Articles
8 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 1 (2022)"
:
8 Documents
clear
PENGARUH BUDAYA KULINER CINA DAN BELANDA TERHADAP KULINER INDONESIA
Rizki - Zamhari
Kusa Lawa Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.kusalawa.2022.002.01.08
Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang kaya akan rempah-rempah yang kemudian banyak menarik perhatian bagi kalangan bangsa bangsa lainya. Oleh karena kekayaanya tersebut Bangsa Indonesia sendiri benyak kedatangan bangsa-bangsa lain yang dari kedatanganya tersebut memiliki pengaruh dalam bidang kuliner Indonesia yang disebabkan akan adanya akulturasi dan asimilasi budaya. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi literatur. Diketahui pengaruh kebudayaan yang dibawa oleh orang Cina dan Belanda memiliki pengaruh yang besar dalam bidang kekulineran di Indonesia yang hingga sekarang masih bertahan dimana kebudayaan dan kuliner dari luar Indonesia tersebut terakulturasikan menjadi kebudayaan baru yang kemudian menciptakan kuliner yang khas dan unik.
MENEMUKAN CIRI KHAS GEREJA JPCC DALAM MELAYANI JEMAAT REMAJA: Studi Kasus Gereja JPCC Mall Kota Kasablanka, Jakarta
Boas Imanuel Evelinus
Kusa Lawa Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.kusalawa.2022.002.01.06
Gereja kontemporer hadir dengan budaya pop yang begitu terasa dimulai dari konsep ruangan hingga konsep ibadah. Pembentukan atmosfir yang dibangun sedemikian rupa agar jemaat bisa merasa nyaman berada di dalam ruangan ibadah. Pelaksanaan ibadah memiliki beberapa tahapan yang selalu digunakan setiap ibadahnya. Tahapan-tahapan ini dilakukan untuk menumbuhkan rasa nyaman dan aman untuk jemaat. Ciri khas dari JPCC dalam melayani jemaat remaja adalah diadakannya Small Group yang merupakan nama lain dari KomSel. Selain Small Group, penyampaian sermon (kotbah) yang singkat dan penyampaian topik yang relevan dengan kehidupan remaja juga merupakan hal yang diterapkan dalam ibadah di JPCC Youth. Kotbah yang dilakukan singkat ini bertujuan untuk jemaat bisa berdiskusi di dalam Small Group masing-masing. Small group ini diadakan sebagai pendukung dari kotbah yang diberikan dan juga berfungsi sebagai sarana untuk berdiskusi antar anggota Small Group. Para remaja ini juga dilayani oleh satu sampai dua orang Small Group Leader atau yang disebut dengan mentor. Mentor juga mendorong remaja agar bisa tergerak hatinya untuk melayani sesama. Pada akhirnya remaja-remaja tertentu juga ikut terlibat dalam pelayanan di JPCC. Inilah yang menjadi tujuan utama sekaligus kesuksesan JPCC Youth, dimana remaja bisa melayani sesama dalam kehidupan sehari-hari.
GUDUK KARYA SING NGURIPI AWAKMU: MELACAK IDENTITAS FREELANCER MUDA KREATIF DI KOTA MALANG
Alifia Nurfajri Henia;
Hipolitus Kristoforus Kewuel
Kusa Lawa Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.kusalawa.2022.002.01.01
Begitu banyak macam pekerjaan yang dipilih sebagai aktivitas di kehidupan sehari-hari. Anggapan bekerja acap kali hanya berputar untuk menerima upah sebagai hubungan timbal baliknya. Akan tetapi bagi kelompok pekerja kreatif freelancer melihat dari pandangan lain bahwa terdapat ruang untuk menyelam lebih dalam mengenai makna dari sebuah pekerjaan. Penilaian tampilan seorang freelancer tentu tidak bisa hanya dilakukan dengan kasat mata, yakni perlunya pengenalan identitas atas kesadaran dan pilihan pribadi untuk hidup beriringan dengan mode kerja freelancer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan observasi-partisipasi dengan prinsip-prinsip netnografi, wawancara mendalam, dokumentasi dan kajian literatur. Penulis menggunakan teori Antropologi Kerja dari Sarah Wallman dan teori Self dari Ward Goodenough sebagai dasar analisis penelitian ini. Penelitian ini menyoroti proses bagaimana kreatif freelancer di Kota Malang membangun identitasnya sebagai individu maupun hidup berkolektif dengan sesama. Dari kota Malang, para kreatif freelancer mendeskripsikan sebuah pengalaman dalam meniti rekam jejak identitas di industri kreatif bagi siapapun yang tertarik mempertajam kemampuannya.
