cover
Contact Name
Utami Irawati
Contact Email
uirawati@ulm.ac.id
Phone
+628115031771
Journal Mail Official
jstk@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani KM. 36 Kompl. Unlam Banjarbaru
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Berkala: Sains dan Terapan Kimia
ISSN : 14111616     EISSN : 25498215     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Sains dan Terapan Kimia (Jurnal Ilmiah Berkala) published scientific articles in the Chemistry field which include, but not limited to, research in chemistry, theoretical chemistry, chemistry education, and applied chemistry. This journal also published review articles about the development of chemistry.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2011)" : 8 Documents clear
PEMBUATAN ESI IODAT MENGGUNAKAN MEMBRAN KITOSAN SEBAGAI PENDUKUNG BAHAN AKTIF PADA PERMUKAAN BATANG GRAFIT Ani Mulyasuryani
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.736 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v5i2.2095

Abstract

Pembuatan elektroda selektif ion iodat (ESI-Iodat) dapat dibuat menggunakan garam iodat yang sulit larut dalam air, seperti AgIO3, Pb(IO3)2 dan Ba(IO3)2 sebagai bahan aktif. Elektroda tersebut didasarkan pada prinsip kesetimbangan kelarutan. ESI iodat dibuat dengan melapisi batang grafit atau Pt oleh garam iodat dalam membran kitosan. Kinerja ESI iodat terbaik dihasilkan pada elektroda dengan Ba(IO3)2 sebagai bahan aktif. Konsentrasi Ba(IO3)2 yang menghasilkan kinerja ESI terbaik adalah 0,5% (b/v) pada ketebalan 0,09 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ESI iodat memiliki waktu respon 30 detik, bilangan Nernst 57,08 ± 0,62 mV/dekade, batas deteksi 1,5 x 10-4 M (26,25 ppm) M dan kisaran konsentrasi 1×10-4 M hingga 1×10-1 M. Ion klorida menurunkan kinerja ESI iodat jika konsnetrasinya lebih besar dari 1×10-2 M. Kata kunci : ESI-Iodat, membran kitosan, barium iodat. 
PENENTUAN KREATININ DALAM URIN SECARA KOLORIMETRI DENGAN SEQUENTIAL INJECTION-FLOW REVERSAL MIXING (SI-FRM) Hermin Sulistyarti
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.992 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v5i2.2100

Abstract

Sequential injection analysis (SIA), generasi kedua dari sistem injeksi alir telah dikembangkan untuk penentuan kreatinin sebagai indeks medis kegagalan ginjal kronis. Pendeteksian kreatinin didasarkan pada reaksi Jaffe yang terjadi antara kreatinin dan asam pikrat dalam medium basa untuk membentuk senyawa berwarna merah-oranye. Absorbansi dari senyawa yang terbentuk diukur pada panjang gelombang 530 nm. Dalam penelitian ini, suatu konsep baru dari SIA yang disebut “lab-at-valve” dikembangkan dengan menambahkan suatu Valve Mixing sebagai tempat untuk memaksimalkan pembentukan senyawa antara kreatinin dan alkali-pikrat. Parameter-parameter yang mempengaruhi metode ini antara lain laju alir produk, waktu delay, volume sampel, volume reagen, konsentrasi reagen dan senyawa pengganggu telah dipelajari secara rinci. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa kondisi optimum akan tercapai pada laju alir 20 μL/detik, waktu delay 5 detik, komposisi penggunaan 100 μL sampel dengan 300 μL reagen (asam pikrat 0,03 M dan NaOH 3 %) sehingga limit deteksi pada penentuan kreatinin yang dihasilkan sebesar 3,01 μg/g. Aplikasi dari metode ini ditujukan untuk penentuan kreatinin dalam sampel urin. Kata kunci : Kreatinin, reaksi Jaffe, SI-VM, RGB kolorimetri, urin 
KARAKTERISTIK PENGIKATAN ION Cd(II) dan Cu(II) DALAM PEMBUATAN HIBRIDA AMINO-SILIKA IMPRINTED IONIK Buhani Buhani; Narsito Narsito; Nuryono Nuryono; Eko Sri Kunarti
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.122 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v5i2.2096

