cover
Contact Name
Muhammad Syahrir
Contact Email
syahrir_gassa@yahoo.com
Phone
+6275172201
Journal Mail Official
sofyan@kemenperin.go.id
Editorial Address
http://litbang.kemenperin.go.id/jli/about/editorialTeam
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Litbang Industri
Core Subject : Science,
Jurnal Litbang Industri (JLI) is a scientific journal published regularly twice a year in June and December. JLI contains primary articles or reviews are sourced directly from results of industrial research such as processing of agricultural products, food processing, fishing industry, mining industry, industrial standardization, and pollution control. All submissions are reviewed by qualified reviewers in their field.
Articles 213 Documents
Pembuatan Bioplastik Dari Pati Ubi Kayu Berpenguat Nano Serat Jerami dan ZnO Chairul Amni; Marwan Marwan; Mariana Mariana
Jurnal Litbang Industri Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1501.158 KB) | DOI: 10.24960/jli.v5i2.670.91-99

Abstract

Production of biodegradable plastic film had been done using cassava starch which serves as a main raw material, distilled water as a solvent, as well as nano fiber straw, ZnO, and a mixture of nano fiber straw and ZnO that function as a reinforcement of bioplastic. Cassava starch was chosen as the raw material for making plastics because of easy to obtain and inexpensive, moreover the use is still very low when compared to other plants that as staple food stuffs, such as rice, corn, potatoes, wheat, and so forth. This research was aimed to make plastics that can reduce the environmental impact by looking at the effect of reinforcing the concentration used for the mechanical properties of the film, water absorption, and the decomposition rate of the plastic. The reinforcer used was nano fibers straw, ZnO, and a mixture of both with a concentration of 1%, 3%, 6%, and 9% of each reinforcer. Testing of mechanical properties (tensile strength and elongation) used the Electronic System Universal Testing Machines, testing of water absorption was done by immersing the film in water for 24 hours, and testing of decomposition rate was done by burying the film into the ground. The results showed the highest tensile strength values was 0.32 kgf/mm2obtained at a concentration of 9% ZnO, whereas the highest percent elongation was 34% obtained at a concentration of 1% nano-fiber straw. The lowest water absorption was 16% obtained at a concentration of 9% ZnO. The highest absorption of water was 27.23% obtained at a concentration of 1% nano-fiber straw and the decomposition process occured for 18-27 days.ABSTRAKPembuatan film plastik biodegradable telah dilakukan dengan menggunakan pati ubi kayu  yang berfungsi sebagai bahan baku utama dan bahan-bahan lain yaitu aquades yang berfungsi sebagai pelarut, serta  nano serat jerami, ZnO dan campuran dari serat jerami dan ZnO yang berfungsi sebagai penguat bioplastik. Pati ubi kayu dipilih sebagai bahan baku pembuatan plastik karena selain mudah didapat dan harganya murah, penggunaannya juga masih sangat minim jika dibandingkan dengan tumbuhan lainnya yang merupakan bahan makanan pokok masyarakat, seperti beras, jagung, kentang, gandum, dan lain sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk membuat plastik yang dapat mengurangi dampak lingkungan dengan melihat pengaruh konsentrasi penguat yang digunakan terhadap sifat mekanik  film, daya serap air, dan laju penguraian dari plastik tersebut. Penguat  yang digunakan adalah serat jerami yang berukuran nano, ZnO dan campuran keduanya  dengan konsentrasi 1%, 3%, 6%, dan 9% dari masing-masing penguat. Pengujian sifat mekanik (kuat tarik dan elongasi) menggunakan Electronic System Universal Testing Machines, pengujian daya serap air dilakukan dengan cara merendam film tersebut di dalam air selama 24 jam, dan pengujian laju penguraian dilakukan dengan cara menguburkan film ke dalam tanah. Hasil penelitian menunjukkan nilai kuat tarik tertinggi diperoleh pada konsentrasi 9% ZnO yaitu 0,32 kgf/mm2, sebaliknya persen elongasi tertinggi diperoleh  pada konsentrasi 1% nano serat jerami  yaitu 34%. Daya serap air terendah yaitu 16% diperoleh pada konsentrasi 9% ZnO. Penyerapan air paling tinggi adalah 27,23% pada konsentrasi nano serat jerami 1% dan proses penguraian terjadi selama 18-27 hari.
Karakteristik pewarna alam gambir (Uncaria gambir Roxb) untuk produk pangan F Firdausni; Gustri Yeni; F Failisnur; K Kamsina
Jurnal Litbang Industri Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.932 KB) | DOI: 10.24960/jli.v9i2.5682.89-96