EKOLOGI ALAM SEKITAR SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS
Syahrul Ikhwani
Kusa Lawa Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.kusalawa.2022.002.01.07
Manusia dalam menjalani beratnya lika liku kehidupan perlu adanya nilai inspiratif.. nilai inspiratif mudah didapatkan dari lingkungan sekitar manusia. Ekologi hewan pada lingkungan pedesaan merupakan sarana yang tepat dalam mencari nilai inspiratif tersebut dikarenakan masyarakat telah terbiasa hidup berdampingan dengan hewan dan juga telah menjalin banyakrelasi denganya. Melalui penciptaan karya seni lukis. Penulis ingin menyampaikan nilai – nilai inspiratif tersebut agar dapatmemovitasi masyarakat yang sedang dalam keadaan gelisah atau merasakan beban kehidupan. Penulis menggunkan konsep dasar ilustrasi biologi agar dapat menampilkan ekologi hewan dan relasinya dengan manusia. kemudian adanya konsepMetafora yang merumpamakan hewan sebagai manusia dan ekologi hewan juga relasinya sebagai perumpamaan pola hidupmanusia. mempermudah apresiator dalam belajar, berkaca dan mencari nilai inspiratif pada ekologi hewan Sebagai bentukperwujudan karya, penulis menggunakan metode penciptaan dari Alma M Hawkins yang terdiri dari eksplorasi, improvisasi, danforming. Pada permaslahan tekniknya penulis menggunakan konsep dasar ilustrasi biologi sehingga lukisan yang ditampilakanbisa merepresentasikan keadaan ekologi hewan pada realita sebenarnya. Kemudian dalam segi teknik penulis menggunakan teknik realis cak akrilik di atas kanvas dengan sapuan tebal dan kuat sehingga membentuk visual lukisan modern, padat dan warna yang segar.
PARADIGMA PERUBAHAN SOSIAL DALAM RITUAL PEMAKAMAN RAMBU SOLO’ DI TANA TORAJA
El Kansa Nabilah Hidayat
Kusa Lawa Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.kusalawa.2022.002.01.05
Ritual pemakaman Rambu Solo’ merupakan salah satu budaya yang paling terkenal dari Tana Toraja. Ritual ini dilaksanakan dengan kesan yang meriah karena melihat strata sosial orang yang meninggal sehingga mereka perlu menunjukkan bahwa mereka memang berasal dari kelompok masyarakat kalangan atas atau masyarakat terhormat. Ritual Rambu Solo’ sarat akan makna dan nilai-nilai istiadat (aluk) yang mengikat masyarakat Tana Toraja. Dengan demikian, aluk merupakan ilahi dan seluruh makhluk patut tunduk kepada Aluk. Namun, kini upacara Rambu Solo’ telah mengalami berbagai perubahan dalam konteks ritualnya yang mengakibatkan terjadinya perubahan makna. Penelitian ini mengkaji sekaligus menggambarkan perubahan sosial budaya yang berlaku pada upacara pemakaman Rambu Solo’ di Tana Toraja. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode netnografi dan studi pustaka pada buku, jurnal ilmiah, dan berita online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upacara Rambu Solo’ yang dahulu diasakan pada Aluk Todolo telah mengalami perubahan karena diadaptasikan dengan agama Kristen dan perkembangan modern.
EKSISTENSI KELOMPOK WANITA TANI “MANDIRI SEJAHTERA” (STUDI KASUS DI DESA BOJONGMANGU, KABUPATEN BEKASI)
Dzikrina Ramadanti
Kusa Lawa Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.kusalawa.2022.002.01.04
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui eksistensi Kelompok Wanita Tani “Mandiri Sejahtera” di tengah pesatnya pengembangan wilayah industri. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bojongmangu, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi dan wawancara. Wawancara dilakukan dengan para anggota Kelompok Wanita Tani “Mandiri Sejahtera”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan Kelompok Wanita Tani “Mandiri Sejahtera” di tengah pesatnya pengembangan wilayah industri diberdayakan dengan baik oleh pemerintah setempat. Keberhasilan pemerintah dalam memberdayakan kelompok ini dibuktikan dengan diraihnya peringkat satu oleh KWT “Mandiri Sejahtera” pada Lomba Program Terpadu Peningkatan Perempuan Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) di tingkat provinsi. Keberadaan KWT “Mandiri Sejahtera” juga menjadi faktor yang meningkatkan taraf hidup anggotanya. Pemerintah berupaya memberdayakan masyarakat dengan sistem bottom-up, dimana pemerintah setempat melihat kebutuhan dan keahlian masyarakat terlebih dahulu. Meskipun pengembangan sektor industri dilakukan, terlebih karena Kabupaten Bekasi merupakan salah satu wilayah industri terbesar di Indonesia, pemerintah tidak lupa mengembangkan sektor pertanian. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah yaitu dengan memberdayakan Kelompok Wanita Tani “Mandiri Sejahtera”.
