cover
Contact Name
Andi Wahed
Contact Email
andi.wahed@unm.ac.id
Phone
+6285255153328
Journal Mail Official
jamsp@unm.ac.id
Editorial Address
Jl. Tamalate 1 Tidung Makassar, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
JURNAL ADMINISTRASI, KEBIJAKAN, DAN KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN (JAK2P)
ISSN : 27211886     EISSN : 27211886     DOI : -
Core Subject : Education,
Administrasi Pendidikan Manajemen Pendidikan Kepemimpinan Pendidikan Supervisi Pendidikan Kebijakan Pendidikan Mutu Pendidikan Inovasi Pendidikan Ilmu Pendidikan
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2021): Juni 2021" : 10 Documents clear
OPTIMALISASI PERAN KOMITE SEKOLAH DI MADRASAH ALIYAH NEGERI JENEPONTO Risdayanti Risdayanti; Syamsurijal Basri
Jurnal Administrasi, Kebijakan, dan Kepemimpinan Pendidikan (JAK2P) Vol 2, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : UNM (Universitas Negeri Makasar)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.28 KB) | DOI: 10.26858/jak2p.v2i1.10150

Abstract

Abstrak:        Penelitian ini mengkaji tentang peran komite sekolah di Madrasah Aliyah Negeri Jeneponto. Adapun fokus penelitian dalam penelitian ini adalah:1). Bagaimana peran komite sekolah di Madrasah Aliyah Negeri Jeneponto, 2). Apa faktor pendukung dan penghambat peranan komite sekolah di Madrasah Aliyah Negeri Jeneponto. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, komite sekolah, dan tokoh masyarakat. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan metode Miles, Huberman, dan Saldana. Berdasarkan hasil penelitian tentang peran komite sekolah di Madrasah Aliyah Negeri Jeneponto menunjukkan bahwa: 1) sebagai pemberi pertimbangan (advisory agency), komite sekolah sebagai mitra kerja kepala sekolah telah memberikan pertimbangannya dalam setiap rencana dan program yang telah disusun oleh sekolah. 2) sebagai pendukung (supporting agency), peran komite sekolah sebagai badan pendukung dalam upaya peningkatan mutu sekolah dapat berupa dukungan finansial, tenaga, dan dukungan pikiran. Misalnya, komite ikut membantu dan menunjang sarana dan prasarana sekolah. 3) sebagai pengontrol (controlling agency), komite sekolah melakukan kontrol atau pengawasan pengambilan keputusan kepala sekolah atau perencanaan pendidikan di sekolah. 4) serta sebagai mediator (executive) komite sekolah sebagai penghubung atau mediator antara pemerintah, sekolah, orang tua dan masyarakat memiliki arti, bahwa aspirasi orang tua siswa semuanya itu melalui komite sekolah. Kata Kunci : Peran Komite Sekolah   Abstrack:  This study examines the role of school committees in Jeneponto State Madrasah Aliyah   Negeri. The focus of research in this study are: 1). What is the role of the school committe in jeneponto state Madrasah Aliyah, 2). What factors support and hinder the role of school committees in Jeneponto State Madrasah Aliyah. The approach used in this study is a qualitative approach. Data sources in this study are the principal, school committee, and community leaders. Data collection techniques through interviews, obsevation and documentation. The data obtained were analyzed through the data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Based on the results of research on the role of school committees in Jeneponto State Aliyah Madrasah, it shows that: 1) as an advisory agency, the school committee as the principal’s work partner has given its consideration in every plan and program that has been prepared by the school. 2) as a supporting agency, the role of the school committee as a supporting body in efforts to improve the quality of school can be in the form of financial support, egency, and mind support. For example, the committee helps assit and support school facilities and infrastructure. 3) as a controlling (controlling agency), the school committee controls or supervises the decision making of the principal or planning education in the school. 4) as well the mediator (executive) of the school committee as a liaison or mediator between the government, the school, parents and the community means that the aspirations of the student’s parents are all through the school committee. Keywords:       the role of the school committee
MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN DI SMP NEGERI 13 MAKASSAR sri wahyuni; Sitti Habibah
Jurnal Administrasi, Kebijakan, dan Kepemimpinan Pendidikan (JAK2P) Vol 2, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : UNM (Universitas Negeri Makasar)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.795 KB) | DOI: 10.26858/jak2p.v2i1.10078