Abstract

Pewarna alami yang berpotensi untuk diekstrak diantaranya gambir (Uncaria gambir Roxb). Gambir mengandung senyawa tanin sebagai pewarna untuk pangan dan dapat dijadikan alternatif pengganti pewarna sintetis yang aman untuk kesehatan.  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan metode ekstraksi dan maserasi menggunakan pelarut (air, etanol 25%, etanol 50%) dan pembangkit warna (asam sitrat 3%, asam askorbat 3% dan kapur sirih 5%) dengan 3 kali ulangan.  Penelitian bertujuan untuk melihat pengaruh pembangkit warna (fiksator) dalam menghasilkan warna untuk pangan sebagai pengganti pewarna sintetis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna yang dihasilkan memiliki intensitas warna yang berbeda dari kuning, kuning kemerahan dan merah kecoklatan. Pemakaian pelarut etanol 25% dan pembangkit warna asam askorbat menghasilkan kecerahan warna L 79,60, ketuaan warna K/S  1,15 dengan  arah warna kuning kemerahan (a* 6,5  dan b* 23,99), aktivitas antioksidan tertinggi dengan nilai IC 50 sebesar 6,25 ppm, sedangkan kapur sirih menghasilkan kecerahan warna L 81,47, ketuaan warna K/S 4,09 dan arah warna merah tua (a* 6,88 dan b* 8,17) mempunyai aktivitas antioksidan paling rendah yaitu 7,84 ppm.ABSTRACTNatural dyes that have a potential to be extracted include Gambier (Uncaria gambier. Roxb). Gambier contains tannin compounds as food coloring and can be used as an alternative substitute of synthetic dyes that are safe for health. The study used a completely randomized design (CRD) by extraction and maceration methods using solvents (water, ethanol 25%, ethanol 50%) and color generating (citric acid 3%, ascorbic acid 3%, and betel lime 5% and 3 replications. The research aims to see the effect of color generator (fixator) in producing colors for food. The results showed that the colors produced had different color intensities from yellow, reddish yellow, and brownish red. The use of 25% ethanol solvent and ascorbic acid produced a color brightness (L) 79.60, color strength (K/S) 1.15 with redish yellow color and antioxidant activity (IC50) value 6.25 ppm, while by using betel lime produced a color brightness (L) 81.47, color strength (K/S) 4.09 with dark red color and color direction (a* 6.88 and b* 8.17). It has low antioxidant activity 7.84 ppm.
Karakteristik Es Krim Bengkuang Dengan Menggunakan Beberapa Jenis Susu Failisnur Failisnur
Jurnal Litbang Industri Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (888.533 KB) | DOI: 10.24960/jli.v3i1.623.11-20