MUSEUM BRAWIJAYA DAN LEGITIMASI KEKUASAAN MILITER
Andi Azmi
Kusa Lawa Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.kusalawa.2022.002.01.02
Museum Brawijaya dan Legitimasi Kekuasaan Militer. Museum biasanya hanya dilihat sebagai tempat untuk mengoleksi barang barang dari masa lalu dan sebagai tempat mengenang berbagai peristiwa sejarah yang pernah ada, terkadang museum diasumsikan sebagai tempat darmawisata (study tour) oleh sebagian orang. Letak sebuah museum biasanya berada di tengah kota dan dapat diakses dengan mudah, karena hal itulah terkadang museum juga menjadi sebuah simbol (landmark) sebuah kota. Berbicara mengenai permuseuman di Indonesia selalu identik dengan perjuangan para pahlawan dalam mendapatkan kemerdekaan atau melawan kolonialisme. Semenjak pemerintahan orde baru banyak sekali museum yang bertemakan militer lahir di tengah masyarakat. Kemunculan tema militer dalam permuseuman memang sudah tidak asing lagi karena pada pemerintahan presiden Soeharto militer menjadi andalan dalam pemerintahan negara ini. Museum pada masa pemerintahan tersebut sering digunakan sebagai penerapan ideologi, dan penanaman nilai-nilai kebangsaan. Dalam menelusuri Museum Brawijaya wacana yang muncul tentang kehadiran militer yang selalu dibutuhkan, konsolidasi keutuhan militer, dan cerita tentang musuh-musuh negara. Kehadiran militer yang selalu dibutuhkan terlihat jelas pada pameran koleksi di ruang pertama yang menceritakan perjuangan militer di Indonesia. Dalam upaya TNI menumpas pergolakan agresi militer Belanda pertama dan kedua di daerah Malang dan beberapa kota di Jawa Timur.
BENTUK DAN PERKEMBANGAN TOPENG PADA TARIAN HUDOQ DAYAK MODANG KALIMANTAN TIMUR
Nadya Pradita Hosensyah;
Fatmawati Fatmawati
Kusa Lawa Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.kusalawa.2022.002.01.03
Penelitian ini membahas salah satu warisan budaya suku Dayak yakni topeng tarian Hudoq dari komunitas suku Dayak Modang. Topeng Hudoq Dayak Modang memiliki latar belakang yang diangkat dari peristiwa kesejarahan kehidupan komunitas Modang pada masa lalu dimana tokoh sentral Helaeng Hebeung menjadi titik awal histori. Pada penelitian ini penulis memfokuskan pada potensi perkembangan dan perubahan topeng Hudoq Dayak Modang Kalimantan Timur yang dilihat dari nilai kesejarahan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian jenis kualitatif deskriptif. Dengan objek penelitian adalah topeng Hudoq Dayak Modang. Untuk menunjang penelitian, ada beberapa informasi tambahan melalui buku dan penelitian terdahulu. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah berupa tulisan dan lisan yang terdiri dari observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ditemukan bahwa setiap topeng Hudoq memiliki perbedaan karakter bentuk yang dibedakan pada bagian mata, hidung, mulut dan warna. Bentuk topeng Hudoq didasari oleh pembagian asal roh yakni dasar sungai, hutan belantara, gunung-gunung, alam baka, perwakilan manusia dan penguasa alam serta air yang dimana perkembangan bentuk disesuaikan pada penyempurnaan bentuk topeng. Melihat bentuk dan perkembangan topeng Hudoq, ada beberapa potensi penambahan beberapa element yang dilihat oleh peneliti guna menyempurnakan bentuk dan menambah nilai keindahan topeng.