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang pelaksanaan manajemen sarana dan prasarana pendidikan di SMP Negeri 13 Makassar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan manajemen sarana dan prasarana pendidikan di SMP Negeri 13 Makassar pada bagian Perencanaan, Pengadaan, Pendistribusian, Penggunaan dan Pemeliharaan sarana dan prasarana. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dengan subjek penelitian meliputi Kepala sekolah, Wakil Kepala sekolah bidang sarana dan prasarana, bendahara, guru dan siswa. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan sarana dan prasarana pendidikan di SMP Negeri 1 Makassar dengan melihat dan mengelompokkan barang yang habis pakai dan barang tidak habis pakai dan perencanaan dilakukan setiap awal tahun ajaran baru. Kepala sekolah, Wakasek bidang sarana dan prasarana, dan Tata Usaha melakukan observasi awal dengan melihat kebutuhan sekolah yang diajukan oleh guru kelas/wali kelas dan dilihat kebutuhan yang paling mendesak. (2) Pengadaaan sarana dan prasarana di SMP Negeri 13 Makassar, melalui menganggarkan dari sekolah, mendaur ulang, membeli, membuat dan memperbaiki sarana pembelajaran, sebelumnya melihat sarana yang mana yang masih dan sudah tidak layak digunakan. (3) Pendistribusian sarana dan prasarana di SMP Negeri 13 Makassar, dilakukan dengan cara yaitu pertama barang yang masuk terlebih dahulu diperiksa oleh tim sarana dan prasarana guna memastikan semua barang dalam keadaan baik. (4) Penggunaan sarana dan prasarana salah satunya dilakukan dengan cara membuat jadwal penggunaannya. Adapun yang membuat jadwal yaitu masing- masing pengelola prasarana tersebut misalnya untuk penggunaan lab. IPA yang membuat jadwalnya yaitu kepala lab. (5) Pemeliharaan sarana dan prasarana di SMP Negeri 13 Makassar, dengan cara perawatan sehari- hari, seperti membersihkan ruang kelas, halaman, meja, kursi, dan wc. Adapun perawatan lain yang kadang dilakukan yaitu perawatan darurat. Perawatan ini dilakukan apa bila barang yang mau digunakan dalam keadaan rusak. Pemeliharaan ada orang ahli khusus yang diberi tanggung jawab terhadap pemeliharaan sarana prasarana agar kepala sekolah tidak terlalu terbebani
PELAKSANAAN TUPOKSI LAYANAN TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH DI SMA NEGERI 1 MAKASSAR Sri Ayu Lestari; Ismail Tolla
Jurnal Administrasi, Kebijakan, dan Kepemimpinan Pendidikan (JAK2P) Vol 2, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : UNM (Universitas Negeri Makasar)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37 KB) | DOI: 10.26858/jak2p.v2i1.10155

