cover
Contact Name
I Nyoman Santiawan
Contact Email
inyomansantiawan@gmail.com
Phone
+6285729637030
Journal Mail Official
dewidanendra3@gmail.com
Editorial Address
STHD Klaten Jawa Tengah Morangan, Karanganom, Klaten Utara, Klaten, Jawa Tengah Tlpn (085729637370)
Location
Kab. klaten,
Jawa tengah
INDONESIA
Jawa Dwipa
ISSN : -     EISSN : 27233731     DOI : https://doi.org/10.54714/jd.v2i2
Core Subject : Education, Social,
Jawa Dwipa : Jurnal Penelitian dan Penjaminan Mutu merupakan Jurnal Online Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten Jawa Tengah terbit setiap bulan Juni dan Desember yang menerbitkan artikel hasil penelitian mahasiswa, tenaga kependidikan maupun dosen dan artikel yang berkaitan dengan penjaminan mutu
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2023)" : 6 Documents clear
PROBLEM BASED LEARNING: MEMBUKA PELUANG KOLABORASI DAN PENGEMBANGAN SKILL SISWA Dewi Ayu Wisnu Wardani
Jawa Dwipa Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54714/jd.v4i1.61

Abstract

Problem Based Learning (PBL) adalah pendekatan pembelajaran yang menempatkan siswa dalam konteks pemecahan masalah nyata untuk mendorong kolaborasi dan pengembangan skill.Artikel ini membahas pentingnya Problem Based Learning dalam memberikan peluang kolaborasi dan pengembangan keterampilan yang relevan bagi siswa di era pendidikan milenial. Siswa dilatih untuk berpikir kritis, berkomunikasi efektif, bekerja sama tim, kreatif, dan menyelesaikan masalah dunia nyata melalui pembelajaran berbasis masalah. Siswa dapat memperoleh keterampilan yang dibutuhkan dalam dunia nyata dan mempersiapkan diri untuk tantangan masa depan dengan belajar berdasarkan masalah yang terstruktur. Artikel ini membahas manfaat belajar berdasarkan masalah, serta langkah-langkah implementasi dan masalah yang mungkin dihadapi. Pendidikan yang didasarkan pada masalah dapat menjadi pengalaman yang bermakna, relevan, dan mempersiapkan siswa untuk sukses di dunia yang kompleks.
PENCIPTAAN KARYA TARI “BEDHAYAN SIVAGRAHA” BERDASARKAN PENGEMBANGAN MOTIF GERAK BEDHAYA DENGAN METODE KONSTRUKSI JACQUALINE SMITH Ni Luh Putu Wiardani Astuti
Jawa Dwipa Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54714/jd.v4i1.62

Abstract

Karya tari Bedhayan Sivagraha, terilhami dari adat dan tradisi yang telah terpatri, dalam jiwa masyarakat Jawa yang selalu mengagungkan kebesaran Dewa Siva, sebagai pemralina segala sesuatu yang sudah usang tidak layak berada didunia ini, sehingga harus dikembalikan ke asalnya Hyang Widhi Wasa. Di nusantara ini Dewa Siva dipuja dengan banyak cara salah satunya dengan mengucapkan mantram “Om Nama Siwaya”. Dewa Siva dekenal dengan nama Mahadewa Hara, Candra, Shakara, Civan, Nataraja, Ugrareto, Bhava, Sarwa, Satyam, Shivam, Sundaram, Kala, Mahakala, Vama-Deva, Manikmaya, Dhrtavrata. Maka Ciwagraha-lah sebagai tempat yang disucikan umat manusia (Prambanan) sebagai istana atau rumah Siva. Metode konstruksi menurut Jacqueline Smith (1985), merupakan petunjuk dalam penyusunan karya tari. Jacqueline Smith menuturkan ada lima metode kontruksi yang dideskripsikan. Jacqueline Smith menuturkan ada lima metode kontruksi yang dideskripsikan Yaitu, Eksplorasi, Improvisasi, Evaluasi, Pembentukan, dan Evaluasi terakhir.
PEMAKNAAN IDENTITAS DIRI PEREMPUAN HINDU BALI SEBAGAI PENUNTAS KARMA Ni Gusti Ayu Ketut Kurniasari
Jawa Dwipa Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54714/jd.v4i1.63

Abstract

Pemahaman diri terkait karma yang dimiliki oleh perempuan Hindu Bali menjadi identitas kuat dalam membangun kesadaran disaat berfikir, berkata dan berperilaku. Hal tersebut juga yang menarik perhatian peneliti dalam mengamati identitas diri yang dimiliki oleh para perempuan Hindu Bali sebagai penuntas karma. Penelitian ini menggunakan teori identitas yang dikemukakan oleh Michael Hecht dan kolega. Cakupan teori identitas begitu luas, namun dalam penelitian ini akan memfokuskan pada dimensi-dimensi yang melekat pada identitas tersebut yang meliputi perasaan, pemikiran, tindakan serta transenden. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis serta metode fenomenologi. Sebagai teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara yang mendalam serta observasi dan studi pustaka. Sebagai informan dalam penelitian ini adalah perempuan Hindu Bali yang berdomisili di Bali yang memiliki peran penting didalam masyarakat dan memiliki latar belakang yang berbeda. Adapun hasil dari penelitian ini adalah karma bukan hanya menjadi fondasi penting dalam kehidupan perempuan Hindu Bali, namun juga sebagai kesadaran berkehidupan baik dalam rumah tangga maupun didalam lingkungan sosial. Karma juga menjadi tumpuan segala proses kehidupan para perempuan Hindu Bali. Sehingga ini menjadi komponen kuat sebagai identitas diri perempuan Hindu Bali.
KOMITMEN BERNEGARA MELALUI MODERASI HINDU MM. Sri Widayati
Jawa Dwipa Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54714/jd.v4i1.64

