut penulis wujudkan dalam tujuh karya seni grafis cetak tinggi scrapper menggunakan teknik hardboardcut and handcoloring dengan judul antara lain; Menjadi cantik itu siksaan, Black Hole, Karena itu aku mencintaimu, Mengoleksi memori, Masalah Perempuan, Konflik Vertikal & Horisontal. Dalam karya- karya tersebut secara keseluruhan penulis menggunakan varnish doff sebagai nilai tambah secara artistik dalam sebuah karya, dipilihnya varnish doff dengan tujuan meredam tinta offset yang memiliki kencerungan lebih mengkilat. 
NDAK ADA KERJASAMA YO NDAK JALAN: MODAL SOSIAL DALAM PENGEMBANGAN KAMPUNG WISATA KUNGKUK, DESA PUNTEN, KECAMATAN BUMIAJI, KOTA BATU Aurelia Septiani; Hipolitus Kristoforus Keuwel
Kusa Lawa Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.kusalawa.2021.001.02.05

Abstract

“Ndak Ada Kerjasama Yo Ndak Jalan:” Modal Sosial Dalam Pengembangan Kampung Wisata Kungkuk, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Ndak Ada Kerjasama Yo Ndak Jalan, merupakan modal sosial yang berbentuk peran aktif dari masyarakat dalam pengembangan Kampung Wisata Kungkuk di Desa Punten. Hal ini karena, Kampung Wisata Kungkuk merupakan pariwisata yang berbasis masyarakat atau Community Based Tourism (CBT). Dalam proses pengembangannya banyak terdapat tantangan hingga akhirnya pariwisata ini dapat dikatakan berhasil, salah satu tantangannya saat ini yaitu Kampung Wisata Kungkuk ditutup secara paksa karena adanya pandemi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui proses penerapan konsep dalam pengembangan Kampung Wisata Kungkuk pada sebelum dan saat pandemi, serta modal sosial seperti apa yang telah dibangun oleh pengelola secara lebih lanjut. Kampung Wisata Kungkuk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan bersifat deskriptif oleh Miles dan Huberman dengan melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang didapat menunjukkan bahwa partisipasi dan kerjasama yang terbentuk telah memberikan sumbangsih terhadap proses pengembangan Kampung Wisata Kungkuk sehingga dapat dikatakan bahwa modal sosial dalam bentuk kerjasama ini merupakan model pariwisata yang baik.
WES KOYO ANAKKU DEWE : PENGASUHAN ANAK PEKERJA MIGRAN (APM) OLEH KERABAT DI DESA PURWODADI, KECAMATAN DONOMULYO, KABUPATEN MALANG Umi Wardah Septiani; Hipolitus Kristoforus Kewuel
Kusa Lawa Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.kusalawa.2021.001.02.01

Abstract

Wes Koyo Anakku Dewe : Pengasuhan Anak Pekerja Migran (Apm) Oleh Kerabat Di Desa Purwodadi, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. Pekerja Migran Indonesia atau PMI adalah warga negara Indonesia yang akan, sedang atau telah melakukan pekerjaan dengan menerima upah di luar wilayah Republik Indonesia (dikutip dari BPJS Ketenagakerjaan.go.id 2020). Jumlah pekerja migran yang tinggi memberikan berbagai dampak, baik positif maupun negatif. Dampak positifnya terdapat peningkatan devisa bagi Negara serta kesejahteraan ekonomi keluarga migran. Dampak negative juga muncul terkait jumlah perceraian bagi migran meningkat, anak broken home ataupun terlibat oleh kenakalan remaja. Desa Purwodadi Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang terdapat pula beragam dinamika berkaitan dengan keluarga pekerja migran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menelisik dinamika terkait APM, mendeskripsikan pengasuhan yang dilakukan kerabat serta timbal balik yang mereka berikan atas pengasuhan. Penelitian ini memilih lokasi fokus di Dusun Sidorejo, Desa Purwodadi, Kecamatan Donomulyo. Dikarenakan muncul beragam dinamika terkait APM. Penelitian ini menggunakan metode etnografi dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara. Informan yang dipilih merupakan dua keluarga pekerja migran yang melibatka peran kerabat yaitu nenek. Kemudian pendiri dan relawan program peduli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nenek memegang peran paling penting terhadap urusan domestik keluarga pekerja migran serta pengasuhan anak. Nenek memberikan pengasuhan yang telihat dalam bentuk care. Pemberian tersebut tergolong dalam free gift. Kemudian para orang tua memberikan timbal balik berupa balas budi ataupun materi. Relasi terbentuk sehingga hubungan timbal balik terus-menerus dilakukan dan mewujudkan resiprositas.  
SAMPUN WONTEN KET MBIYEN LAN JUMLAHE MBOTEN KIRANG MBOTEN NAMBAH: MITOS ‘IKAN DEWA’ SEBAGAI STRATEGI KONSERVASI DI TELAGA RAMBUT MONTE KABUPATEN BLITAR JAWA TIMUR Della Lutfi Muqodam; Hipolitus Kristoforus Kewuel
Kusa Lawa Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.kusalawa.2021.001.02.06