Abstract

Abstrak:                Penelitian ini mengkaji tentang pelaksanaan tupoksi layanan tenaga administrasi sekolah di SMA Negeri 1 Makassar. Fokus penelitian ini adalah: 1) Bagaimana Pelaksanaan Tupoksi Layanan Tenaga Administrasi Sekolah Bidang Kurikulum dan Kesiswaan di SMA Negeri 1 Makassar, 2) Bagaimana Faktor Pendukung dan Penghambat Pelaksanaan Tupoksi Layanan Tenaga Administrasi Sekolah Bidang Kurikulum dan Kesiswaan di SMA Negeri 1 Makassar.Tujuandaripenelitianiniadalah: 1) Untuk mengetahui Pelaksanaan Tupoksi Layanan Tenaga Administrasi Sekolah Bidang Kurikulum dan Kesiswaan di SMA Negeri 1 Makassar, 2) Untuk mengetahui factor pendukung dan penghambat Pelaksanaan Tupoksi Layanan Tenaga Administrasi Bidang Kurikulum dan Kesiswaan Sekolah di SMA Negeri 1 Makassar. Pendekatan yang  digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1)  Tupoksi pegawai administrasi bagian kurikulum telah memberikan pelayanan dengan baik. Pegawai administrasi bagian kurikulum melakukan tugas dan fungsinya dalam pembuatan jadwal pembelajaran, pembagian tugas guru, pembuatan RPP dansilabus, penginputan nilai dan mengerjakan semua yang berhubungan dengan kelengkapan administrasi kurikulum. Selanjutnya tupoksi pegawai administrasi bagian kesiswaan juga telah memerikan pelayanan dengan baik. Pegawai administrasi kesiswaan melakukan tugas dan fungsinya dalam kegiatan pengelolaan siswa mulai dari penerimaan siswa barus ampai dengan kelulusan dari sekolah. 2) Faktor pendukung pelaksanaan tupoksi layanan tenaga administrasi sekolah bidang kurikulum dan kesiswaan yaitu pemanfaatan IT sebagai fasilitas pendukung, kepemimpinan kepala sekolah yang turut memberikan motivasi serta terjalinnya hubungan yang harmonis antar staf/pegawai. Kemudian faktor penghambat pelaksanaan tupoksi layanan tenaga administrasi sekolah bidang kurikulum dan kesiswaan yaitu terdapat pegawai yang  direkrut tidak sesuai dengan kompetensi terhadap bidang kerja administrasi dan kurangnya sarana dan prasarana pendukung lainnya seperti ruang penyimpanan dokumen untuk membantu kelancaran proses pelaksanaan tupoksi layanan tenaga administrasi.
MANAJEMEN PEMBELAJARAN DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI SMP NEGERI 3 PAPALANG Wahyudianto Wahyudianto; Ansar Ansar
Jurnal Administrasi, Kebijakan, dan Kepemimpinan Pendidikan (JAK2P) Vol 2, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : UNM (Universitas Negeri Makasar)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.145 KB) | DOI: 10.26858/jak2p.v2i1.10117

Abstract

Abstrak:  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang manajemen pembelajaran dalam implementasi kurikulum 2013 di SMP Negeri 3 Papalang Kabupaten Mamuju yang berfokus pada perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru mata pelajaran. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Perencanaan pembelajaran berbasis kurikulum 2013 di SMP Negeri 3 Papalang dilakukan dengan mengakaji silabus, kemudian menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yaitu dengan merumuskan kompetensi inti yang kemudian diuraikan kedalam kompetensi dasar dan diuraikan lagi ke Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK), menentukan tujuan pembelajaran, mengembangkan kegiatan pembelajaran, menentukan metode pembelajaran, menentukan alokasi waktu, dan menentukan sumber belajar. Dalam mengembangkan RPP guru tidak lagi hanya berpatokan pada silabus tetapi guru dapat menggunakan buku pegangan yang didapatkan dari pemerintah.(2) dalam pelaksanaan pembelajaran guru berusaha mengikuti prosedur dan pedoman menjalankan kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik dan menggunakan metode pembelajaran yang beragam dalam setiap pembelajaran agar tercapai ketiga aspek yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap dengan mengacu pada RPP yang telah dibuat. (3) Evaluasi pembelajaran berbasis kurikulum 2013 di SMP Negeri 3 Papalang dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap pengolahan hasil, tahap tindak lanjut. Sedangkan penilain hasil belajar didasarkan pada ketiga aspek yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dilakukan pada saat proses belajar mengajar. Dalam penilaian sikap lebih ditekankan pada guru mata pelajaran  PKN dan PAI. Dikurikulum 2013 ini aspek sikap menjadi penilaian utama bagi guru untuk menilai siswa apakah lulus atau tidak. Kemudian, bagi siswa yang tidak mencapai standar nilai yang ditentukan maka akan dilakukan remedial yang disesuaikan dengan kemampuan siswa tersebut.Kata Kunci: Manajemen Pembelajaran, Kurikulum 2013Abstract:  The aim of this study is find out about learning management in the implementation of the 2013 curriculum in SMP Negeri 3 Papalang Mamuju Regency which focuses on learning planning, learning implementation and learning evaluation. This research uses a qualitative approach. The data source in this study are the principal and teachers. Data collection techniques through interviews, observation and documentation. Data analysis tecniques through data condensation, data presentation and conclusion drawing. Checking the validity of the data is done by technique triangulation and source triangulation. The results showed that: (1) 2013 curriculum-based learning planning in SMP Negeri 3 Papalang was carried out by reviewing the syllabus, then arrange a Lesson Plan (RPP) by formulating main competencies which are described down into basic competencies and elaborated again into indicators of Competency Achievement (GPA), determine the purpose of learning, develop learning activities, determine learning methods, determine time allocation, and determine learning resources. In developing lesson plans teachers no longer only focus on the sillabus but teachers can use handbooks from the govenrnent. (2) in the implementation of learning the teacher tries to follow the procedures and guidelines for running the 2013 curriculum using a scientific approach and uses a variety of learning methods in each learning in order to achieve three naspects, namely knowledge, skills, and attitudes with reference to the lesson plans that have been made. (3) evaluation of 2013 curriculum-based learning in SMP Negeri 3 Papalang is carried out with several steps, namely the planning step, the implementation step, the results processing step, the follow-up step. While the assessment of learning outcomes is based on three aspects, namely knowledge, skills, and attitudes carried out during the teaching and learning process. In the assessment of attitudes more emphasis on teachers of PKN and PAI. In 2013 curriculum is the attitude aspect to be the main assessment for teachers to assess whether student graduate or not. Then, for students who do not reach the specified value standard, remedial wiil be carried out in accordance with the ability of these students.            Keywords:  Learning Management, Curriculum 2013.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN KEPALA SEKOLAH MELALUI PENDEKATAN MANAJEMEN STRATEGIK DI SMK NEGERI 4 Nur Cahyani; Sumarlin Mus
Jurnal Administrasi, Kebijakan, dan Kepemimpinan Pendidikan (JAK2P) Vol 2, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : UNM (Universitas Negeri Makasar)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.054 KB) | DOI: 10.26858/jak2p.v2i1.10171