Abstract

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang beranekaragam suku bangsa dan budayanya, hal ini merupakan kekuatan terbesar yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Berbagai tantangan bangsa mulai dari kemiskinan, radikalisme, terorisme, intoleransi, anti NKRI, anti Pancasila, bahkan anti terhadap pemerintah yang sah, silih berganti menggoncang bangsa Indonesia, tantangan tersebut merupakan sebuah permasalahan yang harus diatasi bersama melalui teologi kerukunan. Komitmen bernegara merupakan pondasi yang kuat di dalam menciptakan kerukunan dan perdamaian bangsa. Moderasi dalam Agama Hindu merupakan salah satu unsur di dalam penciptaan kerukunan dan perdamaian tersebut. Dalam melaksanakan komitmen bernegara ini terdapat unsur empat (4) pilar kebangsaan yaitu: Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945), Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika, empat pilar ini dijunjung tinggi dan dipegang teguh oleh bangsa Indonesia yang merupakan kunci di dalam komitmen bernegara dan berbangsa. Maka dengan melalui moderasi Agama Hindu ini dapat menjawab dalam pelaksanaan komitmen bernegara sehingga tercipta kerukunan hidup berbangsa dan bernegara Indonesia.
PRAGMATISME DAN EKSISTENSIALISME (Perspektif Filsafat Pendidikan) Gatot Wibowo
Jawa Dwipa Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54714/jd.v4i1.65

Abstract

Pragmatisme sebagai aliran filsafat dikembangkan pertama kali di Amerika. Filsuf pertama yang memperkenalkan dan mengembangkan pemikiran pragmatisme adalah Charles S. Peirce yang menekankan tentang aktifitas dan tujuan manusia dalam memperoleh pengertian dan pengetahuan. Pemikir Amerika yang sangat lekat dengan filsafat pendidikan pragmatisme adalah John Dewey. Pragmatisme sebagai aliran filsafat dapat dipahami secara metafisis, epistemologis dan aksiologis.Filsafat eksistensialisme, yakni filsafat dengan pemikiran utamanya adalah “eksistensi mendahului esensi” bahwa manusia eksis/ada terlebih dahulu, kemudian dalam kehidupan dia memberi makna/esensi atas kehidupannya dengan fokus pada pengalaman individual. Eksistensialisme memberi individu suatu jalan berpikir mengenai kehidupan, apa maknanya bagi saya, apa yang benar untuk saya. Epistomologi eksistensialis menganggap bahwa individu bertanggung jawab akan pengetahuannya sendiri. Sumber pengetahuan yang utama adalah pengalaman pribadi. Guru yang ideal menurut eksistensialis adalah guru yang memberikan kebebasan ruang dialog bagi siswa untuk menemukan makna dirinya. Siswa mendapat kesempatan yang luas untuk mempelajari sesuatu yang menjadi minatnya, sehingga bisa menemukan jatidirinya. Metode pembelajaran yang tepat menurut eksistensialis adalah dialog, main peran, dan metode lain yang memberi kebebasan bagi siswa untuk bereksplorasi memaknai dirinya. Karena tugas pendidikan yang utama adalah merangsang setiap manusia agar tersadar bahwa dia sendirilah yang memiliki tanggung jawab untuk menciptakan makna dan definisi dirinya sendiri.
PELAKSANAAN NILAI KARAKTER GOTONG – ROYONG BERBASIS ONLINE COLLABORATIVE LEARNING Setyaningsih
Jawa Dwipa Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54714/jd.v4i1.66

Abstract

Gotong royong bagi bangsa Indonesia merupakan salah satu kearifan lokal atau local wisdom karena gotong royong ini merupakan ciri khas bangsa Indonesia yang membedakan bangsa yang lain. Gotong royong merupakan karakter bangsa yang nilai-nilainya merupakan warisan dari leluhur dan nilai tersebut telah tertanam dalam jiwa dan menjadi kepribadian bangsa Indonesia sejak jaman dulu. Dalam hal menyelesaikan problematika yang dialami oleh bangsa Indonesia, gotong royong menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi masalah yang terjadi. Gotong royong pada masa sekarang ini tidak hanya dimaknai dalam bentuk kerja bakti di lingkungan masyarakat, namun juga dimaknai dalam arti yang luas misalnya gotong royong dalam pembelajaran. Pada hakekatnya manusia adalah sebagai makhluk social yang membutuhkan orang lain dalam kehidupannya. Sebagai makhluk social maka manusia perlu membantu orang lain yang mengalami kesulitan. Pembelajaran berbasis pada nilai-nilai kearifan lokal yaitu nilai gotong royong ini sangat penting untuk ditanamkan pada semua peserta didik. Implementasi karakter gotong royong berbasis online collaborative learning ini dapat diterapkan pada semua mata pelajaran melalui aktivitas yang dilakukan secara berkelompok, saling bekerjasama, berbagi, dan saling tolong menolong dengan sesama anggota kelompok.

Page 1 of 1 | Total Record : 6