Abstract

Ice cream is a frozen dairy solid product with the addition of other materials that are made through the process of freezing and agitation. The principle of its making to form a cavity of air in the mixture of ice cream ingredients to produce a volume that made the development of the ice cream into a lighter, less dense and has a soft texture. The purposed of the research to see influence the use of a variety of milk to the physical properties, chemical properties and organoleptic to the bengkoang ice cream produced. Research carried out by treatment type of milk used that were fullcream milk, sweetened condensed milk, soy milk powder, green bean powder, and soy milk liquid. The ice cream produced was tested the physics of overrun and melting speed, chemical analysis of protein content, fat and organoleptic of taste and texture. Research results showed that the best treatment was the use of soy milk powder where the value of overrun 37.2%, melting speed 10.1 minutes, protein content 6.9%, fat 13.08%, and organoleptic of  taste and texture was preferred.ABSTRAKEs krim merupakan produk olahan susu beku berbentuk padat dengan penambahan  bahan lain yang dibuat melalui proses pembekuan dan agitasi.  Prinsip pembuatan es krim adalah membentuk suatu rongga udara pada campuran bahan-bahan es krim sehingga dihasilkan pengembangan volume yang membuat es krim menjadi lebih ringan, tidak terlalu padat dan mempunyai tekstur yang lembut. Tujuan penelitian adalah untuk melihat pengaruh dari penggunaan beberapa jenis susu terhadap sifat fisik, kimia dan organoleptik es krim bengkuang yang dihasilkan.  Penelitian dilakukan dengan perlakuan  penggunaan susu fullcream, susu kental manis, susu kedelai bubuk, kacang hijau bubuk, dan susu kedelai cair.  Es krim yang dihasilkan dilakukan uji fisika overrun dan kecepatan meleleh, analisis kimia kadar protein, lemak dan uji organoleptik rasa dan tekstur. Hasil penelitan menunjukkan bahwa penggunaan susu kedelai bubuk menghasilkan nilai overrun dan kecepatan meleleh yang baik yaitu 37,2% dan 10,1 menit, kandungan protein dan lemak yang cukup tinggi yaitu 6,9% dan 13,08%, serta organoleptik rasa dan tekstur yang disukai.
Produksi karbon aktif arang tempurung kelapa menggunakan kombinasi metode aktivasi secara kimia dan steam tekanan rendah Ahmad Muhajir; Izarul Machdar; Mariana Mariana
Jurnal Litbang Industri Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.905 KB) | DOI: 10.24960/jli.v11i2.7104.110-116

Abstract

Arang dapat diubah menjadi karbon aktif melalui tahapan aktivasi, yang mana proses ini dapat dilakukan secara kimia maupun fisika, dengan tujuan memperbesar ukuran porinya.Pada paper ini telah dikaji mengenai karakteristik karbon aktif dari arang tempurung kelapa yang diaktivasi menggunakan metode kombinasi aktivasi kimia dan steam tekanan rendah. Arang tempurung kelapa yang digunakan berasal dari pengrajin di Desa Teubang Phui. Arang diaktivasi secara kimia dengan cara direndam dalam larutan Asam Fosfat (H3PO4) 60%, 70%, dan 80%, dengan lama waktu aktivasi 1, 2, dan 3 hari.  Karakterisasi karbon aktif meliputi uji kadar air, kadar zat menguap, kadar abu total, kadar karbon menunjukan nilai rata-rata yaitu berturut-turut 0,04%; 3,02%; 3,02%; dan 93,96%. Aktivasi karbon dilanjutkan dengan disteam pada suhu 100oC selama 4 jam. Hasil uji daya serap iodin menunjukan peningkatan berkisar antara 3-12% dari sebelum disteam. Semua parameter memenuhi syarat baku mutu karbon aktif menurut SNI 063730-95, kecuali bilangan iod yang nilainya < 200 mg/g. Spektrum FTIR tidak menunjukan perbedaan gugus fungsi antara sebelum dan sesudah aktivasi arang tempurung kelapa. Luas permukaan karbon aktif yang teraktivasi dengan H3PO4 60%, perendaman 1 hari, serta disteam, yaitu  23,235 m2/g.
Effects of Fe2+ and Fe3+ ratio impregnated onto local commercial activated carbon coconut shell powder on the dye removal efficiency Izarul Machdar; Cut Faradillasari; Nurul Atika Khair; Teku Muhammad Asnawi; Alfiansyah Yulianur BC; Y Yunardi
Jurnal Litbang Industri Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.692 KB) | DOI: 10.24960/jli.v8i1.3720.11-16