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang pengambilan keputusan kepala sekolah melalui pendekatan manajemen strategik di SMK Negeri 4 Makassar. Fokus penelitian ini yaitu : 1) Persepsi warga sekolah mengenai rencana strategik, 2) Keputusan strategik sekolah yang dituangkan dalam rencana strategik 3) Pengambilan keputusan kepala sekolah melalui pendekatan manajemen strategik di SMK Negeri 4 Makassar. Tujuan penelitian yaitu : 1) Untuk mengetahui persepsi warga sekolah mengenai rencana strategik,  2) Untuk mengetahui keputusan strategik yang dituangkan dalam renstra, 3) Untuk  mengetahui  pengambilan keputusan  kepala sekolah  melalui  pendekatan manajemen strategik di SMK Negeri 4 Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 4 Makassar. Sumber data dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang humas dan peningkatan mutu, wakil kepala sekolah bidang sumber daya manusia, wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Teknik pengumpulan  data  berupa  wawancara  dan  dokumentasi.  Hasil  penelitian menunjukkan bahwa 1) Menurut warga sekolah, rencana strategik adalah sekumpulan program  yang  dilakukan  dan  akan  dicapai  dalam  jangka  waktu  tertentu  baik  itu jangka pendek (1 tahun), jangka mengengah (2 tahun), maupun jangka panjang 4-5 tahun). 2) 4 fokus keputusan strategik yang dituangkan pada renstra yaitu, a. Penajaman manajemen sekolah melalui pendekatan bisnis, b. Peningkatan mutu pembelajaran, c. Penguatan hubungan sekolah dengan industri, dan d. Peningkatan fokus kewirausahaan. 3) Pengambilan keputusan kepala sekolah pada perencanaan strategik dilakukan dengan kegiatan identifikasi masalah, merumuskan tujuan, identifikasi alternatif solusi, pemilihan alternatif solusi.
MANAJEMEN HUBUNGAN SEKOLAH DI SMKN 1 LUWU TIMUR Irda Amir; M Bachtiar
Jurnal Administrasi, Kebijakan, dan Kepemimpinan Pendidikan (JAK2P) Vol 2, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : UNM (Universitas Negeri Makasar)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.047 KB) | DOI: 10.26858/jak2p.v2i1.10120