Abstract

Sampun Wonten Ket Mbiyen Lan Jumlahe Mboten Kirang Mboten Nambah:  Mitos ‘Ikan Dewa’ Sebagai Strategi Konservasi di Telaga Rambut Monte Kabupaten Blitar Jawa Timur. Manusia tidak dapat dipisahkan dengan alam karena hampir seluruh aspek kehidupan manusia berhubungan dengan alam. Saat ini, alam tidak lagi hanya dipandang sebagai objek bernilai ekonomi saja, melainkan juga menjadi bagian dari suatu kelompok masyarakat, sehingga manusia berusaha merawat lingkungan mereka dengan berbagai cara, dapat berbentuk hukum formal, hukum agama, maupun pengetahuan lokal masyarakat. Begitu pula dengan masyarakat Desa Krisik yang menggunakan pengetahuan lokal untuk menjaga kelestarian lingkungannya. Penelitian ini berlokasi di Desa Krisik Kabupaten Blitar yang memiliki kepercayaan lokal mengenai Ikan Dewa yang disakralkan dan dipercaya sebagai ikan gaib berkekuatan mistis. Ikan gaib tersebut dilarang untuk diambil atau dikonsumsi. Penelitian ini menggunakan metode etnografi dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat masyarakat masih terus menghidupi mitos Ikan Dewa karena telah tertanam dalam hidup masyarakat dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Strategi-strategi yang dilakukan warga untuk menyebarkan nilai konservasi yang terkandung dalam mitos ini yaitu menggunakan beberapa cara, diantaranya dengan mensosialisasikan pada wisatawan dan melalui kegiatan rutin bersih desa yang sarat dengan nilai-nilai konservasi.
CENTRAL VERSUS REGIONAL: MEMBACA KONSEP PARIWISATA HALAL KOTA BATU Azizah Nur Rosita; Hipolitus Kristoforus Kewuel
Kusa Lawa Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.kusalawa.2021.001.02.02

Abstract

Central versus Regional: Membaca Konsep Pariwisata Halal Kota Batu. Populasi umat muslim di dunia saat ini kian meningkat. Peningkatan ini memberi ruang bagi pelaku industri untuk meningkatkan kualitas produk halal yang diciptakan karena umat muslim saat ini telah memerhatikan kualitas produk yang dipilih sebagai bentuk kepuasan diri mereka. Pariwisata menjadi salah satu industri yang mulai mengembangkan pelayanan bagi muslim. Dalam beberapa dekade ini, konsep wisata halal muncul. Salah satu negara yang menerapkan wisata halal adalah Indonesia. Dalam penerapannya, Indonesia berhasil meraih berbagai penghargaan. Kota Batu yang masuk dalam daftar wisata halal unggulan di Indonesia juga turut melakukan penyesuaian dalam pengimplementasian wisata halal. Dalam hal ini, Islam menempati kedudukan yang utama. Meskipun masyarakat Kota Batu mayoritas muslim, namun kondisi multikulturalisme menjadi sebuah tantangan dalam pengimplementasiannya. Terdapat satu instansi, yakni Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Batu yang mengelola kerukunan antar umat bergama dengan menciptakan satu kondisi tanpa deskriminasi. Tulisan ini bertujuan mengungkap konsep wisata halal yang diterapkan di Kota Batu dalam multikulturalisme yang terjadi serta mengulas pengelolaan kerukunan yang dilakukan oleh FKUB Kota Batu dalam menciptakan sebuah keharmonisan. Konsep black box dan multikultural otonomis digunakan dalam mengungkap wisata halal di Kota Batu. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan metode etnografi dalam penggalian datanya.
PERUBAHAN BENTUK RELASI DUKUN DAN MASYARAKAT DESA RANGGEH, KABUPATEN PASURUAN Della Aura Novitasari
Kusa Lawa Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.kusalawa.2021.001.02.07

Abstract

Masyarakat Desa Ranggeh memiliki kepercayaan yang sangat dalam mengenai metode pengobatan bagi dirinya maupun keluarganya. Metode yang hingga saat ini dipakai ialah pengobatan tradisional kepada dukun atau orang pintar. Biasanya metode pengobatan ini selalu menjadi pilihan utama karena kepercayaan mereka telah menjadi budaya atau kebiasaan yang terus menerus dilakukan. Penyakit yang paling sering ditangani oleh dukun ini adalah penyakit non medis seperti disantet, diguna-guna, dan hal-hal yang dianggap masyarakat dokter tidak akan pernah bisa untuk menanganinya. Namun, dukun ini juga tidak hanya mengobati sakit non medis saja tapi juga medis seperti dukun beranak, bertugas untuk membantu perempuan melahirkan tetapi terkadang juga mengobati anak-anak yang terkena sakit batuk, pilek, atau panas dengan metode ramuan atau pijatan ditubuh. Penelitian ini menggunakan satu sudut pandang yang berbeda dengan penelitian lain yang serupa. Sudut pandang yang akan digunakan adalah teori interaksionalis simbolik. Teori interaksionalis simbolik merupakan interaksi manusia menggunakan simbol-simbol.

Page 1 of 1 | Total Record : 8