Abstract

The present study reports the performance of magnetic activated carbon impregnated with Fe2+ and Fe3+ on the removal of dye from a simulated wastewater. The magnetic activated carbon (MAC) as a magnetic absorbent was prepared by co-precipitation method and followed by impregnation process. The activated carbon (AC) was supplied from a local commercial activated carbon coconut shell powder. The objective of this study was to investigate the effects of Fe2+ and Fe3+ on the quality product of MAC for dye (methylene blue) adsorption. The molar ratios of Fe2+ and Fe3+ used during the preparation of the MAC were 1:1; 1:2, and 2:1. The MAC products were characterized by using scanning electron microscope (SEM), energy dispersive X-ray (EDX), and Fourier transform infrared spectroscopy (FT-IR) analysis techniques. The results confirmed that the concentration of magnetic particles (Fe3O4) on the MAC surface increased following the impregnation process. However, this results lowering adsorption properties of the MAC adsorbents, which subsequently affected the dye removal performance. The ratio of Fe2+:Fe3+ on the MAC preparation did not significantly change the MAC absorbent on the dye removal efficiency. Additionally, MAC derived from local AC possess a prospect as a sustainable alternative for dye pollutant adsorbent.AbstrakPenelitian ini melaporkan kinerja karbon aktif bersifat magnet yang di impregnasi dengan Fe2+dan  Fe3+ dalam penyerapan zat warna dari air limbah buatan. Karbon aktif bersifat magnet (MAC) dibuat melalui metode co-presipitasi dan diikuti dengan proses impregnasi. Material karbon aktif (AC) dibuat dari tempurung kelapa yang diperoleh dari pasar lokal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ratio dari Fe2+ and Fe3+ terhadap kualitas produk MAC yang digunakan nantinya di dalam proses penyerapan zat warna (metilen biru). Rasio molar dari Fe2+ and Fe3+ yang digunakan di dalam penelitian ini untuk menghasilkan MAC adalah 1:1; 1:2, dan 2:1. Produk MAC yang dihasilkan dipelajari karakteristiknya melalui scanning electron microscope (SEM), energy dispersive X-ray (EDX), dan Fourier transform infrared spectroscopy (FT-IR). Dari hasil penelitian yang diperoleh dapat dikonfirmasi bahwa konsentrasi partikel-partikel magnet (Fe3O4) pada permukaan MAC meningkat setelah proses impregnasi. Walaupun demikian, hal ini menyebabkan turunnya kemampuan adsorbsi dari adsorben MAC. Perbandingan rasio Fe2+ and Fe3+ tidak secara nyata mempengaruhi efisiensi penyerapan zat warna. Adsorben MAC dari karbon aktif lokal memiliki potensi sebagai bahan alternatif ramah lingkungan untuk penyerap zat warna.
Powderisasi timah murni menggunakan metode atomisasi gas – satu nosel gas Abdul Basyir; Didik Aryanto; Agus Sukarto Wismogroho; Wahyu Bambang Widayatno
Jurnal Litbang Industri Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1656.3 KB) | DOI: 10.24960/jli.v10i2.6006.97-102

Abstract

Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menghasilkan powder adalah atomisasi gas. Desain dari atomisasi gas akan berpengaruh terhadap karakter powder yang dihasilkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh sudut nosel gas terhadap kuantitas output powder yang dihasilkan, distribusi ukuran powder, morfologi, dan fasa powder dari sudut nosel yang menghasilkan output powder paling banyak. Dalam penelitian ini akan dilakukan pembuatan powder timah melalui metode atomisasi gas menggunakan satu nosel gas yang berbentuk tabung dengan diameter 0.5 cm. Sudut atomisasi (sudut antara nosel gas dengan lobang dari ruang peleburan timah) diatur sebesar 0° dan 5° untuk masing-masing percobaan, sedangkan ruang penampungan powder tersusun secara horizontal. Berdasarkan hasil eksperimen, desain powderisasi dengan sudut atomisasi 5° menghasilkan output powder timah, 1,3 kali lebih banyak daripada sudut atomisasi 0°. Berdasarkan hasil karakterisasi diketahui bahwa powder timah yang dihasilkan dari sudut atomisasi 5° didominasi oleh bentuk yang tidak teratur, dan tidak ditemukan fasa oksida pada semua ukuran partikel. Adapun ukuran powder timah yang dihasilkan dari sudut atomisasi 5°, sebanyak 29,68% berukuran < 37 mm dan sebanyak 70,32% berukuran 38 – 150 mm.
Pengaruh Kecepatan Homegenisasi Terhadap Sifat Fisika dan Kimia Krim Nanopartikel dengan Metode High Speed Homogenization (HSH) Galuh Suprobo; Dwina Rahmi
Jurnal Litbang Industri Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.512 KB) | DOI: 10.24960/jli.v5i1.661.1-12