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang manajemen hubungan masyarakat di SMKN 1 Luwu Timur. Fokus penelitian ini untuk mengetahui bagaimana manajemen hubungan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen hubungan masyarakat di SMKN 1 Luwu Timur. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis pendekatan deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, wakasek humas, staf humas dan ketua komite sekolah. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Tahap analisis data melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fungsi manajemen humas di SMKN 1 Luwu Timur meliputi: (1) Perencanaan Humas. Dalam Perencanaan humas dilakukan analisis kebutuhan masyarakat agar sekolah mampu menyesuaikan kondisi, karakter, kebutuhan dan keinginan masyarakat akan pendidikan yang disesuaikan pula dengan SDM di SMKN 1 Luwu Timur; (2) Pelaksanaan Humas. Dalam pelaksanaan humas dilakukan prosedur pelaksanaan yaitu (a) mengadakan komunikasi, sekolah melibatkan orangtua siswa, masyarakat di sekitar sekolah, dunia usaha & industri, komite sekolah dan pemerintah dalam mensukseskan program sekolah. Komunikasi ini digunakan untuk memberikan informasi terkait program-program sekolah; (b) Melibatkan masyarakat, yang mana bentuk partisipasi masyarakat dapat dilihat melalui pertemuan-pertemuan yang diadakan, dalam kegiatan-kegiatan sekolah yang membutuhkan partisipasi masyarakat maupun dukungan-dukungan moral dan material guna tercapainya tujuan sekolah. Pelaksanaan humas di SMKN 1 Luwu Timur berfokus pada Prakerin/psg siswa, selain itu humas juga memastikan bahwa setiap alumni yang terserap dunia usaha dan industri terdata, serta memastikan hubungan kerjasama dengan masyarakat baik prakerin maupun kerjasama secara umum;(3) Evaluasi Humas. Dalam evalusi dilakukan dua jenis evaluasi yaitu (a) Evaluasi proses kerja; (b) Evaluasi Hasil; evaluasi tersebut digunakan untuk mempertahankan mutu dan citra sekolah serta kehumasan pada khususnya. Kata kunci:      Manajemen humas, perencanaan humas, pelaksanaan humas, evaluasi humas.Abstract:          This research, study of public relations management at SMKN  1 Luwu Timur. The focus of this research is to find out how public relations management. The purpose of this study was to determine public relations management at SMKN 1 Luwu Timur. This research approach is qualitative with the type of descriptive approach. Data sources in this study were the principal, vice principal of public relations, public relations staff and the head of the school committee. Data collection techniques through interviews, observation and documentation.  The data analysis stage is through data collection, data reduction, data presentation, conclusion drawing and data verification. The results of this study indicate that the public relations management function at SMKN 1 Luwu Timur includes: (1) Public Relations Planning. In public relations planning an analysis of community needs is carried out so that schools are able to adjust the conditions, character, needs and desires of the community for education that is also adjusted to the human resources at SMKN 1 Luwu Timur; In public relations planning an analysis of community needs is carried out so that schools are able to adjust the conditions, character, needs and desires of the community for education that is also adjusted to the human resources at SMKN 1 Luwu Timur; (2) Public Relations Implementation. In implementing public relations, implementation procedures are carried out, (a) conducting communications, schools involving parents of students, communities around the school, business & industry, school committees and the government in the success of school programs. This communication is used to provide information related to school programs; (b) Involving the community, which form of community participation can be seen through meetings held, in school activities that require community participation as well as moral and material support for the achievement of school goals. The public relations implementation at SMKN 1 Luwu Timur focuses on Prakerin / PSG students, besides that public relations also ensures that every alumni absorbed by the business world and industry is recorded, as well as ensuring cooperative relations with the community both internship and cooperation in general; (3) Public Relations Evaluation. In the evaluation two types of evaluation are carried out, (a) Evaluation of work processes; (B) Evaluation of Results; This assessment is used to maintain the quality and image of the school and public relations in particular. Keywords:         Public relations management, public relations planning, public relations implementation, public relation evaluation.
MANAJEMEN LABORATORIUM DI SMP NEGERI Musdalifa Musdalifa; Faridah Faridah
Jurnal Administrasi, Kebijakan, dan Kepemimpinan Pendidikan (JAK2P) Vol 2, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : UNM (Universitas Negeri Makasar)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.431 KB) | DOI: 10.26858/jak2p.v2i1.10301