Abstract

Karakteristik pengikatan ion Cd(II) dan Cu(II) pada polimer imprinted ionik (PII) dari hibrida amino-silika (HAS) yang disintesis menggunakan senyawa 3- aminopropiltrimetoksisilan (3-APTMS) dengan tetraetil ortosilkat (TEOS) sebagai prekursor telah dipelajari. Kontribusi pengikatan ion Cd(II) dan Cu(II) pada sintesis material HAS imprinted ionik Cd(II) dan Cu(II) didominasi oleh interaksi kimia melalui interaksi elekstrotatik sebesar 43,06 ± 0,42 % untuk Cd-HAS dan 40,96 ± 0,21% untuk Cu-HAS, sedangkan pembentukan ikatan kovalen sebesar 50,91 ± 0,25 % untuk Cd-HAS dan 54,87 ± 0,20 % untuk Cu- HAS. Kata kunci : Imprinted ionik, hibrida amino-silika, 3-aminopropiltrimetoksisilan 
SINTESIS PEPTIDA P251-9 BERGUGUS PELINDUNG DENGAN METODE SINTESIS PEPTIDA FASA PADAT FMOC/TBU MENGGUNAKAN ADITIF OKSIMA Ari Hardianto; Toto Subroto; Unang Supratman
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.792 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v5i2.2097

Abstract

Peptida P25 merupakan epitop yang dapat dengan mudah mengaktivasi sel T penolong. Sel T penolong teraktivasi berperan dalam aktivasi sel B untuk membentuk antibodi. Peptida bahkan protein dapat dibuat dengan metode sintesis peptida fasa padat Fmoc/tBu menggunakan aditif HOBt. Namun sayangnya HOBt memiliki karakter yang mudah meledak. Pada penelitian ini telah berhasil disintesis bagian epitop P25 (peptida P251-9 bergugus pelindung) yang memiliki tingkat kemurnian tinggi dan perolehan 36,4% dengan metode sintesis peptida fasa padat Fmoc/tBu menggunakan aditif oksima pengganti HOBt. Kata kunci: Epitop, P251-9, sintesis peptida fasa padat Fmoc/tBu, oksima. 
STABILITAS LAPISAN KITOSAN PADA KAIN KATUN : PENGARUH BERAT MOLEKUL KITOSAN Ahmad Budi Junaidi; Ikhsan Kamil; Sunardi Sunardi
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.681 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v5i2.2093

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh berat molekul kitosan terhadap stabilitas ikatan kitosan pada kain katun. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh kitosan dengan berat molekul tinggi, medium dan rendah terhadap kestabilan lapisan kitosan pada kain, kekakuan kain dan struktur morfologi kain. Larutan kitosan dibuat dengan variasi berat molekul. Larutan kitosan dilapiskan pada kain katun dengan metode pad-dry-cure dan diuji kestabilan lapisan kitosan melalui proses pencucian. Kain hasil pelapisan sebelum dan setelah dicuci dianalisis menggunakan spektrofotometer FTIR, UV- Reflectant dan analisis kadar kitosan dilakukan dengan metode Kjedahl. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan berat molekul mampu meningkatkan pelapisan kitosan ke kain. Peningkatan berat molekul juga menyebabkan peningkatan kekakuan kain hasil pelapisan. Kata kunci: berat molekul kitosan, kain katun, stabilitas 
PENENTUAN LIGNIN DAN KADAR GLUKOSA DALAM HIDROLISIS ORGANOSOLV DAN HIDROLISIS ASAM Lucy Arianie; Nora Idiawati
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.958 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v5i2.2098