Abstract

Nanoparticle cream is the development of nanotechnology in cosmetics fields for improving the function of cream. High speed homogenization (HSH) is one of the methods for creating nanoparticle cream. In this research, the use of natural materials based palm oil derivative  such as stearic acid, cetil alcohol, cetil stearil alcohol was chosen in nanoparticle cream producing by using HSH methods.The speed variable of  homogenization of 1000 rpm, 1500 rpm, 2,000 rpm and 2,500 rpm  intended to find out the influence of speed toward the  properties of cream product. The observation result showed the influence on physical display in term of texture but not in homogeneity , stability and cream color. The pH of the product during two months storage for all variables were still stable. The particle size was increased in the homogeneity of speed at 2000 rpm and 2500 rpm. In this research has produced the cream in particle size from 239.86 to 358.10 nm which enter in nanoparticle category 50 nm to 1000 nm. The stability of nanoparticle cream product in the range of 97,20 to 98%.ABSTRAKKrim nanopartikel merupakan pengembangan nanoteknologi di bidang kosmetik untuk meningkatkan fungsi krim tersebut. High speed homogenization (HSH) merupakan salah satu metoda dalam pembuatan krim nanopartikel. Pada penelitian ini, krim nanopartikel dibuat menggunakan bahan baku alami turunan kelapa sawit yaitu asam stearat, setil alkohol, setil stearil alkohol dengan metoda HSH. Variabel kecepatan homogenisasi pada 1000 rpm, 1500 rpm, 2000 rpm dan 2500 rpm dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh kecepatan terhadap sifat-sifat krim. Hasil menunjukkan bahwa perubahan kecepatan homogenisasi dalam reaktor berpengaruh terhadap tampilan fisik dari segi tekstur, akan tetapi tidak mempengaruhi terhadap kehomogenan, stabilitas dan warna krim. Dari pengamatan selama 2 bulan penyimpanan diketahui tidak terjadi perubahan pH selama penyimpanan untuk keempat variabel. Ukuran partikel semakin meningkat pada variabel homogenisasi 2000 rpm dan 2500 rpm. Ukuran partikel krim yang dihasilkan berkisar antara 239,86 – 358,10 nm yang termasuk kategori nanopartikel yang berkisar antara 50 nm sampai 1000 nm. Stabilitas emulsi dari krim nanopartikel yang dihasilkan berkisar antara 97,20 % sampai 98 %.
Pengaruh penyalut maltodekstrin terhadap produk mikrokapsul minyak jahe dengan teknik spray drying Fitriana Djafar; Muhammad Dani Supardan
Jurnal Litbang Industri Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.155 KB) | DOI: 10.24960/jli.v9i1.4664.1-7