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang pengelolaan kegiatan laboratorium di SMP Negeri 7 Enrekang. Fokus penelitian ini adalah bagaimana gambaran pengelolaan kegiatan laboratorium di SMP Negeri 7 Enrekang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengelolaan kegiatan laboratorium di SMP Negeri 7 Enrekang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, pengelola laboratoriun dan guru IPA. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data dan pengambilan keputusan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Perencanan laboratorium mencakup pengadaan alat/bahan laboratorium dilakukan oleh pengelola laboratorium dan guru melalui analisis kebutuhan berdasarkan skala prioritas disesuaikan dengan dana yang ada. Untuk perencanaan program kerja terdapat pada jadwal penggunaan laboratorium. (2) Pengorganisasian laboratorium mencakup struktur organisasi dan pengaturan alat/bahan laboratorium. Di dalam laboratorium sudah ada struktur organisasi, tata tertib dan jadwal penggunaan laboratorium. Untuk pengaturan alat dan bahan dilakukan oleh guru IPA yang saling bekerja sama. Pengaturan alat dan bahan disesuaikan dengan karakteristik alat. (3) Pelaksanaan kegiatan laboratorium mencakup: (a) Persiapan alat/bahan praktik; (b) Penyimpanan alat/bahan praktik; (c) Inventarisasi; dan (d) Pemeliharaan, perawatan, dan kebersihan laboratorium. Pelaksanaan kegiatan laboraatorium di lakukan oleh pengelola laboratorium dan guru IPA. Adapun kebersihan laboratorium dilakukan oleh peserta didik. (4) Pengevaluasian kegiatan laboratorium oleh kepala sekolah dilakukan setiap pergantian semester. Pengevaluasian dilakukan secara langsung dengan mengajak diskusi pengelola laboratorium mengenai kegiatan laboratorium masalah-masalah yang terjadi di laboratorium. Pengelolaan kegiatan laboratorium di SMP Negeri 7 Enrekang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi yang melibatkan kepala sekolah, pengelola laboratorium dan guru IPA. Pengelolaan kegiatan laboratorium terkendala karena tidak adanya tenaga khusus laboran yang bertugas didalam laboratorium.
KOMPETENSI MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DI SMP NEGERI 2 ALLA KABUPATEN ENREKANG Nurasiah Nurasiah; Wahira Wahira
Jurnal Administrasi, Kebijakan, dan Kepemimpinan Pendidikan (JAK2P) Vol 2, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : UNM (Universitas Negeri Makasar)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.104 KB) | DOI: 10.26858/jak2p.v2i1.10147