Abstract

Hidrolisis tandan kosong sawit merupakan langkah awal untuk mendapatkan glukosa sebagai bahan baku pakan ikan, bioetanol dan produk-produk berbasis biomasa. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas hidrolisis organosolv dan hidrolisis asam sulfat pada bahan baku tandan kosong sawit. Hidrolisat yang dihasilkan dianalisis kadar glukosa menggunakan metode Nelson-Somogyi sedangkan lignin yang diperoleh dianalisis gugus fungsinya dengan Infra Red. Hasil pengujian menunjukkan bahwa dalam hal jumlah perolehan glukosa, perlakuan hidrolisis asam menggunakan asam sulfat lebih efektif dibandingkan hidrolisis organosolv. Hidrolisis dengan asam sulfat 3% menghasilkan perolehan glukosa sebanyak 19,8 mg/L. Sedangkan hidrolisis dengan metode organosolv dengan pelarut etanol hanya menghasilkan glukosa sebanyak 3,67 mg/L. Dalam hal gugus fungsi dalam struktur lignin yang ditentukan dengan infra merah, lignin yang diperoleh melalui hidrolisis asam dan hidrolisis organosolv mempunyai kemiripan yang tinggi dengan lignin standar. Kata kunci: Lignin, Glukosa, Organosolv, Asam sulfat, Hidrolisis. 
PEMANFAATAN KULIT PISANG SEBAGAI BAHAN BAKU BIOETANOL DENGAN PROSES HIDROLISIS ENZIMATIK Harimbi Setyawati; Nanik Astuti Rahman
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.245 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v5i2.2094

Abstract

Penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang semakin tidak terkendali, sementara persedian bahan bakar fosil semakin menipis membuat para peneliti mencari solusi bahan bakar alternatif yang dapat diperbaharui, salah satu bahan bakar yang dapat diperbaharui adalah bahan bakar nabati. Bahan- bahan dari nabati selama ini banyak yang belum termanfaatkan seperti kuli pisang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah hidrolisis enzimatis yaitu mengubah pati menjadi glukosa dengan bantuan enzim α- amilase dan gluko-amilase yang dihasilkan oleh bakteri Aspergillus Niger, kemudian diteruskan dengan proses fermentasi alcohol. Variabel yang digunakan adalah volume Aspergillus Niger sebanyak 150, 200, 250 dan 300 mL, dengan kondisi operasi pada waktu hidrolisa adalah suhu 35-37oC, pH 4- 5 sedangkan untuk fermentasi pada kondisi anaerob, suhu 25-30, pH 4-5. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa penambahan Aspergillus niger yang terbaik adalah 250 mL dengan kadar glukosa 20% sedangkan untuk kadar etanol terbaik didapatkan 16,5% pada waktu hari ke-8. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa penambahan bakteri Aspergillus Niger dan waktu fermentasi berpengaruh terhadap kualitas etanol yang dihasilkan dari kulit pisang dengan proses enzimatis. Kata kunci : Kulit Pisang, Hidrolisis Enzimatis, Aspergillus Niger 
KAJIAN pH DAN WAKTU KONTAK OPTIMUM ADSORPSI Cd(II) DAN Zn(II) PADA HUMIN Yunitawati Yunitawati; Radna Nurmasari; Dwi Rasy Mujiyanti; Dewi Umaningrum
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.008 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v5i2.2099

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang adsorpsi Cd(II) dan Zn(II) oleh humin. Tujuan penelitian ini adalah menentukan kondisi pH optimum, waktu kesetimbangan adsorpsi Cd(II) dan Zn(II) oleh humin serta mengetahui gugus fungsi yang berinteraksi dengan logam dengan menggunakan spektrofotometer FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH optimum adsorpsi untuk Cd(II) adalah 5 dan pH optimum adsorpsi Zn(II) adalah 2. Waktu kontak reaksi untuk Cd(II) adalah 45 menit dan Zn(II) adalah 30 menit. Hasil spektra inframerah menunjukkan bahwa gugus –COOH dan –OH berperan dalam interaksi antara ion logam dengan humin. Kata kunci : Adsorpsi, Humin, Kadmium, Seng 

Page 1 of 1 | Total Record : 8