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat mikrokapsul minyak jahe dengan menggunakan teknik spray drying. Bahan penyalut yang digunakan adalah maltodekstrin. Variabel penelitian yang dipelajari adalah konsentrasi maltodekstrin yaitu 10, 20 dan 30 (%-b/v) dan rasio minyak jahe terhadap maltodekstrin yaitu 1:8, 1:10, 1:12 dan 1:14 (b/v). Variabel penelitian dengan rendemen tertinggi akan digunakan untuk mempelajari pengaruh variasi suhu inlet proses spray drying (160, 170, 180 dan 190 oC). Hasil analisis gas kromatografi-spektrofotometri massa menunjukkan bahwa ada lima komponen terbesar yang terdapat dalam minyak jahe yaitu benzene (28,62%), zingiberene (19,46%), β-bisabolene (13,48%), cyclohexane (12,59%) dan farnesene (5,83%). Rendemen produk mikrokapsul minyak jahe tertinggi diperoleh pada perlakuan konsentrasi maltodekstrin 30% dan rasio minyak jahe terhadap maltodekstrin 1:14 yaitu sebesar 37 gram. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa peningkatan suhu inlet spray drying memberikan pengaruh terhadap kadar air, kadar minyak total, kadar minyak di permukaan dan kadar minyak terperangkap mikrokapsul minyak jahe. Hasil analisis Scanning Electron Microscopy menunjukkan mikrostruktur produk mikrokapsul minyak atsiri jahe yang dihasilkan memiliki bentuk yang bervariasi. ABSTRACTThis study aims to make ginger oil microcapsules using spray drying technique. Maltodextrine was used as a coating material. The process variables studied were maltodextrin concentration 10, 20 and 30 (%-w/v) and ratio of ginger oil to maltodextrin 1:8, 1:10, 1:12 and 1:14 (w/v). The best process variable with the highest product yield will be used to investigate the effect of inlet temperature variations of spray drying process (160, 170, 180 and 190 oC). The results of gas chromatography-mass spectroscopy analysis showed that the five largest components contained in ginger oil were benzene (28.62%), zingiberene (19.46%), β-bisabolene (13.48%), cyclohexane (12.59%) and farnesene (5.83%). The highest yield of ginger essential oil microcapsule products was obtained 37 grams at maltodextrin concentration 30% and ratio of ginger oil to maltodextrin 1:14. The experimental results showed that the inlet temperature of spray drying affected the moisture content, total oil content, surface oil content, and trapped oil content of the ginger oil microcapsules products. Meanwhile, Scanning Electron Microscopy analysis results showed that the microstructure of ginger essential oil products from several research treatments generally have various shape.
Pengaruh Metoda Pemberian Bumbu dan Jenis Ikan terhadap Mutu dan Nilai Sensorik pada Ikan Air Tawar Asap Failisnur Failisnur
Jurnal Litbang Industri Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.372 KB) | DOI: 10.24960/jli.v2i2.604.87-96

Abstract

Fish is a high quality food, especially because it contains a lot of protein, fat, vitamins and minerals that are very good and prospective for food source. However, it is highly perishable food in storage so that required treatment such process into smoked fish. Quality of smoked fish is strongly affected by raw materials, smoking material type, the preparation process, temperature and length of smoking and its packaging. So it was produced a smoked fish with a distinctive flavor and aroma. This study was conducted with the spices treatment method using ground spices and soaking in the extracts spices, and the treatment used a variety of freshwater fish those were lele (Clarias gariepinus), mujair (Oreochromis mossambicus), and nila (Oreochromis niloticus). Smoked fish products were then analyzed for total phenols, water content, protein, fat. Organoleptic test of taste, texture and aroma was also done. Test results showed that the best treatment was lele fish soaked in spices of extracts solution. The chemical tests were obtained total phenol; 45.05 ppm, water content; 11.06%, protein;  66.65% and fat; 5.87% respectively. Furthermore the organoleptic test were preferred with hedonic scale 4.57; 4.50; 4.02 and 4.10 respectively for the taste, texture, color and aroma.
Rancang bangun titrator otomatis untuk alat uji kalium iodat dalam garam konsumsi beriodium Ardhaningtyas Riza Utami; Deny Suryana
Jurnal Litbang Industri Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.425 KB) | DOI: 10.24960/jli.v11i1.6764.1-8

Abstract

Penelitian ini membuat alat uji kalium iodatdalam garam konsumsi beriodium dengan menggunakan titrator otomastis yang dirancang dengan mengacu pada metode titrasi sesuai SNI 3556-2010. Alat uji ini dilengkapi dengan sensor warna RGB TCS230 dan step counter untuk mendeteksi volume titran yang digunakan. Sensor warna RGB TCS 230 tersebut akan membaca perubahan warna endpoint proses titrasi dan memberikan perintah untuk menghentikan titrasi. Informasi volume yang diteteskan stepcounter disampaikan ke software yang telah dibangun di mikrokontroler ATMEGA328 PDIP untuk dihitung kadar kalium iodatdalam sampel garam. Titrator otomatis kalium iodatyang dirancang dapat bekerja dengan baik memberikan hasil uji verifikasi metode yang memenuhi syarat keberterimaan akurasi, presisi dan reproducibility. % Recovery hasil uji akurasi mencapai 99,52 %, uji presisi didapatkan nilai RSDcontoh< CVrepeatability, yaitu 4,23 < 6,31, Uji reproducibility didapatkan nilai % RSD < 0,5 CVhorwitz, yaitu 2,058 < 6,202.