Abstract

Abstrak  :      Penelitian ini mengkaji tentang bagaimanakah gambaran kompetensi manajerial kepala sekolah di SMP Negeri 2 Alla Kabupaten Enrekang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kompetensi manajerial kepala sekolah di SMP Negeri 2 Alla Kabupaten Enrekang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah bagian kurikulum, guru IPA dan guru Matematika. Prosedur pengumpulan data melalui metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan metode Miles dan Huberman. Hasil penelitian tentang kompetensi manajerial kepala sekolah di SMP Negeri 2 Alla Kabupaten Enrekang menunjukkan bahwa : (a) Kepala sekolah menyusun perencanaan operasional sekolah meliputi penyusunan RKAS, RKS, dan RKT. Berdasarkan evaluasi diri sekolah dan raport mutu. (b) Kepala sekolah mengelola dan mengembangkan sekolah  menuju organisasi pembelajaran yang efektif meliputi pemberikan motivasi, bimbingan kepada guru,  melakukan supervisi, dan pengarahan dalam pemanfaatan fasilitas pembelajaran di kelas. (c) Kepala sekolah menciptakan budaya dan iklim sekolah yang kondusif dan inovatif dengan menerapkan sistem kekeluargaan kepada seluruh warga sekolah dan pemberian motivasi kepada tenaga pendidik. (d) Kepala sekolah mengelola guru dan staf dengan melakukan pembagian tugas guru, penanaman disiplin guru, serta mengadakan koordinasi dalam rapat MGMP. (e) Kepala sekolah mengelola sarana dan  prasarana sekolah dengan melakukan perbaikan dan pergantian sarana dan parasarana sekolah jika terjadi kerusakan. (f) Kepala sekolah mengalola pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran dengan melakukan penyusunan kurikulum sekolah dengan mengacu atau berpedoman pada kalender akademik yang telah dibuat oleh dinas pendidikan Kabupaten Enrekang yang disesuaikan dengan kondisi sekolah dan tenaga pendidik, serta kepala sekolah membantu guru dalam penyusunan RPP. (g) Kepala sekolah melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan program kegiatan sekolah yang meliputi memonitoring pelaksanaan program yang sedang dilaksanakan, mengevaluasi program, dan melaksanakan paloporan program dari hasil monitoring dan juga evaluasi yang telah dilaksanakan.Abstract  :     This study examines how the managerial competence of principals in state junior high school 2 Alla Enrekang Regency. The purpose of this study was to determine the managerial competence of school principals in state junior high school 2 of Alla Enrekang Regency. The approach used in this research is descriptive qualitative. The data sources in this study are the principal, deputy headmaster of the curriculum section, science teacher and Mathematics teacher. Data collection procedures through interviews, observation and documentation. Data analysis techniques using the method of Miles and Huberman. The results of research on the managerial competence of school principals in state junior high school 2 Alla Enrekang Regency show that:  (a) The principal prepares a school operational plan including the preparation of the RKAS, RKS, and RKT. Based on school self-evaluation and quality report cards.  (b) The principal manages and develops the school towards an effective learning organization which includes providing motivation, guidance to teachers, conducting supervision, and directing the use of learning facilities in the classroom.  (c) The school principal creates a conducive and innovative school culture and climate by applying a family system to all school members and providing motivation to the teaching staff. (d) The principal manages the teachers and staff by distributing teacher duties, instilling teacher discipline, and coordinating in MGMP meetings.  (e) The school principal manages school facilities and infrastructure by making repairs and replacing school facilities and infrastructure in the event of damage.  (f) The school principal manages curriculum development and learning activities by compiling school curricula by referring to or referring to the academic calendar that has been made by the Enrekang district education office that is adjusted to the conditions of the school and educators, and the principal helps teachers in the preparation of lesson plans.  (g) The principal conducts monitoring, evaluation, and reporting of the implementation of the program of school activities which includes monitoring the implementation of the program being carried out, evaluating the program, and implementing the program report from the results of the monitoring and also the evaluation that has been carried out.Keywords :     Managerial Competence. Headmaster
IMPLEMENTASI MANAJEMEN LAYANAN KHUSUS BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMA NEGERI 11 MAKASSAR Indah Purnamasari; Muh. Ardiansyah
Jurnal Administrasi, Kebijakan, dan Kepemimpinan Pendidikan (JAK2P) Vol 2, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : UNM (Universitas Negeri Makasar)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.688 KB) | DOI: 10.26858/jak2p.v2i1.11609

Abstract

Abstrak      :   Penelitian ini mengkaji tentang implementasi manajemen layanan bimbingan dan konseling di SMA Negeri 11 Makassar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi manajemen layanan bimbingan dan konseling di SMA Negeri 11 Makassar. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dengan subjek penelitian meliputi kepala sekolah, dan guru bimbingan dan konseling. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen layanan khusus bimbingan dan konseling di SMA Negeri 11 Makassar sebagai berikut. 1) Perencanaan layanan bimbingan dan konseling dimulai dari pembagian tugas guru bimbingan dan konseling, assesmen kebutuhan, menyusun program tahunan dan semester, konsultasi program, dan pengadaan sarana dan prasarana. 2) Pengorganisasian layanan bimbingan dan konseling, kepala sekolah sebagai penanggung jawab seluruh kegiatan di sekolah, guru bimbingan dan konseling sebagai pelaksana utama bimbingan dan konseling dan pihak-pihak lain yang terkait dalam layanan membantu dalam proses pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. 3) Pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling tidak memiliki jam khusus untuk mengajar di kelas, sehingga terkadang proses bimbingan dan konseling dilakukan secara insidental. 4) Pengawasan layanan bimbingan dan konseling dilakukan oleh kepala sekolah kepada guru bimbingan dan konseling dengan memberikan pengarahan secara langsung, dan pengarahan terprogram saat diadakan rapat sekolah. Evaluasi layanan bimbingan dan konseling secara umum dilakukan pada akhir tahun ajaran oleh guru bimbingan dan konseling dengan melihat program apa saja yang terlaksana dan yang tidak terlaksana dan apa yang menjadi kendalanya. Kata Kunci        : Manajemen, Bimbingan dan Konseling, perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan. Abstract           :   This study examines the implementation of management guidance and counseling in SMA Negeri 11 Makassar. The purpose of this study was to know the implementation of management guidance and counseling in SMA Negeri 11 Makassar. This research approach is qualitative with a type of descriptive research with research subjects including principals, and guidance and counseling teacher. Data collection procedures through interviews, observation, and documentation. Data analysis through data collection, data reduction, data presentation, and verification and conclusions. The results of the research show that the implementation of management guidance and counseling in SMA Negeri 11 Makassar is as follows. 1) Guidance and counseling planning starts from the division of guidance and counseling teacher tasks, assessment of needs, compiling annual and semester programs, program consultation, and procurement of facilities and infrastructure. 2) Organizing guidance and counseling, the principal is responsible for all activities in the school, guidance and counseling teachers as the main implementers of guidance and counseling and other parties involved in the service assist in the process of implementing guidance and counseling services. 3) The implementation of guidance and counseling services do not have special hours for teaching in class, so sometimes the guidance and counseling process is done incidentally. 4) Supervision of guidance and counseling services carried out by the principal to the guidance and counseling teacher by providing direct guidance, and programmed guidance when school meetings are held. Evaluation of guidance and counseling services is generally done at the end of the school year by the guidance and counseling teacher by looking at what programs have been implemented and those that have not been implemented and what are the obstacles. Keywords         :  Management, guidance and counseling, planning, organizing, implementation, supervision.
MANAJEMEN PEMBELAJARAN BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER DI SD NEGERI UNGGULAN Syamsudar Syamsudar; Arismunandar Arismunandar
Jurnal Administrasi, Kebijakan, dan Kepemimpinan Pendidikan (JAK2P) Vol 2, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : UNM (Universitas Negeri Makasar)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.003 KB) | DOI: 10.26858/jak2p.v2i1.10074

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang Pelayanan pada Penelitian ini mengkaji tentang Manajemen Pembelajaran Berbasis Pendidikan Karakter Di SD Negeri Pacinongang Unggulan Kab. Gowa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pendidikan karakter di SD Negeri Pacinongang Unggulan Kec. Somba Opu Kab. Gowa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Guru dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian tentang Manajemen Pembelajaran Berbasis Pendidikan Karakter Di SD Negeri Pacinongang Unggulan Kab. Gowa menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan pendidikan karakter disusun dengan melibatkan kepala sekolah, guru dan komite sekolah khusus guru dalam merencanakan pendidikan karakter adalah dengan memasukkan nilai-nilai karakter ke dalam silabus, RPP. Nilai-nilai karakter ini terintegrasi ke dalam semua mata pelajaran untuk lebih detailnya guru-guru di SD Negeri Pacinongang Unggulan telah menyusun RPP dengan nilai karakter yang dikembangkan sesuai dengan mata pelajaran dan Kompetensi Dasar. (2) Guru mengimplementasikan  pendidikan karakter sesuai dengan RPP dan menggunakan metode dan media pembelajaran agar nilai-nilai karakter dalam setiap pembelajaran tercapai. (3) Penilaian dilaksanakan pada akhir pembelajaran melalui dua tahap penilaian yaitu tahap proses dan hasil. Pada tahap proses penilaian dilakakukan saat siswa mengikuti pembelajaran. Penilaian pencapaian pendidikan nilai budaya dan karakter didasarkan pada indikator, sedangkan untuk penilaian hasil dilakukan untuk mengukur sejauh  mana  pemahaman siswa.

Page 1 of 1 | Total Record : 10